Anda di halaman 1dari 7

MEMBENTUK ANAK YANG SHOLIH

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Materi Dakwah

Dosen Pengampu: Azmi Mustaqim, M.A.

Disusun oleh: Kelompok 1/PAI. C


1. Dea Frizal Setiawan (210316096)
2. M. Ridlo Nasrulloh (210316075)
3. Singgih satrio Wibowo (210316097)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS PENDIDIKAN DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2019
Khutbah I

.ُ‫ض َّل لَ))ه‬ ِ ‫ت اَ ْع َمالِنَا َم ْن یَ ْه ِدی هللا فَاَل ُم‬ ِ َ ‫ك ِم ْن ُسرُوْ ِر أَ ْنفُ ِسنَا َو ِم ْن َسیِّأ‬ )َ ِ‫اَ ْل َح ْم ُد هللِ نَحْ َم ُدهُ َونَ ْستَ ِع ْینُهُ َونَ ْستَ ْغفِ ُرهُ َونَعُوْ ُذب‬
‫ص) ِّل َو َس)لِّ ْم َعلَی َس)یِّ ِدنَا‬ َ ‫ اَللَّهُ َم‬.‫ي لَهُ أَ ْش)هَ ُد اَ ْن اَل إِلَ)هَ إِاَل هللاُ َوأَ ْش)هَ ُد اَ ْن ُم َح َّمدًا َعبْ) ُدهُ َو َر ُس)وْ لُه‬ َ ‫َو َم ْن یُضْ لِلْ فَاَل هَا ِد‬
ِ ‫ فَیَا اَ ُّيهَا أاِل حْ ) َو‬:ُ‫ اَ َّما بَ ْعد‬.‫صحْ بِ ِه َو َم ْن تَبِ َعهُ ْم بِإِحْ َسا ِن اِلَی یَوْ ُم أَل ِّد ْی ِن‬
َ‫ان اِتَّقُوْ اهللا فِ ْی َم))ا اِ ْئتَ َمنَّ ُک ْ)م ِمن‬ َ ‫ُم َح ّم ٍد َو َعلَی اَلِ ِه َو‬
‫َّجی ِْم بِ ْس) ِم هللا ال)رَّحْ َم ِن‬ ِ ‫الش) ْیطَا ِن ال)ر‬ َّ َ‫)ریْم أَ ُع)وْ ُذ بِاهللِ ِمن‬ ِ ‫ قَ)ا َل هللا تَ َع)الَی فِی ْالقُ)رْ أَ ِن ْال َک‬. َ‫ْااَل ْواَل ِد فَ)انَّ ُک ْم َم ْس)ئُوْ لُوْ ن‬
‫ض َعافَّا خَافُوا) َعلَ ْی ِه ْم فَ ْلیَتَّقُوا هللاَ َو ْلیَقُوْ لُوْ ا) قَوْ اًل َس ِد ْیدًا‬ ِ ‫ش الَّ ِذ ْینَ لَوْ ت ََر ُکوْ ا ِم ْن خَ ْلفِ ِه ْم ُذ ِّریَّ ِة‬َ ‫ْال َّر ِحی ِْم َو ْلیَ ْخ‬
Hadirin Jama’ah Jum’ah Rokhmakumulloh Pada kesempatan yang sangat baik ini saya
mengingatkan kepada diri saya sendiri, juga kepada hadirin semuanya, mari kita tingkatkan
keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wataala, dengan sebenar-benarnya taqwa,
yakni secara sungguh-sungguh berupaya menjalankan segala yang diperintahkan dan dengan
penuh kebulatan tekad, selalu berusaha untuk meninggalkan jauh-jauh segala hal yang menjadi
larangan-Nya. Mudah-mudahan, kita sekalian memperoleh derajat kemuliaan yang setinggi-
tingginya, karena dengan ketaqwaan itulah, derajat kemuliaan kita akan diukur oleh Allah SWT.

Hadirin Jamaah Jumah Rokhmakumulloh

Sebagaimana kita tahu, bahwa beberapa saat lagi, dalam kalender pendidikan yang
diterbitkan pemerintah, anak-anak kita akan memasuki tahun ajaran baru. Kita sebagai orang tua,
harus sudah mulai berfikir, agar anak-anak kita memperoleh pendidikan yang terbaik, yang
mampu memberi bekal bagi tumbuh-kembang anak, sehingga kelak mereka memiliki kesiapan
untuk menghadapi segala tantangan zaman yang akan dihadapinya, karena mereka akan hidup
dan berkembang ditengah zaman yang penuh tantangan, zaman yang jauh berbeda dengan masa
kehidupan kita.

