Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TUTORIAL 1

KODE DAN MATA KULIAH : IDIK4013 TEHNIK PENULISAN KARYA ILMIAH


SEMESTER : 6
TANGGAL : 11 APRIL 2020

NAMA : NUR ADILA


NIM : 835717271

SOAL
1. Jelaskanlah tujuan penulisan karya ilmiah!
2. Jelaskanlah perbedaan karya ilmiah dan karya ilmiah popular!
3. Jelaskanlah struktur penyajian karya ilmiah!
4. Jelaskanlah bahasa karya ilmiah dengan bahasa yang digunakan dalam karya lain!
5. Jelaskanlah langkah-langkah pemilihan topik masalah untuk karya ilmiah!

JAWAB

1. Tujuan Penulisan Karya Tulis Ilmiah


 Dapat menjadi transformasi pengetahuan bagi sekolah atau institusi perguruan tinggi
dengan masyarakat, atau bagi para peminatnya
 Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian secara benar dan teratur
 Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam
menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang
bersangkutan memperoleh pengetahuan dari keilmuannya
 Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa
 Sebagai wahana melatih pengungkapan pikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk
tulisan ilmiah yang sistematis

2. Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dan lain-
lain) terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan dan sasaran pembaca. Karya tulis
ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa
Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes,
serta dapat dipahami masyarakat umum.
Karya ilmiah murni sasaran pembacanya lebih sempit yaitu di tujukan khusus pada satu
sasaran pembaca sedangkan karya ilmiah popular sasaran pembacanya lebih luas atau
lebih dari satu.
Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan
yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni
yang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat
awam. 
Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Bahan : Menyajikan fakta yang benar / objektif, dapat dibuktikan
2. Penyajian     : Menggunakan bahasa yang cermat (formal dan konkret),
sistematis (sesuai dengan langkah kerja).
3. Sikap Penulis : Jujur (tidak berlebih-lebihan atau mengurangi ssuatu); objektif
(tidak mengejar keuntungan pribadi).
4. Penyimpulan : berdasarkan fakta dan tidak emotif.
Isi ( batang tubuh ) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Seperti
yang diungkapkan oleh John Dewey, ada 5 langkah pokok proses ilmiah.
1.      Mengenali dan merumuskan masalah
2.      Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis.
3.      Merumuska hipotesis ( dugaan hasil sementara )
4.      Menguji hipotesis
5.      Menarik kesimpulan
Secara terperinci, ciri – ciri karya ilmiah populer diurutkan sebagai berikut.
1. Bahan        : Menyajikan fakta objektif
2. Penyajian      : Menggunakan bahasa yang cermat,tidak terlalu formal tapi tetap taat
asas, disusun secara sistematis; tidak memuat hipotesis.
3. Sikap Penulis  : Tidak memancing pertanyaan – pertanyaan yang meragukan,
mengimbau perasaan pembaca agar seolah – olah mereka menghindari sendiri.
4. Penyimpulan : memberikan fakta bebicara sendiri sekalipun didahului dengan
membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir tentang aplikasi.
Kalau kita rumuskan, pengertian karya imiah populer adalah karangan ilmiah
yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang
sederhana mengenai hal – hal kehidupan sehari – hari.
Mengingat sasaran baca karya ilmiah populer adalah masyarakat umum, hampir
tidak ada bentuk penyusunan karya ilmiah populer ini yang baku. Kebiasaan yang 
dimilikinya selalu dimanfaatkan para penulis untuk membentuk teknis penulisan sendiri –
sendiri.         
Sarana untuk mempublikasikan karya ini hampir tidak ada yang berdiri sendiri
secara utuh. Biasanya dalam suatu media massa, karya ini dipadukan dengan karya tulis
nonilmiah. Karya ilmiah populer dapat kita jumpai pada majalah, koran atau tabloid.
Dengan demikian, kita dapat berlatih dengan mengenali sarana baca yang potensial
menjadi tempat yang dituangkannya karya ilmiah populer. Contoh karya ilmiah popular
yang mudah diperoleh ialah majalah dan koran.

