Anda di halaman 1dari 6

Nama : Nur Mohamad

NIM : 754840119017

Kelompok : III (Tiga)

A. Formula dan penjelasan excipient yang digunakan


Formulasi shampoo antiketombe dengan menggunakan ekstrak fraksi Aquadest daun
pacar air.
BAHAN KONSENTRASI KEGUNAAN
Ekstrak aquadest daun pacar air 5% Zat aktif
Natrium lauril sulfat Surfaktan
Cocamide dea 10% Surfaktan
CMC 4% Pengental
Metil paraben 3% Pengawet
Asam sitrat 0,15% Buffer
Menthol q.s Pewangi
Aquadest 0,5% Pelarut
Ad 30 mL
Alasan :
a. Ekstrak aquadest daun pacar air
- Penelitian yang membuktikan adanya kemampuan ekstrak aquadest daun pacar air
dapat menghambat jamur Candida albicans yang merupakan salah satu penyebab
masalah ketombe pada rambut (Sulistyaningrum et al., 2008).
- Sediaan sampo dengan konsentrasi 5% memiliki aktivitas anti jamur paling baik.
Ekstrak etanol daun Pacar air dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans.
Dalam fraksi aquades terdapat senyawa yang juga memiliki fungsi sebagai anti
jamur sehingga perlu dilakukan pengujian aktivitas anti jamur fraksi aquades
terhadap jamur Candida albicans untuk menentukan ekstrak atau fraksi mana yang
paling bagus dalam menghambat jamur Candida albicans, sehingga dibuat suatu
sediaan sampo untuk lebih memudahkan pemanfaatan daun Pacar air sebagai
antiketombe (Tasya, 2017).
-
b. Cocamide Dea
- Digunakan sebagai surfaktan sekunder dalam sediaan shampoo karena memiliki
efek emmolient (melembabkan) dan foam stabilizer (menstabilkan). Formula
shampoo yang mengandung Cocamide DEA dapa digunakan sehari-hari dan
dapat diaplikasikan pada kulit untuk waktu yang lama. Cocamide DEA memiliki
kompatibilitas yang baik terhadap kulit dan membrane mukosa sehingga dapat
digunakan untuk kulit yang sensitive, memiliki kekentalan yang baik, dan tidak
toksik sehingga dapat memperbaiki penampilan sediaan (Noor & Nurdyastuti,
2009).
c. Natrium lauril sulfat
- Natrium lauril sulfat merupakan surfaktan primer pada sediaan shampoo yang
paling sering digunakan dan dapat dikombinasi dengan surfaktan lain agar lebih
kompatibel dengan kulit dan busanya lebih stabil (Barel dkk, 2001).
- Natrium lauril sulfat memiliki keunggulan dalam membersihkan, kestabilan kimia
dan harganya ekonomis (Showell, 2006).
- Natrium laurilsulfattermasukdalamgolongansurfaktanalkilsulfat dan
bersifatanionic (Agnes, 2019)
- Natrium lauril sulfat merupakan detergent yang berfungsi untuk membersihkan
kotoran dikulit kepala (Mottram, 2000)
d. CMC (Pengental)
- Zat pengental juga dibutuhkan agar shampo lebih kental dan mudah untuk dituang
contohnya : gom, tragakan, metal selulosa, dan karboksi metal selulosa (CMC)
(Annisa, 2013)
e. Metil paraben
- Metil paraben sering digunakan sebagai pengawet antimikroba dalam kosmetik,
produk makanan, dan formulasi farmasi. Metil paraben dapat digunakan sendiri
atau dikombinasi dengan paraben lain atau dengan agen antimikroba lainnya.
Parabenefektif pada rentang pH yang luas dan memiliki spektrum yang luas pada
aktivitas antimikroba. Aktivitas antimikroba meningkatapabila panjang rantai dari
bagian alkil meningkat, sehingga campuran paraben seringdigunakan agar lebih
efektif. Metil paraben larutan dalam air, stabil pada pH 3-6. larutan air pada pH 3-
6 stabil sampai sekitar 4 tahun pada suhu kamar, sementara larutan air pada pH 8
stabil sampai sekitar 60 hari penyimpanan(Rowe et al., 2009).
- Metil Paraben digunakansebagaipengawet (Fauzia, 2017)
f. Asam sitrat
- Asam sitat berfungsi sebagai pengatur pH. pH perlu diatur agar pH sampo dan pH
kulit kepala sama (Mottram, 2000)
g. Menthol
- Mentolmemiliki pH 5,2-5,8(Lia Suryati, 2016)
- Mentolmemberikanefekmendinginkankarena l-
mentollangsungberinteraksidenganreseptordingin pada tubuh, dan mengurangi
rasa gatal(Lia Suryati, 2016)
- Penambahanmentolmenyebabkanpenurunan pH
karenamentoltermasukgolonganfenol yang bersifatasam lemah,14 sehinggasampo
yang ditambahkanmentolmemiliki pH lebihrendahdibandingkandengansampo
(Lia Suryati, 2016)
h. Aquadest
- Aquadest merupakan pelarut yang jauh lebih baik dibandingkan dengan cairan
yang umum dijumpai (Husnul, 2017)
- Aquadest digunakan sebagai pelarut (Husnul, 2017)
- Aquadest adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam sediaan sampo.
Fungsi utama aquadest adalah sebagai bahan pelarut. Aquadest juga berfungsi
untuk mengatur viskositas sampo
B. Kegunaan
Kemampuan sampo antiketombe fraksi aquades daun Pacar air sebagai antijamur
disebabkan karena adanya zat-zat aktif yang dikandung dalam fraksi aquades daun Pacar
air. Fraksi aquades terdapat senyawa flavonoid, kumarin, saponin dan kuinon. Dari
semua senyawa yang terkandung dalam fraksi aquades daun Pacar air memiliki
kemampuan dalam menghambat pertumbuhan jamur (Sulistyaningrum et al,2008)
C. Keunggulan dibanding sediaan dipasaran
Memiliki aktivitas menghambat jamur paling besar sehingga dibuat sediaan
sampo antiketombe dengan menggunakan bahan aktif yaitu fraksi aquades daun Pacar air,
memiliki nilai pH yang masih memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam SNI
No. 06-2692-1992 yaitu berkisar 5,0-9,0 jadi tidak akan mengalami iritasi kulit kepala
karena jika pH sampo yang terlalu asam maupun terlalu basa akan mengiritasi kulit
kepala. Hasil uji tinggi busa dari formulasi sediaan sampo ini memenuhi persyaratan
tinggi busayaitu 1,3-22cm. dan, Dari hasil pengukuran kadar air, sampo antiketombe
dengan berbagai konsentrasi fraksi aquades daun Pacar air masih memenuhi persyaratan
menurut persyaratan SNI No. 06-2692-1992 yaitu maksimum 95% (Wilkinson,1982)
D. Implementasi
Sampo antiketombe adalah agen pembersih yang mengandung surfaktan dan zat
aktif tertentu yang dapat mengurangi ketombe dan gangguan kulit kepala (Lia Suryati,
2016).
Sampo digunakan untuk menghilangkan partikel yang tidak diinginkan, seperti
minyak dan ketombe. Sampo digunakan untuk menghilangkan partikel yang tidak
diinginkan, seperti minyak dan ketombe, tanpa pengelupasan sebum yang berlebihan
karena dapat menyebabkan rambut menjadi sulit diatur (Lia Suryati, 2016).
E. Harga Sediaan
Harga sediaan sampo yang dipasarkan yang berukuran 70 ml seharga Rp. 14.500-
15.000
DAFTAR PUSTAKA

