Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

KANTOR UPPD (UNIT PENGELOLAAN


PENDAPATAN DAERAH ) - SAMSAT KABUPATEN
CILACAP

Disusun oleh :

AMELIA NUR ISNAENI


NIS. 13447
XI OTOMATISASI TATA KELOLA PERKANTORAN 2

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1
CILACAP
Jl. Budi Utomo No. 10 Cilacap Kode Pos 53212 Telepon 0282-533081
Faximile 0282-537385 Surat Elektronik smkn1cilacap@yahoo.co.id

TAHUN 2020

1|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Praktik Kerja Lapangan yang berjudul “ LAPORAN PRAKTIK KERJA


LAPANGAN KANTOR UPPD (UNIT PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH) -
SAMSAT KABUPATEN CILACAP ” Telah diperiksa oleh guru pembimbing dan di setujui
oleh kepala paket keahlian pada :

Hari /Tanggal :
Tempat : SMK NEGERI 1 CILACAP

Ka. Paket Keahlian OTKP Guru Pembimbing

Drs. GITO SURYONO RUSMIYATUN, S.Pd


NIP. 19660101 199212 1 003 NIP. -

Mengetahui,
Kepala SMK N 1 Cilacap

Drs. HENDARTO, M.M.


NIP. 19650302 199003 1 014

KATA PENGANTAR
2|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan segala rahmat-
Nya sehingga saya bisa menyusun laporan ini dengan baik dan dapat dijadikan bukti tertulis
saya dalam melakukan Praktik Kerja Lapangan.
Laporan ini memuat tentang kegiatan saya selama 3 bulan dalam melakukan Praktik
Kerja Lapangan di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Cilacap. Laporan ini dapat tersusun
dan terselesaikan dengan baik berkat bantuan dari segala pihak, untuk itu saya ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Hendarto, M.M selaku Kepala SMK N 1 Cilacap
2. Bapak Drs. Gito Suryono selaku Kepala Paket Keahlian OTKP
3. Ibu Rusmiyatun, S.Pd selaku pembimbing dari SMK Negeri 1 Cilacap
4. Ibu Sri Kendarti, SH selaku Kepala UPPD Kabupaten Cilacap
5. Ibu Sri Lestari, SH selaku Kepala SUB Bagian Tata Usaha
6. Ibu Baeti Rokhmah selaku pembimbing dari Kantor UPPD Cilacap
7. Semua Karyawan dan Karyawati Kantor Bersama Samsat Cilacap
8. Bapak dan Ibu Guru SMK N 1 Cilacap
9. Keluarga, Saudara, dan pihak lain yang telah membantu dalam penyusunan laporan
ini sehingga bisa terselesaikan dengan baik.
Akhir kata, saya sebagai penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan yang saya
buat pada laporan ini. Oleh karena itu, saya meminta maaf yang sebesar - besarnya dan
mengharap kritik/saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan laporan ini.

Cilacap, 31 Maret 2020


Penyusun,

Amelia Nur Isnaeni

3|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...........................................................................................................1

HALAMAN PENGESAHAN.............................................................................................2

KATA PENGANTAR.........................................................................................................3

DAFTAR ISI.......................................................................................................................4

BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................5

1. LATAR BELAKANG.......................................................................................5
2. TUJUAN............................................................................................................5
3. MANFAAT PRAKTIK KERJA LAPANGAN.................................................6
A. URAIAN SINGKAT TEMPAT PKL..........................................................6
B. SEJARAH UMUM KANTOR UPPD KABUPATEN CILACAP..............6
C. SEJARAH UMUM KANTOR BERSAMA SAMSAT CILACAP............10
D. VISI, MISI, DAN MOTTO.........................................................................12
E. SUSUNAN ORGANISASI.........................................................................13
F. ARTI DAN LOGO TIM PEMBINA KANTOR SAMSAT........................17
G. TEMPAT DAN JADWAL WAKTU PRAKTIK KERJA LAPANGAN. . .20

BAB II ISI LAPORAN........................................................................................................22

A. LANDASAN TEORI........................................................................................23
B. MEKANISME PELAYANAN KANTOR BERSAMA SAMSAT..................28
C. KEGIATAN SELAMA PKL BERLANGSUNG..............................................37
1. PENGURUSAN / MENGAGENDA SURAT............................................37
2. BIDANG MANAJEMEN KEARSIPAN....................................................38
3. MENANGANI PENGGANDAAN DOKUMEN.......................................38

BAB III PENUTUP.............................................................................................................40

KESIMPULAN...................................................................................................................40

SARAN................................................................................................................................40

DOKUMENTASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN.........................................................41

4|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Menurut Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 pasal 1 ayat 21 menyatakan
bahwa “Sekolah Menengah Kejuruan yang selanjutnya disingkat SMK adalah salah
satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan
pada jenjang Pendidikan Menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain
yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau
MTs”.
Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK adalah untuk mempersiapkan
calon - calon tenaga kerja yang memiliki kepribadian yang bermoral dan beretika
serta handal di bidang keahliannya masing - masing untuk meningkatkan kualitas
hidup dan juga memberikan peluang yang lebih baik untuk kehidupan yang akan
datang. Oleh karena itu, siswa/siswi SMK dituntut untuk bisa mengenali dunia kerja
lebih lanjut dengan diadakannya Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Praktik Kerja Lapangan adalah salah satu bentuk pengalaman bekerja di suatu
instansi baik milik negara maupun swasta yang saling berkaitan dengan materi yang
diajarkan di sekolah. Sehingga siswa bisa mengetahui dan menerapkan keterampilan
yang dimiliki ketika dihadapkan pada suatu masalah di dunia pekerjaan.
Praktik Kerja Lapangan (PKL) bukan hanya merupakan satu syarat dalam
menyelesaikan program pendidikan melainkan juga bagaimana para siswanya
mengenal dunia kerja yang sesungguhnya.
Dengan adanya PKL ini, diharapkan juga dapat meningkatkan mutu setiap
siswa sesuai dengan bidang keahliannya. Sehingga setelah lulus dari jenjang SMK
para siswa dapat menjadi tenaga kerja yang professional dalam bekerja.

2. Tujuan
 Tujuan Praktik Kerja Lapangan
Praktik Kerja Lapangan ini bukan hanya bertujuan untuk mengenalkan siswa
dengan dunia kerja saja, tetapi juga memiliki tujuan seperti :
1) Sebagai proses awal siswa untuk mempersiapkan diri terhadap dunia kerja
yang akan dijalaninya.

5|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


2) Sebagai praktek nyata siswa terhadap teori - teori yang sudah diajarkan oleh
Bapak/Ibu guru di sekolah agar siswa lebih mengerti.
3) Untuk melatih dan meningkatkan kemapuan siswa dengan bidang keahlian
yang dimilikinya.
4) Melatih siswa dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan kerja baik
berkomunikasi, berpenampilan serta bersopan santun.
5) Dapat menambah wawasan siswa terhadap dunia pekerjaan secara
menyeluruh.
6) Mempersipkan sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan
kebutuhan di era teknologi informasi dan komunikasi terkini.

 Tujuan Penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan


1) Sebagai bukti tertulis bahwa siswa telah mengikuti Praktik Kerja Lapangan
(PKL).
2) Mengembangkan ketrampilan siswa, serta meningkatkan rasa tanggung jawab
siswa terhadap tugas yang diberikan.
3) Memberikan gambaran Kantor Bersama Samsat kepada para pembacanya.

3. Manfaat Praktik Kerja Lapangan


1) Melatih siswa untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diamanatkan.
2) Mengenalkan siswa pada pekerjaan lapangan di dunia industri dan usaha
sehingga pada saat siswa terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya
dapat beradaptasi dengan cepat.
3) Menambah dan mengasah ketrampilan siswa dalam dunia kerja.
4) Mengimplementasikan materi yang di dapatkan di sekolah sehingga dapat
diterapkan dengan baik.
5) Melatih siswa untuk berkomunikasi atau berinteraksi secara profesional di
dunia kerja yang sebenarnya.
4. URAIAN SINGKAT TENTANG TEMPAT PKL
A. Sejarah Umum Kantor UPPD Kabupaten Cilacap

Berawal dari terbitnya kebijakan desentrialisasi merupakan landasan normatif bagi


perubahan penyelenggaraan pemerintah di daerah, termasuk dalam hal perubahan
kewenangan baik di tingkat Pemeritahan Pusat, Pemerintahan Provinsi, maupun

6|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


Pemerintah Kabupaten/Kota. Perubahan kewenangan ini berimplikasi pada peubahan
beban tugas dan struktur organisasi yang melaksanakan kewenangan-kewenangan tersebut
yang pada gilirannya menuntut dilakukannya penataankelembagaan Pemerintah di daerah.
Penataan kelembagaan pemerintah daerah merupakan konsekuensi logis dari perubahan
mendasar sistem pemerintahan daerah sebagaimana digariskan dalam kebijakan
desentralisasi.

Dalam rangka menyusun organisasi kelembagaan pemerintah daerah,  Dasar penataan


kelembagaan adalah pada Peraturan Pemerintah  Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman
Organisasi Perangkat Daerah yang di dalamnya mengatur mengenai jumlah dinas, badan, dan
lembaga teknis serta sub-substruktur yang menjadi bagian dari Satuan Kerja Perangkat
Daerah yang bersangkutan. Namun, bila hanya berpatokan pada ketentuan dalam PP No. 8
Tahun 2003, melalui perhitungan scoring dalam menentukan apakah suatu unit perlu
dipertahankan, diubah, atau dihapuskan.

