Anda di halaman 1dari 3

3.

Teknik Berkarya Seni Rupa Dua Dimensi

Berikut teknik-teknik untuk menghasilkan karya seni rupa dua dimensi :

a. Untuk menggambar atau melukis digunakan teknik garis (linier), akuarel, pointilis, plakat,
arsir, atau dussel.
1) Linear, yaitu cara menggambar dengan teknik menutup objek dengan garis.
2) Blok, yaitu menutup objek lukis dengan satu warna.
3) Arsir, yaitu menutup objek lukis dengan pulasan garis sejajar atau menyilang.
4) Dussel, yaitu membuat gelap atau terang objek lukis dengan goresan miring,
menggunakan pensil.
5) Pointilis, yaitu menghitamkan objek lukis dengan titik-titik.
6) Akuarel, yaitu menggunakan sapuan tipis cat air.
7) Plakat, yaitu menggunakan sapuan tebal dengan cat minyak.
b. Untuk grafis digunakan teknik cetak saring (sablon).
c. Untuk seni batik menggunakan teknik tutup-celup.

4. Teknik Berkarya Seni Rupa Tiga Dimensi


Berdasarkan cara pembuatannya, teknik-teknik untuk menghasilkan karya seni rupa tiga
dimensi lain sebagai berikut :
a. Teknik 3M (melipat, menggunting, dan merekat), merupakan proses manipulasi lembaran
kertas menjadi suatu bentuk tiga dimensi.
b. Teknik menuang proses menuang menggunakan bahan cair yang dituangkan pada alat acuan
yang berbentuk cetakan. Setelah menjadi keras, bahan tersebut dikeluarkan dari
acuan/cetakan. Bahan cair ini dapat dibuat dari semen, plastik, karet, gips, dan logam
(tembaga, besi). Ada dua macam teknik menuang sebagai berikut :
1) Teknik tuang sekali pakai (a Cire perdue)
Teknik ini adalah cara menuang cairan logam sekali pakai. Cara ini digunakan untuk
membuat bentuk yang sulit dan rumit. Untuk teknik ini, cetakan hanya dipakai sekali
saja karena untuk mengeluarkan hasil cor harus dilakukan dengan menghancurkan
cetakan. Cara kerjanya sebagai berikut :
a) Model dibuat dari tanah liat.
b) Model tersebut dilapisi dengan lilin tipis.
c) Model tersebut dibungkus dengan tanah liat dengan diberi lubang sedikit untuk
mengeluarkan lilin dan untuk memasukkan cairan perunggu.
d) Proses pembakaran untuk mengeluarkan lilin dari cetakan.
e) Pengecoran dengan cairan perunggu.
f) Pembukaan cetakan dengan cara merusak cetakan.
2) Teknik tuang berulang (bivalve)
Teknik ini digunakan untuk membuat benda perunggu yang bentuknya sederhana dalam
jumlah yang banyak. Bentuk cetakannya terdiri atas dua keping bahan dari batu yang
bisa disatukan dan dilepas. Hal inilah yang memungkinkan untuk mencetak benda dalam
jumlah yang banyak dan dalam bentuk yang sama.
c. Teknik butsir adalah teknik yang hanya menggunakan alat telapak tangan dan alat lain
(kayu, kawat) yang sederhana. Bahan yang digunakan pada teknik ini harus bersifat lunak,
elastis, dan lentur, seperti .tanah liat dan plastisin.
d. Teknik pahat, yaitu membentuk dengan jalän membuang bahan yang tidak dipergunakan
dengan cara memahat. Cara pembuatannya dengan menggunakan alat pahat (tatah) atau ukir
dan martil. Bahan (media) yang digunakan adalah bahan keras, seperti batu, cadas, kayu,
gips, dan tanah liat kering.
e. Teknik membangun, yaitu kegiatan yang mencakup aktivitas menyusun berbagai komponen
untuk dijadikan benda trimatra (tiga dimensi).

Salah satu bahan yang sering digunakan untuk menghasilkan karya seni rupa tiga dimensi
adalah tanah liat. Teknik-teknik untuk menghasilkan karya seni rupa dari bahan tanah liat,
sebagai berikut :

a. Teknik Pijat (Pinch)


Teknik pijat merupakan teknik membuat keramik dengan cara memijat tanah liat
langsung menggunakan tangan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah agar tanah liat
lebih padat dan tidak mudah mengelupas sehingga hasilnya akan tahan lama.
Proses pijat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1) Ambil segumpal tanah liat plastis.
2) Tanah liat tersebut diulet-ulet dan dipijit-pijit dengan ibu jari sambil dibentuk sesuai
dengan bentuk benda yang Anda inginkan.
3) Haluskan menggunakan kuas atau kain halus.
b. Teknik Lempeng (Slabing)
Teknik lempeng digunakan untuk membuat benda gerabah berbentuk kubistis dengan
permukaan rata. Teknik ini diawali dengan pembuatan lempengan tanah liat dengan
menggunakan rol kayu penggilas. Setelah menjadi lempengan dengan ketebalan yang
sama, Anda dapat memotong dengan pisau atau kawat sesuai dengan ukuran yang
diinginkan. Selanjutnya, Anda dapat membuat menjadi bentuk kubus atau persegi.
Kemudian, tahap akhir memberi hiasan dengan cara ditoreh pada saat tanah setengah
kering.
c. Teknik Pilin (Coiling)
Teknik pilin adalah cara membentuk tanah liat dengan bentuk dasar tanah liat yang
dipilin atau dibentuk seperti tali. Cara melakukan teknik ini adalah segumpal tanah liat
dibentuk pilinan dengan kedua telapak tangan. Ukuran tiap pilinan disesuaikan dengan
ukuran. yang Anda inginkan. Panjangnya pilinan juga disesuaikan dengan kebutuhan.
Kemudian, pilinan tanah liat tersebut disusun secara melingkar sehingga menjadi bentuk
yang Anda inginkan. Tiap susunan ditekan dan tambahkan air supaya menempel.
d. Teknik Putar (Throwing)
Cara melakukan teknik ini adalah dengan mengambil segumpal tanah liat yang plastis
dan lumat. Setelah itu, taruhlah tanah liat di atas meja putar tepat di tengah-tengahnya.
Lalu, tekan tanah liat dengan kedua tangan sambil diputar. Bentuk tanah liat sesuai
dengan bentuk yang diinginkan. Teknik putar umumnya menghasilkan benda berbentuk
bulat atau silindris.