Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PENILAIAN ASPEK SIKAP DAN

PENILAIAN ASPEK PENGETAHUAN

Nama Anggota Kelompok 11:


 Alvionita Surbakti (1171111003)
 Dosmaria Sitinjak (1171111015)
 Muhammad Iqbal Siregar (1171111030)

Kelas : A Reguler 2017


Prodi : PGSD
Mata Kuliah : Pembelajaran Tematik
Dosen : Dra. Eva Betty, S,Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2020

1
KATA PENGATAR

Assalamua’alaikum Wr.Wb
Segala puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan hidayahnya saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya meskipun
bentuknya sangat jauh dari kesempurnaan, selanjutnya salawat dan salam saya kirimkan kepada Nabi
Besar Muhammad SAW sebagaimana beliau telah mengangkat derajat manusia dari alam kegelapan
menuju alam yang terang benderang.
Dan ucapan terima kasih saya kepada:
1. Dosen yang telah membimbing dalam menyusun laporan ini, semoga ilmu yang dosen
berikan di balas dengan kebaikan oleh Allah Yang Maha Esa.
2. Kedua orang tua yang memberi bantuan berupa material dan doa nya sehingga laporan ini
dapat diselesaikan.

Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan, maka saran
dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
berikutnya. Semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan para
pembaca umumnya.

Wassalamu’alaikum wr.wb
Medan, Mei 2020

Kelompok 11

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..................................................................................................i


Daftar Isi............................................................................................................ii
Bab I : Pendahuluan..........................................................................................4
1.1 Latar Belakang ................................................................................4
1.2 Rumusan…………………………………………………………….5
1.3 Tujuan……………………………………………………………….5
Bab II : Pembahasan…………………………………………………………...6
2.1. Pengertian Penilaian…………………………………………………….6
2.2 Penilaian Sikap……...………………..…………………………………7
2.3 Penilaian Pengetahuan………………………………………………….10

Bab III : Penutup……………………………………………………………….12


3.1 Kesimpulan……………………………………………………………..12
3.2 Saran …………………………………………………………..………..12
Daftar Pustaka …………………………………………………..…………….13

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan
seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau
pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku
atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif
adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek.
Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun
komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara
tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.
Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata
pelajaran adalah anatara lain :Sikap terhadap materi pelajaran. Peserta didik perlu memiliki sikap
positif terhadap materi pelajaran. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik akan tumbuh dan
berkembang minat belajar, akan lebih mudah diberi motivasi, dan akan lebih mudah menyerap
materi pelajaran yang diajarkan.Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap
positif terhadap guru. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru akan
cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian, peserta didik yang memiliki
sikap negatif terhadap guru/pengajar akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh
gurutersebut.
              Sikap terhadap proses pembelajaran. Peserta didik juga perlu memiliki sikap positif
terhadap proses pembelajaran yang berlangsung.  Proses pembelajaran mencakup suasana
pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik pembelajaran yang digunakan. Proses
pembelajaran yang menarik, nyaman dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar
peserta didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
              Sikap berkaitan dengan nilai atau norma yang berhubungan dengan suatu materi
pelajaran. Misalnya kasus atau masalah  lingkungan hidup, berkaitan dengan materi Biologi atau
Geografi. Peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai
positif terhadap kasus  lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan
hidup). Misalnya, peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar.

4
Dalam kasus yang lain, peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu
glondongan ke luar negeri.

1.2   Rumusan Masalah


1.      Apa pengertian Penilaian ?
2.      Apa itu Penilaian Sikap?
3.      Apa itu Penilaian Pengetahuan?

1.3     Batasan Masalah.
Dalam penulisan Makalah ini, penulis membatasi bahasan yang di sesuaikan dengan
rumusan masalah, sebagai acuan penulis untuk menjabarkan dan mengembangkan pemikiran
tentang penilaian.

