Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Mata Kuliah : TAKSONOMI ORGANISME TINGKAT RENDAH

LICHEN

OLEH :

NAMA : ADELIA PUTRI EFFENDI


NIM : 4192441005
Jurusan : BIOLOGI
Program : PENDIDIKAN BIOLOGI
Kelompok : V (LIMA)
Tgl. Pelaksanaan : 15 APRIL 2020

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
I. JUDUL PERCOBAAN : Lichen

II. TUJUAN PERCOBAAN :


1. Mengidentifikasi keanekaragaman Lichenes di lingkungan sekitar
2. Mengamati morfologi Lichenes
3. Mengetahui habitat Lichenes
4. Mengetahui perbedaan tipe-tipe Lichenes
5. Mengetahui peranan Lichenes

III. TINJAUAN PUSTAKA :


Lichen merupakan simbiosis antara fungi (mikobiont) dari kelompok Ascomycetes dan
Basidiomycetes, dengan alga (fikobiont) dari kelompok Cyanobacteria atau Chlorophyceae.
Lichen dapat digunakan sebagai bioindikator udara. Hal ini disebabkan lichen sangat sensitif
terhadap pencemaran udara, memiliki sebaran geografis yang luas, keberadaannya melimpah
dan memiliki bentuk morfologi yang relatif tetap dalam jangka waktu yang lama. Struktur
morfologi lichen yang tidak memiliki lapisan kutikula, stomata, dan organ absorptif, memaksa
lichen untuk bertahan hidup di bawah cekaman polutan yang terdapat di udara. Lichen
mempunyai beragam ukuran, warna dan bentuk. Corticolous lichens merupakan jenis lichen
yang ditemukan hidup sebagai epifit pada substrat kulit batang. Keberadaan jenis lichen ini
sangat tergantung pada pohon inangnya karena beberapa jenis lichen memilih jenis pohon
tertentu sebagai inang. Maka perlu untuk mengetahui jenis pohon apa saja yang dapat menjadi
substrat dan mendukung kehidupan lichen (Mafaza, H, dkk, 2019).
Lichen merupakan simbiosis antara jamur (mycobionts) dan alga atau cyanobacteria
(photobionts). Lichen dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu crustose, foliose, dan fruticose.
Lichen tumbuh di batang pohon, tanah, batuan, dinding atau substrat lainnya dan dalam
berbagai macam kondisi lingkungan, mulai dari daerah gurun sampai daerah kutub. Lichen
tumbuh sangat lambat, bahkan hanya beberapa sentimeter dalam setahun. Banyak sekali
kegunaan lichen yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain untuk pewarna,
pemantauan polusi, parfum, dekorasi, dan untuk tujuan obat. Pemanfaatan lichen dalam bidang
kesehatan khususnya bahan obat berhubungan dengan substansi yang terkandung di dalamnya.
Substansi tersebut dimanfaatkan untuk antibiotik, antijamur, antivirus, antiinflamasi,
analgesik, antipiretik, antiproliferatif dan efek sitotoksik. Lichen merupakan tumbuhan yang
mempunyai banyak manfaat. Keberadaanya yang melimpah pada suatu tempat menandakan
bahwa tingkat pencemaran udaranya masih tergolong rendah. Selain sebagai indikator kualitas
udara, lichen juga berguna dalam pengobatan tradisional. Hingga saat ini, penggunaan lichen
untuk pengobatan radang sendi, sembelit, kemoterapi, luka luar, infeksi mikroba, cacing dan
kutu masih dilakukan di beberapa negara (Septiana, E, 2011).
Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau
Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion).
Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah.
Lumut kerak bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya,
Lichenes tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam
jangka waktu yang lama. Lichens hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya
matahari, tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa hidup kembali (Posumah,
D, dkk, 2015).
Tubuh Lichenes dinamakan thallus yang secara vegetative mempunyai kemiripan
dengan alga dan jamur. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu kehijauan. Beberapa spesies
ada yang berwarna kuning, oranye, coklat, atau merah dengan habitat yang bervariasi. Bagian
tubuh yang memanjang secara seluler dinamakan hifa. Hifa merupakan organ vegetative dari
thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichens. Alga selalu
berada pada bagian permukaan dari thallus (Hasanuddin, dkk, 2014).
Lichen atau sering disebut lumut kerak, yaitu organisme gabungan dari alga dan jamur
yang memiliki ciri-ciri spesifik. Lichen adalah hasil simbiosis antara alga dengan jamur
membentuk individu yang unik. Alga penyusun tubuh lichen adalah alga biru (Cyanobacteria)
atau alga hijau (Chlorophyta) dan jamur dari golongan Ascomycetes atau Basidiomycetes.
Tubuh lichen ini dinamakan thallus. Thallus ini ada yang berwarna abu-abu atau abu-abu
kehijauan. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning, orange, coklat atau merah dengan
habitat yang bervariasi. Lichen hidup epifit pada pepohonan, bebatuan, tempat yang lembab
dan tanah. Berdasarkan habitatnya lichen dibagi menjadi corticolous, terricolous dan
saxicolous. Lichen saxicolous adalah jenis lichen yang hidup di batu, lichen terricolous adalah
jenis lichen yang hidup di permukaan tanah, dan lichen corticolous adalah jenis lichen yang
hidup pada kulit pohon. Lichen adalah salah satu organisme yang digunakan sebagai
bioindikator pencemaran udara karena mudah menyerap zat-zat kimia di udara dan air hujan.
Menurut Suwarso (2004) “Lichen berperan sebagai tumbuhan perintis pada kondisi lingkungan
yang ekstrim. Lichen dapat mempengaruhi komponen ekosistem lain dan juga keberadaannya
sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, seperti mempunyai kemampuan dalam menyerap
bahan-bahan beracun di udara dan menampilkan gejala yang khas untuk bahan beracun
tertentu” (Andrea, E, dkk, 2018).
IV. ALAT DAN BAHAN :
A. ALAT
NO. NAMA ALAT JUMLAH
1. Kertas HVS 1 buah
2. Penggaris 1 buah
3. Alat Tulis 1 buah

