Anda di halaman 1dari 38

am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id Pid.I.A.4
hk

a
PUTUSAN
Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim

si
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

ne
ng
Pengadilan Negeri Simalungun yang mengadili perkara pidana anak
dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan

do
gu sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

1. Nama Lengkap : DNL SNG ;

In
A
2. Tempat Lahir : Jakarta ;
3. Umur/ Tanggal Lahir : 17 tahun dan 6 bulan / 23 Januari 2003;
ah

lik
4. Jenis Kelamin : Laki – laki ;
5. Kebangsaan : Indonesia ;
am

6. Tempat tinggal : Kode Huta I Nagori Baru Kecamatan Huta

ub
Bayu Kabupaten Simalungun;
7. Agama : Kristen ;
ep
k

8. Pekerjaan : Pelajar ;
9. Pendidikan : SMK Kelas I.
ah

R
Terdakwa ditangkap pada tanggal 28 Juli 2020 sampai dengan tanggal 29

si
Juli 2020 berdasarkan Surat Perintah Penangkapan tertanggal 28 Juli 2020

ne
ng

Nomor : SP.Kap/109/VII/2020/Reskrim dan selanjutnya terdakwa ditahan oleh :


1. Penyidik berdasarkan Surat Perintah Penahanan tertanggal 30 juli 2020
Nomor : SP.Han/95/VII/2020/Reskrim sejak tanggal 30 Juli 2020 sampai

do
gu

dengan tanggal 5 Agustus 2020


2. Penyidik Perpanjangan oleh Penuntut Umum sejak tgl 06 Agustus 2020 sampai
In
A

dengan tanggal 13 Agustus 2020;


3. Penuntut Umum sejak tanggal 13 Agustusi 2020 sampai dengan tanggal tanggal
17 Agustus 2020;
ah

lik

4. Penuntut Umum perpajangan Ketua Pengadilan Negeri Simalungun sejak tanggal


18 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 22 Agustus 2020;
m

ub

5. Hakim Pengadilan Negeri Simalungun sejak tanggal 19 Agustus 2020 sampai


dengan 28 Agustus 2020;
ka

ep

6. Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan


Negeri sejak tanggal 29 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 12 September
ah

2020
R

Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum secara Prodeo, yang mana


es
M

Hakim telah menunjuk Lembaga Bantuan Hukum Perjuangan Keadilan yang


ng

on

Halaman 1 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
berdomisili diwilayah hukum Simalungun Kabupaten Asahan berdasrkan

R
Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia Nomor :

si
M.HH-01.HN.07.02 Tahun 2018 tanggal 27 Desember 2018 berdasarkan Surat

ne
ng
Penetapan Nomor 10/Pid.Sus/2020/PN-Sim tertanggal 24 Agustus 2020 dan
Terdakwa juga dalam perkara ini didampingi oleh BESAR BANJARNAHOR, SH,
DAME JONGGI GULTOM, SH, RUTH NAOLA PURBA, SH, KESITA EVA L

do
gu TOBING, SH, MH Lembaga Bantuan Hukum Siantar – Simalungun (LBH. S-S)
yang beralamat di Jalan S Parman No. 25 Kota Pematang Siantar Berdasarkan

In
A
Surat Kuasa Khusus tertanggal 26 Agustus 2020 dan telah didaftarkan di pada
Kepaniteran Pengadilan Negeri Simalungun tertanggal 31 Agustus 2020 dengan
ah

Nomor 301/SK/2020/PN.Sim.

lik
Terdakwa didampingi oleh pembimbing kemasyarakatan dan orangtua
serta Pekerja Sosial Perlindungan Anak;
am

ub
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
ep
k

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pengadilan Negeri Simalungun Nomor


10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim tanggal 19 Agustus 2020 tentang penunjukan
ah

R
Hakim;

si
- Penetapan Hakim Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim tanggal 19 Agustus

ne
2020 tentang penetapan hari sidang;
ng

- Hasil penelitian kemasyarakatan;


- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

do
gu

Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, dan Terdakwa serta


memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
In
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh
A

Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:


1. Menyatakan Anak DNL SNG telah terbukti secara sah dan meyakinkan
ah

lik

bersalah melakukan perbuatan pidana “Dengan sengaja melakukan


tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak
m

ub

melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain” sesuai


Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU
ka

ep

No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun


2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang
ah

Sistem Peradilan Pidana Anak sebagaimana dalam surat dakwaan


R

Pertama Jaksa Penuntut Umum;


es
M

ng

on

Halaman 2 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
2. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 (Empat) Tahun dikurangi selama

R
Anak berada dalam tahanan sementara dengan perintah Anak tetap

si
ditahan dan pelatihan kerja selama 3 (tiga) bulan.

ne
ng
3. Menetapkan agar Anak membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,-(lima
ribu rupiah)
Menimbang, bahwa atas Tuntutan Penutut Umum tersebut, Penasihat

do
gu Hukum Terdakwa mengajukan Pembelaan (Pleidoi) secara tertulis
dipersidangan pada hari Selasa tertanggal 1 September 2020 yang pada

In
A
pokoknya Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan sebagai berikut

1. Menjatuhkan tindakan berupa pengembalian anak Daniel Sinaga kepada


ah

lik
orang tua kandung anak atau setidak-tidaknya menghukum anak Daniel
Sinaga dengan hukuman yang seringan-ringannya;
Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain kami mohon putusan yang seadil-
am

ub
adilnya dengan pertimbangan
1. Anak masih sangat belia dan masih ingin melanjutkan sekolah
ep
k

1. Anak berlaku sopan dan tidak mempersulit jalannya persidangan


2. Anak menyesali dan mengakui perbuatannya;
ah

R
Menimbang, bahwa atas pembelaan yang diajukan Penasihat Hukum

si
terdakwa dipersidangan, selanjutnya Penuntut Umum mengajukan Tanggapan /

ne
Repliknya secara lisan dipersidangan pada hari Selasa tertanggal 1 September
ng

2020 yang pada pokonya :


Menyatakan bahwa Penuntut Umum menolak semua materi pembelaan

do
gu

yang diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa dan tetap pada Tuntutannya
sebagaimana dalam Surat Tuntutan tertanggal 31 Agustus 2020;
In
Menimbang, bahwa atas Tanggapan (Replik) dari Penuntut Umum
A

tersebut, Penasihat Hukum Terdakwa mengajukan Duplik secara lisan yang


pada pokoknya menyatakan tetap pada Pembelaannya semula ;
ah

lik

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut


Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
m

ub

DAKWAAN
PERTAMA;
ka

ep

Bahwa ia Anak DNL SNG (lahir pada tanggal 23 Januari 2003 sesuai
dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-14042016-0098 tanggal 12
ah

Desember 2017 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kependudukan dan


R

Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Jonrismantuah Damanik, SH,.M.Si dan


es
M

pada saat tindak pidana dilakukan Anak masih berusia 17 tahun dan 6 bulan),
ng

on

Halaman 3 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 sekira pukul 14.30 Wib atau setidak-

R
tidaknya pada suatu waktu lain di bulan April tahun 2020 atau setidak-tidaknya

si
pada suatu waktu lain di tahun 2020, bertempat di Kode Cina Huta I Nagori

ne
ng
Pokan Baru Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun atau setidak-
tidaknya pada suatu tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri
Simalungun, dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian

do
gu kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya
atau dengan orang lain, Perbuatan tersebut dilakukan Anak dengan cara

In
A
sebagai berikut :
Bahwa awalnya Anak DNL SNG menjalin hubungan percintaan atau
ah

pacaran dengan Anak korban PUTRI yang masih dibawah umur atau masih

lik
anak-anak karena masih berusia 17 tahun (lahir pada tanggal 05 September
2002 sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-16122013-0151
am

ub
tanggal 18 Desember 2013 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Albert Sinaga,
ep
S.Pd,.M.Pd dan pada saat tindak pidana dilakukan Anak korban masih berusia
k

17 tahun).
ah

Selanjutnya pada hari Sabtu dan tanggal yang sudah tidak diingat pada
R

si
bulan Januari 2020, Anak DNL SNG bersama dengan Anak Korban PUTRI pergi
jalan-jalan ke Tigaras lalu setelah pulang dari jalan-jalan dan sudah larut malam

ne
ng

sehingga tempat kost milik anak korban sudah tutup sehingga Anak DNL SNG
mengusulkan kepada Anak korban agar tidur dirumahnya dan sesampainya

do
gu

dirumah Anak, mereka menemui ibu anak lalu permisi untuk tidur dirumahnya
malam itu dan ibunya mengijinkan untuk tidur ditumahnya kemudian anak
korban PUTRI pun tidur di kamar milik Anak sementara ibu anak tidur disebelah
In
A

kamar anak dan Anak tidur di ruang tamu lalu keesokan harinya sekira pukul
10.00 Wib, ibu anak pergi ke Gereja dan meninggalkan Anak bersama dengan
ah

lik

anak korban di rumah kemudian Anak dan Anak korban menonton Televisi di
ruang tamu lalu saat keduanya menonton Televisi dimana Anak menciumi dan
m

ub

memeluk Anak Korban sehingga keduanya saling berciuman dan setelah


beberapa lama, Anak mengajak anak korban untuk pergi kekamarnya namun
ka

anak korban menolaknya dengan mengatakan “nggak usahlah, disini aja


ep

kita” lalu Anak tetap memaksa anak korban sambil mengatakan “ayoklah
ah

sayang, sebentar aja” seraya menarik tangan anak korban dan setelah itu
R

Anak menarik tangan anak korban untuk masuk kedalam kamar kemudian anak
es

korban pun ikut kedalam kamar dan sesampainya didalam kamar, Anak
M

ng

memaksa anak korban untuk duduk diatas tempat tidur lalu Anak kembali
on

Halaman 4 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
menciumi anak korban sambil memasukkan tangan kanannya kedalam celana

R
milik anak korban dan anak korban menolaknya dengan mengeluarkan tangan

si
Anak dari dalam celananya sambil mengatakan “janganlah sayang, kita kan

ne
ng
masih anak sekolah” lalu Anak menjawab “udahlah, tenang aja, nanti kalau
ada apa-apa kutanggung jawabi“ lalu anak korban tetap menolak dengan cara
mendorong tubuhnya namun Anak tetap memeluk tubuh anak korban dan

do
gu menciuminya selanjutnya Anak membuka baju serta bra (BH) yang dikenakan
anak korban sambil meremas payudara anak korban dan menciuminya secara

In
A
bergantian kemudian setelah itu Anak membuka bajunya dan menidurkan anak
korban diatas tempat tidur dengan mendorong tubuh anak korban lalu Anak
ah

membuka celana dan celana dalam yang dikenakan anak korban sehingga anak

lik
korban dalam keadaan telanjang bulat kemudian Anak membuka celana dan
celana dalam miliknya dan meraba alat kelamin anak korban dengan
am

ub
menggunakan tangan Anak lalu anak korban menepis tangan tersebut
selanjutnya Anak membuka kaki anak korban dan Anak duduk tepat didepan
ep
anak korban lalu Anak mengarahkan alat kelaminnya (penis) kedalam kelamin
k

(vagina) milik anak korban kemudian Anak memasukkan alat kelaminnya


ah

kedalam vagina anak korban selanjutnya pada saat Anak memasukkan


R

si
penisnya dimana Anak melihat anak korban merasa kesakitan namun Anak
tetap memasukkan alat kelaminnya dan menggoyang-goyangkan pinggulnya

ne
ng

secara maju mundur selama 5 (lima) menit dan mengeluarkan sperma diatas
perut anak korban lalu anak korban membersihkan cairan sperma tersebut

do
gu

menggunakan tisue yang ada didalam kamar tersebut kemudian anak korban
mengenakan pakaiannya dan begitu juga dengan Anak mengenakan
pakaiannya.
In
A

Selanjutnya Anak DNL SNG kembali melakukan persetubuhan kepada


anak korban pada hari Kamis tanggal 09 April 2020, yang mana pada hari Rabu
ah

lik

tanggal 08 April 2020 anak korban bertengkar dengan ibunya dikarenakan anak
korban tidak mengerjakan pekerjaan rumah lalu anak korban menceritakannya
m

ub

dengan Anak kemudian keduanya berjanji untuk bertemu pada keesokan


harinya. Lalu pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 sekira pukul 14.30 Wib
ka

anak korban berjalan ke simpang rumahnya dimana Anak DANIEL SINAGA


ep

telah menunggu di simpang tersebut kemudian mereka pergi dengan


ah

mengendarai sepeda motor ke Pokan Baru untuk makan dan setelah itu
R

berjalan-jalan lalu sekitar pukul 21.00 Wib keduanya pergi kerumah kosong milik
es

tante Anak yang baru saja meningal dunia dimana ianya yang memegang kunci
M

ng

rumahnya lalu sesampainya dirumah tersebut sekira pukul 23.00 Wib, keduanya
on

Halaman 5 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
langsung menuju kamar dan berencana untuk tidur kemudian saat hendak tidur,

