Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AKTUALISASI

INDUSTRIALISASI HHBK
PENINGKATAN PEMANFATAAN MADU
LEBAH TRIGONA Sp. DI SEKITAR
WILAYAH BALAI KPH BATULANTEH
Nama : Ahmad
NIP : 19690214 200801 1 008
Unit Kerja : Balai KPH Batulanteh
Nomor Absen : 026
DIKLAT INDUSTRIALISASI HHBK ANGKATAN I
PEMERINTAH PROVINSI NTB TAHUN 2019
BADAN PENGAWAS SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Puji syukur penulis khaturkan khadirat Allah SWT atas limpahan nikmat yang
telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Aktualisasi
Industrialisasi HHBK yang berjudul “Peningkatan Pemanfaatan Madu Lebah Trigona
Sp. Di Sekitar Wilayah Balai KPH Batulanteh”. Penulisan laporan ini adalah sebagai
bentuk laporan akhir dari kegiatan Aktualisasi industrialisasi HHBK yang diterapkan
oleh penulis dalam pekerjaan yang dilakukan di lokasi tempat tugas. Ucapan terima
kasih penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam
penyusunan laporan ini :

1. Istri beserta anak kami yang selalu memberikan doa dan dukungan moril kepada
penulis.
2. Bapak Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Provinsi NTB.
3. Bapak Dadan Kuswardhana, S.Hut selaku Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan
Hutan Batulanteh.
4. BPSDM Provinsi NTB yang telah memfasilitasi penulis dalam kegiatan
Industrialisasi HHBK ini.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

Sumbawa Besar, November 2019


Penulis

Ahmad
NIP. 19690214 200801 1 008

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman i


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ iv
DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................................... v
I. PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
I.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1
I.2 Tujuan .............................................................................................................. 1
I.3 Ruang Lingkup ................................................................................................. 2
II. DESKRIPSI ORGANISASI ....................................................................................... 3
II.1 Struktur Organisasi ........................................................................................... 3
II.2 Visi Dan Misi ..................................................................................................... 4
II.2.1 Visi ......................................................................................................... 4
II.2.2 Misi ........................................................................................................ 5
III. AKTUALISASI INDUSTRIALISASI HHBK ................................................................ 6
III.1 Jadwal Kegiatan ............................................................................................... 6
III.2 Proses Pemanenan Madu Lebah Trigona ......................................................... 6
III.3 CAPAIAN KEGIATAN AKTUALISASI HHBK .................................................... 7
IV. PENUTUP ................................................................................................................. 9
V.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 9
V.2 Komitmen ......................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 10
LAMPIRAN .................................................................................................................... 11

DAFTAR ISI

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman ii


DAFTAR TABEL

No. Halaman

1. Jadwal Kegiatan Aktualisasi Pemanfaatan Madu Lebah Trigona Sp. .................. 6

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman iii


DAFTAR GAMBAR

No. Halaman

1. Bagan organisasi Balai KPH Batulanteh .................................................................... 3

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman iv


DAFTAR LAMPIRAN

No. Halaman

1. Dokumentasi …………………………………………………………………………………………………..11

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman v


I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Hasil hutan bukan kayu (HHBK) atau sering juga disebut hasil hutan non kayu
merupakan semua benda biologis termasuk jasa lingkungan yang berasal dari hutan
atau tegakan hutan, kecuali produk yang berupa kayu. Definisi lain yang mengartikan
HHBK adalah hasil hutan bukan kayu terdiri dari benda-benda hayati yang berasal dari
flora dan fauna, selain itu termasuk juga jasa air, udara, dan manfaat tidak langsung
dari hutan (UU No. 41 Tahun 1999) ada juga definisi lain dari Permenhut No.35 Tahun
2007 HHBK adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani berserta produk
turunannya dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan.

Saat ini tercatat 565 jenis HHBK secara garis besar dibedakan atas jenis resin,
tanin dan getah, tanaman obat dan hias rotan dan bamboo, hasil hewan, jasa hutan,
serta lainya. Pengelolaan HHBK di Indonesia yang umum dilakukan biasanya adalah
pengolahan resin, enfleurasi, pengelolaan lemak nabati, pengolahan rotan, pengolahan
lak dan pengolahan tumbuhan obat.