Berdirinya Lembaga SKPD Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah


(DPPAD) Perovinsi Jawa Tengah,  Pada mulanya  adalah bernama Dinas Pendapatan Daerah
(DIPENDA) dengan tugas melakukan pemungutan, penghimpunan serta Pengelolaan
dibidang Pendapatan Daerah untuk keperluan Penyelenggaraan Pemerintahan dan
Pembangunan Daerah Jawa Tengah.

Dasar pembentukan / berdirinya DIPENDA adalah Keputusan Gubernur Jawa Tengah


tanggal 5 Juli 1967 dengan Nomor KUPD/A.36/I/15 tentang Kedudukan  dan Susunan
Organisasi dan Tugas Pokok DIPENDA dan pada saat itu berkedudukan di bawah Sekretariat
Daerah. Sesuai dengan dinamikan organisasi, DIPENDA telah mengalami beberapa kali
perubahan nomenklatur yaitu :

1. Pertama Kelembagaan DIPENDA dibentuk berdasarkan Surat Keputusan  Gubernur


Kepala Daerah  Tingkat I Jawa Tengah Nomor Huk. G.23/2/18 Tanggal 11 Oktober
1968 tentang Pembentukan Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I   
Jawa Tengah;
2. Fase kedua mengalami perubahan dengan mendasarkan Peraturan Daerah Propinsi
Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 1981 tentang Susunan Organisasi dan
Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah;

7|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


3. Fase ketiga DIPENDA dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Tengah
Nomor 7 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan
Daerah Propinsi Jawa Tengah;
4. Fase ke empat DIPENDA dibentuk berdasarkan Perda Prov. Jateng Nomor  3 Tahun
2006 tentang Perubahan Atas Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor  7 Tahun 2001
tentang Pembentukan, Kedudukan,Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi
DIPENDA.

Tugas Pokok DIPENDA :

1. Melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang Pendapatan Daerah yang


diserahkan kepada Pemerintah Daerah.
2. Melaksanakan kewenangan Kabupaten/Kota dibidang Pendapatan yang bersifat lintas
Kabupaten/Kota.
3. Melaksanakan kewenangan Kabupaten/Kota dibidang Pendapatam Daerah yang
dikerjasamakan dengan atau diserahkan kepada Propinsi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
4. Melaksanakan kewenangan dekonsentrasi yang dilimpahkan kepada Gubernur dan
tugas pembantuan dibidang Pendapatan Daerah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

Fungsi DIPENDA :

1. Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dibidang Pendapatan Daerah sesuai


kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur;
2. Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, pelaksanaan fasilitas, monitoring,
evaluasi dan pelaporan di bidang Pendapatan Daerah;
3. Pelaksanaan penyelenggaraan pungutan daerah dan pusat yang pelaksanaannya
diserahkan kepada propinsi;
4. Pelaksanaan peningkatan dan fasilitas pendapatan daerah;
5. Pelaksanaan pembinaan dan fasilitas pungutan daerah di Jawa Tengah;
6. Pelaksanaan pengaturan teknis pungutan daerah dan pungutan pusat yang urusannya
diserahkan kepada Propinsi

8|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


7. Pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, hokum, hubungan
masyarakat, organisasi dan tatalaksana, serta umum dan perlengkapan.

5. Fase kelima, Nomenklatur kelambagaan DIPENDA berubah dengan nama Dinas


Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) melalui dengan berdasarkan pada Perda
Provinsi  Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2008 tentang  Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Daerah Provinsi Jawa Tengah (dalam Lembaran Daerah Tahun  2008  Nomor 4 Seri E
Nomor  4 Tambahan  Lembaran Daerah Jawa Tengah  Nomor 8) antara lain mengatur
perubahan nomenklatur kelembagaan DIPENDA menjadi Dinas Pendapatan dan Pengelolaan
Aset Daerah (DPPAD) Provinsi Jawa Tengah;  Perda ini merupakan    perubahan atas
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor  3 Tahun 2006 tentang  Pembentukan,
Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Susunan Organisasi DIPENDA.

Berdasarkan Peraturan Daerah  Provinsi Jawa Tengah Nomor 6  Tahun  2008 Tentang
Organisasi dan Tata Kerja  Dinas Daerah      Provinsi Jawa Tengah (dalam Lembaran Daerah
Tahun  2008 Nomor  4 Seri  E Nomor 4  Tambahan  Lembaran Daerah  Jawa Tengah Nomor
8);  yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 70 Tahun 2008
tentang  penjabaran tugas pokok dan tata kerja Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset
Daerah.

Tugas pokok :

adalah Melaksanakan Urusan Pemerintahan Daerah Bidang Pendapatan dan Pengelolaan


Asset Daerah berdasarkan asas otonomi  dan tugas pembantuan.

Fungsi :

1. Perumusan Kebijakan teknis bidang pendapatan dan pengelolaan aset daerah


2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang pendapatan dan
pengelolaan aset daerah
3. Pembinaan dan fasilitasi bidang pendapatan dan pengelolaan aset daerah lingkup
provinsi dan kab/kota
4. Pelaksanaan tugas dibidang pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain, pengelolaan
data dan pengembangan pendapatan pengadaan dan pengelolaan aset daerah
5. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang pendapatan dan pengelolaan aset daerah
6. Pelaksanaan kesekretariatan dinas
7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan gubernur sesuai dengan bidang tugasnya

9|LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN


B. Sejarah Umum Kantor Bersama SAMSAT Cilacap

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) atau dalam bahasa Inggris
One Roof System, adalah suatu sistem administrasi yang dibentuk untuk mempelancar
dan mempercepat playanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan
dalam satu gedung yaitu terkait dengan pengurusan dokumen kendaraan bermotor.

SAMSAT merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara lain Dirlantas
Polda, Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD), dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam
pelayanan untuk menerbitkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas Negara baik melalui
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB),
dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan
dilaksanakan pada satu kantor yang dinamakan “Kantor Samsat Bersama”.

Dalam hal ini, POLRI memiliki fungsi penerbitan STNK; Dinas Pendapatan Provinsi
menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor (BBN-KB); sedangkan PT Jasa Raharja (Persero) mengelola Sumbangan Wajib
Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Lokasi Kantor Bersama umumnya berada di lingkungan Kantor Polri Setempat, atau
dilingkungan Satlantas/Ditlantas Polda setempat.

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Kabupaten Cilacap juga


terdapat layanan samsat online dimana masyarakat dapat membayar pajak secara online
melalui aplikasi e-samsat. Pada aplikasi tersebut, terdapat layanan untuk cek pajak
kendaraan bermotor atau mobil, cek data pemilik kendaraan, cek data plat nomor, dan
informasi tarif perpanjangan pajak motor dan mobil.

SEJARAH DAN DASAR HUKUM SAMSAT

Sampai dengan tahun 1974

Proses perpanjangan STNK harus membuang waktu cukup lama karena harus
mendatangi tiga Kantor. Membayar pajak harus dating ke kantor pajak. Selanjutnya,
mereka yang hendak membayar Sumabangan Wajib Dana Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ)

10 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
dan harus mendatangi Kantor Asuransi Jasa Raharja. Dan mereka pun harus mendatangi
kantor polisi untuk memperoleh STNK. Masing-masing instansi belum terintegrasi.

 1974-1976

Dengan tujuan registrasi dan identifikasi Forensik Ranmor dan data pengemudi lebih
akurat, kecepatan dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat, dilakukan uji coba
pembentukan Kantor SAMSAT di Polda Metro Jaya.

 1976-1988

Berdasarkan INBERS 3 Menteri, Menhamkan, Menkeu & Mendagri No. Pol.


KEP/13/XII/1976, No.KEP-1693/MK/IV/12/1976, 311 TAHUN 1976 bahwa konsep
SAMSAT di berlakukan di seluruh Indonesia yaitu POLRI, PT Jasa Raharja (Persero) &
Dinas Pendapatan Provinsi . Meski demikian masing-masing instansi menerbitkan tanda
bukti untuk setiap pelunasan kewajiban di SAMSAT.

Forum “Penataran Para Pimpinan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Tingkat
I se Indonesia” diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 09 s.d 17 April 1976 oleh Badan
Pendidikan dan Latihan Departemen Dalam Negeri berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Dalam Negeri No. 46 Tahun1976 tanggal 24 Maret 1976.

“Pedoman /Petunjuk Pelaksanaan Sistem Administrasi Manunggal Dibawah Satu


Atap dalam pengeluaran STNK, Pembayaran PKB/BBN-KB, SWDKLLJ yang
dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 16 Tahun 1977 pada tanggal
28 Juni 1977.

 1988-1993

Berdasarkan INBERS 3 Menteri, Menhamkan, Menkeu & Mendagri No.


INS/03/X/1988, No. 5/IMK.013/1988, No 13A Tahun 1988 dilakukan penyerderhanaan
dokumen yaitu :

o Formulir permohonan/pendaftaran STNK/PKB/SWDKLLJ digabung menjadi satu.


o Tanda pelunasan Pembayaran SWDKLLJ pada PT Jasa Raharja (Persero) yang
tercantum dalam STNK/STCK berlaku sebagai pengganti polis asuransi (sertifikat)
 1993-1999

11 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Diberlakukan revisi masa berlaku STNK dan TNKB dari 1 tahun menjadi 5 tahun
namun setiap tahunnya melakukan pengesahan STNK berdasarkan INBERS Panglima
Angkatan Bersenjata, Menkeu & Mendagri No. INS/02/II/1993, No. 01/1993, No. 2A
Tahun 1993. Mekanisme perpanjangan STNK dibentuk 5 pokja (loket) untuk pelayanan.

 1999 s.d Sekarang

Berdasarkan INBERS 3 Menteri, Menhamkan, Menkeu & Mendagri No.


