Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemakaian pupuk kimia menimbulkan ketergantungan bagi petani, yang


semakin lama semakin terasa membebani, karena harga pupuk kimia terus
melambung sementara harga hasil panen petani cenderung tetap. Pupuk sudah
menjadi kebutuhan dasar bagi para petani, sehingga semahal apapun petani akan
berusaha membelinya.
Selain mahal, tak jarang keberadaan pupuk kimia seperti ”siluman”, yang tiba-
tiba hilang disaat petani sangat membutuhkan. Sudah menjadi rahasia umum,
bahwasannya hal ini terjadi karena adanya monopoly dan permainan pasar, di
kalangan pemain pupuk kimia.
Pada perinsipnya, pupuk kimia berperan untuk memperkaya mineral (hara)
yang diperlukan tanaman, namun pemakaiannya yang tidak bijaksana menimbulkan
efek buruk terhadap lahan pertanian, seperti penurunan kesuburan, tanah kehilangan
daya ikat alamiahnya, tandus, dan miskin bahan organik.
Dibanding pupuk kimia, pupuk organik mempunyai beberapa kelebihan.
Pupuk organik jelas berbeda dengan pupuk non-organik (pupuk kimia). Pupuk
organik lebih banyak berperan pada perbaikan sifat-sifat fisik tanah, seperti
memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya serap tanah terhadap air dan menaikan
daya ikat tanah terhadap unsur hara. Bahkan bisa juga mengurangi penyakit-penyakit
yang biasa menyerang akar tanaman, yang berarti dapat mengurangi penggunaan obat
untuk penyakit akar.
Dulu pupuk organik dilakukan secara alamiah, dimana sedikit sekali intervensi
manusia sehingga proses dekomposisi berlangsung cukup lama, dapat memakan
waktu 2 – 3 bulan. Dengan waktu pengomposan yang cukup lama tersebut,
ketersediaannya tidak segera terjamin. Total kebutuhan pupuk organik secara nasional
mencapai 11 juta ton/tahun, sementara produksinya baru mencapai 10% dari total
kebutuhan.
Dengan menggunakan teknologi pembuatan pupuk organik, yang dikemas
dalam bentuk cair, seperti yang telah dilakukan CV. Agro Bio Organik selama ini,
maka proses pengomposan menjadi lebih cepat dan kestabilan kandungan haranya
dapat dijaga. Sebagai contoh adalah, lahan pertanian di daerah Sawangan,
Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, merupakan salah satu contoh areal yang
sudah menggunakan pupuk organik cair Bio Agro, Pada pertama kali penerapan
pupuk Bio agro di daerah ini saja, sudah bisa menghasilkan hasil panen sekitar 5
ton/ha, maka setelah tiga kali tanam produksinya meningkat menjadi 6 - 7 ton/ha.
Bahkan untuk penggunaan jangka panjang, produksi padi cenderung akan meningkat
baik kuantitas dan kualitasnya karena kesuburan tanah juga meningkat.
Keberadaan pupuk organik cair Bio Agro ini, diharapkan mampu memenuhi
harapan petani akan harga pupuk yang relatif murah dan ramah lingkungan. Usaha ini
sangat menjanjikan karena harganya relatif murah dan penggunaannya lebih irit, serta
dapat menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini sebagai bentuk kepeduliaan CV. Agro
Bio Organik, terhadap petani yang selama ini merasa terbebani dengan harga pupuk
kimia yang semakin mahal. Asumsinya adalah, jika menggunakan pupuk organik
yang dibuat dengan teknologi ramah lingkungan, penggunaan lebih irit dan biaya
yang dikeluarkan petani lebih murah, maka petani pasti akan terbantu.

B. Organisasi dan Manajemen

 Umum
1. Nama Usaha : CV. Agro Bio Organik
2. Nama Pemilik : Prof. Dr. H. Asep Kustiadi Ricoh
3. Alamat Kantor & Tempat Usaha : Kp.Cijambe, Ds. Cinunuk, Kec.
Cileunyi, Kab. Bandung, Jawa Barat.
4. Jabatan dan Uraian Tugas :
o Pimpinan (Manajemen CV. Agro Bio Organik), bertugas
mengkoordinir kegiatan perusahaan secara keseluruhan dan
mempunyai wewenang mengambil kebijakan yang diperlukan untuk
keberlangsungan perusahaan.
o Kepala Produksi bertugas mengelola kegiatan produksi mulai dari
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengarahan dan
pengendalian produksi dan hasil produksi.
o Staf/teknisi produksi bertindak sebagai pelaksana lapang kegiatan
produksi dibawah pengawasan langsung kepala produksi.
o Staf Administrasi dan keuangan bertugas untuk mengelola kegiatan-
kegiatan administrasi dan segala hal yang berkaitan dengan keuangan.
o Staf Pemasaran dan Distribusi bertugas untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikannya
baik kepada pelanggan maupun calon pelanggan potensial.