Sehingga dalam hal ini peraturan daerah Provinsi NTB Nomor 1 tahun 2019
tentang rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi NTB Tahun 2019-
2023, terdapat program unggulan yang masuk dalam gemilang ekonomi yang
menopang misi ke 5 sejahtera dan mandiri dalam bentuk HHBK unggulan dan
industrialisasi. Dilihat dari fokus industrialisasi ini adalah peningkatan nilai tambah dari
jenis-jenis produk yang selama ini sudah dikembangkan baik di bagian hulu dan hilir,
khususnya sektor kehutanan.

Dalam mengaktualisasikan industrialisasi HHBK tersebut, kami mencoba


melakukan optimalisasi pemanfaatan madu dari lebah Trigona sp. di salah satu
kelompok binaan yang ada di Balai KPH Batulanteh yaitu kelompok tani hutan Batu
Padewa.

I.2 Tujuan
Aktualisasi ini bertujuan untuk menerapkan industrialisasi HHBK yang sudah
diinternalisasikan selama pendidikan dalam pelaksanaan tugas melakukan otimalisasi
industrialisasi HHBK pemanfaatan madu dari lebah Trigona sp. pada salah satu
kelompok tani hutan yang ada di Balai KPH Batulanteh yaitu kelompok tani hutan Batu
Padewa.

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 1


I.3 Ruang Lingkup
Rancangan aktualisasi yang dibuat terbatas pada kegiatan sebagai berikut:
1. Konsultasi dengan atasan terkait inovasi yang akan dilakukan
2. Orientasi Lapangan
3. Perencanaan
4. Penyiapan bahan baku
5. Proses pembuatan
6. Proses pengemasan
7. Promosi/publikasi
8. Evaluasi Kegiatan
9. Pembuatan Laporan Aktualisasi

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 2


II. DESKRIPSI ORGANISASI

II.1 Struktur Organisasi


Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Batulanteh merupakan bagian dari Unit
Pelaksana Teknis Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara
Barat. Berikut struktur organisasi Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan Batulanteh :

KEPALA KPH

Sub Bagian
Tata Usaha (TU)

Seksi Seksi
Tata Hutan dan Pengendalian dan Pemantauan
Pengelolaan Hutan Pengelolaan Hutan

RPH RPH RPH Semamung- RPH Gili Ngara-


Batudulang-Ai Kanar Luk Boak-Serading Dangar-Olat
Ngelar (7,070 Ha) (4,393 Ha) Lake
(12.048 Ha) (8,240 Ha)

Gambar 1 Bagan organisasi Balai KPH Batulanteh

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 3


II.2 Visi Dan Misi
II.2.1 Visi

Berdasarkan kondisi saat ini, karaktersitik wilayah kelola KPHP Batulanteh


dan tatangan yang dihadapi dalam 10 tahun kedepan (2014 – 2023), Rumusan Visi
KPHP Batulanteh sebagai berikut:

Terwujudnya Pengelolaan Hutan Lestari yang Mandiri untuk


Kesejahteraan Masyarakat

Visi ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia sebagai subyek dan
sekaligus obyek dalam pembangunan. Jika orientasi pengelolaan sumber daya
hutan ditekankan pada aspek fisik semata, berarti mensubordinasikan manusia
sebagai instrumen dalam pengelolaan sumber daya hutan. Oleh karena itu,
pengelolaan sumber daya hutan sesungguhnya hanyalah instrumen dalam
rangka membangun kehidupan manusia yang lebih sejahtera. Dengan
demikian fokus utama dari pengelolaan sumber daya hutan adalah
pembangunan manusia yang dalam hal ini di wakili oleh seluruh pemangku
kepentingan (stakeholders).

Selama ini seringkali mengabaikan persoalan manusia, karena kita


menganggap sumberdaya hutan sebagai core persoalan. Padahal sejatinya
kerusakan dan keberlanjutan eksistensi sunberdaya hutan sebagian besar
dipengaruhi oleh aktifitas manusia (anthroposentris). Tanpa intervensi manusia
sumberdaya alam yang mengalami kerusakan dapat melakukan proses
pemulihan (recovery) secara alamiah, tetapi membutuhkan waktu yang lama.
Oleh karena itu peran manusia dalam pengelolaan sumberdaya hutan menjadi
sangat krusial.

