Anda di halaman 1dari 5

BIOTEKNOLOGI

Apakah yang dimaksud Bioteknologi itu? Bioteknologi berasal dari kata “Bio” dan
“Teknologi”, dan secara sederhana dapat didefenisikan sebagai Pemanfaatan organisme
hidup untuk menghasilkan suatu produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Pemanfaatan organisme tersebut bisa melalui dua cara, yaitu Konvensional (tradisional) dan
Modern.

Untuk Bioteknologi Konvensional, manusia hanya menggunakan proses yang terjadi dalam
mikroorganisme itu sendiri, tanpa melakukan manipulasi, sedangkan untuk Bioteknologi
Modern manusia melakukan rekayasa atau manipulasi dari organisme yang dimanfaatkan
dengan menggunakan alat atau mesin. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dari tabel dibawah

Bioteknologi
Karakteristik Konvensional Modern
Teknik yang digunakan Fermentasi DNA Rekombinan
Tidak mengubah sifat Mengubah sifat (proses)
Keterlibatan Manusia (prosesP pada agen biologi pada agen biologi
(organisme) yang digunakan (organisme) yang digunakan
Hasil Tempe, Tape, Keju Insulin dari bakteri

Untuk lebih membantu proses pemahaman tentang bioteknologi, selanjutnya akan


dijelaskan dengan gambar contoh proses yang terjadi pada Bioteknologi Konvensional dan
Bioteknologi Modern

MUH. WILLYAM
KELAS : IX D
BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL
merupakan bioteknologi yang mengandalkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk yang
dibutuhkan manusia melalui proses fermentasi (proses peragian). Di dalam pemanfaatan
mikroba ini, manusia tidak melakukan manipulasi atau rekayasa proses. Manusia hanya
menciptakan kondisi dan bahan makanan yang cocok bagi mikroba untuk berkembang
secara optimal.

 Proses Pembuatan Nata De Coco


Nata de Coco merupakan hasil inovasi bioteknologi melalui proses FERMENTASI air
kelapa dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum
Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan untuk proses pembuatannya adalah:

 Air kelapa murni


 Gula putih
 Amonium sulfat/ZA/Urea
 Asam cuka/Asam asetat
 Asam nitrat
 Bibit nata de coco (bakteri Acetobacter xylinum)

01

Proses Pembuatan
1) Air kelapa murni sebagai bahan utama harus disaring terlebih dahulu, kemudian
dididihkan hingga mencapai suhu 100 derajat selsius. Dan campurkan didihan air
kelapa tersebut dengan gula, ZA atau urea, dan asam asetat atau cuka.

MUH. WILLYAM
KELAS : IX D
02

2) Setelah itu dituangkan ke wadah yang steril, diamkan hingga dingin. Setelah dingin,
proses selanjutnya adalah mencampurkan bibit nata atau Azetobacter xylinum
selama satu minggu. Perlu diingat, jangan sampai wadah terganggu, tersentuh, atau
tergoyang.

Saat fermentasi ini lah peran Azetobacter xylinum mengubah glukosa dalam air
kelapa menjadi serat-serat atau disebut selulosa, yang pada akhirnya menjadi
lapisan-lapisan nata.

03

3) langkah selanjutnya, lapisan nata tersebut dicuci berulang-ulang untuk


menghilangkan bekas zat kimia yang mungkin masih tersisa, dan kemudian
direndam kembali selama semalaman dan esoknya dicuci lagi.

Pada proses terakhir, nata harus direbus lagi dan dibuang air rebusannya. Kemudian
tidak lupa menambahkan asam sitrat untuk perasa tambahan dan pengawet alami.

MUH. WILLYAM
KELAS : IX D
BIOTEKNOLOGI MODERN
Berbeda dengan bioteknologi konvensional, bioteknologi modern (khususnya rekayasa
genetika) berusaha mengubah sifat organisme sehingga memiliki kemampuan seperti yang
diinginkan. Sebagai contoh misalnya, bakteri pada masa dahulu tidak mampu menghasilkan
insulin yang diperlukan oleh manusia, pada saat sekarang orang sudah berhasil menambah
sifat baru kepada bakteri tersebut, sehingga mampu menghasilkan insulin.

Bioteknologi modern juga digunakan untuk merekombinasi DNA. DNA dipotong kemudian
Disambung dengan DNA baru yang membawa sifat unggul. DNA baru hasil penggabungan
inilah yang disebut DNA rekombinan.

 PROSES DNA REKOMBINAN

Tahap-tahap dalam proses DNA Rekombinan


1) Mula-mula orang mencari DNA unggul, misalnya diambil dari makhluk hidup lain atau
membuatnya. Orang pada saat sekarang sudah berhasil membuat DNA ini.

MUH. WILLYAM
KELAS : IX D
2) Menyiapkan wahana (vektor), yaitu alat untuk memasukkan DNA itu ke dalam
makhluk hidup yang akan diubah sifatnya. Wahana biasanya berupa virus atau
plasmid dari bakteri. Plasmid adalah DNA yang bentuknya melingkar, terdapat di luar
DNA inti bakteri. DNA plasmid mampu keluar masuk sel dan bisa bergabung dengan
kromosom sel organisme lain. DNA plasmid yang telah bergabung ini dapat pula
lepas kembali.
3) Memasukkan DNA rekombinan ke dalam sel.
4) Kloning (perbanyakan) DNA rekombinan. DNA yang sudah dimasukkan ke dalam sel,
diperlakukan sedemikian rupa sehingga bakteri yang dimasuki DNA itu
menggandakan DNA tersebut di dalam selnya.
5) Memelihara sel agar menghasilkan produk yang diinginkan, sesuai dengan sifat yang
dibawa oleh DNA yang disisipkan.

Makhluk hidup yang telah disisipi sifat (DNA) baru biasanya akan memiliki sifat baru itu.
Makhluk hidup yang demikian itu disebut makhluk hidup transgenik (GMO = Genetic
Manipulating Organism).

MUH. WILLYAM
KELAS : IX D