Anda di halaman 1dari 7

KASUS GAKY

An. Kl, laki-laki, usia 12 tahun, BB 30 Kg, TB 122 Cm, tinggal di daerah endemik
gondok. Pada waktu pemeriksaan sekolah oleh petugas kesehatan setempat, An. Kl ternyata
terdapat pembesaran kelenjaar gondok yang sudah nampak, dalam keadaan normal (tanpa
tengadah maksimal).Pembesaran gondok Derajat 2

An. Kl adalah seorang siswa SD kelas enam, anak ketiga dari lima bersaudara.
Orangtua bekerja sebagai buruh pada suatu pabrik tekstil, dengan rata-rata penghasilan per
bulan Rp. 800.000 dan ibu sebagai IRT.

Kebiasaan makan An. Kl sehari-hari, ia makan utama sebanyak 3 kali sehari. An. Kl
tidak memiliki alergi dan pantangan makanan tertentu. Berdasarkan hasil wawancara yang
dilakukan, pola makan pasien adalah sebagai berikut : Konsumsi nasi, 3 kali sehari @ 1
gelas, lauk hewani (telur/ikan 1 kali sehari, @ 1 butir/1 ptg sedang, ayam 1-2 kali seminggu,
@ 1 ptg sedang, lauk nabati (tempe/tahu, 2-3 kali sehari, @ 1ptg sedang), sayuran (biasanya
mengkonsumsi kangkung, daun pepaya , kembang kol ,dan daun singkong,, rata-rata @ ¼
gelas/hari), buah (pisang, pepaya, tergantung musim, @ 3-4 kali per minggu).

Konsumsi makanan saat ini, nafsu makan baik, dan hasil recall konsumsi makan 24 jam
: Energi 1800 kalori, protein 40,9 g, lemak 30 g, dan Kh 203 g.

Hasil Pemeriksaan:

Fisik : KU normal, ditemukan pembesaran kelenjar gondok.

Klinis : TD 120/70 mmHg, T 37°C,

Rencanakan diagnosis gizi dan terapi gizi pada kasus tersebut berdasarkan NCP !
A. IDENTIFIKASI
Nama : An. Kl
Umur : 12 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
TB : 122 cm
BB : 30 kg
Aktivitas : Siswa SD kelas 6

B. SKRINNING GIZI
No.Kriteria Jawaban
Ya Tidak
2. Apakah pasien kehilangan BB dalam 3 minggu terakhir? √

3.Apakah asupan makan pasien menurun 1 minggu terakhir? √


4. Apakah pasien dengan penyakit berat dan atau membutuhkan √
terapi gizi?
Total 1
 Jika tidak untuk semua kriteria →Skrining diulang 1 minggu kemudian
 Jika ada 1 atau lebih criteria dengan jawabanYa → Konsul ke ahli gizi

C. NUTRITION ASSESMENT
Antropometri Berat Badan = 30 kg
Tinggi Badan = 122 cm
BBI = (2 x u ) + 8
= (2 x 12 ) + 8 = 32 kg

IMT = = = 20.15 kg/m2

IMT/U = = = -1.10 SD (kurus)

BB/TB = 30/32 x 100%


= 93.75 % (Normal)
(sumber : Penuntun Diet Anak )
Biokimia
 Klinis : TD 120/70 mmHg, T 37°C,
Klinis & Fisik  KU : Normal, ditemukan pembesaran
kelenjar gondok.

Dietary History / Konsumsi nasi, 3 kali sehari @ 1 gelas, lauk


Riwayat Makan hewani (telur/ikan 1 kali sehari, @ 1 butir/1 ptg
sedang, ayam 1-2 kali seminggu, @ 1 ptg sedang,
lauk nabati (tempe/tahu, 2-3 kali sehari, @ 1ptg
sedang), sayuran (biasanya mengkonsumsi
kangkung, daun pepaya , kembang kol ,dan daun
singkong,, rata-rata @ ¼ gelas/hari), buah (pisang,
pepaya, tergantung musim, @ 3-4 kali per
minggu).
Aktifitas Fisik -

D. NUTRITION DIAGNOSIS
NI.5.10 Asupan mineral inadekuat (yodium) berkaitan dengan tempat tinggal di
daerah endemik gondok ditandai dengan pembesaran gondok derajat 2.
N.B.1.1 Kurang pengetahuan terkait makanan dan zat gizi berkaitan dengan konsumsi
makanan golongan goitrogenik ditandai dengan konsumsi daun pepaya , kembang
kol , daun singkong, tempe, dan tahu.

