Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL JOURNAL REVIEW

MK. PROFESI PENDIDIKAN

PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Skor Nilai:

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI

KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK DI SMKN 2

PALANGKA RAYA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

(Jurnal Konseling GUSJIGANG, Andi Riswandi Buana Putra, 2015)

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN

KESUKSESAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 DEPOK SLEMAN

YOGYAKARTA

(Jurnal Bimbingan Konseling, Mahdi, 2017)

NAMA MAHASISWA : LISA KIRANTI

NIM : 2181111007

DOSEN PENGAMPU : Dra. DAMAIWATY RAY, M.Pd.

MATA KULIAH : PROFESI PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

OKTOBER 2018
EXCECUTIVE SUMMERY

Kita tahu, bahwa konseling sangat berperan penting dalam profesi

pendidikan. Ntah itu membantu peserta didik memahami diri dan

lingkungannya, membantu peserta didik untuk menghindari diri dari berbagai

permasalahan yang menghambat perkembangan dirinya. Selanjutnya juga bisa

untuk mengatasi masalah yang terjadi pada peserta didik, memelihara dan

menumbuhkan potensi diri dari peserta didik, dan memberikan pembelaan pada

peserta didik atas hak atau kepentingan yang kurang mendapat perhatian.

Dalam jurnal yang saya resume ini, saya mengambil jurnal yang memiliki

contoh kasus yang hampir mirip. Karena saya mengambil tema mengenai peran

guru dan konseling untuk peserta didik. Jurnal pertama menempatkan posisi

guru sebagai pemberi solusi untuk peserta yang melakukan perilaku agresif,

maupun korban yang terkena. Sedangkan jurnal pembanding mengambil tema

peran guru dalam konteks menunjang keberhasilan siswa dalam meningkatkan

rasa semangat untuk belajar.

Dari pemaparan yang diperoleh di atas, maka untuk penjabaran

selanjutnya akan lebih diperluas dalam review kali ini.

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Sang Illahi Robbi yang mana atas berkat dan Rahmat-

Nyalah kami bisa menyelesaikan makalah ini, tak lupa sholawat dan salam

marilah kita limpah curahkan kepada Guru besar kita Yakni Nabi Muhammad

SAW, tanpa adanya beliau mungkinkah kita terbebas dari zaman kebodohan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Syamsul Arif, M.Pd., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra

Indonesia

2. Ibu Trisnawati Hutagalung, M.Pd., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra

Indonesia

3. Ibu Fitriani Lubis, M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan bahasa dan Sastra

Indonesia

4. Ibu Drs. Damaiwaty Ray, M.Pd., dosen mata kuliah Profesi Pendidikan

5. teman-teman yang memberikan bantuan baik langsung maupun tidak

langsung

6. orang tua tercinta yang tidak bosan-bosannya mendoakan dan sekaligus

memberikan dana kepada penulis.

Semoga critical journal review ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 10 April 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

EXCECUTIVE SUMMARY.......................................................................................i

KATA PENGANTAR.................................................................................................ii

DAFTAR ISI.................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1

A. Rasionalisasi pentingnya CJR.........................................................................1

B. Tujuan penulisan CJR......................................................................................1

C. Manfaat CJR......................................................................................................1

D. Identitas Jurnal.................................................................................................1

BAB II RINGKASAN.................................................................................................3

A. Isi Jurnal Utama................................................................................................3

B. Isi Jurnal Pembanding.....................................................................................5

BAB III PEMBAHASAN............................................................................................7

A. Pembahasan Isi Jurnal.....................................................................................7

B. Kelebihan dan Kekurangan Isi Jurnal...........................................................7

BAB IV PENUTUP......................................................................................................9

A. Kesimpulan.......................................................................................................9

B. Rekomendasi....................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................10

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi Pentingnya CJR

Disaat kita membutuhkan sebuah referensi, yaitu jurnal sebagai sumber bacaan

kita selain buku dalam mempelajari mata kuliah keterampilan bahasa reseptif,

sebaiknya kita terlebih dahulu mengkritisi jurnal tersebut agar kita mengetahui

jurnal mana yang lebih relevan untuk dijadikan sumber bacaan.

B. Tujuan Penulisan CJR

a. Untuk memenuhi tugas KKNI yang wajib dari mata kuliah pengantar ilmu

bahasa.

b. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam meringkas dan

membandingkan jurnal satu dengan jurnal yang lain.

c. Memperkuat pemahaman pembaca terhadap pentingnya membaca dalam

kehidupan.

