Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

PRAKTIKUM IPA 3
Observasi Reproduksi Seksual Tumbuhan

Disusun oleh:
Rizal Catur Nugroho
(18312244038)

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
A. Judul
Observasi Reproduksi Seksual Tumbuhan
B. Tujuan
1. Mengamati pistil dan stamen pada bunga
2. Mengamati bagian dalam pistil dan stamen
C. Dasar Teori
1. Tumbuhan
Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang terdapat di alam
semesta. Selain itu tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki daun,
batang, dan akar sehingga mampu menghasilkan makanan sendiri dengan
menggunakan klorofil untuk menjalani proses fotosintesis. Bahan makanan
yang dihasilkannya tidak hanya dimanfaatkan untuk dirinya sendiri, tetapi juga
untuk manusia dan hewan. Bukan makanan saja yang dihasilkannya, tetapi
tumbuhan juga dapat menghasilkan Oksigen (O2) dan mengubah
Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh manusia dan hewan menjadi
Oksigen (O2) yang dapat digunakan oleh makhluk hidup lain (Ferdinand,
2009:23).
2. Organ-Organ Tumbuhan
Secara umum, organ tumbuhan terdiri atas akar, batang, daun, dan
bunga. Akar tumbuh ke dalam tanah sehingga memperkuat berdirinya
tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk mengambil air dan garam mineral dari
dalam tanah. Seperti halnya beberapa organ lain pada tumbuhan, akar juga
berfungsi untuk menyimpan makanan. Pada batang terdapat daun yang
berfungsi menghasilkan makanan melalui fotosintesis dan mengeluarkan air
melalui transpirasi. Selain itu, batang juga berperan untuk lewatnya air dan
garam mineral dari akar ke daun dan lewatnya hasil fotosintesis dari daun
keseluruh bagian tumbuhan.
Pada ujung batang dan akar terdapat meristem pucuk. Sel meristem
pucuk terus-menerus membelah, kemudian tumbuh dan berdiferensiasi
sehingga tumbuhan membesar. Ujung batang bersama daun muda membentuk
kuncup. Ada juga yang mengalami modifikasi membentuk sisik, yang
berfungsi sebagai pelindung meristem pucuk.
Bunga merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan. Ada tumbuhan
yang berbunga sempurna dan ada yang berbunga tidak sempurna. Bunga
sempurna memiliki benang sari sebagai alat kelamin betina. Bunga tidak
sempurna ada yang memiliki benang sari, tetapi tidak memiliki putik disebut
bunga jantan. Sementara, bunga yang tidak memiliki benang sari, tetapi tidak
memiliki putik. Bunga yang demikian disebut bunga jantan. Sementara, bunga
yang tidak memiliki benang sari, tetapi memiliki putik disebut bunga betina.
Ada tumbuhan berbunga tunggal, yaitu jika pada setiap tangkai hanya terdapat
satu bunga. Ada pula tumbuhan berbunga majemuk, yaitu jika pada satu
tangkai terdapat banyak bunga membentuk rangkaian/ karangan (Mulyani,
2006 : 16).
3. Bunga
Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan
Angiospermae. Mengingat pentingnya bunga bagi tumbuhan, pada bunga
terdapat sifat-sifat, yang merupakan penyesuaian untuk melaksanakan
tugasnya sebagai penghasil alat perkembangbiakan yang sebaik-baiknya.
Umumnya dari suatu bunga sifat-sifat yang amat menarik ialah:
a. Bentuk bunga seluruhnya dan bentuk bagian-bagianya,
b. Warnanya,
c. Baunya,
d. Ada dan tidaknya madu ataupun zat lain
Demikian karakteristik sifat-sifat tersebut untuk setiap jenis atau segolongan
tumbuhan, sehingga sifat-sifat bunga merupakan tanda pengenal tumbuhan
yang paling utama (Tjitrosoepomo, 2005 : 126).
