Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KELOMPOK

SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA


Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu
Pengetahuan Alam 1
Dosen Pengampu: Setyo Eko Atmojo, M.Pd.

DISUSUN OLEH:

AMALIA RIZA AYU SAPUTRI (14144600267)


ANISA KHAFIDA (14144600207)
MADINATUL MUNAWAROH (14144600187)
NENI LASTANTI (14144600209)
RAHARDHIKA ADHI NEGARA (14144600182)
RIZKI UTAMI (14144600210)

A5-14
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2015

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam hidupnya, organism memrlukan makanan dan oksigen
untuk melangsungkan metabolisme. Proses metabolisme, selain
menghasilkan zat yang berguna, juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang
harua di keluarkan dalam tubuh. Bahan – bahan yang di perlukan tubuh
seperti makanan dan oksigen serta hasil metabolisme dan sisa – sisanya, di
angkut dan di edarkan di dalam tubuh melalui system peredaran darah.
Hasil pencernaan makanan dan oksigen di angkut dan di edarkan oleh
darah ke seluruh jaringan tubuh. Sebaliknya, sisa – sisa metabolism di
angkut oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ- organ
pembuangan.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan-rumusan masalah yang kami ambil adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan darah?
2. Bagaimana cara kerja trombosit?
3. Apa saja kelainan dan gangguan pada system peredaran darah?

C. Tujuan
1. Pembaca dapat memahami cara kerja darah.
2. Pembaca dapat memahami bagian – bagian perdaran darah.
3. Pembaca dapat mengetahui kelainan dan gangguan pada system
peredaran darah.

2
BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM PEREDARAN DARAH

Sistem transportasi pada manusia terdiri dari sistem peredaran darah dan sistem
peredaran getah bening. Sistem peredaran darah pada manusia terdiri atas darah
dan alat-alat peredaran darah. Darah terdiri dari bagian yang berupa cairan dan
bagian yang berupa sel-sel darah. Alat peredaran darah terdiri dari jantung dan
pembuluh darah. Pembuluh darah meliputi pembuluh arteri, pembuluh vena, dan
pembuluh kapiler.

A. Darah
Apakah yang sebenarnya disebut dengan darah? Darah adalah cairan tubuh
yang terdapat di dalam pembuluh darah. Darah terdiri atas cairan atau plasma ±
55% dan sel-sel darah ± 45%. Umumnya volume darah manusia lebih kurang
8% dari berat badannya. Para orang dewasa yang beratnya 65kg, volume
darahnya lebih kurang 5 liter.
a. Plasma darah
Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis darah
sehingga dengan sendirinya jumlahnya dalam tubuh akan diatur, misalnya
dengan proses ekskresi. Plasma darah juga bertugas membawa sari-sari
makanan,sisa metabolisme, hasil sekresi, dan beberapa gas.
Pada manusia, plasma darah mengandung sekitar 92% air, protein,
dan senyawa organik lainnnya. Selain itu terdapat juga garam anorganik,
terutama NaCL. Protein yang larut dalam darah disebut protein darah,
terdiri atas albumin, globulin, dan protein pembentuk darah. Molekul-
molekul ini cukup besar sehingga tidak dapat menembus dinding kapiler.
Plasma darah yang tidak mengandung protein pengumpal darah (misalnya
fibrinogen dan protrombin) disebut serum. Dalam serum terdapat antibodi,
yaitu protein (dibahas dalam bab sistem pertahanan tubuh) yang membantu
melawan infeksi.

3
b. Butiran Darah
Butiran darah terdiri atas eritrosit, leukosit, dan trombosit.
Eeritrosit atau sel darah merah berfungsi untuk mengaangkut oksigen.
Leukosit atau sel darah putih berfungsi untuk membunuh bibit penyakit.
Trombosit atau keping darah berfungsi untuk membekukan darah.

c. Sel darah merah (eritrosit)