B. BAHAN
NO. NAMA BAHAN JUMLAH
1. Lichen yang ada di lingkungan sekitar 11 buah

V. PROSEDUR KERJA :
NO. PROSEDUR KERJA
1. Praktikan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam praktikum, yaitu kertas
HVS, penggaris, alat tulis, dan Lichen yang ada di lingkungan sekitar
2. Praktikan mencari nama spesies Lichenes yang ditemukan terlebih dahulu
3. Praktikan mengamati dengan seksama morfologi dari masing-masing Lichenes
4. Praktikan mengamati bentuk thallus, percabangan thallus, warna thallus, tipe thallus,
alat perkembangbiakan Lichenes yang diamati, dan habitat Lichenes tersebut
5. Praktikan mengambil foto dari Lichenes tersebut
6. Praktikan menuliskan hasil pengamatan pada tabel pengamatan
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN :
A. HASIL PENGAMATAN
 Tabel Karakteristik Lichenes
Bentuk Percabangan Warna Tipe Alat
No. Nama spesies Habitat
thallus thallus thallus thallus perkembangbiakan
1. Lepraria Cenderung Tidak ada Hijau Crustose Cleistotesium Pada tembok
incana membulat keabuan
2. Lecanora Pipih Tidak ada Kehijau- Crustose Cleistotesium Pada kulit
thysanophara hijauan pohon mangga
3. Lepraria Cenderung Tidak ada Hijau Crustose Cleistotesium Pada batu bata
nivalis membulat keabuan
4. Dirinaria Pipih Tidak ada Hijau Crustose Apothecium Kulit pohon
applanata keabuan
5. Parmelia Pipih Tidak ada Hijau Foliose Apothecium Batu, batang
plumbea pohon, tanah
6. Parmelia Agak bulat Ada Keabuan Foliose Apothecium Melekat pada
saxalitis substrat pohon
7. Lepraria Cenderung Tidak ada Hijau Crustose Cleistotecium Pada kulit
incana membulat keabuan pohon yang
masih hidup
8. Xantoria Seperti Ada Jingga, Foliose Vegetatif (soredia) Dinding,
parietina daun yang kuning bebatuan
tersusun (Saxicolous)
lobus-lobus
9. Pyrrhospora Cenderung Tidak ada Putih Crustose Vegetatif (isidia) Pohon
quernea membulat (Corticolous)
10. Parmelia Pipih Ada Abu-abu Foliose Apothecium Pada pohon
caperata atau putih dan batuan
kehijauan
11. Rimelia Bergelomb Tidak ada kehijauan Foliose Ascostroma Pada pohon
reticulata ang dan yang masih
seperti hidup
daun
 Tabel Klasifikasi
No. Klasifikasi Ciri-ciri Gambar pengamatan Gambar literature
1. Divisi : Lichenes Talusnya bertipe Crustose
Class : Ascolichenes dengan bentuk talus cenderung
Ordo : Lecanorales membulat. Pada permukaan
Family : Leprariaceae talusnya terdapat soredia atau
Genus : Lepraria butir-butir halus yang dapat
Spesies : Lepraria incana dirasakan saat diraba.
2. Divisi : Lichenes Talusnya bertipe Crustose
Class : Ascolichenes dengan bentuk talus pipih.