4. Bagian-Bagian Bunga
Bunga merupakan kumpulan dari bagian fertil dan steril yang tersusun
dalam susunan yang sangat rapat dan memiliki nodus yang sangat pendek.
Bagian steril dari bunga adalah sepal dan petal. Sepal dan petal menyusun
perianthium atau perhiasan bunga. Apabila sepal dan petal memiliki kemiripan
dalam ukuran dan bentuknya maka dinamakan tepal, dan secara kolektif
dinamakan perigonium. Bagian reproduksi (fertil) terdiri dari stamen, secara
kolektif dinamakan andresium dan pistilum, yang secara kolektif dinamakan
ginesium. Bunga tumbuh pada bagian dasar bunga yang dinamakan reseptakel,
di ujung batang atau cabang yang berfungsi sebagai pemegang, dinamakan
pedunculus (bunga tunggal) atau pedicellus (perbungaan) (Irawati, dkk., 2014
: 11).
a. Bagian Steril
Bagian steril bunga terdiri dari sepal, secara kolektif dinamakan kaliks,
dan petal, secara kolektif dinamakan corolla.
Sepal atau kelopak bunga merupakan lingkaran terluar atau terdalam
dari struktur bunga. Pada umumnya, sepal berwarna hijau dan memiliki
penampilan seperti daun meski ukurannya lebih kecil dibanding daun. Seluruh
sepal pada bunga menyusun kaliks dan memiliki fungsi utama untuk
melindungi tunas bunga yang sedang berkembang. Pada saat bunga mekar,
kaliks kerap melipat ke arah luar.
Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan lainnya seperti tikus,
burung, dan kelelawar, yang merupakan vektor dalam proses penyerbukan
(polinasi). Petal biasanya berwarna terang. Seluruh tumbuhan berbunga
memiliki bunga, tetapi tidak semua bunga berwarna terang. Petal pada
bunga-bunga tertentu tereduksi (tidak tumbuh sempurna) atau tidak ada
sehingga tumbuhan sangat tergantung pada angin atau air untuk membantu
polinasinya. Petal terdapat di bagian dalam atau atas dari sepal dan menyusun
lingkaran kedua dari bunga. Biasanya petal berukuran lebih besar dibanding
sepal dan berwarna cerah. Kumpulan petal akan menyusun corolla. Petal
berfungsi memberikan perlindungan tambahan di samping untuk menarik
hewan penyerbuk melalui sinyal penglihatan seperti warna, pola, dan bentuk
bunga. Baik kaliks maupun corolla keduanya tidak terlibat langsung dalam
menghasilkan gamet, tetapi mereka berperan sangat penting agar proses
reproduksi tumbuhan dapat berlangsung dengan sukses. Struktur dalam sepal
dan petal memiliki kemiripan dengan daun, terdiri dari jaringan parenkim
dasar, jaringan pembuluh dan epidermis. Dapat pula dijumpai sel-sel
mengandung kristal, latisifer, sel-sel tanin, dan sel idioblas lain. Pati dapat
ditemukan pada petal muda. Sepal yang berwarna hijau mengandung kloroplas
seperti daun, tetapi jarang memperlihatkan diferensiasi parenkim menjadi
palisade dan spons. Pada beberapa tumbuhan, dinding antiklinal epidermis
petal bergelombang atau beralur. Dinding terluar mungkin convex atau
berpapila terutama pada sisi atas. Epidermis sepal dan petal dapat
mengandung stomata dan trikom. Stomata pada petal memiliki struktur seperti
pada daun atau dapat juga tidak terdiferensiasi secara sempurna.
Warna petal berperan penting agar bunga tampak menarik bagi agen
polinator. Warna petal disebabkan oleh pigmen-pigmen dalam kromoplas,
yaitu karotenoid dan dalam cairan sel, yaitu flavonoid terutama antosianin,
atau dapat juga disebabkan oleh berbagai perubahan kondisi seperti keasaman
cairan sel. Studi mengenai pigmen flavonoid pada bunga anting-anting
