Anda di halaman 1dari 29

Materi kuliah

MESIN PERKAKAS
BUBUT
Part 1

Hilman Sholih, ST., MT.


Hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id
081298288765

SekolahTinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi

Proses bubut adalah : proses permesinan untuk memuat


bentuk silindris atau lubang dengan mesin bubut

Prinsip kerja :
• Benda Kerja yang berputar
• Menggunakan pahat bermata potong tunggal

Gerakan utama pada mesin bubut.


1. Gerakan pemakanan dengan pahat sejajar terhadap
sumbu benda kerja.
2. Gerakan pemakanan tegak lurus terhadap sumbu benda
kerja (surface turning).
3. Gerakan pemakanan tirus (taper turning),

(Widarto, dkk., 2008).

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Mesin bubut Bagian bagian mesin bubut

BAGIAN BAGIAN MESIN BUBUT

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Mesin bubut Bagian bagian mesin bubut

Alas/ Meja Mesin (Bed


Kepala Tetap (Head Stock) machine)

Terdapat spindle utama mesin yang Alas/ meja mesin bubut digunakan
berfungsi sebagai dudukan sebagai tempat kedudukan kepala
perlengkapan mesin bubut seperti: lepas, eretan, penyangga diam
chuck, collet, senter tetap, atau face (steady rest) dan merupakan
plate dan driving plate tumpuan gaya pemakanan pada
waktu pembubutan.

Eretan (carriage)

Kepala Lepas (Tail Stock)

Kepala lepas (tail stock) digunakan


sebagai dudukan rotary centre),
senter tetap, chuck drill dan mata
bor bertangkai tirus yang
pemasanganya dimasukkan pada
lubang tirus(sleeve) kepala lepas

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Mesin bubut Bagian bagian mesin bubut

Chuck

Collet Chuck

Penyangga Jalan
(Late-dog Penyangga Tetap

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Proses Pemotongan Mesin bubut

Turning: to produce straight, conical,


curved, or grooved workpieces (Figs.
23.la through d), such as shafts,
spindles, and pins.

Facing: to produce a flat surface at the end


of the part and perpendicular to its axis
(Fig. 23.1e), useful for parts that are
assembled with other components. Face
grooving produces grooves for applications
such as O-ring seats (Fig. 23.1f).

Cutting with form tools: (Fig. 23.1g)


to produce various axisymmetric
shapes for functional or aesthetic
purposes.

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Proses Pemotongan Mesin bubut

Boring: to enlarge a hole or


cylindrical cavity made by a previous • Drilling: to produce a hole
(Fig. 23.1i), which may be
process or to produce circular internal followed by boring to
grooves (Fig. 23.1h). improve its dimensional
accuracy and surface finish.

Parting: also called


cutting off, to cut a
piece from the end of a
part, as is done in the
production of slugs or
blanks for additional Knurling: to
processing into discrete produce a regularly
products (Fig. 23.1j). shaped roughness
on cylindrical
surfaces, as in
Threading: to making knobs and
produce external or handles (Fig. 23.1l).
internal threads (Fig.
23.1k).

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Jenis jenis proses bubut dan mata
Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi potongnya

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Pahat Bubut

Rake angle, berpengaruh terhadap


pengontrolan arah dari aliran beram dan
mempengaruhi kekuatan dari mata pisau.
Rake angle positif dapat mengurangi gaya
yang terjadi dan menurunkan temperature
pemotongan.

Cutting edge angle, mempengaruhi pada


pembentukan beram, kekuatan pahat, dan
gaya pemotongan .

Nose radius, mempengaruhi kehalusan


permukaan dan ketahanan mata pisau.
Bila radiusnya semakin kecil maka
permukaan benda kerja semakin kasar dan
ketahanan pahat akan menurun.