Sebagai orang tua, kita tidak boleh merasa acuh terhadap perkembangan anak. Kita tidak
boleh bersikap masa bodoh di dalam memandang masa depan generasi kita, tetapi, kita harus
senantiasa perduli dan diliputi perasaan khawatir, jika anak cucu kita, generasi kita kelak,
menjadi generasi yang lemah, generasi yang tidak bisa menaklukkan tantangan zaman, generasi
yang menjadi beban bagi lingkungannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. yang artinya:
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang
mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh
sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar. (QS an-Nisa`: 9)

Hadirin Jamaah Jumah Rokhmakumulloh

Bagi orang tua, anak adalah permata dambaan hati, yang selalu menghadirkan keindahan
di sanubari. Anak adalah tunas tumpuan masa depan, yang diharapkan tumbuh dan berkembang,
menjadi penyejuk pandang bagi orang tua, menjadi penerus atas cita-cita orang tua. Anak,
adalah amanah dari Allah subhanahu wataala yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya, karena
kalau kita tidak menjaga amanah itu, maka sama artinya dengan kita berkhianat kepada Allah
SWT. Untuk itu, perlu dilakukan upaya sungguh-sungguh, agar amanah yang kita terima itu
dapat kita jaga, kita rawat, dan kita pelihara sebaik-baiknya. Bagaimana cara kita merawat agar
amanah tersebut dapat tumbuh dan berkembang sesuai harapan? Paling tidak, ada lima hal yang
harus dilakukan orang tua terhadap anaknya, dalam rangka membentuk anak solih, sebagaimana
sabda Rasulullah Shollalloohu ‘alaihi wasallam:

ْ )َ‫احةَ َوال َّر َمایَ)ةَ َواَ ْن اَل یُرْ ِزقَ)هُ اِاَّل طَیِّب‬
‫)ات َواِ ْن‬ َ ‫ًق ْال َولَ ِد َعلَی َوالِ ِد ِه اَ ْن یُحْ ِسنُ اِ ْس َمهُ َواَ َدبَهُ َواَ ْن یُ َعلِّ ُمهُ ال َکتَابَةَ َو‬
َ َ‫الس)ب‬ ًّ)ّ ‫َح‬
َ ‫یُ َز ِّو َجهُ اِ َذا اَ ْد َر‬
)‫ك(رواه الحاکم‬

Artinya: Kewajiban seorang ayah terhadap anaknya, (antara lain): hendaklah ia memberi nama
yang baik; mendidiknya dengan baik; mengajarkan menulis, berenang dan memanah; tidak
memberinya nafkah kecuali dengan rizqi yang halal; dan menikahkan jika usianya telah cukup.
.(HR. Hakim)

Hal itu menunjukan bahwa pembentukan anak solih tidak bisa dilakukan dengan seketika,
bim salabim, tetapi harus melalui proses panjang, sejak anak lahir, sampai dengan mencapai usia
dewasa. Pembentukan anak solih dimulai dengan pemberian nama yang baik. Nama yang baik
adalah nama yang mengandung pujian kebesaran Allah, nama yang mengandung kebaikan,
sehingga menjadi doa bagi anak. Dengan demikian, anak akan merasa bangga menyandang nama
yang dimilikinya. Nama yang baik, secara tidak langsung akan merangsang rasa percaya diri
bagi si anak, dan nama yang baik, akan menjadikan anak kita hidup dalam lingkungan yang
penuh dengan doa dan kebaikan. Dari sinilah jiwa anak dibangun.
Memberi nama yang baik saja tidak cukup. Harus dilanjutkan dengan kewajiban kedua,
yakni memberi pendidikan yang baik. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang penuh
dengan suasana kebaikan, kebenaran, kejujuran dan penuh nilai-nilai ke Islaman. Anak kita, lahir
dalam kondisi yang fitrah, kondisi suci, bersih tanpa noda, kemudian orang tuanyalah yang
mewarnainya, membentuk menjadi apa saja.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

