Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM GIZI

ANTROPOMETRI WHO-MGRS PADA ANAK

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5

REZKHA MALA L 101311123003


LIS DIANA FAUZA 101311123043
EFI ISNAYNI 101311123049
LUSHA AYU ASTARI 101311123051
ANA SETYARINI 101311123057
DHENY NOVANTIO 101311123111
FAIDHOTUL KHOIRIYAH 101311123119
EMY MULIAWATI 101311123127

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015
LAPORAN PRAKTIKUM GIZI

KONSELING PERTUMBUHAN DAN PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5

REZKHA MALA L 101311123003


LIS DIANA FAUZA 101311123043
EFI ISNAYNI 101311123049
LUSHA AYU ASTARI 101311123051
ANA SETYARINI 101311123057
DHENY NOVANTIO 101311123111
FAIDHOTUL KHOIRIYAH 101311123119
EMY MULIAWATI 101311123127

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2015
Antropometri WHO-MGRS pada anak dengan Obesitas

Intrepetasi hasil
Nama ibu balita : Ny. Santi
Nama : An. Rehan
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Alamat : Mulyorejo tengah, Surabaya
Tanggal lahir : 02 Desember 2011
Tanggal kunjungan : 20 Maret 2015
Umur :
20 03 2015
02 12 2011
18 3 3 = 3 tahun 3 bulan 18 hari
= 39 bulan

BB : 30,6 kg
TB : 108 cm
IMT : BB/(TB)2 = 30,6 / (1,08)2
= 26,23

Tabel 1. Hasil pengukuran Antropometri


Indeks Pertumbuhan Hasil Kategori
BB/U Di atas 3 SD Sangat Gemuk
TB/U Di atas 2 SD Normal
BB/TB Di atas 3SD Sangat Gemuk (Obesitas)
IMT/U Di atas 3 SD Sangat Gemuk (Obesitas)

Dari hasil pengukuran yang dilakukan pada balita didapatkan hasil berdasarkan indikator
TB/U yaitu di atas 2 SD, dimana balita ini tergolong normal. Sedangkan berdasarkan BB/U
balita tersebut kemungkinan mengalami masalah pertumbuhan, tetapi lebih baik dinilai
berdasarkan BB/TB atau IMT/U. Di lihat dari BB/TB di atas 3 SD yang berarti balita ini
termasuk kategori sangat gemuk, dan berdasarkan IMT/U U di atas 3 SD yang termasuk juga
dalam kategori sangat gemuk.
Balita yang bernama Rehan ini termasuk obesitas, karena indikator BB/U dan BB/TB
serta IMT/U di atas 3 SD. Kemungkinan masalah yang menyebabkan Rehan mengalami obesitas
yaitu mengkonsumsi makanan dan susu yang berlebih serta aktifitas fisik yang kurang

Kesimpulan
Berdasarkan pengukuran antropometri yang dilakukan Rehan termasuk Obesitas,
kemungkinan penyebabnya adalah konsumsi makanan dan susu yang berlebih, serta kurangnya
aktifitas fisik .

Lampiran Foto

Gambar 1. Penimbangan BB Gambar 2. Pengukuran TB

Gambar 3. Pemberian cinderamata untuk meningkatkan


aktifitas fisik
Konseling pertumbuhan dan pemberian makan pada anak dengan
obesitas

Nama Balita : An. Rehan


Umur : 39 bulan
Nama orangtua : Ny. Santi
Alamat : Mulyorejo tengah, Surabaya
Tanggal konseling : 20-03-2015

Data Kelahiran
Tanggal lahir : 02-12-2011
Umur Kehamilan : 9 bulan
Hasil pengukuran bayi saat lahir :
Berat lahir : 3,8 kg
Panjang badan : 49 cm
Lingkar kepala :-
Kelahiran ke :1
Pemberian makan :
Umur pertama kali diberikan makanan atau minuman lain ( MP-ASI ) : Susu formula
sejak lahir dan Bubur susu mulai usia 2 bulan. Pada saat ini anak makan 2-3x/hari, dengan
komposisi nasi, lauk, dan sayur. Kadang-kadang suka makan mie instan 2 porsi untuk sekali
makan. Minum susu 6-7 botol/hari. Suka ngemil krupuk,roti, dll.

