Anda di halaman 1dari 28

Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

SPESIFIKASI TEKNIS

1.1 Uraian Umum Kegiatan


Nama Kegiatan : Perencanaan Teknis Sarana dan Prasarana Air Bersih/Air Minum
Nama Pekerjaan : Perencanaan Sarana dan Prasarana Air Bersih/Air Minum 3 (Perencanaan

Pembangunan Sumur Bor, Menara Air, Jaringan Perpipaan dan Sambungan

Rumah (SR))

Sumber Dana : APBD Kabupaten Serang


Tahun Anggaran : 2018

1.2 Pekerjaan Persiapan


Pekerjaan Persiapan meliputi :
 Penyediaan listrik / penerangan dan air kerja untuk seluruh kegiatan yang dibutuhkan termasuk
fasilitas penerangan pada waktu malam hari selama berlangsungnya proyek ;
 Pekerjaan bongkaran beberapa item bangunan existing
 Penyiapan bahan laporan dan foto visual proyek ;
 Pemasangan papan nama proyek (terhitung sejak dimulainya pekerjaan sampai dengan batas akhir
masa pemeliharaan bangunan) ;
 Pembuatan as built drawing.
Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari pelaksanaan dan penyesuaian-penyesuaian
dilapangan, catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set gambar lengkap sebagai
gambar-gambar sesuai pelaksanaan ( As Built Drawing ) dan pemborong harus menyerahkan As
Built Drawing kepada PEMILIK setelah pekerjaan selesai , dalam rangkap 3 ( tiga ).

1.3 Pekerjaan Tanah


a. Pekerjaan galian tanah, harus dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tercantum pada gambar kerja.
Bidang sisi galian harus dimiringkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pada saat
pemasangan. Kedalaman galian disesuaikan pada gambar kerja ;
b. Urugan pasir dilaksanakan pada bagian-bagian di bawah pasangan pondasi dan lantai. Lapisan pasir
urug harus dipadatkan dengan cara ditimbris setelah terlebih dahulu disiram air secara merata
sehingga urugan pasir tersebut benar-benar padat. Pasir urug yang akan digunakan harus bebas dari
berbagai kotoran pengganggu. Ukuran ketebalan pasir urug yang tercantum pada gambar kerja
adalah ukuran padat.

1.4 Pekerjaan Beton Struktur


Lingkup Pekerjaan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Bagian ini meliputi pengadaan bahan material dan pemasangan sesuai dengan gambar dan Persyaratan
Teknis ini.
Pengendalian Pekerjaan
Pekerjaan ini harus sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03, PUBB NI-3 tahun 1970, NI-8 tahun 1964, PBI
NI-2 tahun 1971 terutama mengenai :
1. Syarat-syarat bahan untuk semua pekerjaan beton (PBI 1971 NI-2, Bagian II Bab 3 Pasal 3.1 sampai
dengan Pasal 3.9) ;
2. Syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton (PBI 1971 NI-2, Bagian II Bab 4-5-6 seluruh pasal) ;
3. Syarat-syarat pekerjaan tulangan (PBI 1971 NI-2, Bagian IV Bab 8 seluruh pasal).

Bahan-bahan
a. Beton Ready Mix dan Site Mix
Beton Ready Mix
Mutu Beton Penggunaan
K – 225 Untuk semua struktur beton utama

Beton Site Mix


Mutu Beton Penggunaan
K – 225 untuk struktur balok latai beton praktis ( lihat gambar kerja )
Beton Non Struktur
K – 175

b. Baja Tulangan
Baja tulangan yang digunakan harus dari baja mutu U-24 (≥ Ø 12) dan U-39 menurut PBI 1971 yaitu
baja lunak dengan tegangan leleh 1400 kg/cm2 dan tegangan patah minimum 2400-5-6. Untuk mutu
baja yang menggunakan U-24 terdapat pada jenis tulangan ( polos ) dengan ≥ Ø 12, sedangkan Untuk
mutu baja yang menggunakan U-39 terdapat pada jenis tulangan ( ulir ) dengan Ø > 12 Tulangan
yang akan digunakan harus bebas dari kotoran-kotoran (Lumpur, lemak dan karat). Kawat pengikat
tulangan harus terbuat dari baja lunak dengan diameter minimum 1 mm yang telah dipijarkan terlebih
dahulu dan tidak bersepuh seng. Kualitas tulangan yang akan digunakan sekualitas keluaran Pabrik
Baja Krakatau Steel/ Krakatau Wajatama.
c. Bekisting
c.1. Semua pekerjaan bekisting menggunakan bahan terbuat dari papan dengan ketebalan 20 mm
dengan dibantu balok penyangga berukuran 5/7 cm atau yang lebih dikenal dengan nama balok
kaso, sedangkan kayu yang digunakan adalah jenis kayu yang keras ;
c.2. Pasangan bekisting harus rapi, cukup kuat dan kaku untuk menahan getaran dan kejutan gaya
yang dikirim tanpa berubah bentuk. Kerapihan dan ketelitian pemasangan bekisting harus
diperhatikan agar setelah bekisting dibongkar menghasilkan bidang beton yang rata ;
c.3. Celah-celah antara cetakan harus rapat agar pada waktu mengecor air tidak menembus keluar.
Sebelum pengecoran bagian dalam bekisting harus bersih dari kotoran.

Pelaksanaan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

a. Pekerjaan Persiapan
 Membuat shop drawing dan mengkoordinasikan / melaporkan kepada Konsultan Pengawas,
untuk selanjutnya mendapatkan persetujuan dari Konsultan Perencana dan diketahui Pimpinan
Proyek ;
 Memeriksa kembali gambar serta perhitungan konstruksi yang dibuat oleh Konsultan
Perencana, jika terdapat hal yang dianggap meragukan serta membahayakan, Kontraktor
Pelaksana harus melaporkan kepada Konsultan Pengawas yang selanjutnya akan dilanjutkan
kepada Konsultan Perencana. Sebelum ada kepastian dari kebenaran perhitungan tersebut,
Kontraktor Pelaksana tidak diijinkan meneruskan bagian pekerjaan tersebut.

b. Pekerjaan Penulangan
 Pembengkokan, pemotongan dan penempatan tulangan harus sesuai dengan gambar kerja dan
mengikuti persyaratan yang tercantum di dalam PBI 1971 (Bab 5 pasal 3-4-5) ;
 Pengikat antara tulangan pokok dan tulangan sengkang harus dilakukan dengan kuat
menggunakan kawat baja, sehingga menjamin tulangan-tulangan tersebut tidak berubah tempat
selama pengecoran dan penggetaran berlangsung ;
 Rangka tulangan harus ditempatkan sedemikian rupa, sehingga terdapat jarak bebas dari
bekisting atau lantai kerja setebal/sejauh selimut beton yang diperlukan ( antara 2 cm – 2,5
cm ).

c. Ceklist Pekerjaan
Sebelum pelaksanaan pengecoran dilakukan, terlebih dahulu kontraktor pelaksana membuat form
cheklist pekerjaan untuk diajukan ke Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana untuk
persetujuan mengenai pekerjaan penulangan. Apabila pada pengecekan penulangan tidak sesuai
dengan gambar kerja, maka terlebih dahulu Kontraktor Pelaksana memperbaiki atau membongkar
pekerjaan tersebut sampai dengan adanya persetujuan dari Konsultan Perencana dan Konsultan
Pengawas serta diketahui oleh Pimpinan Proyek.

d. Pengetesan Mutu Beton


Kontraktor Pelaksana diwajibkan untuk melakukan pengetesan mutu beton di Laboratorium Tes
Beton yang ditunjuk oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Serang dan
hasilnya diserahkan kepada pihak Konsultan Pengawas yang telah di Rekomendasikan oleh Team
Laboratorium Pengujian Beton, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum melaksanakan pengecoran
Beton Struktur. Mutu beton yang dibawah standart ketentuan Wajib Dibongkar Kembali.

1.5 Pekerjaan Pasangan


Pekerjaan Batu Bata Merah
Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi hal-hal mengenai pengadaan bahan-bahan dan pemasangan semua pekerjaan
pasangan batu bata seperti yang tertera pada gambar-gambar. Pelaksanaan pemasangan harus benar-

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

benar mengikuti garis-garis ketinggian, bentuk-bentuk seperti yang terlihat dalam gambar-gambar
persyaratan disini.

Pengendalian Pekerjaan
Persyaratan-persyaratan standar mengenai pekerjaan ini tertera pada :
PUBI
NI-3-1982
NI-19-1973
SII-0021-1978
NII-88-1972
NI-10-1978.