(impatiens balsamina) memperlihatkan adanya pigmentasi yang berbeda
antara petal, sepal, dan bagian-bagian vegetatif tumbuhan. Perbedaan inisesuai
dengan fungsi petal dalam menarik serangga penyerbuk, diartikan sebagai
seleksi yang terjadi selama proses evolusi berlangsung, dan akhirnya
menghasilkan pigmentasi yang terspesialisasi. Pada Rudbeckia hirta, dasar
petal mengandung glukosida flavonol yang menyerap sinar ultra violet (uv)
dan membuat dasar petal mudah dikenali sebagai penunjuk adanya nektar
untuk mendatangkan serangga penyerbuk. Pada kubis-kubisan (Brassicaceae),
yang juga dipolinasi oleh serangga, bunga memperlihatkan pola refleksi uv
yang bervariasi. Pola ini berhubungan sangat erat dengan taksa dan mungkin
dapat dijadikan sebagai petunjuk taksonomi. Sel-sel epidermis petal kerap
mengandung minyak volatil yang menunjukkan sifat fragrans dari bunga
(Irawati, dkk., 2014 : 12-14).
b. Bagian Fertil
Bagian reproduktif atau fertil bunga terdiri dari struktur reproduksi
jantan atau stamen (mikrosporofil) dan struktur reproduksi betina atau karpel
(megasporofil). Stamen menyusun andresium sedang karpel atau pistil
menyusun ginesium.
1) Stamen
Struktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari antera yang
menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera. Polen yang
dihasilkan antera kemudian akan dibawa serangga atau hewan
polinator lain ke bunga yang lain untuk membuahi sel telur. Stamen
atau alat perkembangbiakan jantan, menyusun lingkaran ketiga dari
bunga, yaitu di bagian dalam atau atas korola. Kumpulan dari stamen
menyusun androecium. Pada umumnya, stamen terdiri dari filamen
yang berbentuk seperti tangkai dengan antera di ujungnya. Antera
adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari kantung polen
atau mikrosporangia. Setiap kantung polen disusun oleh lapisan
dinding dan lokulus tempat pembentukan mikrospora. Kebanyakan
angiospermae memiliki antera yang tetrasporangiate (empat
sporangium) dengan dua lokulus pada setiap lobusnya yang juga
berjumlah dua. Beberapa angiospermae memiliki antera yang
bisporangiate dengan satu lokulus pada setiap setengah anteranya
(Gambar 1.7B). Pada saat dewasa, sebelum antera pecah, dinding
pemisah pada lokulus rusak sehingga antera yang tetrasporangiate
tampak seperti bilokulus dan antera yang bisporangiate tampak seperti
unilokular.
Filamen umumnya memiliki struktur yang relatif sederhana
dengan parenkima mengelilingi jaringan pembuluh yang amfikibral.
Epidermis yang berkutin dapat memiliki trikom, sedang pada antera
dan filamen dapat pula dijumpai stomata. Jaringan pembuluh yang
terdapat di sepanjang filamen dapat berakhir pada dasar antera atau
pada konektivum yang berada di antara dua belahan antera (Gambar
1.7A).
Antera pada umumnya membuka secara memecah atau
membuka secara spontan. Pecahnya antera didahului dengan rusaknya
dinding pemisah di antara dua lokulus pada lobus yang sama.
Kemudian jaringan terluar dari antera, yaitu epidermis bersel tunggal
juga rusak sehingga polen dilepaskan melalui celah panjang atau
stomium (Gambar 1.7E). Dinding sub epidermis antera, yaitu
endotesium, yang memiliki penebalan sekunder berupa ‘strips
thickening’ (Gambar 1.7F), tampaknya yang menginduksi rusaknya
stomium karena adanya perbedaan derajat pengerutan saat antera
mengalami kekeringan (Gambar 1.7). Pada beberapa spesies, stomium
merupakan pori yang dibentuk di tepi atau pada apeks lobus antera.

