Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

BEGONIA SP

Dibuat untuk perysaratan bimbingan akademik mahasiswa baru (BAMBA)


Fakultas Pertanian Universitas Galuh Tahun Akademik 2020-2021

Disusun oleh:

ADE ARIF NURYANA


NIM : 50092000019

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS GALUH
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai
tanaman “BEGONIA SP”.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari
berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama
mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini. 
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian. 

Ciamis, September 2020

Penulis 

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................... 1
B. Manfaat .............................................................................................. 2
C. Tujuan................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Tanaman Begonia Sp.......................................................................... 3
B. Manfaat Tanaman Begonia Sp........................................................... 4
C. Klasifikasi Tanaman Begonia Sp....................................................... 6
D. Varietas  Tanaman Begonia Sp.......................................................... 6
E. Syarat Tumbuh Tanaman Begonia Sp................................................ 7
F. Budidaya Begonia Sp......................................................................... 9
G. Penanaman  Begonia Sp..................................................................... 9
H. Pengendalian Hama dan Penyakit Begonia Sp................................... 12

BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan......................................................................................... 14
B. Saran................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Begonia adalah salah satu kelompok tanaman hias yang memiliki jenis
yang sangat beraneka ragam. Tanaman hias ini sebenarnya sudah banyak
dipelihara di Indonesia, namun belum mendapatkan perhatian yang serius
dikalangan masyarakat, sehingga masih jarang yang membudidayakan secara
komersial. Walaupun sudah ada beberapa penjual menyediakan tanaman ini
namun belum menjadi prioritas penjualannya. Begonia memiliki bermacam-
macam jenis, banyak yang dibudidayakan atas dasar keindahan bunganya dan
yang lain karena keindahahan helaian daunnya. Bagi para kolektor tanaman
hias ini memiliki keunikan tersendiri dari warna daun, bentuk dan tekstrurnya
serta bunganya yang beraneka ragam warnannya .
Begonia pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 1777 yaitu
Begonia nitida, di sana begonia berkembang pesat ada ribuan jenis yang
sekarang dibudidayakan memperlihatkan warna-warna indah pada bunga dan
daunya. Penyebaran geografi begonia sangat terlokalisir, mereka asli dari
Mexico,Amerika Tengah dan Selatan, Asia dan Afrika Selatan. (Bailey L.H
1963.)
Keanekaragaman tanaman begonia dapat dikelompokan dalam group-
group tersendiri didasarkan pada sifat-sifat fisiknya yang sama atau memiliki
kekerabatan yang paling dekat. Pengelompokan tanaman begonia secara
deskriptif dapak dikelompokan dalam dua kelompok besar yaitu Begonia rex
dan Begonia bunga.Tanaman begonia yang dikelompokan dalam kelompok
Begonia rex adalah begonia yang dibudidayakan atas dasar keindahan
daunnya dan lebih dikenal dengan begonia eksotik, sedangkan kelompok
begonia bunga dikelompokkan atas dasar keindahan bungannya.
Di sini akan disampaikan secara khusus untuk jenis Begonia sp. Hal
ini didasarkan pada potensi untuk dibudidayakan secara komersial sebagai
pilihan budidaya tanaman hias yang menguntungkan. Oleh karena itu sangat

1
menarik sekali jika penulis mengangkat makalah ini mengenai Begonia sp
yang jarang diketahui oleh kebanyakan orang.

B. Manfaat
Makalah ini diharapkan bermanfaat dalam memberikan informasi dan
pengetahuan mengenai Begonia sp sehingga mampu menjadi rujukan bagi
pembaca yang ingin mencari informasi dan gambaran secaara umum tentang
tananaman Begonia sp.

