Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA AN.

E DENGAN PENYAKIT OBESITAS


DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA REMAJA (REMAJA AKHIR)
DESA MOLAMAHU DUSUN ALIBOTU KECAMATAN PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
PROVINSI GORONTALO 2019/2020

DI SUSUN
OLEH :

POPY RAHAYU INAKU


2118008

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
GEMA INSAN AKADEMIK
MAKASSAR
2020
PENGKAJIAN KELUARGA

A. DATA UMUM
1. Nama KK : Tn S.
2. Usia KK : 40 Tahun
3. Alamat KK : Desa Molamahu Jln Trans Sulawesi Dusun Alibotu
4. Pekerjaan KK : Petani
5. Pendidikan KK : Sekolah Dasar (SD)
6. Komposisi Keluarga : 4 (Empat)

NO Nama Jenis Hub. Umur Pendi Status Imunisasi Ket.


Kelamin Kel. KK Dikan
BCG Polio DPT Hepatitis Campak
1. Tn. S LK KK 40 th SMP Sehat
2. Ny. M PR Istri 38 th SMP Sehat
3. An. E PR Anak 20 th SMA √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Obesitas
4. An. E PR Anak 16 th - Sehat
5. An. E PR Anak 3 th - Sehat

7. Genogram

58 60

41 39 38 20 19 41 40 38 28 21
1 99

20 16 3

Keterangan :
: Laki-laki : Garis Keturunan

: Perempuan x : Meninggal
: Garis Pernikahan : Tinggal Serumah
: Klien

8. Tipe Keluarga : Nuclear Family


9. Suku : Gorontalo
10. Agama           : Islam
11. Status ekonomi keluarga : Penghasilan keluarga kurang lebih Rp. 500.000,- per bulan
12. Aktivitas rekreasi keluarga : Menonton televisi

I. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini :
Anak tertua berusia 20 tahun, saat ini tidak kuliah (Nganggur). Jadi saat ini anak pada
tahap usia remaja akhir dengan tugas perkembangan terhadap remaja memelihara
komunikasi terbuka, memelihara hubungan intim dalam keluarga, mempersiapkan
perubahan sistem peran.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi :
Tidak ada tahap perkembangan keluarga sampai saat ini yang belum terpenuhi.
Namun, tugas keluarga yang belum dicapai saat ini adalah kurangnya pemeliharaan
komunikasi yang terbuka,hubungan intim dalam keluarga dan kurangnya persiapan
perubahan sistem peran.
3. Riwayat kesehatan keluarga inti :
Tn. S = Sehat
Ny. M = Sehat
An. E = Obesitas (Sejak umur 2 tahun sampai saat ini)
An. E = Sehat
An. E = Sehat
4. Riwayat keluarga sebelumnya
a. Apakah dalam keluarga terdapat anggota yang mempunyai penyakit fsisik maupun
mental dari pihaksitri/suami?
Tn. S Mengatakan tidak ada riwayat penyakit fisik maupun mental dalam keluarga
pihak istri maupun suami.
b. Apakah dalam keluarga mempunyai riwayat penyakit menurun dari pihak
istri/suami?
Tn. S Mengatakan Tidak ada riwayat penyakit menurun dari pihak istri maupun
suami.
c. Apakah di dalam keluarga terdapat riwayat penyakit menurun dalam keluarga?
Tn. S Mengatakan tidak ada riwayat penyakit menurun dalam keluarganya