Bahan-bahan
a. Bata harus baru, terbakar, keras, terbuat dari tanah liat terpilih sesuai dengan persyaratan-persyaratan
dalam NI-10-1973. Bilamana tidak terdapat bahan yang sesuai standar tersebut diatas, maka Ahli
dapat menentukan jenis-jenis lain yang ada dipasaran lokal dengan persyaratan-persyaratan yang
ditentukannya.
b. Adukan / spesi untuk seluruh dinding bata merah harus berupa campuran 1 semen : 4 pasir.
c. Contoh-contoh
Contoh bahan yang diusulkan untuk dipakai harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan
persetujuan atas bahan-bahan tersebut harus sudah didapat sebelum bahan yang dimaksud dapat
dibawa ke lapangan kerja untuk dipasang. Pengambilan contoh atas bahan-bahan yang telah berada di
lapangan akan dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan Konsultan Pengawas guna
keperluan Pengujian.
Bahan yang tidak sesuai, akan ditolak dan harus segera disingkirkan dari lapangan dalam waktu 2 x 24
jam.
d. Pekerjaan dan Penyimpanan
Bahan untuk pekerjaan pasangan harus disimpan dengan cara-cara yang disetujui Konsultan
Pengawas, untuk menghindarkan dari segala hal yang dapat mengakibatkan kerusakan terhadap
barang tersebut.
Pelaksanaan
Pemasangan batu bata yang dilaksanakan harus dipasang tegak, dan lajur penaikannya diukur tepat
dengan tiang lot, dan kecuali bilamana tidak diperlihatkan dalam gambar-gambar maka setiap lajur naik,
bata harus putus sambungan dengan lajur dibawahnya. Sebelum dipasang, bata harus direndam sampai
gelembung airnya habis.
Perlindungan
Sesuai jam kerja, seluruh lajur pasangan batu bata yang belum selesai, harus ditutupi (dilindungi) dengan
kertas semen, atau dengan cara-cara lain yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

1.6 Pekerjaan Logam Arsitektur


Lingkup Pekerjaan
Meliputi semua pekerjaan logam tidak berbesi (non ferros metal) dan baja tak berkarat (stainless steel dan
kuningan) dengan segala kelengkapan pemasangannya, seperti yang tertera pada gambar, ataupun yang
tidak dipersyaratkan secara khusus dalam persyaratan ini.
Termasuk di sisni adalah :
 Kusen, dan jendela alumunium ;
 Alat perlengkapan pintu dan jendela ;
 Dan hal-hal lain, seperti tertera pada gambar.
Pengendalian pekerjaan
Sesuai dengan:
NI-3-1970
SII-0193-1978
Standar Pekerjaan
Pekerjaan fabrikasi metal harus dikerjakan oleh kontraktor yang mempunyai spesialisasi dalam pekerjaan
metal tsb dan paling sedikit mempunyai pengalaman 5 tahun dengan menunjukkan pekerjaan yang
memuaskan. Semua bahan yang digunakan harus memenuhi standar mutu bahan yang ditetapkan dalam
British dan Amerika Standard, dan mendapat persetujuan dari Pengawas.
Penyimpanan
 Material harus disimpan baik, sehingga meminimalkan kemunkinan yang terjadinya korosit/karat ;
 Material harus diperlakukan sedemikian sehingga tidak menimbulkan cacat atau gelembung yang
merusak penampilan yang diinginkan ;
 Jika terdapat ketidak sempurnaan bahan, harus dilaporkan pada Pengawas, dan prosudur perbaikannya
harus dikonsultasikan pada Pengawas, untuk mendapat persetujuan.

Perancangan
Bahan-bahan yang akan dipasang harus sesuai dengan gambar perancangan atau bila belum ditentukan
harus lebih dahulu dibuat gambar shop drawing mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dalam bentuk
dan warnanya, untuk selanjutnya dipakai sebagai standard dalam pekerjaan.

Pelaksanaan
 Semua bentukan yang dilas yang akan tampak, harus diratakan dan difinish sehingga sama dengan
permukaan sekitarnya ;
 Semua pengikat yang lain seperti “clip” keling dan lain-lain yang tampak harus sama finishing dan
warnanya dengan bahan yang diikatnya. Di samping itu, pengikat yang bertemu dengan pekerjaan
plesteran, harus ditekuk membentuk “plester key” ;
 Lubang-lubang untuk sekrup dan baut harus dibor ;
 Hubungan-hubungan yang langsung berhubungan dengan udara luar harus dibentuk sedemikian
sehingga tidak menampung air ;

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

 Angker ke dalam tembok/kolom praktis dan ring balok untuk alat dari aluminium harus dari baja tak
berkarat (stainless steel), khusus untuk pemasangan semua jenis kusen ;
 Penyambungan paku keling untuk bahan-bahan aluminium harus dari bahan aluminium.

1.7 Pekerjaan Kayu


Lingkup Pekerjaan
Bagian ini mencakup hal-hal mengenai pengadaan dan pengerjaan kayu yang tampak seperti untuk daun
pintu, sesuai yang tertera pada gambar-gambar dan petunjuk Konsultan Pengawas.

Pengendalian Pekerjaan
Seluruh Pekerjaan kayu harus mengikuti persyaratan dalam :
NI-5-1970

Bahan-bahan
Kayu pada umumnya harus kering, baik kering alami maupun kering karena hasil proses (dry kiln / Oven)
dan harus disertai sertifikat tanda pengawetan sebelum dibawa kelapangan. Dalam hal ini pekerjaan kayu
khususnya pada Daun Pintu menggunakan Kayu Meranti dengan finishing menggunakan polituran.
Kadar air maksimal sadalah 12 % untuk tebal kayu sampai dengan 7 cm dan 20 % untuk tebal kayu diatas
7 cm serta harus disertai sertifikat tanda uji dari labotorium yang berwenang. Permukaan harus rata, lurus,
harus mampat, berserat baik, bebas dari mata kayu dan lubang-lubang yang retak tidak berbubuk atau
berserangga serta tidak terdapat texture yang tidak diinginkan.

Pengikat-pengikat
Pengikat berupa paku, mur baut, kawat, sekrup dan lain-lain harus digalvanisir sesuai dengan NI bab lV
pasal 14, 15 dan 17.

Contoh-contoh
Pemborong harus mengajukan contoh bahan yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan dari
Konsultan Pengawas.

Perlindungan
Sebelum pemasangan, kayu-kayu harus sudah melalui proses pengeringan dan pengawetan sesuai
spesifikasi dan petunjuk Konsultan Pengawas.
Penyimpanan
Kayu harus disimpan di tempat yang lepas dari tanah dan terlindungi cuaca (hujan dan panas dengan
perubahan suhuh yang besar) serta mendapat aliran udara yang cukup. Dengan demikian kayu tersebut
tidak rusak atau menjadi terlalu kering selama penyimpanan, transit ataupun pada waktu pemasangan.
Pekerjaan dan Peralatan
Harus dilaksanakan oleh tukang kayu terbaik dengan standar pengerjaan yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Kebersihan Kerja
Semua serpihan kayu yang tidak terpakai, harus secara tetap dan berkala dibersihkan dari tempat kerja.
Semua lubang, cacat-cacat bekas paku/baut, permukaan sambungan dan lain-lain harus ditutup dengan
dempul/sealer hingga rapih kembali.

1.8 Caulking Dan Sealant


Lingkup Pekerja
Meliputi semua pekerjaan yang berkenaan dengan pemasangan sealant/caulking, termasuk kelengkapan
pemasangan seperti backing strip dsb.
Caulking dan sealant dipergunakan pada join antar material berbeda pada interior maupun exterior, untuk
pekerjaan kaca, pekerjaan kusen aluminium dan pekerjaan-pekerjaan seperti yang ditunjukkan dalam
gambar-gambar atau petunjuk Konsultan Pengawas.

Pengendalian Pekerjaan
Seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan persyaratan :
Nl-3
ASTM D-828
ASTM E-96
TAPPl T-803
TAPPl T-407

Bahan-bahan
Neoprene: dipakai pada hubungan antara kaca dengan rangka aluminium. S-Dine Sealant 4100
(polysulfide) atau setaraf: untuk hubungan antara 2 bahan yang berlainan. Bahan-bahan ini harus bersifat
tidak menghisap, tidak membekas dan sealant yang tampak tebalnya 1 cm dengan diberi lapisan pengisi
(backing strip) yang bersifat sama untuk mencapai ketebalan yang dibutuhkan. Sebagai bahan pembersih
untuk memasang sealant, dipakai “Xylol”, “Xylene”, atau Toluene.

Contoh bahan
Contoh bahan dan spesifikasi dari bahan yang akan dipakai harus diajukan kepada pengawas untuk
mendapat persetujuan. Pada saat diterima di site Material harus dalam keadaan utuh pada kemasannya
jelas merek dan tanggal kadaluarsanya, tertera contoh warnanya dan disimpan di tempat dengan kondisi
yang tidak menimbulkan material rusak.

Pelaksanaan
Pekerjaan ini harus dilaksanakan oleh kontraktor khusus pekerjaan ini dan berpengalaman sekurangnya 5
tahun dan telah menunjukkan hasil pekerjaan sejenis yang memuaskan.