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang tanaman Begonia sp.
2. Untuk mengetahui manfaat tanaman Begonia sp.
3. Untuk mengetahui klasifikasi tanaman Begonia sp.
4. Untuk mengetahui varietas tanaman Begonia sp.
5. Untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman Begonia sp.
6. Untuk mengetahui budidaya Begonia sp.
7. Untuk mengetahui penanaman Begonia sp.
8. Untuk mengetahui pengendalian hama dan penyakit Begonia sp.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tanaman Begonia Sp

Begonia merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di hutan-hutan basah


atau kadang ditanam sebagai tanaman hias. Begonia bisa tumbuh dengan baik
di tempat-tempat lembab, tanah berhumus, dan di tempat yang sedikit
ternaungi, mulai dari ketinggian 900 m sampai 2.300 m di atas permukaan laut.
Biasanya Begonia akan berbunga pada bulan Juni sampai bulan September.
Waktu panen yang tepat adalah bulan September hingga bulan November.
Bunga Begonia berasal dari Amerika Selatan. Ada dua macam begonia,
yaitu begonia daun dan begonia bunga. Begonia bunga, bentuk bunganya
sangat beragam dan cantik. Warna daun beragam dan tak semua berwarna
hijau. Ada yang perak, merah, ungu, dan variegata. Umumnya jenis variegata
berharga lebih mahal dari Begonia berdaun normal. Nama Begonia diberikan
oleh ahli botani, Charles Plumier..
Seiring trend tanaman hias yang kian meningkat, begonia pun naik
kasta. Sempat tak direspon karena keberadaanya yang tersebar di segala tempat
umum sampai hutan, kini Begonia kian merias diri. Seiring penggunaan media
tanam yang lebih esklusif, yaitu di dalam pot, Begonia pun mulai dilirik orang.

3
B. Manfaat Tanaman Begonia Sp
Manfaat tanaman Begonia, bukan hanya sebagai tanaman hias
melainkan sebagai tanaman obat juga diantaranya untuk mengatasi panas, Obat
sakit haid, dan untuk obat luka.
Umbi dan daun serta bunga adalah bagian-bagian yang diambil dan
kemudian dimanfaatkan khasiatnya, salah satunya sebagai bahan pengobatan
herbal.
1. Makanan dan Minuman
Daun dan bunga begonia dengan kandungan air rasa asam segar,
bisa dimanfaatkan sebagai pengganti acar. Ada pula yang mengolahnya
dengan membubuhi gula untuk dijadikan sebagai sirup asam yang sangat
enak dinikmati.
Di Jawa Barat, bahkan bunga begonia yang belum mekar sering
pula dijadikan bahan untuk dirujak.
2. Pengobatan Herbal
a. Sakit Tenggorokan
Bagian umbi tanaman begonia ini bisa dimanfaatkan sebagai
bahan obat sakit tenggorokan ataupun pharyngitis. Caranya dengan
membersihkannya terlebih dahulu, kemudian iris umbi begonia
sebanyak 15gram, dan tambahkan 300cc air, selanjutnya sila diblender
layaknya membuat juice. Air hasil blender itu silakan dipakai untuk
berkumur.
b. Haid Tak Teratur
Masih dengan umbi begonia, silakan menggunakannya
sebanyak 10gram dan ditambah dengan 15gram umbi rumput teki.
Serupa dengan cara pada sakit tenggorokan di atas, dilakan kedua
bahan ini dihancurkan sampai halus, bisa dengan cara menumbuknya
atau bisa pula dengan menumbuknya. Setelah itu silakan diseduh,
kemudian diminum setelah dingin

4
c. Keputihan
Untuk mengobati keputihan, silakan ambil umbi begonia
sebanyak 10gram bisa ditambah dengan 10gram kulit delima yang telah
kering. Keduanya dicampur lalu haluskan sebagaimana pada
pengobatan sakit tenggorokan dan haid tak teratur. Silakan seduh
bahan-bahan yang telah halus dan berair itu, selanjutnya konsumsi
selagi masih hangat.
d. Disentri
Untuk penyembuhan sakit disentri, silakan ambil sebanyak 15
gram herba begonia, sebanyak 30 gram patikan kebo, dan tambahi pula
dengan gula merah secukupnya. Semua bahan itu silakan direbus
dengan air secukupnya. Jika telah masak, silakan diminum air hasil
rebusan itu.
e. Rematik
Silakan ambil sebanyak 10 hingga 15gram daun begonia,
tambahi pula dengan 15gram jahe merah. Keduanya silakan direbus
menggunakan air sebanyak 400cc, dan sisakan menjadi 200cc. Air hasil
rebusan itu sila diminum selagi masih hangat.
f. Menghentikan Perdarahan
Umbi begonia bisa digunakan untuk menghentikan pendarahan
alias hemostatic. Caranya silakan mengambil sebanyak 10gram umbi
begonia dan juga 100gram akar rimpang teratai. Bahan-bahan itu
kemudian disatukan ke dalam panci dan direbus menggunakan 600cc
air, dan sisakan menjadi 300cc, silakan airnya diminum ketika sudah
dalam keadaan dingin.
g. Radang dan Bengkak
Untuk bengkak pun radang, kita bisa mengambil daun begonia.
Namun musti ditambah lagi dengan daun dewa serta daun sambiloto
secukupnya. Setelah dibersihkan, silakan haluskan daun-daun itu, yaitu
bisa dengan cara ditumbuk atau bisa pula dengan menggilingnya.
Hasil tumbukan pun gilingan daun yang telah halus itu sila manfaatkan