II. DATA LINGKUNGAN


1. Karakteristik Rumah
a. Jenis rumah : Bantuan (rumah rehapan/ dilanjutkan)
b. Jenis bangunan : Permanen
c. Luas bangunan : 5x7
d. Status rumah : Pribadi
e. Atap rumah : Seng
f. Apakah di rumah terdapat jendela : Iya
g. Apakah jendela di buka setiap hari : Iya
h. Pencahayaan rumah : Bagus
i. Penerangan :
j. Lantai : Beton
k. Kebersihan dalam rumah : Kadang bersih, kadang tidak
l. Kebersihan halaman : Kadang bersih, Kadang tidak
m. Sumber air yang di gunakan oleh keluarga : PAM
2. Karakteristik tetangga dan komunitas
a. Tempat tinggal saat ini : Tn. M bertempat tinggal di desa dengan padat penduduk
b. Tempat tinggal saat ini berada di lingkungan : desa yang padat penduduk dan
lingkungan yang kurang bersih
c. Apakah ada aturan tentang pembuangan sampah di wilayah? Tn S mengatakan
belum ada aturan tentang pembuangan sampah
d. Apakah di lingkungan ini terdapat aktivitas sosial seperti PKK/ PENGAJIAN ? Tn. S
mengatakan bahwa ada kegiatan PKK dan pengajian. Tn S juga mengikuti
kegiatan tersebut
e. Mayoritas mata pencaharian masyarakat di lingkungan ini : Petani
f. Berapa jarak rumah dengan pelayanan kesehatan? Tn. S mengatakan jarak
rumahnya dengan puskesmas kurang lebih sekitar 13 km, dengan dokter sekitar
13 km, dank ke RSUD 20 km
g. Berapa jarak rumah dengan pasar? Tn. S mengatakan jarak rumahnya dengan
pasar sekitar 10 km
h. Berapa jarak rumah dengan apotik? Tn. S mengatkan jarak rumahnya dengan
apotik 15 km
i. Transportasi yang digunakan untuk mencapai fasiliotas umum yang tersedia?
Sepeda Motor
3. Mobilitas geografis keluarga
a. Apakah sebelumnya pernah pindah-pindah rumah?
Tn. S mengatakan sebelum menikah tinggal di rumah orang tuanya yang masih
berada di lingkungan sekitar rumahnya sekarang (selama 20th). Ny. M sebelum
menikah tinggal di rumah orang tuanya yang masih berada di sekitar lingkungan
rumah sekarang (selama 18th). Dan Tn. S mengatakan setelah menikah tidak
pernah pindah tempat tinggal dengan pekerjaan sebagai petani, Ny. M bekerja
sebagai ibu rumah tangga mengasuh ketiga anaknya dan An. E (20 th) membantu
ibunya membersihkan rumah dan menyetrika dan menjaga adik terakhirnya
sedangkan An. E (16th) masih sekolah SMP berangkat pagi hari dan pulangnya
sore hari.
b. Berapa lama tinggal di wilayah saat ini ?
Tn. S dan Ny. E tinggal di rumah sekarang selama 15th bersama anak-anaknya
c. Transportasi apa yang digunakan untuk melakukan aktifitas sehari-hari? Semua
anggota keluarga menggunakan sepeda motor
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
a. Apakah dalam keluarga besar ada perkempulan keluarga dalm periode tertentu?
Setiap sore pukul 5 keluarga mnyempatkan waktu untuk bercengkrama. Tidak ada
perkumpulan keluarga tertentu
b. Apakah keluarga ikut dalam kegiatan masyarakat?
Keluarga Tn. S semuanya terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Selain itu
keluarga Tn S selalu menghadiri undangan kegiatan ataupun acara masyarakat
setempat

III. STRUKTUR KELUARGA


1. Pola komunikasi keluarga
a. Bahasa apa yang di gunakan sehari-hari dalam keluarga?
Tn. S mengatakan di keluargaanya biasanya menggunakan bahasa gorontalo,
walaupun terkadang bercampur dengan bahasa Indonesia.
b. Apakah anggota keluarga menerima kritikan dari anggota keluarga lain?
Tn. S mengatakan dirinya tidak menerima kritikan kritikan dari istri maupun
anak-anaknya
c. Bagaimana pola komunikasi antar anggota keluarga?
Tn S mengatakan pola komunikasi antar keluarga terjalin dengan baik, saling
bercengkrama dan sering melakukan komunikasi
2. Struktur kekuatan keluarga
a. Jika ada anggota keluarga yang mempunyai perilaku menyimpang, siapa yang
mempengaruhi untuk merubah perilaku tersebut?
Tn S mengatakan untuk merubah perilaku adalah bersama-sama
b. Siapa yang mempunyai kekuasaan untuk mengambil keputusan?
Tn S mengatakan yang mengambil keputusan dalam keluarganya di putuskan
bersama istrinya
c. Apakah anggota keluarga berperan aktif dalam mengambil keputusan?
Tn S mengatakan dia bersama istrinya berperan aktif dalam mengambil
keputusan
3. Struktur Peran
a. Peran Tn S sebagai : Kepala Keluarga
b. Peran Ny. M sebagai : Istri Tn S dan Ibu rumah tangga
c. Peran An. E sebagai : Anak Pertama dan sebagai kakak
d. Peran An. E sebagai : Anak Kedua
e. Peran An. E sebagai : Anak Terakhir
4. Nilai dan Norma Keluarga
a. Kepercayaan yang di anut keluarga : Tn S mengatakan semua nggota
keluarganya menganut agama islam.
b. Apakah keluarga mempunyai suatu kepercayaan tertentu mengenai agama yang
mempengaruhi kesehatan?
Tn S mengatakan tidak ada suatu kepercayaan di dalam keluarga yang
mempengaruhi kesehatan.
c. Seberapa aktif anggota keluarga dalam melakukan ibadah?
Tn S mengatakan keluarganya jarang melakukan ibadah