Sel darah merah (eritrosit) berbentuk pipih dengan garis tengah
7,5µm. eritrosit cekung dibagian tengahnya (bikonkaf)dan tidakberinti.
Setiap 1mm³ (ml) darah mengandung lebih kurang 5 juta sel darah merah.
Sel daraah merah mengandung hemoglobin (Hb). Hemoglobin atau
zat warna darah adalah suatu protein yang mengandung unsur zat besi.
Fungsi utama Hb adalah mengikat oksigen. Oksigen tersebut diangkut dari
paru-paru dan diedarkan di seluruh sel tubuh. Hb yang telah mengikat
oksigen membentuk oksihemogoblin. Hb yang mengikat oksigen akan
berwarna merah cerah. Sebaliknya jika menghikat karbondioksida hb
berwarna merah tua keunguan . secara sederhana dapat dikatakan bahwa di
paru-paru terjadi reaki antara oksigen dengan hemogoblin sebagai berikut.
Sel darah merah dibentuk oleh sum-sum merah tulang pada tulang
pipa dan tulang pipi. Pada saat fetus di dalam kandungan , sel darah merah
di bentuk di dalam hati dan limpa. Sel darah merah berumur lebih kurang
120 hari dan kemudian menjadi usang.

d. Sel darah putih (leukosit)


Sel darah putih (leukosit) tidak mempunyai bentuk tetap, tidak
mempunyai Hb dan umumnya tidak berwarna . Sel darah putih ukuranya
lebih besar daripada sel darah merah dan mempunyai inti sel . Garis
tengahnya antara 9-15um/ Dalam setiap mm darah terdapat sekitar 8.000
sel darah putih. Fungsi utama darah putih adalah untuk melawan kuman
yang masuk ke dalam tubuh dan untuk membentuk zat antibodi. Cara
mengatasi kuman , sel darah putih ada yang bersifat fagosit dan ada yang
berupa limfosit.

4
1. Fagosit
Yang di maksud fagosit adalah monosit ,basofil,eosinofil,neotrofil.
Fagosit bergerak mirip amoeba dan dapat keluar melewati dinding
kapiler menuju jaringan sekitarnya. Fagosit menghancurkan kuman
dengan cara memakanya. Apabila kalah, fagosit, dan kuman yang
mati akan di keluarkan dalam bentuk nanah (abses).
2. Limfosit
Limfosit yang di bentuk di sum-sum tulang akan berpindah ke
buku limfa. Limfosit mempunyai nukleus besar yang hampir
memenuhi seluruh sel. Limfosit menyerang kuman dengan
menghasilkan antibodi. Antibodi adalah Zat pelawan benda asing
yang masuk ke tubuh. Antibodi akan beraksi dengan kuman sehingga
membentuk gumpalan. Gumpalan antibodi dan kuman akan di makan
oleh fagosit. Beberapa kuman menghasilkan racun. Untuk
menetralkan racun tersebut. Limfosit akan menghasilkan antibodi
yang disebut anti toksin.

e. Keping-keping Darah (Trombosit)


Apabila tubuh terluka, sesaat kemudian darah akan membeku.
Darah dapat membeku karena di dalam darah terdapat keping darah atau
trombosit. Trombosit bukan merupakan sel, bentuknya tidak teratur dan
tidak berinti. trombosit berukuran kecil, dari setengahnya lebih kurang 2-
4um. Dalam setiap mm darah terdapat lebih kurang 25.000 – 300.000
darah. Umur trombosit sekitar 5 – 9 hari.
Trombosit berperan dalam pembekuan darah. Apabila darah keluar
karena terluka, maka trombosit akan pecah karena bersentuhan dengan
permukaan kasar dari pembulu darah yang luka. Di dalam trombosit
terdapat enzim yang di sebut Trombokinase atau Tromboplastin. Enzim
trombokinase akan mengubah protombin (calon trombin) menjadi trombin
karena pengaruh ion kalsium dalam darah. Trombin akan mengubah
protein darah (fibinogen) menjadi benang-benang fibrin. Benang – benang
fibrin akan menjaring sel-sel darah sehingga luka tertutup dan tidak

5
mengeluarkan darah. Setelah fibrinogen keluar dari plasma, plasma hanya
tinggal cairan kekuningan yang disebut serum. Darah yang membeku
kemudian kering dan membekas membentuk keropeng. Setelah terbentuk
kulit baru, teropeng akan lepas.
Protombin adalah senyawa protein yang dibentuk di hati.
Pembentukan senyawa ini dipengaruhi oleh vitamin K. Oleh sebab itu,
sesorang yang kekurangan vitamin K darahnya sukar membeku apabila
bterjadi luka. Mengapa demikian? Untuk jelasnya perhatikan bagan proses
pembekuan darah tersebut.