5
sebagai bobok alias ditempelkan pada bagian yang bengkak pun yang
mengalami peradangan.
Demikian mengenai khasiat dari tanaman begonia ini. Pada prinsipnya
pemanfaatan tumbuhan begonia serupa dengan pengobatan herbal lain, yaitu
akan cenderung menemukan hasil apabila tak hanya dilakukan sekali saja. Oleh
karenanya, sangat disarankan proses pengobatan ini dilakukan secara teratur.

C. Klasifikasi Tanaman Begonia Sp


Klasifikasi bunga begonia adalah ;
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom      : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi      : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                 : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas          : Dilleniidae
Ordo                  : Violales
Famili                : Begoniaceae
Genus                : Begonia
Spesies              : Begonia glabra Kuiz.Ex Pav

D. Varietas  Tanaman Begonia Sp


Begonia memiliki beberapa jenis diantaranya :
1. Begonia rex, merupakan yang paling dominan pada kelompok ini, varietas
yang ada diantaranya Presiden Carnot (daun warna hijau dan perak), Helen
Teupel(Merah, hijau dan merah muda) King Edward IV (ungu dan merah).
2. Begonia. masoniana, hampir mirip B.rex, tapi daunnya berkerut dan
bentuknya seperti hati
3. Begonia metallica, temasuk spesies yang tinggi, daun bagian atas hijau
metallic dan bagian bawah serta tulang daun berwarna merah.

6
4. Begonia festii = Begonia erythrophylla mempunyai daun berdaging dengan
warna daun bagian atas hijau dan bagian bawahnya merahvarietas Bunchii
mempunyai tepi daun keriting
5. Begonia boweri, bisa mencapai ketinggian 6-9 inci hibridanya Begonia
tiger dan Begonia Cleopatra = Begonia maphii, tanaman kecil dan
berbentuk semak, tinggi 6-9 inci dengan warna daun perunggu.
6. Begonia cleopatra = Mapple leaf begonia, daun dipenuhi dengan bulu-bulu
kecil warna putihbentuknya seperti daun mapel.
7. Begonia solanthera (daun berlilin) dan Begonia imperialis (daun
keunguan), keduanya termasuk begonia tipe pemanjat.
8. Begonia foliosa, memiliki daun oval yang mirip paku-pakuan.

E. Syarat Tumbuh Tanaman Begonia Sp


1. Cahaya 
Intensitas cahaya yang diperlukan berkisar antara 2000 – 2500 fc.
Begonia membutuhkan cahaya terang namun tidak boleh lansung kena
sinar matahari karena daun bisa terbakar dan akan muncul black nekrosis.
Tanaman ini akan toleran pada tingkat cahaya rendah. Sehingga untuk
tumbuh dengan baik perlu diberi naungan. Tanaman memanfaatkan energi
cahaya untuk membentuk karbohidrat, suatu senyawa yang kaya akan
energi dan unsur organik, proses pembentukannya disebut sebagai proses
fotosintesis yang melibatkan zat hijau daun (klorofil)
2. Suhu 
Begonia  akan tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 15 –
30 °C. Suhu berhubungan erat dengan cahaya matahari dan ketinggian
tempat. Jika suhu terlalu rendah bisa menghambat pertumbuhan tanaman
dan jika terlalu tinggi juga akan mengakibatkan tanaman mengalami
dehidrasi. Suhu idealnya jika memungkinkan kondisi hangat akan
mempercepat pertumbuhan. Suhu dibawah 20°C tanaman akan tumbuh
dengan baik namun warna daun yang dihasilkan akan cenderung dominan
hijau jadi warna-warna selain hijau yang dimiliki akan kurang nampak