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Right hand cutting tools

Designations for a Right-Hand Cutting Tool

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Right hand cutting tools

General Recommendations for Tool Angles in Turning

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Elemen dasar Mesin bubut

Keterangan :

Benda kerja :
do = diameter mula ; mm
dm = diameter akhir; mm
lt = panjang pemotongan; mm

Pahat :
χr = sudut potong utama/sudut masuk

Mesin Bubut :
a = kedalaman potong, mm
f = gerak makan; mm/putaran
n = putaran poros utama; putaran/menit

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Parameter mesin bubut

Parameter yang dapat diatur pada mesin bubut

Tiga parameter utama pada setiap proses bubut adalah :


1. kecepatan putar spindel (speed)
adalah gerakan berputar benda kerja (putaran spindel atau
sumbu utama)
2. gerak makan (feed)
adalah jarak yang ditempuh oleh pahat setiap benda kerja
berputar satu kali. Satuan f adalah mm/putaran
3. kedalaman potong (depth of cut)
adalah tebal bagian benda kerja yang dibuang dari benda kerja,
atau jarak antara permukaan yang dipotong terhadap permukaan
yang belum terpotong. Gerak makan (f) dan kedalaman potong (a)

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Elemen dasar Mesin bubut

Elemen dasar dapat dihitung dengan rumus-rumus sebagai berikut:

a. Kecepatan potong (v) c. Waktu pemotongan (tc)


N : putaran spindle (rpm)
𝜋. 𝑑. 𝑁 𝑚𝑚 f : feed per rev
𝑣= ( ) 𝑙𝑡
1000 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑡𝑐 = (𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡) d : depth of cut
𝑣𝑓 lt : panjang pemotongan
𝑑0 − 𝑑𝑚
𝑑=
2

d. Kecepatan menghasilkan tatal


b. Kecepatan makan (𝑓𝑓 )

𝑚𝑚 𝑐𝑚3
𝑓𝑓 = 𝑓. 𝑁 ( ) 𝑍 = 𝐴. 𝑣 ( )
𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Tabel kecepatan potong

https://suryaputra2009.wordpress.com/2011/11/30/penghitungan-putaran-mesin/

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Definisi Contoh soal

Contoh soal
Jawaban :
Suatu benda kerja berbahan st. 50 memiliki diameter
awal 32 mm akan dibubut menjadi diameter 28 mm. 𝑉𝑐 =
𝜋.𝐷.𝑛
 𝑛=
1000.𝑉𝑐
Berapa kecepatan putarnya jika pahat yang dipakai 1000 𝜋.𝐷

berbahan HSS?
1000. 𝑉𝑐 1000.16
𝑛𝑚𝑖𝑛 = = = 170 𝑟𝑝𝑚
𝜋. 𝐷 𝜋. 30
Diketahui :
Proses : bubut 1000. 𝑉𝑐 1000.26
Bahan : st. 50 𝑛𝑚𝑎𝑥 = = = 276 𝑟𝑝𝑚
𝜋. 𝐷 𝜋. 30
Pahat : HSS (Vc = 16 ~ 26 m/menit
Jadi :
Ditanya : Rpm min : 170 rpm
Berapa n maksimal dan m minimal Rm maks : 276 rpm

https://suryaputra2009.wordpress.com/2011/11/30/penghitungan-putaran-mesin/

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Material Removal Rate

Material Removal Rate (MRR)

MMR : Volume material terbuang dalam satuan waktu.


Dalam setiap putaran benda kerja, ada material terbuang
dama bentuk ring dengan mengikuti persamaan :

• 𝐴=𝑓∗𝑑
𝑀𝑀𝑅
• = 𝐴 ∗ 𝑡𝑟𝑎𝑣𝑒𝑙 = 𝜋. 𝐷𝑎𝑣𝑔 . 𝑓. 𝑑
𝑟𝑒𝑣

A : x-sectional area
F : jarak mata potong berjalan dalam satu putaran
Travel : rata rata keliling ring

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Gaya gaya pada proses bubut

Forces in Turning

Three forces acting on a cutting tool :

• Cutting force, Fc: acts downward on the tool tip. This is


the force that supplies energy required for cutting
operation. It can be calculated, using Table 21.2.
• Thrust force, Ft: acts in longitudinal direction. This force
is also called the feed force because it is in the feed
direction.
• Radial force, Fr: acts in radial direction and tends to push
the tool away from the workpiece