Agnes Berta Nasmety, dkk. 2019. Pengaruh Konsentrasi Cocamide Dea Sebagai Surfaktan
Pada Pembuatan Sampo Ekstrak Daun Alamanda. Indonesian Journal On Medical Science.
Volume 6 No. 2. 3Prodi D3 Farmasi, Politeknik Katolik Mangunwijaya
Barel, A.O., Paye, M., dan Maibach, H.I. 2001. Buku Pegangan Ilmu dan Teknologi Kosmetik.
Marcel Dekker Inc: New York.
Fauzia Ningrum Syaputri, dkk, 2017. FORMULASI SHAMPO CAIR TRANSPARAN SARI
BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S). Jurnal As-Syifaa Vol 09 (01) : Hal. 17-26.
1Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Bandung
Husnul Khotimah, dkk. 2017.KARAKTERISASI HASIL PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN
ALAT DESTILASI. Jurnal Chemurgy, Vol. 01, No.2. Program Studi Teknik Kimia, Fakultas
Teknik Universitas Mulawarman
Lia Suryati , Nyi M. Saptarini. 2016. Formulasi Sampo Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia
sinensis var. assamica). Volume 3, Nomor 2. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran,
Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
Mottram, F.J., Lees, C.E., 2000, Hair Sampoos in Poucher's Perfumes, Cosmetics and Soaps,
10th Edn, Butler, H. (ed), Kluwer Academic Publishers. Printed in Great Britain.
Noor, S.U., dan Nurdyastuti, D., 2009. Lauret- 7- Sitrat sebagai Detergensia dan Peningkat
Busa Pada Sabun Cair Wajah Glysine soja (Sieb.) Zucc, Jurnal llmu Kefarmasian
Indonesia, 7 (1).
Rowe, R.C. et Al. (2009).Handbook Of Pharmaceutical Excipients, 6thEd, ThePharmaceutical
Press, London.
Showell, Michael S. 2006. Pengantar Deterjen. Dalam: Showell, editor M.S. Buku Pegangan
Seri Deterjen Bagian D: Formulasi. Amerika Serikat: Taylor & Francis Group, LLC.
Sulistyaningrum, F., Muryati, S., dan Setyani, W. 2008. Uji Ativitas Antijamur Fraksi N-
Heksan, Etil Asetat dan Air Daun Pacar Air (Impatiens balsaminaLinn.) terhadap
Pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan
Pharmasi, Semarang.
Tasya dkk, 2017. FORMULASI SEDIAAN SAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK DAUN PACAR
AIR(Impatiens balsaminaL.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP JAMUR
CandidaalbicansATCC 10231 SECARA IN VITRO. Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol. 6. No. 4
Wasitaatmadja SM.1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta : UI-Press;
Wilkinson, J. B. dan Moore, R. J. 1982.Harry’s Cosmeticology, 7th Ed. George Godwin,
London.