Pengelolaan hutan yang lestari adalah suatu kondisi dimana sistem


pengelolaan yang dibangun dapat menjaga eksistensi sumberdaya hutan
sepanjang masa sehingga tercipta situsasi yang ekoefisien. Ekoefisien berarti
bahwa pengelolaan hutan disatu sisi memberikan manfaat secara ekonomis
bagi masyarakat (stakeholders) dan daerah, sementara disisi lain secara
ekologis kondisi hutan dapat terjaga.

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 4


Kesejahteraan masyarakat adalah suatu kondisi dimana masyarakat
hidup berkecukupan secara material dan spiritual. Indikator yang digunakan
untuk mengukur tingkat kesejahteraan manusia dapat merujuk pada berbagai
indikator yang umum digunakan, seperti indikator kemiskinan, pendidikan,
pendapatan, kesehatan dan indikator pembangunan manusia lainnya,

Pengelolaan sumberdaya hutan yang mandiri bermakna bahwa sistem


pengelolaan yang dilakukan dapat menjamin terciptanya kemandirian KPH.
Kemandirian ini berarti KPH didalam melaksanakan kegiatannya tidak bergantung
pada fasilitas yang diberikan pemerintah, karena KPH telah mampu membiayai
dirinya sendiri.

II.2.2 Misi
Dalam mewujudkan visi pengelolaan hutan KPHP Batulanteh tersebut, maka misi
pengelolaan KPHP Batulanteh adalah sebagai berikut:

a) Mewujudkan kelestarian sumber daya hutan adalah membangun partisipasi masyarakat


dan seluruh stakeholder kehutanan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia
yang terlibat dalam pengelolaan sumber daya hutan, mencegah tindakan kerusakan
hutan, meminimalisasi potensi konflik di dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber
daya hutan, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tehknologi dalam pengelolan sumber
daya hutan, dan merevitalisasi kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya hutan.
b) Mewujudkan masyarakat yang sejahtera yaitu terpenuhinya hajat hidup layak bagi
masyarakat yang terlibat dan sekitar kawasan hutan, membuka lapangan kerja bagi
sekitar hutan serta menjamin hak-hak pengelolaan masyarakat melalui kemitraan
dengan KPH.
c) Mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan yang mandiri oleh KPHP Batulanteh yaitu
mengembangakan produk hutan yang memiliki prospek ekonomi, mengoptimalkan
fungsi hutan (lindung, produksi dan konservasi), mengoptimalkan pemanfaatan jasa
lingkungan, memberdayakan ekonomi masyarakat dan mengembangkan unit usaha
KPH.

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 5


III. AKTUALISASI INDUSTRIALISASI HHBK

III.1 Jadwal Kegiatan

Berikut jadwal Kegiatan Aktualisasi Industrialisasi HHBK


Tabel 1 Jadwal Kegiatan Aktualisasi Pemanfaatan Madu Lebah Trigona Sp.

No Kegiatan Rencana Kegiatan (Nopember 2019)


11 12 13 14 15 18 19 20 21 22 25 26 27 28 29
1 Konsultasi
dengan pimpinan
2 Diskusi dengan
kelompok tani
hutan
3 Perencanaan
4 Penyiapan bahan
baku
5 Proses
Pemanenan madu
6 Proses
pengemasan
7 Promosi/publikasi
8 Evaluasi kegiatan
9 Pembuatan
Laporan
Aktualisasi

III.2 Proses Pemanenan Madu Lebah Trigona


1. Alat dan Bahan
 Stup koloni lebah trigona
 Sendok
 Garpu
 Sarung tangan higienis
 Pisau stanless stell
 Saringan madu
 Wadah penampung madu
 Botol kemasan

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 6


2. Langkah Kerja

 Buka stup koloni lebah trigona yag siap dipanen


 Pisahkan kantung madu dalam stup menggunakan pisau atau bisa
juga menggunakan garpu (tergantung ke posisi kantung madu dalam
stup).
 Pindahkan kantung madu tersebut di atas saringan madu
 Tekan kantung madu tersebut dengan sendok atau peras dengan
tangan yang sudah dipakaikan sarung tangan hingga madu tersaring
dan jatuh ke dalam wadah menyimpanan madu.
 Setelah beberapa menit madu terkumpul dalam wadah penyimpanan
tunggu sampai madu tidak berbuih baru dimasukkan ke dalam botol
kemasan.