R
Anak menggoda dan membujuk anak korban untuk melakukan persetubuhan

si
dengannya lalu Anak mulai menciumi anak korban dan membuka seluruh

ne
ng
pakaian yang dikenakan anak korban sehingga anak korban dalam keadaan
telanjang selanjutnya Anak juga membuka pakaiannya sehingga mereka berdua
dalam keadaan telanjang. Kemudian Anak mulai memyetubuhi anak korban

do
gu dengan memasukkan alat kelaminnya kedalam alat kelamin anak korban dan
menggoyang-goyangkannya selama 10 (sepuluh) menit dan mengeluarkan

In
A
spermanya diatas kain yang berada didalam kamar tersebut lalu mereka tidur.
Bahwa berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor :
ah

744/1014/440/2020 tanggal 30 April 2020 hasil pemeriksaan terhadap ULIANI

lik
PUTRI yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Affan Solihin, Sp.OG selaku
dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Rondahaim – Pamatang Raya
am

ub
diperoleh :
I. PEMERIKSAAN TUBUH :
ep
1. Pemeriksaan Umum : Tensi 100/70, Nadi 78 kali/ menit,
k

pernapasan 18 kali/ menit, suhu 36°C


ah

1. Pemeriksaan Badan :
R

si
a. Kepala : Tidak tampak kelainan
b. Leher : Tidak tampak kelainan

ne
ng

c. Dada dan Punggung : Tidak tampak kelainan


d. Perut dan Pinggang : Tidak tampak kelainan

do
gu

e. Anggoa Gerak Atas : Tidak tampak kelainan


f. Anggota Gerak Bawah : Tidak tampak kelainan
Alat Kelamin : Dinding Vagina : Tampak bercak keputihan
In
A

Selaput Darah : Tampak robekan lama disegala arah kesan ada penetrasi
benda tumpul ke liang vagina berulang kali
ah

lik

II. PEMERIKSAAN LABORATORIUM / SINAR TEMBUS :


Planotest negatif
m

ub

I. KESIMPULAN :
Telah dilakukan pemeriksaan adanya penetrasi benda tumpul ke
ka

liang vagina berulang kali titik keputihan atau fluor albus tidak
ep

tampak tanda-tanda kekerasan lain titik.


ah

Perbuatan Anak tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam


R

Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU No.1
es

tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang
M

ng

on

Halaman 6 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan

R
Pidana Anak

si
ATAU

ne
ng
KEDUA
Bahwa ia Anak DNL SNG (lahir pada tanggal 23 Januari 2003 sesuai
dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-14042016-0098 tanggal 12

do
gu Desember 2017 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Jonrismantuah Damanik, SH,.M.Si dan

In
A
pada saat tindak pidana dilakukan Anak masih berusia 17 tahun dan 6 bulan),
pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 sekira pukul 14.30 Wib atau setidak-
ah

tidaknya pada suatu waktu lain di bulan April tahun 2020 atau setidak-tidaknya

lik
pada suatu waktu lain di tahun 2020, bertempat di Kode Cina Huta I Nagori
Pokan Baru Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun atau setidak-
am

ub
tidaknya pada suatu tempat lain dalam daerah hukum Pengadilan Negeri
Simalungun, melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa,
ep
melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk
k

melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, Perbuatan tersebut


ah

dilakukan Anak dengan cara sebagai berikut :


R

si
Bahwa awalnya Anak DNL SNG menjalin hubungan percintaan atau
pacaran dengan Anak korban PUTRI yang masih dibawah umur atau masih

ne
ng

anak-anak karena masih berusia 17 tahun (lahir pada tanggal 05 September


2002 sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-16122013-0151

do
gu

tanggal 18 Desember 2013 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas


Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Albert Sinaga,
S.Pd,.M.Pd dan pada saat tindak pidana dilakukan Anak korban masih berusia
In
A

17 tahun).
Selanjutnya pada hari Sabtu dan tanggal yang sudah tidak diingat pada
ah

lik

bulan Januari 2020, Anak DNL SNG bersama dengan Anak Korban PUTRI pergi
jalan-jalan ke Tigaras lalu setelah pulang dari jalan-jalan dan sudah larut malam
m

ub

sehingga tempat kost milik anak korban sudah tutup sehingga Anak
mengusulkan kepada Anak korban agar tidur dirumahnya dan sesampainya
ka

dirumah Anak mereka menemui ibu anak lalu permisi untuk tidur dirumahnya
ep

malam itu dan ibunya mengijinkan untuk tidur ditumahnya kemudian anak
ah

korban pun tidur di kamar milik Anak sementara ibu anak tidur disebelah kamar
R

anak dan Anak tidur di ruang tamu lalu keesokan harinya sekira pukul 10.00
es

Wib, ibu anak pergi ke Gereja dan meninggalkan Anak bersama dengan anak
M

ng

korban di rumah kemudian Anak dan Anak korban menonton Televisi di ruang
on

Halaman 7 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
tamu lalu saat keduanya menonton Televisi dimana Anak menciumi dan

R
memeluk Anak Korban sehingga keduanya saling berciuman dan setelah

si
beberapa lama, Anak mengajak anak korban untuk pergi kekamarnya namun

ne
ng
anak korban menolaknya dengan mengatakan “nggak usahlah, disini aja
kita” lalu Anak tetap memaksa anak korban sambil mengatakan “ayoklah
sayang, sebentar aja” seraya menarik tangan anak korban dan setelah itu

do
gu Anak menarik tangan anak korban untuk masuk kedalam kamar kemudian anak
korban pun ikut kedalam kamar dan sesampainya didalam kamar, Anak

In
A
memaksa anak korban untuk duduk diatas tempat tidur lalu Anak kembali
menciumi anak korban sambil memasukkan tangan kanannya kedalam celana
ah

milik anak korban dan anak korban menolaknya dengan mengeluarkan tangan

lik
Anak dari dalam celananya sambil mengatakan “janganlah sayang, kita kan
masih anak sekolah” lalu Anak menjawab “udahlah, tenang aja, nanti kalau
am

ub
ada apa-apa kutanggung jawabi“ lalu anak korban tetap menolak dengan cara
mendorong tubuhnya namun Anak tetap memeluk tubuh anak korban dan
ep
menciuminya selanjutnya Anak membuka baju serta bra (BH) yang dikenakan
k

anak korban sambil meremas payudara anak korban dan menciuminya secara
ah

bergantian kemudian setelah itu Anak membuka bajunya dan menidurkan anak
R

si
korban diatas tempat tidur dengan mendorong tubuh anak korban lalu Anak
membuka celana dan celana dalam yang dikenakan anak korban sehingga anak

ne
ng

korban dalam keadaan telanjang bulat kemudian Anak membuka celana dan
celana dalam miliknya dan meraba alat kelamin anak korban dengan

do
gu

menggunakan tangan Anak lalu anak korban menepis tangan tersebut


selanjutnya Anak membuka kaki anak korban dan Anak duduk tepat didepan
anak korban lalu Anak mengarahkan alat kelaminnya (penis) kedalam kelamin
In
A

(vagina) milik anak korban kemudian Anak memasukkan alat kelaminnya


kedalam vagina anak korban selanjutnya pada saat Anak memasukkan
ah

lik

penisnya dimana Anak melihat anak korban merasa kesakitan namun Anak
tetap memasukkan alat kelaminnya dan menggoyang-goyangkan pinggulnya
m

ub

secara maju mundur selama 5 (lima) menit dan mengeluarkan sperma diatas
perut anak korban lalu anak korban membersihkan cairan sperma tersebut
ka

menggunakan tisue yang ada didalam kamar tersebut kemudian anak korban
ep

mengenakan pakaiannya dan begitu juga dengan Anak mengenakan


ah

pakaiannya.
R

Selanjutnya Anak DANIEL SINAGA kembali melakukan persetubuhan


es

kepada anak korban pada hari Kamis tanggal 09 April 2020, yang mana pada
M

ng

hari Rabu tanggal 08 April 2020 anak korban bertengkar dengan ibunya
on

Halaman 8 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
dikarenakan anak korban tidak mengerjakan pekerjaan rumah lalu anak korban

R
menceritakannya dengan Anak kemudian keduanya berjanji untuk bertemu

si
pada keesokan harinya. Lalu pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 sekira pukul

ne
ng
14.30 Wib anak korban berjalan ke simpang rumahnya dimana Anak telah
menunggu di simpang tersebut kemudian mereka pergi dengan mengendarai
sepeda motor ke Pokan Baru untuk makan dan setelah itu berjalan-jalan lalu

do
gu sekitar pukul 21.00 Wib keduanya pergi kerumah kosong milik tante Anak yang
baru saja meningal dunia dimana ianya yang memegang kunci rumahnya lalu

In
A
sesampainya dirumah tersebut sekira pukul 23.00 Wib, keduanya langsung
menuju kamar dan berencana untuk tidur kemudian saat hendak tidur, Anak
ah

menggoda dan membujuk anak korban untuk melakukan persetubuhan

lik
dengannya lalu Anak mulai menciumi anak korban dan membuka seluruh
pakaian yang dikenakan anak korban sehingga anak korban dalam keadaan
am

ub
telanjang selanjutnya Anak juga membuka pakaiannya sehingga mereka berdua
dalam keadaan telanjang. Kemudian Anak mulai memyetubuhi anak korban
ep
dengan memasukkan alat kelaminnya kedalam alat kelamin anak korban dan
k

menggoyang-goyangkannya selama 10 (sepuluh) menit dan mengeluarkan


ah

spermanya diatas kain yang berada didalam kamar tersebut lalu mereka tidur.
R

si
Bahwa berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor :
744/1014/440/2020 tanggal 30 April 2020 hasil pemeriksaan terhadap ULIANI

ne
ng

PUTRI yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Affan Solihin, Sp.OG selaku
dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Rondahaim – Pamatang Raya

do
gu

diperoleh :
I. PEMERIKSAAN TUBUH :
1. Pemeriksaan Umum : Tensi 100/70, Nadi 78 kali/ menit,
In
A

pernapasan 18 kali/ menit, suhu 36°C


2. Pemeriksaan Badan :
ah

lik

a. Kepala : Tidak tampak kelainan


b. Leher : Tidak tampak kelainan
m

ub

c. Dada dan Punggung : Tidak tampak kelainan


d. Perut dan Pinggang : Tidak tampak kelainan
ka

e. Anggoa Gerak Atas : Tidak tampak kelainan


ep

f. Anggota Gerak Bawah : Tidak tampak kelainan


ah

Alat Kelamin : Dinding Vagina : Tampak bercak keputihan


R

Selaput Darah : Tampak robekan lama disegala arah kesan ada penetrasi
es

benda tumpul ke liang vagina berulang kali


M

ng

II. PEMERIKSAAN LABORATORIUM / SINAR TEMBUS :


on

Halaman 9 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Planotest negatif

R
II. KESIMPULAN :

si
- Telah dilakukan pemeriksaan adanya penetrasi benda tumpul ke

ne
ng
liang vagina berulang kali titik keputihan atau fluor albus tidak
tampak tanda-tanda kekerasan lain titik.
Perbuatan Anak tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam

do
gu Pasal 82 ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU No.1
tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang

In
A
Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan
Pidana Anak;
ah

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa dan

lik
Penasihat Hukum Terdakwa tidak mengajukan keberatan atas Dakwaan
Penuntut Umum;
am

ub
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum
telah mengajukan saksi-saksi sebagai berikut:
ep
1. PUTRI dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
k

- Bahwa saksi hadir dan memberikan keterangan saat ini dikantor polisi
ah

sehubungan dengan Laporan ayah saksi sehubungan dengan telah


R

si
terjadinya persetubuhan yang terjadi terhadap saksi
- Bahwa yang telah menjadi korban atas persetubuhan tersebut adalah

ne
ng

saksi sendiri dan yang telah melakukan perbuatan cabul tersebut


terhadap saksi adalah seorang laki-laki yang merupakan pacar saksi

do
gu

yang bernama anak umur, 18 tahun ,Pelajar , Kode Cina Huta I Nag.
Pokan Baru Kec. Huta Bayu Raja Kab. Simalungun.
- Bahwa saksi mengenali anak namun saksi tidak memiliki hubungan
In
A

keluarga dengannya. Kami hanya berhubungan pacaran.