Luka, terombosit pecah keluar trombokinase


on C ⁺ dan vitamin K

protombin menjadi trombin

fibrinogen menjadi fibrin

Proses perubahan promtombin menjadi


thrombin dipengaruhi oleh suatu pengaktif. Pembentukan ini di pengaruhi
oleh protein antihemofilik.jika secara genetic atau turunan seseorang tidak
mampu membentuk protein hemofilik, maka jika luka, darah akan susah
membeku kelainan ini di sebut Hemofilia. Jadi hemophilia merupakan
kelaianan atau cacat menurun.

f. Fungsi darah
Seperti telah di uraikan di atas, darah terdiri atas banyak komponen.
Setiap komponen mempunyai fungsi tertentu sebagai berikut :
1. Sebagai alat pengangkut
a) Sel – sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen dari paru-
paru ke jantung dan ke seluruh sel-sel tubuh.
b) Plasma darah mengangkut :
(1) Sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh.

6
(2) Karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.
(3) Urea dari hati ke ginjal untuk dikluarkan bersama urin.
(4) Hormon dari kelenjar hormon ke seluruh tubuh.
2. Alat pertahanan melawan infeksi
a) Fagosit melawan kuman.
b) Limfosit menghasilkan antibodi untuk membunuh kuman. Limfosit
dapat pula menghasilkan anti toksin untuk menetralkan racun.
3. Melakukan pembekuan darah. Dalam proses pembekuan darah yang
berperan penting adalah trombosit.
4. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, berkisar
37°C, walaupun suhu lingkungan berubah. Hal ini terjadi karena ada
penyebaran ada energy panas secara merata oleh darah. Peristiwa
menggigil pada saat kedinginan dan berkeringat pada saat kepanasan
merupaka cara untuk menjaga agar suhu tubuh tetep stabil.

B. Alat Peredaran Darah


1. Jantung

NO Faktor Sel Darah Merah Sel Darah Putih Keping Darah


Pembeda (Eritrosit) (Leukosit) (Trombosit)
1 Tempat Sumsum tulang Sumsum tulang Sumsum tulang
produksi dan buku limfa
2 Jumlah 5.000.000/mmᶟ 7.000/mmᶟ 250.000/mmᶟ
3 Ukuran 7,5 μm 5 – 9 μm 2 – 4 μm
4 Bentuk Cakram bikonkaf Tidak beraturan Tidak beraturan
5 Struktur . tanpa nucleus . mempunyai . tanpa nucleus
. mempunyai nucleus . tanpa
hemoglobin . tanpa hemoglobin
hemoglobin

7
6 Fungsi Membawa oksigen . fogosit Pembekuan
dari paru – paru ke memakan kuman darah
seluruh bagian tubuh . limfosit
menghasilkan
antibody untuk
membunuh
kuman

Jantung terletak didalam rongga dada agak ke sebelah kiri. Besar


jantung kira-kira sekepalan tangan masing-masing individu. Bagian
dalam jantung Jantung terletak didalam rongga dada agak ke sebelah
kiri. Besar jantung kira-kira sekepalan tangan masing-masing individu.
Bagian dalam jantung berongga. Jantung manusia terbagi menjadi 4
rongga, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, bilik kiri.
Dinding rongga jantung tersusun atas otot jantung. Antara serambi
dan bilik di batasi oleh suatu sekat yang berkatup. Katup yang sebelah
kanan disebut kutub trikustripidalis yang terdiri atas 3 kelopak atau
kuspa. Katub yang sebelah kiri disebut katup bikuspidalis yang terdiri
atas dua kelopak atau kuspa. Katup-katup tersebut berfungsi untuk
menjaga agar darah dari bilik tidak mengalir kembali ke serambi.

