Anda di halaman 1dari 3

FUNGSI VENTILASI

Ventilasi industri atau pertukaran udara di dalam industri merupakan suatu metode yang
digunakan untuk memelihara dan menciptakan udara sesuai dengan kebutuhan proses produksi
atau kenyamanan pekerja. Ventilasi ini juga digunakan untuk menurunkan kadar suatu
kontaminan di udara tempat kerja sampai batas yang tidak membahayakan bagi keselamatan dan
kesehatan kerja.
Fungsi utama ventilasi dan jendela antara lain : Sebagai lubang masuk dan keluar angin
sekaligus sebagai lubang pertukaran udara atau lubang ventilasi yang tidak tetap (sering berupa
jendela atau pintu); Sebagai lubang masuknya cahaya dari luar (sinar matahari).
Menurut ILO (1991), ventilasi digunakan untuk memberikan kondisi dingin atau panas
serta kelembaban di tempat kerja. Fungsi lain adalah untuk mengurangi konsentrasi debu dan
gas-gas yang dapat menyebabkan keracunan, kebakaran dan peledakan.
Tipe sistem ventilasi yang dapat digunakan untuk keperluan operasi di dalam suatu
industri :
A. Comfort Ventilation atau Ventilasi Kenyamanan
Pertukaran udara merupakan suatu cara dimana bagian dalam suatu ruangan dipanaskan
atau didinginkan, atau mengubah kelembaban udara, untuk mengendalikan suatu proses atau
membuat keadaan menjadi nyaman.
Pertukaran udara membuat keadaan menjadi nyaman yang dikenal sebagai comfort
ventilation. Contoh : penggunaan air conditioner untuk meningkatkan perasaan nyaman dan
enak selama bekerja. Rasa nyaman dalam hal ini, dipandang suatu keharusan dari pada suatu
kebutuhan.

B. Dilution Ventilation/ Generasi Ventilasi/ Ventilasi Pengenceran Udara


Beban panas yang tinggi, pancaran gas atau uap atau kontaminan lain di dalam suatu
ruangan dapat dikendalikan dengan cara memasukkan udara segar ke dalam ruangan tersebut
(terjadi pengenceran), dan menghisap ke luar udara kontaminan dari lingkungan kerja. Cara
ini disebut dilution ventilation. Cara ini sangat baik untuk mengendalikan beban panas, sering
kali dapat digunakan dan berhasil dengan baik untuk mengendalikan uap bahan kimia organik
di udara tempat kerja, atau dari larutan-larutan yang menguap pada suhu kamar.
C. Local Exhaust Ventilation/ Ventilasi Pengeluaran Setempat
Tujuannya untuk mengeluarkan udara kontaminan dari sumber tanpa memberi
kesempatan kepada kontaminan untuk mengadakan difusi dengan udara di dalam lingkungan
kerja. Umumnya local exhaust ventilation ditempatkan sangat dekat dengan sumber emisi.
Penggunaannya lebih menguntungkan dibandingkan dengan dilution ventilation. Dengan
menghisap ke luar kontaminan dari lingkungan kerja dan mengendapkan kontaminan dalam
suatu kolektor, berarti membuat local exhaust ventilation ditempatkan sangat dekat dengan
sumber emisi. Penggunaannya lebih menguntungkan dibandingkan dengan dilution
ventilation. Dengan menghisap ke luar kontaminan dari lingkungan kerja dan mengendapkan
kontaminan dalam suatu kolektor, berarti membuat pabrik lebih bersih.

D. Exhausted Enclosure/ Ventilasi Sistem Tertutup


Kecepatan yang sangat tinggi dari kontaminan yang dipancarkan dari suatu sumber dan
merupakan bahan yang sangat beracun harus dikendalikan dengan proses isolasi, dan
selanjutnya untuk ventilasi pada ruang tersebut dilakukan menggunakan pengendalian jarak
jauh. Tenaga kerja yang sewaktu-waktu masuk ke ruangan tersebut perlu menggunakan alat
pelindung diri dilengkapi breathing apparatus.

E. Clean Room Ventilation


Beberapa proses industri harus mengusahakan agar debu di dalam ruangan kerja tetap
dalam keadaan biasa seperti keadaan di luar ruangan adalah merupakan suatu masalah. Pada
pembuatan gyroscopes misalnya, dan juga penggunaan instrumen lain yang memerlukan
akurasi tinggi dikerjakan di dalam ruangan yang bersih
Sistem pertukaran udara dari beberapa kamar yang saling berhubungan dipasang filter
yang mempunyai efiksiensi tinggi untuk memberi udara segar yang ditempatkan sedekat
mungkin dengan tempat kerja.
Filter mungkin akan menutup salah satu dinding (sisi ruangan) atau atap ruangan, dan
dibuat lubang di salah satu sisi atau di lantai ruangan untuk mengeluarkan kontaminan.

DAPUS :
Suhadri, Bambang. 2008. Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Industri. Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan: Jakarta.