Anda di halaman 1dari 6

PERTANYAAN PERANCANGAN PABRIK

Rifai Siregar

 Pada UU pencemaran lingkungan air, aapakah UU ini bisa digunakan di


Indonesia dan UU apa yang ada di Indonesia tentang pencemaran
lingkungan ?

Jawab :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup
Pasal 69 : Setiap orang dilarang:
 melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau
perusakan lingkungan hidup;
 memasukkan B3 yang dilarang menurut peraturan perundang undangan
ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
 memasukkan limbah yang berasal dari luar wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia ke media lingkungan hidup Negara Kesatuan
Republik Indonesia;
 memasukkan limbah B3 ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
  membuang limbah ke media lingkungan hidup;
 membuang B3 dan limbah B3 ke media lingkungan hidup;
 melepaskan produk rekayasa genetik ke media lingkungan hidup yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau izin
lingkungan;
 melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar;
 menyusun amdal tanpa memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal;
dan/ atau
  memberikan informasi palsu, menyesatkan, menghilangkan informasi,
 merusak informasi, atau memberikan keterangan yang tidak benar.
2. Peraturan pemerintah nomor 101 tahun 2014 mengenai pengelolaan
limbah bahan berbahaya dan beracun.
3. Kementrian lingkungan hidup yang mengatur mengenai tata kelola ruang
untuk daerah industry. Pabrik yang akan berdiri harus memiliki izin dari
pemerintah sehingga pabrik yang akan didirikan berlokasi khusus di
daerah perindustrian.

Nova Diyana Nurhanifah

 Apa saja teknik untuk meminimalkan limbah ?

Susilawati
 Bagaimana menentukanan site layout dan apa saja pertimbangan dalam
penentuan site layout tersebut?

Noname

 Apakah semua faktor yang ke 10 itu harus dipenuhi dalam pendirian


pabrik, apa hal yang dipertimbangkan dalam memilihnya
 Jelaskan tentang site layout

Noname

 Jelaskan penangan limbah-limbah secara rinci

Febrina Adelina S

 Pada pengolahan limbah jika bahan berbahaya ditutupi egulasi ideal


(maksud egulasi ideal itu apa ?)
 Pendirian pabrik berdasarkan iklim tidak terlalu panas dan tidak terlalu
dingin, jadi kondisinya itu seperti apa yang baik, cuaca yang bagaimana?

Dessy Natalia Indah

 Tim penyaji menyebutkan beberapa peraturan lingkungan, diantaranya :


a. The federal water pollution control Act, 1972
b. The safe drinking water act, 1974

Tolong jelaskan secara spesifik perbedaan kedua peraturan itu ? dimana air
yang tidak berpolusi sudah jelas bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-
hari, seperti air minum dan lain-lain !

Jawab :

a) Pada The federal water pollution control Act, 1972. Mengatur mengenai
pembuangan limbah dari setiap sector industry di perariran, dimana limbah
tersebut dapat menyebabkan polutan pada permukaan air yang merupakan
tempat pelayaran. undang-undang ini, focus pada peraturan untuk menjaga
kualitas perairan yang dapat mengganggu proses pelayaran dan
melindungi satwa yang ada di dalamnya.
b) Sedangkan pada undang-undang safe drinking water, 1974 mengatur
mengenai kemurnian air bawah tanah ayang berfungsi sebagai air minum.
Pada intinya dalam undang-undang ini, pemerintah memberi wewenang
kepada EPA untuk menetapkan standar kemurnian air yang dapat
digunakan untuk minum.

Rino Hasanatul Isra


 Tim penyaji menyatakan beberapa penangan limbah khususnya untuk
limbah padat dengan cara penguburan, secara tidak langsung akan
menyebabkan pencemaran tanah, apakah ada cara lain untuk
penanganannya selain penguburan ?

Dewi Sunarti

 Coba jelaskan penaganan untuk


a. Limbah cair
b. Limbah Padat
c. Limbah gas
d. Limbah berair

dan apa beda insinerasi didarat dan diluat bagaimanan insinerasi didarat
dan insinerasi di laut

Fryda Kusumawati

 Banyak pertimbangan biaya dalam pendirian pabrik diantaranya


transportasi , bahan baku pabrik, dan dari pabrik ke pemasaran,
pertimbangan mana yang harus dilakukan duluan ?

Liona Margarita

 Apa maksud faktor expansi modular ?