2) Pistilum
Pistilum atau alat perkembangbiakan betina, dapat terdiri dari
satu atau lebih daun buah (karpel), berada di bagian tengah bunga.
Kumpulan dari karpel disebut sebagai ginoecium. Bunga dapat
memiliki satu atau lebih karpel. Jika bunga memiliki 2 atau lebih
karpel, karpel-karpel tersebut dapat bebas satu dari yang lain (ginesium
apokarp) atau bersatu (ginesium sinkarp). Ginesium dengan satu karpel
diklasifikasikan sebagai apokarp.
Pistilum terdiri dari 3 bagian yaitu:
a) Stigma yang merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya
lengket dan merupakan tempat melekatnya polen;
b) Stilus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke
ovarium (bakal buah).
c) Ovarium (bakal buah), merupakan bagian basal dari pistil
berupa suatu ruangan dengan satu atau lebih bakal biji
(ovulum) di dalamnya.
Sperma dari polen akan bergerak turun melalui tabung tersebut
menuju ke ovulum (bakal biji). Selanjutnya, ovulum dan sel telur akan
tersimpan dalam ovarium sampai terjadinya fertilisasi (pembuahan).
Fertilisasi hanya dapat terjadi pada tumbuhan dari spesies yang sama.
Senyawa-senyawa kimia tertentu dari telur akan mencegah pembuahan
oleh sperma yang berasal dari bunga spesies yang berbeda.
Stilus merupakan pemanjangan ke arah atas dari karpel. Pada
ginesium sinkarp dengan satu stilus, stilus berasal dari semua karpel
yang menyusun ginesium (Gambar 1.8). Karpel mungkin saja tidak
bersatu secara sempurna sehingga stilus menyatu di bagian dasar tetapi
terpisah di bagian atas; atau ada banyak unit stilus (stilus bercabang
atau ’stylodes’) sejumlah karpel pada ovarium yang sinkarp. Stilus dan
’stylodes’ mungkin memiliki struktur yang padat atau dengan saluran
di tengahnya. Pada kebanyakan angiospermae, stilus adalah padat.
Stigma dewasa memberikan lingkungan yang sesuai untuk
perkecambahan butir polen dan saat matang disebut sebagai reseptif.
Stigma yang reseptif dapat ditutupi senyawa-senyawa yang
disekresikan (stigma basah) atau tidak ditutupi senyawa-senyawa yang
disekresikan (stigma kering). Stigma basah sebenarnya merupakan
suatu kelenjar. Sel epidermis stigma umumnya memanjang membentuk
papila dengan rambut pendek atau panjang bercabang, seperti pada
bunga rumput-rumputan (Gambar 1.9). Jaringan stigma dihubungkan
dengan ovulum di ruang ovarium oleh ’pollen transmitting tissue’ yang
berfungsi sebagai jalan dan sumber makanan untuk tabung polen yang
sedang berkembang. Pada stilus yang memiliki saluran maka ’pollen
transmitting tissue’ tadi akan menjadi batas terluar saluran. Pada stilus
padat, ’pollen transmitting tissue’ membentuk satu atau lebih ’benang’
yang tertanam dalam jaringan pengisi atau berasosiasi dengan ikatan
pembuluh.
Stigma yang berkelenjar memiliki struktur dan fungsi yang
mirip nektar. Lapisan epidermis dan sub epidermis menghasilkan
sekret (hasil sekresi) yang akan melapisi dinding epidermis. Dari
sejumlah tumbuhan yang telah dianalisis ternyata sekret ini
mengandung sedikit gula atau tidak mengandung gula, tetapi terutama
senyawa lipid dan fenolat seperti antosianin, flavonoid, asam sinamat.
Lipid kemungkinan berhubungan dengan komponen lilin pada dinding
epidermis yang berfungsi untuk mencegah hilangnya air. Fenol yang
ada dalam bentuk glikosida dan ester serta hasil hidrolisanya dapat
menyuplai gula yang diperlukan untuk perkecambahan polen. Senyawa
fenol juga memiliki fungsi yang lain yaitu sebagai pelindung dari
serangga, infeksi penyakit, dan stimulasi atau inhibisi perkecambahan
polen, mungkin dalam kaitannya dengan fenomena polinasi yang
kompatibel atau inkompatibel.