)‫ (رواه البخري‬.‫ص َرانِ ِه أَوْ یُ َم ِّج َسانِ ِه‬ ْ ِ‫ُکلُّ َموْ لُوْ ٍد یُوْ لَ ُد َعلَى ْالف‬
ِّ َ‫ فَأَبَ َواهُ یُهَ ِّودَانِ ِه أَوْ یُن‬،‫ط َر ِة‬

Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan yang suci (fitrah), maka orang tuanya yang
menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Al-Bukhari)

Hadits ini menegaskan bahwa orang tua merupakan faktor dominan yang akan
membentuk karakter seorang anak. Orang tua harus dapat memanfaatkan saat-saat awal anak kita
mengalami pertumbuhannya dengan cara menanamkan dalam jiwa anak kita akan kecintaan
terhadap agamanya, cinta terhadap Allah Subhannahu wa Taala dan Rasul-Nya, sehingga ketika
anak tersebut berhadapan dengan lingkung-an yang berbeda, anak tersebut memiliki daya
resistensi yang dapat menangkal setiap pengaruh negatif yang akan merusak dirinya.

Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian bagi anak yang shalih,
maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Maka, orang tua yang
bijak, dalam berinteraksi dengan anak harus memperlihatkan sikap yang baik, yaitu sikap yang
sesuai dengan kepribadian yang shalih, sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan
mempraktekkan sifat-sifat orang tuanya.

Hadirin Jamaah Jumah Rokhmakumulloh

Kata ‫ فَا َ بَ َواه‬dalam hadits tersebut, bisa secara leterlek, apa adanya, dimaknai sebagai orang
tua dalam arti biologis, tetapi bisa saja dimaknai secara lebih luas sebagai lingkungan.
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang itulah yang akan membentuk jiwa dan
mentalitas seorang anak. Akan menjadi apa kelak, tergantung pada lingkungan tempat anak
tumbuh dan berkembang. Lingkungan dalam hal ini meliputi lingkungan keluarga, lingkungan
sekolah, dan lingkungan masyarakat secara luas. Lingkungan keluarga, adalah lingkungan paling
awal yang dikenal anak pada masa tumbuh kembang.

Lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, disiplin, religius, penuh kebaikan dan
kejujuran, akan membentuk mentalitas anak menjadi baik, dan sebaliknya, lingkungan keluarga
yang tidak teratur, carut marut, tanpa kasih sayang, dan jauh dari nilai-nilai agama, secara tidak
langsung juga turut membentuk pribadi anak untuk menjadi tidak baik. Maka, dalam lingkungan
terdekat inilah, lingkungan keluarga, hendaknya secara optimal diupayakan suasana yang baik,
harmonis, penuh kasih sayang, serta dipenuhi keteladanan kebajikan dan kejujuran, sehingga
akan meresap dalam sanubari anak, untuk membentuk prilaku yang baik di masa mendatang.

Selanjutnya, lingkungan yang sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak
kita adalah lingkungan sekolah. Sekolah merupakan tempat untuk mengasah kemampuan baca-
tulis, berhitung, bermain logika, dan merupakan tempat dimana anak berkumpul, bergaul dan
berasosiasi dengan teman sebaya. Untuk memastikan agar anak-anak kita mampu bersosialisasi
dengan baik di lingkungan sekolah, agar kian tebal nilai-nilai kebaikan yang merasuk dalam jiwa
anak kita, agar akidah anak kita tidak dikotori oleh paham yang berbeda dengan keyakinan yang
dianut kita, maka harus dicarikan lembaga pendidikan yang sejalan, senafas dengan aliran
ahlussunnah wal jamaah, sehingga kelak kita tidak kehilangan generasi penerus. Banyak contoh,
dimana hubungan anak dan orang tua tidak lagi harmonis, karena anaknya terpengaruh paham
dan akidah yang berbeda dengan orang tuanya, sehingga orang tuanya tidak diakui lagi, bahkan
dianggap kafir. Naudzubillah summa naudzubillah. Maka, demi menyelamatkan generasi
penerus kita, demi menjaga agama kita, demi menjaga aqidah kita, demi menjaga
keberlangsungan paham ahlussunnah wal jamaah, jangan pernah ragu, mari kita masukkan anak-
anak kita di sekolah dan madrasah yang senafas dengan kita. Jangan merasa malu
menyekolahkan anak di madrasah.