INS/03/M/X/1999, No. 6/IMK.014/1999, No 29 Tahun 1999 menetapkan penyempurnaan
dan penyerderhanaan sistem operasi pelayanan dari 5 loket menjadi 2 loket.

o Pembayaran SWDKLLJ yang tertera pada SKPD berfungsi sebagai pengganti polis
asuransi (sertifikat)
o Tanda pelunasan dan Pengesahan digabung dengan SKPD (Surat Ketetapan Pajak
Daerah) yang telah divalidasi cash register sebagai tanda bukti pembayaran
o Kantor SAMSAT tidak melayani baik pembuatan atau perpanjangan SIM (Surat Izin
Mengemudi).
C. Visi, Misi, dan Motto

Visi, Misi, dan Motto Kantor UPPD :

Dengan adanya tugas pokok dan fungsi serta target-target kerja yang harus dipenuhi
atau diwujudkan, maka Kantor UPPD Cilacap telah memiliki rencana strategi yang
berorientasi pada kondisi yang diinginkan untuk yang akan datang dengan melihat peluang,
potensi, serta kendala-kendala yang mungkin timbul. Berdasarkan hal tersebut maka Kantor
UPPD Cilacap memiliki visi dan misi sebagai berikut:
a. Visi:
Visi dari Kantor UPPD adalah terdepan dalam pengelolaan pendapatan daerah dan
dibanggakan dalam pelayanan publik.
b. Misi:
Guna mewujudkan visi, Kantor UPPD menetapkan misi. Misi diharapkan dapat
terlaksana demi terwujudnya visi yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun misi Kantor
UPPD, yaitu :
 Bidang Pendapatan Daerah
Mengembangkan kebijakan pendapatan daerah yang dapat diterima masyarakat, partisipatif,
bertanggung jawab dan berkelanjutan.

12 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
 Bidang Pelayanan Publik
Mewujudkan pelayanan publik yang baik (excellent service), terpercaya dan transparan.
 Bidang Kelembagaan
Mewujudkan Sumber Daya Manusia Aparatur yang potensial, integritas tinggi dan
profesional serta membangun sistem kelembagaan yang berbasis kompetensi.
c. Motto

UPPD dalam pelayanannya memiliki Motto yaitu “Melayani dengan cepat, tepat, dan
sepenuh hati”.

Visi, Misi, dan Motto SAMSAT :

a. Visi

SAMSAT dalam pelayanannya memiliki visi yaitu “Terwujudnya Pelayanan Prima


Sebagai Bukti Pengabdian Kepada Masyarakat”.

b. Misi

SAMSAT dalam pelayanannya memiliki misi antara lain :

“Meningkatkan Kwalitas Pelayanan Kepada Masyarakat, Meningkatkan Keamanan


dan Kenyamanan/Keselamatan Kepada Pemilik Kendaraan Bermotor”.

“Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Negara/Perbaikan


Kwalitas SDM Apatur”.

“Memperoleh Dana Perimbangan Secara Adil Sesuai Dengan Potensi Yang Dimiliki”.

c. Motto

SAMSAT dalam pelayanannya memiliki Motto yaitu “Melayani dengan cepat, tepat,
dan sepenuh hati”.

D. SUSUNAN ORGANISASI
Tugas Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah :
Melakukan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di
bidang pendapatan. Dalam melaksanakan tugas, Dinas Pendapatan menyelenggarakan
fungsi :
1. Perumusan kebijakan teknis dibidang pendapatan.
2. Menyelenggarakan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang pendapatan

13 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
3. Pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya.
4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur
Susunan Kantor UPPD Terdiri atas :
1. Kepala Dinas UPPD Cilacap
2. Sekertariat, membawahi :
 Sub Bagian Tata Usaha
 Sub Bagian Penyusunan Program
 Sub Bagian Keuangan
 Sub Bagian Perlengkapan
3. Bidang Pengembangan Sistem Informasi dan Pengolahan Data Pendapatan
membawahi:
 Seksi Analisa Sistem Informasi Pendapatan
 Seksi Pengembangan Sistem Informasi Pendapatan
 Seksi Pengolahan Data dan Pelaporan Pendapatan
4. Bidang Pajak Daerah, membawahi :
 Seksi Pelayanan Pajak
 Seksi Pendataan dan Pengenaan Pajak
 Seksi Keberatan dan Administrasi Penagihan
5. Bidang Pendapatan lain-lain, membawahi :
 Seksi Pendapatan Daerah Bukan Pajak
 Seksi Bagi Hasil Pajak
 Seksi Bagi Hasil Bukan Pajak
6. Bidang Pengendalian dan Evaluasi, membawahi :
 Seksi Pengendalian
 Seksi Evaluasi
7. Unit Pelaksana Teknis Dinas
8. Kelompok Jabatan Fungsional.
UPPD merupakan Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah yang melaksanakan tugas-
tugas teknis operasional di lapangan terkait pendapatan daerah.
Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah dipimpin oleh : Kepala UPPD yang berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Provinsi. Tugas Unit Pengelolaan Pendapatan
Daerah:

14 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
1. Pelaksanaan tugas dinas daerah sesuai dengan bidang teknis operasional pemungutan
pendapatan daerah.
2. Ketatausahaan serta pelayanan masyarakat. Dalam rangka melaksanakan tugasnya,
UPT Dinas Pendapatan mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan kegiatan teknis operasional pemungutan Pendapatan Asli Daerah
(PAD)
b. Pelaksanaan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama
Kendaraan Bermotor (PKB & BBNKB) di Kantor Bersama Samsat;
c. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait pada Kantor Bersama Samsat.
d. Pelaksanaan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait dengan
pemungutan Pendapatan Asli Daerah;
e. Petugas-tugas ketatausahaan;
f. Pelaksanaan pelayanan masyarakat;
g. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis terdiri atas :
a. Kepala Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah;
b. Sub Bagian Tata Usaha;
c. Seksi Pendataan dan Penetapan;
d. Seksi Pembayaran dan Penagihan.
1. Kepala UPPD
Memimpin, mengawasi, mengkoordinasikan pelaksanaan teknis operasional pemungutan
pendapatan daerah, ketatausahaan serta pelayanan masyarakat.
2. Sub Bagian Tata Usaha
a. Melaksanakan pengelolaan surat menyurat, urusan rumah tangga, kehumasan dan
kearsipan.
b. Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian.
c. Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan.
d. Melaksanakan pengelolaan perlengkapan dan peralatan kantor.
e. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPPD.
3. Seksi Pendataan dan Penetapan
a. Melaksanakan pendataan dan penetapan objek dan subjek pajak daerah di wilayah
kerja;
b. Menyiapkan surat pemberitahuan (SPT) Pajak Daerah;
c. Melaksanakan penetapan pajak;

15 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
d. Menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD);
e. Merencanakan penerimaan pajak;
f. Melaksanakan pengurangan, penghapusan, dan pembatalan penetapan pajak.
g. Melaksanakan administrasi dan menyediakan bahan pertimbangan terkait keberatan
dan restitusi;
h. Menerima dan menindaklanjuti kelengkapan administrasi mutasi objek pajak;
i. Menyusun laporan data objek dan penetapan pajak daerah;
j. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPPD.
4. Seksi Pembayaran dan Penagihan
a. Meneliti dan menghimpun tindasan bukti pembayaran bendahara penerima pembantu
dan membukukan penerimaan pendapatan daerah berdasarkan surat tanda setoran;
b. Menerima dan menghimpun penetapan pajak daerah sebagai bahan untuk melakukan
penagihan;
c. Menerbitkan surat keterangan fiskal (SKF) / surat keterangan pelunasan pembayaran
pajak daerah;
d. Menerima, membukukan, dan menindaklanjuti surat teguran, surat ketetapan pajak
daerah dan menerbitkan surat tagihan, surat peringatan serta mendistribusikan kepada
petugas dinas luar sebagai bahan operasional;
f. Melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan permohonan keberatan dan
penghapusan penetapan pajak daerah dan laporan pengaduan masyarakat;
g. Menyusun laporan penerimaan kas dan mengirimkan ke dinas melalui sub bagian tata
usaha;
h. Menyusun laporan tunggakan dan pencairan tunggakan pajak daerah;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT. Kepala UPT dalam
melaksanakan tugas wajib menerapkan prinsip koordinasi dan sinkronisasi dengan
instansi lain dan para pihak pemangku kepentingan. Setiap pimpinan unit organisasi
UPT bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasi bawahan masing masing dan
memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
KB SAMSAT Cilacap :
1. Adpel PKB & BBNKB :
Melaksanankan penyelenggaraan pelayanan pemungutan PKB dan BBNKB di Kantor
Bersama Samsat bertanggung jawab langsung kepada Kepala UPPD.
2. Jasa Raharja :Melaksanankan penyelenggaraan pelayanan pemungutan SWDKLLJ
dan IWKU bertanggung jawab langsung kepada Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja.

16 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
3. Kasubsi Samsat : Melaksanakan Penyelenggaraan Pelayanan dibidang pelayanan
registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dalam bentuk - bentuk pelayanan sepeti
STNKB, TNKB, BPKB, Kartu Induk dan lain sebagainya.

E. Arti dan Logo TIM PEMBINA KANTOR SAMSAT

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) merupakan suatu sistem


kerjasama secara terpadu antara Dirlantas Polda, Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah
(UPPD), dan PT Jasa Raharja (Persero) yang merupakan kesatuan sistem kerjasama yang
tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.

Tujuan dari penyatuan tim Pembina Samsat ini adalah untuk memudahkan wajib
pajak dalam pengurusan pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor
serta meningkatkan pelayanan kepada para pemilik kedaraan bermotor. Dengan demikian
diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara dan daerah serta menerbitkan data
kendaraan yang masih memiliki tunggakan.