Jalannya Kegiatan :
1. Mendatangi rumah balita
2. Menjelaskan pada ibu serta balita tentang apa yang akan kelompok lakukan
3. Mengukur berat badan dan tinggi badan balita
4. Mencatat hasilnya
5. Melakukan plotting pada GPA laki-laki
6. Mendapatkan hasil berdasarkan indikator pertumbuhan
7. Melakukan konseling
Kendala :
1. Responden kurang mengerti pertanyaan dan penjelasan yang diberikan oleh konselor
2. Ibu kurang responsive hanya menjawab pertanyaan iya atau tidak tanpa keterangan lebih
lanjut
3. Ibu kurang mengerti dengan materi yang diberikan sehingga konselor perlu memberikan
keterangan lebih lanjut
4. Tempat konseling yang terbatas dan suasana yang panas juga mengakibatkan ketidak
nyamanan pada saat konseling

Upaya mengatasi kendala


1. Memberikan pertanyaan dan pengertian pada responden dengan bahasa yang sederhana
sehingga lebih mudah dipahami
2. Konselor lebih memberikan pertanyaan yang bersifat eksploratif sehingga responden dapat
memberikan jawaban yang dapat menjelaskan pertanyaan yang diberikan
3. Memilih waktu dan tempat yang tepat agar tidak ada gangguan dan proses konseling berjalan
dengan nyaman dan lancar.
Antropometri WHO-MGRS pada anak dengan BGM

Intrepetasi hasil
Nama ibu balita : Ny. Sabrina
Nama : An. Gilang
Jenis Kelamin : Laki – Laki
Alamat : Jalan Tanah Merah Gang Sayur 4 no.18, Surabaya
Tanggal lahir : 17 Maret 2013
Tanggal kunjungan : 19 Maret 2015
Umur :
19 03 2015
17 03 2013
02 0 2 = 2 tahun 2 hari
= 2 tahun

BB : 9,2 kg
TB : 82 cm
IMT : BB/(TB)2 = 9,2 / (82)2
= 13,68

Tabel 1. Hasil pengukuran Antropometri


Indeks Pertumbuhan Hasil Kategori
BB/U Di bawah -2 SD Berat badan kurang (underweight)
TB/U Di bawah -1 SD Normal
BB/TB Di bawah -2 SD Kurus
IMT/U Di bawah -2 SD Kurus (wasted)

Dari hasil pengukuran yang dilakukan pada balita didapatkan hasil berdasarkan indikator
TB/U yaitu Di bawah -1 SD, dimana balita ini tergolong normal. Sedangkan berdasarkan BB/U
di bawah -2 SD yaitu badan kurang (underweight). Pada indikator BB/TB dan IMT/U dengan
hasil dibawah -2 SD yaitu dengan kategori kurus.
Kesimpulan
Hasil pengukuran antropometri yang dilakukan pada tanggal 19 Maret 2015 di Posyandu
Taman Balita terhadap An. Gilang menunjukkan bahwa An.Gilang mengalam imasalah dalam
pertumbuhan yaitu BB/U dalam kategori berat badan kurang (underweight) serta BBB/TB dan
IMT/U berada dalam kategori kurus (wasted).

Lampiran Foto

Gambar 4. Penimbangan BB Gambar 5. Pengukuran TB

Konseling pertumbuhan dan pemberian makan pada anak dengan BGM


Nama Balita : An. Gilang
Umur : 24 bulan
Nama orang tua : Ny. Sabrina
Alamat : Jalan Tanah Merah Gang Sayur 4 no.18, Surabaya
Tanggal konseling : 19-03-2015

Data Kelahiran
Tanggal lahir : 17-03-2013
Umur Kehamilan : 9 bulan
Hasil pengukuran bayi saat lahir :
Berat lahir : 3 kg
Panjang badan : 48 cm
Lingkar kepala :-
Kelahiran ke :1

