Anda di halaman 1dari 4

Modul 1

1. B
2. B
3. C
4. B
5. D
6. A
7. B
8. A
9. C
10. D

Modul 2

1. B
2. C
3. E
4. A
5. D
6. E
7. A
8. C
9. D
10. C

Modul 3

1. B
2. B
3. B
4. D
5. C
6. C
7. B
8. B
9. M
10. C

Modul 4

1. D
2. D
3. B
4. E
5. B
6. B
7. B
8. B
9. C
10. C

Kunci Tes Sumatif

1. A
2. C
3. C
4. E
5. C
6. A
7. C
8. B
9. C
10. C

Kasus yang alami oleh pak Sigit (KB 1 halaman 39) juga pastinya sama dengan yang kita alami
di tempat kerja kita masing-masing. Menurut saya, dalam konteks ini seorang pendidik harus
mampu mengidentifikasi dan memahami latar belakang dan karakteristik setiap peserta
didik yang diampunya. Tentu kita sama-sama sepakat bahwa seorang peserta didik adalah
guru yang hebat bagi peserta didik lainnya. Hal ini berarti perbedaan latar belakang dan
karakteristik peserta didik dapat menjadi peluang bagi seorang pendidik untuk
mengembangkan potensi setiap peserta didik.
Secara spesifik, langkah konkret yang dapat dilakukan pendidik adalah merancang sebuah
model mengajar yang di dalamnya setiap peserta didik diberi kesempatan untuk
menunjukkan potensinya berdasarkan latar belakang dan karakteristik yang dimilikinya.
Dalam hal ini juga pendidik harus memanfaatkan sumber belajar yang bervariasi.

REFLEKSI MODUL 1

Setelah mempelajari Modul 1 Pedagogik tentang Konsep dasar Ilmu Pendidikan maka secara
pribadi saya lebih memahami bahwa Profesi seorang guru adalah profesi yang mulia
sekaligus bukan sebuah profesi yang gampang dijalankan. Profesi guru sebagai profesi mulia
karena peran guru dalam mempersiapkan bekal hidup ke depan bagi peserta didik. Profesi
guru tidak gampang karena banyak tantangan yang harus dihadapi guru dalam
melaksanakan tugasnya sebab hasil yang dicapai bukan sekarang tapi hari esok.
Dari pemahaman di atas maka sebagai seorang guru tentu saya harus memahami secara
utuh landasan atau dasar-dasar ilmu pendidikan itu. Guru adalah pekerja pendidikan jadi ia
harus paham betul apa yang ia kerjakan. Dengan memahami landasan pendidikan, saya akan
mengetahui arah dan tujuan serta apa yang harus ia lakukan untuk mencapai tujuan
pendidikan.
Dalam melaksanakan tugas profesi saya sebagai seorang guru, tentu saya akan berhadapan
dengan siswa yang punya perbedaan dan keragaman karakteristik dan latar belakang yang
berbeda. Sebagai seorang guru seharusnya saya menyikapi perbedaan dan keragaman itu
sebagai kekayaan potensi siswa. Oleh karena itu tentunya saya harus mendesain
pembelajaran yang mampu mengakomodir perbedaan dan keragaman sehingga pada
ahirnya siswa dapat mengeluarkan potensi terbaiknya sebagai individu.
Salah satu perbedaan yang saya temukan saat pembelajaran adalah perbedaan gaya belajar.
Tentu saja saya sebagai seorang pendidik harus memahami teori-teori belajar yang akan
menolong saya dalam mendesain pembelajaran yang mengakomodir perbedaan gaya belajar
ini.
Selanjutnya dalam mendesain pembelajaran sudah seharusnya saya mempedomani
kurikulum yang ada. Tujuannya adalah desain pembelajaran yang saya kembangkan sinkron
dengan tujuan dan tuntutan kurikulum dalam lingkup yang lebih besar... Sekian

DISKUSI KB 2

Secara umum ada 3 (tiga) jenis gaya belajar yang saya temukan di kelas antara lain:
I. Gaya belajar auditori
Ciri-cirinya yang dilihat pada siswa adalah:
a. Memiliki kemampuan mengingat yang baik dari mendengarkan.
b. Tidak mampu berkonsentrasi untuk belajar jika suasananya berisik.
c. Senang mendengarkan cerita atau dibacakan cerita.
d. Suka bercerita dan berdiskusi.
e. Bisa mengulangi informasi yang di dengarnya.
II. Gaya belajar visual
Ciri-cirinya yang dilihat pada siswa adalah:
a. Bisa mengingat dengan lebih cepat dan kuat dengan melihat.
b. Tidak terganggu dengan suara- suara yang berisik.
c. Memiliki hobi membaca.
d. Suka melihat dan mendemonstrasikan sesuatu.
e. Memiliki ingatan yang kuat tentang bentuk, warna, dan pemahaman artistik.
f. Belajar dengan melihat dan mengamati pengajar.
g. Memiliki kemampuan menggambar dan mencatat sesuatu dengan detail.
III. Gaya belajar kinestetik
Ciri-cirinya yang dilihat pada siswa adalah:
a. Ketika menghafal yaitu dengan cara berjalan atau membuat gerakan- gerakan.
b. Menyukai belajar dengan praktik langsung atau menyentuh secara langsung.
c. Anak yang aktif dan banyak bergerak, memiliki perkembangan otak yang baik.
d. Menggunakan objek nyata sebagai alat bantu.
e. Menyukai aktivitas pembelajaran yang aktif atau permainan.

Dari ketiga gaya belajar di atas, saya mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang di
dalamnnya menggunakan media audio, video, power point dan percobaan. Dengan
menggunakan media pembelajaran yang bervariasi serta melakukan percobaan, perbedaan
gaya belajar peserta didik dapat terakomodasi. Model pembelajaran dalam Kurikulum 13
seperti Model Project Based Learning,Model Problem Based Learning dan Model
Discovery Learning dapat dikondisikan tetapi media pembelajaran wajib bervariasi.