Tim Pembina Samsat yang memiliki fungsi pelayanan masing-masing yaitu sebagai
berikut :

 Peran Dirlantas Polda didalam SAMSAT :

17 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (regident ranmor) adalah fungsi
kepolisisan untuk memberikan legitimasi asal usul kelayakan, kepemilikan, serta
pengoperasian kendaraan bermotor, fungsi kontrol, forensik kepolisian dan pelayanan
kepada masyarakat melalui verifikasi, pencatatan dan pendataan, penomoran, penerbitan
dan pemberian bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, pengarsipan, serta
pemberian informasi. Termasuk di dalam layanan registrasi dan identifikasi kendaraan
bermotor ini adalah :

1. Registrasi kendaraan bermotor baru.


2. Registrasi perubahan identitas kendaraan bermotor dan pemilik.
3. Registrasi perpanjangan kendaraan bermotor .
4. Registrasi pengesahan kendaraan bermotor.
5. Pemblokiran dokumen Regident Ranmor yang terkait tindak pidana.
6. Penggantian dokumen Regident Ranmor.
7. Penghapusan nomor registrasi kendaraan bermotor.
8. Pengecekan fisik kendaraan bermotor guna melengkapi persyaratan pajak kendaraan
bermotor.
9. Pencetakan STNK serta pencetakan Nomor Tanda Kendaraan Bermotor.

 Peran Pelayanan Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) :

Dinas Pendapatan (Dispenda) memiliki peran menerima dan mengelola pembayaran


pajak atas kendaraan bermotor yang meliputi :

1. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)


2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB)

18 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Hasil penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) paling sedikit 10% (sepuluh
persen), termasuk yang dibagi hasilkan kepada Kabupaten/Kota, dialokasikan untuk
pembangunan atau pemeliharaan jalan serta peningkatan modal dan sarana
transportasi umum.
Dasar pembentukan/berdirinya Dinas Pendapatan adalah Keputusan Gubernur
Jawa Tengah tanggal 05 Juli 1967 dengan Nomor KUPD/A 36/I/15 tentang
Kedudukan dan Susunan Organisasi dan Tugas Pokok Dinas Pendapatan dan pada
saat itu di bawah Sekretariat Daerah.

Tugas pokok Dinas Pendapatan :

 Melakukan kewenangan desentralisasi dibidang pendapatan daerah yang diserahkan


kepada Pemerintah Daerah.
 Melakukan kewenangan Kabupaten/Kota dibidang pendapatan yang bersifat lintas
Kabupaten/Kota
 Melakukan kewenangan Kabupaten/Kota dibidang pendapatan daerah yang
dikerjasamakan dengan diserahkan kepada Provinsi dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
 Melaksanakan kewenangan dekosentrasi yang dilimpahkan kepada Gubernur dan
tugas pembantuan dibidang pendapatan daerah sesuai peraturan perundangan-
undangan yang berlaku.
Fungsi Dinas Pendapatan :
 Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dibidang pendapatan daerah sesuai
kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur.
 Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, pelaksanaan fasilitas, evaluasi dan
pelaporan dibidang Pendapatan Daerah.
 Pelaksanaan penyelenggaraan pungutan daerah dan pusat yang pelaksanaannya
diserahkan kepada Provinsi.
 Pelaksanaan peningkatan dan fasilitas pendapatan daerah.
 Pelaksanaan pembinaan dan fasilitas pungutan daerah di Jawa Tengah.
 Pelaksanaan pengaturan teknis pungutan daerah dan pungutan pusat yang urusannya
diserahkan kepada Provinsi
 Pelaksanaan pengelolaan urusan kepegawaian keuangan hukum, hubungan
masyarakat, organisasi dan tatalaksana, serta umum dan perlengkapan.

19 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
 Peran PT. Jasa Raharja (Persero) dalam SAMSAT :

PT. Jasa Raharja (Persero) memiliki peran menerima dan mengelola pembayaran
Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan angkutan jalan
yang terdiri dari :

1. Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) merupakan


sumbangan tahunan yang wajib dibayar oleh pemilik kendaraan bermotor sebagai
dana untuk pertanggungan wajib kecelakaan lalu lintas jalan.
2. Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (DPWKP) merupakan dana yang
terhimpun dari iuran-iuran, terkecuali jumlah yang akan ditetapkan oleh Menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan untuk pembayaran ganti
rugi akibat kecelakaan penumpang angkutan umum

F. Tempat dan Jadwal Waktu Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Berikut nama instansi tempat praktik kerja lapangan beserta alamatnya :

Nama Instansi : Kantor UPPD - Samsat Cilacap

Alamat : Jl. Kauman No.11, Kandang Macan, Sidanegara, Cilacap Tengah,

Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53212, Indonesia

Kode Pos : 53212

Telephon/Fax : (0282) 533178

Website :-

20 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Jadwal waktu pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) seharusnya
dilaksanakan selama dua tahap yang terdiri dari tahap pertama terhitung mulai dari tanggal 16
Desember 2019 s.d 31 Maret 2020 dilanjutkan tahap kedua mulai tanggal 22 Juni 2020 s.d 31
Agustus 2020. Akan tetapi dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 kegiatan PKL tidak dapat
dilanjutkan sebagaimana mestinya dan siswa ditarik dari DU/DI pada tanggal 14 Maret 2020.

Dalam Pelaksanaan PKL bekerja fulltime selama enam hari dalam seminggu. Adapun
jadwal pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai berikut :

Senin s.d Kamis

 Pukul 07.00 – 12.00 WIB (Kerja)


 Pukul 12.00 – 13.00 WIB (Istirahat)
 Pukul 13.00 – 16.00 WIB (Kerja)

Jumat

 Pukul 07.00 - 11.30 WIB (Kerja)


 Pukul 11.30 - 13.00 WIB (Istirahat)
 Pukul 13.00 - 16.00 WIB (Kerja)

Sabtu

 Pukul 07.00 – 14.00 WIB (Kerja)

Untuk mengisi kegiatan PKL pada tahap kedua yang tidak dapat dilaksanakan di DU/DI
maka diisi dengan :

a. Membuat dan menyusun Laporan PKL


b. Melengkapi Jurnal PKL pada tahap pertama
c. Meminta nilai dan sertifikat kepada DU/DI
d. Tugas – tugas tambahan

21 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
BAB II

ISI LAPORAN

Pada era globalisasi seperti sekarang ini kemajuan teknologi sangatlah pesat,
perkembangannya kian hari kian meningkat dan persaingan pun kian ketat. Banyak masalah
yang timbul diberbagai kalangan, dan semua masalah muncul karena perbedaan pendapat
antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dari sekian banyak masalah yang paling sering
dihadapi oleh setiap masyarakat adalah sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Kita sebagai
manusia yang memiliki visi, misi, tujuan, strategi, dan wawasan kedepan hendaknya tidak
melupakan akan perkembangan teknologi yang mempunyai arti penting dalam suatu
pekerjaan, karena hal tersebut menuntut kita untuk mengikuti perkembangan zaman agar
tidak ketinggalan dengan informasi yang ada. Saat ini ilmu pengetahuan dan perkembangan
teknologi dengan pesat serta dukungan dari media informasi yng sedemikian rupa sehingga
mengakibatkan perubahan pola hidup diberbagai kalangan masyarakat tanpa kelas.

Saat ini kebutuhan untuk memperoleh ilmu pengetahuan informasi sangatlah


meningkat dan semua ini dikarenakan oleh persaingan manusia atau kelompok/instansi yang
sangat ketat demi kemajuan usahanya, sehingga hal ini berdampak pada masyarakat karena
mereka dituntut untuk dapat menggali informasi dari berbagai sumber.

Banyak sekali sumber daya manusia yang memiliki latar belakang pendidikan yang
tinggi tetapi sulit mendapatkan pekerjaan yang layak karena mereka tidak memiliki
pengalaman yang cukup di dalam dunia kerja sehingga di saat mencari pekerjaan, mereka
tidak dapat meyakinkan perusahaan/instansi untuk menempatkan mereka sebagai tenaga
kerja.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) adalah
mewajibkan para siswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bekal
keterampilan untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Hal ini diwujudkan dengan
penyesuaian pada kurikulum sekolah agar materi-materi yang diberikan kepada siswa sesuai
dengan perkembangan yang ada.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan kegiatan yang wajib ditempuh guna
melengkapi sebagisn syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional pada SMK Negeri 1

22 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Cilacap pada Tahun Pelajaran 2019/2020. Kegiatan ini dimaksudkan agar para siswa
mendapatkan pengalaman/ketrampilan sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya,
sehingga para siswa akan mendapatkan bekal dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang sudah
dilaksanakan.

Disaat para siswa melaksanakan kegiatan PKL pada suatu perusahaan/instansi


pemerintahan, mereka akan mengetahui seperti apa etos kerja didalam dunia kerja dan
mereka harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tersebut agar mereka mampu
meningkatkan kemampuan dan kinerja mereka seta menjadi tenaga kerja siap pakai yang
memiliki kualitas, keterampilan yang tinggi, dan dapat menghadapi tantangan dan persaingan
di dunia kerja yang akan datang.

Dalam hal ini melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Instansi Pemerintah
tepatnya di Kantor Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah yang beralamat di Jl. Kauman
No.11, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53212, Indonesia yang
ditempatkan pada Satuan Pelaksanaan Penetapan PKB dan BBN-KB untuk mengerjakan
segala urusan pada unit pelayanan di Samsat.

Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap merupakan singkatan dari Samsat. Samsat
Cilacap merupakan system administrasiyang dibentukuntuk mempelancar dan mempercepat
pelayanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung.

Selama melaksanakan kegitan PKL di Kantor Samsat Cilacap, siswa harus mematuhi
semua peraturan yang ada di Samsat dan menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan oleh
instansi dengan baik dan benar karena hal tersebut pasti membawa nama baik diri sendiri
maupun sekolah. Oleh karena itu para siswa harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan
kegiatan PKL agar dapat berjalan dengan lancar.