Jangan merasa minder memasukkan anak di madrasah, karena sesuai Undang-Undang


Republik Indoneesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional, kedudukan
madrasah dan sekolah adalah setara, sejajar, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Upaya
menyelamatkan generasi penerus kita dari keterbelakangan, kebodohan dan ketertinggal-an,
menjaga agama, menjaga aqidah, menjaga keberlangsungan paham ahlussunnah wal jamaah
melalui sekolah dan madrasah kita, adalah jihadul akbar, perjuangan besar yang harus senantiasa
kita gelorakan. Kalau bukan kita yang menjaganya, lantas siapa lagi? Demi pembentukan anak
soleh, mari kita mulai dari lingkup terkecil, di lingkungan keluarga, kemudian dengan
pembentukan karakter di lingkungan sekolah, dan penciptaan suasana yang kondusif di
lingkungan masyarakat dalam arti luas, yang mendukung terbentuknya pribadi anak yang solih.

Hadirin Jamaah Jumah Rokhmakumulloh

Bekal pendidikan yang baik di sekolah, harus diikuti dengan penguasaan pengetahuan
(baca tulis), dan ketrampilan oleh fisik (memanah, berenang) yang memungkinkan tubuh anak-
anak kita menjadi kuat, sehat dan tahan terhadap terpaan. Kemudian, segala makanan yang kita
berikan kepada anak kita, haruslah makanan yang baik, makanan yang halal, karena makanan
yang masuk ke dalam anak kita, akan diolah menjadi energi. Kalau yang dimakan adalah sesuatu
yang baik dan halal, maka akan menjadi energi positif yang memancar dalam keseharian, dan
sebaliknya, jika yang kita berikan kepada anak-anak kita adalah sesuatu yang tidak baik, maka
akan meresap kedalam darah, mengalir ke seluruh tubuh, menjadi energi negatif, yang akan
sangat mungkin berpengaruh negatif pada jiwa anak tersebut. Dan Kewajiban orang tua yang
terahir adalah menikahkan anak kita jika sudah cukup umur.

Hadirin Jamaah Jumah Rokhmakumulloh

Pada akhir khutbah ini, saya mengajak kepada hadirin semua, marilah kita bersama-sama
meningkatkan kepedulian kita terhadap kelangsungan generasi kita. Semoga dengan kepedulian
kita itulah, Allah Subhannahu wa Taala akan senantiasa memberi kekuatan kepada kita semua
agar anak-anak kita menjadi anak yang solih, menjadi generasi penyejuk pandang dan pionir bagi
orang-orang yang bertaqwa. Amin.

‫الله ِم ِِّن ّـي‬ ِ َ‫َون َ َف ْع ِن ْي َواَِیّـاَّک ُْم ب َِما ِفیْ ِه ِم ْن اآلی‬


ُ ‫ َوتَ َقَبّـَّ َل‬.‫ات َوال ِّ ّـِذک ِْر ال َْح ِکیْ ِم‬ .‫آن ال َْع ِظیْ ِم‬ ِ ‫الله لِي َولَک ُْم ِفي اْل ُق ْر‬ ُ ‫ار َك‬ َ َ‫ب‬
‫واالله ال َْع ِظیْ َم لِي َولَک ُْم َول ََسا ِئ ِر ال ُْم ْس ِل ِمیْ َن‬ َ َّ ‫َو ِمنْک ُْم ِتل ََاوتَ ُه اَِن ّـَّ ُه ُه َو‬
َ ْ ‫أق ُْو ُلق َْولِي َه َذا َو‬
‫أستَ ْغ ِف ُر‬ .‫االس ِمیْ ُع ال َْع ِلیْ ُم‬
.‫الَر ِحیْ ُم‬
َّ‫َاستَ ْغ ِف ُر ْو ُه ِإَن ّـَّ ُه ُه َوال ْ َغ ُف ْو ُر ّـ‬ ِ َ ‫ات َوال ُْم ْؤ ِم ِنيْ َن َوال ُْم ْو ِمن‬
ْ ‫اتف‬ ِ ‫َوال ُْم ْسلِ َم‬
‫‪Khutbah II‬‬