Persiapan
Bagian yang akan di caulking atau seal harus dibersihkan dari kotoran dan debu, cat lainnya. Bagian yang
sifatnya porous dibersihkan dengan cara vacum atau blasting. Keseluruhan permukaan harus kering dan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

bebas dari oli/minyak. Tipe dan konsistensi harus sesuai yang disyaratkan pabrik. Daerah bersebelahan
dengan bagian yang akan di seal atau caulked harus dilindungi sehingga baik hasil seal atau caulkingnya
rapih dan bersih.

1.9 Pekerjaan Finishing


Plester Dan Acian
Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan plester dan acian seperti yang dijelaskan dalam ambar-gambar
perancangan dan petunjuk pengawas dilapangan.

Pengendalian Pekerjaan
Seluruh pekerjaan dan bahan harus sesuai dengan persyaratan dalam:
NI-2-1971
NI-3-1982
NI-8-1972
ASTM C 90-72
ASTM B 615-72

Bahan-bahan
Semua bahan yang digunakan dalam pekerjaan terdiri dari:
a. Pasir
Pasir yang dipakai harus kasar, tajam, bersih dan bebas dari tanah liat, lumpur atau campuran-
campuran lain sesuai dengan:
NI-3 pasal 14
NI-2 Bab 3.3
b. Portland Cement
Portland Cement yang dipakai harus baru, tidak ada bagian yang membatu dan dalam zak yang
tertutup seperti disyaratkan dalam Nl-8. Dalam pekerjaan pembangunan ini Portland Cement yang
akan digunakan adalah Portland Cement berkualitas “ TIGA RODA “ atau setaraf yang lainnya.
Portland Cement ini dipakai untuk bahan plesteran dan acian pada pekerjaan bata merah, acian pada
struktur balok, plat konsol dan kolom utama.
c. Air
Air harus bersih segar dan bebas dari bahan-bahan yang merusak seperti: minyak, asam dan unsur
organik, kecuali ditunjukkan lain. Pemborong harus menyediakan air kerja atas biaya yang tersedia
dalam biaya penawaran.

Perancangan
a. Campuran Adukan dan Plester
Perbandingan campuran dan pengetesannya dapat dilaksanakan dalam waktu 1 minggu dan tidak ada
penambahan waktu lagi untuk itu. Plester/adukan dengan campuran 1 pc : 4 ps digunakan pada
daerah-daerah seluruh dinding bata merah seperti ditunjukkan dalam gambar. Plester/adukan dengan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

campuran 1 pc : 2 ps digunakan pada daerah-daerah basah untuk kedap air, seperti daerah toilet
setinggi 160 cm dari lantai dan daerah lainnya setinggi 20 cm dari lantai sebagaimana ditunjukkan
dalam gambar. Plester/adukan harus dicampur dengan bahan “additive” untuk mencegah keretakan
yang tak diinginkan dan terlebih dahulu mendapat persetujuan ahli.

b. Acian
Acian dibuat dalam campuran 1 pc : 2 air (volume) dan digunakan hanya pada dinding-dinding yang
akan di cat.

Pelaksanaan
a. Umum
Pergunakan mesin-mesin pengaduk (molen) dan peralatan yang memadai. Bersihkan semua
permukaan yang akan dipletser dan disiram air hingga jenuh. Pekerjaan plesteran harus rata sesuai
perintah Konsultan Pengawas, dengan tebal plesteran kecuali bila dinyatakan lain adalah 20 mm
dengan toleransi minimal 15 mm dan maksimal 25 mm.
b. Pencampuran
Membuat campuran adukan/plester tanpa mesin pengaduk hanya dapat dilaksanakan bila ada izin dari
Konsultan Pengawas.
c. Pelaksanaan Adukan/Plesteran
Pesteran ke dinding bata biasa
Bersihkan permukaan dinding bata dari noda-noda debu, minyak, cat dan bahan-bahan lain yang dapat
mengurangi daya ikat plester. Basahkan sebelum pekerjaan dimulai. Pasang lapisan plester setebal
yang diisyaratkan (20 mm), ratakan dengan roskam kayu/almunium dengan panjang minimal 1,2 m.
basahkan terus selama kurang lebih 3 hari.

Pekerjaan Pengecatan
Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan cat dan pengecatan pada seluruh permukaan dinding sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas.
Pengendalian Pekerjaan
Seluruh pekerjaan dan bahan harus sesuai dengan persyaratan dalam:
NI-3-1970
NI-14

Bahan-bahan
Cat serta pelapis-pelapis dinding yang akan digunakan disini, adalah “Vinilex” atau pabrik yang
setaraf. Semua cat dasar dan cat akhir yang digunakan dalam pekerjaan ini harus dari satu pabrik.
Warna-warna akan ditentukan oleh Ahli kemudian. Cat dinding luar harus memenuhi persyaratan
tahan terhadap cuaca.

Pelaksanaan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Laksanakan pengecatan atas semua permukaan sesuai dengan aturan pakai yang dijelaskan oleh
pabrik pembuat cat. Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas aturan pemakaian
cat dari pabrik pembuat cat yang disetujui Konsultan Pengawas. Apabila diperlukan, Kontraktor
harus melakukan konsultasi kepada pabrik/pengawas teknis pabrik sebagai yang disarankan dan
disetujui Konsultan Pengawas.

1.10 Pemasangan Keramik Lantai dan Dinding


Lingkup Pekerjaan
Ini meliputi pengadaan dan pemasangan keramik lantai dan dinding seperti yang ditunjukkan dalam
gambar.

Pengendalian Pekerjaan
Seluruh Pekerjaan disesuaikan menurut standar Suplayer pengadaan.

Bahan-bahan
a. Keramik dengan ukuran 20 x 20 anti slip berkualitas KW 1 dari produk ” Roman ”.
b. Keramik Border dengan ukuran 8 x 25 berkualitas KW 1.
c. Keramik dengan ukuran 40 x 40 berkualitas KW 1 dari produk ” Roman ”.
d. Keramik Dinding dengan ukuran 25 x 40 berkualitas KW 1 dari produk ” Roman ”.
e. Bahan Perekat
Untuk bahan perekat keramik yang akan dipergunakan untuk pemasangan pada lantai adalah Portland
Cement, biasa disaring / ayak dengan ayakan halus dan disetujui Konsultan Pengawas.

Contoh-contoh
Sebelum dilakukan pemasangan, Pemborong harus memberikan contoh data teknis bahan-bahan yang
akan dipakai untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.

Penyimpangan
Ketika tiba di site, bahan keramik tile harus dalam keadaan dalam pak tertutup dan bersegel, dan
disimpan di ruang yang kering dan tertutup.
Pemasangan
Sebelum lapisan keramik dipasang, permukaan dasar lantai harus diberi plester yang rata dan padat.
Pemasangan keramik harus rata dan toleransi nat 1,5-2 mm arah horizontal maupun vertikal tapi tidak
kumulatif. Pengisi celah antara ubin digunakan acian portland cement putih dengan diberi warna sesuai
ubin yang dipasang yang dicampur dengan pasta khusus pengisi nat/celah untuk keramik dan atas
persetujuan Konsultan Pengawas. Pemotongan keramik harus menggunakan alat khusus potong keramik.
Apabila terdapat fixture saniter pada bidang tile tersebut, maka pemotongan harus rapih dan
diselesaikan/ditrim dengan rapih. Pemasangan harus dilakukan oleh tukang yang ahli untuk pekerjaan ini.
Konsultan Pengawas berhak menolak tukang yang dianggap tidak mampu/ahli untuk pekerjaan dimaksud

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

dan Pemborong harus segera mengganti dengan tukang yang sesuai dan ahli serta disetujui oleh
Konsultan Pengawas. Keramik yang sudah terpasang (dilantai) tidak boleh dibebani/diinjak sebelum
berumur 7 hari. Keramik harus dilindungi dengan plastik selama periode konstruksi.

1.11 Pekerjaan Penutup Atap


Penutup Atap Asbes Gelombang
Penutup atap menggunakan penutup atap Asbes gelombang dengan batuan dengan ketebalan 3 – 5 mm
atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.

Pelaksanaan
Sebelum pelaksanaan dimulai, pemborong terlebih dahulu mengecek jarak antara reng ke reng sebelum
genteng terpasang. Agar menghindari adanya ketidak sesuaian antara dimensi lebar genteng dengan
jarang antar reng. Pemberian pengikat pada genteng metal harus benar-benar rapat dan tidak boleh adanya
rongga pada tiap sambungan genteng tersebut. Pemberian mur sebagai pengikat genteng harus
persetujuan Konsultan Pengawas.