A. LANDASAN TEORI
1. Pajak dan Jenis Pajak
Menurut Rochmat Soemitro (dalam Mardiasmo, 2003: 1) pajak adalah iuran rakyat kepada
kas negara berdasarkan undang-undang (dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa
timbal (kontra prestasi), yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk
membayar pengeluaran umum. Lebih lanjut dikemukakan mengenai istilah-istilah di dalam
perpajakan, antara lain :

23 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
a. Wajib Pajak (WP), adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan,
termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.
b. Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang
melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan
terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau
daerahdengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun,
persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau
organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap, dan bentuk badan lainnya.
c. Masa pajak adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) bulan takwim atau
jangka waktu lain yang ditetapkan dengan keputusan menteri keuangan paling lama 3
(tiga) bulan takwim.
d. Tahun pajak adalah jangka waktu 1 (satu) tahun takwim kecuali bila Wajib Pajak
menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun takwim.
e. Bagian Tahun Pajak adalah bagian dari jangka waktu 1 (satu)Tahun Pajak.
f. Pajak yang terutang adalah pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalam masa
pajak, dalam tahun pajak atau bagian tahun pajak menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan.
g. Penanggung pajak adalah orang pribadi atau badan yang bertanggung jawab atas
pembayaran pajak, termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi kewajiban
Wajib Pajak menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
h. Surat Paksa atau Surat Tagihan Pajak adalah surat perintah untuk membayar utang
pajak dan biaya penagihan pajak sesuai dengan UU No. 19 Tahun 1997 tentang
penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan UU No. 19
Tahun 2000. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pajak merupakan salah satu
sumber pendapatan negara.
Fungsi pajak menurut Rochmat Soemitro (dalam Mardiasmo, 2003: 1) dibedakan
menjadi dua, yaitu:
a. Fungsi Budgetair, yaitu Pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai
pengeluaran-pengeluarannya.
b. Fungsi mengatur, yaitu Pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan
kebijaksanaan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. Pada dasarnya, pajak itu
memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat luas. Pajak merupakan iuran
dari rakyat kepada negara yang salah satu tujuannya yaitu digunakan untuk membiayai

24 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
rumah tangga negara, yakni pengeluaran-pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat
luas. Jenis pajak dikelompokkan kedalam tiga kriteria pajak, yaitu menurut
golongannya, menurut sifatnya, dan menurut lembaga pemungutannya.
 Menurut golongannya :
1. Pajak langsung, yaitu pajak yang harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak dan tidak
dapat dibebankan atau dilimpahkan kepada orang lain.
2. Pajak tidak langsung, yaitu pajak yang pada akhirnya dapat dibebankan atau
dilimpahkan kepada orang lain.
 Menurut sifatnya
1) Pajak subjektif, yaitu pajak yang berpangkal atau berdasarkan pada subjeknya,
dalam arti memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.
2) Pajak Objektif, yaitu pajak yang berpangkal pada objeknya, tanpa
memperhatikan keadaan diri Wajib Pajak.
 Menurut Lembaga Pemungutannya
1. Pajak Pusat, yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk
membiayai rumah tangga negara.
2. Pajak Daerah, yaitu pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah dandigunakan untuk
membiayai rumah tangga daerah. Pajak Daerah terdiri atas :
a. Pajak Propinsi, contoh: Pajak Kendaraan Bermotor dan kendaraan diatas air,
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
b. Pajak Kabupaten/Kota, Contoh : Pajak, Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan,
Pajak Reklame, dan Pajak Penerangan Jalan. Dengan demikian, dapat
dipahami bahwa pajak merupakan iuran dari rakyat kepada negara yang
dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undangundang serta aturan
pelaksanaannya yang dapat dilihat berdasarkan fungsinya dan kriteria pajak.
Seluruh warga negara yang menjadi wajib pajak mempunyai hak dan
kewajiban pajak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Dari
pemaparan diatas, dapat diketahui bahwa salah satu jenis pajak berdasarkan
lembaga pemungut adalah pajak daerah. Pajak daerah sangat menentukan
keberhasilan pembangunan suatu daerah. Salah satu jenis pajak daerah adalah
pajak kendaraan bermotor. Oleh karena itu, pajak kendaraan bermotor juga
turut menentukan keberlangsungan pembangunan daerah.

25 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
2. Pajak Kendaraan Bermotor
Kendaraan Bermotor merupakan semua kendaraan beroda dua atau lebih beserta
gandengannya yang digunakan di semua jenis jalan darat, dan digerakkan oleh peralatan
teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu sumber
daya energi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan termasuk
alat-alat berat dan alat-alat besar yang bergerak. Contoh Alat-alat besar dan berat antara lain:
Mesin giling, buldozer, loader, forklift, dumptruck, traktor, dan lain sebagainya. Pajak
kendaraan bermotor merupakan jumlah tarif yang harus dibayarkan oleh wajib pajak guna
untuk mendapatkan surat-surat penting kelengkapan kendaraan bermotor. Hal ini sebagai
salah satu kewajiban yang harus dipenuhi sebagai pemilik kendaraan yang tahu peraturan dan
tahu hukum. Pajak kendaraan bermotor itu ada dua macam, yaitu pajak kendaraan bermotor
tahunan dan pajak kendaraan bermotor lima tahunan.
1. Pajak kendaraan bermotor tahunan, yaitu pembayaran pajak kendaraan bermotor yang
dilakukan setiap stu tahun sekali sesuai dengan masa berlaku kendaraan bermotor
tersebut. Bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan ini adalah dengan
pengesahan pada Surat tanda Nomor Kendaraan (STNK). Permohonan pengesahan
STNK setiap kendaraan bermotor sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 179 ayat
(2) dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut :
a. Tanda jati diri yang sah + 1 lembar foto copy
b. Surat pernyataan pemilik kendaraan bermotor bahwa tidak terjadi perubahan
identitas pemilik atau spesifikasi teknis ranmor (surat pernyataan sama dengan
formulirSPT PKB/BBNKB dan SWDKLLJ).
c. STNK asli dan foto copy.
d. BPKB asli dan foto copy.
e. Bukti PKB/BBNKB, SWDKLLJ, dan Premi asuransi Jasa Raharja (khusus
kendaraan umum) tahun sebelumnya.
2. Pajak Kendaraan Bermotor Lima Tahunan, yaitu sama halnya seperti pajak kendaraan
bermotor tahunan, akan tetapi didalam pajak kendaraan bermotor lima tahunan ini
akan terjadi pergantian plat nomor kendaraan bermotor untuk masa berlaku lima
tahun kedepan. Persyaratan pengajuan/pembayaran pajak kendaraan bermotor lima
tahunan adalah dengan melampirkan :
a. Tanda jati diri yang sah + 1 lembar foto coy

26 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
b. Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang lama atau surat keterangan
yang sah apabila tidak dapat menyerahkan Surat Tanda Nomor Kendaraan
bermotor tersebut.
c. Salinan tanda jati diri pemilik kendaraan bermotor setelah menunjukkan
aslinya.
d. Salinan bukti buku uji kendaraan bermotor yang bersangkutan setelah
menunjukkan aslinya.
e. Dilakukan cek fisik terhadap kendaraan bermotor tersebut.
f. Kalau ada perubahan baik pemilikan, ganti warna, ganti mesin, rubah bentuk,
harus dilengkapi dengan BPKB.
Selain pajak kendaraan bermotor, jenis pajak propinsi yang lain mengenai kendaraan
bermotor yang menjadi wewenang Kantor Samsat yaitu Pajak Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor atau disingkat BBN-KB. BBN-KB adalah pajak atas penyerahan hak milik
kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan
yang terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan,atau pemasukan kedalam badan
usaha (http://pajakindonesia.wordpress.com).
BBN-KB terdiri dari dua jenis yaitu untuk kendaraan bermotor baru (BBN-KB I) dan
untuk kendaraan bermotor bekas/second (BBN-KB II). BBNKB I merupakan pengalihan hak
milik kendaraan bermotor baru sebagai akibat perjanjian dua pihak. BBN-KB II merupakan
pengalihan hak milik kendaraan bermotor bekas (second) sebagai akibat perjanjian jual – beli
kedua pihak. Pendaftaran BBN-KB mempunyai masa tenggang 30 hari dihitung sejak serah
terima barang. Salah satu potensi pendapatan yang perlu dikreasikan adalah BBNKB kedua
dan selanjutnya, meskipun tarif pajaknya 1% (satu persen) dari penetapan harga pasar atau
Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). Akan tetapi potensi ini berkaitan dengan perilaku
pasar, dimana setiap pembelian kendaraan bermotor belum tentu pada saat yang sama
masyarakat akan melakukan aktifitas pendaftaran kepemilikan kendaraan bermotor yang baru
dibeli atau dimiliki. Dengan demikian “kreatifitas” kebijakan insentif perpajakan juga bagian
dari upaya mendorong masyarakat untuk segera mendaftarkan kepemilikankendaraannya
(http://www.pajakonline.com).
Pengenaan BBN-KB ditetapkan oleh Mendagri (Menteri Dalam Negeri) yang
dipertimbangkan oleh Menkeu (Menteri Keuangan). Tarif Pajak BBN-KB terbagi dalam
sembilan katagori sebagai berikut.(http://organisasi.org). :
a. 10% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan pertama
b. 3% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan pertama.