IV. FUNGSI KELUARGA


1. Fungsi Efektif
a. Sejauh mana keluarga mengetahui kebutuhan anggota keluarga masing-masing?
Tn S mengatakan anggota keluarganya bisa mengerti kebutuhan masing anggota
keluarga.
b. Bagaimana perhatian antar anggota keluarga dan apakah mereka saling
mendukung?
Tn S mengatakan istri dan anak-anaknya jarang saling perhatian tapi jika ada
yang sakit seluruh anggota keluarganya saling membantu, dan memberikan
kasih sayang lebih
c. Apakah antar anggota keluarga akrab?
Tn S mengatakan bahwa istri dan anak-anaknya saling akrab satu sama lain
2. Fungsi Sosialisasi
a. Apakah anggota keluarga aktif mengikuti sosialisasi di masyarakat?
Tn S mengatakan bahwa Ny. M selalu mengikuti kegiatan sosial seperti PKK
b. Apakah setiap anggota keluarga mempunyai hubungan yang baik dengan
masyarakat sekitar?
Ny M mengatakan keluarganya secara keseluruhan menjalin hubungan yang bai
dengan masyarakat sekitar, tapi mereka beranggapan ada beberapa orang yang
memang tidak menyukai keluarganya namun mereka membiarkan hal itu,
mereka tidak menghiraukan hal tersebut
3. Fungsi perawatan kesehatan (mengenali masalah kesehatan yang di alami)
a. Mengenal masalah kesehatan
Tn S mengatakan keluarga sudah mengetahui masalah kesehatan yang terjadi
pada anaknya. Begitupun dengan pengobatannya. diantaranya dengan makan
yang teratur, olahraga tepat waktu dan sering bergerak.
b. Mengambil keputusan  mengenai tindakan kesehatan
Untuk masalah yang di alami An. E yaitu obesitas, membuat ibunya takut
sehingga berusaha semaksimal mungkin demi menurunkan BB anaknya.
c. Kemampuan merawat anggota keluarga yang sakit
Jika ada keluarga yang sakit Ny. M mengatakan yang merawat yaitu bergantian
namun yang lebih sering adalah Ny. M karena ketekunan yang di miliki dan
merawatnya dengan semampunya karena ekonomi yang kurang, tetapi karena
anaknya sudah obesitas dari kecil dan sudah terbiasa makan terus, malas
bergerak dan tidak olahraga sehingga menyebabkan susahnya menurunkan
Bbnya apalagi sudah 20th.
d. Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
Tn. S mengatakan untuk sanitasi di rumahnya sama tetangganya kurang bersih.
Ketidakmampuan keluarga Tn. S dalam memodifikasi lingkungan bisa terjadi
karena terbatasnya sumber-sumber keluarga diantaranya keuangan, dan kondisi
fisik rumah yang tidak memenuhi syarat.
e. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga
Bila ada anggota keluarga yang sakit keluarga selalu membawa anaknya ke
pueskesmas untuk tempat berobat, karena sudah ada JAMKESMAS dari
pemerintah jadi keluarga lebih mudah dalam berobat.

V. STRESS DAN KOPING KELUARGA


1. Stressor jangka panjang dan pendek : Tn S dan keluarga mengaku cemas dengan
kesehatan anggota keluarganya, yaitu anaknya yang mengalami Obesitas. Namun
keluarga tidak putus asa dan tidak terlihat menampilkan perilaku yang maladaftif
2. Kemampuan keluarga merespon terhadap situasi/stressor : Tn S mengatakan hanya
mengatasi dengan cara memenuhi diet dari anaknya dengan kebutuhan ekonomi yang
seadanya dan Selalu mengharapkan adanya petunjuk dan mengharapkan ridho Allah
dalam segala kejadian maupun masalah yang terjadi
3. Strategi koping yang di gunakan : Ny M mengatakan jika ada masalah mereka
membicarakannya dengan memusyawarahkan.
4. Strategi adaptasi fungsional
Bila anak “Pertama” sulit untuk dinasehati Ny. M kadang-kadang langsung masuk
kamar dan bila ada masalah berat Ny. M sering sakit kepala dan kadang-kadang
menangis tetapi bila masalah sudah dibicarakan bersama, biasanya Ny. M tenang
kembali. Dan Jika ada suatu masalah, keluarga Tn S berharap atas penyelesaian
senantiasa memohon petunjuk dari Allah SWT.

