Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PSIKOSOSIAL DAN BUDAYA DALAM KEPERAWATAN

“ ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 9

1. GUSTIA MEGA NANDA (1914301060)


2. NESSIE NINA AZALIA (1914301073)
3. MUHAMMAD LUTHFAN AMIRUDIN (1914301095)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
JURUSAN KEPERAWATAN TANJUNG KARANG
SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN
TAHUN AKADEMIK 2020/2021
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat
kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pada mata kuliah
PSIKOSOSIAL DAN BUDAYA DALAM KEPERAWATAN. Tugas makalah ini berjudul

“ Asuhan keperawatan dengan gangguan konsep diri”

Kami berharap, tugas ini dapat menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas
dari itu,kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga kami
mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun supaya makalah selanjutnya dapat
lebih baik lagi.

Bandar Lampung, 27 Juli 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................

DAFTAR ISI..................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................

1.1 Latar Belakang.................................................................................................


1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................................

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................

2.1 Konsep Diri.....................................................................................................


2.2 Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Konsep Diri...................................

BAB III PENUTUP.......................................................................................................

3.1 Kesimpulan......................................................................................................
3.2 Saran................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan merupakan keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang produktif secara ekonomi. Kemajuan ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan,
teknologi, modernisasi menjadi stressor yang berdampak pada kehidupan manusia, stress
dapat merupakan faktor pencentus, penyebab dan akibat dari suatu penyakit sehimgga taraf
kesehatan fisik dan jiwa individu yang bersangkutan menurun karenanya sehingga pada
akhirnya orang tersebut terganggu jiwanya.
Konsep diri (self-concept) merupakan bagian dari masalah kebutuhan psikososial yang
tidak didapat sejak lahir, akan tetapi dapat dipelajari sebagai hasil dari pengalaman sesseorang
terhadap dirinya. Konsep diri ini berkembang secara bertahap sesuai dengan tahap
perkembangan psikososial seseorang. ( A. Aziz Alimul H., 2006 hlm 238).
Konsep diri dipelajari melalui kontak sosial dan pengalaman berhubungan dengan orang
lain. Pandangan individu tentang dirinya dipengaruhi oleh bagaimana individu tersebut
mengartikan pandangan orang lain tentang dirinya.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa pengertian dari konsep diri?
2. Bagaimana asuhan keperawatan dengan gangguan konsep diri?

1.3 Tujuan penulisan


1. Mengetahui dan dapat menjelaskan pengertian dari konsep diri.
2. Mengetahui dan dapat menjelaskan bagaimana asuhan keperawatan dengan gangguan
konsep diri.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep diri


Konsep diri (self-concept) merupakan bagian dari masalah kebutuhan psikososial
yang tidak didapat sejak lahir, akan tetapi dapat dipelajari sebagai hasil dari pengalaman
sesseorang terhadap dirinya. Konsep diri ini berkembang secara bertahap sesuai dengan
tahap perkembangan psikososial seseorang. ( A. Aziz Alimul H., 2006 hlm 238).
Konsep diri sebagai gambaran mental individu yang terdiri dari pengetahuan
tentang diri sendiri, pengharapan bagi diri sendiri dan penilaian terhadap diri sendiri.
( Calhoun & Acocella., 1990).
Konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri yang berisikan mengenai
bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai probadi, bagaimana individu merasa
tentang dirinya sendiri, dan bagaimana individu mengingingkan diri sendiri menjadi
manusia sebagai mana yang diharapkan. ( Centi., 1993).
Dalam menggambarkan kepribadian tentunya kepekaan setiap individu bisa
berbeda dalam menangkap pandangan orang lain. Adanya perbedaan tingkat stabilitas
dalam mempertahankan suatu jenis perasaan diri tertentu dalam menghadapi reaksi
orang lain yang bertentangan. Perbedaan dalam intensitas dan seringnya dukungan
sosial yang dibutuhkan untuk mempertahankan perasaan diri, berbeda dalam campuran
perasaan tertentu yang bersifat positif dan yang negatif yang dihubungkan dengan
konsep diri. Hal ini juga berbeda dimana aspek kehidupan sangat erat hubungannya
dengan perasaan diri.
2.2 Asuhan keperawatan dengan gangguan konsep diri

Kasus :

Nn.Vn 19 tahun adalah mahasiswa semester 3 program studi sarjana terapan


keperawatan di politeknik keseahan tanjung karang. Selama satu semester, Nn. Vn
beberapa kali tidak mengikuti kuliah dan praktikum. Sehingga hasil studi semester 1
Nn.Vn kurang memuaskan. Orang tua Nn.Vn kecewa sekali dengan prestasi belajar
anaknya tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa. Setiap kali diingatkan tentang
kuliah, Nn.Vn selalu mengancam untuk berhenti kuliah.