Ordo : Lecanorales Warna talusnya kehijau-
Family : Lecanoraceae hijauan. Habitatnya dapat
Genus : Lecanora dijumpai pada kulit pohon
Spesies : Lecanora yang masih hidup.
thysanophara
3. Divisi : Lichenes Talusnya bertipe Crustose
Class : Ascolichenes dengan bentuk talus cenderung
Ordo : Lecanorales membulat. Pada permukaan
Family : Stereocaulaceae talusnya terdapat soredia atau
Genus : Lepraria butir-butir halus yang dapat
Spesies : Lepraria nivalis dirasakan saat diraba.
4. Divisi : Lichenes Talusnya bertipe Crustose
Class : Ascolichenes dengan bentuk talus pipih.
Ordo : Lecanorales Warna talusnya hijau keabuan.
Family : Caliciaceae Dapat dijumpai pada kulit
Genus : Dirinaria pohon yang masih hidup.
Spesies : Dirinaria
applanata
5. Divisi : Lichenes Tipe talusnya termasuk
Class : Ascolichenes Foliose dengan warna hijau
Ordo : Lecanorales keabuan. Bentuk talus
Family : Parmeliaceae membulat dan tepian talusnya
Genus : Parmelia berwarna putih.
Spesies : Parmelia
plumbea
6. Divisi : Lichenes Tipe talusnya Foliose. Warna
Class : Ascolichenes talusnya keabuan. Berbentuk
Ordo : Lecanorales agak bulat dan melekat pada
Family : Parmeliaceae substrat pohon.
Genus : Parmelia
Spesies : Parmelia
saxalitis
7. Divisi : Lichenes Talusnya bertipe Crustose
Class : Ascolichenes dengan bentuk talus cenderung
Ordo : Lecanorales membulat. Pada permukaan
Family : Stereocaulaceae talusnya terdapat soredia atau
Genus : Lepraria butir-butir halus yang dapat
Spesies : Lepraria incana dirasakan saat diraba.
8. Divisi : Lichenes Tipe talusnya Foliose dengan
Class : Ascolichenes bentuk seperti daun yang
Ordo : Lecanorales tersusun atas lobus-lobus.
Family : Teloschistaceae Warna talus jingga atau
Genus : Xantoria kuning.
Spesies : Xantoria
parientina
9. Divisi : Lichenes Talusnya bertipe Crustose
Class : Ascolichenes dengan bentuk cenderung
Ordo : Lecanorales membulat. Habitatnya
Family : Lecanoraceae menempel pada pohon.
Genus : Pyrrhospora Talusnya berwarna putih.
Spesies : Pyrrhospora
quernea
10. Divisi : Lichenes Tipe talusnya foliose.
Class : Ascolichenes Talusnya bulat bergerigi
Ordo : Lecanorales dengan warna talus keabu-
Family : Parmeliaceae abuan. Tumbuh subur pada
Genus : Parmelia tegakan pohon yang masih
Spesies : Parmelia hidup.
caperata
11. Divisi : Lichenes Tipe talusnya foliose. Warna
Class : Ascolichenes talusnya kehijauan, bagian
Ordo : Lecanorales pinggirnya tidak beraturan dan
Family : Lecanoraceae tidak membulat. Tumbuh
Genus : Rimelia menempel pada pohon yang
Spesies : Rimelia masih hidup.
reticulata