7
,karena pada suhu ini tanaman lebih produktif menghasilkan klorofil. Suhu
antara 15 – 20 °C dianjurkan saat fase pertumbuhan awal. Namun setelah
tanaman dewasa dan siap untuk dipasarkan atau digunakan sebagai
pajangan kondisikan suhu lingkungan berada pada ±25 °C. Kondisi suhu
yang tinggi juga akan merusak warna daun, biasanya warnanya akan
memucat bahkan pudar.
3. Kebutuhan air 
Setiap tanaman membutuhkan air namun harus di atur dengan baik
dalam pemberiannya. Air merupakan pelarut dan pengangkut unsur hara
keseluruh bagian tanaman juga sebagai control terhadap suhu tubuh
tanaman itu sendiri. Begonia sangat rentan jika kondisi media berlebih air
karena akar dan rizoma didalam tanah akan mudah busuk. Pemberian air
sangat dianjurkan dengan system tetes, atau dapat pula dengan cara
merendam dasar pot dalam air ditempat yang dangkal, setelah air
mencapai permukaan tanah baru diangkat dan ditempatkan pada rak-rak
agar air yang berlebih dapat dibuang kembali.
4. Kelembaban Udara 
Kelembaban udara (rH) yang cocok untuk pertumbuhan Begonia
adalah diatas 50% namun diusahakan jangan terlalu tinggi karena akan
menyebabkan munculnya penyakit busuk tunas maupun busuk daun.
5. Unsur Hara 
Begonia untuk melangsungkan kehidupannya membutuhkan unsur
hara yang dapat diambil dari udara, air maupun tanah. Unsur yang relative
banyak dibutuhkan disebut unsur makro yang meliputi unsur N, P, K, Ca,
Mg, dan Sulfur. Sedangkan unsur lain yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit yang meliputi unsur Fe, Mn, Cu, Zn, Bo dan Mo yang disebut
unsur mikro. Kekurangan atau kelebihan salah satu unsur akan
menimbulkan ketidaknormalan pertumbuhan tanaman, yang ditunjukkan
dengan gejala-gejala yang nampak pada daun dan tunas-tunas baru
Begonia. 

8
F. Budidaya Begonia Sp
Perbanyakan Begonia
1. Perbanyakan dengan biji. Perbanyakan dengan biji pada umumnya
diterapkan pada jenis begonia yang berbunga, seperti Begonia
semperflorens. Cara perbanyakannya, petik buah yang sudah matang.
Biasanya ditandai dengan mekarnya bunga. Biji tersebut terletak dalam
bunga yang sudah mekar. Keluarkan biji lalu masukkan kedalam kantong-
kantong kertas. Keringkan dengan cara   menjemurnya selama 1-2 hri. Biji
disemai dalam pot berisi media kompos yang steril, lalu ditutup plastik.
Setelah 1-2 minggu atau bibit mulai keluar, plastik dibuka dan lakukan
penjarangan dengan memindahkan sebagian bibit ke polibag
lain.Perbanyakan dengan pemisahan anakan. Caranya pilih tanaman yang
memiliki anakan dalam jumlah banyak dan sebagian besar telah dewasa.
Sebelumnya, keluarkan tanaman induk dari wadah lama dan bersihkan dari
tanah yang masih menempel. Pemisahan harus dilakukan hati-hati agar
tidak banyak merusak akar.
2. Perbanyakan dengan setek batang. Perbanyakan ini dilakuan dengan cara
memotong tangakai yang telah dewasa. Tangkai dipotong sepanjang 5 cm
dari pangkal daun. Agar cepat tumbuh berikan zat perangsang tumbuh akar
seperti Atonik atau Rootone.
3. Perbanyakan dengan irisan daun. Perbanyakan ini dilakukan dengan cara
memotong satu lembar daun yang tua tetapi masih segar daun tersebut di
iris menjadi 4-6 bagian, membentuk segitiga. Arah irisan dari bagian
pangkal ke pinggir. Simpan ditempat teduh selama 2-3 minggu. Bila tinggi
tunas telah mencapai 5-7 cm, tunas dapat dipindahkan ke pot yang lebih
besar 2-3 hari kemudian.