Asuhan keperawatan :

1. Pengkajian
Pengkajian terhadap masalah konsep diri adalah presepsi diri atau pola konsep diri,
pola berhubungan atau peran, pola reproduksi, koping terhadap stres, serta adanya nilai
keyakinan dan tanda tanda ke arah perubahan fisik, seperti kecemasan, ketakutan, rasa
marah, rasa bersalah, dan lain lain.

1. Citra tubuh
Citra tubuh adalah kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadari
terhadap tubuhnya. Termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang
ukuran, fungsi, penampilan dan potensi. Yang secara berkesinambungan dimodifikasi
dengan persepsi dan pengalaman yang baru. Yang perlu dikembangkan dalam citra
tubuh pasien sebagai berikut :

a. Berat badan
b. Tinggi badan
c. Bentuk tubuh
d. Tanda-tanda pertumbuhan sekunder
2. Ideal diri

Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana dia seharusnya berperilaku
berdasarkan standar, aspirasi, tujuan, atau nilai personal tertentu. Yang perlu
dikembangkan dalam ideal diri pasien sebagai berikut :

a. cita cita pasien

b. harapan pasien

c. identifikasi pada orang tua

d. Aspirasi pasien

e. Nilai-nilai yang ingin dicapai

3. Harga diri

Harga diri adalah penilaian tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa
seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan ideal diri. Yang perlu dikembangkan
dalam harga diri pasien sebagai berikut :

a. percaya diri

b. penghargaan dari orang lain

4. Peran

Penampilan peran adalah serangkaian pola perilaku yang diharapkan oleh lingkungan
sosial berhubungan dengan fungsi individu diberbagai kelompok sosial. Yang perlu
dikembangkan dalam peran sebagai berikut :

a. Minat dan bakat


b. Aktualisasi diri
5. Identitas

Identitas adalah pengorganisasian prinsip dari kepribadian yang bertanggung jawab


terhadap kesatuan, kesinambungan, konsisten dan keunikan individu. Pembentukan
identitas dimulai pada masa bayi dan terus berlangsung sepanjang kehidupan tapi
merupakan tugas utama pada masa remaja. Yang perlu dikembangkan dalam identitas
diri :

a. Nama pasien

b. Usia pasien

c. Agama pasien

d. Jenis kelamin pasien

e. Status pasien

2. Diagnosis keperawatan gangguan konsep diri

1. Diagnosa : ketidak efektifan Koping berhubungan dengan gangguan konsep ( Harga


diri rendah) diri dikarenakan harapan diri yang tidak realistis.
2. Diagnosa : Ketidakberdayaan berhubungan dengan intraksi interpersonal tidak
memuaskan.

3. Rencana Intervensi :
1. Diagnosa : Koping, ketidak efektifan berhubungan dengan gangguan konsep diri
dikarenakan harapan diri yang tidak realistis.

Definisi : Ketidakmampuan membuat penilaian yang tepat terhadap stressor, pilihan


yang tidak adekuat terhadap respons untuk bertindak dan ketidakmampuan
untuk menggunakan sumber yang tersedia.
DS : klien beberapa kali tidak mengikuti kuliah dan praktikum.
DO : Pasien selalu mengancam untuk berenti sekolah.
Tujuan Umum : Klien dapat meningkatkan harga diri yang realistis

Tujuan Khusus : Klien dapat menunjukkan penyelesaian masalah yang ia hadapi

Kriteria Evaluasi :
1. Menunjukkan koping yang efektif
2. Menggunakan perilaku untuk menurunkan stress
3. Menggunakan strategi koping yang paling efektif
4. Berpartisipasi dalam aktivitas kehidupan sehari hari
5. Mengungkapakan secara verbal tentang rencana penerimaan atau mengubah
situasi