Karpel dari ginesium apokarp maupun seluruh ginesium


sinkarp umumnya berdiferensiasi menjadi bagian bawah yang fertil
(ovarium) dan bagian atas yang steril (stilus) yang merupakan hasil
pemanjangan dinding ovarium. Bagian paling atas dari stilus biasanya
berdiferensiasi menjadi stigma. Bila stilus tidak berkembang, stigma
tampak melekat pada ovarium. Stilus memiliki struktur sempit,
berukuran pendek atau panjang, merupakan jaringan tempat tabung
polen tumbuh dalam perjalanannya menuju ovulum, dan stigma yang
berada di ujung stilus dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi.
Karpel yang terletak pada posisi lebih tinggi dibanding
reseptakel maka ovarium disebut sebagai superior dan bunga hipogin.
Pada tumbuhan tertentu periantium dan stamen terletak pada tepi
tengah reseptakel, bunga seperti itu disebut sebagai perigin dan
ovariumnya intermediate atau pseudo inferior. Bila ovarium berada di
bawah organ bunga yang lain, ovarium disebut inferior dan bunga
epigin.
Di dalam struktur ovarium terdapat dinding ovarium, ruangan
ovarium (lokul/lokulus), dan pada ovarium yang memiliki banyak
ruang, terdapat dinding pemisah/sekat. Ovulum berada pada tempat
tertentu di dinding ovarium paling dalam. Tempat perlekatan ovulum
di dinding ovarium disebut sebagai plasenta (Gambar 1.10). Pada
setiap karpel, plasenta dapat berada dekat tepi karpel atau agak jauh
dari tepi karpel sehingga dikenal plasenta marginal dan laminar.
Plasenta kadang dapat tumbuh secara nyata dan menutupi lumen dari
ruang ovarium (Irawati, dkk., 2014 : 14-19).

D. Metodologi Pengamatan
1. Hari dan Tanggal
Jum'at, 11 September 2020 - Rabu, 16 September 2020
2. Alat dan Bahan
Alat:
a. Alat tulis
b. Kamera
c. Silet/pemotong
Bahan:
a. Bunga ​Asystasia gangetica
b. Bunga​ Sida spinosa
c. Bunga ​Mirabilis jalapa
d. Bunga ​Adenium windmill
e. Bunga​ Syzygium aqueum
f. Bunga ​Hibiscus rosasinensis
g. Bunga ​Carica papaya
h. Bunga ​Euphorbia mili
i. Bunga ​Capcisum annum
j. Bunga ​Zinnia peruviana
k. Bunga ​Torenia fourneri
l. Bunga ​Sphagenoticola trilobata
3. Prosedur Pengamatan

Mencari bunga di sekitar


Mengamati morfologi luar bunga

Melakukan ​inseksio​ pada bunga

Mengamati bagian-bagian dalam bunga

Menggambar hasil pengamatan

E. Data Hasil Pengamatan

1. Asystasia gangetica

Gambar 1.11: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

2. Sida spinosa

Gambar 1.12: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

3. Mirabilis jalapa

Gambar 1.13: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi
4. Adenium windmill

Gambar 1.14: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

5. Syzygium aqueum

Gambar 1.15: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

6. Hibiscus rosasinensis

Gambar 1.16: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

7. Carica papaya

Gambar 1.17: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi
8. Euphorbia mili

Gambar 1.18: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

9. Capcisum annum

Gambar 1.19: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

10. Zinnia peruviana

Gambar 1.20: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi
11. Torenia fourneri

Gambar 1.21: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

12. Sphagenoticola
trilobata

Gambar 1.22: Data hasil pengamatan


Sumber: Dokumen pribadi

F. Pembahasan
Praktikum ini berjudul "Observasi Reproduksi Seksual Tumbuhan". Tujuan
dari praktikum ini adalah mengamati pistil dan stamen pada bunga dan mengamati
bagian dalam pistil dan stamen. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum'at, 11
September 2020 hingga Rabu, 16 September 2020. Alat yang digunakan dalam
praktikum ini adalah alat tulis, kamera, dan silet/pemotong. Adapun bahan yang
digunakan antara lain bunga ​Asystasia gangetica,​ bunga Sida spinosa,​ bunga
Mirabilis jalapa​, bunga ​Adenium windmill,​ bunga Syzygium aqueum​, bunga ​Hibiscus
rosasinensis,​ bunga ​Carica papaya​, bunga ​Euphorbia mili​, bunga ​Capcisum annum,​
bunga ​Zinnia peruviana​, bunga ​Torenia fourneri,​ dan bunga ​Sphagenoticola
trilobata.
Praktikum ini dimulai dengan mencari bunga di sekitar, selanjutnya
mengamati morfologi luar bunga, selanjutnya melakukan inseksio p​ ada bunga,
selanjutnya, selanjutnya mengamati bagian-bagian dalam bunga, dan selanjutnya
menggambar hasil pengamatan.
Berikut adalah hasil pengamatan yang telah dilakukan.
1. Asystasia gangetica
Gambar 1.23: ​Asystasia gangetica
Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Asystasia gangetica y​ ang diamati, dapat