  

5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1      Pengertian Penilaian.
Penilain Merupakan bagian integral dalam pembelajaran, banyak istilah yang sering
digunakan dalam hubungannya dengan penilaian, yakni pengukuran, evaluasi, tes dan penilain
itu sendiri. Namun, secara teknis istilah-istilah tersebut bermuara pada hakekat yang berbeda-
beda. Pengukuran adalah proses sistematis untuk memperoleh derajat sesuatu yang diukur yang
mana sifat atau atribut hadir dalam individu atau objek.[3]
Dengan kata lain, pengukuran adalah tugas sistematis tentang nilai-nilai numeric atau
angka untuk sifat atau atribut pada orang atau objek, dalam pendidikan, nilai numeric,
kecerdasan, bakat, atau kemampuan dan prestasi diukur dan diperoleh dengan menggunakan
instrument seperti tes standar. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai atribut dijabarkan ke angka
melalui kegiatan pengukuran. Jadi pengukuran adalah pemberian angka kepada suatu atribut atau
karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau objek tertentu menurut aturan atau
formulasi yang jelas. Pengukuran adalah proses mengukur sejauh mana seseorang atau sesuatu
memiliki karakteristik, kualitas, atau ciri tertentu.
Evaluasi dipahami secara beragam oleh para ahli, secara umum evaluasi merupakan
proses menentukan kelayakan atau menilai dari sesuatu melalui kajian dan penilaian secara
cermat. Evaluasi adalah analisis dan perbandingan tentang kemajuan saat ini dibandingkan
dengan rencana sebelumnnya, yang berorientasi untuk memperbaiki rencana pelaksanaan yang
akan dating, evaluasi merupakan bagian dari proses manajemen yang berkelanjutan yang terdiri
atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi adalah proses penentuan kelayakan atau
nilai dari sesuatu yang mencakup penentuan nilai tentang sesuatu atau orang yang dievaluasi.
Jadi, evaluasi bertujuan untuk menentukan kualitas dari suatu kinerja saat ini, dan dapat
dijadikan untuk mengambil keputusan dalam menerima atau menolak sesuatu
Gallagher dalam Asiaeuniversity ( 2012) menjelaskan, bahwa tes adalah serangkaian
pertanyaan atau tugas yang dirancang untuk memperoleh perilaku tertentu dari orang yang diuji.
Istilah Penilaian dan tes sering digunakan secara bergantian oleh banyak orang, namun kata tes
menyiratkan instrumen kertas dan pensil yang diberikan dibawah kondisi yang ditentukan
sebelumnya yang dberikan untuk seluruh siswa. Secara tradisional, tes sering digunakan oleh

6
para guru yang merujuk pada serangkaian tugas tertulis yang mana siswa menanggapinya secara
tertulis. Contohnya essay atau soal-soal jawaban pendek.[4]
Penilaian ( Assesment ) adalah proses pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif yang
dilakukan dengan sengaja di dalam ruang kelas. Istilah penilaian jauh lebih luas dari pengukuran
dengan tujuan untuk membuat suatu keputusan tentang siswa baik secara kelompok maupun
individu, Penilaian mencakup kegiatan mendiagnosis kesulitan, memverifikasi belajar setelah
pelaksanaan pembelajaran, mengindentifikasi prasyarat dalam belajar dan menentukan pada
bagian mana harus mengawali pembelajaran.
LDA of America (2012) menjelaskan tentang penilaian yang merujuk pada
pengumpulan data melalui penggunaan bernagai macam pengukuran instrument dan prosedur
informal dan standar. Sedangkan Indiana University ( 2012:1 ) memberi definisi penilaian
sebagai berikut : Penilaian adalah proses mengumpulkan dan mendiskusikan informal dari
berbagai sumber dalam rangka untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai
apa yang siswa tahu, mengerti, dan dapat melakukan dengan pengetahuan mereka.[5]
2.2 Penilaian Sikap
a.      Pengertian
Penilaian sikap sebagai penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap
suatu objek, fenomena, atau masalah. Penilaian ini dapat dilakukan dengan cara, antara
lain: (a) observasi perilaku, misalnya tentang kerja sama, inisiatif, perhatian; (b)
pertanyaan langsung, misalnya tanggapan terhadap tata tertib sekolah yang baru; dan (c)
laporan pribadi. (Muslich, 2007:89)
Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Tipe hasil belajar afektif tampak
pada siswa dalam berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin,
motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasaan, dan hubungan sosial.
Ada beberapa jenis kategori ranah afektif, antara lain: (a) receiving/attending, kepekaan
dalam menerima rangsangan (stimulus) yang datang dari luar; (b) responding, reaksi
yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar;
(c) valuing, berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap stimulasi; (d) organisasi,
pengembangan nilai ke dalam satu sistem organisasi, dan (e) karakteristik nilai atau
internalisasi nilai. Keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang
mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. (Sudiana, 2003:30)

