Anda di halaman 1dari 2

Hanafi, I., D. Ocviyanti, et al. (2003).

"Efektivitas pemeriksaan inspeksi visual dengan asam


asetat oleh bidan sebagainya upaya mendeteksi lesi pra-kanker serviks." Indones J. Obstet
Gynecol 27(1): 59-66.

Tujuan : Mengetahui efektivitas pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) oleh
bidan untuk mendeteksi lesi prakanker serviks
Tempat : Bagian/KSMF Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Yayasan Kusuma Buana (YKB) Jakarta
Bahan dan cara kerja : Penelitian ini merupakan uji diagnostik studi deskriptif, menggunakan
rancangan penelitian potong lintang (cross-sectional) berlangsung sejak Agustus 2001 sampai
dengan Februari 2002. Sebelum penelitian berlangsung telah dilakukan pelatihan melakukan
pemeriksaan lesi prakanker serviks dengan pemeriksaan standar (pap smear) dan pemeriksaan
IVA terhadap sepuluh orang bidan di Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM selama dua
hari. Setelah itu para bidan tersebut melakukan pemeriksaan Pap smear dan IVA terhadap para
peserta penelitian di puskesmas masing-masing atau bersama-sama dengan YKI pada saat
pelayanan pap smear. Bila timbul lesi acetowhite pada pemeriksaan IVA maka pasien segera
dikirim ke Bagian Obstetri da Ginekologi RSCM untuk pemeriksaan kolposkopi. Jika tidak ada
lesi acetowhite namun hasil sitologi (+) pasien tetap dikirim ke RSCM untuk pemeriksaan
kolposkopi. Pemeriksaan histopatologi digunakan sebagai pemeriksaan konfirmasi pada hasil
IVA atau sitologi (+)
Hasil : Dari 1055 orang yang diperiksa, lima orang didiagnosis sebagai kanker serviks dan 50
orang tidak dapat dilakukan pemeriksaan IVA karena tidak tampak daerah transformasi (serviks
atropi) sehingga hanya dilakukan pemeriksaan Pap smear. Dari 1000 pasien yang memenuhi
kriteria penelitian, rentang usia terbanyak adalah 20-30 tahun (61%), berparitas 2 (51%),
berpendidikan tamat SMP (77%), berstatus ibu rumah tangga (56%), menikah hanya satu kali
(97%) dan tidak memiliki keluhan keputihan (88%). Dari 1000 pasien yang dilakukan
pemeriksaan Pap smear dan IVA secara bersamaan, 13 kasus dilanjutkan dengan pemeriksaan
histopatologi karena salah satu/kedua hasil pemeriksaan IVA atau sitologi (+). Dari 12 kasus IVA
(+), hasil sitologi lesi intraepitel skuamosa derajat rendah (LISDR) berjumlah 4 orang, LISDT 6
orang dan 2 orang normal. Didapatkan 1 kasus dengan hasil IVA (-) tetapi hasil sitologinya lesi
intraepitel skuamosa derajat tinggi (LISDT) dan hasil histopatologinya LISDR. Dari 12 kasus
IVA (+), hasil histopatologi LISDR berjumlah 7 orang dan LISDT 5 orang. Sensitivitas IVA
dibandingkan sitologi adalah 90,9%, spesifisitas 99,8%, nilai duga positif 83,3% dan nilai duga
negatif 99,9%
Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan IVA mempunyai kemapuan yang
hampir sama dalam mendeteksi lesi prakanker serviks. IVA juga dapat digunakan sebagai
pemeriksaan penapis alternatif dipusat kesehatan dengan fasilitas yang sederhana

Bahasa Inggris
Objective : To access the efectivity of visual inspection with acetic acid (IVA) done by midwives
to detect pre cancerous lesions of cervix.
Setting : Obstetric and Gynecology Department Dr. Cipto Mangunkusumo General Hospital,
Jakarta, Indonesia Cancer Foundation, Yayasan Kusuma Buana
Material and methods : This study was a diagnostic trial with descriptive study with cross
sectional design which took place between August 2001 until February 2002. Before it has done,
10 midwives had been trained to examine pre-cancerous lesion of cervix using standard methods
(pap smear) and VIA methods for two days at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital. Then, all well
trained midwives had to examine subject of studied with Pap smear and IVA concurently at the
public health clinics or together with Indonesian Cancer Foundation during pap smear services. If
acetowhite lesions appeared during VIA examination, the patient should referred to Dr. Cipto
Mangunkusumo Hospital for colposcopy and biopsy. If acetowhite lesion didn't appear but
cytology result was positive, the patient was still referred to the hospital for colposcopy
examination. Hystopatology examination was used as a confirmation test at VIA or cytology
result positive.
Results : Our study enrolled 1055 women, five of them were diagnosed with cervical cancer and
50 women can not be examined by VIA method because the transformation zone can not be
recognized. From 1000 women who fulfilled the inclusion criteria, most participants were in their
20 until 30 years old (61%), parity 2 (51%), completed secondary school (76%), work as a house
wife (56%), married 1 time (97%) and have no vaginal discharge complaint (88%). From 1000
women were examined by both VIA and cytology, 13 cases were continued by colposcopy and
hystopatology examination because one or both of the screening test was positive. From 12
women tested positive for VIA, 4 women with cytology results was LGSIL, 6 women with
cytology result was HGSIL, and 2 women with normal cytology result. There was 1 case with
VIA result negative but citology result was LGSIL and histopatology results was LGSIL. From
12 women tested positive for VIA, 7 women with histopathology result was LGSIL, 5 women
with cytology result was HGSIL. Sensitivity of VIA compared with cytology was 90,9%,
specivicity 99,8%, positive predictive value 83,3% and negative predictive value 99,9%
Conclusions : This study showed VIA and cytology had very similar performance in detecting
precancerous lesion. VIA can be use as a alternative screening test in low resource setting