3. Secara garis besar, Struktur Penyajian Karya Ilmiah terdiri atas bagian; Pendahuluan,
Pokok pembahasan, dan Penutup. Dengan demikian, sebuah karya ilmiah akan selalu
mulai dengan suatu  pengantar yang menuju ke pokok pembahasan, dan diakhiri dengan
penutup yang dapat berupa simpulan dan rekomendasi.

Bagian Pengantar.
Bagian pengantar atau sering disebut pendahuluan dapat berupa latar belakang yang
menggambarkan penting nya topik yang akan dibahas, tujuan penulisan, dan mungkin
juga ruang lingkup penulisan. Luas cakupan bagian pembuka atau pendahuluan ini
bervariasi sesuai dengan jenis karya ilmiah yang ditulis. Ada bagian pendahuluan yang
hanya terdiri dari satu atau dua paragraf, ada pula yang terdiri dari satu bab yang dibagi
lagi menjadi subtopik.

Bagian Inti.
Bagian inti atau pokok pembahasan sebuah karya ilmiah merupakan bagian yang paling
besar dalam sebuah karya ilmiah. Tergantung dari luasnya masalah yang di bahas atau
dari jenis karya ilmiah yang ditulis, bagian pembahasan ini dapat sangat panjang dan
dapat pula sangat singkat. Skripsi, tesis, dan disertasi mungkin mencantumkan beberapa
bab yang dapat dikelompokkan sebagai bagian inti, sedangkan artikel ilmiah mungkin
mencamtumkan beberapa subtopik. Namun yang jelas bagian inti atau pokok
pembahasan ini memberi kesempatan kepada penulis untuk memaparkan proses
kejadian /penelitian yang di lakukan atau hasil kajian yang akan diungkapkan.

Bagian penutup.
Bagian penutup merupakan bagian akhir dari sebuah tulisan. Seperti halnya pada bagian
pendahuluan dan bagian inti, bagian penutup sebuah karya ilmiah juga mempunyai
struktur kajian yang khas, yang berbeda dari bagian penutup jenis tulisan lain. Sebuah
karya ilmiah biasanya ditutup dengan simpulan dan harapan atau rekomendasi. Semua ini
merupakan simpulan kajian peserta terhadap topik atau masalah yang disajikannya, serta
tindak lanjut yang diharapkan terjadi berdasarkan simpulan tersebut. Berita atau cerita
pendek tidak selalu menutup beita atau ceritanya dengan simpulan dan rekomendasi.
4. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah ragam bahasa tulis baku. Ragam
bahasa tulis baku dapat dilihat dari kata/istilah baku, yang digunakan dengan makna yang
tepat. Satu istilah atau kata dikatakan baku jika pembentukannya dan cara penulisannya
sesuai dengan kaidah pembentukan kata/istilah bahasa Indonesia. Untuk keperluan ini
Anda harus memeriksa Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Misalnya, yang kita maksudkan seseorang mengamati bangunan, kata yang kita pakai
adalah "mengamati", bukan memandang meskipun kedua kata tersebut bersinonim atau
mempunyai makna yang mirip. Kedua, perhatikan "nilai rasa" dalam menggunakan kata.
Misalnya, kita mampu membedakan penggunaan kata Kamu, Saudara, Anda atau
penggunaan kata Beliau, mohon, minta, dan sebagainya. Ketiga, kita harus mampu
membedakan arti umum dan arti khusus sebuah kata. Kata yang digunakan adalah kata
dengan arti umum.
Di samping penggunaan kata/istilah baku dengan makna yang tepat, dalam karya ilmiah
kalimat yang digunakan haruslah efektif dan efisien dan mengikuti kaidah-kaidah
penyusun kalimat. Kalimat dalam karya ilmiah selalu berupa kalimat lengkap, mengikuti
aturan tatabahasa, bernalar, efisien, dan hubungan antara unsur-unsurnya cukup padu.

