Anda di halaman 1dari 2

Prinsip Kerja Pemasangan

Infus pada Pasien


Fisika Biologi Kimia
Pada pemasangan cairan infus Prinsip kerja infus ini pada Salah satu sifat koligatif
diposisikan lebih tinggi dari dasarnya adalah tekanan larutan adalah memiliki
pergelangan tangan agar osmotic. Tekanan di sini tekanan osmotik. Dengan
cairan infusnya masuk ke adalah tekanan yang harus adanya tekanan osmotik
dalam tubuh pasien. jadi diberikan pada suatu larutan pada cairan infus maka
semakin tinggi tempat untuk mencegah masuknya cairan ini dapat masuk ke
kantong infus dengan molekul-molekul solut dalam darah pasien setelah
pergelangan tangan maka melalui membran yang melewati selaput permeabel
tekanan cairan infus semakin semipermiabel dari pelarut darah. Larutan infus dibuat
tinggi dan sebaliknya. murni ke larutan. Cairan bertekanan sama (isotonik)
Penerapan pemasangan alat murni atau larutan encer dengan tekanan cairan
infus menggunakan prinsip akan bergerak menembus darah pasien. Hal ini
pada tekanan hidrostatis, mebran atau rintangan untuk bertujuan untuk
dimana tekanan hidrostatis mencapai larutan yang lebih menghindari kerusakan
adalah tekanan yang dialami pekat. Inilah yang pada sel darah maupun
oleh benda yang berada di dinamakan osmosis. pembuluh darah. Jika
dalam zat cair diam. Membran atau rintangan ini tekanan cairan infus lebih
Adapun Rumus tekanan disebut membran tinggi (hipertonis) dari
hidrostatis yaitu sebagai
semipermiabel. darah pasien maka akan
berikut:
Ph : ρ x g x h terjadi pecahnya sel darah
Keterangan
pasien akibat banyaknya
Ph : Tekanan Hidrostatis
(N/m²) cairan infus yang masuk ke
ρ : Massa Jenis zat cair
dalam pembuluh darah.
(kg/m³)
g : Percepatan gravitasi Namun jika tekanan cairan
( m/s²)
infus rendah (hipotonis)
h : Kedalaman/ketinggian (m)
Besarnya tekanan hidrostatis maka akan menyebabkan
sebanding dengan massa jenis
masuknya air ke dalam
zat cair, percepatan gravitasi,
dan kedalaman darah sehingga terjadi
benda/ketinggian permukaan
penggelembungan dan
zat cair. Semakin besar massa pecahnya sel darah.
jenis zat cair, percepatan
gravitasi, dan kedalaman
letak suatu bagian zat cair,
semakin besar tekanan pada
bagian itu. Besarnya tekanan
hidrostatis tidak bergantung
pada bentuk bejana dan
jumlah zat cair dalam bejana.