C. Manfaat CJR

a. Sebagai rujukan bagaimana untuk menyempurnakan sebuah jurnal dan

mencari sumber bacaan yang relevan.

b. Membuat saya sebagai penulis lebih terasah dalam mengkritisi sebuah jurnal.

c. Untuk menambah pengetahuan tentang mata kuliah ini.

D. Identitas Jurnal

a. Identitas jurnal utama

a. Judul artikel : Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam

Mengatasi Kecenderungan Perilaku Agresif Peserta Didik Di SMKN 2

Palangka Raya Tahun Pelajaran 2014/201

b. Nama jurnal : Jurnal Konseling Gusjigang

1
c. Edisi terbit : 2015

d. Pengarang artikel : Andi Riswandi Buana Putra

e. Penerbit : Universitas Muria Kudus

f. Kota terbit : Palangkaraya

g. Nomor ISSN : 2460-1187

h. Alamat situs : https://jurnal.umk.ac.id/index.php/gusjigang/

arti

 Identitas jurnal pembanding

a. Judul artikel : Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam

Meningkatkan Kesuksesan Belajar Siswa Di

SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta

b. Nama jurnal : Jurnal Dinamika Akuntasi

c. Edisi terbit : 2017

d. Pengarang artikel : Mahdi

e. Penerbit : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Kota terbit : Yogyakarta

f. Nomor ISSN : 2490-4917

g. Alamat situs : https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/cobaBK

/article/view/1411

2
BAB II

RINGKASAN ISI ARTIKEL

A. Isi Jurnal Utama

Bimbingan dapat diartikan sebagai proses bantuan terhadap individu untuk

mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan

penyesuaian diri secara maksimal kepada sekolah, keluarga, serta masyarakat. Masa

remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak ke masa dewasa. Agresif

verbal seperti menghina, memaki, marah, dan mengumpat, sedangkan untuk

perilaku agresif non verbal atau bersifat fisik langsung seperti memukul, mencubit,

menendang, mendorong, ataupun menjambak.

1. Peran guru bimbingan dan konseling

Tugas guru bimbingan dan konseling /konselor terkait dengan pengembangan

diri siswa yang sesuai dengan kebutuhan, potensi bakat, minat dan kepribadian

siswa disekolah.

2. Perilaku agresif

Istilah agresif sering kali digunakan secara luas untuk menerangkan sejumlah

besar tingkah laku yang dimiliki dasar motivasional yang berbeda-beda dan sama

sekali tidak mempresentasikan agresif atau tidak dapat disebut agresif dalam

pengertian yang sesungguhnya.

Perilaku agresif pada remaja terjadi karena banyak faktor yang menyebabkan,

mempengaruhi, atau memperbesar peluang munculnya, seperti faktor biologis,

temperamen yang sulit, pengaruh pergaulan yang negatif, penggunaan narkoba,

pengaruh tayangan kekerasan, dan lain sebagainya

3
. 3. Mengatasi perilaku agresif

Menurut Koeswara (dalam Kulsum, 2014: 278), cara atau teknik sebagai langkah

konkret yang dapat diambil untuk mencegah kemunculan atau berkembangnya

tingkah laku agresif adalah sebagai berikut:

a. Penanaman moral merupakan langkah yang paling tepat untuk

mencegah kemunculan tingkah laku agresi.

b. Pengembangan tingkah laku nonagresi.

c. Pengembangan kemampuan memberikan empati..

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi

kasus yang juga memiliki kesesuaian dengan fokus penelitian yang pada

hakikatnya mencari tahu peran guru BK dalam melaksanakan layanan bimbingan

kelompok untuk meningkatkan penyesuaian diri siswa. Berkaitan penelitian

sebagai instrumen penelitian ini, maka Sugiyono (2013:306) menyatakan bahwa

Peneliti kualitatip sebagai human instrumen, berfungsi menetapkan pokus

penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data,

menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas

temuanya.