VI. PEMERIKSAAN FISIK


No Nama Umur Ttv Kepala Leher Dada Abdomen Ekstremitas

1. Tn. S 40th TD:120/ Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
80 mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan
mmHg hidung simetris kelenjar tidak ada bentuk
N:78x/M dan bersih, tiroid nyeri tekan
S: 36 C mulut (lidah
BB: 62kg gigi) bersih,
dan telinga
bersih dan
simetris.
2. Ny. M 38 th
TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
120/80 mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan
mmHg hidung simetris kelenjar tidak ada bentuk
N: 85x/M dan bersih, tiroid nyeri tekan
S: 36 c mulut (lidah
BB: 60 gigi) bersih,
Kg dan telinga
bersih dan
simetris.
3. An. E 20th TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
140/90 mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan
mmHg hidung simetris kelenjar tidak ada bentuk
RR: dan bersih, tiroid nyeri tekan
25x/M mulut (lidah
S: 36 c gigi) bersih,
BB: dan telinga
102kg bersih dan
simetris.
4. An. E 16 th
TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
120/80 mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan
mmHg hidung simetris kelenjar tidak ada bentuk
S: 36 C dan bersih, tiroid nyeri tekan
RR: mulut (lidah
22x/M gigi) bersih,
BB: 48 dan telinga
kg bersih dan
simetris.
5. An. E 3th TD: Rambut bersih, Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak ada
S: 36 C mata simetris, pembesaran wheezing kembung, kelainan
RR: hidung simetris kelenjar tidak ada bentuk
23x/M dan bersih, tiroid nyeri tekan
BB: 20kg mulut (lidah
gigi) bersih,
dan telinga
bersih dan
simetris.

VII. HARAPAN KELUARGA


Ketika Tn S dan Istrinya mengetahui bahwa anaknya mengalami obesitas, keluarga
berharap BB bisa turun sedikit demi sediki

