Anda di halaman 1dari 4

PENJELASAN

Menurut (Abidin, Yunus dkk 2014:16) Teks akademik atau karya tulis ilmiah merupakan
tulisan yang membahas ilmu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan menggunakan
bahasa yang benar. Teks akademik ini dapat juga dikatakan sebagai teks nonfiksi cenderung
membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk memahamkan isinya kepada target pembaca.
Menurut (Martin dan Veel 1998:31) Teks akademik atau teks ilmiah dapat terwujud dalam
berbagai jenis, misalnya buku, ulasan buku, proposal penelitian, laporan penelitian, laporan
praktikum, dan artikel ilmiah.

Menurut (Rose, 1998: 253-258, 260-263) Ciri-Ciri Teks Akademik


A. Sederhana dalam hal struktur kalimat
Kesederhanaan teks akademik terlihat dari struktur kalimat yang sederha melalui penggunaan
kalimat simpleks. Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya mengandung satu aksi.
B. Padat informasi
Teks akademik adalah padat akan informasi dan padat akan kata-kata leksikal. Kepadatan
informasi pada teks akademik dapat dijelaskan dari dua sisi. Pertama, informasi dipadatkan
melalui kalimat simpleks, kedua, informasi dipadatkan melalui nomalisasi
C. Padat Kata Leksikal
Kepadatan leksikal dapat dijelaskan sebagai berikut. Teks akademik lebih banyak
mengandung kata leksikal atau kata isi (nomina, verba-predikator, adjektiva dan adverbia
tertentu) daripada kata struktural (konjungsi, kata sandang, preposisi, dan sebagainya)
D. Banyak Memafaatkan Nominalisasi
Ditemukan bahwa dalam realisasi leksis pada teks-teks akademik yang dicontohkan
nominalisasi digunakan untuk mamadatkan informasi. Sebagai upaya pembendaan, nominalisasi
ditempuh dengan mengubah leksis nonbenda (antara lain verba, adjektive, adverbia, konjungsi)
menjadi leksis benda (nomina).
E. Banyak Memanfaatkan Gramatika melalui UngkapanIngkongruen
Menurut (Halliday, 1985:321) metafora gramatika adalah pergeseran dari satu jenis leksis
ke jenis leksis lain atau dari tataran gramatika yang lebih tinggi ke tataran gramatika yang lebih
rendah. Metafora gramatika terjadi pada ungkapan yang inkongruen, sebagai kebalikan dari
ungkapan yang kongruen.
Menurut (Halliday, 1993b:79-82) Teks akademik banyak memanfaatkan metafora gramatika
dalam ungkapan yang inkongruen. Jelas bahwa dari segi metafora gramatika teks-teks akadeik
menunjukkan ciri keilmiahan baik secara ideasional maupun tekstual.
F. Banyak Memanfaatkan istilah Teknis
Menurut (Veel, 1998:119-139) pada prinsipnya istilah teknis merupakan penamaan kepada
sesuatu dengan menggunakan nomina yang antara lain dibangun melalui proses nominalisasi.
Istilah teknis merupakan bagian yang esensial pada teks akademi.
G. Bersifat Taksonomi dan Abstrak