diidentifikasi bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a) Sepal atau kelopak bunga yang merupakan lingkaran terluar atau
terdalam dari struktur bunga.
b) Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
c) Stigma yang merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
d) Stylus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
e) Antera adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari kantung
polen atau mikrosporangia.
f) Stamen merupakan struktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari
antera yang menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera.
g) Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
h) Reseptakel adalah badan penghasil alat pembiak.
i) Ovul adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan
menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum).
Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya anther pada stigma.
Penyerbukan disebut juga persarian. Setelah terjadi penyerbukan maka akan
terjadi pembuahan. Pembuahan adalah peristiwa bersatunya inti sperma
dengan ovum. Peristiwa ini berlangsung dalam kandung lembaga dalam ovul.
Prosesnya dimulai dari serbuk sari pada tumbuhan biji tertutup yang
menempel di kepala putik tumbuh membentuk pembuluh serbuk sari (tabung
serbuk sari). Pembuluh serbuk itu tumbuh di dalam tangkai kepala putik,
membentuk saluran menuju ke bakal buah yang mengandung bakal biji.
Didalam pembuluh serbuk sari, terdapat dua inti generative dan satu inti
vegetative yang berasal dari pembelahan inti serbuk sari. Dua inti generatif itu
disebut inti sperma pertama dan inti sperma kedua. Inti sperma pertama dan
kedua bergerak menuju bakal biji. Didalam kandung lembaga terdapat inti sel
telur dan inti kandung lembaga sekunder (inti polar). Inti sperma pertama
masuk melalui mikropil (liang bakal biji) menuju ke inti sel telur. Inti sperma
pertama akan melebur dengan inti sel telur hal ini disebut dengan pembuahan
pertama. Hasil peleburan inti sperma pertama dengan sel telur adalah zigot.
Zigot akan tumbuh menjadi lembaga atau embrio atau calon tumbuhan baru.
Inti sperma kedua terus masuk menuju ke sebelah dalam, kemudian melebur
dengan inti kandung lembaga sekunder. Hal ini disebut pembuahan kedua.
Hasil peleburan inti sperma kedua dengan inti kandung lembaga sekunder
(endosperma). Endosperma merupakan cadangan makanan untuk calon
tumbuhan baru. Jadi, pada tumbuhan biji tertutup terjadi pembuahan dua kali
sehingga disebut pembuahan ganda.
2. Sida spinosa

Gambar 1.24: ​Sida spinosa


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Sida spinosa y​ ang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a) Sepal atau kelopak bunga yang merupakan lingkaran terluar atau
terdalam dari struktur bunga.
b) Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
c) Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
d) Stilus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
e) Antera adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari kantung
polen atau mikrosporangia.
f) Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
j) Reseptakel adalah badan penghasil alat pembiak.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Sida spinosa sama dengan
pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.

3. Mirabilis jalapa

Gambar 1.25: ​Mirabilis jalapa


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Mirabilis jalapa yang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a) Corolla (mahkota bunga) merupakan salah satu dari perhiasan bunga,
selain kelopak bunga.
b) Antera adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari kantung
polen atau mikrosporangia.
c) Stamen merupakan struktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari
antera yang menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera.
d) Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
e) Reseptakel adalah badan penghasil alat pembiak.
f) Calyx (kelopak bunga) adalah perhiasan bunga (perianthium) yang
terletak pada lingkaran terluar.
g) Pollen (serbuk sari) merupakan alat penyebaran dan perbanyakan
generatif dari tumbuhan berbunga. Pollen merupakan modifikasi dari
sel sperma. Secara sitologi, pollen merupakan sel dengan tiga nukleus,
yang masing-masing dinamakan inti vegetatif, inti generatif I, dan inti
generatif II.
h) Ovum adalah sel reproduksi (gamet) yang dihasilkan dari ovarium
pada organisme berjenis kelamin betina. Sel telur pada tumbuhan
terlindung oleh bakal biji (ovulum).
i) Ovulum adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan
menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum).
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Mirabilis jalapa sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.
4. Adenium windmill