‫الله َو ْح َد ُه ال َ َش ِريْ َكل َُه‬ ‫لى تَ ْو ِفيْ ِق ِه َواِ ْم ِتنَا ِن ِه‪َ .‬وأ َ ْش َه ُد أ َ ْنال َ اِل ََه ِإال َّ ُ‬
‫الله َو ُ‬ ‫الشك ُْر ل َُه َع َ‬ ‫لى ِإ ْح َسا ِن ِه َو ُّ‬
‫ع َ‬ ‫اَل َْح ْم ُد ِ‬
‫لله َ‬
‫عل َى اَلِ ِه‬ ‫عل َى َس ِيّ ِدنَا ُم َ‬
‫ح َّم ٍد ِو َ‬ ‫إلى ِر ْض َوا ِن ِه‪ُ .‬‬
‫الله ّمَ َص ّ ِل َ‬ ‫اعى َ‬ ‫الد ِ‬‫عبْ ُد ُه َو َر ُس ْول ُُه َّ‬
‫ح َّم ًدا َ‬ ‫َوأ َ ْش َه ُد َّ‬
‫أن َسيّ َِدنَا ُم َ‬
‫َوأ َ ْص َ‬
‫حاب ِِه َو َس ِل ّ ْم تَ ْسلِيْ ًما ِكثيْ ًرا‬

‫الله أ َ َم َرك ُْم بِأ َ ْم ٍربَ َدأ َ ِفيْ ِه ِبنَفْ ِس ِه‬


‫اعل َُم ْوا أ َ َّن َ‬
‫ع َّما ن َ َهى َو ْ‬ ‫الله ِفيْ َما أ َ َم َر َوانْتَ ُه ْوا َ‬ ‫أ َ َّما بَ ْع ُد فَيا َ اَيُّ َها الن ّ اِ‬
‫َاستَّقُوا َ‬ ‫ُ‬
‫عل َيْ ِه‬‫آمن ُ ْوا َصل ُّ ْوا َ‬ ‫لىالنَّبِى يآ اَيُّ َها ال َّ ِذيْ َن َ‬ ‫ع َ‬ ‫الله َو َمآل ِئكَتَ ُه يُ َصل ُّ ْو َن َ‬
‫َالتَعاَل َى ِإ َّن َ‬ ‫َوثَـنَى ب َِمآل ِئك َ ِت ِه ِب ُق ْد ِس ِه َوق َ‬
‫عل َى اَنْبِيآ ِئ َك‬ ‫ح َّم ٍد َو َ‬‫آل َس ِيّ ِدنا َ ُم َ‬‫عل َى ِ‬ ‫ح َّم ٍد َصلَّى ُ‬
‫الله َعل َيْ ِه َو َس ِل ّ ْم َو َ‬ ‫عل َى َس ِيّ ِدنَا ُم َ‬ ‫َو َس ِل ّ ُم ْوا تَ ْسلِيْ ًما‪ُ .‬‬
‫الله ّمَ َص ّ ِل َ‬
‫ع ْن بَ ِقيَّ ِة‬
‫ع ِلى َو َ‬ ‫عث َْمان َو َ‬ ‫اش ِديْ َن أَبِى بَك ٍْر َو ُ‬
‫ع َمر َو ُ‬ ‫الر ِ‬ ‫ع ِن ا ْ ُ‬
‫لخل َ َفا ِء َّ‬ ‫َو ُر ُسلِ َك َو َمآل ِئك َِة ا ْ ُ‬
‫لم َق َّربِيْ َن َو ْار َضالل ُّه ّمَ َ‬
‫عن َّا َم َع ُه ْم ب َِر ْح َم ِت َكيَا أ َ ْر َح َم‬
‫الديْ ِن َو ْار َض َ‬ ‫حابَ ِة َوالتَّاب ِِعيْ َن َوتَاب ِِعي التَّاب ِِعيْ َن ل َُه ْم ِباِ ْح َس ٍ‬
‫ان اِل َىيَ ْو ِم ِ ّ‬ ‫الص َ‬‫َّ‬
‫اح ِميْ َن‬
‫الر ِ‬
‫َّ‬