E. NUTRITON INTERVENTION
A. JENIS DIET
- Tinggi Yodium

B. TUJUAN DIET
- Memenuhi kebutuhan kalori dan zat-zat gizi sesuai kebutuhan
- Memberi makanan yg mengandung tinggi iodium untuk memperbaiki /
mencegah kekurangan iodium lebih berat.

C. PRINSIP DIET
- Mengkonsumsi BM tinggi iodium
- Menghindari BM yg bersifat goitrogenik
- Energi cukup
- Protein Tinggi 20%
- Lemak 20%
- KH cukup 60%
- Cukup cairan

D. SYARAT DIET
- Energi diberikan cukup sesuai kebutuhan
- Protein diberikan tinggi yaitu 20% dari total kalori
- Lemak, HA, dan zat gizi lainnya diberikan cukup.
- Pemberian makanan tinggi iodium sesuai batasan umur 12 tahun yaitu 120
mikrogram
- Porsi makan sesuai umur, BB, & keadaan penderita
- Tidak mengkonsumsi BM goitrogenik, misal: bunga kol, kacang-kacangan,
dsb
- Cairan cukup 8-10 gelas/hari untuk mengeluarkan sisa metabolisme tubuh
- Pemberian makanan dibagi menjadi 3x makan utama dan 2x selingan
- Makanan disajikan beragam , seimbang dan menarik

E. BENTUK MAKANAN
- Makanan Biasa

F. RUTE MAKAN
- Melalui oral

G. MAKANAN YANG DIANJURKAN


 Ikan laut
 Kerang
 Telur
 Daging
 Susu
 Gandum
 Sayuran
 Udang
 Ganggan
F. PERHITUNGAN KEBUTUHAN SEHARI

Rumus Kebutuhan Energi Bagi Anak

BBI = (2 x u ) + 8 = (2 x 12 ) + 8 = 32 kg
Kebutuhan Energi = 70 kkal / Kg BBI
= 70 kkal x 32 kg
= 2.240 kkal
10% = 224
+ = 2.464
- = 2.016
Kebutuhan Protein = 20 % x Kebutuhan Energi

= 20% x 2.240 kkal

= 448 : 4

= 112 gram

10% = 11.2

+ = 123.2

- = 100.8

Kebutuhan Lemak = 20% x Kebutuhan Energi

= 20% x 2.240 kkal

= 448 : 9

= 49,78 gram

10% = 4.978

+ = 54.75

- = 44.80

Kebutuhan KH = 60% x Kebutuhan Energi

= 60% x 2.240 kkal


= 1.344 : 4

= 336 gram

10% = 33.6

+ = 369.6

- = 302.4

G. Rencana Intervensi :

ND.1.2 Komposisi makan/snack

ND.1.2.1 Diet modifikasi tekstur ( Makanan biasa )

ND.1.2.2 Diet modifikasi Energi

ND.1.2.3 Diet modifikasi protein

ND.1.2.10 Diet modifikasi mineral (yodium)

ND.3.2 Suplemen Vitamin dan Mineral

H. MAKANAN YANG TIDAK BOLEH DIBERIKAN:


Bahan Makanan goitrogenik :
 Kel. Sianida ( daun + umbi singkong, gaplek, gadung, rebung, daun ketela, dan
terong)
 Kel. Mimosin ( pete cina & lamtoro )
 Kel. Isothiosianat ( daun pepaya )
 Kel. Asam ( jeruk nipis, belimbing wuluh, dan cuka )
 Kel. Lain ( sayuran sebangsa lobak, bunga kol, kol, kacang-kacangan