B. PEMBAHASAN
Secara Praktikum, lichen yang terdapat di lingkungan sekitar rumah kami memiliki
bentuk, percabangan, warna, tipe thallus yang berbeda-beda. Alat perkembangbiakan yang
kami amati juga berbeda-beda. Habitatnya pun berbeda-beda, sesuai dengan dimana kami
menemukan lichen tersebut. Pengamatan setiap orang pasti berbeda-beda tergantung dari
bagaimana ia melihatnya. Dari pengamatan Adelia Putri Effendi, didapat 3 jenis lichen, yaitu
lichen pertama, Lepraria incana, dengan bentuk thallus cenderung membulat, tidak ada
percabangan thallus, warna thallus nya hijau keabuan, memiliki tipe thallus Crustose, alat
perkembangbiakannya adalah Cleistotesium, dan ditemukan pada tembok atau dinding. Lichen
kedua, Lecanora thysanophara, dengan bentuk thallus pipih, tidak ada percabangan thallus,
warna thallus nya kehijau-hijauan, memiliki tipe thallus Crustose, alat perkembangbiakannya
adalah Cleistotesium, dan ditemukan pada kulit pohon mangga. Lichen ketiga, Lepraria
nivalis, dengan bentuk thallus cenderung membulat, tidak ada percabangan thallus, warna
thallus nya hijau keabuan, memiliki tipe thallus Crustose, alat perkembangbiakannya adalah
Cleistotesium, dan ditemukan pada batu bata.
Dari pengamatan Masitah, didapat 2 jenis lichen, yaitu lichen pertama, Dirinaria
applanata, dengan bentuk thallus pipih, tidak ada percabangan thallus, warna thallus nya hijau
keabuan, memiliki tipe thallus Crustose, alat perkembangbiakannya adalah Apothecium, dan
ditemukan pada kulit pohon. Lichen kedua, Parmelia plumbea, dengan bentuk thallus pipih,
tidak ada percabangan thallus, warna thallus nya hijau, memiliki tipe thallus Foliose, alat
perkembangbiakannya adalah Apothecium, dan ditemukan pada batu, batang pohon, dan tanah.
Dari pengamatan Mei Lanie Siagian, didapat 2 jenis lichen, yaitu lichen pertama, Parmelia
saxalitis, dengan bentuk thallus agak bulat, ada percabangan thallus, warna thallus nya
keabuan, memiliki tipe thallus Foliose, alat perkembangbiakannya adalah Apothecium, dan
melekat pada substrat pohon. Lichen kedua, Lepraria incana, dengan bentuk thallus cenderung
membulat, tidak ada percabangan thallus, warna thallus nya hijau keabuan, memiliki tipe
thallus Crustose, alat perkembangbiakannya adalah Cleistotecium, dan ditemukan pada kulit
pohon yang masih hidup.
Dari pengamatan Muhammad Raihan Al Biruni, didapat 2 jenis lichen, yaitu lichen
pertama, Xantoria parietina, dengan bentuk thallus seperti daun yang tersusun lobus-lobus, ada
percabangan thallus, warna thallus nya jingga atau kuning, memiliki tipe thallus Foliose, alat
perkembangbiakannya adalah Soredia, dan melekat pada dinding, bebatuan. Lichen kedua,
Pyrrhospora quernea, dengan bentuk thallus cenderung membulat, tidak ada percabangan
thallus, warna thallus nya putih, memiliki tipe thallus Crustose, alat perkembangbiakannya
adalah isidia, dan ditemukan pada pohon. Dari pengamatan Safrida Warni, didapat 2 jenis
lichen, yaitu lichen pertama, Parmelia caperata, dengan bentuk thallus pipih, ada percabangan
thallus, warna thallus nya abua-abu atau putih kehijauan, memiliki tipe thallus Foliose, alat
perkembangbiakannya adalah Apothecium, dan melekat pada pohon dan batuan. Lichen kedua,
Rimelia reticulata, dengan bentuk thallus bergelombang dan seperti daun, tidak ada
percabangan thallus, warna thallus nya kehijauan, memiliki tipe thallus Foliose, alat
perkembangbiakannya adalah Ascostroma, dan ditemukan pada pohon yang masih hidup.
Secara Teori, Lichen atau sering disebut lumut kerak, yaitu organisme gabungan dari alga
dan jamur yang memiliki ciri-ciri spesifik. Lichen adalah hasil simbiosis antara alga dengan
jamur membentuk individu yang unik. Alga penyusun tubuh lichen adalah alga biru
(Cyanobacteria) atau alga hijau (Chlorophyta) dan jamur dari golongan Ascomycetes atau
Basidiomycetes. Tubuh lichen ini dinamakan thallus. Thallus ini ada yang berwarna abu-abu
atau abu-abu kehijauan. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning, orange, coklat atau merah
dengan habitat yang bervariasi. Lichen hidup epifit pada pepohonan, bebatuan, tempat yang
lembab dan tanah. Berdasarkan habitatnya lichen dibagi menjadi corticolous, terricolous dan
saxicolous. Lichen saxicolous adalah jenis lichen yang hidup di batu, lichen terricolous adalah
jenis lichen yang hidup di permukaan tanah, dan lichen corticolous adalah jenis lichen yang
hidup pada kulit pohon (Andrea, E, dkk, 2018).
Tubuh Lichenes dinamakan thallus yang secara vegetative mempunyai kemiripan
dengan alga dan jamur. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu kehijauan. Beberapa spesies
ada yang berwarna kuning, oranye, coklat, atau merah dengan habitat yang bervariasi. Bagian
tubuh yang memanjang secara seluler dinamakan hifa. Hifa merupakan organ vegetative dari
thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichens. Alga selalu
berada pada bagian permukaan dari thallus (Hasanuddin, dkk, 2014).