 Produk dan Produksi


Produk sebagai komoditas yang akan dijual dan dikembangkan menjadi faktor
yang penting untuk selalu dikaji dan dicermati. Kondisi prima dari produk akan
menentukan keberhasilan pemasaran dan penciptaan brand image.
 Nama Produk
Produk pupuk cair yang akan diproduksi, bernama “Bio Agro”, sebagai sinonim
dari Pupuk Organik
 Kemasan
Bio Agro dikemas dengan menggunakan botol plastik untuk ukuran 1 liter, yang
dikemas dalam dus karton berisi 20 botol per/dus. (Terlampir desain dan ukuran).
 Jenis Produk
Produk Bio Agro ini merupakan jenis pupuk organik yang bersifat cair, agar para
petani lebih mudah menggunakannya dan lebih hemat dalam pemakaiannya.
Sehingga dosis takarannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing
lahan dan tanaman.
 Kualitas Produk
Peningkatan kualitas produk terus menerus akan dilakukan dengan beberapa
metode pengawalan uji coba pengembangan, kontrol produksi, uji terap, demplot,
dan lain-lain.
Keunggulan kualitas akan dijaga melalui kapasitas QC dan komparasi dengan
produk lain dilapangan. Informasi uji petik di beberapa titik pemasaran juga akan
dipakai sebagai benchmarking. Masukan dan respon dari pedagang dan konsumen
akan dijadikan tolok ukur penjagaan kualitas produk sehingga mempunyai daya
saing produk.
 Formula & Dosis Anjuran
Pencermatan formulasi dan dosis anjuran secara terus menerus dilakukan pada
saat memproduksi Bio Agro. Penggunaan bahan baku dan proses produksi tidak
luput dari pengawasan yang ketat. Standarisasi produk dilakukan dengan
menerbitkan SOP (Standart Operation Procedure).
 Keunggulan Produk
Dihasilkan melalui proses dekomposisi bahan-bahan organik dengan teknologi
fermentasi oleh mikroorganisme yang menguntungkan bagi tanah dan tanaman.
Mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan sumber hara tanah, dan
meningkatkan aktivitas mikroba yang bermanfaat untuk lingkungan tumbuh
tanaman.
Dapat dipergunakan untuk tanaman pangan, hortikultur, tanaman hias, serta
tanaman buah-buahan.
Memiliki komposisi hara yang relatif stabil dan lengkap yang dibutuhkan
tanaman, yang terdiri dari N, P, K, Ca, Mg, C-organik, dan beberapa asam humic.
 Manfaat
Memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.
Menyediakan unsur hara makro dan mikro yang lebih banyak di dalam tanah.
Memecah akumulasi senyawa kimia yang teresidu dalam tanah.
Memperbanyak mikroorganisme yang menguntungkan dalam tanah.
Menjaga kesuburan dan melestarikan keanekaragaman hayati dalam tanah.

C. Strategi Pemasaran

Strategi yang akan diterapkan dan dijalankan oleh Himpunan Petani Organik Cianjur
Indonesia menggunakan aspek Segmentasi Pasar, Target, Positioning, Analisa
Kendala dan Problem Solving.

 Segmentasi
Untuk lebih mendukung usaha pemasaran Pupuk Kompos POENIK, perlu
kiranya mengetahui segmentasi pasar yang sesuai untuk konsumen pupuk organik
ini. Segmentasi berhubungan dengan pengelompokan masyarakat yang potensial
menjadi pembeli/pelanggan Pupuk Kompos POENIK. Melihat karakteritik
masyarakat yang menjadi pelanggan Pupuk Kompos POENIK selama ini,
ditetapkan segmentasi berdasarkan wilayah tempat tinggal, berdasarkan jenis
usaha, dan berdasarkan pekerjaan/profesi.

 Target Pasar
Target pemasaran atau targetting Pupuk Kompos POENIK meliputi toko-toko
sarana produksi pertanian, para pedagang tanaman hias/pupuk pinggir jalan,
agen-agen pupuk untuk rumah tangga/gedung-gedung yang peduli penghijauan di
Jabodetabek, petani-petani sistem organik dan non-organik, balai/lembaga
penelitian pertanian, dan kebun-kebun percobaan.