1.12 Pekerjaan Elektrikal


Umum
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan bahan dan peralatan, pemasangan pengujian-pengujian dan
perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan untuk pekerjaan-pekerjaan Instalasi listrik.
Pekerjaan tersebut terdiri dari :
1. Sistim penerangan lengkap ;
2. Sistim distribusi tenaga listrik ;
3. Sistim pembangkitan ( Generating set ) ;

Gambar-gambar Rencana
Gambar-gambar yang menunjukkan tata letak secara umum dari peralatan yaitu, lampu-lampu, panel-
panel, kabel-kabel dan lain-lain. Penyesuaian harus dilakukan dilapangan karena keadaan yang
sebenarnya lokasi, jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan.

Gambar-gambar Sesuai Pelaksanaan ( As Built Drawing )


Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari pelaksanaan dan penyesuaian-penyesuaian
dilapangan. Catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set gambar lengkap sebagai gambar-
gambar sesuai pelaksanaan ( As Built Drawing ).
Pemborong harus menyerahkan As Built Drawing kepada PEMILIK setelah pekerjaan selesai , dalam
rangkap 3 ( tiga ).

Standar dan Peraturan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Seluruh pekerjaan instalasi listrik harus dilaksanakan mengikuti standar dalam PUIL terbitan terakhir.
Surat izin bekerja sebagai instalasi listrik yang sesuai dengan pekerjaan ini dan masih berlaku harus
dimiliki secara sah oleh pemborong.
Satu copy dari surat izin tersebut harus diserahkan kepada PEMILIK.
Bahan, Peralatan dan Tenaga Pelaksana
Bahan-bahan dan peralatan yang akan dipasang harus dalam keadaan baik dan baru sesuai dengan yang
dimaksud. Contoh bahan, brosur dan gambar kerja ( shop drawings ) harus diserahkan kepada PEMILIK
30 hari sebelum pemasangan. Pemborong harus menempatkan secara penuh ( full time ) seorang
koordinator yang ahli dalam bidangnya, berpengalaman dalam pekerjaan yang serupa dan dapat
sepenuhnya mewakili pemborong dengan predikat baik. Setiap bagian pekerjaan ( instalasi listrik,
Genset ) harus dipimpin oleh seorang tenaga pelaksana yang ahli dibidangnya masing-masing.

Contoh Bahan
Pemborong harus menyerahkan contoh dari bahan-bahan yang akan dipasang kepada PEMILIK / ahli, 30
hari sebelum pemasangan. Semua biaya berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh
ini adalah tanggungan Pemborong.

Kabel Instalasi
Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak kontak harus kabel inti tembaga dengan
isolasi PVC, satu inti atau lebih (NYA atau NYM).
Kabel harus mempunyai penambangan minimum 2,5 mm2 Kode warna isolasi kabel harus mengikuti
ketentuan PUIL sebagai berikut :
- Fasa - 1 : merah
- Fasa - 2 : kuning
- Fasa - 3 : hitam
- Netral : biru
- Tanah (ground) : Belang, hijau dan kuning
Sambungan kabel harus dibuat baik-baik secara listrik dengan menggunakan konus penyambungan
(lasdop) plastik atau konektor lain yang disetujui Konsultan Pengawas. Sambungan kabel hanya boleh
dilakukan dalam kotak penyambungan (juction box). Didalam pipa baja atau sambungan pipa tidak boleh
ada sambungan kabel. Kabel setara Eterna, Lasdop harus setara 3M atau T & B.

Pipa Pelindung Kabel Dan Perlengkapan Instalasi


Pipa instalasi pelindung kabel yang dipakai adalah pipa conduit 20 mm untuk intalasi listrik setara Broco
dari kualitas terbaik dengan ketebalan dinding pipa 2 mm.

Pipa, Elbow, Socket, Junction Box, dan Accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan laiinya, yaitu
tidak kurang dari ¾” diameter. Pipa flexible harus dipasang dengan melindungi kabel antara Juction Box
dan Armatur lampu.

Tambahan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Pemborong harus menyediakan peralatan yang tidak ditunjukkan dalam gambar dan spesifikasi, tetapi
perlu untuk menunjang terselenggaranya pekerjaan instalasi listrik secara lengkap, baik dan rapih.

Pengujian
1. Pengujian pertama, adalah pengujian setiap sub sistim, diselenggarakan setelah pekerjaan sub
sistem tersebut selesai. Pengujian sistem terdiri dari :
- Pengujian sambungan sambungan ;
- Pengujian tahanan isolasi ;
- Pengujian pentanahan.
2. Pengujian akhir , adalah pengujian ( start up dan comissioning ) yang melibatkan koordinasi
seluruh sistem harus diselenggarakan setelah seluruh pekerjaan dalam proyek ini selesai.
Sebelum pengujian dilaksanakan , pemborong harus mengajukan jadwal dan prosedur pengujian
kepada PEMILIK untuk mendapatkan persetujuan.

3. Pengujian record, pemborong harus membuat catatan ( record ) mengenai hasil pengujian dan 2
copy diserahkan kepada PEMILIK. Seluruh pengujian butir 1, 2 dan 3 diselenggarakan oleh
pemborong dan segala biaya untuk itu ditanggung oleh pemborong.

Tipe Saklar Dinding


- Saklar biasa harus dari satu tipe untuk pemasangan rata dinding, tipe rocker, mempunyai ratings
250 Volt, 10 AMP dari jenis single gangs atau double gangs atau multiple gangs (grid –switces) ;
- Saklar daya harus dari tipe untuk pemasangan rata dinding tipe rocker, dengan ratings 250 volt, 20
AMP, satu phasa dan dilengkapi dengan lampu penunjuk yang akan menyala pada saat saklar pada
posisi ON ;
- Saklar dinding harus dari merk setara Broco
Saklar 1 gang Plano E 652
Saklar 2 gang Plano E 664

Tipe Kontak Listrik Dinding dan Kontak Listrik AC


Kotak kontak biasa harus dipakai adalah kotak-kontak satu phasa. Semua kotak-kontak harus dilengkapi
dengan terminal phasa, netral dan pentanahan. Kotak kontak harus satu tipe untuk pemasangan rata
dinding, dengan rating 250 volts 16 Amp.

Merek yang boleh dipakai harus dari merek setara BROCO Plano E 654 untuk stop kontak listrik dan
disetujui oleh PEMILIK.

Kotak Kontak Daya


Kotak kontak daya yang dipakai adalah kotak-kontak satu phasa. Semua kotak kontak daya harus
mempunyai terminal phasa dan pentanahan : rating 250 Volt 16 A. Kotak kontak daya harus satu tipe
untuk pemasangan rata dinding, setinggi 40 cm. Untuk pemasangan pada dinding harus dari satu tipe
dengan rating yang sama dan dipasang pada rata dinding,
Kotak/Doos Inbow Untuk Sakelar Dan Kotak Kontak

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Kotak harus dari bahan baja dengan kedalam minimal 35 mm. Kotak harus mempunyai terminal
pentanahan. Sakelar atau kotak kontak terpasang pada kotak (box) dengan menggunakan baut.
Pemasangan dengan cakar yang mengembang tidak diperbolehkan. Sambungan kabel harus dibuat baik-
baik dengan menggunakan konus. Penyambunan Iasdop) plastic atau konektor lain yang disetujui
PEMILIK. Sambungan kabel hanya boleh dilakukan dalam kotak penyambungan (juction box). Di dalam
pipa baja atau sambungan pipa tidak boleh ada sambungan kabel. Kabel harus dari merek supreme
Lasdop harus dari merek setara 3 M atau T & B.

Panel Penerangan (Pp- L) Dan Stop Kontak


Panel penerangan Model Wall Mounted Pabrikasi Cat Oven dilengkapi Lampu Pilot 36 Group. Panel
Board” mempunyai ukuran yang proporsionil seperti dipersyaratkan untuk “panel board” menurut
kebutuhan, sehingga untuk jumlah dan ukuran kabel yang dipakai tidak terlalu sesak. Circuit breaker
utama dengan circuit breaker cabang dari merek ( Merlin Gerin) MG.

Sistem Pentanahan
Semua bagian metal yang tidak bertegangan harus ditanahkan dengan kawat tembaga (BC) diameter 16
Sqmm dalam pipa GS diameter tidak kurang dari 1” dan ditanam sedalam minimal 6 meter atau sampai
diperoleh tahanan pentanahan maksimum 1 ohm.

1.13 Pekerjaan Sistim Distribusi Daya Listrik


Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini mencakup pengadaan bahan dan alat-alat pemasangan, pengujian dan perbaikan-perbaikan
selama masa pemeliharan untuk sistem distribusi daya listrik. Pekerjaan tersebut terdiri dari :
- Panel Tegangan Menegah 125 KV ( MV - SDP)
- Panel Utama Tegangan Rendah (MV - MDP)
- Panel Daya (PP-Lt 1 – Lt 2)
- Kabel Daya Tengangan Rendah 1 KV
- Pekerjaan lainnya yang tidak disebutkan disini yang menunjang pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas.