- Bahwa saksi mengenali anak semenjak saksi duduk di kelas I SMP pada
ah

lik

tahun 2014 yang mana pada saat itu kami bersekolah di sekolah yang
sama di SMP Negeri III Huta Bayu Raja.
m

ub

- Bahwa kami berpacaran sejak tanggal 09 September 2018 sampai


dengan Bulan April 2020. Dapat saksi jelaskan bahwasanya adapun
ka

perbuatan persetubuhan yang telah dilakukan oleh anak terhadap saksi


ep

adalah ianya mencium bibir saksi , lalu mebuka baju dan Bra yang saksi
ah

pakai lalu ianya meremas dan mencium payudara saksi . lalu kemudian
R

ianya membuka celana dan celana dalam saksi dan membuka baju,
es

celana dan celana dalamnya sendiri. Lalu anak pun membujuk saksi
M

ng

agar saksi mau melakukan hubungan badan / bersetubuh . lalu ianya pun
on

Halaman 10 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
membujuk saksi ketika saksi menolak namun oleh dia terus menerus

R
mebujuk saksi untuk melakukan persetubuhan tersebut. Kemudian ,

si
ianya menidurkan saksi di atas temat tidur lalu mengarahkan alat

ne
ng
kelaminnya ke dalam alat kelamin saksi dan memasukkan alat
kelaminnya ke dalam alat kelamin saksi , dan ianya menggoyang-
goyangkan pinggulnya secara maju mundur selama 5 menit dan ianya

do
gu mengelurkan cairan spermanya di atas perut saksi.
- Bahwa saksi melakukan perbuatan persetubuhan dengan anak sudah

In
A
sering , sudah lebih dari 10 kali . Namun saksi sudah tidak mengingat
berapa kali anak telah melakukan perbuatan cabul terhadap saksi . Yang
ah

mana pertama sekali pada bulan Januari 2020 di dalam rumah anak dan

lik
yang terakhir sekali pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 di dalam
rumah milik Namboru / bibi anak yang berada di Kode Cina Huta I Nag.
am

ub
Pokan Baru Kec. Huta Bayu Raja Kab. Simalungun.
- Bahwa saksi anak melakukan perbuatan persetubuhan terhadap saksi di
ep
dalam rumahnya anak dan di rumah namborunya / bibinya yang berada
k

di Kode Cina Huta I Nag. Pokan Baru Kec. Huta Bayu Raja Kab.
ah

Simalungun
R

si
- Bahwa pada saat anak melakukan melakukan perbuatan persetubuhan
terhadap saksi di dalam rumahnya ibunya sedang pergi ke gereja

ne
ng

sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia. Dan pada saat peritiwa


yang terakhir di dalam rumah namborunya / bibinya , rumah tersebut

do
gu

sudah kosong yang mana atas keterangan anak terhadap saksi Bounya
baru saja meningal dunia dan ia ada memegang kunci rumah dari bounya
dan kami pun memasuki rumah tersebut dalam keadaan kosong / tidak
In
A

ada orang.
- Bahwa pada saat pertama sekali anak melakukan perbuatan
ah

lik

persetubuhan terhadap saksi ianya ada melakukan kekerasan terhadap


saksi yang mana pada saat saksi duduk diruang tamu ianya menarik
m

ub

tangan saksi dengan kuat untuk masuk ke dalam kamarnya. Lalu setelah
itu ianya mngajak saua untuk melakukan perbuatan persetubuhan
ka

terhadapnya lalu saksi menolak Namun anak memaksa saksi dengan


ep

cara memegang tangan saksi dan menciumi saksi. Lalu kemudian, ianya
ah

terus menciumi saksi dan tiba-tiba tangan kanannya masuk ke dalam


R

celana saksi lalu saksi pun menolak dan mengeluarkan tangannya dari
es

dalam celana saksi dan berkata “ JANGANLAH SAKSING, KITA KAN


M

ng

MASIH ANAK SEKOLAH” Lalu berkata “ UDAHLAH,TENANG AJA.


on

Halaman 11 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
NANTI KALAU ADA APA-APA KU TANGGUNG JAWABI“. Lalu saksi pun

R
bersekeras untuk menolak dengan cara mendorong tubuhnya namun

si
ianya tetap memaksa saksi untuk berbaring di tempat tidur lalu membuka

ne
ng
baju saksi secara perlahan-lahan. Lalu pada saat ianya membuka celana
saksi, saksi menolak dan menaikkan celana saksi, namun oleh anak
tetap memaksa untuk membuka celana saksi, dan membujuk saksi agar

do
gu saksi mau melakukan perbuatan persetubuhan terhadapnya. Lalu
dikarenakan saksi juga saksing terhadapnya saksi pun mau melakukan

In
A
perbuatan persetubuhan dengan anak.
- Bahwa pada hari Sabtu dan tanggal yang sudah tidak diingat pada bulan
ah

Januari 2020 saksi pergi jalan-jalan dengan anak ke Tiga Ras. Lalu

lik
setelah pulang ke kost, dikarenakan kami sudah pulang terlalu lama , dan
kami melihat kos-kosan saksi sudah tutup. Kemudian saya pun bingung
am

ub
mau tidur dimana. Lalu anak mengusulkan kepada saksi untuk tidur
dirumahnya. Lalu sesampainya dirumah anak, kami menemui ibunya
ep
anak, dan saksi permisi untuk tidur di rumah mereka untuk malam itu saja
k

dan ibu anak pun mengijinkan saksi untuk tidur ditumahnya. Lalu saksi
ah

pun tidur di kamar anak, ibunya tidur di sebelah kamar saksi dan tidur di
R

si
ruang tamu mereka. Lalu pada keesokan harinya sekira pukul 10.00
Wib , ibu dari anak punpergi ke gereja dan saksi dan anak tidak ikut ke

ne
ng

gereja dan tinggalah saksi dengan anak dirumah tersebut. Lalu saksi dan
anak pun menonton TV di rung tamu. Lalu setelah itu pada saat kami

do
gu

menonton TV anak pun menciumi aya dan memeluk saksi . dan kami pun
saling berciuamn dengan anak. Lalu setelah beberapa lama, anak pun
mengajak saksi untuk pergi kekamarnya . lalu saksi pun menolak dengan
In
A

berkata “ NGAK USAH LAH, DISINI AJA KITA”. Lalu anak pun tetap
memaksa saksi dengan berkata “ AYOKLAH SAKSING , SEBENTAR
ah

lik

AJA” seraya ianya menarik kuat tangan saksi. lalu setelah itu ianya
menarik kuat tangan saksi untuk masuk ke dalam kamar , lalu kemudian
m

ub

saksi pun ikut ke dalam kamar . sesampainya doi dalam kamar ianya
memaksa saksi untuk duduk diatas tempat tidurnya. Dan ianya kembali
ka

menciumi saksi . Lalu kemudian, ianya terus menciumi saksi dan tiba-tiba
ep

tangan kanannya masuk ke dalam celana saksi lalu saksi pun menolak
ah

dan mengeluarkan tangannya dari dalam celanasaksi dan berkata“


R

JANGANLAH SAKSING, KITA KAN MASIH ANAK SEKOLAH” Lalu


es

berkata “ UDAHLAH , TENANG AJA. NANTI KALAU ADA APA-APA KU


M

ng

TANGGUNG JAWAB“. Lalu saksi pun tetap menolak dengan cara


on

Halaman 12 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
mendorong tubuhnya, namun oleh anak tetap memeluk tubuh saksi dan

R
menciumi saksi. Kemudian ianya membuka baju dan Bra / BH yang saksi

si
kenakan, dan ianya meremas payudara saksi dan menciuminya secara

ne
ng
bergantian. lalu setelah itu ianya membuka bajunya sendiri. Kemudian
ianya menidurkan saksi diatas tempat tidur tersebut dan saksi pun
mendorong tubuhnya, lalu anak tetap memaksa dan mendorong tubuh

do
gu saksi.Kemudian dia membuka celana dan celana dalam saksipun
telanjang bulat. Lalu anak pun membuka celana dan celana dalamnya

In
A
sendiri. Lalu ianya meraba alat kelamin saksi menggunakan tangannya ,
lalu saksi pun menepis tangannya . Lalu anak membuka kaki saksi dan
ah

iaya duduk tepat didepan saksi. Lalu kemudian iaya mengarahkan alat

lik
kelamin nya ke alat kelamin saksi dan ianya memasukkannya. Pada saat
anak memasukkan alat kelaminnya saksi pun merasa kesakitan dan
am

ub
ianya tetap memasukkan alat kelaminya dan menggoyang-goyangkan
pinggulnya secara maju mundur selama 5 (lima) menit dan mengeluarkan
ep
psermanya di atas perut saksi. Lalu saksi pun membersikan cairan
k

sperma tersebut menggunakan tisue yang ada di dalam kamar tersebut.


ah

Dan saksi memakai baju saksi sendiri dan begitu juga dengan anak. dan
R

si
setelah itu kami pun kembali menonton TV diruang tamu.
- Bahwa selanjutnya pada hari Kamis tanggal 09 April 2020, yang mana

ne
ng

pada hari sebelumnya hari Rabu tanggal 08 April 2020 saksi bertengkar
dengan ibu saksi dikarenakan saksi tidak mengerjakan pekerjaan rumah

do
gu

saksi. Lalu saksi pun bercerita dengan anak pacar saksi. Lalu kami pun
berjanji untuk bertemu pada keesokan harinya. lalu setelah itu pada hari
Kamis , 09 April 2020 sekira pukul 14.30 Wib saksi berjalan ke simpang
In
A

rumah saksi dan saksi melihat anak sudah menunggu di simpang


tersebut. Dan kami pun pergi menggunakan sepeda motor ke Pokan
ah

lik

Baru untuk makan dan setelah itu kami pun keliling-keliling untuk berjalan
– jalan menggunakan sepeda motor. Lalu sekitar pukul 21.00 Wib kami
m

ub

pun pergi kerumah teman anak untuk berencana menginap dirumahnya,


lalu ianya tidak mengijinkan kami untuk tidur dirumahnya dikarenakan
ka

ada orang tuanya. Lalu kami pun pergi lagi dari rumah tmannya tersebut.
ep

Kemudian , kami pun menuju ke rumah kosong yang saksi tidak


ah

mengetahui rumah tersebut milik siapa dan saksi belum pernah kerumah
R

tersebut. Lalu setelah itu anak menerangkan bahwa rumah tersebut


es

adalah milik bounya yang baru saja meningal dunia . Dan ianya
M

ng

memegang kunci rumahnya. Lalu sesampainya dirumah tersebut sekira


on

Halaman 13 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
pukul 23.00 Wib, kami pun langsung menuju ke kamar dan berencana

R
untuk tidur. Lalu setelah itu pada saat hendak tidur, ianya anak menggo

si
dan membujuk saksi untuk melakukan perbuatan persetubuhan

ne
ng
dengannya. Lalu ianya pun mulai menciumi saksi dan membuka seluruh
bau saksi sehingga saksi telanjang bulat,, dan ianya juga membuka baju
dan celananya sendiri sehinga kami berdua telanjang. Kemduian, anak

do
gu mulai memyetubuhi saksi dengan memasukkan alat kelaminnya ke dalam
alat kelaim saksi dan menggoyang-goyangkannya selama 10 (sepuluh)

In
A
Menit dan mengeluarkan spermanya diatas kain yang berada di dalam
kamar tersebut dan kami pun tidur.
ah

- Bahwa keesokan harinya kami pun keluar dari rumah tersebut sekitar

lik
pukul 15.00 Wib dan pergi ke balerong Pokan Baru dan bertemu dengan
saksi FRANDIKA dan saksi JUNI PANDEM dan kami pun duduk – duduk
am

ub
bersama dengan mereka. Lalu anak meminta saksi untuk menjual HP
saksi dikarenakan kami sudah tidak memiliki uang. Kemudian , kami pun
ep
memposting HP saksi ke Black Market dan ada orang yang hendak
k

membeli HP tersebut lalu saksi dan anak pergi untuk memberikan HP


ah

tersebut. Kemudian , kami menapat kabar bahwa orang tua kami telah
R

si
mencari-cari keberadaan kami. Lalu kami pun bersembunyi di belakang
gereja yang terdapat di dekat Balerong tersebut. Lalu pada saat kami

ne
ng

mau pergi , saksi sudah melihat banyak sepeda motor dan saksi melihat
dari jauh ada ibu dan ayah saksi. dikarenakan kami ketakutan , kami pun

do
gu

tetap diam di belakang gereja tersebut. Lalu karena mereka melihat


sepeda motor milik anak di parkiran mereka pun mengamankan sepeda
motor tersebut ke Gamot. Lalu sekitar pukul 23.30 Wib dan kami melihat
In
A

sudah sepi kami pun keluar dari persembunyiaan kami dan kami pergi
kerumah keluarga anak bernama saksi SAMOSIR. Dan pada malam itu
ah

lik

kami tidur dirumahnya. Lalu keesokan harinya Sabtu, 11 April 2020 sekira
pukul 11.00 Wib orang tua anak pun datang kerumah saksi SAMOSIR.
m

ub

Lalu sekitar setengah jam kemudian ayah saksi pun datang kerumah
saksi SAMOSIR. Lalu setelah ayah saksi datang , ibu dari anak pun
ka

berjanji untuk datang kerumah saksi untuk membicarakan peristiwa yang


ep

telah kami alami. Dan saksi pun dinatar oleh keluarga dari anak kerumah
ah

saksi. Namun setelah menunggu selama 2 (dua) minggu pihak keluarga


R

anak tidka ada datang kerumah kami dan kami pun melaporkan kejadian
es

tersebut ke Polres Simalungun.