LAPORAN HASIL PENGKAJIAN


KEPERAWATAN KELUARGA
BAB I TINJAUAN TEORI (LP) :
1. Definisi Kasus Utama
Obesitas didefinisikan sebagai suatu kelainan atau penyakit yang ditandai
dengan penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan.
2. Etiologi kasus utama
Obesitas dapat di sebabkan oleh beberapa faktor antara lain , keturunan,pola
makan, obat-obatan,psikososial ekonomi, aktivitas, pola pikir dan konsentrasi intake
makanan.
3. Tanda dan Gejala
Obesitas dapat terjadi pada semua golongan umur, akan tetapi pada anak
biasanya timbul menjelang remaja dan dalam masa remaja terutama anak wanita, selain
berat badan meningkat dengan pesat, juga pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat
(ternyata jika periksa usia tulangnya), sehingga pada akhirnya remaja yang cepat
tumbuh dan matang itu akan mempunyai tinggi badan yang relative rendah
dibandingkan dengan anak yang sebayanya.
Bentuk tubuh, penampilan dan raut muka penderita obesitas :
a. Paha tampak besar, terutama pada bagian proximal, tangan relatif kecil dengan
jari – jari yang berbentuk runcing.
b. Kelainan emosi raut muka, hidung dan mulut relatif tampak kecil dengan dagu
yang berbentuk ganda.
c. Dada dan payudara membesar, bentuk payudara mirip dengan payudara yang
telah tumbuh pada anak pria keadaan demikian menimbulkan perasaan yang
kurang menyenangkan.
d. Abdomen, membuncit dan menggantung serupa dengan bentuk bandul lonceng,
kadang – kadang terdapat strie putih atau ungu.
e. Lengan atas membesar, pada pembesaran lengan atas ditemukan biasanya pada
biseb dan trisebnya
Pada penderita sering ditemukan gejala gangguan emosi yang mungkin merupakan
penyebab atau keadaan dari obesitas.
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding
dada bisa menekan paru – paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak
nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.Gangguan
pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan
untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering
merasa ngantuk.
Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri
punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut
dan pergelangan kaki).Juga kadang sering ditemukan kelainan kulit.Seseorang yang
menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan
dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien
dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak.Sering ditemukan edema
(pembengkakan akibat penimbunan sejumlah cairan) di daerah tungkai dan
pergelangan kaki.
4. Patofisiologi
Makanan yang adekuat, yang di sertai dengan ketidak seimbangan antara intake
dan out put yang keluar – masuk dalam tubuh akan menyebabkan akumulasi timbunan
lemak pada jaringan adiposa khususnya jaringan subkutan. Apabila hal ini terjadi akan
timbul berbagai masalah, diantaranya
Timbunan lemak pada area abdomen yang emnyebabkan tekanan pada otot-otot
diagfragma meningkat sehingga menggagu jalan nafas , BB yang berlebihan
menyebabkan aktifitas yang terganggu sehingga mobilitas gerak terbatasi dan timbul
perasaan tidak nyaman, obat-obatan golongan steroid yang memicu nafsu makan tidak
terkontrol mengakibatkan perubahan nutrisi yang berlebih, dan krisis kepercayaan diri
karena timbunan lemak pada tubuh telah mengubah bentuk badannya.
5. Pentalaksanaan Medis
Penatalaksanaan Obesitas dianjurkan agar melalui banyak cara secara bersama-sama.
Terdapat banyak pilihan antara lain:
a. Gaya hidup
Perubahan perilaku dan pengaturan makan.Prinsipnya mengurangi asupan kalori
dan meningkatkan keaktifan fisik, dikombinasikan dengan perubahan perilaku.Kata
pepatah Cina kuno “makan malam sedikit akan membuat Anda hidup sampai
sembilan puluh sembilan tahun”.Pertama usahakan mencapai dan mempertahankan
BB yang sehat.Konsumsi kalori kurang adalah faktor penting untuk keberhasilan
penurunan BB. Pengaturan makan disesuaikan dengan banyak faktor antara lain
usia, keaktifan fisik. Makan jumlah sedang makanan kaya nutrien, lemak rendah dan
kalori rendah.Pilih jenis makanan dengan kepadatan energi rendah seperti sayur-
sayuran dan buah-buahan, jenis makanan sehat, jenis karbohidrat yang berserat
tinggi, hindari manis-manisan, kurangi lemak. Awasi ukuran porsi, dan hitung kalori
misalnya makanan yang diproses mengandung lebih banyak kalori daripada yang
segar. Perbanyak kerja fisik, olahraga teratur, dan kurangi waktu nonton TV.
b. Bedah bariatrik
Di Amerika Serikat cara ini dianjurkan bagi mereka dengan IMT 40 kg/m2 atau
IMT 35,0-39,9 kg/m2 disertai penyakit kardiopulmonar, DM t2, atau gangguan gaya
hidup dan telah gagal mencapai penurunan BB yang cukup dengan cara non-
bedah. (NIH Consensus Development Panel pada tahun 1991). Kemudian pada
tahun 2004 ASBS Consensus menganjurkan juga cara ini untuk mereka dengan IMT
30,0–34,9 kg/m2 dengan keadaan komorbid yang dapat disembuhkan atau
diperbaiki secara nyata. Dapat diharapkan penurunan BB maksimal 21–38%.
c. Obat-obat anti obesitas
Ada obat yang mempunyai kerja anoreksian (meningkatkan satiation,
menurunkan selera makan, atau satiety, meningkatkan rasa kenyang, atau
keduanya), contohnya Phentermin.Obat ini hanya dibolehkan untuk jangka
pendek.Orlistat menghambat enzim lipase usus sehingga menurunkan pencernaan
lemak makanan dan meningkatkan ekskresi lemak dalam tinja dengan sedikit kalori
yang diserap. Sibutramine meningkatkan statiation dengan cara menghambat
ambilan kembali monoamine neurotransmitters (serotonin, noradrenalin dan sedikit
dopamin), menyebabkan peningkatan senyawa-senyawa tersebut di hipotalamus.
Rimonabant termasuk kelompok antagonuis CB1, yang menghambat ikatan
cannabinoid endogen pada reseptor CB1 neuronal, sehingga menurunkan selera
makan dan menurunkan BB.Orlistat, sibutramin dan rimonabant dapat dipergunakan
untuk jangka lama dengan memperhatikan efek sampingnya; rimonabant masih
ditunda di Amerika Serikat.Sayangnya obat-obatan tersebut tiada yang dapat
memenuhi harapan dan kebutuhan orang.Oleh karena itu industri farmasi masih
mengembangkan banyak calon obat baru.
d. Balon Intragastrik
Balon Intragastrik adalah kantung poliuretan lunak yang dipasang ke dalam
lambung untuk mengurangi ruang yang tersedia untuk makanan.
e. Pintasan Usus
Pintasan usus meliputi penurunan berat badan dengan cara malabsorbsi.
Tindakan ini kadang-kadang dilakukan dengan diversi biliopankreatik, yang
memerlukan reseksi parsial lambung dan eksisi kandung empedu dengan transeksi
jejunum .jejunum proksimal dianastomosiskan (dihubungkan melalui pembedahan)
ke ilium distal, dan jejunum distal dianastomosiskan ke bagian sisa dari lambung.