VII. KESIMPULAN :
1. Di lingkungan sekitar, ditemukan beberapa jenis Lichenes diantaranya adalah Lichen
Lepraria incana, Lecanora thysanophara, Lepraria nivalis, Dirinaria applanata,
Parmelia plumbea, Parmelia saxalitis, Xantoria parientina, Pyrrhospora quernea,
Parmelia caperata, dan Rimelia reticulate.

2. Lichen mempunyai tubuh yang dinamakan thallus. Thallus ini ada yang berwarna abu-
abu atau abu-abu kehijauan. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning, orange,
coklat atau merah dengan habitat yang bervariasi. Memiliki bagian tubuh yang
memanjang secara seluler yang dinamakan hifa.

3. Lichen hidup epifit pada pepohonan, bebatuan, tempat yang lembab dan tanah.
Berdasarkan habitatnya lichen dibagi menjadi corticolous, terricolous dan saxicolous.
Lichen saxicolous adalah jenis lichen yang hidup di batu, lichen terricolous adalah
jenis lichen yang hidup di permukaan tanah, dan lichen corticolous adalah jenis lichen
yang hidup pada kulit pohon.

4. Lichen dibedakan menjadi empat tipe, yaitu Krustose, jika talus berbentuk seperti
kerak, berukuran kecil, datar, dan tipis. Foliose, jika talus berbentuk seperti daun.
Frutikose, talus tegak seperti semak atau menggantung seperti pita. Squalumose,
memiliki lobus-lobus seperti sisik.

5. Lichen memiliki beberapa manfaat bagi kehidupan manusia, yaitu: Parmotrema


tinctorum dan Parmotrema austrosinensis digunakan sebagai bioindikator kualiatas
udara, Cladina stellaris digunakan untuk bahan makanan, Lobaria pulmonaria
digunakan untuk menyembuhkan penyakit paru-paru, Usnea filipendula digunakan
untuk obat luka, Cladonia sp. digunakan sebagai antibiotik, Evernia prunastri
digunakan untuk pembuatan sabun mandi dan parfum. Parmelia sulcata digunakan
untuk pewarna wol dan bahan pewarna.