Alswendo Musbar

 Enviromental auditing , Bagaimana spesifikasi dalam mengaudit suatu


pabrik? Jelaskan parameter-parameter dan Faktor-faktornya

Ramdhani Asywal

 Jelaskan prosedur umum mengatasi suatu kebisingan

M. Fauzan Akbar

 Tadi ada menjelaskan menggunakan sumur sebagai utilitas air proses, Apa
mungkin bisa? Kalau bisa bagaimana ? Tolong jelaskan !

Ahmad Dedi Fadhillah

 Ada banyak contoh limbah, diantaranya limbah padat CPO yaitu cangkang
/ tandan kosong sawit yang tidak dimanfaatkan, apakah ada UUD yang
megatur tentang penangan limbah itu ?

Jawab : ada,
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun
2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pasal 69 : Setiap orang dilarang:
 melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau
perusakan lingkungan hidup;
 memasukkan B3 yang dilarang menurut peraturan perundangundangan
ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
 memasukkan limbah yang berasal dari luar wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia ke media lingkungan hidup Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
 memasukkan limbah B3 ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia;
  membuang limbah ke media lingkungan hidup;
 membuang B3 dan limbah B3 ke media lingkungan hidup;
 melepaskan produk rekayasa genetik ke media lingkungan hidup yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan atau izin lingkungan;
 melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar;
 menyusun amdal tanpa memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal;
dan/ atau
  memberikan informasi palsu, menyesatkan, menghilangkan informasi,
 merusak informasi, atau memberikan keterangan yang tidak benar.
Pada asal 88 : Setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya
menggunakan B3, menghasilkan dan/atau mengelola limbah B3, dan/atau yang
menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab
mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.
Sedangkan pada Pasal  58 : Setiap orang yang memasukkan ke dalam wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia, menghasilkan, mengangkut, mengedarkan,
menyimpan, memanfaatkan, membuang, mengolah, dan/atau menimbun B3 wajib
melakukan pengelolaan B3.
Sedangkan beberapa peraturan atau kesepakatan internasional yang terkait dengan
pengelolaan limbah sebagai berikut (WHO, 2005):
o The Basel Convention,  Konvensi ini  membahas
tentang pergerakan limbah berbahya lintas negara. Hanya
limbah berbahaya resmi yang dapat diekspor dari negara yang
tidak memiliki fasilitas atau keahlian untuk memusnahkan limbah
tertentu secara aman ke negara lain
o The “populler pays” Principle, merupakan prinsip pencemar
yang membayar, dimana semua penghasil limbah secara hukum dan finansial
bertanggung jawab untuk menggunakan metode yang aman dan
ramah lingkungan di dalam pembuangan limbah yang mereka hasilkan.
o The “precautionary” principle, merupakan sebuah prinsip
pencegahan, dimana prinsip kunci yang mengatur masalah perlindungan
kesehatan dan keselamatan.
o The “duty of care” principle, merupakan prinsip yang menetapkan
bahwa siapa saja yang menangani atau mengelola zat berbahaya atau
peralatan yang terkait dengannya, secara etik bertanggung jawab untuk
menerapkan kewaspadaan tinggi di dalam menjalankan tugasnya.

Deno Febri Fadli

 Bagaimana standard pendirian pabrik diperkotaan dan cara penanganannya


karena pasti akan menghasilkan limbah, polusi udara dan kebisingan?

Multi Handriani

 Pabrik didirikan karena dekat dengan bahan baku, apa kebijakan dari
pabrik jika bahan baku habis apakah tetap beroperasi atau tutup? Karena
jika mengambil bahan baku dari luar pasti akan menambah biaya lagi

Putri Deliana

 Bagaimana pendapat penyaji tentang pendirian pabrik yang memiliki


limbah berbahaya?

Lufya Adella

 Tentang perundangan lingkungan hidup, bagaimana pendapat saudara jika


suatu pabrik itu mencemari lingkungan tapi masih tetap berdiri ?

Jawab : hal tersebut dikarenakan karena proses audit yang belum maksimal
sehingga menurut kami badan audit perlu melakukan audit ulang, dan apabila
dalam proses industry tersebut dapat merusak lingkungan maka perlu diberi
sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan

Sakinah Rhajani

 Jelaskan tentang
a. Pertimbangan lokasi , tentang gempa
b. Hibah capital, bujukan pada pertimbangan politik
c. Visual impact