BAB II TINJAUAN KASUS


1. Pengkajian
Perawat P melakukan pengkajian di temukan data sebagai berikut :
Sebuah keluarga keluarga yang terdiri dari Tn. S tinggal bersama anggota keluarga yang
terdiri dari Istrinya Ny. M (38th) dan Anak Pertamanya An. E (20th), Anak kedua An. E
(16th) dan anak terakhirnya An. E (3th). Ibu M adalah Ibu Rumah Tangga yang
berpendidikan terakhir sekolah dasar (SD). Bapak S bekerja sebagai Petani. Berdasarkan
pengakuan Ibu M bahwa Anaknya (An. E 20 th) sering makan sampai 3-4x dalam sehari,
dan tidak sering beraktifitas, jika di tegur malah marah. Dari Hasil Obeservasi perawat P
anak tersebut terlalu besar sehingga susah untuk bergerak.
2. Analisa Data, Diagnosa Keperawatan dan Scoring
ANALISA DATA
N Data Masalah
o
1. DS : Obesitas
Ny. M mengatakan bahwa An. E Berat badan lebih
makan 3-4x dalam sehari, dan
sering makan dari kecil sampai
sekarang di lanjutkan dengan
menonton tv sambil main gadget,
terus tidur. An. E mengatakan suka
makan bakso, cilok. Ny. M
mengatakan tidak ada keturunan
yang obesitas. Tn S mengatakan
tidak pernah berolahraga

DO :
An. E (20th)
TD =
RR = 23x/ Menit
TB = 150 cm
BB = 102 Kg
IMT = 53,3 (Obesitas Level 2)

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Obesitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit
2. Berat badan lebih berhubungan dengan kurang aktifitas harian

SCORING
1. Obesitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang sakit
N KRITERIA SCORE PEMBENARAN
O
1. Sifat Masalah : 2/3x1 = 2/3 Masalah obesitas pada
- Tidak/Kurang sehat (3) anak pertama Tn. S
- Ancaman Kesehatan (2) sudah terjadi, gejala
- Keadaan Sejahtera (1) yang mendukung yaitu
IMT >27 kg/m², tebal
lipatan kulit trisep >25
mm, berat badan yang
lebih dari waktu kecil
dan bentuk tubuh yang
berbeda dari yang lain
sehingga menyebabkan
Ancaman Kesehatan
pada keluarga
2. Kemungkinan masalah 1/2x2 = 1 Sebagian masalah
dapat di ubah : dapat di ubah dengan
- Mudah (2) tindakan keperawatan
- Sebagian (1) dan perubahan
- Tidak dapat (0) perilaku, pola makan,
mengurangi asupan
kalori dan
meningkatkan keaktifan
fisik.
3. Potensi masalah untuk di 2/3x1 = 2/3 Masalah dengan
cegah : obesitas sudah terjadi,
- Tinggi (3) membutuhkan waktu
- Cukup (2) yang lama untuk
- Rendah (1) menurunkan berat
badan dgn
menghilangkan
kebiasaan makan
4. Menonjolnya Masalah : 0/2x1 = 0 Keluarga mengatakan
- Masalah berat Harus sudah berusaha untuk
segera di tangani (2) mengajak anaknya
- Ada masalah tetapi tidak makan yang sehat dan
perlu segera di tengani mengajak olahraga
(1) serta banyak
- Masalah tidak dirasakan beraktifitas tapi anak
(0) menolak
Total score : 1 4/3