VIII. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS :


1. Peranan lichen yang menguntungkan adalah Lichen memiliki beberapa manfaat bagi
kehidupan manusia, yaitu: Parmotrema tinctorum dan Parmotrema austrosinensis
digunakan sebagai bioindikator kualitas udara, Cladina stellaris digunakan untuk
bahan makanan, Lobaria pulmonaria digunakan untuk menyembuhkan penyakit
paru-paru, Usnea filipendula digunakan untuk obat luka, Cladonia sp. digunakan
sebagai antibiotik, Evernia prunastri digunakan untuk pembuatan sabun mandi dan
parfum. Parmelia sulcata digunakan untuk pewarna wol dan bahan pewarna.

2. Peranan lichen yang merugikan adalah lichen mampu merusak batuan pada
peninggalan sejarah seperti candi Borobudur dan candi-candi lainnya.

3. Kebanyakan reproduksi Lichen tergolong dalam askospora yang akan menghasilkan


spora di dalam kantong yang disebut dengan askus, tetapi kebanyakan dari lichen
bereproduksi secara aseksual. Reproduksi secara seksual dengan cara pembentukan
askokarp dalam struktur khusus yang disebutt asci, tumbuh pada apotesium dan
peritesium. Reproduksi secara aseksual dengan melalui pembentukan spora melalui
pasangan fungi yang sejenisnya. Spora seksual disebut dengan pycnidiospores.
Adapun reproduksi vegetative menurut Pandey dan Triveni melalui tiga cara, yaitu
Fragmentasi, Isidia, dan Soredia.

4. Proses penyebaran Lichenes Lumut kerak banyak ditemukan pada daerah bebatuan
dan gersang, sehingga sering disebut sebagai organisme perintis. Dalam
persebarannya, lumut kerak sangat rentan pada polusi udara. Ini karena strukturnya
yang tidak memiliki kutikula, sehingga senyawa luar dari udara bebas keluar masuk
sel lumut kerak. Zat dari polusi udara yang berbahaya pada lumut kerak misalnya
adalah timbal (Pb). Karena itu, pada wilayah yang dekat dengan jalan raya, di mana
banyak kendaraan bermotor lalu lalang, persebaran lumut kerak akan terganggu.
Sementara wilayah yang jauh dari jalan raya, di mana sedikit polusi udara, akan lebih
banyak ditemukan lumut kerak.
5. Lumut kerak (Lichenes) sebagai vegetasi perintis dianggap bisa merugikan disisi lain
menguntungkan. Merugikan karena lumut kerak dapat merusak peninggalan
peninggalan bersejarah, seperti candi, prasasti, dan lain-lain, karena lumut kerak
hidup di bebatuan. Menguntungkan karena dapat mendukung kehidupan organisme
lain, karena lumut kerak hidup pada daerah yang keras dan kering.

IX. DAFTAR PUSTAKA :


Andrea, E., Rozana, Z., Leni, M. 2018. Identifikasi Jenis Lichen di Kawasan Objek Wisata
Teluk Wang Sakti. Jurnal Pendidikan Biologi dan Biosains. 1 (2) : 7-14.

Hasanuddin, Mulyadi. 2014. Botani Tumbuhan Rendah. Banda Aceh : Syiah Kuala
University Press.

Mafaza, H., Murningsih, Jumari. 2019. Keanekaragaman Jenis Lichen di Kota Semarang.
Life Science : Journal of Biology. 8 (1) : 10-16.

Posumah, D., Eva, S. 2015. Taksonomi Tumbuhan Tak Berpembuluh. Tondano :


Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Negeri Manado.

Septiana, E. 2011. Potensi Lichen Sebagai Sumber Bahan Obat : Suatu Kajian Pustaka.
Jurnal Biologi. 15 (1) : 1-5.

Medan, 20 April 2020


Asisten Laboratorium Praktikan

( ALFIN SAHRUDDIN NASUTION ) ( ADELIA PUTRI EFFENDI )


NIM : 4171141003 NIM : 4192441005
DOKUMENTASI