7
b.      Langkah-langkah Penilaian Sikap (Afektif)
Banyak teknik dikembangkan untuk menilai afektif, namun yang sering digunakan
adalah dengan memanfaatkan skala likert. Langkah-langkah dalam menyusun skala likert
antara lain adalah :
1.      Memilih variabel afektif yang akan diukur.
2.      Membuat beberapa pernyataan tentang variabel afektif yang dimaksudkan.
3.      Mengklasifikasikan pernyataan positif atau negative
4.      Menentukan frase atau angka yang dapat menjadi alternative pilihan. Misalnya SS=
sangat setuju, S= setuju, T= tidak setuju, ST= sangat tidak setuju.
5.      Menyusun pernyataan dan pilihan jawaban menjadi sebuah alat penilaian.
6.      Melakukan uji coba.
7.      Mengidentifikasi dan membuang butir-butir pernyataan yang kurang baik.
8.      Melaksanakan penilaian afektif.

Dalam penilaian afektif guru tentunya mengharpkan agar siswa merespon skala likert
secara sungguh-sungguh. Agar tidak terjadi kendala dalam menentukan respon sesuai
dengan kondisi sebenarnya. Siswa tidak perlu mencantumkan namanya dalam lembar
penilaian afektif.

Tema                          : Rekreasi sains


Sains
Kompetensi Dasar      : Bersikap ilmiah
Hasil Belajar               : Mengembangkan Keingintahuan
Indikator                                : (1) Berani mengajukan pertanyaan (2) sering mengajukan
pertanyaan. (3) Aktif mengemukakan pendapat.
Bentuk Penilaian        : Penilaian Sikap
B. Instrumen Penilaian
No. Nama Siswa Aspek penilaian Skor

Berani Frekuensi Aktif


bertanya bertanya berpendapat

8
1

Kriteria Penilaian :
1.      Berani bertanya : 0-30
2.      Frekuensi bertanya : 0-30
3.      Aktif berpendapat : 0-40

Contoh muatan KI-1 (sikap spiritual) antara lain: ketaatan beribadah, berperilaku syukur,
berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, toleransi dalam beribadah. Contoh muatan KI-
2 (sikap sosial) antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, bisa
ditambahkan lagi sikap-sikap yang lain sesuai kompetensi dalam pembelajaran, misal : kerja
sama, ketelitian, ketekunan. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri,
penilaian antarteman, dan jurnal. Penilaian sikap ini bukan merupakan penilaian yang terpisah
dan berdiri sendiri, namun merupakan penilaian yang pelaksanaannya terintegrasi dengan
penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga bersifat otentik (mengacu kepada pemahaman
bahwa pengembangan dan penilaian KI 1 dan KI 2 dititipkan melalui kegiatan yang didesain
untuk mencapai KI 3 dan KI 4.[6]
1.      Observasi
Merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan
menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan format
observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati, terkait dengan kegiatan
pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini dilakukan saat pembelajaran di kelas maupun di
luar kelas.
2.      Penilaian Diri