5. Langkah-langkah permilihan topik masalah penulisan karya ilmiah!

A. Tahap Persiapan
1. Memilih Topik dan Tema
Topik (bahasa Yunani:topoi) adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang
hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan dengan topik pembicaraan. Topik adalah
hal yang pertama kali ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Wahab (1994:4)
menyebutkan bahwa yang dimaksud topik adalah bidang medan atau lapangan masalah
yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Sementara itu, tema diartikan
sebagai pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Topik
yang memang masih terlalu luas harus dibatasi menjadi sebuah tema.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topik adalah :
a. Isu-isu yang masih hangat.
b. Peristiwa-peristiwa nasional atau internasional.
c. Sesuatu (benda, karya, orang, dan lain-lain) yang dikaitkan dengan permasalahan
politik, pendidikan, agama, dan lain-lain.
d. Pengalaman-pengalaman pribadi yang berbobot.

2. Mengumpulkan Bahan
Setelah memilih topik dan menentukan tema penulisan, penulis mulai
mengumpulkan bahan. Bahan bisa didapatkan dari berbagai media cetak maupun
elektronika. Bahan-bahan tersebut dikumpulkan terutama yang relevan dengan topik dan
tema yang akan ditulis. Pemilihan bahan yang relevan ini bisa dengan cara membaca atau
mempelajari bahan secara sepintas serta menilai kualitas isi bahan. Bahan yang sudah
terkumpul tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan penulis dan
sebagai landasan teoretis dari karya tulis tersebut.

3. Survei Lapangan
Langkah ini adalah melakukan pengamatan atas obyek yang diteliti. Menetapkan masalah
dan tujuan yang akan diteliti dan dijadikan karya ilmiah. Langkah ini merupakan titik
acuan Anda dalam proses penulisan atau penelitian.

4.  Membangun Bibliografi


Bibliografi berarti kegiatan teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau
pustaka yang telah diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut
aturan yang dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui
adanya suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
Unsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya :
a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap
b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid
buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah,
atau surat kabar, tanggal dan tahun.

Penyusunan Bibliografi :
a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad.
b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan
abjad.
c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan refrensi, untuk refrensi
kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis
sepanjang 5 atau 7 ketikan.
d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu refrensi adalah satu spasi. Namun, jarak
antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok
harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

5. Menyusun Hipotesis
Langkah ini adalah menyusun dugaan-dugaan yang menjadi penyebab dari obyek
penelitian Anda. Hipotesis ini merupakan prediksi yang ditetapkan ketika Anda
mengamati obyek penelitian.

6. Menyusun Rancangan Penelitian


Merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan. Menyusun rancangan
penelitian sebagai langkah ketiga dari langkah-langkah menulis karya ilmiah. Ini
merupakan kerangka kerja bagi penelitian yang dilakukan.

7. Melaksanakan Percobaan Berdasarkan Metode yang Direncanakan


Langkah ini merupakan kegiatan nyata dari proses penelitian dalam bentuk percobaan
terkait penelitian yang dilakukan. Anda lakukan percobaan yang signifikan dengan obyek
penelitian

8. Melaksanakan Pengamatan dan Pengumpulan Data


Setelah melakukan percobaan atas obyek penelitian dengan metode yang direncanakan,
maka selanjutnya Anda melakukan pengamatan terhadap obyek percobaan yang
dilakukan tersebut.

9. Menganalisis dan Menginterpretasikan Data


Langkah ini menganalisa dan menginterpretasikan hasil pengamatan yang sudah
dilakukan. Anda coba untuk menginterpretasikan segala kondisi yang terjadi pada saat
pengamatan. Di langkah inilah Anda mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apa
yang terjadi dari pengamatan dan pengumpulan data.

10. Merumuskan Kesimpulan dan Teori


Langkah ini merumuskan kesimpulan atau teori mengenai segala hal yang terjadi selama
percobaan, pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data. Langkah ini
mencoba untuk menarik kesimpulan dari semua yang didapatkan dari proses percobaan,
pengamatan, penganalisaan, dan penginterpretasian terhadap obyek penelitian.