 Positioning
Positioning berhubungan dengan image produk kita di benak pelanggan yang
memberi daya dorong untuk membeli. Image yang ditanamkan ke benak
pelanggan lebih bersifat perspektif, sehingga unsur subyektifitas tentang
kelebihan produk POENIK perlu ditonjolkan.
Umumnya orang membeli pupuk bukan dengan melihat detail
karekteristik/kandungan produk yang ditawarkan. Orang membeli lebih kepada
manfaat apa yang diperoleh pada tanamannya dengan memakai Pupuk Kompos
POENIK. Oleh karena itu perlu ditanamkan nilai-nilai plus Pupuk Kompos
POENIK baik lewat pengalaman para pengguna, cerita orang lain tentang
kelebihan produk, membuat daftar keunggulan produk di kemasan, ataupun cara
lain mengkomunikasikan produk kita dengan menggunakan segenap sumber daya
HIPOCI.
Dukungan pembangunan brand image dari pemilik toko atau kios juga sangat
perlu, sehingga perlu disiapkan reward, diskon, dukungan lainnya. Pemilik toko
atau kios merupakan jaringan terakhir yang bertemu end user.

D. Kendala Pemasaran

Memperkirakan kendala yang akan muncul dalam sistem pemasaran adalah suatu
kaidah yang perlu dipersiapkan. Kaidah amanah, profesional, proporsional, dan peduli
merupakan suatu solusi. Hambatan-hambatan/kendala-kendala harus menjadi pemicu
meningkatkan daya juang semua pihak.
Berdasarkan pengalaman, beberapa kendala pemasaran yang mungkin dihadapi nanti
adalah : persediaan bahan baku yang tidak selalu cukup untuk mengejar target
produksi, pengiriman yang tidak tepat waktu untuk keempat wilayah pemasaran yang
berbeda, sistem pembayaran konsinyasi dari customer yang bisa mundur hingga dua
bulan, permintaan dari konsumen agen yang bersifat pasif, dan persaingan dari
kompetitor yang lebih dahulu memasuki pasar.
 Cara Mengatasi Kendala
Untuk mengatasi beberapa kendala di atas, perlu dilakukan langkah antisipasi
agar tidak menjadi penghalang dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
1) Kendala persediaan bahan baku yang tidak selalu cukup untuk mengejar
target produksi. Untuk mengatasi masalah ini perlu dilakukan penyetokan
bahan baku setiap periode tertentu untuk kelangsungan produksi. Bahan
baku yang dibutuhkan adalah pupuk kandang, jerami/hijauan, arang
sekam, dedak, dolomit, fermentator, dan molase. Setiap hari harus dicek
ketersediaan bahan-bahan ini digudang. Dalam sehari tidak boleh ada
bahan yang kosong digudang.
2) Kendala pengiriman yang tidak tepat waktu untuk keempat wilayah
pemasaran yang berbeda. Untuk mengatasinya perlu diberlakukan time
management bagian pemasaran dan distribusi. Pembagian zona wilayah
pengiriman dibuat sesuai dengan kapasitas dan kondisi pemasaran.
3) Kendala sistem pembayaran konsinyasi dari customer yang bisa mundur
hingga dua bulan. Idealnya pembayaran konsinyasi dari customer untuk
produk yang lain paling lama 1 bulan. Karena kalau terlalu lama akan
mengganggu arus kas piutang yang tidak lancar. Namun untuk pupuk,
pengalaman pemasaran Bio Agro selama ini memang lebih banyak yang
bayar konsinyasi sekitar 1 bulan (sekitar 70-80 % customer masuk
kategori ini). Untuk mengatasi pembayaran konsinyasi yang terlalu lama
(hingga 2 bulan), perlu dipilih customer yang potensial cepat perputaran
penjualannya. Bagi customer yang lama perputaran penjualannya, maka
sistem konsinyasi bisa dilakukan dengan kuantitas yang relatif sedikit.
4) Kendala permintaan dari konsumen atau agen yang bersifat pasif. Tidak
jarang konsumen agen yang menjadi customer bersifat pasif dalam
menjalin hubungan dagang. Terkadang barang kita sudah habis terjual,
tapi mereka lupa atau tidak sempat menghubungi kita kembali untuk
melakukan pemesanan. Untuk kasus demikian, maka dituntut adanya tim
pemasaran yang bersifat aktif, peka, dan memiliki mobilitas tinggi untuk
“menjemput bola” ke customer. Customer perlu disapa, diperhatikan
perkembangannya, dan digali informasinya sampai sejauh mana
kebutuhannya. Pemberian reward kepada agen atau konsumen yang
paling cepat repeat order dalam kurun waktu tertentu merupakan solusi
berikutnya.
5) Kendala persaingan dari kompetitor yang lebih dahulu memasuki pasar.
Untuk memasuki pasar yang telah lebih dahulu ada kompetitornya, maka
perlu kejelian tim pemasaran untuk mencari titik kelemahan produk sang
kompetitor. Lalu kita tonjolkan kekuatan produk Bio Agro yang bisa
mensubstitusi kelemahan produk kompetitior, sehingga kehadiran Bio
Agro sebagai pendatang baru akan lebih mudah diterima oleh calon
customer.
Jika dalam praktek pemasaran nanti terdapat kendala lain di luar lima kendala
yang disebutkan di atas, maka tinggal kreasi tim pemasaran untuk mengatasinya.
Di sini dituntut sense of investigating tim pemasaran agar kendala yang muncul
bisa ditelusuri akar penyebabnya, lalu dilakukan langkah-langkah spesifik yang
mengarah pada pemecahan kendala.