Jalannya kegiatan
1. Pada tanggal 19 Maret 2015, teman-teman kelompok mata kuliah gizi praktikum kelas Alih
Jenis semester 4 A datang ke lokasi posyandu (taman balita) di Kelurahan Tanah
Kalikedinding pada pukul 08.00 WIB.
2. Terdapat 3 kelompok lain yang datang ke lokasi tersebut dengan tujuan yang sama yaitu
untuk melakukan praktikum balita dengan masalah pertumbuhan khususnya yang dinyatakan
berada dalam kategori bawah garis merah menurut KMS.
3. Mahasiswa alih jenis mengenalkan diri kepada kader posyandu yang mana satu hari
sebelumnya sudah meminta izin untuk datang mengikuti kegiatan posyandu dan
mengutarakan maksud untuk mengukur antropometri balita khususnya dengan balita yang
mengalam imasalah pertumbuhan.
4. Mahasiwa alih jenis membantu sebelum kegiatan posyandu dimulai diantaranya memasang
timbangan, menyiapkan pengukur tinggi badan dan length board serta menata meja dan kursi
agar kegiatan dapat berjalan dengan teratur dan lancar.
5. Ibu dan balita mulai berdatangan mulai mendaftarkan diri kepada kader posyandu.
6. Mahasiswa alih jenis membantu proses pengukuran meliputi pengukuran berat badan,
panjang badan dan tinggi badan sesuai dengan teori yang diajarkan dimata kuliah Praktikum
Gizi dan sebagian yang lain mengambil dokumentasi selama proses pengukuran berlangsung.
7. Selama proses pengukuran berlangsung perwakilan 4 kelompok tersebut meminta izin Ibu
balita untuk melakukan konseling pada balita yang mengalami masalah pertumbuhan seusai
kegiatan posyandu berakhir.
8. Acara posyandu dimulai pada pukul 09.00 dibuka oleh sambutan kader posyandu yang
dilanjutkan menyany ilagu “AkuAnakSehat”.
9. Setelah acara dibuka dan proses pengukuran selesai ibu dan balita dipersilahkan duduk di
tempat yang telah disediakan karena akan dilanjutkan dengankegiatan penyuluhan gizi
seimbang.
10. Penyuluhan disampaikan oleh salah satu mahasiswa Alih Jenis 4A dengan tema gizi
seimbang dan contoh menu makanan dengan gizi seimbang untuk balita.
11. Selama proses penyuluhan masing-masing balita mendapatkan satu porsi menu seimbang
yang telah disediakan oleh kader posyandu.
12. Setelah penyuluhan selesai masing-masing balita mendapatkan paket PMT dan dipersilahkan
pulang kerumah masing-masing kecuali pada Ibu dan balita yang telah memberikan izin
untuk diberi konseling pertumbuhan dan pemberian makanan balita khususnya yang
mengalami masalah dalam pertumbuhan di tempat yang telah ditentukan oleh Ibu dari balita
tersebut.
13. Konseling dilakukan di Jalan Tanah Merah gang Sayur 4 No. 18 Surabaya dibuka dengan
perkenalan diri dari mahasiswa Alih Jenis semester 4A. Konseling dilakukan sesuai dengan
langkah-langkah konseling bagi ibu yang mempunyai anak kurang gizi meliputi :
a. Memastikan balita dalam keadaan sehat ( tidaksakit),
b. Mencari penyebab kurang gizi
c. Menanyakan pola makan balita dan riwayat menyusui,
d. Menanyakan pemberian makan sesuai dengan umur,
e. Menanyakan riwayat penyakit berulang,
f. Mengkaji kemungkinan penyebab masalah sosial dan lingkungan,
g. Menentukan penyebab bersama Ibu dari balita
h. Menyimpulkan hasil konseling,
i. Memberikan nasehat makanan seimbang sesuai dengan umur balita
j. Melakukan pertanyaan pemahaman kepada Ibu balita, dan
k. Anjuran untuk melakukan kunjungan rutin ke posyandu agar pertumbuhan balita dapat
terus terpantau.
14. Selama kegiatan konseling berlangsung telah direkam menggunakan kamera video.
15. Penutup ( izinberpamitan, ucapan terim akasih dan permohonan maaf serta menyerahkan
bingkisan kepada Ibu balita)

Kendala
Konselor tidak dapat melakukan konseling di lokasi posyandu taman balita dikarenakan kondisi
yang terlalu ramai dan banyak orang dan balita yang lalu lalang.

Cara Mengatasi Kendala


Konseling dilakukan di salah satu rumah teman Ny. Sabrina di Jalan Tanah Merah Gang Sayur 4
no 18 Surabaya yang tempatnya lebih tenang dan tidak terlalu ramai sehingga kondusif untuk
melakukan konseling dan perekaman gambar selama konseling dilakukan.