1. Berat badan lebih berhubungan dengan kurang aktifitas harian


N KRITERIA SCORE PEMBENARAN
O
1. Sifat Masalah : 2/3x1 = 2/3 Masalah berat badan
(Ancaman Kesehatan) lebih sudah terjadi,
yang di derita anak dari
Tn. S karena kurang
beraktifitas, sering
mengemil habis makan
dan memiliki IMT
>25kg/m² dan tebal
pada lipatan kulit trisep
>25 mm
2. Kemungkinan masalah 1/2x2 = 1 Sebagian masalah
dapat di ubah : dapat di ubah dengan
(Sebagian) tindakan keperawatan
dan banyak aktifitas,
mengurangi kebiasaan
setiap habis makan
mengemil lagi
3. Potensi masalah untuk di 2/3x1 = 2/3 Berat badan lebih
cegah : dengan IMT >25kg/m²
(Rendah) membutuhkan waktu
yang cukup lama
4. Menonjolnya Masalah : 0/2x1 = 0 Masalah yang di derita
(Masalah tidak di rasakan) tidak di rasakan karena
anak begitu cuek
dengan apa yang
terjadi pada dirinya
tersebut
Total score : 1 4/3

PERENCANAAN
NO Dx Kep Tujuan Rencana Evaluasi Perencanaan
Umum Khusus Kriteria Standar
1. Obesitas berhubungan Setelah Setelah Respon Obesitas ini Memberikan
dengan mendapatkan dilakukan Verbal merupakan penjelasan
ketidakmampuan perawatan tindakan keadaan kesehatan
keluarga dalam selama 2x 24 keperawatan kelainan tentang
merawat anggota jam di harapkan dalam 2x atau Obesitas yang
keluarga yang sakit partisipasi dalam pertemuan penyakit di alami oleh
diet dapat di dalam 2 yang anak,
tingkatkan minggu selama ditandai Mengidentifika
dengan kriteria 50 menit dengan si kondisi
hasil: keluarga penimbunan kesehatan
1. 162205 mampu jaringan pasien yang
Memilih porsi mengenal lemak dapat
yang sesuai masalah tubuh mempengaruhi
dengan diet tentang secara berat badan,
yang di Obesitas pada berlebihan Menjelaskan
tentukan An. E dan sehinggany kepada
2. 162207 mampu a diperlukan keluarga
Menghindari merawat An. E 1. Menentu tentang diet
makanan dan dengan kan yang sehat
minuman Kriteria: keingina kepada anak,
yang tidak 1. Makan n pasien Memberikan
diperbolehkan sesuai dan penjelasan
dalam diet dengan diet memotiv kepada orang
yang di asi untuk tua mengenai
tentukan. mengura makanan yang
2. Mengurangi ngi berat sehat kepada
porsi badan anak.
makan atau
sesuai lemak
anjuran tubuh
diet 2. Menentu
kan
bersama
pasien
jumlah
penurun
an
badan
yang di
inginkan
2. Berat badan lebih Setelah di Setelah di Respon Berat badan Memberikan
berhubungan dengan lakukan tindakan lakukan Verbal lebih ini penjelasan
kurang aktifitas harian keperawatan tindakan merupakan kesehatan
selama 1 bulan keperawatan masalah tentang
keluarga Tn. S selama 3x yang masalah yang
khusunya An. E pertemuan menyebabk di alami,
di harapkan keluarga Tn. S an Menjelaskan
partisipasi dalam khususnya An. beberapa kepada
latihan dapat di E dapat penyakit. keluarga dalam
tingkatkan mengenal Memfasilitas kegiatan
dengan criteria masalah Berat i aktifitas pengeluaran
hasil : badan lebih fisik secara energy
1. 163307 dengan teratur setidaknya tiga
menyeimbang kriteria: untuk kali seminggu,
kan aktivitas 1. Sering meningkatk Mendorong
sehari-hari melakukan an/ pengganti
dengan aktifitas mempertah kebiasaan
olahraga 2. Olahraga ankan yang tidak di
2. 163309 atau kesehatan inginkan
Melakukan melakukan dengan dengan
olahraga senam tingkat kebiasaan
dengan tepat kebugaran baik,
1. Melakuk Menetapkan
an tujuan realistis
latihan mingguan
bersama untuk
, dengan menurunkan
aktifitas berat badan
tertentu
2. Memberi
kan
informas
i
mengen
al
jumlah
energy
yang di
keluarka
n
dikaitkan
dengan
kegiatan
fisik