M

ng

on

Halaman 14 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa pada saat pertama sekali anak melakukan perbuatan

R
persetubuhan terhadap saksi , saksi masih perawan dan pada saat itu

si
alat kelamin / Vagina saksi mengeluarkan darah.

ne
ng
- Bahwa pada saat anak melakukan perbuatan persetubuhan terhadap
saksi ianya mengethaui bahwa saksi masih anak-anak dikarenakan ianya
sudah tau umur saksi dari awal kami berpacaran selama 2 tahun

do
gu Terhadap keterangan anak korban, anak memberikan pendapat
membenarkan keterangan anak korban dan tidak keberatan atas keterangan

In
A
anak korban;
2. ISNA dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
ah

- Bahwa saksi mengerti mengapa saksi diperiksa dan dimintai keterangan

lik
sekarang ini yaitu sehubungan dengan Pengaduan saksi sendiri ke
Polres Simalungun tentang terjadinya perbuatan Persetubuhan yang
am

ub
saksi dialami anak saksi sendiri PUTRI.
- Bahwa berdasarkan keterangan anak saksi bahwa adapun yang
ep
melakukan perbuatan cabul tersebut adalah seorang laki-laki yang
k

bernama anak DNL SNG


ah

- Bahwa sebelumn terjadinya peristiwa tersebut saksi tidak mengenali


R

si
anak, saksi mengenali anak setelah terjadinya peristiwa yang mana saksi
menemukan anak korban bersama dengannya.

ne
ng

- Bahwa berdasarkan keterangan anak saksi bahwa anak tersebut adalah


teman sekolah anak korban sewaktu mereka SMP.

do
gu

- Bahwa pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 sekira pukul 21.00 Wib
saksi sampai dirumah saksi, dan istri saksi berkata kepada saksi bahwa
anak korban dari sore hari tidak pulang-pulang kerumah kami. Lalu saksi
In
A

pun mencari anak saksi ke rumah teman-teman anak saksi dan kerumah
keluarga saksi tentang keberadaan anak saksi, namun saksi tidak
ah

lik

menemukannya. Lalu saksi pun pulang untuk tidur. Setelah itu keesokan
harinya saksi terus mencari dan bertanya ke teman-teman anak saksi.
m

ub

Dan saksi mendapatkan informasi dari teman anak saksi bahwa anak
saksi sering bersama dengan anak. Dan setelah itu saksi pun mencari
ka

tahu keberadaan anak lalu sekitar pukul 19.00 Wib , lalu saksi mendapat
ep

informasi dari anak-anak muda dan saksi mepertanyakan dimana


ah

keberadaan anak dan mereka menerangkan bahwa anak ada di


R

Balerong Pokan Baru , lalu saksi pun mencari kesana bersama degan
es

keluarga saksi . lalu kami menemukan sepeda motor milik anak berada di
M

ng

parkiran dankami mengamankan sepeda motor tersebut kepada Gamot.


on

Halaman 15 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Dan sampai malam kami mencari keberadaan anak saksi dan anak tetapi

R
kami tidak menemukannya. Lalu kami pun kembali ke rumah kami. Lalu

si
pada hari Sabtu , 11 April 2020 saksi terus mencari anak saksi, lalu pada

ne
ng
sekitar pukul 13.00 Wib saksi melihat seorang anak muda sedang
membeli nasi bungkus yang mana berdasarkan informsi dikampung
tersebut bahwa anak tersebut adalah kawan kompak anak lalu saksi pun

do
gu mengukutinya. Lalu saksi melhatnya berhenti didepan sebuah rumah dan
saksi pun baru menemukan anak korban di dalam rumah tersebut. Lalu

In
A
saksi pun menangis melihat anak saksi dan arga yang lain pun datang
dan menenagkan saksi. lalu mereka mengantarkan saksi duluan
ah

kerumah saksi . dan mereka berjanji akan mengantarkan anak saksi

lik
pulang. Setelah itu tidak lama saksi sapai dirumah, anak saksi pun
diantar oleh keluarga anak. Dan keluarganya berjanji akan datang
am

ub
kerumah saksi untuk membicarakan peristiwa yang telah terjadi, dan
kami pun menunggu mereka tetapi tidak kunjung datang sampai kami
ep
melaporkan kejadian tersebut ke Polres Simalungun.
k

- Bahwa berdasarkan keterangan anak saksi bahwa anak telah


ah

menyetubuhui anak saksi.


R

si
- Bahwa sebelum terjadinya peristiwa tersebut saksi tidak mengetahui apa
hubungan anak korban dengan anak namun setelah terjadinya peristiwa

ne
ng

tersebut saksi mengetahui dari anak saksi bahwa mereka teman


berpacaran.

do
gu

- Bahwa adapun akibat yang saksi alami adalah anak saksi sudah tidak
perawan lagi dan anak saksi merasa malu di lingkungan keluarga serta
anak saksi menjadi lebih pendiam
In
A

Terhadap keterangan saksi, anak memberikan pendapat membenarkan


keterangan saksi dan tidak keberatan atas keterangan saksi;
ah

lik

3. ASTA dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:


- Bahwa saksi hadir dan memberikan keterangan saat ini dikantor
m

ub

polisi sehubungan dengan diajak oleh orang tua dari anak korban PUTRI
untuk menjadi saksi atas Laporan yang telah mereka buat di Kantor Polisi
ka

- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020 sekira Pukul 07.00 wib
ep

saksi masih ditempat tidur kemudian saksi melihat ada seorang perepuan di
ah

samping saksi yang tidak saksi kenal lalu saksi menjumpai anak saksi yang
R

tidur diruang tamu dan bertanya kepada anak saksi “ Ko siapa orang ini
es

ngapain orang ini disini sama siapa dia ? lalu anak saksi Menjawab “ Si anak
M

ng

Ma”, nginap disini tadi Malam sama kawannya si Desna yang dikamar mama
on

Halaman 16 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
itu. Lalu sayapun bertanya kembali “ Kapan kalian datang ? Ngapain kealian

R
disini ? lalu menjawab “ Tadi malam jam 3 (tiga) itu namboru, dicariin kami tadi

si
malam , makanya datang kami kesini namboru. Lalu saksi berkata kembali “

ne
ng
Pulang lah kalian, pulang nggak suka aku kalian, lalu anak menjawab
Tunggulah dulu Namboru, disinilah dulu kami, takut aku. Tak lama Kemudian
sekira pukul 10.00 wib orang tua anak datang lalu ibunya bertanya kepada

do
gu anak namun saksi tidak dengar dan mereka dirumah saya sampai jam 12.00
Wib saksi melihat laki-laki yang tidak saksi kenal datang dengan berkata

In
A
“Boruu, disininya rupanya kau Boru . Ayoklah pulang boru. sambil laki-laki
tersebut menangis dan mereka membawa anak dan anak korban kedepan
ah

rumah saksi

lik
- Bahwa saksi tidak tahu apa yang terjadi antara anak korban dan anak
dan saksi tidak tahu hubungan antara mereka berdua apakah sebagai pacar
am

ub
atau sebagai teman
Terhadap keterangan saksi, anak memberikan pendapat membenarkan
ep
keterangan saksi dan tidak keberatan atas keterangan saksi;
k

4. FRANS dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:


ah

- Bahwa saksi hadir dan memberikan keterangan saat ini dikantor


R

si
polisi sehubungan dengan diajak oleh orang tua dari anak korban PUTRI
untuk menjadi saksi atas Laporan yang telah mereka buat di Kantor Polisi

ne
ng

- Bahwa saksi tidak mengethaui orang tua dari anak korban melaporkan
peristiwa apa.

do
gu

- Bahwa saksi mengenali anak DNL SNG namun saksi tidak memiliki
hubungan keluarga dengannya. Dan saksi mengenali dikarenakan kami
tinggal dalam satu kampung dan satu sekolah ketika SMP di SMP Negeri
In
A

III Huta Bayu Raja


- Bahwa saksi mengenali anak korban namun saksi tidak memiliki
ah

lik

hubungan keluarga dengannya . Dan saksi mengenali dikarenakan kami


satu sekolah ketika SMP di SMP Negeri III Huta Bayu Raja .
m

ub

- Bahwa saksi ada melihat mereka yang mana pada saat itu mereka
menginap dirumah saksi
ka

- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 11 April 2020 sekira pukul 02.00 Wib
ep

saksi sedang tidur. Lalu saksi mendengar dari luar rumah ada yang
ah

memanggil saksi ” KO, KO”, seraya ada yang mengetok pintu. Lalu saksi
R

pun terbangun dan membuka pintu. Lalu pada saat saksi membuka pintu
es

saksi punkaget dikarenakan saksi melihat anak dan anak korban sudah
M

ng

berada di depan pintu. Lalu saksi pun bertanya ” NGAPAIN KALIAN


on

Halaman 17 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
DISINI UDAH TENGAH MALAM? MAU KEMANA KALIAN ?” Lalu anak

R
menjawab ” DISNILAH DULU KAMI MALAM INI NGINAPYA. MINTA

si
TOLONGLAH AKU , NGAK BERANI KAMI PULANG ”. Lalu dikarenakan

ne
ng
sudah larut malam saksi pun tidak banyak bertanya dan mengijinkan
mereka utnuk menginap dirumah saksi . lalu saksi pun menyuruh anak
untuk tidur dikamar bersama ibu saksi yang masih tidur dan saksi tidur

do
gu bersama dengan anak diruang tamu. Lalu seteleha itu keesokan paginya
sekira pukul 06.30 Wib saksi pun berkata kepada anak” PULANGLAH

In
A
NANTI KALIAN YA, JANGAN LAMA KALI, AKU MAU PERGI KERJA”
,dan anak pun mengiyakan perkataan saksi dan saksi pun pergi bekerja .
ah

Dan setelah itu sekira pukul 15.00 Wib saksi pulang kerumah dan saksi

lik
sudah tidak menemukan mereka dirumah saksi .
- Bahwa saksi tidak mengetahui apa hubungan anak korban dengan anak,
am

ub
namun saksi sering melihat mereka berboncengan menggunakan
sepeda motor.
ep
- Bahwa sebelumnya anak pernah datang kerumah saksi bersama dengan
k

anak untuk bermain-main tetapi hanya sebentar dan pada siang hari dan
ah

mereka pun langsugn pulang.


R

si
Terhadap keterangan saksi, anak memberikan pendapat membenarkan
keterangan saksi dan tidak keberatan atas keterangan saksi;

ne
ng

5. DIKA dibawah janji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:


- Bahwa saksi hadir dan memberikan keterangan saat ini dikantor polisi

do
gu

sehubungan dengan diajak oleh orang tua dari anak korban PUTRI untuk
menjadi saksi atas Laporan yang telah mereka buat di Kantor Polisi.
- Bahwa saksi tidak mengethaui orang tua dari anak korban melaporkan
In
A

peristiwa apa.
- Bahwa saksi mengenali anak DNL SNG namun saksi tidak memiliki
ah

lik

hubungan keluarga dengannya. Dan saksi mengenali dikarenakan kami


tinggal dalam satu kampung dan satu sekolah ketika SMP di SMP Negeri
m

ub

III Huta Bayu Raja.


- Bahwa saksi mengenali anak korban namun saksi tidak memiliki
ka

hubungan keluarga dengannya. Dan saksi mengenali dikarenakan kami


ep

satu sekolah ketika SMP di SMP Negeri III Huta Bayu Raja.
ah

- Bahwa saksi ada melihat mereka yang mana pada saat itu mereka
R

mendatangi saksi dengan teman saksi di warung yang berada di Pokan


es

Baru Huta Bayu Raja Kab. Simalungun.