27 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
c. 1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan selanjutnya.
d. 1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan selanjutnya.
e. 1% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan selanjutnya.
f. 0,3% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan selanjutnya.
g. 0,1% untuk kendaraan bermotor pribadi penyerahan karena warisan.
h. 0,1% untuk kendaraan bermotor umum penyerahan karena warisan.
i. 0,03% untuk kendaraan bermotor alat-alat besar dan berat penyerahan karena warisan.
Dasar Pengenaan BBN-KB adalah Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB). NJKB
ditetapkan berdasarkan harga pasaran umum (HPU) atas suatu kendaraan bermotor. Dasar
pengenaan BBN-KB ditetapkan berdasarkan nilai jual kendaraan bermotor. Adapun Rumus
menghitung BBN-KB adalah HPU X Dasar Pengenaan Pajak. Untuk tahun pembuatan lebih
baru, nilai jualnya ditetapkan dengan penambahan 5% setiap tahun dari nilai jual tahun
sebelumnya. Untuk tahun pembuatan lebih tua, nilai jualnya ditetapkan berdasarkan nilai jual
tahun pembuatan terakhir dengan penurunan 5% setiap tahun dengan maksimal penurunan 5
tingkat atau disesuaikandengan HPU yang berlaku.(http://pajakindonesia.wordpress.com).
Untuk dapat mengenakan pajak pada orang atau badan hukum harus ada ukuran pasti tentang
objek pajaknya. Sebagaimana diatur dalam pasal 2 dan pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor
19 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah, dijelaskan bahwa objek BBN-KB adalah penyerahan
kendaraan bermotor, termasuk penyerahan kendaraan bermotor dari luar negeri untuk dipakai
secara tetap di Indonesia, kecuali :
 Untuk dipakai sendiri oleh orang yang bersangkutan
 Untuk diperdagangkan
 Untuk dikeluarkan kembali dari wilayah pabean Indonesia
 Digunakan untuk pameran, penelitian, contoh dan kegiatan olahraga bertarap
internasional.
Subjek Pajak BBN-KB adalah orang pribadi atau badan yang dapat menerima penyerahan
kendaraan bermotor, sedangkan wajib pajak BBN-KB adalah orang pribadi atau badan
hukum yang menerima penyerahan kendaraan bermotor.

B. MEKANISME PELAYANAN PADA KANTOR BERSAMA SAMSAT


Dalam rangka meningkatkan pelayanan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
SAMSAT, dibentuk tujuh kelompok kerja dengan kegiatan sebagai berikut:
1. Kelompok Kerja Penyediaan Formulir Permohonan dan Penerangan. Pada kelompok
kerja ini petugas pelayanan adalah dari Polri dan Dispenda. Polri mempunyai tugas

28 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Menyediakan dan memberikan formulir permohonan pendaftaran sesuai dengan
permintaan permohonan; Memberikan penerangan mengenai kelengkapan persyaratan
pendaftaran; Membukukan semua formulir yang diterima, dikeluarkan dan sisanya
setiap hari; mencatat nomor formulir dan nomor kendaraan / nama pemilik pada buku
registrasin penyediaan formulir; memberikan tanda atau paraf pada setiap persyaratan
permohonan; menerima formulir kembali yang rusak untuk diganti dengan yang baru.
Sedangkan tugas dari UPPD yaitu memberikan penerangan kepada pemohon tentang
kewajibannya sebagai wajib pajak.
2. Kelompok Kerja Pendaftaran, Penelitian dan Penetapan. Pada kelompok kerja ini
pelayanan dilakukan oleh petugas dari POLRI dan UPPD.
a. Sub kelompok kerja pendaftaran: Petugas dari Polri bertugas menerima, meneliti
kelengkapan dan keabsahan berkas permohonan; Melakukan penelitian pada daftar
pencarian barang daftar agunan (jaminan); Membubuhkan paraf pada tanda
penerimaan formulir permohonan yang telah diteliti dan diterima serta memberikan
tanda penerimaan kepada pemohon; Memberikan nota pemeriksaan fisik kendaraan
bermotor kepada kelompok kerja pemeriksaan fisik kendaraan bermotor; Menerima
dan meneliti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor disesuaikan dengan
dokumen kendaraan bermotor; Menggabungkan berkas baru dengan arsip yang ada
kedalam map yang telah disediakan; Meneruskan berkas yang telah diteliti kepada
petugas UPPD. Selain itu petugas dari UPPD bertugas Meneliti berkas yang diterima
dari petugas kepolisian dan membubuhkan paraf atas kelengkapan persyaratan,
Meneruskan berkas kepada petugas POLRI bagian registrasi dan penomoran,
Memberitahukan kepada petugas POLRI dan Jasa Raharja apabila ditemukan
kekeliruan atau kekurangan persyaratan administrasi yang diperlukan.
b. Sub kelompok kerja registrasi dan penomoran Dari petugas POLRI bertugas;
Menerima berkas dari petugas UPPD ; Meregistrasi dan memberikan nomor polisi
sesuai dengan sistem penomoran yang berlaku; Mencantumkan nomor polisi pada
dokumen permohonan; Melanjutkan berkas kepada Sub Kelompok Kerja Penetapan.
c. Sub kerja kelompok penetapan: Petugas UPPD bertugas Menerima dan meneliti
berkas dari kelompok registrasi dan penomoran; Menetapkan besarnya PKB dan
BBNKB dan pungutan lainnya dalam Nota Perhitungan Pajak (Notice Pajak);
Membukukan, memberikan nomor SKUM dan Kohir pada Notice Pajak;
Meneruskan Kepada petugas Jasa Raharja. Sedangkan petugas dari JASA
RAHARJA bertugas Menerima dan meneliti berkas yang diterima dari petugas

29 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
UPPD ; Menetapkan SWDKLLJ dan dendanya yang harus dibayar oleh pemohon
dalam formulir permohonan maupun dalam Nota Perhitungan Pajak; Membukukan
penetapan SWDKLLJ; Meneruskan berkas tersebut kepada Sub Kelompok Kerja
Pengetikan.
d. Sub kelompok kerja pengetikan: Petugas POLRI dan UPPD melaksanakan
pengetikan pada blanko STNK; Mencatat blanko STNK yang diterima, dipakai dan
sisanya setiap hari, serta mempertanggungjawabkan setiap lembar penggunaan
blanko STNK tersebut; Meneruskan berkas kepada Kelompok Kerja Pemeriksaan
Penyelesaian Administratif.
3. Kelompok Kerja Pemeriksaan Fisik Kendaraan Bermotor (check fisik kendaraan). Ini
dilakukan oleh petugas dari POLRI yang mempunyai tugas Menerima nota pemeriksaan
fisik kendaraan bermotor dari kelompok Kerja Pendaftaran; Melakukan pemeriksaan
identitas kendaraan bermotor (motor mesin, nomor rangka, warna dan lain-lain) maupun
kelengkapan teknis keselamatan kendaraan; Menyerahkan hasil pemeriksaan kepada
Kelompok Kerja Pendaftaran.
4. Kerja Pemeriksaan Penyelesaian Administrasi (final check). Dilakukan oleh Petugas
POLRI, UPPD, dan P.T (Persero) A.K. Jasa Raharja yang bert6ugas Masing-masing
petugas meneliti kembali kebenaran penetapan dan pengetikan serta persyaratan
administrasinya; Masing-masing petugas membubuhkan paraf pada blanko STNK yang
sudah diketik :
a) Petugas POLRI disebelah kiri nama pejabat yang menandatangani STNK;
b) Petugas UPPD disebelah kanan bawah pada kolom kosong dibawah jumlah yang
harus dibayar.;
c) Petugas P.T (Persero) A.K. Jasa Raharja disebelah kiri bawah pada kolom kosong
dibawah jumlah yang harus dibayar; Membukukan biaya administrasi; Menyerahkan
berkas kepada Kelompok Kerja Penerimaan, Pembayaran dengan ekspedisi.
5. Kelompok Kerja Penerimaan Pembayaran. Ini dilakukan oleh petugas dari POLRI dan
Bendaharawan. Petugas POLRI bertugas Menerima berkas dari Kelompok Kerja
Pemeriksaan Penyelesaian Administrasi; Menyerahkan nota perhitungan pajak dan
blanko STNK yang sudah diketik kepada Bendaharawan Khusus Penerima; Menerima
kembali nota perhitungan pajak dan STNK yang sudah dibubuhi teraan kas register,
kemudian menyatukan kembali dalam berkasnya serta mengirimkan berkas tersebut
kepada Kelompok Kerja Pemesanan PNKB dan Penyerahan dengan ekspedisi;
Mengirimkan berkas-berkas STNK yang belum di bayar kepada Kelompok Kerja