III.3 CAPAIAN KEGIATAN AKTUALISASI HHBK

No Kegiatan Tahapan Output Kendala

1. Konsultasi 1. Mendengarkan Masukan dan arahan Pelaksanaan pelatihan industrialisasi


dengan atasan pengarahan dari atasan terkait tidak bisa optimal
pimpinan. laporan dan teknis karena anggaran
2. Mencatat masukan pelaksanaan kegiatan dengan swadaya
yang diberikan Aktualisasi di
atasan lapangan.

2. Diskusi dengan Menjelaskan maksud Tersedianya lokasi Belum banyak tersedianya


kelompok tani tujuan kegiatan dan pelatihan di kelompok data identifikasi potensi
hutan sharing informasi sehingga HHBK di kelompok
memudahkan dalam
kegiatan Aktualisasi.

3. Perencanaan Penyusunan Tersusunnya jadwal Waktu kegiatan


jadwal kegiatan kegiatan pelatihan aktualisasi sangat sedikit
industrialisasi HHBK mengingat banyak sekali
data-data yang harus
dikumpulkan untuk
melaksanakan
industrialisasi HHBK

4. Penyiapan Menyediakan bahan Tersedianya bahan Penyediaan bahan baku


bahan baku baku dan alat baku dan alat. masih sedikit karena
terbatas biaya produksi

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 7


5. Proses 1. Penyiapan alat Madu Penggunaan alat masih
pemanenan dan bahan sangat sederhana
madu 2. pemanenan sehingga kedepannya
perlu peran multi pihak
untuk bersama-sama
berkontribusi terhadap
keberlangsungan usaha
yang dilakukan kelompok

6. Proses Pengisian madu ke Produk madu yang Pelabelan dan perizinan


pengemasan dalam botol kemasan sudah terkemas menjadi keluhan kelompok
dalam pengembangan
usahanya

7. Promosi/publik 1. Media Sosial Produk masuk pasar Belum adanya pangsa


asi 2. Bumdes pasar yang bisa
menampung hasil olahan
HHBK secara
berkelanjutan yang akan
berdanpak pada
perkembangan
keberlanjutan produksi

8. Evaluasi 1. Dampak Kelompok mampu Pelatihan ini baru berupa


kegiatan pelatihan membuat produk dasar dalam
industrialisasi bagi madu yang memiliki pengembangan
kelompok nilai pasar yang lebih industrialisasi HHBK,
2. Kendala dan besar guna sehingga kedepannya
hambatan peningkatan diharapkan peran multi
pendapatannya pihak dalam membantu
proses produksi HHBK
yang dilakukan kelompok

9. Pembuatan 1. Pengumpulan data Laporan Aktualisasi Keterbatasan waktu,biaya


Laporan 2. Pengumpulan hasil industrialisasi HHBK dan data berkorelasi
Aktualisasi terhadap hasil
pendampingan produk
HHBK

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 8


IV. PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari aktualisasi yang dilakukan penulis dalam tugas Industrialisasi
HHBK yaitu agar kelompok memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk
HHBK yang dihasilkannya dengan nilai jual yang lebih tinggi serta diharapkan dapat
membantu instansi tempat penulis melakukan kegiatan aktualisasi untuk mencapai
visi dan misi yang telah ditetapkan khususnya dalam pengelolaan hutan yang lestari,
peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan sumberdaya hutan yang
mandiri

V.2 Komitmen
Komitmen penulis adalah mengaktualisasikan Industrialisasi HHBK di Balai
Kesatuan Pengelolaan Hutan Batulanteh.

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 9


DAFTAR PUSTAKA

Kesatuan Pengelolaan Hutan Batulanteh. 2014. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka


Panjang Tahun 2014-2023. Kesatuan Pengelolaan Hutan Batulanteh,
Sumbawa.
Wardhana, Amir dan Nurtjahjawilasa, Juli 2019. Modul Pelatihan Pemanenan
Hasil Hutan Bukan Kayu. Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup
danKehutanan, Bogor.

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 10


LAMPIRAN

Laporan Aktualisasi Industrialisasi HHBK Halaman 11