Anda di halaman 1dari 6

INSENTIF PERPAJAKAN

Pemerintah memberikan Stimulus Fiskal Jilid II untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan
produktivitas sektor industri tertentu dalam mengurangi dampak wabah COVID-19.

Berikut adalah insentif-insentif perpajakan yang diberikan kepada masyarakat:

PPh Pasal 21

Insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah untuk penghasilan yang diterima pegawai dengan
kriteria:

 Pegawai yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.062 bidang
industri tertentu, perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
(KITE), dan pada perusahaan di kawasan berikat. Rincian industri, contoh penghitungan, tata
cara pengajuan, serta format laporan realisasi pemanfaatan fasilitas dapat dilihat di PMK
Nomor 44/PMK.03/2020.

 Memiliki NPWP; dan

 Penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur dan disetahunkan tidak lebih dari
Rp200.000.000.

Pemberi kerja yang mendapatkan fasilitas ini wajib menyampaikan laporan bulanan realisasi PPh
Pasal 21 DTP.

PPh pasal 21 Ditanggung Pemerintah berlaku sejak masa pajak disampaikannya pemberitahuan
sampai dengan masa pajak September 2020.

Dengan adanya insentif ini, pegawai akan menerima penghasilan penuh tanpa ada potongan pajak.

Untuk dapat memanfaatkan insentif ini mulai masa pajak April 2020 maka surat pemberitahuan
diajukan paling lambat 20 Mei 2020.

PPh Pasal 22

Pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22 Impor bagi Wajib Pajak dengan kriteria:

 Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 431 bidang industri tertentu;
 Telah ditetapkan sebagai perusahaan yang mendapatkan fasilitas KITE (Kemudahan Impor
Tujuan Ekspor),

 pada perusahaan di kawasan berikat

Wajib pajak harus mengajukan permohonan Surat Keterangan Bebas Pemungutan (SKB) PPh Pasal
22 Impor secara tertulis atau melalui saluran lain kepada Kepala KPP tempat wajib pajak pusat
terdaftar.

Jangka waktu pembebasan berlaku sejak tanggal SKB diterbitkan sampai dengan 30 September
2020.

Rincian industri, contoh penghitungan, tata cara pengajuan, serta format laporan realisasi
pemanfaatan fasilitas dapat dilihat di PMK Nomor 44/PMK.03/2020.

PPh Pasal 25

Pengurangan angsuran PPh Pasal 25 bagi Wajib Pajak dengan kriteria:

 Wajib pajak yang bergerak di salah satu dari 846 bidang industri tertentu;

 Telah ditetapkan sebagai perusahaan yang mendapatkan fasilitas KITE (Kemudahan Impor
Tujuan Ekspor)

 Perusahaan di kawasan berikat

Pengurangan adalah sebesar

30%
 

Wajib pajak harus melakukan pemberitahuan pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 secara
tertulis kepada Kepala KPP tempat Wajib Pajak terdaftar

Jangka waktu pengurangan berlaku sejak masa pajak pemberitahuan disampaikan, sampai dengan
masa September 2020.

Rincian industri, contoh penghitungan, tata cara pengajuan, serta format laporan realisasi
pemanfaatan fasilitas dapat dilihat di PMK-44/PMK.03/2020.
Untuk dapat memanfaatkan insentif ini mulai masa pajak April 2020 maka surat pemberitahuan  paling
lambat diajukan tanggal 15 Mei 2020.

Pajak Pertambahan Nilai

 Restitusi PPN dipercepat bagi PKP berisiko rendah dengan kriteria:

 Bergerak di salah satu dari 431 bidang infrastruktur tertentu;

 Telah ditetapkan sebagai perusahaan yang mendapatkan fasilitas KITE (Kemudahan Impor
Tujuan Ekspor);

 Perusahaan di Kawasan Berikat

yang menyampaikan SPT Masa PPN lebih bayar restitusi dengan jumlah lebih bayar paling banyak
Rp5 miliar, tanpa persyaratan melaukan kegiatan tertentu seperti melakukan ekspor barang atau jasa
kena pajak, penyerahan kepada pemungut PPN, atau penyerahan yang tidak dipungut PPN.

SPT Masa PPN yang mendapat fasilitas ini mulai dari April-September 2020.