30 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Pendaftaran dan Penetapan, dengan ekspedisi; Menerima setoran biaya PNKB dan biaya
administrasi dari Bendaharawan Khusus Penerima. Sedangkan dari petugas
Bendaharawan khusus yaitu bertugas Menerima nota perhitungan pajak dan blanko
STNK yang sudah diketik dari petugas POLRI pada Kelompok Kerja Penerimaan
Pembayaran; Mengumumkan Nomor Kendaraan Bermotor yang siap dibayar melalui
papan tulis atau pengeras suara; Menerima, membubuhkan teraan kas register pada
STNK/STCK dan membukukan pembayaran; Menyerahkan nota perhitungan pajak dan
STNK yang sudah ditera kas register kepada petugas POLRI dalam kelompok kerja
Penerimaan Pembayaran; Menerima Pembayaran PNKB dari pemilik/pemegang
kendaraan bermotor; Menyetorkan hasil penerimaan pembayaran kepada masing-masing
instansi berikut data penerimaan yang dibuat oleh Bendaharawan Khusus Penerima.
6. Kelompok Kerja Pemesanan PNKB dan Penyerahan. a) Sub Kelompok Kerja
Pemesanan PNKB. Dari petugas POLRI bertugas Menerima berkas permohonan dari
petugas POLRI pada Kelompok Kerja Penerimaan Pembayaran; Membuat pesanan plat
nomor setelah meneliti pelunasan kewajiban pembayaran dan mengirimkannya kepada
pabrik plat nomor dengan ekspedisi; Meneruskan berkas permohonan STNK kepada Sub
Kelompok Kerja Penyerahan.. b) Sub Kelompok Penyerahan, ini dilakukan oleh Petugas
dari POLRI, UPPD dan P.T (Persero) A.K Jasa Raharja yang bertugas: Menerima berkas
permohonan STNK yang sudah dibayar; Menerima plat nomor dari pabrik plat nomor;
Menggabungkan STNK asli, plat nomor dan persyaratan lainnya milik pemohon;
Menyerahkan STNK asli, plat nomor serta persyaratanpersyaratan lainnya milik
pemohon, setelah pemohon menunjukkan Nota Perhitungan Pajak yang asli; Meminta
kembali tanda penerimaan yang telah dibubuhi tanda tangan dan nama terang pemohon
sebagai tanda telah diterima kembali syarat-syarat milik pemohon; Memisahkan lembar
tindasan STNK untuk disampaikan kepada petugas ketiga instansi; Membukukan dan
meneruskan berkas kepada Kelompok Kerja Arsip dengan ekspedisi.
7. Kelompok Kerja Arsip. Dalam kelompok ini dilakukan oleh petugas dari POLRI dan
UPPD yang bertugas: Menerima berkas arsip dari Kelompok Kerja Pemesanan PNKB
dan Penyerah; Mencatat jenis macam dokumen yang disimpan dalam map arsip;n
Menata usahakan berkasberkas kedalam kelompok-kelompok sehingga memudahkan
pencarian kembali; Membukukan arsip-arsip yang diterima dan yang dikeluarkan;
Menyusun dan menyiapkan berkas-berkas Surat Kendaraan Bermotor untuk data
pendaftaran ulang; Memisahkan berkas-berkas Surat Kendaraan Bermotor untuk data

31 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
pendaftaran ulang. Selain itu ada juga Sarana yang meliputi Rak Arsip, Ruang Arsip,
Buku Registrasi, Buku Ekspedisi.
Catatan :
 Dilarang memberikan atau meminjamkan dokumen arsip kendaraan bermotor
kepada orang yang tidak berhak.
 Pemberian informasi hanya diberikan kepada petugas yang berwenang sesuai
dengan prosedur yang berlaku dan dilarang memberikan keterangan yang berkaitan
dengan identitas kendaraan bermotor kepada perorangan.
 Pemberian informasi identitas kendaraan bermotor kepada perorangan yang
berkepentingan hanya dapat diberikan dengan persetujuan koordinator SAMSAT.
 Bagi yang sudah menggunakan fasilitas komputer menyesuaikan dengan program.
LOKET PELAYANAN PADA KANTOR BERSAMA SAMSAT :
Loket pelayanan dibagi kedalam lima bagian sesuai dengan pembagian
tugas. Pembagian loket pelayanan tersebut sebagai berikut:
1. Loket I : Pemeriksaan fisik kendaraan bermotor.
2. Loket II : Penyediaan Formulir.
3. Loket III : Pendaftaran Penelitian dan Penetapan..
4. Loket IV : Penerimaan pembayaran.
5. Loket V : Pemesanan PNKB dan penyerahan.

Pelayanan BBN-KB di Kantor SAMSAT Kota Cilacap


SAMSAT Cilacap merupakan instansi Pemerintah yang merupakan sistem kerjasama terpadu
antara Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT. Jasa Raharja yang mempunyai tugas untuk
melayani masyarakat salah satunya dalam hal pengurusan balik nama atas kepemilikan
kendaraan bermotor. Dalam melakukan pengurusan balik nama kendaraan bermotor, wajib
pajak harus senantiasa mengikuti aturan-aturan yang telah dirancang sedemikian rupa oleh
SAMSAT Kota Surakarta untuk kelancaran proses pelayanan BBNKB. Pelayananan BBN-
KB meliputi pelayanan BBN-KBI dan BBN-KB II. BBN-KB I yaitu layanan balik nama
kendaraan bermotor untuk kendaraan baru, sedangkan BBN-KB II yaitu layanan balik nama
kendaraan bermotor untuk kendaraan bekas atau untuk pergantian surat kepemilikan
kendaraan bermotor kedua dan seterusnya. Pelayanan BBN-KBI dan BBN-KB II dilakukan
dengan prosedur yang sama. Hal yang membedakan dalam pelayanan BBN-KBI dan BBN-

32 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
KBII adalah persyaratan administratif. Berikut alur prosedur pelayanan BBNKB di SAMSAT
Kota Cilacap:
Prosedur Pelayanan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) :
1. Cek Fisik Kendaraan yaitu Pengecekan terhadap kondisi fisik kendaraan yang meliputi:
Merk/Type, Jenis/Model, Tahun Pembuatan, Tahun Perakitan, Isi Silinder, Warna, dan
Nomor Rangka. Syarat dalam cek fisik kendaraan yaitu wajib pajak harus menunjukkan
STNK dan BPKB Asli. Cek fisik kendaraan ini dilakukan oleh petugas SAMSAT dari
Kepolisian
a. Cek Fisik Kendaraan
b. Pengambilan Formulir
c. Bagian Pendaftaran
d. Bagian Penetapan
e. Kasir
f. Pengambilan STNK
2. Pengambilan Formulir Pendaftaran dilakukan menunjukkan STNK Asli, KTP Asli, dan
Kwitansi jual-beli yang sah.
3. Penyerahan formulir pendaftaran yang sudah di isis lengkap ke Bagian Pendaftaran.
Wajib Pajak harus melengkapi semua syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam BBN-KB.
4. Pengecekan berkas oleh petugas di Bagian Penetapan. Di bagian penetapan ini, berkas-
berkas diteliti dan disusun oleh petugas, kemudian oleh petugas berkas diberikan ke
bagian terminal pendaftaran untuk diproses datanya secara lengkap, setelah itu kemudian
berkas diberikan ke bagian terminal penetapan untuk proses penetapan mengenai biaya-
biaya dalam BBN-KB yang selanjutnya data mengenai rincian biayanya langsung
terkirim ke bagian Kasir. Wajib Pajak diberi nomor urut antrian untuk pembayaran di
Kasir.
5. Pembayaran biaya BBN-KB di Kasir dengan jumlah biaya sesuai dengan jumlah yang
dikeluarkan oleh bagian penetapan
6. Setelah melakukan pembayaran, wajib pajak menerima nomor antrian untuk
pengambilan berkas-berkas asli milik Wajib Pajak seperti BPKB dan KTP. Dengan
memahami prosedur seperti bagan diatas, pengurusan BBN-KB di Kantor Samsat
Cilacap sangatlah jelas dan tidak sulit.

Dalam pelayanan BBN-KB, Durasi waktu yang dibutuhkan dalam proses pelayanan
BBN-KB itu telah dibuat seefisien mungkin agar para Wajib Pajak tidak merasa diberatkan

33 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
oleh lamanya waktu pelayanan sekaligus untuk menghilangkan anggapan masyarakat
mengenai pelayanan yang berbelit-belit. Standar waktu pelayanan seperti terpampang di atas
loket pelayanan di Kantor SAMSAT Kota Cilacap sebagai berikut :
a. Pelayanan Pajak STNK : 30 menit
b. Pelayanan BBN-KB 1 (baru) : 50 menit
c. Pelayanan BBN-KB 2 (bekas) : 50 menit
d. Pelayanan ganti NOPOL/warna/alamat : 50 menit
e. Pelayanan Rubah Bentuk : 50 menit
Perbedaan pelayanan BBN-KB I dan BBNKB-II adalah pada kelengkapan syarat
administratif. Persyaratan untuk layanan BBN-KB I adalah dengan menyertakan surat
identitas diri, bukti pemeriksaan fisik kendaraan, dan bukti pembelian yang sah dari toko
tempat pembelian kendaraan bermotor. Persyaratan administratif untuk BBN-KB II terbagi
dalam empat katagori sebagai berikut
1. Pendaftaran kendaraan bermotor tukar nama atas dasar jual beli.
a. Mengisi formulir SPPKB (Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor).
b. Identitas :
 Untuk Perorangan : Tanda Jati Diri yang sah + 1 lembar fotocopy.
 Untuk Badan Hukum : Salinan Akte Pendirian + 1 lembar fotocopy, keterangan
domisili, Surat Kuasa Bermaterai cukup dengan ditandatangani oleh Pimpinan serta
dibubuhi cap Badan Hukum yang bersangkutan.
 Untuk Instansi Pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD) : Surat Tugas/Surat Kuasa
bermaterai cukup dan ditanda-tangani oleh Pimpinan serta dibubuhi cap Instansi yang
bersangkutan.
 STNK asli.
 BPKB asli.
 Kwitansi pembelian yang sah.
 Bukti pelunasan PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ (SKPD yang telah divalidasi) tahun
terakhir.
 Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor.
2. Pendaftaran kendaraan bermotor tukar nama eks kendaraan bermotor perorangan - dinas
milik negara dilakukan dengan persyaratan sebagai berikut:.
a. Mengisi formulir SPPKB (Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor).
b. Identitas :

34 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
 Untuk Perorangan : Tanda Jati Diri yang sah + 1 lembar foto copy.
 Untuk Badan Hukum : Salinan Akte Pendirian + 1 lembar fotocopy, keterangan
domisili, Surat Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh Pimpinan serta
dibubuhi cap Badan Hukum yang bersangkutan.
 Untuk Instansi Pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD) : Surat Tugas atau Surat
Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh Pimpinan serta dibubuhi cap Instansi
yang bersangkutan.
 STNK asli.
 BPKB asli.
 Surat Keputusan penjualan dan penghapusan atau pengalihan kendaraan bermotor
dinas dari pejabat yang berwenang.
 Bukti pembayaran lunas dari Kas Negara / Daerah.
 Bukti pelunasan PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ (SKPD yang telah divalidasi) tahun
terakhir.
 Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor.
3. Pendaftaran kendaraan bermotor tukar nama atas dasar hibah / warisan dengan
persyaratan sebagai berikut:
a. Mengisi formulir SPPKB (Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor).
b. Identitas :
 Untuk Perorangan : Tanda Jati Diri yang sah + 1 lembar fotocopy.
 Untuk Badan Hukum : Salinan Akte Pendirian + 1 lembar fotocopy, keterangan
domisili, Surat Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh Pimpinan serta
dibubuhi cap Badan Hukum yang bersangkutan.
 Untuk Instansi Pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD) : Surat Tugas/Surat Kuasa
bermaterai cukup dan ditandatangani oleh Pimpinan serta dibubuhi cap Instansi yang
bersangkutan.
 STNK asli.
 BPKB asli.
 Surat keterangan kematian dan persetujuan ahli waris / Akte Notaris / Putusan
Pengadilan Negeri.
 Surat hibah yang bermaterai cukup / akte notaris.

