Anda di halaman 1dari 4

Pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 (bahasa Inggris:

coronavirus disease 2019, singkatan dari COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh
koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2.[2] Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota
Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020.[3] Hingga 17 September 2020, lebih
dari 29.864.555 orang kasus telah dilaporkan lebih dari 210 negara dan wilayah seluruh dunia,
mengakibatkan lebih dari 940.651 orang meninggal dunia dan lebih dari 20.317.519 orang sembuh.[4][5]

Pandemi COVID-19

COVID-19 Outbreak World Map per Capita.svg

Peta kasus terkonfirmasi per kapita hingga 22 September 2020

2,000+ kasus terkonfirmasi per juta penduduk

500–2,000 kasus terkonfirmasi per juta penduduk

200–500 kasus terkonfirmasi per juta penduduk

50–200 kasus terkonfirmasi per juta penduduk

>0–50 kasus terkonfirmasi per juta penduduk

Tidak ada kasus terkonfirmasi atau tidak ada data

Peta jumlah kasus terkonfirmasi

COVID-19 Outbreak World Map.svg

Peta jumlah kasus terkonfirmasi hingga 22 September 2020

1.000.000+ kasus terkonfirmasi

100.000–999.999 kasus terkonfirmasi

10.000–99.999 kasus terkonfirmasi

1.000–9.999 kasus terkonfirmasi

100–999 kasus terkonfirmasi

1–99 kasus terkonfirmasi

Tidak ada kasus terkonfirmasi atau tidak ada data

Peta kematian per kapita yang dikonfirmasi


COVID-19 Outbreak World Map Total Deaths per Capita.svg

Peta kematian per kapita yang dikonfirmasi hingga 22 September 2020

100+ kematian per juta penduduk yang dikonfirmasi

10–100 kematian per juta penduduk yang dikonfirmasi

1–10 kematian per juta penduduk yang dikonfirmasi

0.1–1 kematian per juta penduduk yang dikonfirmasi

>0–0.1 kematian per juta penduduk yang dikonfirmasi

Tidak ada kematian yang dikonfirmasi atau tidak ada data

Garis waktu kasus per kapita (dapat digeser)

Peta garis waktu kasus terkonfirmasi per kapita (seret panahnya untuk menyesuaikan)

1000+ confirmed cases per million

100–1000 confirmed cases per million

10–100 confirmed cases per million

>0–10 confirmed cases per million

No confirmed cases or no data

Coronavirus patients at the Imam Khomeini Hospital in Tehran, Iran -- ‫بخش ویژه بیماران کرونا در بیمارستان امام‬
‫ خمینی تهران‬-- March 1, 2020.jpg

2020 coronavirus task force.jpg 蔡總統視導 33 化學兵群 02.jpg

Emergenza coronavirus (49501382461).jpg Dried pasta shelves empty in an Australian


supermarket.jpg

(searah jarum jam dari atas)

Pasien yang dirawat di Teheran Disinfeksi kendaraan di Taipei Rak kosong pada supermarket di Australia
akibat pembelian panik Pemeriksaan kesehatan di Bandara Linate di Milan Gugus penanganan wabah
pemerintah Italia

Penyakit

Penyakit koronavirus 2019 (COVID-19)

Galur virus
SARS-CoV-2

Lokasi

Seluruh dunia

Kasus pertama

Wuhan, Hubei, Republik Rakyat Tiongkok

30°37′11″N 114°15′28″E

Asal

Wuhan, Hubei, Republik Rakyat Tiongkok

Kasus terkonfirmasi

29.864.555[1]

Kasus dirawat

8.606.385[1]

Kasus sembuh

20.317.519[1]

Kematian

940.651[1]

Wilayah terdampak

188[1]

Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan
(droplet) yang dihasilkan selama batuk.[6][7][8][9] Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan
pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang
terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang.[8] Penyakit COVID-19 paling menular saat
orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala
muncul.[10] Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi
dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari.[9][11] Gejala umum di antaranya demam, batuk, dan
sesak napas.[9][11] Komplikasi dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat. Tidak ada
vaksin atau pengobatan antivirus khusus untuk penyakit ini. Pengobatan primer yang diberikan berupa
terapi simtomatik dan suportif. Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya
mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi
diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi.[8][9][12]
Upaya untuk mencegah penyebaran virus corona termasuk pembatasan perjalanan, karantina,
pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas. Upaya ini
termasuk karantina Hubei, karantina nasional di Italia dan di tempat lain di Eropa, serta pemberlakuan
jam malam di Tiongkok dan Korea Selatan,[13][14][15] berbagai penutupan perbatasan negara atau
pembatasan penumpang yang masuk,[16][17] penapisan di bandara dan stasiun kereta,[18] serta
informasi perjalanan mengenai daerah dengan transmisi lokal.[19][20][21][22][23] Sekolah dan
universitas telah ditutup baik secara nasional atau lokal di lebih dari 124 negara dan memengaruhi lebih
dari 1,2 miliar siswa.[24]

Pandemi ini telah menyebabkan gangguan sosioekonomi global,[25] penundaan atau pembatalan acara
olahraga dan budaya,[26] dan kekhawatiran luas tentang kekurangan persediaan barang yang
mendorong pembelian panik.[27][28] Misinformasi dan teori konspirasi tentang virus telah menyebar
secara daring,[29][30] dan telah terjadi insiden xenophobia dan rasisme terhadap orang Tiongkok dan
orang-orang Asia Timur atau Asia Tenggara lainnya.[31]