M

ng

on

Halaman 18 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
- Bahwa pada hari Jumat tanggal 10 April 2020 sekira pukul 16.00 Wib

R
saksi sedang berada di warung bersama teman saksi JUNI. Lalu tiba-tiba

si
anak dan anak korban datang menghampiri kami. Lalu anak bertanya

ne
ng
kepada kami ” ADA KALIAN YANG MAU HP? ” Lalu kami menjawab ”
NGAK ADA”. Lalu saksi bertanyaa ” KENAPA KAU JUAL HP NYA?”.
Ianya pun menjawab ” NGGAK PERLU KAU TAU ITU , YANG PENTING

do
gu KAU JUAL DULU HPNYA”. Lalu saksi menyarankan agar ia menawarkan
keoada orang yang ada di sampimg warung tempat kami duduk. Lalu

In
A
iapun menawarkanya tetapi tidak ada yang mau membelinya. Lalu
setelah itu saksi melihat anak menjualnya melalui online di Balck Market
ah

Siantar. Lalu setelah itu anak dengan anak korban pun pergi dari warung

lik
tersebut. Sekitar satu setengah jam kemudian anak dengan anak korban
datang lagi ke warung tersebut dan memberitahukan kami bahwa HP
am

ub
tersebut sudah laku . Lalu sekira pukul 18.30 Wib saksi dan teman saksi
meminta ijin untuk ilang kerumah untuk mandi. Dan memberitahkan
ep
setelah mandi kami akan datang lagi untuk nongkrong. Lalu sekira pukul
k

19.30 Wib saksi pun datang lagi ke warung tersebut , an saksi pun kaget
ah

karena saksi melihat orang sudah ramai di tempat tersebut. Lalu ibu dari
R

si
anak korban bertanya kepada saksi apakah saksi ada melihat anak
dengan anak korban. Dan saksi pun menerangkan bahwa saksi ada

ne
ng

melihat mereka dan sejak sore hari kami berama di warung tersebut.
Namun kami sudah tidak menemukan mereka pada saat itu dan saksi

do
gu

pun menceritakan kejadian yang saksi tau kepada orang tua anak
korban Lalu setelah itu saksi pun menjunjukkan bahwa sepeda motor
milik anak masih berada di parkiran .dan mereka mengamankan sepeda
In
A

motor tersebut kepada gamot. Lalu kami pun mencari namun tidak
menemukan mereka . lalu pada pukul 21.00 Wib karena kami sudah tidak
ah

lik

menemukan mereka kami pun pulang kerumah masing-masing dan tidak


mengetahui apa kejadian setelah itu.
m

ub

- Bahwa saksi tidak mengetahui apa hubungan anak dengan anak namun
saksi sering melihat mereka berboncengan menggunakan sepeda motor.
ka

- Bahwa pada saat anak dengan anak korban datang kewarung tersebut ,
ep

saksi dan teman saksi tidak ada bertanya dikarenakan mereka juga
ah

sering berama hanya untuk sekedar makan sehigga saksi tidak heran
R

melihat mereka berdua datang.


es

Terhadap keterangan saksi, anak memberikan pendapat membenarkan


M

ng

keterangan saksi dan tidak keberatan atas keterangan saksi;


on

Halaman 19 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa anak DNL SNG di persidangan telah memberikan

R
keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

si
 Bahwa Anak mengerti mengapa anak diperiksa dan dimintai keterangan

ne
ng
sekarang ini yaitu sehubungan dengan Pengaduan dari ibu ISNA ke
Polres Simalungun tentang terjadinya perbuatan Persetubuhan yang di
alami oleh putri kandungnya yang bernama anak korban PUTRI .

do
gu  Bahwa dapat anak jelaskan bahwa perbuatan persetubuhan yang di
alami oleh anak korban tersebut terjadi yaitu : yang pertama sekali yaitu

In
A
pada hari dan tanggal yang sudah tidak anak ingat pada bulan Januari
2020 di rumah anak yang berada di Kode Cina Huta I Nag. Pokan Baru
ah

Kec. Huta Bayu Raja Kab. Simalungun.

lik
 Bahwa adapun yang melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak
korban yaitu anak sendiri.
am

ub
 Bahwa dapat anak jelaskan bahwa anak melakukan perbuatan
persetubuhan terhadap anak korban sudah sering dan sudah lebih dari
ep
sepuluh kali , bahwa anak sudah tidak mengingat berapa kali anak
k

melakukan perbuatan persetubuhan tersebut kepada anak korban Yang


ah

dapat anak ingat adalah yang pertama sekali dan yang terakhir kalinya
R

si
yang terjadi pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 di Kode Cina Huta I
Nag. Pokan Baru Kec. Huta Bayu Raja Kab. Simalungun.

ne
ng

 Bahwa dapat anak jelaskan bahwa pada saat anak melakukan perbuatan
persetubuhan yang pertama terhadap anak korban yang bernama anak

do
gu

korban, pada hari dan tanggal yang sudah tidak anak ingat pada bulan
Januari 2020 di dalam rumah anak yang berada di Kode Cina Huta I Nag.
Pokan Baru Kec. Huta Bayu Raja Kab. Simalungun, yang Terakhir
In
A

kalinya pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 di Kode Cina Huta I Nag.
Pokan Baru Kec. Huta Bayu Raja Kab. Simalungun.
ah

lik

 Bahwa pada hari Sabtu dan tanggal yang sudah tidak diingat pada bulan
Januari 2020 anak pergi jalan-jalan dengan anak korban ke Tiga Ras.
m

ub

Lalu setelah pulang ke kost, dikarenakan kami sudah pulang terlalu


lama , dan kami melihat kos-kosan anak korban sudah tutup. Kemudian
ka

anak pun bingung mau tidur dimana. Lalu anak mengusulkan kepada
ep

anak korban untuk tidur dirumahnya. Lalu sesampainya dirumah anak


ah

DNL SNG kami menemui ibu anak , dan kami permisi untuk tidur di
R

rumah mereka untuk malam itu saja dan ibu anak pun mengijinkan kami
es

untuk tidur ditumahnya. Lalu anak korban pun tidur di kamar anak , ibu
M

ng

anak tidur di sebelah kamar anak dan anak tidur di ruang tamu mereka.
on

Halaman 20 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Lalu pada keesokan harinya sekira pukul 10.00 Wib , ibu dari anak

R
punpergi ke gereja dan anak korban dan anak tidak ikut ke gereja dan

si
tinggalah anak dengan anak korban dirumah tersebut . Lalu anak dan

ne
ng
anak korban pun menonton TV di rung tamu. Lalu setelah itu pada saat
kami menonton TV anak pun menciumi anak korban dan memeluk anak
korban. dan kami pun saling berciuaman . Lalu setelah beberapa lama,

do
gu anak pun mengajak anak korban untuk pergi kekamarnya . lalu anak pun
menolak dengan berkata “ NGAK USAH LAH, DISINI AJA KITA”. Lalu

In
A
anak pun tetap memaksa anak korban dengan berakat “ AYOKLAH ,
SEBENTAR AJA” seraya anak menarik tangan anak korban lalu setelah
ah

itu anak menarik tangan anak korban untuk masuk ke dalam kamar , lalu

lik
kemudian anak korban pun ikut ke dalam kamar . sesampainya doi dalam
kamar anak memaksa anak korban untuk duduk diatas tempat tidur . Dan
am

ub
anak kembali menciumi anak korban. Lalu kemudian , anak terus
menciumi anak korban dan tangan kanan anak masuk ke dalam celana
ep
anak korban lalu anak korban pun menolak dan mengeluarkan tangan
k

anak dari dalam celana anak korban dan berkata “ JANGANLAH, KITA
ah

KAN MASIH ANAK SEKOLAH” Lalu anak berkata “ UDAHLAH ,


R

si
TENANG AJA. NANTI KALAU ADA APA-APA KU TANGGUNG JAWABI .
“. Lalu anak korban pun tetap menolak dengan cara mendorong tubuhnya

ne
ng

, dan anak tetap memeluk tubuh anak korban dan menciumi anak korban
Kemudian anak membuka baju dan Bra / BH yang di kenakan oleh anak

do
gu

korban dan anak meremas payudara anak korban dan menciuminya


secara bergantian . lalu setelah itu anak membuka baju anak sendiri.
Kemudian anak menidurkan anak korban diatas tempat tidur tersebut dan
In
A

anak pun mendorong tubuh anak korban lalu anak tetap memaksa dan
mendorong tubuh anak korban Kemudian anak membuka celana dan
ah

lik

celana dalam anak korban sehinga anak korban pun telanjang bulat .
Lalu anak membuka celan dan celana dalam anak sendiri. Lalu anak
m

ub

meraba alat kelamin anak korban menggunakan tangan anak , lalu anak
korban pun menepis tangan anak . Lalu anak membuka kaki anak korban
ka

dan anak duduk tepat didepan anak korban. Lalu kemudian anak
ep

mengarahkan alat kelamin anak ke alat kelamin anak korban dan anak
ah

memasukkan alat kelamin anak ke dalam alat kelamin anak korban Pada
R

saat anak memasukkan alat kelamin anak , anak melihat anak korban
es

pun merasa kesakitan dan anak tetap memasukkan alat kelamin anak
M

ng

dan menggoyang-goyangkan pinggul anak secara maju mundur selama 5


on

Halaman 21 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
(lima) menit dan mengeluarkan spermanya di atas perut anak korban

R
Lalu anak korban pun membersikan cairan sperma tersebut

si
menggunakan tisue yang ada di dalam kamar tersebut . Dan anak korban

ne
ng
memakai baju nya sendiri dan begitu juga dengan anak. Dan setelah itu
kami pun kembali menonton TV diruang tamu Yang Terakhir kalinya
terjadi pada hari Kamis tanggal 09 April 2020, yang mana pada hari

do
gu sebelumnya hari Rabu tanggal 08 April 2020 anak korban bertengkar
dengan ibu anak korban dikarenakan anak korban tidak mengerjakan

In
A
pekerjaan rumah nya . Lalu anak korban pun bercerita dengan anak. Lalu
kami pun berjanji untuk bertemu pada keesokan harinya . lalu setelah itu
ah

pada hari Kamis , 09 April 2020 sekira pukul 14.30 Wib anak korban

lik
berjalan ke simpang rumah nya dan anak sudah menunggu di simpang
tersebut. Dan kami pun pergi menggnakan sepeda motor ke Pokan Baru
am

ub
untuk makan dan setelah itu kami pun keliling-keliling untuk berjalan –
jalan menggunakan sepeda motor . Lalu sekitar pukul 21.00 Wib kami
ep
pun pergi kerumah teman anak untuk berencana menginap dirumahnya ,
k

lalu ianya tidak mengijinkan kami untuk tidur dirumahnya dikarenakan


ah

ada orang tuanya. Lalu kami pun pergi lagi dari rumah temannya
R

si
tersebut. Kemudian , kami pun menuju ke rumah kosong , Lalu setelah
itu anak menerangkan kepada anak korban bahwa rumah tersebut

ne
ng

adalah milik bou anak yang baru saja meningal dunia . Dan anak
memegang kunci rumahnya . Lalu sesampainya dirumah tersebut sekira

do
gu

pukul 23.00 Wib, kami pun langsung menuju ke kamar dan berencana
untuk tidur. Lalu setelah itu pada saat hendak tidur , anak menggodan
dan membujuk anak korban untuk melakukan perbuatan persetubuhan
In
A

dengannya . Lalu anak pun mulai menciumi anak korban dan membuka
seluruh baju anak korban sehingga anak korban telanjang bulat,, dan
ah

lik

anak juga membuka baju dan celana anak sendiri sehinga kami berdua
telanjang. Kemudian , anak mulai memyetubuhi anak korban dengan
m

ub

memasukkan alat kelaminn anak ke dalam alat kelaim anak korban dan
menggoyang-goyangkannya selama 10 Menit dan mengeluarkan sperma
ka

anak diatas kain yang berada di dalam kamar tersebut dan kami pun
ep

tidur. Lalu keesokan harinya kami pun keluar dari rumah tersebut sekitar
ah

pukul 15.00 Wib dan pergi ke balerong Pokan Baru dan bertemu dengan
R

saksi FRAN dan saksi JUNI dan kami pun duduk – duduk bersama
es

dengan mereka. Lalu anak meminta anak korban untuk menjual HP nya
M

ng

dikarenakan kami sudah tidak memiliki uang. Kemudian , kami pun


on

Halaman 22 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
memposting Hand Phone anak korban ke Black Market dan ada orang

R
yang hendak membeli HP tersebut lalu anak dan anak korban pergi untuk

si
memberikan HP tersebut. Kemudian , kami mendapat kabar bahwa orang

ne
ng
tua kami telah mencari-cari keberadaan kami. Lalu kami pun
bersembunyi di belakang gereja yang terdapat di dekat Balerong
tersebut. Lalu pada saat kami mau pergi , anak sudah melihat banyak

do
gu sepeda motor dan anak melihat dari jauh ada ibu dan ayah anak korban.
dikarenakan kami ketakutan , kami pun tetap diam di belakang gereja

In
A
tersebut . Lalu karena mereka melihat sepeda motor milik anak di
parkiran mereka pun mengamankan sepeda motor tersebut ke Gamot.
ah

Lalu sekitar pukul 23.30 Wib dan kami melihat sudah sepi kami pun

lik
keluar dari persembunyiaan kami dan kami pergi kerumah keluarga anak
bernama saksi FRAN. Dan pada malam itu kami tidur dirumahnya. Lalu
am

ub
keesokan harinya Sabtu, 11 April 2020 sekira pukul 11.00 Wib orang tua
anak pun datang kerumah saksi FRAN. Lalu sekitar setengah jam
ep
kemudian ayah dari anak korban pun datang kerumah saksi FRAN. Lalu
k

setelah ayah anak korban datang , ibu dari ibu pun berjanji untuk datang
ah

kerumah anak korban untuk membicarakan peristiwa yang telah kami


R

si
alami .Dan kami pun pulang ke rumah kami masing-masing.
 Bahwa anak kenal dengan anak korban bernama PUTRI yaitu di

ne
ng

karenakan anak satu sekolah denganya saat masih duduk di bangku


sekolah SMP yang mana anak dengan anak korban bersekolah di

do
gu

sekolah yang anak yakni di SMP Negeri III Huta Bayu Raja dan dapat
anak jelaskan pula anak tidak memiliki hubungan kekeluargaan
melainkan anak denganya Menjalin hubungan pacaran sejak tanggal 08
In
A

Septenber 2018 sampai dengann bulan April 2020.