G. Penanaman Begonia Sp
1. Penanaman. Penanaman Begonia  biasanya dilakukan pada saat
pemindahan anakan, penggantian media tanam maupun saat dilakukan
perbanyakan tanaman. Sebelum dilakukan penanaman perlu dipersiapkan

9
terlebih dahulu adalah pot, media tanam serta pecahan genteng atau batu
bata. Pot yang digunakan usahakan yang memiliki banyak lubang
didasarnya serta memiliki kaki agar pembuangan air berlebih mudah
dilakukan. Pecahan genteng/batubata sebagai dasar media diperlukan guna
menciptakan kondisi media tanam dengan drainase yang baik. Setelah
pecahan genteng diletakkan di dasar pot masukkan media tanam sampai
dengan ¾ bagian pot. Letakkan tanaman pada bagian tengah kemudian isi
kembali pot dengan media sampai penuh, usahakan akar tanaman tertutup
oleh media dan tangkai daun paling bawah diusahakan jangan tertutup
media. Setelah tanaman berdiri tegak siram media tanam dengan air hingga
permukaannya jenuh dengan air dan letakkan pot diatas rak sehingga air
yang berlebih akan mudah terbuang. Tempatkan tanaman pada kondisi
yang sejuk dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.
2. Media Tanam. Begonia akan tumbuh dengan baik jika media yang
digunakan terjamin kandungan haranya dan bebas dari hama dan penyakit.
Begonia membutuhkan media tanam yang gembur dan porous, sehingga
akar tanaman mudah menembus media saat mencari unsur hara serta jika
terjadi kelebihan air akan mudah mengalir keluar. Biasanya media yang
digunakan adalah campuran humus dengan sekam bakar dengan
perbandingan 1:1. Media tanam dapat dimodifikasikan dengan campuran
lain sesuai dengan kebutuhannya, misalkan agar lebih porous dapat
ditambahkan pasir vulkanik atau cocopet juga baik sebagai campuran
dalam media karena mampu mengabsorbsi jika terjadi kelebihan air.
3. Pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman yang baik yaitu dengan cara
pendekatan terhadap syarat hidup tanaman tersebut. Intinya bagaimana
menciptakan kondisi yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan tanaman.
Tindakan-tindakan budidaya perlu agar tanaman tumbuh dan berkembang
dengan baik diantaranya adalah :
a. Pemupukan. Begonia  cukup dipupuk dengan kandungan pupuk yang
seimbang antara unsur N, P dan K. Aplikasi pupuk dilakukan secara
hati-hati karena Begonia rex memiliki akar serabut di bagian rizomanya