Dalam penelitian tersebut didapatkan bahwa prilaku agresif yang dilakukan

oleh peserta didik yaitu berbentuk perilaku agresif verbal dan fisik. Peserta didik

menunjukkannya dengan menganggap dirinya lah yang paling benar, melontarkan

kata-kata yang tidak baik untuk mempertahankan kelemahannya, menyindir teman

dengan tujuan untuk menyakiti hati dan perasaan orang lain, membentak dan

memarahi orang lain didepan orang banyak sehingga tidak jarang membuat orang

lain tersinggung, sedangkan untuk perilaku agresif fisik ditunjukkan dengan

menggangu teman yang sedang mengerjakan tugas, melakukan tindakan fisik

seperti mencubit, memukul, mendorong, dan menarik-narik baju teman, terlibat

perkelahian, serta melampiaskan rasa marah dengan memukul meja atau fasilitas

4
kelas. Mungkin awalnya mereka menganggap perilaku agresif sebuah bentuk

candaan dan masih di tahap wajar. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya

pengawasan, perhatian dan kasih sayang dari orang tua sehingga anak cenderung

merasa ia dapat melakukan apapun yang ia inginkan tanpa merasa takut ditegur

dan dimarahi. Mungkin diharapkan jika kejadian ini terjadi lagi, pihak sekolah

seharusnya memerintahkan peserta didik yang menjadi pelaku maka harus

membuat surat perjanjian agar tidak mengulangi masalah yang sama atau

memanggil orang tua mereka dan mecari solusi lainnya.

B. Isi Jurnal Pembanding

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Depok. Berangkat dari kengintahuan

peneiti mengenai model-model program layanan untuk mendukung kesuksesan

belajar siswa serta peran serta guru BK dalam mendukung kesuksean siswa melalui

program-program bimbingan dan konseling di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah

untuk mengetahui modelmodel program kesuksesan belajar untuk kelas 10, 11, dan

12 di SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta dan untuk mengetahui peranan guru

BK untuk menunjang kesuksean belajar siswa melalui program bimbingan dan

konseling di sekolah.

Dalam jurnal ini juga memasukkan pengertian tentang konseling dari

beberapa ahli. Berdasarkan pengertian konseling tersebut Anas Salahudin (2010)

mendefinisikan konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka

dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap

berbagai persoalan atau masalah khusus serta teratasinya masalah yang dihadapi

konseli.

Pendapat Sardiman yang membagi tujuan belajar terdapat 3 yaitu:

a. Untuk mendapatkan pengetahuan.

5
b. Penanaman konsep dan keterampilan Penanaman konsep memerlukan

keterampilan, baik keterampilan jasmani maupun keterampilan rohani.

c. Pembentukan sikap Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik.

Dalam penelitian kali ini mereka memakai metode berjenis kualitatif deskriptif

dengan menghasilkan data deskriptif dengan menggambarkan perilaku subjek yang

diteliti. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode

observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Temuan data di SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta yaitu sebagai berikut :

a. Program Intensifikasi yaitu program berupa tambahan jam pelajaran untuk

kelas 12 sebelum dan sesudah kegiatan belajar mengajar (KBM).

b. Program belajar tambahan untuk kelas 10 dan 11 untuk menghadapi Ujian

Akhir Semester agar prestasi belajar siswa memuaskan.

c. Program intensifikasi berisi materi Ujian Akhir Nasional dan Persiapan

masuk keperguruan tinggi bagi kelas 12 yang akan segera lulus.

d. Pameran pendidikan yaitu mengundang beberapa perguruan tinggi yang ada

di Yogyakarta seperti UGM, UNY, UIN SUKA untuk memberikan gambaran

tentang mata kuliah yang akan dipelajari dari berbagai jurusan yang ada, dan

dipersiapkan sesuai dengan jurusan masing-masing siswa dengan harapan

siswa dapat diterima di Perguruan Tinggi akan akan dimasuki.

e. Program ekstrakulikuler untuk mengembangkan minat dan bakat siswa yang

terdiri dari cheleeders, tonti, basket,voli, bela diri, batik, drama, futsal,

pramuka, PALA, PMR, silat, paduan suara, PASKIBRAKA.

Selanjutnya temuan data berupa keterlibatan atau peran guru BK dalam

meningkatkan kesuksesan belajar siswa di sekolah yaitu melalui program

bimbingan klasikal, yaitu diberikan materi berupa cara meningkatkan percaya diri,

saya dan cita- cita, kiat- kiat menjadi orang kreatif, mengatasi

6
jenuh,bosan&mengantuk saat belajar, pemilihan karir sesuai potensi, meningkatkan

konsentrasi belajar, dan tips memulai hari yang cerah.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Pembahasan Isi Jurnal

1. Dari jurnal utama mendefinisikan pengertian dari konseling menurut jurnal

utama adalah salah satu tugas yang seyogyanya dilakukan oleh setiap tenaga

pendidikan yang bertugas di sekolah tersebut. Sedangkan menurut jurnal

kedua yang menyisipka pengertian konseling dari Anas Salahudin (2010)

adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar

klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan

atau masalah khusus serta teratasinya masalah yang dihadapi konseling. Jadi

dapat ditarik kesimpulan bahwa Konseling adalah suatu kegiatan yang amat

penting dalam kegiatan bimbingan konseling di sekolah maupun di luar

sekolah, konseling merupakan aktifitas penting dalam merubah pemikiran,

sikap, dan perilaku individu, yang dalam prosesnya harus dilaksanakan oleh

seorang konselor yang profesional.