 Bahwa anak mulai menjalin hubungan pacaran dengan anak korban
ah

lik

PUTRI yaitu sejak 08 September 2018 , dan dapat anak jelaskan pula
bahwa orang tua anak mengetahhi bahwa anak dengan anak korban
m

ub

berpacaran dan begitu pula dengan orang tua dari anak korban
mengetahui bahwa kami berpacaran.
ka

 Bahwa usia anak korban pada saat ianya mengalami perbuatan


ep

persetubuhan yang anak lakukan terhadap dirinya yaitu 17 (tujuh belas)


ah

tahun dan pertama sekali anak melakukan perbuatan cabul tersebut anak
R

korban masih duduk di kelas III SMK . Benar adapun sebabnya anak
es

melakukan perbuatan persetubuhan terhadap seorang perempuan yang


M

ng

bernama anak korban di karenakan anak anakng dan cinta terhadap


on

Halaman 23 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
seorang perempuan yang bernama anak korban dan anak juga takut

R
kehilangan seorang perempuan yang bernama anak korban dan di

si
karenakan anak juga suka melihat Video Porno / bokep dari Hp milik

ne
ng
anak sehingga anak melampiaskan Nafsu birahi anak kepada pacar anak
anak korban.
 Bahwa adapun akibat yang di alami anak korban PUTRI atas perbuatan

do
gu persetubuhan yang anak lakukan terhadap dirinya, masa depanya
menjadi rusak, dan juga malu di lingkungan masyarakat .

In
A
 Bahwa pada saat anak melakukan perbuatan persetubuhan terhadap
anak korban PUTRI anak tidak ada melakukan kekerasan atau ancaman
ah

kekerasan.

lik
 Bahwa sebelum anak melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak
korban PUTRI anak ada memberikan janji, /iming-iming kepada anak
am

ub
korban dengan mengatakan” KALAU KAU HAMIL , NANTI AKU
TANGGUNG JAWAB , NANTI AKU NIKAHI KAU”.
ep
 Bahwa adapun cara anak ketika melakukan perbuatan persetubuhan
k

terhadap anak korban PUTRI dengan Cara : Anak membuka baju,


ah

celana dan celana dalam milik anak korban setelah terbuka kemudian
R

si
anak juga membuka baju, celana dan celana dalam milik anak sehingga
kami berdua bugil / telanjang bulat dan kemudian setelah itu anak

ne
ng

menindih anak korban sambil bibir anak menciumi bibir anak korban dan
sesekali anak menghisap buah dada milik anak korban dan di karenakan

do
gu

kemaluan anak sudah dalam keadaan tegang kemudian anak


memasukkan alat kelamin / penis milik anak ke dalam kemaluan / vagina
milik anak korban dan setelah kemaluan milik anak sudah masuk ke
In
A

dalam kemaluan milik anak korban kemudian anak menggoyangkan


pinggul anak secara maju mundur selama kurang lebih 15 (lima belas)
ah

lik

menit anak mengeluarankan cairan seperma ke atas perut dari anak


korban.
m

ub

 Bahwa pada saat pertama kali sampai yang terakhir kalinya anak
melakukan perbuatan persetubuhan yang di alami anak korban ULIANI
ka

PUTRI tidak ada orang lain yang melihat dan mengetahui perbuatan
ep

persetubuhan tersebut.
ah

 Bahwa selain anak tidak ada lagi orang lain yang pernah melakukan
R

perbuatan persetubuhan terhadap anak korban PUTRI.


es
M

ng

on

Halaman 24 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
 Bahwa anak masih dapat mengenalinya anak korban di karenakan ianya

R
adalah orang yang sudah megalami perbuatan persetubuhan yang anak

si
lakukan.

ne
ng
 Bahwa dapat anak jelaskan bahwa anak korban PUTRI di karenakn ianya
adalah orang yang sudah megalami perbuatan persetubuhan yang anak
lakukan .

do
gu  Bahwa bou anak sudah meninggal dunia , dan tidak ada keluarganya
yang tinggal dirumah tersebut dan rumah tersebut sudah kosong sejak

In
A
tahun 2019.
 Bahwa rumah bou anak tersebut tidak terkunci sehingga anak dapat
ah

masuk ke dalam rumah bou anak tersebut .

lik
 Bahwa sejak awal anak melakukan perbuatan persetubuhan tersebut
anak melakukannya hanya dirumah anak yang pertama sekali dan yang
am

ub
selebihnya anak melakukannya dirumah bou anak yang kosong tersebut .
 Bahwa pada saat anak melakukan perbuatan persetubuhan terhadap
ep
anak korban ibu anak sedang berada di gereja , dan yang berada
k

dirumah anak pada saat tersebut hanya anak dengan anak korban.
ah

 Bahwa adapun tujuan anak melakukan perbuatan persetubuhan terhadap


R

si
anak korban adalah agar anak korban tidak meninggalkan anak dan juga
untuk melampiaskan nafsu birahi anak .

ne
ng

 Bahwa hubungan anak dengan anak korban PUTRI sampai dengan


sekarang ini adalah berpacaran dikarenakan anak dengan anak korban

do
gu

tidak pernah putus, dan tidak ada kata-kata putus.


 Bahwa anak dengan anak korban semenjak peristiwa tersebut tidak
pernah berkomunikasi kembali dikarenakan anak tidak memiliki Hand
In
A

Phone dan anak juga takut untuk menjumpainya dikarenakan orang


tuanya sudah tidak suka melihat anak.
ah

lik

Menimbang, bahwa Terdakwa tidak mengajukan Saksi yang meringankan


(a de charge)
m

ub

Menimbang, bahwa dalam berkas perkara anak telah dilampirkan juga


Hasil Penelitian Kemasyarakatan untuk Sidang Anak atas nama anak Albert
ka

Yaskhine Purba yang dibuat dan ditanda tangani oleh Jonsharman Siallagan
ep

S,H selaku Pembimbing Kemasyarakatan pada Balai Pemasyarakatan Klas II A


ah

Pematang Siantar pada pokoknya sebagai berikut:


R

 Klien anak mengakui kesalahannya ;


es

 Klien menyesali perbuatannya;


M

ng

on

Halaman 25 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
 Klien anak juga sangat cinta dan saying terhadap korban dan ingin

R
menikahi korban

si
 Klien melakukan perbuatan cabul terhadap anak karena korban anak

ne
ng
juga menginginkan perbuatan itu dilakukan dan anak korban juga
menikmatinya serta perbuatan itu dilakukan dan anak korban juga
menikmatinya serta perbuatan cabul tersebut dilakukan berulang-ulang

do
gu layaknya suami isteri
 Klien anak masih mau melanjutkan pendidikannya;

In
A
Menimbang, bahwa di persidangan telah didengar keterangan LINCE
orang tua dari anak yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
ah

Meminta keringanan hukuman bagi anak karena anak masih belum

lik

dewasa dan anak masih sekolah sehingga orang tua anak sangat
berharap agar anak bisa sekolah kembali ;
am

ub
 Bahwa orang tua anak juga mau menikahkan anak dengan anak korban
atas persetujuan anak dan orang tua korban
ep
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti berupa
k

Surat yaitu sebagai berikut:


ah

1. Bukti surat yang diajukan dipersidangan yaitu berupa hasil pemeriksaan


R

si
Nomor : 744/1014/440/2020 tanggal 30 April 2020 hasil pemeriksaan
terhadap PUTRI yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Affan Solihin,

ne
ng

Sp.OG selaku dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Rondahaim –


Pamatang Raya diperoleh :

do
gu

II. PEMERIKSAAN TUBUH :


1. Pemeriksaan Umum : Tensi 100/70, Nadi 78 kali/ menit,
pernapasan 18 kali/ menit, suhu 36°C
In
A

2. Pemeriksaan Badan :
a. Kepala : Tidak tampak kelainan
ah

lik

b. Leher : Tidak tampak kelainan


c. Dada dan Punggung : Tidak tampak kelainan
m

ub

d. Perut dan Pinggang : Tidak tampak kelainan


e. Anggoa Gerak Atas : Tidak tampak kelainan
ka

f. Anggota Gerak Bawah : Tidak tampak kelainan


ep

Alat Kelamin : Dinding Vagina : Tampak bercak keputihan


ah

Selaput Darah : Tampak robekan lama disegala arah kesan ada penetrasi
R

benda tumpul ke liang vagina berulang kali


es

III. PEMERIKSAAN LABORATORIUM / SINAR TEMBUS :


M

ng

Planotest negatif
on

Halaman 26 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
IV. KESIMPULAN :

R
Telah dilakukan pemeriksaan adanya penetrasi benda tumpul ke liang vagina

si
berulang kali titik keputihan atau fluor albus tidak tampak tanda-tanda kekerasan

ne
ng
lain titik
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti berupa
surat yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:

do
gu  Bahwa benar Anak DNL SNG (lahir pada tanggal 23 Januari 2003 sesuai
dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-14042016-0098 tanggal

In
A
12 Desember 2017 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas
Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun
ah

Jonrismantuah Damanik, SH,.M.Si dan pada saat tindak pidana dilakukan

lik
Anak masih berusia 17 tahun dan 6 bulan), pada hari Kamis tanggal 09
April 2020 sekira pukul 14.30 Wib bertempat di Kode Cina Huta I Nagori
am

ub
Pokan Baru Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun
melakukan persetubuhan dengan anak korban PUTRI
ep
 Bahwa benar awalnya anak menjalin hubungan percintaan atau pacaran
k

dengan anak korban yang masih dibawah umur atau masih anak-anak
ah

karena masih berusia 17 tahun (lahir pada tanggal 05 September 2002


R

si
sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-16122013-0151
tanggal 18 Desember 2013 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas

ne
ng

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Albert


Sinaga, S.Pd,.M.Pd dan pada saat tindak pidana dilakukan Anak korban

do
gu

masih berusia 17 tahun).


 Bahwa benar selanjutnya pada hari Sabtu dan tanggal yang sudah tidak
diingat pada bulan Januari 2020, Anak bersama dengan Anak Korban
In
A

pergi jalan-jalan ke Tigaras lalu setelah pulang dari jalan-jalan dan sudah
larut malam sehingga tempat kost milik anak korban sudah tutup
ah

lik

sehingga Anak mengusulkan kepada Anak korban agar tidur dirumahnya


dan sesampainya dirumah Anak mereka menemui ibu anak lalu permisi
m

ub

untuk tidur dirumahnya malam itu dan ibunya mengijinkan untuk tidur
ditumahnya kemudian anak korbanpun tidur di kamar milik Anak
ka

sementara ibu anak tidur disebelah kamar anak dan Anak tidur di ruang
ep

tamu lalu keesokan harinya sekira pukul 10.00 Wib, ibu anak pergi ke
ah

Gereja dan meninggalkan Anak bersama dengan anak korban di rumah


R

kemudian Anak dan Anak korban menonton Televisi di ruang tamu lalu
es

saat keduanya menonton Televisi dimana Anak menciumi dan memeluk


M

ng

Anak Korban sehingga keduanya saling berciuman dan setelah beberapa


on

Halaman 27 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
lama, Anak mengajak anak korban untuk pergi kekamarnya namun anak

R
korban menolaknya dengan mengatakan “nggak usahlah, disini aja

si
kita” lalu Anak tetap memaksa anak korban sambil mengatakan

ne
ng
“ayoklah sayang, sebentar aja” seraya menarik tangan anak korban
dan setelah itu Anak menarik tangan anak korban untuk masuk kedalam
kamar kemudian anak korban pun ikut kedalam kamar dan sesampainya

do
gu didalam kamar, Anak memaksa anak korban untuk duduk diatas tempat
tidur lalu Anak kembali menciumi anak korban sambil memasukkan

In
A
tangan kanannya kedalam celana milik anak korban dan anak korban
menolaknya dengan mengeluarkan tangan Anak dari dalam celananya
ah

sambil mengatakan “janganlah sayang, kita kan masih anak sekolah”

lik
lalu Anak menjawab “udahlah, tenang aja, nanti kalau ada apa-apa
kutanggung jawabi“ lalu anak korban tetap menolak dengan cara
am

ub
mendorong tubuhnya namun Anak tetap memeluk tubuh anak korban dan
menciuminya selanjutnya Anak membuka baju serta bra (BH) yang
ep
dikenakan anak korban sambil meremas payudara anak korban dan
k

menciuminya secara bergantian kemudian setelah itu Anak membuka


ah

bajunya dan menidurkan anak korban diatas tempat tidur dengan


R

si
mendorong tubuh anak korban lalu Anak membuka celana dan celana
dalam yang dikenakan anak korban sehingga anak korban dalam

ne
ng

keadaan telanjang bulat kemudian Anak membuka celana dan celana


dalam miliknya dan meraba alat kelamin anak korban dengan

do
gu

menggunakan tangan Anak lalu anak korban menepis tangan tersebut


selanjutnya Anak membuka kaki anak korban dan Anak duduk tepat
didepan anak korban lalu Anak mengarahkan alat kelaminnya (penis)
In
A

kedalam kelamin (vagina) milik anak korban kemudian Anak


memasukkan alat kelaminnya kedalam vagina anak korban selanjutnya
ah

lik

pada saat Anak memasukkan penisnya dimana Anak melihat anak


korban merasa kesakitan namun Anak tetap memasukkan alat
m

ub

kelaminnya dan menggoyang-goyangkan pinggulnya secara maju


mundur selama 5 (lima) menit dan mengeluarkan sperma diatas perut
ka

anak korban lalu anak korban membersihkan cairan sperma tersebut


ep

menggunakan tisue yang ada didalam kamar tersebut kemudian anak


ah

korban mengenakan pakaiannya dan begitu juga dengan Anak


R

mengenakan pakaiannya.
es

 Bahwa benar selanjutnya Anak kembali melakukan persetubuhan kepada


M

ng

anak korban pada hari Kamis tanggal 09 April 2020, yang mana pada hari
on

Halaman 28 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Rabu tanggal 08 April 2020 anak korban bertengkar dengan ibunya