IMPLEMENTASI
No TGL/WAKTU DIAGNOSA KEP IMPLEMENTAS RESPON TTD
I
1. 06 Juni 2020 Obesitas - Memberikan 10:00-11:00
10:00 berhubungan dengan penyuluhan Ds:
ketidakmampuan dalam merawat - An. E
keluarga dalam anggota mengatakan
merawat anggota keluarga yang belum mampu
keluarga yang sakit sakit diet begitu
- Memberikan karena masih
motivasi pada tergoda dengan
pasien jajanan di luar
- Menggali sana
wawasan - Keluarga
keluarga mengatakan,
tentang yaitu:
penatalaksanaa Menurunkan BB
n obesitas Hindari stress
Olahraga
teratur
- An. E
mengatakan :
Makan buah
sama sayuran
Makan yang
rendah kalori
Do:
- Tersenyum
- Mendengar
- An. E fokus
mendengar

2. 08 Juni 2020 Berat badan lebih - Menggali fikiran 12:00-13:00


12:00 berhubungan dengan keluarga Ds: keluarga
kurang aktifitas tentang diet, mengatakan yang
harian makanan dan di larang dalam
olahraga yang makanan untuk
di anjurkan diet yaitu daging
- Menjelaskan dan makanan
makanan yang yang berlemak
di anjurkan dan lainnya serta
di larang berolahraga
1. Di anjurkan: dengan tepat
Buah seperti waktu dan tidak
apel, papaya tidur terus
dll Do: keluarga
2. Tidak di memperhatikan
anjurkan: dan tersenyum
Kurangi gula Ds: An. E dan
dan garam keluarga
dan buat mengaku baru
jadwal makan mengetahui
dan olahraga manfaat rumput
yang teratur laut
senam Tae Bo
- Memberikan
edukasi rumput
laut sebagai
bahan makanan
kaya serat
untuk penderita
diabetes

EVALUASI
NO HARI/TGGL DX KEP EVALUASI
1. Kamis/ 18 Juni 2020 Obesitas berhubungan S: An. E mengatakan belum bisa
16: 00 dengan ketidakmampuan menjalani diet kalori. Ny. M
keluarga dalam merawat mengatakan dukungan untuk diet
anggota keluarga yang diberikan terus kepada anaknya
sakit namun godaan jajanan di luar
rumah menghambat hal tersebut.
An. E mengatakan ingin di belikan
rumput laut oleh ibunya tapi
belum di belikan karena di pasar
lagi kosong
O: BB sebelumnya = 102 Kg
BB saat ini = 103 Kg
Pola makan seperti biasa (jajan
cilok, bakso dan sering mengemil
setelah makan), olahraga belum
seimbang/rutin
A: Masalah belum teratasi/Belum
tercapai
P: lanjutkan program diet,
berikan makanan yang sehat dan
jelly rumput laut serta dukungan
dari keluarga
2. Sabtu/20 Juni 2020 Berat badan lebih S: An. E mengatakan siap
13:00 berhubungan dengan melakukan senam tersebut dan
kurang aktifitas harian ibunya juga sudah mengajarkan
senam seperti yang di anjurkan
dengan menggunakan youtube
O: An. E merasa kesulitan di
gerakan setengah jongkok,
karena keseimbangan tubuh
kurang. Gerakan yang di lakukan
kurang energik sehingga keringat
di keluarkan tubuh tidak banyak.
BB sebelum senam 103kg
BB sesudah senam 3x/minggu
100kg
Anak masih sering bermain
gadget dan sambil tiduran, sudah
ada kemauan untuk berolahraga
walaupun dengan teguran ibunya
A: Masalah belum teratasi
P: Lanjutkan latihan senam Tae
Bo, Dan memberikan variasi
senam lainnya (Aerobik) sertas
menganjurkan olahraga lain
seperti berenang
DAFTAR PUSTAKA

Ackley, B. J., Ladwig, G. B., & Makic, M. B. F. (2017). Nursing Diagnosis Handbook, An
Evidence-Based Guide to Planning Care. 11th Ed. St. Louis: Elseiver.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2014). Nursing Diagnosis Definitions And Classification 2015-
2017. 10th Ed. Oxford: Wiley Blackwell.
Dickson-Spillman, M., & Siegrist, M. (2010). Consumers’ Knowledge of Healthy Diets and
Correlation With Dietary Behavior. Jurnal of Human Nutrion and Dietetics, 24 (1), 54-60.