‫الله ّمَ أ َ ِع َّز ا ْ ِإل ْسال َ َم‬


‫ات ُ‬ ‫يآء ِمن ْ ُه ْم َواْال َْم َو ِ‬
‫اتاَال َْح ُ‬‫لم ْسلِ َم ِ‬ ‫لم ْس ِل ِميْ َن َوا ْ ُ‬
‫ات َوا ْ ُ‬ ‫لم ْؤ ِمن َ ِ‬
‫غ ِف ْر لِل ُْم ْؤ ِم ِنيْ َن َوا ْ ُ‬ ‫اَ ُ‬
‫لله ّمَ ا ْ‬
‫اخذ ُْل َم ْن َخ َذ َل‬ ‫لم َو ِ ّح ِديَّ َة َوان ْ ُص ْر َم ْن نَ َص َر ِ ّ‬
‫الديْ َن َو ْ‬ ‫لم ْش ِر ِكيْ َن َوان ْ ُص ْر ِعبَ َ‬
‫اد َك ا ْ ُ‬ ‫لم ْسلِ ِميْ َن َوأ َ ِذ َّل ِ ّ‬
‫الش ْر َك َوا ْ ُ‬ ‫َوا ْ ُ‬
‫ح َن‬
‫لم َ‬‫اء َوال ّزَال َِز َل َوا ْ ِ‬ ‫عن َّا اْلبَال ََء َوا ْ َ‬
‫لوبَ َ‬ ‫ادف َْع َ‬
‫الله ّمَ ْ‬
‫الديْ ِن‪ُ .‬‬ ‫اع ِل ك َ ِل َما ِت َك ِإل َى يَ ْو َم ِ ّ‬ ‫الديْ ِن َو ْ‬ ‫اء ِ ّ‬
‫ع َد َ‬‫لم ْسلِ ِميْ َن َو َد ِ ّم ْر أ َ ْ‬‫اْ ُ‬
‫لم ْسلِ ِميْ َن َّ‬
‫عآم ًة يَا‬ ‫ان ا ْ ُ‬‫خآص ًة َو َسا ِئ ِر اْلبُل َْد ِ‬
‫َّ‬ ‫ح َن َما َظ َه َر ِمن ْ َها َو َما بَ َط َن َع ْن بَل َ ِدنَا اِن ْ ُدو ِنيْ ِسيَّا‬ ‫لم َ‬‫َو ُس ْو َء اْل ِفتْن َ ِة َوا ْ ِ‬

‫ابالن ّ َِار‪َ .‬ربَّنَا َظل َْمنَا اَنْفُ َسنَا َو ْ‬


‫اإن ل َْم‬ ‫آلخ َر ِة َح َسن َ ًة َو ِقنَا َع َذ َ‬ ‫الدنْيَا َح َسن َ ًة َو ِفى ا ْ ِ‬ ‫لعال َِميْ َن‪َ .‬ربَّنَا آ ِتنا َ ِفى ُّ‬ ‫ب اْ َ‬ ‫َر َّ‬
‫ان َو ِإيْتآ ِء ِذي اْل ُق ْر َ‬
‫بى‬ ‫لع ْد ِل َوا ْ ِإل ْح َس ِ‬‫الله يَأ ْ ُم ُر ِبا ْ َ‬ ‫اد ِ‬
‫الله ! ِإ َّن َ‬ ‫اس ِريْ َن‪ِ .‬عبَ َ‬ ‫لخ ِ‬
‫تَ ْغ ِف ْر لَنَا َوتَ ْر َح ْمنَا لَنَك ُْون َ َّن ِم َن ا ْ َ‬
‫لى‬
‫ع َ‬ ‫لع ِظيْ َم يَ ْذك ُْرك ُْم َو ْ‬
‫اشك ُُر ْو ُه َ‬ ‫لمنْك َِر َواْلبَ ْغي يَ ِع ُظك ُْم ل ََعلَّك ُْم تَ َذك َّ ُر ْو َن َوا ْذك ُُروا َ‬
‫الله ا ْ َ‬ ‫حشآ ِء َوا ْ ُ‬ ‫ع ِن اْلفَ ْ‬ ‫َويَن ْ َهى َ‬
‫الله أَك ْبَ ْر‬
‫ِن َع ِم ِه يَ ِز ْدك ُْم َول َِذك ُْر ِ‬

Anda mungkin juga menyukai