R
dikarenakan anak korban tidak mengerjakan pekerjaan rumah lalu anak

si
korban menceritakannya dengan Anak kemudian keduanya berjanji untuk

ne
ng
bertemu pada keesokan harinya. Lalu pada hari Kamis tanggal 09 April
2020 sekira pukul 14.30 Wib anak korban berjalan ke simpang rumahnya
dimana Anak telah menunggu di simpang tersebut kemudian mereka

do
gu pergi dengan mengendarai sepeda motor ke Pokan Baru untuk makan
dan setelah itu berjalan-jalan lalu sekitar pukul 21.00 Wib keduanya pergi

In
A
kerumah kosong milik tante Anak yang baru saja meningal dunia dimana
ianya yang memegang kunci rumahnya lalu sesampainya dirumah
ah

tersebut sekira pukul 23.00 Wib, keduanya langsung menuju kamar dan

lik
berencana untuk tidur kemudian saat hendak tidur, Anak menggoda dan
membujuk anak korban untuk melakukan persetubuhan dengannya lalu
am

ub
Anak mulai menciumi anak korban dan membuka seluruh pakaian yang
dikenakan anak korban sehingga anak korban dalam keadaan telanjang
ep
selanjutnya Anak juga membuka pakaiannya sehingga mereka berdua
k

dalam keadaan telanjang. Kemudian Anak mulai memyetubuhi anak


ah

korban dengan memasukkan alat kelaminnya kedalam alat kelamin anak


R

si
korban dan menggoyang-goyangkannya selama 10 (sepuluh) menit dan
mengeluarkan spermanya diatas kain yang berada didalam kamar

ne
ng

tersebut lalu mereka tidur.


 Bahwa benar berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor :

do
gu

744/1014/440/2020 tanggal 30 April 2020 hasil pemeriksaan terhadap


PUTRI yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Affan Solihin, Sp.OG
selaku dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Rondahaim – Pamatang
In
A

Raya diperoleh :
PEMERIKSAAN TUBUH :
ah

lik

Pemeriksaan Umum : Tensi 100/70, Nadi 78 kali/ menit, pernapasan 18


kali/ menit, suhu 36°C
m

ub

Pemeriksaan Badan :
a. Kepala : Tidak tampak kelainan
ka

b. Leher : Tidak tampak kelainan


ep

c. Dada dan Punggung : Tidak tampak kelainan


ah

d. Perut dan Pinggang : Tidak tampak kelainan


R

e. Anggoa Gerak Atas : Tidak tampak kelainan


es

f Anggota Gerak Bawah : Tidak tampak kelainan


M

ng

Alat Kelamin : Dinding Vagina : Tampak bercak keputihan


on

Halaman 29 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Selaput Darah : Tampak robekan lama disegala arah kesan ada penetrasi

R
benda tumpul ke liang vagina berulang kali

si
II. PEMERIKSAAN LABORATORIUM / SINAR TEMBUS :

ne
ng
Planotest negatif
III. KESIMPULAN :
Telah dilakukan pemeriksaan adanya penetrasi benda tumpul ke liang vagina

do
gu berulang kali titik keputihan atau fluor albus tidak tampak tanda-tanda kekerasan
lain titik.

In
A
Menimbang, bahwa selanjutnya Hakim akan mempertimbangkan
apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat
ah

dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

lik
Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum
dengan dakwaan yang berbentuk alternatif, sehingga Hakim dengan
am

ub
memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut diatas mempertimbangkan terlebih
dahulu dakwaan alternatif kesatu sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (2)
ep
UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU No.1 tahun 2016
k

tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan


ah

Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang
R

si
unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
1. Setiap Orang;

ne
ng

2. Dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan,


atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan denganya;

do
gu

Ad. 1. Setiap orang;


Menimbang, bahwa unsur “ Setiap Orang “dalam tindakan pidana
menunjuk kepada subjek hukum dari peristiwa pidana (straafbaar feit) dalam
In
A

hal ini manusia pribadi (natuurlijke person) selaku pendukung hak dan
kewajiban dan bukan sebagai badan hukum (rechts person), yang didakwa
ah

lik

melakukan suatu perbuatan pidana sebagaimana yang dimaksud dalam surat


dakwaan Jaksa Penuntut Umum;
m

ub

Menimbang, bahwa selama dipersidangan telah dihadapkan anak DNL


SNG yang identitasnya sebagaimana tersebut dalam surat dakwaan Jaksa
ka

Penuntut Umum tersebut dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, mampu
ep

menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepadanya serta cakap melakukan


ah

perbuatan hukum dan dapat dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya,


R

sehingga merupakan subjek hukum tersebut. Jika hal tersebut dikaitkan dengan
es

fakta hukum yang terungkap dipersidangan yang diperoleh dari keterangan para
M

ng

saksi dan diperkuat dengan keterangan anak dipersidangan, bahwa dirinyalah


on

Halaman 30 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 30
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
yang dimaksud oleh Jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaan Jaksa

R
Penuntut Umum tersebut, maka benar adanya bahwa yang dimaksud oleh

si
Jaksa Penuntut Umum sebagai subjek hukum/persoon yang didakwa

ne
ng
melakukan suatu perbuatan pidana dalam perkara ini adalah anak DNL SNG;
Menimbang, bahwa dengan demikian jelas bahwa yang dimaksud
dengan Unsur Setiap Orang dalam hal ini adalah anak Daniel Sinaga

do
gu sedangkan apakah ia dapat dinyatakan telah terbukti secara sah dan
meyakinkan melakukan suatu perbuatan tindak pidana sebagaimana

In
A
didakwakan oleh Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa dengan demikian unsur “ Setiap Orang” telah terbukti
ah

dan terpenuhi;

lik
Ad. 2. Dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan,
atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan denganya;
am

ub
Menimbang, bahwa yang dimaksud “Dengan Sengaja” menurut Memori
van Toelichting (MvT) atau memori penjelasan adalah menghendaki dan
ep
menginsyafi terjadinya suatu tindakan beserta akibatnya. Jadi unsur “dengan
k

maksud” disini ditujukan untuk melakukan suatu tindakan yang dilarang oleh
ah

perundang-undangan yang berlaku;


R

si
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan ”Tipu muslihat” adalah setiap
perbuatan atau tindakan yang dapat disaksikan oleh orang lain baik disertai

ne
ng

maupun tidak disertai dengan suatu ucapan yang dengan tindakan itu si pelaku
atau terdakwa menimbulkan suatu kepercayaan akan sesuatu atau

do
gu

penghargaan bagi diri orang lain, padahal ia sadari bahwa itu tidak ada;
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “Serangkaian Kebohongan”
adalah beberapa keterangan yang saling mengisi seakan-akan benar isi
In
A

keterangan itu, padahal tidak lain daripada suatu kebohongan, tetapi orang lain
akan berkesimpulan dan berkaitan satu sama lainnya sebagai suatu yang
ah

lik

benar;
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “Membujuk Anak” adalah
m

ub

bergeraknya hati nurani si korban dan si korban mau melakukan suatu tindakan
atau perbuatan. Dalam hal ini tiada permintaan dan tekanan walaupun
ka

menghadapi suatu sikap ragu-ragu atau penolakan dari dalam diri korban,
ep

bahkan dalam prakteknya mungkin lebih cenderung merupakan suatu rayuan,


ah

yang dengan demikian si korban melakukan suatu perbutan yang sebenarnya


R

justru merugikan diri sendiri tanpa ada paksaan;


es

Menimbang, bahwa tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau


M

ng

membujuk seseorang merupakan suatu sarana untuk memaksa secara fhisikis


on

Halaman 31 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 31
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
yang dilakukan oleh sipelaku atau anak terhadap seseorang anak korban

R
(wanita) dengan siapa si penindak atau pelaku berkehendak melakukan suatu

si
persetubuhan;

ne
ng
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan anak korban yaitu PUTRI
dan saksi ISNA dihubungkan dengan saksi-saksi lain yaitu saksi ASTA saksi
FRAN serta saksi DIKA dan juga keterangan anak DNL SNG dipersidangan

do
gu diperoleh suatu petunjuk bahwa kejadiannya yaitu pada Kamis tanggal 09 April
2020 sekira pukul 14.30 Wib bertempat di Kode Cina Huta I Nagori Pokan Baru

In
A
Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun melakukan persetubuhan
dengan anak korban PUTRI
ah

Menimbang, bahwa pada hari Sabtu dan tanggal yang sudah tidak diingat

lik
pada bulan Januari 2020, Anak DNL SNG bersama dengan Anak Korban PUTRI
pergi jalan-jalan ke Tigaras lalu setelah pulang dari jalan-jalan dan sudah larut
am

ub
malam sehingga tempat kost milik anak korban sudah tutup sehingga Anak
mengusulkan kepada Anak korban agar tidur dirumahnya dan sesampainya
ep
dirumah Anak mereka menemui ibu anak lalu permisi untuk tidur dirumahnya
k

malam itu dan ibunya mengijinkan untuk tidur ditumahnya kemudian anak
ah

korbanpun tidur di kamar milik Anak sementara ibu anak tidur disebelah kamar
R

si
anak dan Anak tidur di ruang tamu
Menimbang, bahwa keesokan harinya sekira pukul 10.00 Wib, ibu anak

ne
ng

pergi ke Gereja dan meninggalkan Anak bersama dengan anak korban di rumah
kemudian Anak dan Anak korban menonton Televisi di ruang tamu lalu saat

do
gu

keduanya menonton Televisi dimana Anak menciumi dan memeluk Anak Korban
sehingga keduanya saling berciuman dan setelah beberapa lama, Anak
mengajak anak korban untuk pergi kekamarnya namun anak korban
In
A

menolaknya dengan mengatakan “nggak usahlah, disini aja kita” lalu Anak
tetap memaksa anak korban sambil mengatakan “ayoklah sayang, sebentar
ah

lik

aja” seraya menarik tangan anak korban dan setelah itu Anak menarik tangan
anak korban untuk masuk kedalam kamar kemudian anak korban pun ikut
m

ub

kedalam kamar dan sesampainya didalam kamar, Anak memaksa anak korban
untuk duduk diatas tempat tidur lalu Anak kembali menciumi anak korban sambil
ka

memasukkan tangan kanannya kedalam celana milik anak korban dan anak
ep

korban menolaknya dengan mengeluarkan tangan Anak dari dalam celananya


ah

sambil mengatakan “janganlah sayang, kita kan masih anak sekolah” lalu
R

Anak menjawab “udahlah, tenang aja, nanti kalau ada apa-apa kutanggung
es

jawabi“ lalu anak korban tetap menolak dengan cara mendorong tubuhnya
M

ng

namun Anak tetap memeluk tubuh anak korban dan menciuminya selanjutnya
on

Halaman 32 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 32
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Anak membuka baju serta bra (BH) yang dikenakan anak korban sambil

R
meremas payudara anak korban dan menciuminya secara bergantian kemudian

si
setelah itu Anak membuka bajunya dan menidurkan anak korban diatas tempat

ne
ng
tidur dengan mendorong tubuh anak korban lalu Anak membuka celana dan
celana dalam yang dikenakan anak korban sehingga anak korban dalam
keadaan telanjang bulat kemudian Anak membuka celana dan celana dalam

do
gu miliknya dan meraba alat kelamin anak korban dengan menggunakan tangan
Anak lalu anak korban menepis tangan tersebut selanjutnya Anak membuka

In
A
kaki anak korban dan Anak duduk tepat didepan anak korban lalu Anak
mengarahkan alat kelaminnya (penis) kedalam kelamin (vagina) milik anak
ah

korban kemudian Anak memasukkan alat kelaminnya kedalam vagina anak

lik
korban selanjutnya pada saat Anak memasukkan penisnya dimana Anak melihat
anak korban merasa kesakitan namun Anak tetap memasukkan alat kelaminnya
am

ub
dan menggoyang-goyangkan pinggulnya secara maju mundur selama 5 (lima)
menit dan mengeluarkan sperma diatas perut anak korban lalu anak korban
ep
membersihkan cairan sperma tersebut menggunakan tisue yang ada didalam
k

kamar tersebut kemudian anak korban mengenakan pakaiannya dan begitu juga
ah

dengan Anak mengenakan pakaiannya.


