Anda di halaman 1dari 9

7 Prinsip Desain Serta Contoh dan

Penggunaanya
Blogger91 artikel grafis Edit
Assalamualaikum. Salam sobat, pada pertemuan ini saya akan mencoba
menjelaskan "7 Prinsip Desain Grafis" untuk dipahami. 7 prinsip ini
merupakan aturan dalam membuat dan merancang suatu desain. sangatlah
penting bagi kita, karena desain itu bukan hal yang sembarangan.
melainkan memiliki tujuan yang bermakna dan tidak sia-sia.

Setelah pekan lalu, saya sudah membahas soal "8 Unsur desain graifs",
maka kali ini adalah prisipnya. keduanya ini tetap saling terhubung
ketika berusaha menciptakan desain yang baik. 

Seringkali orang berpendapat bahwa desain itu tentang kreatifitas.


padahal semua itu adalah produk dari aturan-aturan yang dibuat
sebelum desain mulai dikerjakan. kita tidak mendesain langsung begitu
saja, tanpa ada pertimbangan. itu akan merusak proyek dan clien
mungkin tidak akan memakai jasa kita lagi.

Jika masih awam, mungkin soabt akan tergoda untuk menghamburkan


kreatifitas pada satu lembar desain. misalnya memakai 5 jenis font
dan warna yang begitu banyak. semua itu hanya akan mengacaukan
pekerjaan.

Desain grafis juga sama seperti disiplin ilmu lainnya. yakni memiliki
beberapa aturan yang ketat, agar menghaislkan keseimbangan dan
pekerjaan tetap stabil. okelah, langsung saja ke 7 Prinsip desain
grafis:

1. Keseimbangan (Balance)
Pastikan untuk mengingat bahwa setiap elemen dalam suatu desain
memiliki bobot. bobot ini bisa berasal dari warna, bentuk, ukuran dan
tekstur. dengan memahami keseimbangan, kita akan memikirkan
penempatan element pada desain, agar tidak terhambur. misalnya tidak
menempatkan elemen yang berbobot tinggi pada satu tempat saja. ini
akan menimbulkan efek negatif pada sisilain dalam desain, seolah
bagian lain tidak begitu penting. padahal dalam suatu kesatuan
desain, semuanya memilki peran penting.
Tanpa keseimbangan, desain kita bisa menjadi kacau dan terlihat
terhambur. perlu diketahui bahwa prinsip keseimbangan desain terbagi
menjadi dua, yakni :

 Keseimbangan Simetris adalah keseimbangan formal dalam gambaran visual. maksudnya


adalah keseimbangan yang memiliki kesamaan persis baik itu ukuran, bentuk dan warna.
misalnya ketika membelah dua sebuah lingkaran.
 Keseimbangan Asimetris adalah keseimbangan tidak format dalam gambaran visual.
maksudnya adalah keseimbangan yang tidak semuanya memiliki kesamaan. namun ada satu
lingkup yang membuatnya terlihat seimbang. misalnya, 2 bulatan kecil secara vertikal
berdampingan dengan persegi panjang vertikal. tinggi dan lebih dari keduanya sama, namun
keduanya memilki bentuk berbeda.

Lebih jelasnya bisa lihat di "Pengertian keseimbangan simetris dan


asimetris".

2. Penekanan (Emphasis) - Gagasan


Penekanan atau dalam bahasa inggris (Emphasis) secara harfiah berarti
memberi arti penting. ini merupakan prinsip desain yang mengacu pada
pemberian kepentingan khusus untuk satu atau bagian tertentu dari
desain. 
Contohnya:

Ketika sobat membuat Tabligh Akbar yang akan dihadiri oleh Ustad
Abdul Somad LC.  kita harus bertanya pada diri sendiri : 
Apa informasi pertama yang paling penting untuk diketahui pembaca ?
Apakah itu adalah Ustadz yang akan hadir ?
Atau tempat pelaksanaan ?
Bagaimana dengan hari dan jam ?