35 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
 Khusus bagi kendaraan yang belum melunasi Bea Masuk harus melampirkan formulir
C dari Bea dan Cukai, pengecualian dari syarat ini diatur oleh ditjen Bea Cukai.
 Bukti pelunasan PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ (SKPD yang telah divalidasi) tahun
terakhir.
 Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor.
4. Pendaftaran Kendaraan bermotor eks Taksi yang mempunyai persyaratan sebagai
berikut:
a. Mengisi formulir SPPKB (Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor).
b. Identitas :
 Untuk perorangan : Tanda Jati Diri yang sah + 1 lembar fotocopy.
 Untuk Badan Hukum : Salinan Akte Pendirian + 1 lembar fotocopy, keterangan
domisili, Surat Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh pimpinan serta
dibubuhi cap Badan Hukum yang bersangkutan.
 Untuk Instansi Pemerintah (termasuk BUMN dan BUMD) : Surat Tugas / Surat
Kuasa bermaterai cukup dan ditandatangani oleh Pimpinan serta dibubuhi cap Instansi
yang bersangkutan.
 STNK asli.
 BPKB asli.
 Kwitansi pembelian yang sah.
 Formulir C dan Bea Cukai kecuali Menteri Keuangan menetapkan lain.
 Bukti pelunasan PKB/BBN-KB dan SWDKLLJ (SKPD yang telah divalidasi) tahun
terakhir.
 Bukti hasil pemeriksaan fisik kendaraan bermotor. Sarana pendukung pelayanan pajak
di kantor Samsat Kota Cilacap meliputi sarana fisik baik fasilitas umum dan fasilitas
khusus. Fasilitas tersbut meliputi antara lain gedung kantor dengan fasilitas ruang
tunggu, loket/ruang pelayanan, loket/ruang informasi, loket pengaduan untuk
menampung dan menyelesaikan keluhan wajib pajak, ruang pengendali komputer,
ruang koordinator, ruang workshop TNKB, dan ruang jaga. Selain itu di Kantor
Samsat Kota Cilacap juga Menyediakan halaman parkir atau apel karyawan,
menyediakan tempat check fisik, dan menyediakan fasilitas umum dan fasilitas
khusus. Fasilitas umum meliputi: Kursi wajib pajak dan 1 buah meja bundar, kantin,
tempat ibadah, ruang foto copy, telepon umum, kamar kecil / toilet. CPU, Printer,
Genset, Televisi, Dispenser. Dalam meningkatkan kualitas pelayanannya, untuk

36 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
mengatur antrean wajib pajak petugas memberikan nomor urut pendaftaran guna
tertibnya pelayanan pendaftaran dengan metode FIFO (First In First Out),
menyediakan sarana pengatur masuk keluarnya Wajib Pajak sehingga tertib,
menyediakan layar monitor atau papan informasi guna memberikan informasi kepada
Wajib Pajak tentang status proses pendaftaran, menetapkan batas waktu proses
penyelesaian, menyediakan papan informasi yang berisikan denah kantor, mekanisme
dan prosedur, nama Pejabat, besarnya biaya dan informasi lainnya, tersedianya pusat
informasi yang dapat memberikan informasi pada wajib pajak melaui TV yang
menginformasikan mengenai besarnya biaya PKB/BBN-KB.

C. KEGIATAN SELAMA PKL BERLANGSUNG


1. Pengurusan / Mengagenda Surat
Pengurusan surat adalah seluruh proses kegiatan pengolahan Surat Masuk dan
Surat Keluar sampai tahap penyimpanannya. Mengagendakan surat adalah kegiatan
mencatat surat masuk ataupun surat keluar ke dalambuku agenda (buku harian).
Petugas yang mengagendakan surat dinamakan agendaris (mail clerk). Setiap surat
masuk ataupun surat keluar dicatat dan diberi nomor agenda.

 Surat masuk
Langkah – langkah mengelola surat masuk :
- Pembacaan surat masuk
- Registrasi surat masuk
- Disposisi surat
- Pengarsipan surat
 Surat keluar
Cara penanganan surat keluar :
- Pembuatan konsep
- Persetujuan konsep
- Pencatatan surat
- Pengetikan konsep surat
- Penandatanganan surat
- Pemberian cap dinas
- Melipat surat
- Penyampulan surat

37 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
- Pengiriman surat
- Penyimpanan surat

2. Bidang Manajemen Kearsipan

Pengarsipan adalah suatu proses kegiatan mulai dari penerimaan,


pengumpulan, pengaturan, penglihatan dan menyimpan menurut sistem tertentu
sehingga saat diperlukan dapat ditemukan dengan cepat dan tepat.
 Tujuan kearsipan adalah :
a. Agar arsip terpelihara dengan baik, teratur, aman.
b. Agar mudah mendapatkan kembali arsip yang dibutuhkan dengan cepat
dan tepat.
c. Untuk menghindari pemborosan waktu dan tenaga dalam mencari arsip
yang dibutuhkan.
d. Untuk menghemat tempat penyimpanan.
e. Untuk menjaga kerahasiaan dan kelestarian arsip.
 Prosedur mengarsipkan surat
Berikut prosedur mengarsipkan surat :
1. Membaca surat atau dokumen dengan teliti dan seksama;
2. Periksa apakah surat sudah disertai dengan tanda siap untuk disimpan;
3. Menetapkan judul surat;
4. Mengindeks tanda pengenal sesuai peraturan;
5. Membuat petunjuk silang;
6. Memberi kode surat;
7. Mengelompokkan arsip menjadi satu kelompok menurut kode yang ada
pada arsip;
8. Menyusun menurut susunan abjad;
9. Menyimpan arsip.
10. Mencetak dokumen dengan menggunakan mesin printer.
11. Penyortiran surat.
12. Penyimpanan Surat.
13. Mencatat surat masuk dan surat keluar.
14. Menstempel berkas.
15. Mengurutkan dokumen/berkas.

38 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
3. Menangani Penggandaan Dokumen
a. Pengertian penggandaan dokumen
Penggandaan dokumen berarti suatu perbuatan menggandakan atau
memperbanyak dokumen sesuai kebutuhan dengan menggunakan alat pengganda.
b. Macam – macam alat pengganda dokumen
a) Fotokopi
Mesin fotokopi adalah suatu alat untuk menyalin kembali dokumen atau
ilustrasi dengan menggunakan cahaya, panas, bahkan kimia, atau muatan listrik
statis.
b) Mesin Scanner
Mesin scanner adalah suatu alat elektronik untuk memindai dokumen baik
berupa kertas maupun barang untuk disimpan hasilnya pada memori komputer
sebagai data digital.

39 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
BAB III

PENUTUP
 Kesimpulan

Berdasarkan hasil uraian kegiatan prakerin yang telah dilaksanakan sejak tanggal 16
Desember 2019 – 31 Maret 2020 di Kantor Samsat Cilacap, adanya Praktek Kerja Lapangan
(PKL) kami dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-
siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengalaman kerja yang didapatkan akan
membuat para siswa memiliki keahlian yang profesional dalam bidangnya dan mendidik para
siswa untuk memiliki rasa percaya diri dan disiplin.

 Saran
1. Saran Untuk Siswa
a. Tingkatkan jiwa semangat dan mandiri dalam berusaha.
b. Tingkatkan bakat dan keahlian yang ada.
c. Berusaha agar tidak mudah putus asa dalam menghadapi segala persoalan atau
masalah.
d. Jadikan prakerin sebagai ajang penerapan ilmu yang telah diperoleh di sekolah.
e. Meningkatkan daya pikir dan mental siswa, pihak sekolah harus senantiasa
memberikan dorongan dalam melaksanakan PKL.
f. Hendaknya tetap menjaga hubungan baik dengan Kantor Samsat Cilacap.
2. Saran Untuk Instansi
a. Mengharapkan kesediaannya untuk menerima rekan kami yang akan datang
khususnya SMK Negeri 1 Cilacap yang membutuhkan bimbingan praktik.
b. Tingkatkan pelayanan yang memuaskan bagi Wajib Pajak.
c. Hubungan kerjasama antar karyawan harus dijaga dan dipertahankan serta
ditingkatkan.
d. Tingkatkan terus kedisiplinan serta kerjasama antar pegawai.

40 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
 DOKUMENTASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Gambar 1. Membantu Pelayanan Formulir SPOPD

41 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N
Gambar 2. Mencetak Formulir SPOPD

Gambar 3. Menginput Data

Gambar 4. Membantu Pelayanan Kasir

42 | L A P O R A N P R A K T I K K E R J A L A P A N G A N