Anda di halaman 1dari 3

Nama : Wahyu Aditiya Pratama

NPM : 17025010021
Kelas : Agroteknologi A
Review 1
Pengantar Biologi Molekuler

o Pengertian
Pengertian biologi molekular pada saat ini merupakan ilmu yangmempelajari fungsi dan
organisasi jasad hidup (organisme) ditinjau dari struktur dan regulasi molekular unsur atau
komponen penyusunnya. Biologi Molekular juga merupakan cabang ilmu pengetahuan yang
mempelajari hubungan antara struktur dan fungsi molekul-molekul hayati serta kontribusi
hubungan tersebut terhadap pelaksanaan dan pengendalian berbagai proses biokimia. Dalam
ilmu materi kajian utama adalah makromolekul hayati, khususnya asam nukleat, serta proses
pemeliharaan, transmisi, dan ekspresi informasi hayatiyang meliputi replikasi, transkripsi, dan
translasi.

o Sejarah Perkembangan
1. Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723)
• Membuat mikroskop dengan menunjukkan adanya partikel-partikel kecil yang tidak dapat
dilihat dengan mata secara langsung, menyebut sel sebagai satuan kehidupan
• Orang yang pertama kali melihat sel tunggal (bakteri, protozoa, yeast, algae, kecuali virus)
2. Robert Hooke (1635-1703)
• Melihat rongga kosong pada sayatan jaringan gabus tumbuhan kemudian dinamakan
cellula yang berarti rongga/ ruangan (asal kata sel).
3. Rudolf Virchow(1821-1902)
• Samua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya, bukan berasal dari material yang
tidak hidup (1855).
Menghasilkan teori sel baru oleh para ahli biologi yaitu pemahaman hubungan antara
genetika Mendel dengan pembelahan sel melalui persatuan sperma dan sel telur. Langkah
pertama dalam pembelahan sel pada organisme tingkat tinggi adalah melalui proses pembelahan
mitosis dan meiosis. Serta menjadi awal pengembangan penelitian penemuan dari inti sel dan
kromosom, enzim, DNA, struktur DNA, virus, basa nitrogen, dll.
Referensi
o PPT materi pengantar biologi molekuler
o Darmawati, S. Nurhayari,B. 2017. Biologi sel dan molekuler. Bahan ajar teknologi
laboratorium medis, Pusat pendidikan sumberdaya manusia kesehatan, badan
pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan. Jakarta. Hal 1-297.
Review 2
Konstitusi Genetik