Jika sudah mengetahui bagian mana yang terpenting, maka berikan


penekanan khusus padanya. okeh disini saya jadikan "Ustadz Abdul
Somad LC" sebagai bagian terpenting dalam poster, yang harus
diketahui Audiens.

sumber : http://jatengpos.co.id
Jadi aturlah layout, penempatan maupun informasi dimana seluruh
elemen yang ada tidak akan menyamai bobot dari unsur terpenting.
misalnya memasukkan gambar Ustadz dan memperbesar uukuran Font untuk
namanya. 

Pelajari pula tentang cara mengkombinasikan warna yang kuat, agar


bisa terfokus pada element terpenting. misalnya, background merah dan
nama Ustadz diberikan warna Putih. ini sangat kontras dan pasti akan
dilihat pertama kali oleh mata.

3. Kontras (contrast)
Kontras adalah prinsip desain yang penting karena memungkinkan kita
untuk menarik elemen-elemen terpenting pada desain dan memberikannya
penekanan. kontras terjadi ketika dua elemen desain bertentangan satu
sama lain, misalnya: warna hitam dan putih, kotak dan bulat, titik
dan garis, tebal dan tipis, modern dan tradisional.

Dengan kekontrasan desain, kita bisa memandu mata audiens menuju


kebagian terpenting dari desain dan membantu mengatur informasi lebih
mudah. contoh sederhananya : 

 Warna background harus berlawanan dengan warna tulisan, agar lebih mudah dibaca.
 Memberikan penebalan, warna berbeda pada teks terpenting dari desain.

Ketika ingin mencari contoh desain yang benar-benar kuat kontrasnya,


pasti didalamnya hanya menampilkan 2 Jenis font berbeda saja. itu
karena kontras dapat dicapai secara efektif  dengan dua font berbeda
dan satunya itu memiliki bentuk yang kuat. jika ditambahkan lagi satu
jenis font, maka itu mungkin akan mengacaukan. kecuali kita bisa
menetralisisrnya dengan menggunakan prinsip desain lainnya.

4. Ritme (Rythm) dan Pengulangan (Repetition)


Pengulangan merupakan prinsip desain yang penting untuk memperkuat
tampilan keseluruhan desain. prinsip ini akan menghubungkan elemen-
elemen berbeda agar mereka tetap teratur  dan lebih konsisten.

Sedangkan Ritme atau irama dibuat untuk mengatur pengulangan agar


meciptakan pengulangan yang terstruktur dan lebih berseni. Ritme
dapat dicapai melalui elemen linear, bergantian, gradasi, atau bentuk
yang rumit.

Bentuk diatas merupakan contoh dari Ritme dan pengulangan pada


elemen-elemen tertentu dari desain. hasilnya membentuk suatu gerakan
yang terorganisir.

5. Gerakan (Movement)
Prinsip gerakan akan mengendalikan elemen dalam suatu komposisi
sehingga mata diarahkan untuk berpindah dari satu ke yang lainnya,
sehingga informasi yang diberikan akan tepat kepada audiens. gerakan
akan menciptakan narasi dan cerita pada desain. misalnya : Poster
Tabligh Akbar diadakan di lokasi ini, pada saat ini, dibawakan oleh
ini dan bagaimana syarat untuk ke lokasi. semua info diatas akan
diurutkan dari yang terpenting hingga kebawah, sehingga menciptakan
alur. dan mata audiens akan terarahkan.

Namun jika tanpa gerakan yang tepat, desain akan menghasilkan


keacakan dan terhambur. mata audiens pasti aan kemana-mana dan
kebingungan.

Gerakan visual lebih dikenal didunia desain grafis sebagai "flow"


atau aliran.

