Anda di halaman 1dari 14

i

MINI RISET

MINAT MAHASISWA UNIMED DALAM


LITERASI
OLEH:

LISA KIRANTI (2181111007)

PRODI : PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA


INDONESIA

JURUSAN : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS : BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Sang Illahi Robbi yang mana atas berkat dan Rahmat-Nyalah kami
bisa menyelesaikan makalah ini, tak lupa sholawat dan salam marilah kita limpah curahkan
kepada Guru besar kita Yakni Nabi Muhammad SAW, tanpa adanya beliau mungkinkah kita
terbebas dari zaman kebodohan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Syamsul Arif, M.Pd., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Ibu Trisnawati Hutagalung, M.Pd., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia
3. Ibu Fitriani Lubis, M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia
4. Bapak Drs. Tangson Pangaribuan, M.Pd, dosen mata kuliah Literasi Bahasa
Indonesia
5. teman-teman yang memberikan bantuan baik langsung maupun tidak langsung
6. orang tua tercinta yang tidak bosan-bosannya mendoakan dan sekaligus
memberikan dana kepada penulis.

Semoga critical book report ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 10 Mei 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1

A. Latar Belakang.........................................................................................................1
B. Rumusan Masalah....................................................................................................1
C. Manfaat....................................................................................................................1
D. Tujuan......................................................................................................................2

BAB II LANDASAN TEORI............................................................................................3

A. Pengertian Minat......................................................................................................3
B. Pengertian Literasi...................................................................................................4

BAB III METODE SURVEY...........................................................................................6

A. Subjek Penelitian.....................................................................................................6
B. Teknik Pengambilan................................................................................................6
C. Instrumen Survey.....................................................................................................7

BAB IV HASIL PEMBAHASAN.....................................................................................8

A. Gambaran Hasil Survey...........................................................................................8


B. Pembahasan.............................................................................................................8

BAB V PENUTUP.............................................................................................................10

A. Simpulan..................................................................................................................10
B. Saran........................................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kini budaya literasi di Indonesia menjadi persoalannya yang sangat menarik untuk
diperbincangkan. Mengingat budaya literasi di Indonesia masih rendah dan belum mendarah
daging di kalangan masyarakat. Di tengah melesatnya budaya populer, eksistensi buku pun
sekarang bukan lagi menjadi prioritas. Bahkan masyarakat lebih mudah menyerap budaya
berbicara dan mendengar, daripada membaca kemudian menuangkannya dalam bentuk
tulisan. Masyarakat Indonesia masih lebih banyak didominasi oleh budaya komunikasi lisan
atau budaya tutur. Masyarakat cenderung lebih senang menonton dan mengikuti siaran
televisi ketimbang membaca.

Salah satu kategori mahasiswa yang ikut andil dalam hal ini dan sekaligus menjadi subjek
penelitian adalah mahasiswa. Di era modern sekarang, justru minat literasi mahasiswa sudah
mulai terkikis. Mahasiswa sekarang lebih mau berlama-lama memegang gadget daripada
buku. Mungkin banyak sekali faktor yang membuat minat literasi berkurang. Apalagi
sekarang sulit sekali menumbuhkan rasa kesadaran akan pentingnya literasi bagi mahasiswa.
Padahal, banyak sekali manfaat jika mahasiswa mampu menerapkan literasi dalam
kehidupannya sehari-hari. Salah satu hal yang membuat budaya literasi berkurang, juga dari
suasana saat senang membaca buku. Jika suasana dianggap kurang kondusif, maka
mahasiswa pun berhenti untuk membaca atau terganggu. Dalam penelitian yang dilakukan
oleh kami untuk memperoleh bagaimana hasil analisis minat siswa SMAN 7 Medan terhadap
Literasi di Sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah minat mahasiswa Unimed dalam literasi terus meningkat?
2. Adakah faktor penghambat yang membuat mahasiswa itu sendiri mengurangi jatah
minat dalam dirinya untuk berliterasi?
3. Mengapa mahasiswa mulai mengurangi dirinya terlibat dalam literasi?

C. Tujuan
1. Mengidentifikasi minat mahasiswa Unimed dalam literasi terus meningkat atau
menurun.

iii
2. Mengidentifikasi faktor penghambat yang membuat mahasiswa itu sendiri
mengurangi jatah minat dalam dirinya untuk berliterasi.
3. Menjabarkan hasil kenapa mahasiswa mulai mengurangi dirinya terlibat dalam
literasi.

D. Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari makalah ini adalah pembaca mungkin akan mengetahui hasil
dari minat mahasiswa Unimed dalam literasi itu seperti apa. Dan mungkin ke depannya
pembaca mulai sadar bahwa literasi itu penting dalam kehidupan sehari-hari

iv
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Minat

Definisi Minat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007) adalah “kecenderungan
hati yang tinggi terhadap sesuatu gairah atau keiginan”. Dalam Kamus Psikologi J.P. Chaplin
(2009) menjelaskan bahwa minat adalah: Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang
mampu membuat pola perhatian seseorang sehingga membuat dirinya jadi selektif terhadap
objek minatnya. Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas pekerjaan atau objek itu
berharga atau berarti bagi individu. Satu keadaan motivasi yang menuntun tingkah laku
menuju arah sasaran tertentu (Chaplin, 2009).

Syah (2008) secara sederhana mengungkapkan bahwa minat berarti kecenderungan dan
kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Slameto (2003)
menambahkan bahwa minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar
selanjutnya serta mempengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi minat terhadap sesuatu
merupakan hasil belajar selanjutnya. Walaupun minat terhadap sesuatu merupakan hasil
belajar dan menyokong kegiatan belajar selanjutnya, minat juga merupakan suatu pemusatan
perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan tergantung dari
bakat dan lingkungan. Minat merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan
pendidikan.

Minat bisa berhubungan dengan daya gerak dan pendorong seseorang untuk cenderung
merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan ataupun dapat berupa pengalaman yang efektif
yang dirangsang oleh kegiatan sendiri. Minat dapat menjadi penyebab partisipasi dalam suatu
kegiatan. Minat dianggap sebagai respon sadar, sebab jika tidak demikian tidak akan berarti
apa-apa. Minat bersifat sangat pribadi, meskipun bersifat sangat pribadi, minat dipengaruhi
oleh lingkungan. Setiap orang harus mengembangkan minat yang dimilikinya.

Menurut Slameto (2003), ciri-ciri minat yang ada pada diri masing-masing individu
adalah sebagai berikut:

a. Minat tidak dibawa sejak lahir melainkan dibentuk dan dipelajari kemudian.
b. Minat dapat diekspresikan melalui suatu pertanyaan yang menunjukkan bahwa
peserta didik lebih menyukai suatu hal daripada hal lain.
c. Minat dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas.
d. Minat mempunyai segi motivasi dan perasaan. Peserta didik yang memiliki minat
terhadap suatu obyek akan cenderung memberikan perhatian yang lebih besar
terhadap obyek tersebut

B. Pengertian Literasi

Literasi merupakan kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan


keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan kegiatan membaca
dan menulis.

Selain itu, adapula beberapa pendapat tentang literasi menurut para ahli berikut ini:

1. Menurut Cordon

Literasi adalah sumber ilmu yang menyenangkan yang mampu membangun imajinasi
mereka untuk menjelajahi dunia dan ilmu pengetahuan.

2. Menurut Goody

Literasi merupakan kemampuan untuk membaca dan menulis.

3. Menurut Kern

Literasi terdapat 7 prinsip pendidikan antara lain literasi melibatkan interprestasi,


kolaborasi, konvensi, pengetahuan kultural, pemecahan masalah, releksi dan refleksi diri serta
penggunaan bahasa.

4. Menurut Alberta

Literasi bukan hanya sekedar kemampuan untuk membaca dan menulis namun,
menambah pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dapat membuat seseorang
memiliki kemampuan berfikir kritis, mampu memecahkan masalah dalam berbagai konteks,
mampu berkomunikasi secara efektif dan mampu mengembangkan potensi dan berpartisipasi
aktif dalam kehidupan masyarakat.

Lain lagi pendapat dari sebuah universitas mengartikan literasi. Menurut National
Institute for Literacy, literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis,

4
berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan
dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Pedapat dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural


Organization) mengenai literasi diartikan sebagai pemahaman orang tentang makna literasi
sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya
dan juga pengalaman. Pemahaman umum dari literasi adalah seperangkat keterampilan nyata,
terutama ketrampilan membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks dimana ketrampilan
itu diperoleh dan siapa yang memperolehnya.