1
Menurut (Halliday,1993b:73-74) Pada dasarnya taksonomi adalah pemetaan pokok persoalan
melalui klasifikasi terhadap sesuatu. Taksonomi menjadi salah satu ciri teks akademik.
Menurut (Martin, 1993b: 211.212) Teks Akademik dikatakan abstrak karena pokok persoalan
yang dibicarakan didalamnya seringkali merupakan hasil dari pemformulasian pengalaman nyata
menjadi teori.
H. Banyak memanfaatkan Sistem Pengacuan Esfora
Menurut (Martin, 1992:138) sebagai pengacuan didalam KN, pengacuan esfora
dimanfaatkan pada teks akademik untuk menunjukkan prinsip generalitas, bahwa benda yang
disebut didalam kelompok nomina tersebut bukan benda yang mengacu kepada penyebutan
sebelumny.
Menurut (Martin dan Eggins 1993:149-152) Mengenai pentingnya proses relasional
identifikatif untuk membuat definisi pada teks akademik, menyatakan bahwa biasanya definisi
dibuat terhadap istilah teknis
J. Bersifat Monologis dengan Banyak Mendayagunakan Kalimat Indikatif-Deklaratif
Menurut (Hyland,2005:173-192) Sifat monologis pada teks akademik mengandung arti
bahwa teks tersebut memberikan informasi kepada pembaca dalam satu arah. Sebagai penyedia
informasi, penulis teks akademik tidak menunjukkan posisi yag lebih tinggi dari pada pembaca.
K. Memanfaatkan Bentuk Pasif untuk Menekankan Pokok Persoalan, bukan Pelaku; dan
akibatnya, Teks Akademik Menjadi Objektif, bukan Subjektif
Menurut (Marin,1993a:193-194) Penggunaan bentuk pasif pada teks akademik
dimaksudkan untuk menghilangkan pelaku manusia, sehingga unsur kalimat yang berperan
sebagai subjek dijadikan pokok persoalan yang dibicarakan didalam teks tersebut.
L. Seharusnya tidak mengandung Kalimat Minor
Kalimat minor adalah kalimat tidak lengkap. Kalimat minor berkekurangan salah satu
dari unsur pengisi subjek atau finit/predikator.
Menurut (Martin,1985b; Martin, 1992:562-563) kalimat Tagramatikal adalah kalimat
yang secara gramatikal mengandung kekurangan atau kelebihan unsur-unsur tertentu.
N. Tergolongan ke dalam Genre Faktual bukan Genre Fiksional
Menurut (Abidin, Yunus dkk 2014:17) teks nonakademik adalah segala sesuatu diluar hal-
hal yang bersifat ilmiah dan tidak terpaku pada satu teori tertentu.
A. Rumit dalam struktur kalimat
Teks nonakademik menggunakan kalimat kompleks yaitu kalimat yang banyak
mengandung aksi atau peristiwa didalammya.
B. Cenderung sedikit Informasi
Didalam kalimat kompleks yang disajikan hanya sedikit informasi yang
dipaparkan.
C. Padat kata struktural
. Struktural mengandung arti berkaitan dengan struktur. Sedangkan berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia, struktur diartikan sebagai susunan atau cara sesuatu
disusun atau dibangun. Sedikit memanfaatkan nomalilasi
D. Tidak menunjukkan pengacuan esfora sebagai ciri penting
2
Pengacuan esfora dimanfaatkan pada teks akademik untuk menunjukkan prinsip
generalitas namun pada teks nonakademik menunjukkan prinsip secara eksperensial.
E. Tidak menonjol pada salah satu jenis proses
Dalam teks nonakademik banyak menampilkan berbagai proses sehingga lebih
luas topik yng dibahas.
F. Bersifat dialogis
Interaksi antarpersonal yang memiliki timbal balik atau dua arah dan suatu proses
penyampaian pesan antarpersonal yang menunjukkan adanya interaksi.
G. Sering mengandung kalimat minor
Minor berarti kecil. Dalam bahasa Indonesia, terdapat satu jenis kalimat yang
bernama kalimat minor. Kalimat minor diartikan sebagai kalimat yang hanya
mengandung satu unsur pusat saja.
H. Mengambil genre yang lebih bervariasi dan dapat faktual atau fiksional
Menurut (Yunus dkk 2014:17-18) teks akademik atau karya ilmiah dapat diartikan
suatu tulisan yang penyajiannya sesuai dengan keilmuan dan didasari oleh hasil pengamatn,
peninjauan, pengamatan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu
dengan sistemika bahasa yang baik dan benar.
a. Tujuan dan fungsi teks akademik
Menurut (Aman, 2014) penulisan teks akademik memiliki beberapa tujuan dan fungsi.
Tujuan penulisan karya ilmiah dapat diperinci sebagai berikut.
1. Teks akademik disusun dengan tujuan untuk memecahkan masalah tertentu.
2. Teks akademik disusun untuk mencapai tujuan khususnya tertentu.
3. Teks akademik disusun dengan tujuan menambah pengetahuan, ilmu, dan konsep
pengetahuan tentang satu pokok masalah tertentu.
4. Teks akademik disusun dengan tujuan untuk membina kemampuan menulis ilmiah
bagi penulisnya.
5. Teks akademik disusun dengan tujuan membina kemampuan berpikir ilmiah bagi
penulisnya.
Menurut (Burhan 2000:35) disamping tujuan diatas, Teks akademik memiliki beberapa
fungsi sebagai berikut tersebut.
1. Fungsi pendidikan, Teks akademik berfungsi untuk memberikan pengalaman yang
berharga bagi penulisnya sehingga ia mampu menulis, berpikir, dan
mempertanggungjawabkan tulisannya secara ilmiah.
2. Fungsi penelitian, Teks akademik berfungsi sebagai sarana bagi penulisnya guna
menerapkan prosedur ilmiah dan mempraktikan dalam usaha mengembangkan ilmu
pengetahuan
3. Fungsi fungsional, Teks akademik dapat berfungsi sebagai alat ilmu pengetahuan,
tambahan bahan fustaka, dan kepentingan praktis dilapangan dalam satu disiplin ilmu
tertentu.
DAFTAR PUSTAKA

3
Abidin, Yunus, dkk. 2014. KemampuanMenulisBerbicaraAkademik. Bandung: Rizki Press
Martin dan Veel.(1993). KLASTERISASI, KLASIFIKASI DAN PERINGKASAN TEKS
BERBAHASA INDONESIA. UniversitasGunadarma Journal,08,2302-3740.
Eggins, S. 1994. An Intoduction to Systemic Functional Linguistics. London: Pinter Publisher
Halliday,D. Menulis Artikel Karya Ilmiah. New York. John Wiley & Sonc Inc. 2004
Hyland, Ken.2005. stance and engagement: A model of interactions in academic discourse.
Discourse Studies 7/2:173-192
Aprianto, Rose Mini. 1998. Bahasa Indonesia Untuk Perguruantinggi. Semarang: UNNES
PRESS
Aman,I.,&Awal,N.M.(2014). StrategiWacanaTeksAkademikSainsdanTeknologi. Journal of
Language Studies, 14(1), 1675-8021.