9
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk melakukan refleksi
diri/perenungan dan mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks
pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
3.      Penilaian Antarteman
Merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik  untuk saling menilai
terkait dengan sikap dan perilaku keseharian peserta didik selama kegiatan pembelajaran
berlangsung (biasanya dilakukan ketika peserta didik melakukan kegiatan kelompok, dan
penilaian dilakukan antar anggota kelompok). Instrumen yang digunakan berupa lembar
penilaian antarpeserta didik.
4.      Jurnal Catatan Guru
Merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil
pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan
perilaku. Jurnal bisa dikatakan sebagai catatan yang berkesinambungan dari hasil observasi.
2. 3        Penilaian Pengetahuan
Pada kesempatan ini kita sama-sama mengkaji teknik penilaian pengetahuan. Penilaian
pengetahuan ini merupakan bagian dari penilaian autentik. Penilaian pengetahuan bisa ditempuh
dengan beberapa aspek. Secara esensi, penilaian autentik muncul sebagai reaksi ketidakpuasan
terhadap pengukuran kecerdasan yang hanya berdasarkan aspek pengetahuan. Namun, meski
demikian, bukan berarti penilaian pengetahuan ditiadakan. Penilaian pengetahuan tetap diadakan
karena Kurikulum 2013 menghendaki peserta didik yang cakap dalam sikap, pengetahuan, dan
keterampilan.[7]
   Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut ini.
1.      Tes tulis
Meski konsepsi penilaian autentik muncul dari ketidakpuasan terhadap tes tertulis yang
lazim dilaksanakan pada era sebelumnya, penilaian tertulis atas hasil pembelajaran tetap bisa
dilakukan. Tes tertulis terdiri dari memilih atau mensuplai jawaban dan uraian. Memilih jawaban
dan mensuplai jawaban. Memilih jawaban terdiri dari pilihan ganda, pilihan benar-salah, ya-
tidak, menjodohkan, dan sebab-akibat. Mensuplai jawaban terdiri dari isian atau melengkapi,
jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut
peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis,
mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari.

10
Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu
menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Pada tes tertulis
berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yang berbeda
dengan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yang sama.
2.      Tes Lisan
Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga
peserta didik merespon pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menimbulkan keberanian.
Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf yang diucapkan.
3.      Penugasan
Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan
rumah baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya.

11
BAB III
PENUTUP
  
     3.1 Kesimpulan.
Penilain Merupakan bagian integral dalam pembelajaran, banyak istilah yang sering
digunakan dalam hubungannya dengan penilaian, yakni pengukuran, evaluasi, tes dan penilain
itu sendiri. Namun, secara teknis istilah-istilah tersebut bermuara pada hakekat yang berbeda-
beda. Penilain Merupakan bagian integral dalam pembelajaran, banyak istilah yang sering
digunakan dalam hubungannya dengan penilaian, yakni pengukuran, evaluasi, tes dan penilain
itu sendiri. Namun, secara teknis istilah-istilah tersebut bermuara pada hakekat yang berbeda-
beda. Pengukuran adalah proses sistematis untuk memperoleh derajat sesuatu yang diukur yang
mana sifat atau atribut hadir dalam individu atau objek
 Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara berikut ini.
1.      Tes tulis
2.      Tes Lisan
3.      Penugasan
Aspek  keterampilan dapat dinilai dengan cara berikut:
1.      Penilaian Kinerja
2.      Penilaian Projek
3.      Penilaian Portofolio

3.2     Saran
Dari uraian diatas penulis berharap saran kritik yang bersifat konstruktif dari para
mahasiswa sangat kami harapkan untuk penulisan makalah dimasa yang akan dating, akhirnya
penulis hanya bias berharap semoga makalah ini bias menambah wawasan keilmuan kita tentang
desain pembelajaran. Amin.

12
DAFTAR PUSTAKA

Trianto. 2009. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.


Rusman. 2014. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta :
PT. RajaGrafindo Persada.

13