Intervensi :
1. Peningkatan koping
Membantu pasien untuk beradaptasi dengan presepsi stressor, perubahan atau
ancaman yang menggangu pemenuhan tuntutan dan peran hidup
2. Konseling
Menggunakan proses bantuan interaktif yang berfokus pada kebutuhan, masalah,
atau perasaan pasien dan orang terdekatuntuk meningkatkan atau mendukung
koping, penyelesaian masalah, dan berhubungan interpersonal.
3. Bantuan emosi
Memberikan penenangan, penerimaan dan dorongan selama periode stress
4. Peningkatan peran
Membantu pasien, orang terdekat paseien, atau anggota keluarga untuk
memperbaiki hubungan dengan mengklarifikasi dan menambahkan perilaku peran
tertentu
5. Peningkatan harga diri
Membantu pasien untuk meningkatkan personal terhadap harga dirinya
Rasional :
1. Kebiasaan dan psikologis respon terhadap stress dapat berbeda beda dan
menunjukkan tingkatan ketidakefektifan koping.
2. Penilaian yang akurat dapat memfasilitasi pencarian dari strategi koping yang
sesuai. Pasien yang memiliki status kesehatan yang berubah ubah bukan berarti
kesulitan koping yang dialami pasien menjadi satu satunya penyeban yang
berhubungan.
3. Keberhasilan penyesuaian disebabkan oleh koping yang dialami sebelumnya
berhasil.
4. Pasien dengan riwayat gangguan beradaptasi koping bisa membutuhkan sumber
tamabahan seperti ; kemampuan koping sebelumnya dapat mencukupi dalam
situasi yang ada.
5. Pasien dapat didukung dengan strstegi yang sudah disiapkan seperti saat
perawatan dirumah sakit, sebelum pasien diizinkan pulang tanpa dukungan yang
cukup untuk keefektifan koping. Misalnya ; pelayanan kesehatan dapat dilakukan
oleh orang orang yang perduli dengannya seperti perawat yang ada dirumah,
komunitas, dan konseling spiritual.
6. penyelesaian masalah yang sesuai memerlukan informasi yang akurat dan pilihan
yang sesuai. Pasien dengan ketidakefektifan koping yang tidak dapat mendengar
dan mengasimilasi informasi yang dibutuhkan
7. pasien dapat merasakan perawatan lebih baik dari pada mereka mengatasi sendiri
dan merasa sedikit lepas kendali dalam menyelesaikan masalah.

Aktifitas Kolaboratif :
1. Awali dengan diskusi tentang perawatan pasien untuk meninjau mekanisme
koping pasien dan untuk menyusun rencana perawatan
2. Libatkan sumber sumber dirumah sakit dalam memberi dukungan emosional
untuk pasien dan keluarga
3. Perawat berperan sebagai penghubung antara pasien, penyedia layanan kesehatan
laindan sumber komunitas.
2. Diagnosa : : Ketidakberdayaan berhubungan dengan intraksi interpersonal tidak
memuaskan.

Definisi : persepsi bahwa tindakan sesorang tidak akan mempengaruhi hasil secara
signifikan kurang kontrol pada situasi saat ini atau yang akan datang.

DS : klien beberapa kali tidak mengikuti kuliah dan praktikum.


DO : Pasien selalu mengancam untuk berenti sekolah. 

Tujuan Umum : Menentukan ideal diri yang realistis

Tujuan Khusus : Dapat berperilaku yang sesuai dengan ideal diri yang ia harapkan

Kriteria Evaluasi :
1. Pasien mulai mengenali pilihan dan alternatif lain yang akan diambil.
2. Pasien mulai memobilisasi energi dalam dirinya (membuat keputusan )

Intervensi :
1. Mengkaji peran penyakit dalam kehilangan harapan pasien
2. Mengkaji penampilan secara fisik
3. Mengkaji selera, latihan dan pola tidur
4. Mengkaji dukungan lingkungan sosial

Rasional :
1. Tingkat dari fuungsi fisik, daya tahan untuk beraktifitas, perawatan yang akan
berkontribusi untuk kehilangan harapan.
2. Kehilangan harapan pasien memungkinkan tidak mempunyai energi atau
ketertarikan untuk menjalankan aktifitas
3. Mengubah Perilaku yang menyimpang dari standart normal yang terbukti sesuai
dengan kehilangan harapan
4. Pasien dapat didukung dengan strstegi yang sudah disiapkan seperti saat
perawatan dirumah sakit, sebelum pasien diizinkan pulang tanpa dukungan yang
cukup untuk keefektifan koping. Misalnya ; pelayanan kesehatan dapat dilakukan
oleh orang orang yang perduli dengannya seperti perawat yang ada dirumah,
komunitas, dan konseling spiritual.

BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Konsep diri merupakan semua pikiran, keyakinan, dan kepercayaan yang membuat
seseorang mengetahui siapa dirinya dan memengaruhi hubungannya dengan orang lain.
Komponen konsep diri terdiri dari 5 komponen yaitu :

a. Gambaran diri
b. Ideal diri
c. Harga diri
d. Peran
e. Identitas diri

Konsep diri bukan merupakan suatu hal yang dibawa sejak lahir tetapi dipelajari sebagai
hasil dari pengalaman unik individu dengan: dirinya sendiri, orang terdekat serta dengan
realitas yang terjadi disepanjang kehidupannya

1.2 Saran
Dengan disusunnya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat
menelah dan memahami apa yang telah terulis dalam makalah ini sehingga
sedikit banyak bisa menambah pengetahuan pembaca. Disamping itu kami juga
mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca sehinga kami bisa berorientasi lebih baik
pada makalah kami selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA

H. Aziz Alimul, A. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dalam Proses
Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Gulanict, M and Myers, J.L., 2011. Nursing Care Plans : Diagnoses, Interventions and
Outcomes. 7th edition. Mosby Elseiver.

NANDA, Intervensi NIC, & Kriteria Hasil NOC .2011. Edisi 9 Edisi Revisi. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.