Gambar-Gambar Sesuai Pelaksanaan (As Built Drawings)


Pemborong harus membuat catatan cermat dari penyesuaian dilapangan. Catatan-catatan tersebut harus
dituangkan dalan satu gambar lengkap sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (As Built Drawings).
As Built Drawings harus diserahkan kepada PEMILIK, setelah pekerjaan selesai dalam rangkap 3 (tiga)

Standar Dan Peraturan


Seluruh pekerjaan harus dilengkapi mengikuti standar dalam Peraturan Umum Instalasi-instalasi Listrik
(PUIL) terbitan terakhir dan standar-standar Internasional yang tidak bertentangan dengan PUIL.
Disamping itu harus ditaati pula Peraturan atau Hukum setempat yang ada hubungannya dengan
pekerjaan ini. Surat izin bekerja sebagai Instalatir dengan kelas yang sesuai dengan pekerjaan ini harus
dimiliki secara sah oleh Pemborong. Satu copy dari surat izin tersebut harus diserahkan kepada
PEMILIK.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Bahan-Bahan Dan Tenaga Pelaksaan


Bahan-bahan yang akan dipasang harus baru dan sesuai dengan yang dimaksudkan.
Contoh bahan, brosur atau gambar kerja (Shop Drawings) harus diserahkan kepada PEMILIK 30 hari
sebelum pemasangan. Pemborong harus menempatkan secara penuh (full time) seorang koordinator yang
PEMILIK dalam bidangnya, berpengalaman dalam pekerjaan yang serupa dan dapat sepenuhnya
mewakili Pemborong. Tenaga-tenaga Pelaksana harus dipilih hanya yang sudah berpengalaman dan
mampu menangani pekerjaan instalasi listrik secara aman, kuat dan rapih.

Panel Tegangan Menengah ™


Type panel TM adalah jenis pasangan dalam (in door type) Free Standing ukuran 50 X 100 X 180 Cm.

Sistem Pentanahan
Semua bagian metal yang dalam keadaan normal tidak bertegangan harus dihubungkan menjadi satu
secara elektrik dengan baik, Suatu rel pentanahan sepanjang panel harus disediakan dimana bagian metal
tersebut dihubungkan. Hubungan antara bagian yang tetap akan bergerak dilakukan dengan pipa tembaga
yang flexibel dan pita ini harus dilindungi terhadap gangguan mekanis (pintu dan lain-lain). Hal-hal
dibawah ini harus dihubungkan pada rel pentanahan, dengan kawat tembaga berpenampang 25 mm2
- Pisau switch pentanahan
- Pelindung baja dari kabel tegangan menengah
Rangkaian pentanahan harus tahan terhadap arus hubung singkat sebesar 14,5 KA selama 1 detik tanpa
mengalami kerusakan.

Finishing
Semua muur dan baud harus tahan karat dilapisi cadmium. Semua bagian-bagian dari baja harus bersih
dan sandblasted, dan harus dilindungi terhadap karat sebelum diasembled. Pengecatan finish dilakukan
dengan 2 lapis warna abu-abu warna lain yang disetujui PEMILIK.

Dokumen-dokumen yang harus diserahkan


Dokumen-dokumen yang harus diserahkan oleh pabrik pembuat adalah sebagai berikut :
1. Gambar kubikel, susunan peralatan, switchgear, detail-detail pekerjaan sipil yang berhubungan
dengan pemasangan ;
2. Penjelasan-penjelasan teknik ;
3. Daftar spare part yang perlu

Garansi
Suatu sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuat. Bila peralatan mengalami kegagalan-
kegagalan dalam pengetesan yang disyaratkan diatas maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap
peralatan yang diserahkan, sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. Setelah mengalami
pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh PEMILIK.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Pengujian
Pengujian ini perlu dilakukan bila pabrik pembuat menunjukan sertifikat pengujian yang diakui oleh PLN
(LMK).
Pengujian-pengujian tersebut meliputi :
a. Test kekuatan tegangan impuls
b. Test kenaikan temperatur
c. Test kekuatan hubung singkat
d. Test untuk alat-alat pengaman

Test routine dan pemeriksaan yang terdiri dari :


- Pemeriksaan apakah peralatan sudah sesuai dengan yang dimaksud
- Pemeriksaan alat-alat interlock dan fungsi kerja handel-handel
- Pemeriksaan kekuatan mekanis dari handel dan alat interlock
- Pemeriksaan kontinuitas rangkaian
- Pengujian dengan tegangan.

1.14 Pemasangan Pelapis Kedap Air (Water Proofing)


Bagian ini meliputi seluruh pengadaan dan pemasangan bahan termasuk kelengkapannya untuk
pekerjaan pelapis kedap air pada atap beton, toilet, pitlift dan sebagaimana dijelaskan dalam gambar-
gambar.
Yang dimaksud dengan kelengkapan adalah:
 Screed untuk membentuk kemiringan permukaan ;
 Flashing dan sealing ;
 Flashing penyekat pada daerah pertemuan dengan pipa, konduit dan komponen struktural yang
terdapat pada daerah pengerjaan water proofing.

Pengendalian Pekerjaan
Sesuai rekomendasi/instruksi pemasangan dari pabrik bahan ybs, dikerjakan oleh akhli dan dengan
petunjuk dari Konsultan Pengawas.

Bahan-bahan
a. Pelapisan kedap air type membrane tebal 3 mm yang dilapisi dengan pasir silica pada
permukaannya ;
b. Pelapisan kedap air ini tidak boleh pecah-pecah atau berubah bentuk oleh karena pengaruh sinar
matahar ;
c. Lapisan kedap air yang terbentuk harus dapat ditembusi uap air dari beton tanpa terjadi gelembung-
gelembung udara yang dapat merusak lapisan kedap air itu sendiri, lapisan ini juga harus menolak
sebagian besar dari sinar matahari.

Contoh Bahan

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

Pemborong harus mengajukan contoh dari bahan yang akan dipakai untuk mendapatkan persetujuan
konsultan pengawas.

Pemasangan
Sebelum pemasangan, pemborong harus memeriksa seluruh keadaan permukaan yang akan dikenakan
bahan ini dan harus memperbaiki kondisi permukaan yang dianggap dapat merusak lapisan kedap air ini.
Permukaan beton yang akan diberi lapisan kedap air harus rata, monolit, bersih dan kering. Cara
pemasangan sesuai dengan buku petunjuk/brosur bahan serta dilaksanakan dengan baik. Flashing pada
setiap pengakhiran lembaran pada dinding vertikal. Sedangkan Caulking dan Sealing dilakukan pada
semua sambungan atau antar hubungan komponen bangunan, baik vertikal maupun horisontal. Tidak
dikehendaki sambungan dengan paku. Sambungan antar lembaran waterprofing untuk overlap, dengan
lebar yang sesuai dengan yang disyaratkan pabrik pembuat. Lapisan didaerah sudut ditumpukan pada
strip mortar pengisi 45 derajat dengan lebar min 2.5 cm. Cara pemasangan yang disyaratkan yaitu dengan
cara pemanasan dengan api. Perlindungan terhadap lapisan waterproofing harus dilakukan untuk
menghindari cacat akibat benturan, atau cabikan pekerjaan lain. Jika akan dibuat beton di atasnya, harus
dibuat lapisan screed proteksi setebal 2 cm.

Pengujian
Pengujian dan pemeriksaan lapisan dapat diajukan pada daerah yang ditentukan pengawas, dan perbaikan
pekerjaan ybs ditanggung sepenuhnya oleh pemborong.

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PLUMBING

1.1. Umum
a. Setiap Kontraktor yang menangani pekerjaan ini, haruslah mempelajari seluruh Dokumen
Kontrak dengan teliti, untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan.
a. Kontraktor harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi
ataupun yang tertera dalam gambar-gambar, dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan
harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.
b. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan
spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan kewajiban Kontraktor untuk
mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa
adanya ketentuan tambahan biaya.

1.2. Lingkup Pekerjaan


a. Meliputi penyediaan air bersih beserta instalasinya, pengelolaan air kotor dan drainasi air hujan
termasuk : Pemilihan, pengadaan, pemasangan serta pengujian material maupun sistem
keseluruhan sehingga sistem plambing dapat berjalan dan beroperasi dengan baik dan benar
sesuai gambar rencana dan persyaratan ini.
c. Semua perijinan yang diperlukan untuk melaksanakan instalasi plambing.
d. Pengukuran terhadap ketinggian site terutama untuk kemiringan saluran dan peil banjir.
e. Sistem dan unit - unitnya meliputi :
- Jaringan pipa air bersih untuk di luar dan di dalam bangunan.
- Jaringan pipa - pipa air kotor dan bekas di dalam dan di luar bangunan.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

- Jaringan pipa-pipa vent untuk sistem pembuangan air kotor dan air bekas.
- Jaringan pipa - pipa dan saluran pembuangan halaman (drainase site) dan menyalurkan
menuju drainasi kota.
- Pompa-pompa untuk menjalankan sistem air bersih lengkap dengan panel kontrolnya.
- Unit pengolahan air bersih, Water Treatment Plant (WTP)
- Sumur Dalam (Deep Well) terdiri dari pompa deep well, screen, casing, pipa sumur dalam,
panel kontrol dan pengkabelannya termasuk didalamnya perijinan-perijinan yang diperlukan.
- Unit pengolahan air kotor / limbah, Sewage Treatment Plant (STP)
f. Reservoir bawah (ground reservoir) dari beton bertulang lengkap dengan pipa-pipa pengisi,
overflow yang disalurkan secara gravitasi melalui pipa kesaluran luar / kota, elektroda pengontrol
muka air, manhole, pelampung, tangga dan reservoir bawah harus tertutup, dan dapat dibuka.

