Anda di halaman 1dari 4

SIARAN PERS

Untuk disebarluaskan segera

Cek Kapasitas, Daftar Pelayanan hingga Jadwal Operasi di Fasilitas Kesehatan


Bisa Lewat Mobile JKN

Jakarta (07/01/2020) – Memasuki tahun ke-7 pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia
Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan memperkenalkan beberapa fitur baru di aplikasi Mobile JKN. Mulai dari cek
ketersediaan kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan, mendaftarkan pelayanan kesehatan baik di Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hingga melihat
jadwal tindakan operasi.

“Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam peningkatan kualitas layanan, kemudahan serta keterbukaan
akses informasi bagi peserta JKN-KIS. Fitur-fitur ini diharapkan akan membantu peserta saat membutuhkan
pelayanan. Hal ini juga kami lakukan sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama dengan PERSI,” kata Kepala
Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (06/01).

Iqbal menjelaskan, BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pertengahan
November 2019 lalu sepakat untuk melakukan beberapa peningkatan kualitas pelayanan. Diantaranya berupa
layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS. Selain itu,
rumah sakit harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan
kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.

“Kami akomodir kebutuhan untuk memenuhi komitmen tersebut melalui integrasi sistem informasi platform
bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN. Dan diharapkan dukungan seluruh
fasilitas kesehatan baik itu FKTP maupun FKRTL atau rumah sakit yang bekerja sama untuk dapat
mengintegrasikan sistem ini secepatnya. Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan karena tahun ini merupakan
tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan pelanggan,” jelas Iqbal.

Dalam fitur terbaru Pendaftaran Pelayanan, peserta JKN-KIS dapat melakukan pendaftaran ke FKTP melalui
Mobile JKN dan mendapatkan nomor antrian di FKTP, dan apabila dirujuk atau membutuhkan pelayanan di rumah
sakit, peserta dapat mendaftar ke FKRTL melalui Mobile JKN. BPJS Kesehatan telah mengintegrasikan sistem
informasi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan
(FKRTL).

“Bersama dengan PERSI kami telah melakukan spotcheck di awal tahun ke RSUD Margono Soekarjo (RSMS)
Purwokerto, peserta JKN-KIS yang dirujuk dari FKTP sekitar bisa langsung didaftarkan ke antrean di RSMS
Purwokerto dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN. Fitur baru yang ada dalam Mobile JKN ini terintegrasi
dengan data nomor rujukan pada aplikasi Pcare milik FKTP. Fitur ini juga memungkinkan peserta untuk bisa
mengubah jadwal kedatangan 1 kali ke RS sehingga ada kepastian kedatangan dan kepastian pelayanan di RS,”
jelas Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan fitur terbaru lain yaitu fitur Ketersediaan Tempat Tidur. Fitur ini tersedia sebagai sarana
peserta untuk dapat melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sehingga dapat memberikan alternatif pilihan
rumah sakit sebagai tujuan tempat rawat inap di lokasi terdekat peserta. Bila suatu ketika rumah sakit tidak dapat
menerima pasien rawat inap dengan alasan tidak ada lagi ketersediaan tempat tidur, maka peserta dapat
melakukan pengecekan ketersedian tempat tidur pada display tempat tidur tersebut.

Peserta yang direncanakan akan dilakukan tindakan medis operatif akan memperoleh kemudahan informasi di
aplikasi Mobile JKN melalui fitur jadwal tindakan operatif . Fitur ini secara bertahap akan di implementasi di tahun
2020. Peserta dapat mengetahui kapan ia akan mendapat pelayanan tindakan operasi. Fitur ini terdiri dari informasi
jadwal pelaksanaan, nama rumah sakit dan SMF yang melakukan tindakan pembedahan.
“Kami harap dengan pengembangan yang dilakukan ini, juga didukung oleh rumah sakit. Sehingga hal-hal yang
selama ini menjadi keluhan peserta khususnya terkait keterbukaan informasi dapat segera teratasi. Kami
mendorong rumah sakit lain dalam waktu dekat dapat menerapkan hal serupa. RSMS Purwokerto adalah role
model yang dapat dicontoh oleh rumah sakit lain atas penerapan komitmen peningkatan mutu dan kualitas
layanan,” tambah Iqbal.

Komitmen lainnya yang disepakati BPJS Kesehatan bersama PERSI adalah kemudahan (simplifikasi) pelayanan
bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodalisis) di rumah sakit dan sudah
terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print), kini surat rujukan yang berakhir setelah 90 hari dapat
diperpanjang di rumah sakit sehingga pasien tidak lagi direpotkan untk mengurus perpanjangan surat rujukan ke
FKTP. Hal ini diharapkan dapat memotong birokrasi dan semakin mempermudah pasien JKN-KIS untuk dapat
mengakses layanan cuci darah.