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Material removal rate Contoh soal

Material Removal Rate (MRR)

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Parameter mesin bubut

Summary of Turning Parameters and Formulas

• N = Rotational speed of workpiece, rpm


• ƒ = Feed, mm/rev or in/rev
• υ = Feed rate, or linear speed of tool along workpiece length, mm/min or in/min = ƒN
• V = Surface speed of workpiece, m/min or ft/min = π DoN (for max speed)= π DavgN (for average speed)
• l = Length of cut, mm or in
• Do = Original diameter of workpiece, mm or in
• Dƒ = Final diameter of workpiece, mm or in
• Davg = Average diameter of workpiece, mm or in = (Do + Dƒ)/2
• d = Depth of cut, mm or in = (Do - Dƒ)/2
• t = Cutting time, s or min = L/ƒN
• MRR = mm3/min or in.3/min = π Davg d ƒN
• Torque = N. m or lb.ft = (Fc) (Davg/2)
• Power = k W or hp = (Torque) (ω), where ω = 2 πN radians/min

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Material removal rate Contoh soal
Range of Applicable Cutting Speeds and Feeds for Tool
Materials

Figure 23.6 The range of


applicable cutting speeds and
feeds for a variety of tool
materials.

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Parameter mesin bubut General recommendation

General Recommendations for Turning Operations

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Parameter mesin bubut General recommendation

General Recommendations for Turning Operations, con’t.

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Parameter mesin bubut Contoh soal

General Recommendations for Turning Operations, con’t

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Material removal rate General recommendation

Specific energy for cutting

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Parameter mesin bubut General recommendation

General Recommendations for Cutting Fluids for Machining

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Material removal rate Contoh soal

Contoh soal Material-removal Rate and Cutting Force in Solution:

Turning. a. Kecepatan potong

V = πDON = (3.14*12.5*400)/1000 = 15.7 m/min


Batang baja stainless steel 304 memiliki panjang 150
b. MRR
mm, diameter 12,5 mm. Diameternya akan dikurangi
menjadi 12,0 mm dengan mesin bubut. Spindel berputar The cutting speed at the machined diameter is

pada N = 400 rpm, dan pahat bergerak pada kecepatan V = πDON = (3.14*12.0*400)/1000 = 15.1 m/min

aksial 200 mm / menit. the depth of cut is d = (12.5-12) / 2 = 0.25mm


Hitung
the feed is f = 200/400 = 0.5 mm/rev.
a. kecepatan potong,
MRR = π DavgdƒN = 3.14*12.25*0.25*0.5*400 = 1924
b. tingkat pelepasan material (MRR),
-6
mm3/min = 2*10 m3/min
c. waktu pemotongan,
-6
d. daya, dan MRR = dfV = 0.25 * 0.5 * 15.7*1000 = 2*10 m3/min

e. gaya potong.

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Material removal rate Contoh soal

c. Waktu pemotongan
Waktu pemotongan aktual (t) = L / fN = 150 / 0.5*400 = 0.75 min

d. Daya
The specific energy for stainless steel from table is 4 W.S/mm3
The power needed is P = U * MRR
= (4 * 1924) / 60 = 128 watt
One watt = 1 N.m/sec = 60 N.m/min
So the power p = 128*60 = 7680 N.m/min
Power = (Torque) (ω),
Torque = 7680 / 2*3.14*400 = 3.1 N.m

e. Gaya potong
Torque = Fc * (Davg/2)
Fc = (2*torque) / Davg
= 2 * 3.1 / (12.25/1000)
= 506 N

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia


Mesin Perkakas Proses Bubut Referensi

http://www.dpy.my.id/2015/03/geometri-pahat-bubut.html
Priyatno MPd, Proses pembubutan logam
Ch23-MACHINING-PROCESS-turning-and-Hole-Making2_internet

hilmansholih@sttmcileungsi.ac.id_Prodi Teknik Mesin_Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi_Bogor Indonesia