1.3. Penjelasan Sistem

1.3.1 Air Bersih


1. Untuk memenuhi kebutuhan ini, air disupplai dari Deep Well.
1. Air dari Deep Weel terlebih dahulu di tampung ke dalam bak bawah (Ground reservoir)
setelah treatment, selanjutnya air dipompakan dengan pompa transfer ke roof tank
didistribusikan secara gravitas ke masing-masing fixture unit. Untuk lantai paling atas
direncanakan menggunakan pompa booster packged untuk mendistribusikan ke fixture
unit.
2. Khusus untuk air dari Deep Weel, sebelum air dimasukkan ke groundtank air bersih,
terlebih dahulu ditreatment dengan Water Treatment Plant (WTP)

1.3.2 Air Buangan


1. Air buangan mencakup air bekas dan air kotor.
3. Air bekas adalah air buangan tidak tercemar dari bak cuci tangan, kamar mandi,
pengering lantai dan kitchen sink.
4. Air kotor adalah untuk jenis air buangan dari urinal dan water closet
5. Pada proyek ini sistem untuk pengelolaan air buangan ini adalah :
Air bekas dan air kotor disalurkan secara gravitasi dengan pipa menuju STP ( Sewage
Treatment Plant ), kemudian di overflow ke saluran kota.

1.3.3 Air Hujan dan Drainase


Air Hujan yang jatuh diatap bangunan disalurkan melalui pipa-pipa tegak PVC menuju ke
dalam saluran air hujan halaman / drainase site secara gravitasi menuju sumur resapan dan
dioverflow ke saluran kota.

1.4. Ketentuan Bahan dan Peralatan


a. Material yang dipakai harus baru serta memenuhi persyaratan teknis dan gambar rencana. Untuk
itu pelaksana harus menyediakan contoh-contoh sebelum pemasangan guna mendapatkan
persetujuan Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana.
g. Material-material yang dipakai meliputi :

1.4.1 Reservoir Bawah ( Ground Tank )


1. Reservoir bawah ( ground Tank) terbuat dari konstruksi beton bertulang kedap air dan
finishing keramik pada bagian dalam.
6. Reservoir Bawah (Ground Tank) harus mempunyai kelengkapan sbb :
 Manhole.
 Tangga pengontrol.
 Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar.
 Pipa pengisi lengkap dengan floater valve, pipa peluap dan pipa penguras.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

 Pipa penghubung sekat reservoir yang dilengkapi valve raising stamp / tungkai
panjang sebagai pemutar valve.
 Elektrode water level kontrol
 Kelengkapan lainnya sekiranya diperlukan untuk bekerjanya instalasi ini.

1.4.2 Pompa – Pompa


1. Semua pompa harus dilengkapi dengan pondasi pompa, peredam getaran, serta
manometer. Pada pipa tekan harus dilengkapi dengan Gate valve, Check Valve, Flexible
joint, dan perlengkapan lainya sehingga sistim pompa dapat berjalan sesuai dengan
fungsinya.
7. Selain itu dilengkapi pula dengan pipa pemeriksa aliran berikut gate valve & pipa
pembuangan dari lubang drain pompa ke saluran pembuangan.
8. Unit dilengkapi dengan starter panel pompa dan pressure switch untuk menjalankan
pompa secara otomatis.
Data teknis pompa :

 Pompa Booster
Jumlah : 1 set
Tipe : packaged
Kapasitas : 2 x 50 LPM
Head : 20 M
Power : 2 x 0.75 KW
Tekanana Kerja : sesuai dengan gambar perencanaan
Lengkap dengan Panel Control Automatic

 Pompa transfer
Jumlah : 2 unit
Tipe : Centrifugal End Suction
Kapasitas : 100 liter / menit
Head : 25 meter
Base Frame : Cast Iron atau Steel
Power : 3,7 KW / 3P / 380V / 50 Hz

1.4.3 Roof Tank


Bahan : Fiberglass Panel (FRP)
Kapasitas : 2 x 2 m3
Kelengkapan: mainhole, inlet-outlet, dll

1.4.4 Treatment Plant


Water Treatment Plant direncanakan dengan sistem Pengendapan / Sedimentasi.
Kapasitas dari Water Treatment Plant adalah 200 liter / menit
Urutan kerja dari Water Treatment Plant terdiri dari :
- Koagulasi :
Proses pencampuran secara cepat koagulan (Aluminium Sulfat atau PAC) dalam static
mixer. Koagulan akan mengikat partikel-partikel dalam air baku menjadi flok-flok kecil.
- Pengaturan pH
Proses netralisasi air setelah diinjeksi koagulan. Biasanya dilakukan dengan Soda Ash.
- Flokulasi
Flok-flok kecil hasil proses koagulasi akan saling berikatan membentuk flok yang lebih
besar dan kuat, sehingga menjadi lebih mudah diendapkan.
- Sedimantasi / Pengendapan
Proses pengendapan flok-flok padatan secara efektif dengan tube settler yang terbuat dari
FRP.
- Filtrasi
Proses penjernihan akhir untuk menghilangkan padatan yang belum mengendap dan
masih terbawa aliran, dengan menggunakan pressure sand filter.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

- Disinfeksi
Proses pembubuhan larutan kaporit untuk membunuh bakteri pathogen dalam air bersih.

Peralatan dari Water Treatment Plant tediri antara lain :


- Filter Pump
- Sand Filter
- Karbon Filter
- Chloring Dosing Pump
- Flokuator

1.4.5 Sewage Treatment Plant

1. Lingkup Pekerjaan
 Lingkup pekerjaan Sewage Treatment Plant (STP) meliputi dan tidak terbatas dari
apa yang disesuaikan dan apa yang di uraikan tersebut dibawah ini.
 Pekerjaan meliputi pengadaan pemasangan, pengujian dan bekerjanya sistem
sehingga out put yang dihasilkan dapat memenuhi persyaratan umum yang berlaku
serta ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pengawasan Lingkungan
Hidup (KLH).
 Pengadaan dan pemasangan instalasi STP dengan sistem packaged berkapasitas :
5 m3/ hari.
 Jaminan spare parts dan pemeliharaan selama masa berlakunya pemeliharaan yang
ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.

1. Persyaratan STP
STP direncanakan untuk mengolah air Kotor domestik dengan asumsi :
Kapasitas : 5 m3
Influent BOD : 260 sd 170 mg / liter

Dan menghasilkan air hasil pengolahan


Effluent BOD : 60 mg / liter

2. Data-data teknis STP :


 Bahan Tangki STP : FRP tebal ± 9 mm
 Sistem STP : Biotreat
 Tangki STP terdiri dari : An Aerobic Contac Media 3 unit,: Back Wash
Chamber, Treaded Water Chamber
 Non-clogging diffuser
 Disinfectan box
 Chlorine Set
 Manhole dan aksesores
 Pemipaan
 Kelengkapan STP : Blower, submersible pump, control panel

1.4.6 Pipa – Pipa


1. Untuk jaringan air bersih digunakan pipa PVC kelas AW (10kg/cm2) , dengan
sambungan solvent cement atau sesuai dengan jenis pipanya.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

2. Untuk jaringan Pipa air panas digunakan pipa Polypropylene Random (PPR) PN-20
dengan sambungan sesuai jenis pipanya.
3. Untuk pipa air buangan dan air kotor digunakan pipa PVC klas AW (10 kg/cm²) dengan
sambungan Solvent Cement (perekat) yang sesuai untuk jenis pipa PVC.
4. Untuk pipa-pipa Vent digunakan pipa PVC kelas D (5 kg/cm²).
5. Sambungan antara pipa yang berlainan jenis dilakukan dengan menggunakan adaptor
atau coupling.
6. Sebelum pemasangan/penyambungan dilakukan, pipa-pipa harus dalam keadaan bersih
dari kotoran baik pada bagian yang akan disambung ataupun didalam pipa itu sendiri.
7. Semua jenis sambungan, pemasangannya tidak diperbolehkan berada dalam
beton/dinding.