Sampai dengan tanggal 3 Januari 2020 dari 2.220 rumah sakit yang bekerja sama, sebanyak 1.784 rumah sakit
(80,36%) sudah mempunyai sistem antrian elektronik dan 1.739 rumah sakit (78,33%) sudah memiliki display
ketersediaan tempat tidur. Targetnya di tahun 2020 seluruh rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS
Kesehatan telah memiliki antrean elektronik dan display ketersediaan tempat tidur, dan diintegrasikan dengan
Mobile JKN. []

***
Informasi lebih lanjut hubungi: Twitter : @BPJSKesehatanRI
Humas BPJS Kesehatan Instagram : @bpjskesehatan_ri
BPJS Kesehatan Kantor Pusat Facebook : BPJS Kesehatan
+62 21 424 6063 Youtube : BPJS Kesehatan
humas@bpjs-kesehatan.go.id Kompasiana : BPJS Kesehatan
Website :www.bpjs-kesehatan.go.id Kaskus : bpjskesehatan
Capacity Check, Services Registration to Schedule Surgery in Health Facilities Can be
through Mobile JKN

Jakarta (01/07/2020) - Entering the 7th year of the management of the National Health Insurance Program -
Indonesia Sehat Card (JKN-KIS), the BPJS Kesehatan introduces several new features in the Mobile JKN
application. Starting from checking the availability of bed capacity in health facilities, registering health services both
at the First Level Health Facility (FKTP) and the Advanced Level Referral Health Facility (FKRTL) and to see the
schedule of surgery.

"This is part of BPJS Kesehatan’s commitment to improve service quality, ease and open access to information for
JKN-KIS participants. These features are expected to help participants when they need services. We also do this
as a follow up to our joint commitment with PERSI, "said the Head of Public Relations BPJS Kesehatan, M. Iqbal
Anas Ma'ruf, Tuesday (06/01).

Iqbal explained, BPJS Kesehatan and Association of Hospitals throughout Indonesia (PERSI) in mid-November
2019 agreed to make some improvements in service quality. Among them in the form of electronic queue services
in order to provide certainty of service time for JKN-KIS participants. In addition, hospitals must have information
on the availability of beds for treatment and commitment to ensure the ease of patients with chronic kidney failure
in getting dialysis services.

"We accommodate the need to fulfill this commitment through the integration of a platform information system
between hospitals and BPJS Kesehatan in the Mobile JKN application. And it is hoped that the support of all health
facilities both FKTP and FKRTL or hospitals that work together to be able to integrate this system as soon as
possible. This is part of BPJS Kesehatan's commitment because this year is a year of service and a year of
increasing customer satisfaction, "explained Iqbal.

In the latest Service Registration feature, JKN-KIS participants can register at FKTP through Mobile JKN and get a
queue number at FKTP, and if referred or need services at the hospital, participants can register at Advanced Level
Referral Health Facility (FKRTL) through Mobile JKN. BPJS Kesehatan has integrated the information system of
the First Level Health Facility (FKTP) and the Advanced Level Referral Health Facility (FKRTL).

"Together with PERSI, we conducted a spot check at the beginning of the year at Margono Soekarjo Regional
Hospital (RSMS) Purwokerto, JKN-KIS participants who were referred from surrounding FKTPs could be directly
registered to the queue at Purwokerto Hospital using the Mobile JKN application. The new feature in Mobile JKN is
integrated with the reference number data in the FKTP's Pcare application. This feature also allows participants to
be able to change the arrival schedule once to the hospital so that there is certainty of arrival and certainty of service
at the hospital, "Iqbal explained.

Iqbal also explained another new feature, which is the Availability of Bed feature. This feature is available as a
means of participants to be able to see the availability of beds in the hospital so that they can provide alternative
hospital options as a destination for inpatients at the nearest location of participants. If at any time the hospital
cannot accept inpatients on the grounds that there are no more beds available, the participant can check the
availability of beds on the bed display.

Participants who are planned to have operative medical actions will obtain information convenience on the Mobile
JKN application through the operative action schedule feature. This feature will be gradually implemented in 2020.
Participants can find out when he will receive surgery. This feature consists of information on the implementation
schedule, the name of the hospital and the SMF conducting the surgery.

"We hope that with this development, it is also supported by the hospital. So that matters which have been the
participants' complaints, especially related to information disclosure, can be resolved immediately. We encourage
other hospitals in the near future to implement the same thing. RSMS Purwokerto is a role model that can be
emulated by other hospitals for implementing commitments to improve quality and service quality, "added Iqbal.
Another commitment agreed by BPJS Kesehatan with PERSI is the ease (simplification) of services for chronic
kidney failure patients who routinely get dialysis services (hemodalysis) in hospitals and have been registered by
using fingerprints, now referral letters that end after 90 days can be extended at the hospital so that patients are no
longer bothered to take care of the extension of the referral letter to FKTP. This is expected to cut red tape and
make it easier for JKN-KIS patients to be able to access dialysis services.

As of January 3, 2020, from 2,220 cooperating hospitals, 1,784 hospitals (80.36%) had electronic queue systems
and 1,739 hospitals (78.33%) had beds available. The target is for 2020 all hospitals in collaboration with BPJS
Kesehatan to have an electronic queue and bed availability display, and be integrated with Mobile JKN. []

For more information, contact: Twitter : @BPJSKesehatanRI


BPJS Kesehatan Public Relations Instagram : @bpjskesehatan_ri
Headquarter of BPJS Kesehatan Facebook : BPJS Kesehatan
+62 21 424 6063 Youtube : BPJS Kesehatan
humas@bpjs-kesehatan.go.id Kompasiana : BPJS Kesehatan
Website :www.bpjs-kesehatan.go.id Kaskus : bpjskesehatan