2. Dalam jurnal utama, memaparkan tentang perilaku agresif dari Bandura

(dalam Feist, 2008:226) menyatakan bahwa : “Perilaku agresif didapatkan

melalui observasi dari orang lain, pengalaman langsung dengan penguatan

negatif dan positif, latihan atau instruksi dan keyakinan yang abstrak”.

Sedangkan penelitian lain dalam jurnal pembanding membahas mengenai

prestasi. Menurut Sumadi Suryabrata, prestasi dapat pula didefinisikan

sebagai berikut : “nilai merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan

oleh guru mengenai kemajuan/prestasi belajar selama masa tertentu”. Maka

dapat ditarik kesimpulan adalah hubungan jurnal satu dan dua tidak koheren

dalam permasalahan pokok.

7
B. Kelebihan Dan Kekurangan Isi Artikel Jurnal

 Kelebihan

1. Dari aspek ruang lingkup isi artikel, sebenarnya keduanya sudah layak

memaparkan. Karena isi dalam jurnal ini sangat koheren sekali dengan

judul yang dimuat dalam artikel jurnal. artinya, tidak melenceng dari

aspek ruang lingkup isi yang baik. Apalagi, dalam jurnal pembanding

karangan Mahdi yang menyisipkan istilah-istilah baru dan diberikan lagi

maksud dari istilah tersebut dari para ahli. Contoh: konseling menurut

Prayitno dan Erman Amti (2004) adalah proses pemberian bantuan yang

dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor)

kepada individu yang sedang mengalami masalah (klien) yang bermuara

pada teratasinya masalah yang dihadapi klien.

2. Dari aspek tata bahasa jurnal utama dan kedua sudah memakai bahasa

yang baku dan sesai dengan kaidah EBI.

3. Dari aspek tata layout jurnal utama, jurnal pembanding 1 dan 2 sudah

bagus dan rapi. Menggunakan spasi yang benar, ukuran huruf yang

benar, dan tata letak yang rapi.

 Kekurangan

1. Dari aspek ruang lingkup isi artikel, karangan Putra masih terdapat

kekurangan yang sangat mencolok yaitu kurangnya memaparkan isi

penjelasan terlalu ringkas dan kurang dalam teori berpikir. Sehingga

menyulitkan para pembaca dalam istilah-istilah baru.

8
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil yang dipaparkan tadi maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan

konseling adalah istilah yang sangat melekat. Pengertian dari bimbingan adalah

bantuan yang diberikan oleh seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang

memiliki pribadi baik dan pendidikan yang memadai, kepada seseorang (individu)

dari setiap usia untuk menolongnya mengembangkan kegiatan-kegiatan hidupnya

sendiri. Sedangkan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan

oleh seorang ahli untuk mampu memberikan solusi bagi masalah klien. Dalam

jurnal utama lebih mempersalahkan tentang peran guru untuk menyelesaikan

perilaku agresif peserta didik, sedangkan dalam jurnal kedua masalah pokoknya

adalah peran guru konseling demi meningkatkan mutu siswa dan SMA tersebut.

Jika ditinjau kritis, jurnal pembanding, sangat bagus dan penjelasannya lebih rinci.

B. Rekomendasi

Dari hasil CBR yang telah saya buat, saya merekomendasikan untuk membaca

jurnal pembanding karena penjelasannya mudah dipahami dan terperinci.

Dilengkapi pengertian dari berbagai para ahli.

9
DAFTAR PUSTAKA

Mahdi. 2017. Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Kesuksesan

Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Depok Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Islam

Negeri Ar-Raniry. Vol. 3, No.1

Putra, Andi Riswandi Buana. 2015. Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam

Mengatasi Kecenderungan Perilaku Agresif Peserta Didik Di SMKN 2 Palangka Raya

Tahun Pelajaran 2014/2015. Palangkaraya: Universitas Muria Kudus. Vol 1, No. 2

10