10
yang sensitive. Jika sering dilakukan pemupukan akan terjadi
akumulasi garam pada area perakaran dan menyebabkan akar mudah
busuk. Aplikasi yang tidak hati-hati juga bisa menyebabkan daun
tanaman menjadi terbakar. Penggunaan humus dirasa cukup untuk
ketersediaan hara bagi tanaman begonia. Pemupukan dapat dilakukan 6
bulan sekali sekaligus saat penggantian media tanam, jika memang
diperlukan dapat digunakan pupuk kimia yang bersifaf slow release.
b. Sanitasi. Kebersihan lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan
tanaman yang sehat. Maksud dari sanitasi ini adalah pembersihan
sumber infeksi agar penyakit tidak berkembang. Dengan sanitasi ini
diharapkan akan memutus siklus hidup pathogen penyebab penyakit.
Sanitasi yang baik akan membantu sirkulasi udara sehingga tanaman
mudah mengabsorbsi zat-zat yang dibutuhkan untuk hidupnya. Sanitasi
pada budidaya tanaman hias Begonia rex dapat dilakukan dengan cara
membuang daun-daun tua atau yang sudah membusuk serta menjaga
kebersihan sekitar kebun agar tidak menjadi sumber penyakit .
c. Penggantian Media. Media tanam dapat diperbaharui setiap 6 bulan
sekali dengan menganti media lama dengan media baru. Penggantian
media ini dilakukan biasanya setelah enam bulan media tanam sudah
memadat sehingga aerasinya jelek serta unsur hara yang tersedia sudah
cenderung habis. Pada saat penggantian media tanam dapat sekaligus
dilakukan perbanyakan tanaman dari anakan yang ada serta membuang
bagian akar tanaman yang sudah mati.
d. Reporting. Kebanyakan Begonia  tidak membutuhkan pemangkasan
kecuali pertumbuhan batangnya (rizoma) terlalu panjang sehingga
penampilannya kurang menarik. Pemangkasan dilakukan selain
mempercantik tanaman juga sebagai sarana perbanyakan tanaman.
e. Penyiraman. Penyiraman dilakukan jika media tanam benar-benar
hampir mendekati kering, karena tanaman ini lebih tahan terhadap
kekeringan dibandingkan dengan kelebihan air. Penyiraman secara
berkabut cukup baik untuk meningkatkan kelebaban udara jika kondisi

11
panas atau kering. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari
karena jika dilakukan pada sore hari dimungkinkan genangan air pada
permukaan daun atau pada ujung-ujung daun masih ada sampai malam
hari. Genangan air tersebut akan memudahkan perkembangan pathogen
sehingga tanaman akan mudah terinfeksi penyebab penyakit tersebut.

H. Pengendalian Hama dan Penyakit Begonia Sp


1. Hama
a. Kutu Aphid. Hama ini muncul ditempat yang lembab dan basah,
biasanya hama ini menyerang bagian bawah kelopak bunga dan daun.
Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida.
b. Ulat. Biasanya menyerang bagian tengah atau ujung daun. Kerusakan
yang ditimbulkan hampir mirip dengan kerusakan yang diakibatkan
oleh keong.
c. Kutu putih. Gejala yang terlihat pada tanaman yang terinfeksi adalah
adanya titik atau spot berwarna kuning. Serangan yang mengganas
dapt menyebabkan seluruh daun menjadi kuning dan daun-daun yang
berada dibawah akan tertutupi oleh bubuk atau bulu berwarna hitam.
Kutu putih yang berada pada tahap dewasa dapat ditemukan dibagian
bawah daun yang terinfeksi. Pengendaliannya dapat menyemprotkan
insektisida secara rutin dua kali seminggu. Jika tingkat serangan kutu
masih rendah dapat menggunakan Antrakan. 
2. Penyakit
a. Xanthomonas campestris. Gejala umum seranganya adalah muculnya
bercak-bercak dan nekrosis pada daun. Tanaman yang terserang
penyakit ini harus segera dimusnahkan karena dapat menular ke
tanaman lain. Penyiraman tanaman pun dilakuakan dengan hati-hati
karena percikkannya airnya dapat menularkan penyakit ini.
b. Botrytis Blight (Botrytis cinera). Gejala serangan jamur ini biasanya
muncul pada bagian bawah daun akibat tanaman bersentuhan dengan
media tanam yang tidak bersih dari penyakit. Bagian tanaman yang