Gambar 1.26: ​Adenium windmill


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Adenium windmill yang diamati, dapat


diidentifikasi bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Stamen merupakan sruktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari
antera yang menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera.
b. Pollen merupakan alat penyebaran dan perbanyakan generatif dari
tumbuhan berbunga. Pollen merupakan modifikasi dari sel sperma.
Secara sitologi, pollen merupakan sel dengan tiga nukleus, yang
masing-masing dinamakan inti vegetatif, inti generatif I, dan inti
generatif II.
c. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
d. Stilus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
e. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
f. Ovul adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan
menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum).
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Adenium windmill sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.
5. Syzygium aqueum
Gambar 1.27: ​Syzygium aqueum
Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Syzygium aqueum yang diamati, dapat


diidentifikasi bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
b. Stilus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
c. Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
d. Anther adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari
kantung polen atau mikrosporangia.
e. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
f. Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Syzygium aqueum sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.

6. Hibiscus rosasinensis

Gambar 1.28: ​Hibiscus rosasinensis


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Hibiscus rosasinensis yang diamati, dapat


diidentifikasi bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Stylus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
b. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
c. Anther adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari
kantung polen atau mikrosporangia.
d. Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
e. Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
f. Calyx (kelopak bunga) adalah perhiasan bunga (perianthium) yang
terletak pada lingkaran terluar.
g. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
h. Ovul adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan
menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum).
i. Epicalyx adalah sejumlah daun pelindung yang tersusun dalam
lingkaran di bawah kelopak bunga.
j. Thalamus adalah badan penghasil alat pembiak.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Hibiscus rosasinensis sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.

7. Carica papaya

Gambar 1.29: ​Carica papaya


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Carica papaya y​ ang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Corolla (mahkota bunga) merupakan salah satu dari perhiasan bunga,
selain kelopak bunga.
b. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
c. Torus adalah badan penghasil alat pembiak.
d. Tangkai adalah penghubung antara bunga dengan ranting dan tangkai
bunga juga berfungsi sebagai penopang bunga.
e. Calyx (kelopak bunga) adalah perhiasan bunga (perianthium) yang
terletak pada lingkaran terluar.
f. Pistil alat perkembangbiakan betina, dapat terdiri dari satu atau lebih
daun buah (karpel), berada di bagian tengah bunga.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Carica papaya sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.

8. Euphorbia mili

Gambar 1.30: ​Euphorbia milii


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Euphorbia milii yang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Corolla (mahkota bunga) merupakan salah satu dari perhiasan bunga,
selain kelopak bunga.
b. Stamen merupakan struktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari
antera yang menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera.
c. Ovulum adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan
menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum).
d. Tangkai adalah penghubung antara bunga dengan ranting dan tangkai
bunga juga berfungsi sebagai penopang bunga.
e. Torus adalah badan penghasil alat pembiak.
f. Pistil alat perkembangbiakan betina, dapat terdiri dari satu atau lebih
daun buah (karpel), berada di bagian tengah bunga.
g. Nectar gland adalah tempat dihasilkannya nektar.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Euphorbia milii sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.
9. Capcisum annum
Gambar 1.31: ​Capcisum annum
Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Capcisum annum yang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
b. Corolla (mahkota bunga) merupakan salah satu dari perhiasan bunga,
selain kelopak bunga.
c. Stamen merupakan struktur reproduksi jantan atau stamen terdiri dari
antera yang menghasilkan polen dan filamen yang mendukung antera.
d. Tangkai adalah penghubung antara bunga dengan ranting dan tangkai
bunga juga berfungsi sebagai penopang bunga.
e. Calyx (kelopak bunga) adalah perhiasan bunga (perianthium) yang
terletak pada lingkaran terluar.
f. Stylus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
g. Ovulum adalah struktur pada tumbuhan berbiji yang melindungi dan
menjadi tempat bersemayamnya sel telur (ovum).
h. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Capcisum annum sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.
10. Zinnia peruviana

Gambar 1.32: ​Zinnia peruviana


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Zinnia peruviana yang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
b. Sepal atau kelopak bunga yang merupakan lingkaran terluar atau
terdalam dari struktur bunga.
c. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
d. Stylus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
e. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
f. Anther adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari
kantung polen atau mikrosporangia.
g. Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Zinnia peruviana sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.