6. Kesatuan ( Unity )
Prinsip Kesatuan dalam desain dapat didefinisikan sebagai pengaturan
yang tepat pada elemen-elemen desain untuk memberikan keselarasan
secara keseluruhan. desainer menggunakan kesatuan agar elemen-elemen
dalam suatu komposisi tampak berhubungan. ketika setiap elemen
memiliki hubungan visual yang jelas antara satu dan lainnya, maka
lebih mudah disatukan. ketika persatuan sudah tercapai :

 Komposisi menjadi tidak berantakan atau membingungkan


 Desain lebih terorganisasi  dan membangkitkan kualitasnya
 Konsep akan dkomunisasikan dengan lebih jelas

7. Ruang (Space)
Raung dalam desain mengacu pada jarak, area tertentu dalam suatu
komposisi. ruang dapat dibagi menjadi 4 :

 Ruang negatif (negatif space)


 Ruang positif (positif space)
 Ruang tiga dimensi (3d)
 Ruang dua dimensi (2d)

Ruang positif dan negatif

Ruang positif adalah ruang dimana tempat subjek utama dalam suatu
komposisi desain. ini merupakan titik fokus dalam satu kesatuan
desain.

 
contoh diatas memperlihatkan ruang positif  berwarna hitam berbentuk
vas bunga. itulah titik fokus atau bentuk yang ingin disampaikan
kepada audiens, bahwa ini adalah vas bunga.

Berbeda dengan ruang negatif, ini adalah kebalikan dari Ruang


positif.

Ruang negatif adalah area kosong dalam desain yang mengelilingi


subjek sifatnya lebih pasif dan didefinisikan sebagai tepi dari ruang
positif yang ada disekitarnya. 
Dalam contoh diatas, Ruang negatif berwarna hitam yang bentuknya
persegi mengelilingi subjek atau bisa dikatakan sebagai latar
belakang. namun apakah anda melihat bentuk dari ruang negatif
tersebut ? itulah dua bentuk wajah dari samping. 

Kesimpulannya, kita juga bisa memanfaatkan ruang negatif untuk


memberikan kesan dan arti tertentu pada suatu komposisi. sebagai
tempat peristirahatan mata audiens ketika dapat mengenali maksud dari
ruang negatif tersebut.

Banyak yang suka mengabaikan ruang negatif, padahal masih bisa


memberikan sesuatu yang artistik.

Ruang dua dimensi dan tiga dimensi

Ruang dua dimensi memiliki bentuk visual yang tampak datar atau tidak
memiliki kedalaman, setiap mata yang melihat pasti mengasumsikanya
dua dimensi. hanya memiliki panjang dan lebar. 

Pada contoh diatas, gambar dua dimensi tampak datar dibangingkan 3


dimensi. padahal keduanya berada pada bidang yang sama. itu karena
tiga dimensi sudah diberikan sentuhan kedalaman. sentuhan ini bisa
berupa warna terang ke gelap atau arsiran pada ke arsiran tidak
padat.

Cara Menggunakan Prinsip Desain


Sebuah desain tidak mesti mengikuti aturan-aturan prinsip desain
diatas untuk menghasilkan yang sempurna. karena ada juga desain yang
berkualitas, walaupun mengabaikan satu atau lebih dari prinsip
desain.

Sumber : 99designs.ca/blog/tips/principles-of-design
Contoh sampul buku diatas merupakan karya Janet Hanson dalam buku
berjudul "The Bed Moved" ditulis oleh Rebecca Shiff. ini merupakan
salah satu sampul yang populer di tahun 2016.

Apakah anda merasa melihat keganjilan ? ketika melihat tulisan


"Theeb" kemudian dibawah ada Move" ? yang terlihat acak dan tak
beraturan. keduanya sudah jelas melanggar aturan Gerakan dan
Keselarasan pada desain.

Namun karena kepercayaan diri melalui skema warna yang Kontras dan
Pengulangan pada huruf warna pink, maka mata kita sangat udah
diarahkan ke "Judul buku" dan " Penulis buku". cobalah amati sendiri.

Informasi itulah yang ingin disampaikan oleh desainernya,. adapun


keganjilan yang kita lihat itu merupakan keberanian yang begitu
revolusioner dan bermanfaat. sehingga banyak orang yang
mempopulerkannya.
Unsur-unsur desain memang berperan penting. jika sedang mengerjakan
proyek, pikirkanlah beberapa dari prinsip yang ingin digunakan untuk
menanggulangi bentuk keseluruhan. setelah sudah menguasai prinsip
desain, barulah kita bisa bebas untuk melanggar beberapa aturan untuk
menciptakan gaya kita sendiri.