12
terkena jamur akan menjadi nekrosis dan berubah warna dari
kecokelatan hingga kehitaman. Patogen ini akan berkembang pada
kondisi yang dingin pada malam hari, udara hangat pada pagi dan
siang hari, dan kelembapan udara yang tinggi. Cara pengendaliannya
dengan menjaga agar tanaman tidak terlalu lembab dan terlalu basah
terutama pada malam hari. Selain itu tanaman dapat disemprotkan
fungisida.
c. Myrothecium Leaf spot (Myrothecium roridium). Gejala penyakit ini
muncul pada ujung daun dan pada daun yang rusak. Pada daerah
tanaman yang diserang akan muncul gejala nekrosis dengan warna
cokelat gelap dan berair. Pada permukaan bawah daun akan terbentuk
lingkaran putih. Cara pengendaliannya dengan menggunakan
fungisida, dan menghindari luka pada daun, serta menjaga sanitasi
lingkungan.
d. Busuk akar (Pytium sp.). Gejalanya tampak pada akar yang membusuk
dan daun yang menguning. Pembusukkan biasanya terjadi saat
tanaman yang diperbanyak menempel pada tanaman yang terinfeksi
oleh busuk akar. Karena itu sterilisasi alat pertanian sebelum
digunakan sangat diperlukan untuk mencegah busuk akar. Penggunaan
fungisida cukup efektif dalam mengendalikan busuk akar.
e. Bercak Southern (Sclerotium rolfsii). Patogen ini menyerang seuruh
bagian tanaman, tetapi yang biasanya terlihat pada bagian daun dan
batang. Biasanya batang tanaman menjadi berair terutama bagian yang
menyentuh tanah. Gejala lainnya miselium berwarna putih tumbuh
tidak rata dipermukaan daun atau media tanamdan membentuk pola
tertentu. Cara pengendaliannya dengan memusnahkan semua tanaman
yang mengalami gejala penyakit ini, dan menjaga kebersihan alat-alat
pertanian yang digunakan.

13
BAB III
KESIMPULAN

A. Kesimpulan
Begonia merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di hutan-hutan basah
atau kadang ditanam sebagai tanaman hias. Begonia bisa tumbuh dengan baik
di tempat-tempat lembab, tanah berhumus, dan di tempat yang sedikit
ternaungi, mulai dari ketinggian 900 m sampai 2.300 m di atas permukaan laut.
Biasanya Begonia akan berbunga pada bulan Juni sampai bulan September.
Waktu panen yang tepat adalah bulan September hingga bulan November.
Bunga Begonia berasal dari Amerika Selatan. Ada dua macam begonia,
yaitu begonia daun dan begonia bunga. Begonia bunga, bentuk bunganya
sangat beragam dan cantik. Warna daun beragam dan tak semua berwarna
hijau. Ada yang perak, merah, ungu, dan variegata. Umumnya jenis variegata
berharga lebih mahal dari Begonia berdaun normal. Nama Begonia diberikan
oleh ahli botani, Charles Plumier..
Seiring trend tanaman hias yang kian meningkat, begonia pun naik
kasta. Sempat tak direspon karena keberadaanya yang tersebar di segala tempat
umum sampai hutan, kini Begonia kian merias diri. Seiring penggunaan media
tanam yang lebih esklusif, yaitu di dalam pot, Begonia pun mulai dilirik orang.
Manfaat tanaman Begonia, bukan hanya sebagai tanaman hias
melainkan sebagai tanaman obat juga diantaranya untuk mengatasi panas, Obat
sakit haid, dan untuk obat luka.

B. Saran
Demikian mengenai khasiat dari tanaman begonia ini. Pada prinsipnya
pemanfaatan tumbuhan begonia serupa dengan pengobatan herbal lain, yaitu
akan cenderung menemukan hasil apabila tak hanya dilakukan sekali saja. Oleh
karenanya, sangat disarankan proses pengobatan ini dilakukan secara teratur.

14
DAFTAR PUSTAKA

Ludwig, J. A. and J. F. Reynolds. 1988. Statistical Ecology: A Primer on Method


and Computing. A Wiley- Interscience Publication. New York: John
Wiley and Sons, Inc.

Newman, M.F., P.T. Burgess, and T.C. Whitmore. 1998. Manuals of Dipterocarps
for Foresters: Sumatran Medium and Heavy Hardwoods. Jakarta : Centre
for International Foresty Research.

Odum, E. P. 1996. Dasar-Dasar Ekologi. Terjemahan Tjahjono Samingan. Gadjah

Mada University Press. Yogyakarta.

Schmidt, F. H. and J. H. A. Ferguson. 1951. Rainfall Type on Wet and Dry


Periode Ratios for Indonesia with Western New Guinea. Verh. No. 42.
Jakarta: Direktorat Meteorologi dan Geofisika.

Undang-Undang No. 5 tahun 1990. tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati


dan Ekosistemnya. Jakarta: Departemen Kehutanan.

15