11. Torenia fourneri

Gambar 1.33: ​Torenia fourneri


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Torenia fourneri yang diamati, dapat diidentifikasi


bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
b. Sepal atau kelopak bunga yang merupakan lingkaran terluar atau
terdalam dari struktur bunga.
c. Anther adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari
kantung polen atau mikrosporangia.
d. Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
e. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
f. Stylus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
g. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Torenia fourneri sama
dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.

12. Sphagenoticola trilobata

Gambar 1.34: ​Sphagneticola trilobata


Sumber: Dokumen pribadi

Berdasarkan bunga ​Sphagneticola trilobata yang diamati, dapat


diidentifikasi bagian-bagian bunga yang terdiri atas:
a. Petal merupakan bagian bunga yang umumnya berwarna mencolok,
dapat menarik perhatian serangga dan hewan-hewan yang merupakan
vektor dalam proses penyerbukan (polinasi).
b. Sepal atau kelopak bunga yang merupakan lingkaran terluar atau
terdalam dari struktur bunga.
c. Stylus merupakan tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium
(bakal buah).
d. Ovarium adalah bagian dari struktur reproduksi yang berkembang
menjadi buah tanaman berbunga.
e. Stigma merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya lengket dan
merupakan tempat melekatnya polen.
f. Anther adalah tempat di mana butir polen dibentuk, terdiri dari
kantung polen atau mikrosporangia.
g. Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera dalam
menghasilkan polen.
Proses penyerbukan dan pembuahan pada ​Sphagneticola trilobata
sama dengan pembahasan penyerbukan pada ​Asystasia gangetica.
G. Kesimpulan
a. Pistil dan Stamen adalah alat perkembangbiakan pada tumbuhan. Pistil adalah
alat perkembangbiakkan pada kelamin betina yang di dalamnya terdapat bakal
bunga dan bakal biji (ovule). Pistil terdapat ditengah-tengah bagian bunga
yang dikelilingi oleh stamen. Pistil terdiri atas Stigma, stilus, dan ovarium.
Sedangkan stamen adalah alat kelamin jantan sebagai alat perkembangbiakan.
Stamen terdiri dari antera yang menghasilkan polen dan filamen yang
mendukung antera.
b. Pistil terdiri atas stigma yang merupakan bagian teratas dari pistil, biasanya
lengket dan merupakan tempat melekatnya polen, stylus yang merupakan
tabung panjang yang melekatkan stigma ke ovarium (bakal buah), dan
ovarium (bakal buah yang merupakan bagian basal dari pistil berupa suatu
ruangan dengan satu atau lebih bakal biji (ovulum) di dalamnya.
Stamen terdiri dari antera yang menghasilkan polen dan filamen yang
mendukung antera. Filamen adalah bagian yang berfungsi mendukung antera
dalam menghasilkan polen dan Antera adalah tempat di mana butir polen
dibentuk, terdiri dari kantung polen atau mikrosporangia.
H. Daftar Pustaka
Ferdinand, F. 2009. ​Praktis Belajar Biologi. J​ akarta: Visindo Media Persada.
Irawati, Trimurti H. Whardini, Tatang Suradinata. 2014. ​Embriologi Tumbuhan.​
Jakarta: UT.
Mulyani, Sri. 2006. ​Anatomi Tumbuhan.​ Yogyakarta: Kanisius.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. ​Morfologi Tumbuhan. Y ​ ogyakarta: UGM Press.
I. Lampiran
Gambar 1.35: Lampiran
Sumber: Dokumen pribadi