E. Sistem Pemasaran

Pelaksanaan sistem pemasaran pupuk Bio Agro, menggunakan sistem Konvensional


Methode dan Direct Selling (langsung).
o Pemasaran sistem Konvensional (Distributor – Agen) mampu meminimalisasi
biaya distribusi, sosialisasi, dan efisien waktu. Pemberian dan peningkatan
dukungan terus-menerus tetap dilakukan secara maksimal dan proporsional.
Diharapkan Distributor/Agen mampu memacu kinerja untuk mengembangkan
pasar lebih bagus. Kinerja yang baik akan menjadikan kesan bahwa usaha
penjualan pupuk Bio Agro memang layak dari sisi bisnis.
o Pemasaran sistem Langsung (Direct Selling),dilaksanakan dalam rangka
rutinitas penetrasi pasar dan dalam rangka mengakomodir ketidakpuasan
pelanggan atas kinerja Distributor/Agen dalam memasarkan pupuk Bio Agro.
Sehingga dengan adanya tambahan dari sistem ini diharapkan mampu
mencapai target pemasaran.

F. Peluang Pasar Diversifikasi

o Peluang pasar ditinjau dari diversifikasi produk masih sangat terbuka dan
menjanjikan. Dalam bentuk Granul dan Pellet lebih disukai oleh Perkebunan-
perkebunan besar baik Pemerintah ataupun Swasta. Demikian juga konsumen
untuk tanaman Tahunan, baik tanaman buah ataupun kehutanan.
o Bentuk Cair lebih disukai oleh Hobies dan tanaman indoor (green house,
hidroponic, aeropinic) atau yang sifatnya fast growing.
o Dalam Inovasi penambahan agen hayati atau campuran bahan lain
(giocladium, beauveria, NPS, dll) lebih dikhususkan untuk order terbatas.
Biasanya dipesan untuk kegiatan penelitian atau proyek.

G. Promosi
o Brosur adalah media informasi utama yang dikeluarkan sebagai pendamping
produk. Brosur sebagai standar minimal pengenalan terhadap produk Bio Agro
dan menjadi penting apabila tepat sasaran dan tersebar luas.
o Pameran merupakan ajang pengenalan Bio Agro sebagai pupuk cair super
aktif yang diproduksi dengan teknologi yang unggul. Pameran juga merupakan
ajang transaksi yang ideal dan strategis.
o Presentasi adalah metode promosi sekaligus penyampaian product knowledge
yang lebih spesifik dan mendalam. Sehingga tidak menutup kemungkinan
akan muncul masukan-masukan untuk penyempurnaan produk.
o Advertorial melalui media merupakan teknik promosi yang efektif sekaligus
mahal. Namun teknik promosi ini juga perlu dilakukan dengan pertimbangan
skala ekonomi dan target pasar.
Keempat cara promosi tersebut akan dilaksanakan melalui seleksi prioritas sesuai
dengan kebijakan anggaran. Namun perlu disadari bahwa tidak mungkin pelaksaan
pemasaran tanpa dukungan promosi, karena hal ini berkaitan dengan eksistensi,
sosialisasi, dan positioning produk.