Pengembalian pendahuluan lebih bayar PPN dilakukan sesuai dengan tata cara pengembalian
pendahuluan kelebihan pembayaran pajak.

Rincian industri, contoh penghitungan, tata cara pengajuan, serta format laporan realisasi
pemanfaatan fasilitas dapat dilihat di PMK Nomor 44/PMK.03/2020. 

Fasilitas Pajak Alat Kesehatan Dan Pendukungnya

Insentif PPN

 PPN tidak dipungut atas impor BKP oleh pihak tertentu


 PPN ditanggung pemerintah atas penyerahan BKP dan JKP oleh PKP kepada pihak tertentu
 PPN ditanggung pemerintah atas pemanfaatan JKP dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean oleh pihak tertentu
 

Insentif PPh

 Pembebasan dari pemotongan PPh Pasal 21 (tanpa SKB) kepada Wajib Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri atas imbalan jasa yang diperoleh dari pihak tertentu
 Pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22 Impor (tanpa SKB) atas impor dan/atau PPh
Pasal 22 (dengan SKB) atas pembelian barang oleh pihak tertentu

 Pembebasan dari pemungutan PPh Pasal 22 (dengan SKB) atas penjualan barang yang
dilakukan oleh pihak ketiga kepada pihak tertentu

 Pembebasan dari pemotongan PPh Pasal 23 (dengan SKB) kepada wajib pajak badan Dalam
Negeri dan BUT atas imbalan jasa yang diperoleh dari pihak tertentu

Barang dan jasa yang dinyatakan perlu untuk penanganan COVID-19

Barang berupa:

 Obat-obatan
 Vaksin
 Alat laboratorium
 Alat pendeteksi
 Alat pelindung diri
 Alat perawatan pasien
 Alat pendukung lainnya
 

Jasa berupa

 Jasa konstruksi
 Jasa konstruksi, teknik, dan manajemen
 Jasa persewaan
 Jasa pendukung lainnya
 

Pihak yang berhak mendapat fasilitas ini

 Badan/Instansi Pemerintah
 Rumah Sakit rujukan
 Pihak Lain
yang ditunjuk untuk melakukan atau membantu penanganan COVID-19
Insentif Pajak Untuk UMKM

Pelaku UMKM mendapat fasilitas pajak penghasilan final tarif 0,5% (PP 23/2018) yang ditanggung
pemerintah.

Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak dan pemotong atau
pemungut pajak tidak melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan
pembayaran kepada pelaku UMKM.

Syarat:

 Pelaku UMKM telah mendapatkan Surat Keterangan PP 23 (dapat diajukan secara online
melalui login pada www.pajak.go.id, pilih layanan, lalu pilih info KSWP. Pada bagian "Profil
Pemenuhan Kewajiban Saya" pilih Surat Keterangan PP 23).

 Membuat realisasi PPh Final DTP setiap masa pajak.

Untuk dapat memanfaatkan insentif ini mulai masa pajak April 2020, permohonan surat
keterangan paling lambat diajukan 20 Mei 2020.

Cara Pengajuan Insentif

Seluruh fasilitas di atas dapat diperoleh dengan menyampaikan pemberitahuan atau mendapatkan
keterangan secara online di www.pajak.go.id dengan langkah sebagai berikut:

 Login ke www.pajak.go.id

 Masuk ke menu layanan

 Pilih Info KSWP

 Sroll ke bawah menuju Profil Pemenuhan Kewajiban Saya

 Pilih fasilitas yang ingin dimanfaatkan

Cara Pelaporan Realisasi Pemanfaatan Insentif

Pelaporan realisasi insentif covid-19 dapat dilakukan melalui login pada www.pajak.go.id dan silakan
ikuti langkah-langkah berikut:

 Login pada www.pajak.go.id

 Jika wajib pajak belum pernah mengakses aplikasi eReporting Insentif Covid-19, maka ikuti
langkah-langkah berikut terlebih dahulu:
o Masuk ke tab profil

o Pilih aktivasi fitur layanan

o Cek eReporting Insentif Covid-19

o Klik Ubah, aplikasi akan meminta untuk logout.

o Silakan login kembali dan lanjutkan ke langkah nomor 3.

 Pilih tab Layanan

 Klik eReporting Insentif Covid-19

 Klik tambah untuk memilih laporan yang dibutuhkan

 Pilih jenis laporan sesuai yang Anda butuhkan