1.4.7 Katup - katup ( Valve )

1. Floating Valve
Body material yang dipakai adalah bronze grade CAC 430 dengan Pressure Balanced
type Float Valve.

3. Strainer
Strainer dengan ukuran 2½” dan lebih besar mempunyai type Y pattern, cast iron body
(untuk 16 bar) dengan SS screen 3 mm perforations. Ductile iron body untuk 20 bar.

4. Gate Valve ( Rising dan Non Rising Stem )


 Gate valve dengan ukuran 2½” dan lebih besar dari cast iron body dilengkapi
dengan open / shut indicator untuk Non Rising Stem.
 Untuk 2” dan ke bawah, body material terbuat dari Dzr/bronze body sesuai standar
BS 5154 series B, screw ends BS 21 N.R.S, working pressure : 10 bar.

5. Check Valve :
 Material : bronze body swing type Y pattern screwed cup metal disk screwed end
untuk valve sampai dengan diameter 50 mm.
 Tipe : swing silent type dengan stainless steel disk dengan body material cast iron 
untuk tekanan  10 bari dan carbon steel untuk  tekanan 16 bar.

6. Rubber flexible / expansion joint ( Flange connection )


 Adalah spherical shape ball design, single / double sphere, terbuat dari neoprene
rubber dengan nylon reinforcement (cloth reinforcement tidak dapat diterima).
 Untuk ukuran 2½” dan lebih besar dilengkapi dengan galvanized steel flange end.
Working pressure : 16 bar.
 Untuk 20 / 25 bar, Rubber flexible/enpansion joint harus dilengkapi control plates,
control nuts dan control rods dan single sphere.

7. Rubber flexible / expansion joint (screw connection)


 Adalah spherical shape ball design, twin sphere, terbuat dari neoprene rubber
dengan nylon reinforcement (cloth reinforced tidak dapat diterima).
 Rubber flexible / expansion joint untuk ukuran ¾” dan lebih besar harus complete
dengan malleable iron threaded BS21 union end connection. Semua rubber
flexible / expansion joints harus mempunyai working pressure : 16 bar.
 Untuk working pressure 20 bar, rubber flexible joint ukuran ¾” dan lebih besar
harus dengan A 105 forged steel threaded (NPT) union ends connection.

1.4.8 FLOOR DRAIN


 Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap, Water Prooved type
dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap.
 Floor Drain terdiri dari:

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

 Chromium plated bronze cover and ring.


 PVC neck
 Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water
prooving.

 Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb.:


Outlet diameter Cover diameter
2" 4"
3" 6"
4" 8"

1.4.9 FLOOR CLEAN OUT


 Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type
 Floor Clean Out terdiri dari:
- Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type
- PVC neck.
- Bitumen coated cast iron body, screw outlet connection with flange for
waterprooving.
 Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga
mudah dibuka dan ditutup.

1.4.10 ROOF DRAIN


 Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi
waterproove.
 Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa
bangunan.
 Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut :
- Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange.
- Bitumen Coated Neck for adjustable fixing.
- Bitumen Coated cover dome type

1.4.11 P" TRAP


 P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet.
 Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm.
 P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2.
 Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan
air limbah yang menuju bak sewage.

1.4.12 Grease Trap


Grease Trap terbuat dari bahan stainless steel
Type grease trap adalah portable
Kapasitas sesuai dengan gambar perencanaan.

1.4.13 Alat-alat Plambing


 Alat-alat peturasan / urinal dari type flush valve
 Water closet yang dipakai harus dari kualitas terbaik.
 Produk sanitary fixtures yang digunakan sesuai spesifikasi Arsitek.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

1.4.14 Alat-Alat Bantu (Accesories)


Alat bantu untuk semua pipa harus digunakan dari bahan-bahan sejenis sesuai dengan bahan
pipanya.

1.5. SPESIFIKASI PEKERJAAN POMPA SUMUR


DALAM (DEEP WELL)

1.5.1 Spesifikasi Pompa


 Type : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor
 Kapasitas : 200 liter/ menit
 Tekanan : 50 m.
 Motor Rated : 5,5 kw ; 380 V/3 Phase/50 Hz
 Shaft Seal : Mechanical
 Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer
 Speed : 3000 rpm.
 Base Frame : Cast Iron or Steel
 Efisiensi : Minimum 80%
 Impeler : Bronze / Stainless Stell

1.5.2 Peralatan pengeboran.


Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus
mempergunakan mesin bor yang memadai dan sesuai dengan rekayasa, konstruksi dan
keadaan tanah.

1.5.3 Sumur dalam.


 Sebelum memulai pengeboran, Kontraktor harus menyampaikan gambar kerja kepada
pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun
konstruksi pengeboran.
 Sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m3/jam.
 Kedalaman sumur diperkirakan 200 meter.
 Konstruksi sumur dibuat sekurang - kurangnya sebagai berikut :
- Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter, 10 meter bagian luar atas di cor beton,
agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur.
- Pipa naik 100 mm sedalam 140 meter dari ujung jambang, disebelah luarnya
diisi koral / pasir cuci.
 Bahan pipa dan saringan sebagai berikut :
- Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS
1387 class medium.
- Jumlah pipa saringan / screen minimal 3 buah menggunakan Stainless steel 304,
ukuran pipa 100 mm, atau yang ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata
Lingkungan.
 Batu karang
- Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik
setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang
tidak diambil.
- Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur, maka lubang
pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor, dan ujung sumur akan
berhenti diatas batu karang.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

1.6. Persyaratan Teknis Pemasangan

1.6.1 Pompa
1. Pompa-pompa harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya.
9. Pompa harus diletakan diatas pondasi menurut petunjuk pabrik dan disesuaikan dengan
berat, daya, putaran dan dimensi pompa.
10. Semua pompa harus dilengkapi :
 Pada pipa hisap dilengkapi dengan gate valve, strainer dan flexible joint, Pada
pipa tekan dilengkapi dengan gate valve, check valve, flexible joint dan
manometer serta dilengkapi dengan panel board signal yang menunjukkan bahwa
pompa sedang bekerja atau tidak.
 Alat-alat penunjang lainnya agar pompa dapat bekerja dengan baik.
11. Pengkabelan dan alat-alat bantu (panel, electrode water level control, alarm dan
lain-lain) harus lengkap terpasang dan dijamin bahwa sistem bekerja dengan baik.
12. Kontraktor harus menghitung kembali besarnya jumlah aliran air yang mengalir dan
total head berdasarkan peralatan/mesin (sesuai dengan penawaran) yang dipasangnya
atau mencoba sisa tekanan pada fixture unit yang paling jauh.

1.6.2 Pipa – pipa

1. Umum
 Pemasangan pipa dan perlengkapannya serta peralatan lainnya harus sesuai
dengan gambar rencana dan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk
menjamin kebersihan serta kerapihan.
 Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum
dipasang / disambung.
 Selama pemasangan, bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan
pemipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan, harus ditutup dengan
menggunakan caps atau plug untuk mencegah masuknya kotoran / benda-benda
lain
 Semua pemotongan pipa harus memakai pipa cutter dan harus rapi dan tidak tajam
(diampelas).
 Pekerjaan pemipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan
antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya sesuai dengan
fungsi system dan yang diperlihatkan dalam gambar.
 Sambungan lengkung, reducer, expander dan sambungan-sambungan cabang pada
pekerjaan pemipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.
 Semua pipa harus dipasang lurus sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan
pada arah horizontal maupun vertikal.
 Semua pemipaan yang akan disambung dengan peralatan harus dilengkapi dengan
wartel mur atau flange.
 Untuk setiap pipa yang menembus dinding basement harus menggunakan pipa
flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur
gedung.
 Setiap arah perubahan aliran untuk pemipaan air kotor yang membentuk sudut
90° harus digunakan 2 buah elbow 45° dan dilengkapi dengan clean out serta arah
dan jalur aliran agar diberi tanda.
 Katup (valve) dan saringan (strainer) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan
penggantian. Pegangan katup (Valve handle) tidak boleh menukik.
 Semua pekerjaan pemipaan air limbah harus dipasang secara menurun ke arah titik
buangan. Pipa pembuangan dan vent harus disediakan guna mempermudah
pengisian maupun pengurasan. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

dicari titik terendah dan dibuat cekung serta ditempatkan yang bebas untuk
melepaskan udara dari dalam.
 Semua jaringan pipa dilengkapi dengan : Valve, air vent, wash out untuk air
bersih dan Clean out, air vent, wash out untuk jaringan pipa air kotor.
 Kemiringan menurun dari pekerjaan pemipaan air limbah harus seperti berikut
kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar.
- Dibagian dalam toilet,  50 – 100 mm atau lebih kecil : 1 – 2 %
- Dibagian dalam bangunan  150 mm atau lebih kecil : 1%
- Dibagian luar bangunan,  150 mm atau lebih kecildan  200 mm atau lebih
besar : 1% .
 Pekerjaan pemipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik
 Apabila terjadi kemacetan, pengotoran atas bagian bangunan atau finish
arsitektural atau timbulnya kerusakan lain karena kelalaian, maka semua
perbaikannya adalah menjadi tanggung jawab Kontraktor.