R

si
Menimbang bahwa selanjutnya Anak kembali melakukan persetubuhan
kepada anak korban pada hari Kamis tanggal 09 April 2020, yang mana pada

ne
ng

hari Rabu tanggal 08 April 2020 anak korban bertengkar dengan ibunya
dikarenakan anak korban tidak mengerjakan pekerjaan rumah lalu anak korban

do
gu

menceritakannya dengan Anak kemudian keduanya berjanji untuk bertemu


pada keesokan harinya. Lalu pada hari Kamis tanggal 09 April 2020 sekira pukul
14.30 Wib anak korban berjalan ke simpang rumahnya dimana Anak telah
In
A

menunggu di simpang tersebut kemudian mereka pergi dengan mengendarai


sepeda motor ke Pokan Baru untuk makan dan setelah itu berjalan-jalan lalu
ah

lik

sekitar pukul 21.00 Wib keduanya pergi kerumah kosong milik tante Anak yang
baru saja meningal dunia dimana ianya yang memegang kunci rumahnya lalu
m

ub

sesampainya dirumah tersebut sekira pukul 23.00 Wib, keduanya langsung


menuju kamar dan berencana untuk tidur kemudian saat hendak tidur, Anak
ka

menggoda dan membujuk anak korban untuk melakukan persetubuhan


ep

dengannya lalu Anak mulai menciumi anak korban dan membuka seluruh
ah

pakaian yang dikenakan anak korban sehingga anak korban dalam keadaan
R

telanjang selanjutnya Anak juga membuka pakaiannya sehingga mereka berdua


es

dalam keadaan telanjang. Kemudian Anak mulai memyetubuhi anak korban


M

ng

dengan memasukkan alat kelaminnya kedalam alat kelamin anak korban dan
on

Halaman 33 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 33
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
menggoyang-goyangkannya selama 10 (sepuluh) menit dan mengeluarkan

R
spermanya diatas kain yang berada didalam kamar tersebut lalu mereka tidur.

si
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan hukum diatas dan uraian

ne
ng
secara lengkap mengenai perbuatan yang dilakukan oleh ANAK DNL SNG
terhadap ANAK KORBAN PUTRI maka yang dimaksud dengan
“Persetubuhan” sebagaimana tersebut dalam Arrest Hooge Raad, 5 Februari

do
gu 1912 ( W.9292 ) adalah peraduan atau masuknya anggota kemaluan laki-laki
kedalam anggota kemaluan wanita yang normaliter sehingga dapat

In
A
menyebapkan kehamilan, dimana anggota kemaluan laki-laki harus masuk ke
dalam anggota kemaluan wanita, seberapa dalam atau beberapa persen harus
ah

masuk kemaluan pria kedalam kemaluan wanita, tidaklah dipersoalan yang

lik
penting ialah dengan masuknya kemaluan pria itu dapat terjadi kenikmatan
antara kedua-duanya atau hanya salah seorang saja dari mereka sehingga
am

ub
mengeluarkan air sperma ;
Menimbang, bahwa awal kejadiannya dimana anak DNL SNG menjalin
ep
hubungan percintaan atau pacaran dengan anak korban yang masih dibawah
k

umur atau masih anak-anak karena masih berusia 17 tahun (lahir pada tanggal
ah

05 September 2002 sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 1208-LT-


R

si
16122013-0151 tanggal 18 Desember 2013 yang ditandatangani oleh Kepala
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Simalungun Albert

ne
ng

Sinaga, S.Pd,.M.Pd dan pada saat tindak pidana dilakukan Anak korban masih
berusia 17 tahun sehingga masa depan anak korban menjadi rusak dan akibat

do
gu

perbuatan yang dilakukan menimbulkan perasaan malu di lingkungan keluarga


dan juga dilingkungan masyarakat yang mana dari keterangan saksi-saksi dan
keterangan terdakwa yang dihubungkan juga dengan hasil Visum et Refertum
In
A

744/1014/440/2020 tanggal 30 April 2020 hasil pemeriksaan terhadap PUTRI


yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Affan Solihin, Sp.OG selaku dokter
ah

lik

pada Rumah Sakit Umum Daerah Rondahaim – Pamatang Raya diperoleh :


PEMERIKSAAN TUBUH :
m

ub

Pemeriksaan Umum : Tensi 100/70, Nadi 78 kali/ menit, pernapasan 18


kali/ menit, suhu 36°C
ka

Pemeriksaan Badan :
ep

c. Kepala : Tidak tampak kelainan


ah

d. Leher : Tidak tampak kelainan


R

c. Dada dan Punggung : Tidak tampak kelainan


es

d. Perut dan Pinggang : Tidak tampak kelainan


M

ng

e. Anggoa Gerak Atas : Tidak tampak kelainan


on

Halaman 34 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 34
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
f Anggota Gerak Bawah : Tidak tampak kelainan

R
Alat Kelamin : Dinding Vagina : Tampak bercak keputihan

si
Selaput Darah : Tampak robekan lama disegala arah kesan ada penetrasi

ne
ng
benda tumpul ke liang vagina berulang kali
IV.PEMERIKSAAN LABORATORIUM / SINAR TEMBUS :
Planotest negatif

do
gu V. KESIMPULAN :
Telah dilakukan pemeriksaan adanya penetrasi benda tumpul ke liang vagina

In
A
berulang kali titik keputihan atau fluor albus tidak tampak tanda-tanda kekerasan
lain.
ah

Menimbang, bahwa sesuai keterangan saksi-saksi dan keterangan

lik
terdakwa yang dihubungkan dengan anak korban PUTRI diperoleh suatu
petunjuk bahwa antara anak korban dengan anak memiliki hubungan yang
am

ub
dekat yaitu mereka berpacaran dan sebelumnya sama-sama saling mencintai
dan menyayayangi dan hubungan pacaran ini dilakukan atas dasar tidak ada
ep
mengalami kekerasan atau ancaman kekerasan ketika terjadinya persetubuhan
k

dimana Anak mengajak anak korban untuk pergi kekamarnya namun anak
ah

korban menolaknya dengan mengatakan “nggak usahlah, disini aja kita” lalu
R

si
Anak tetap memaksa anak korban sambil mengatakan “ayoklah sayang,
sebentar aja” seraya menarik tangan anak korban dan setelah itu Anak

ne
ng

menarik tangan anak korban untuk masuk kedalam kamar kemudian anak
korban pun ikut kedalam kamar dan sesampainya didalam kamar, Anak

do
gu

memaksa anak korban untuk duduk diatas tempat tidur lalu Anak kembali
menciumi anak korban sambil memasukkan tangan kanannya kedalam celana
milik anak korban dan anak korban menolaknya dengan mengeluarkan tangan
In
A

Anak dari dalam celananya sambil mengatakan “janganlah sayang, kita kan
masih anak sekolah” lalu Anak menjawab “udahlah, tenang aja, nanti kalau
ah

lik

ada apa-apa kutanggung jawabi“


Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan Anak adalah seseorang yang
m

ub

belum berusia 18 (delapan belas tahun), termasuk anak yang dalam kandungan
berdasarkan UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU No.1 tahun
ka

2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang


ep

Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan


ah

Pidana Anak (Pasal 1 Ayat 3, 4 dan 5 Undang undang Republik Indonesia No.
R

11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak), sedangkan anak korban


es

PUTRI adalah anak yang berusia 17 (tujuh belas) tahun;


M

ng

on

Halaman 35 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 35
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Menimbang, bahwa anak korban PUTRI adalah anak yang masih

R
berusia 17 (tujuh belas) tahun sehingga tidak mungkin mengarang cerita

si
perbuatan asusila atau persetubuhan yang dilakukan anak DNL SNG

ne
ng
kepadanya;
Menimbang,bahwa oleh karena semua unsur dari Pasal 8 ayat (2) UU
Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak telah terbukti dan terpenuhi,

do
gu maka Hakim berpendapat bahwa apa yang didakwakan pertama oleh Penuntut
Umum dalam perkara ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah

In
A
melakukan tindak pidana “Dengan sengaja membujuk anak melakukan
persetubuhan denganya” sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum pada
ah

dakwaan pertama telah terbukti secara sah dan meyakinkan dalam

lik
perbuatannya telah terpenuhi Sehingga atas kesalahannya menurut hukum dan
keadilan terdakwa harus dijatuhi pidana;
am

ub
Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap anak DNL SNG telah
dikenakan penangkapan dan penahanan yang sah, maka masa penangkapan
ep
dan penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang
k

dijatuhkan;
ah

Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa ditahan dan penahanan


R

si
terhadap Terdakwa dilandasi alasan yang cukup, maka perlu ditetapkan agar
Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

ne
ng

Oleh karena itu hukuman yang akan disebutkan dibawah ini, kiranya
sesuai dengan perbuatan terdakwa, dan sesuai dengan rasa keadilan hukum

do
gu

dan keadilan masyarakat ;


Menimbang, bahwa dikaitkan dengan tujuan pemidanaan yang bukan
semata-mata sebagai pembalasan atau nestapa atas perbuatan terdakwa,
In
A

melainkan bertujuan persuasif, korektif, dan edukatif agar terdakwa pada


waktu dan setelah menjalani pidananya menyadari dan menginsafi
ah

lik

kesalahannya, dan mempunyai efek jera serta tidak akan mengulangi untuk
melakukan tindak pidana;
m

ub

Menimbang, bahwa penegakan hukum, harus dilakukan dengan tegas,


ka

lugas, namun harus manusiawi, yang berarti bahwa, penegakan hukum tidak
ep

hanya sekedar “berlindung dibelakang undang-undang“, namun harus tampil


pula dengan hati nurani ;
ah

Menimbang, bahwa untuk menjatuhkan pidana terhadap diri Terdakwa,


es

maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan


M

ng

yang meringankan Terdakwa;


on

Halaman 36 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 36
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
Keadaan yang memberatkan:

R
- Perbuatan Anak menimbulkan penderitaan yang mendalam dan

si
berkepanjangan bagi saksi korban PUTRI

ne
ng
- Korban PUTRI mengalami trauma
Keadaan yang meringankan:
- Anak mengakui terus terang perbuatannya dan menyesali perbuatannya

do
gu - Anak masih bersekolah.
- Anak mau bertanggung jawab atas perbuatannya dan mau menikahi anak

In
A
korban PUTRI
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka
ah

haruslah dibebani pula untuk membayar biaya perkara;

lik
Memperhatikan, Pasal 81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang
Penetapan PERPPU No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.
am

ub
23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang
Sistem Peradilan Pidana Anak, Undang-undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang
ep
Pengadilan Anak dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum
k

Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan;


ah

MENGADILI:
R

si
1. Menyatakan Anak Dnl Sng telah terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja membujuk anak

ne
ng

melakukan persetubuhan dengannya” berdasarkan ketentuan Pasal


81 ayat (2) UU RI No.17 Tahun 2016 Tentang Penetapan PERPPU No.1

do
gu

tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002


tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 tahun 2012 tentang Sistem
Peradilan Pidana Anak sebagaimana dalam surat dakwaan Pertama
In
A

Penuntut Umum;
2. Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Dnl Sng selama 2 (dua)
ah

lik

tahun dan 6 (enam) bulan dan pelatihan kerja selama 3 (tiga) bulan.
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh
m

ub

terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;


4. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan;
ka

5. Memerintahkan pembimbing kemasyarakatan untuk melakukan


ep

pendampingan, pembimbingan dan pengawasan terhadap anak selama


ah

anak menjalani masa pidana penjara serta melaporkan perkembangan


R

anak kepada Penuntut Umum;


es

6. Menetapkan agar Anak membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,-(lima


M

ng

ribu rupiah).
on

Halaman 37 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 37
am

u b
Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

ep
putusan.mahkamahagung.go.id
hk

a
R
Demikianlah diputuskan pada hari Kamis tanggal 3 September 2020,

si
oleh Yudi Dharma, S.H., M.H., sebagai Hakim pada Pengadilan Negeri

ne
ng
Simalungun, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan
tanggal itu juga, dengan dibantu oleh Paringatan Saragih, S.H., Panitera
Pengganti pada Pengadilan Negeri Simalungun, serta dihadiri oleh Juna Karo

do
gu Karo, S.H., Penuntut Umum dan Terdakwa serta di dampingi oleh Penasihat
Hukum terdakwa, Pembimbing Kemasyarakatan, orangtua Terdakwa;

In
A
Panitera Pengganti, Hakim,
ah

lik
Paringatan Saragih, S.H. Yudi Dharma, S.H., M.H.
am

ub
ep
k
ah

si
ne
ng

do
gu

In
A
ah

lik
m

ub
ka

ep
ah

es
M

ng

on

Halaman 38 dari 38 Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2020/PN Sim


gu

d
In
A

Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas
h

pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
ik

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : kepaniteraan@mahkamahagung.go.id Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 38