Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Kepemimpinan Administrator


Angkatan : III
Mata Pelatihan : Bela Negara Kepemimpinan Pancasila
Nama Peserta : M. Kendy Lenggana, S.T., M.M.
Nomor Daftar Hadir : 26
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : UPT Diklat BKPSDM Kota
Lubuklinggau

A. Pokok Pikiran
Kualitas dan kapasitas kepemimpinan merupakan fitur pokok yang wajib
di miliki oleh SDM dalam suatu organisasi. Dalam konteks pelatihan
kepemimpinan bagi ASN, dapat mengacu pada kepada nilai-nilai dasar
bela Negara serta memenuhi pejabat administrator yang menjamin
terlaksananya akuntabilitas jabatan administrator yang merupakan
kemampuan dalam memimpin pelaksanaan kegiatan yang dilakukan
oleh pejabat pengawas dan pelaksana dalam memberikan pelayananan
publik sesuai Standar Operasional Prosedur dan terselenggaranya
peningkatan kinerja secara berkesinambungan.

Berdasarkan Penjelasan Umum UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur


Sipil Negara (UU ASN), dalam rangka mencapai tujuan nasional
sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan UUD Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, diperlukan ASN yang profesional,
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi
masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan
dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Untuk mewujudkan tujuan nasional, dibutuhkan Pegawai ASN. Pegawai


ASN diserahi tugas untuk melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas
pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu. Tugas pelayanan
publik dilakukan dengan memberikan pelayanan atas barang, jasa,
dan/atau pelayanan administratif yang disediakan Pegawai ASN.

Adapun tugas pemerintahan dilaksanakan dalam rangka


penyelenggaraan fungsi umum pemerintahan yang meliputi
pendayagunaan kelembagaan, kepegawaian, dan ketatalaksanaan.
Sedangkan dalam rangka pelaksanaan tugas pembangunan tertentu
dilakukan melalui pembangunan bangsa (cultural and political
development) serta melalui pembangunan ekonomi dan sosial
(economic and social development) yang diarahkan meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat.

Berdasarkan Pasal 11 UU ASN, tugas Pegawai ASN adalah sebagai


berikut:
1. melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
1. memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas;
dan
2. mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Perwujudan kepemimpinan nasional merupakan syarat untuk


dimungkinkannya pencapaian cita-cita nasional. Ini ditentukan oleh
adanya persepsi, wawasan dan profesionalisme yang diatur melalui
peraturan perundang-undangan, kebijaksanaan teknis dan
kebijaksanaan operasional yang menjadi tanggung jawabnya baik secara
struktural maupun fungsional. Dengan kata lain bahwa dibutuhkan
kepemimpinan nasional yang efektif untuk dapat mengendalikan jalannya
organisasi bangsa dalam bentuk negara, sehingga negara dapat
dipertahankan untuk berada pada jalur yang benar (on the track).
Contoh kasus pada unit kerja Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang kota Lubuklinggau yaitu
Mengaktualisasikan peran ASN dan kedudukan ASN dalam NKRI bisa
dilihat dari kemampuan mereka memahami manajemen ASN, Pelayanan
Publik dan inovasi yang berkaitan dengan whole of government (WOG).

B. Penerapan
Dalam hal penerapan untuk pengembangan peran, perilaku, perbaikan di
tempat kerja di Bidang SDA dinas PUPR adalah Manejemen ASN yaitu
dengan pengelolaan ASN di Bidang SDA untuk menghasilkan pegawai
yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Lubuklinggau, 15 September 2020


Peserta Pelatihan

M. KENDY LENGGANA, S.T., M.M.


NIP. 19770426 200312 1 004

Anda mungkin juga menyukai