UNESCO juga menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang
dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi dapat
memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat. Karena sifat
inilah yang disebut “multiple effect” atau dapat memberikan efek untuk ranah yang sangat
luas, kemampuan literasi membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian
anak, pertumbuhan penduduk, dan menjamin pembangunan berkelanjutan, dan terwujudnya
perdamaian. Buta huruf, bagaimanapun, adalah hambatan untuk kualitas hidup yang lebih
baik.

Sedangkan The National Association for the Education of Young Children (NAEYC)
mengartikan literasi sebagai suatu kegiatan yang dapat mendorong anak-anak berkembang
sebagai pembaca dan penulis sehingga hal ini sangat membutuhkan interaksi dengan
seseorang yang menguasai literasi.

Kemendikbud (2016:2) ikut berpendapat tentang pengertian literasi yaitu kemampuan


mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktifitas,
antara lain; seperti menyimak, menulis dan berbicara.

5
BAB III

METODE SURVEY

A. Subjek Survey

Subjek dari penelitian ini adalah Mahasiswa dari berbagai fakultas di UNIMED yang
berjumlah 10 responden.

B. Teknik Pengambilan Data


 Angket
Teknik tulisan ini diedarkan pada siswa Mahasiswa dari berbagai fakultas di
UNIMED. Angket tersebut digunakan untuk mendapatkan data mengenai “Minat
Mahasiswa UNIMED dalam Literasi” yang berjumlah 10 orang.
C. Instrumen Survey

ANGKET PENELITIAN

Nama :

Fakultas :

Keterangan :

S : selalu KK : kadang-kadang TP : tidak pernah

NO. PERNYATAAN JAWABAN


S KK TP
1. Saya rajin membaca buku setiap waktu.

2. Saya sering berkunjung ke perpustakaan.

3. Saya membaca buku sesuai genre yang saya sukain.

4. Jika ada tugas sekolah yang berhubungan dengan


membaca akan saya selesaikan terlebih dahulu daripada
tugas-tugas lain.
5. Saya senang membaca buku.

6. Saya sering membaca buku dengan berbagai genre yang


ada pada perpustakaan.
7. Saya mampu membaca buku di perpustakaan daerah jika
suasana kurang kondusif.
8. saya sering membeli buku untuk koleksi di rumah.

9. Saya lebih suka membeli buku daripada barang lainnya.

10. Saya bersedia menceritakan ulang dengan bahasa yang


santai pada teman yang lain.

7
BAB IV

PEMBAHASAN

A. Gambaran Hasil Survey

Peneliti mendapatkan gambaran hasil survey bahwa dalam “Minat Mahasiswa UNIMED
dalam Literasi” masih tergolong kategori rendah dalam menerapkannya. Ini terlihat dari hasil
kuosioner yang diisi oleh mahasiswa yang rata-rata dari 10 pernyataan yang diberikan ke
mereka yang paling banyak dijawab adalah bagian “kadang-kadang”. hasil penyataan yang
menunjukkan paling rendahnya minat literasi yakni terlihat dari pernyataan tentang, tugas
sekolah yang berhubungan dengan membaca akan diselasaikan terlebih dahulu daripad tugas-
tugas lain, kesenangan dalam membaca buku, kemudian pernyataan mengenai membaca
genre buku dari berbagai genre yang ada di perpustakaan dan antusias yang kurang akan
menceritakan ulang dengan bahasa yang santai pada teman yang lain.

B. Pembahasan

Pembahasan bagian ini merupakan penjabaran dari gambaran hasil survey di atas. Hasil
survey yang telah dilakukan dengan menggunakan data dari angket yang dibagikan pada
mahasiswa. Hasil angketnya sebagai berikut:

 Untuk pertanyaan nomor satu yakni mengenai “Saya sering membaca buku setiap
waktu” diperoleh hasil yaitu tidak ada responden menjawab selalu, 10 responden
menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden menjawab tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor dua yakni mengenai “Saya sering berkunjung ke
perpustakaan” diperoleh hasil yaitu 5 responden menjawab selalu, 4 responden
menjawab kadang-kadang, dan 1 responden menjawab tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor tiga yakni mengenai “Saya membaca buku sesuai genre
yang saya sukain” diperoleh hasil yaitu 9 responden menjawab selalu, tidak ada
responden menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden menjawab tidak
pernah.
 Untuk pertanyaan nomor empat yakni mengenai “Jika ada tugas sekolah yang
berhubungan dengan membaca akan saya selesaikan terlebih dahulu daripada tugas-
tugas lain” diperoleh hasil yaitu 3 responden menjawab selalu, 6 responden menjawab
kadang-kadang, dan 1 responden menjawab tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor lima yakni mengenai “Saya senang membaca buku”
diperoleh hasil yaitu 2 responden menjawab selalu, 8 responden menjawab kadang-
kadang, dan tidak ada responden menjawab tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor enam yakni mengenai “Saya sering membaca buku dengan
berbagai genre yang ada pada perpustakaan” diperoleh hasil yaitu 3 responden
menjawab selalu, 6 responden menjawab kadang-kadang, dan 1 responden menjawab
tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor tujuh yakni mengenai “Saya mampu membaca buku di
perpustakaan daerah jika suasana kurang kondusif” diperoleh hasil yaitu 1 responden
menjawab selalu, 7 responden menjawab kadang-kadang, dan 2 responden menjawab
tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor delapan yakni mengenai “Saya sering membeli buku untuk
koleksi rumah” diperoleh hasil yaitu tidak ada responden menjawab selalu, 4
responden menjawab kadang-kadang, dan 6 responden menjawab tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor sembilan yakni mengenai “Saya lebih suka membeli buku
daripada barang lainnya” diperoleh hasil yaitu tidak ada responden menjawab selalu,
5 responden menjawab kadang-kadang, dan 5 responden menjawab tidak pernah.
 Untuk pertanyaan nomor sepuluh yakni mengenai “Saya bersedia meneceritakan
ulang dengan bahasa yang santai pada teman lain” diperoleh hasil yaitu 2 responden
menjawab selalu, 8 responden menjawab kadang-kadang, dan tidak ada responden
menjawab tidak pernah.

Dari hasil data angket maka diperolehlah hasil analisis bahwasanya di UNIMED budaya
literasinya minim. Ini mungkin dikarenakan dari berbagai faktor, seperti kurangnya
pengetahuan mahasiwa akan pentingnya literasi jika diterapkan, kemudian suasana juga
mendukung dalam penelitian ini, jika suasana tidak kondusif maka mampu menurunkan
minat literasi. Banyak sekali faktor dalam minimnya budaya literasi, mungkin jika mahasiswa
yang merasa dirinya kurang dalam literasi, harus mulai membudidayakan rasa ingin
berliterasi dari sekarang. Sehingga jika sudah tumbuh minat berliterasi maka ke depannya
minat mahasiswa Unimed pun mulai meningkat naik dan itu dapat menguntungkan untuk
berbagai pihak terutama mahasiswa yang banyak mendapat manfaat.

9
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Untuk membuat mutu warga di Indonesia menjadi lebih baik, maka warga Indonesia
dapat meningkatkan budaya literasi. Bagi mahasiswa manfaat literasi banyak sekali. Salah
satunya, jika mahasiswa sering melakukan berliterasi maka mahasiswa tersebut dapat
menambah wawasan yang luas dan membantu mahasiswa dalam mengerjakan tugas karena
bekal ilmu yang sudah dipegang sebelumnya. Dalam penelitian kali ini peneliti memperoleh
bahwa dalam Universitas Negeri Medan yang memakai 10 responden diperoleh hasil masih
banyak mahasiswa yang kurang dalam literasi. Alasan ini yang membuat peneliti
menyimpulkan berbagai alasan mengapa mahasiswa tersebut kurang dalam penerapan
literasi.

B. Saran

Semoga pihak Universitas dapat membuat program dalam meningkatkan minat budaya
literasi. Dan mahasiswa harus juga menumbuhkan minat berbudaya literasi di mulai dari
sekarang demi keuntungan mereka.
DAFTAR PUSTAKA

Malawi, Ibadullah. dkk. 2017. Pembelajaran Literasi Berbasis Sastra Lokal. Jawa Timur:
CV. AE Media Grafika

Pangaribuan, T.R. dkk. 2018. Literasi Bahasa Indonesia. Medan: Universitas Negeri Medan