8. Penggantung dan Penumpu Pipa


 Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger, brackets atau sadel
dengan tepat dan sempurna agar dimungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau
peregangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam list
berikut ini :
Pipa PVC
No Ukuran Pipa Interval Interval Tegak
(mm) Mendatar (m)
(m)
1 ≤  50 0.6 0.9
2 ≤  80 0.9 1.2
3 ≤  100 1.2 1.5
4 ≤  150 1.8 2.1

 Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran, maka
jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran
terkecil yang ada.
 Sebelum pipa dipasang, support harus dipasang dulu dalam keadaan sempurna.
Semua pemasangan harus rapi dan sebaik mungkin.
 Semua pipa dan gantungan, penumpu harus dicat dasar zinchromate dan
pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

9. Pipa Dalam Tanah


 Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup.
 Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2,000 mm pada dasar galian
dengan adukan semen. Semua galian pipa harus dilakukan pengurugan serta
pemadatan kembali seperti kondisi semula.
 Kedalaman pipa minimum 60 cm dibawah permukaan tanah.
 Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15 – 30 cm untuk
bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-
batuan atau benda keras lainnya.
 Pipa yang ditanam pada tanah yang labil, harus dibuat dudukan beton pada jarak 2
– 2.5 m.
 Untuk pipa-pipa yang menyebrangi jalan harus diberi pipa pengaman (selubung)
baja atau beton dengan diameter minimum 2 kali diameter pipa tersebut.

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

10. Sambungan Pipa


Sambungan Flexible
Sambungan flexible harus disediakan dengan tujuan untuk menghilangkan getaran dari
sumber getaran.
Sambungan flanged
Sambungan flanged harus dilengkapi rubber set/ring, seal dari karet secara homogen.
Sambung Lem
Penyambungan antara pipa dan fitting PVC mempergunakan lem yang sesuai dengan
jenis pipa dan rekomendasi dari pabrik pembuat.
Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting, untuk itu harus mempergunakan alat press
khusus. Selain itu pemotongan pipa harus mempergunakan alat pemotong khusus agar
pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa.
Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik
pipa.
Sambungan yang Mudah Dibuka
Sambungan ini dipergunakan pada alat-alat saniter sebagai berikut :
 Antara Lavatory Faucet dan supply Valve.
 Pada waste fitting dan siphon. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan
adanya packing dan bukan seal threat.

11. Selubung Pipa


 Selubung untuk pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut
menembus konstruksi beton.
 Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran
diluar pipa ataupun isolasi.
 Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. Untuk yang
kedap air harus digunakan sayap.
 Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai
lapisan kedap air (water proofing) harus dari jenis “ flushing sleeves”
 Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau
“caulk”

1.7. Pekerjaan Listrik


a. Lingkup pekerjaan ini adalah menyediakan dan pemasangan panel listrik termasuk panel kontrol
untuk peralatan pompa air bersih, kabel kontrol berikut peralatan control seperti yang
ditunjukkan pada gambar perencanaan.
h. Kabel feeder untuk setiap panel daya termasuk dalam skope pekerjaan listrik.

1.7.1 Ketentuan-ketentuan Yang Diikuti


Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 2000
Ketentuan-ketentuan yang dianjurkan oleh pabrik.

1.7.2 Material dan Teknis


1. Semua komponen-komponen yang digunakan untuk power, panel dan control panel
harus sesuai dengan daftar material.
13. Panel-panel harus dibuat dari plat tebal 2 mm dan dilengkapi dengan kunci dan dibuat
oleh panel maker yang disetujui.
14. Tiap panel dan unit mesin harus digrounded dengan tahanan pentanahan kurang dari 2
ohm.
15. Pengkabelan untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam conduit.
16. Penarikan kabel feeder dengan tidak diperbolehkan ada sambungan
17. Radius pembelokkan kabel minimum 15 kali diameter kabel

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

18. Starter Motor :


Semua starter untuk pemakaian daya motor 5 HP harus memakai otomatik star–delta
starter, kurang dari 5 HP memakai DOL.

1.8. Pengujian

1.8.1 Umum
1. Semua biaya dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan pengujian disediakan oleh
pelaksana Kontraktor.
19. Kontraktor harus memberitahukan kepada direksi paling lambat 3 (tiga) hari kerja
sebelum mulai pelaksanaan pengujian.
20. Dalam masih ada kebocoran atau belum berfungsinya suatu sistim dengan baik, maka
pelaksana harus memperbaiki peralatan tersebut & mengulangi pengujian lagi.
21. Alat-alat bantu untuk pengujian antara lain: manometer, pompa-pompa dan lain-lain,
harus dalam keadaan baik dan ditera secara resmi.

1.8.2 Pipa dan Jaringan Pipa


1. Untuk pipa air bersih, pengujian dilakukan dengan ketentuan 2 (dua) kali tekanan kerja
selama 8 jam tanpa ada penurunan tekanan uji. Dalam hal ini tekanan uji saluran air
bersih = 12 atm. Selanjutnya sebelum pipa dan jaringan pipa siap untuk pertama kalinya
dioperasikan, maka pelaksana wajib melakukan “desinfektansi” terlebih dahulu (dengan
desinfektansi yang disetujui). Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian
perbagian atau panjang pipa max. 100 meter.
2. Untuk pipa air kotor, air buangan dan ventilasi pengujian dilakukan dengan test rendam
dengan air selama 8 jam.

1.8.3 Pompa
Semua pompa harus diuji sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya. Kontraktor harus
menghitung kembali besarnya jumlah aliran air yang mengalir dan total head berdasarkan
peralatan mesin (sesuai dengan penawaran) yang dipasangnya atau mencoba sisa tekanan
pada fixture unit yang paling jauh.

1.8.4 Reservoir
Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air.
Semua peralatan harus dapat berfungsi dengan baik.

1.9. Training
a. Kontraktor harus memberikan training bagi operator minimal 3 (tiga) orang yang ditunjuk oleh
pemberi tugas, sebelum diterbitkannya surat keterangan serah terima pekerjaan pertama.
i. Materi training teori dan pratek sampai dapat mengetahui operasi dan maintenance.

1.10. Referensi Produk


Peralatan, bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Kontraktor
dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Kontraktor baru dapat menggantinya
bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas.
Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut :

No Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk

1 Pompa Booster Packaged DP, Grundfos, FairbankMorse


Debit : 2 x50 LPM
Total Head : 20 meter

CV. Jaya Wahana Raya 2020


Belanja Jasa Konsultansi Perencanaan Paket 6 Sepsifikasi Teknis

No Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk

Power : 2 x 0,75 KW
Lengkap dengan panel control
automatic

3 Pompa Transfer Debit : 2 x 100 LPM ITT, Grundfos, FairbankMorse


Total Head : 25 m
Power : 2 x 3,7 KW
Type : Centrifugal End Suction

7 Pompa Deep Weel Debit : 200 LPM Grundfos, Euroflo, Wilo,


(Sewage Sump Pump) Total Head : 50 meter
Power : 5,5 KW
Type : Submersible / Deep Well
Pump

8 Gate Valve 10 K Showa, Toyo, Kitz, Honeywell


9 Check Valve 10 K Showa, Toyo, Kitz, Honeywell
10 Strainer 10 K Showa, Toyo, Kitz, Honeywell
11 Floater Valve Ball Type Watt, Singer, YUTA, AFA
12 Foot Valve Mizu, Showa, YUTA, AFA
13 Fleksibel Connection Tekanan 10 Kg/Cm2 Tozen, Proco , Muraflex
14 Level Switch Watt, Singer
15 Pressure Gauge Tekanan 15 kg/Cm2 Nagano, Wika, VPG
16 Pipa air bersih PVC kelas AW 10 kg/cm2 Wavin, Rucika, Pralon
18 Pipa air kotor dan bekas Pipa PVC Class AW 10 kg/cm² Wavin, Rucika, Pralon
19 Pipa Vent PVC kelas D 5 kg/cm2 Wavin, Rucika, Pralon
20 Fitting PVC Air bersih Class 10 kg/cm² TSK, Rucika, SSS
Air kotor dan bekas 10 kg/cm2
Vent 5 kg/cm2
21 Hanger rod Galvanized Ex Lokal
22 Clamp Galvanized Ex Lokal
23 Clean out Toto, Antasan
24 Floor drain Toto, Antasan
25 Pipa air hujan Pipa PVC Class AW 10 kg/cm² Wavin, Rucika, Pralon
26 STP Biotreat Kapasitas 5 m3 Adi Cipta, Biotech, Enviro
27 WTP Kapasitas 200 l/m Adi Cipta, Biotech, Enviro
30 Pipa Deep Weel Medium Class Bakrie, PPI, Spindo
31 Screen Sumur Dalam Stainless Steel Johson Screen atau setara

CV. Jaya Wahana Raya 2020