2. Pembuluh darah
Darah kita berada dalam pembuluh darah. Berdasar fungsinya,
pembuluh darah di bedakan atas pembulu nadi (arteri) dan pembuluh
balik (vena). Arteri dan vena dihubungkan oleh pembuluh kapiler.
 Pembuluh Nadi (Arteri)
Pembuluh nadi arteri adalah pembuluh yang membawa
darah keluar dari jantung. Umumnya pembuluh nadi mengalirkan
darah yang mengandung banyak oksigen. Pembuluh nadi terletak
agak dalam dari permukaan tubuh. Dinding pembuluh nadi kuat
dan elastis, terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan luar, tengah, dan
dalam. Laipsan luar tipis tetapi kuat. Lapisan tengah tersusun atas

8
sel-sel otot polos. Lapisan dalam tersusun atas satu lapis
endothelium. Jika kita meraba nadi, denyut jantung akan terasa.
Jika nadi terluka, darah akan memancar. Pembuluh nadi yang
keluar dari bilik kiri jantung di sebut aorta. Aorta mengalirkan
darah kaya oksigen (O₂) kesuluruh tubuh. Aorta memilikisatu
kutub dekat jantung. Kutub tersebut menjaga agar darah tidak
mengalir kembali ke jantung. Aorta disebut pula pembuluh nadi
utama, aorta bercabang menjadi pembuluh nadi ke seluruh tubuh.
Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kanan paru-paru di
sebut arteri paru-paru (arteria pulmonalis). Pembuluh nadi ini
bercabang dua menjadi pembuluh nadi paru-paru kiri dan
pembuluh nadi paru-paru kanan. Pembuluh nadi ini membawa
membawa darah yang kaya karbin dioksida (CO₂). Jadi, semua
arteri mengalirkan darah yang kaya oksigen kecuali arteri paru-
paru (arteria pulmonalis). Karbon dioksida di lepaskan oleh darah
di paru-paru, sedangkan oksigen di tangkap oleh HB. Darah yang
kaya oksigen di alirkan oleh vena paru-paru (vena pulmonalis)
menuju ke jantung melalui serambi kiri.

 Pembuluh Balik (Vena)


Pembuluh balik vena adalah pembuluh yang membawa
darah menuju jantung. Darah yang diangkut banyak mengandung
karbondioksida. Umumnya, pembuluh balik terletak dekat
permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya
tipis dan tidak elastis. Denyut jantung tidak terasa. Pembuluh balik
mempunyai katup di sepanjang pembuluhnya. Katup ini brfungsi
agar darah tetap mengalir satu arah menuju jantung dan tidak
berbalik.
Jika pembuluh balik terbuka, darah tidak memancar tetapi
merembes. Pembuluh balik dari seluruh tubuh bermuara menjadi
satu pembuluh balik besar yang di sebut vena cava. Pembuluh balik
vena cava ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Pembuluh

9
balik mengalirkan darah yang banyak mengandung karbon
dioksida. Sebagai mana di singgung di atas, darah kaya karbon
dioksida ini akan di bawa oleh pembuluh nadi dari jantung ke paru-
paru.
Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir
ke jantung lagi melalui pembuluh balik paru-paru vena pulmonalis.
Pembuluh balik paru-paru ini membawa darah yang kaya oksigen
(O₂). Jadi, semua pembuluh balik darahnya mengandung karbon
dioksida kecuali vena pulmonalis.

 Pembuluh Kapiler
Pembuluh kapiler menghubungkan pembuluh nadi dan
pembuluh balik. Pembuluh kapiler berhubungan langsung dengan
sel-sel tubuh. Oksigen dan sari-sari makanan dari pembuluh kapiler
dimasukan kedalam sel. Selanjutnya karbon dioksida, uap air, dan
sisa pembakaran dari sel diambil oleh pembuluh kapiler untuk di
angkut ke paru-paru dan alat pengeluaran lainnya untuk di
keluarkan oleh tubuh. Dinding pembuluh kapiler tersusun atas satu
lapis sel endothelium. Dinding kapiler yang sangat tipis ini
berfungsi untuk mempertukarkan zat. Ukuran lubang yang kecil
menyebabkan aliran berjalan lambat.
Hal tersebut memungkinkan berlangsungnya proses difusi
gas pernapasan dan pertukaran makanan dengan zat sisa
metabolisme. Ukuran pembuluh kapiler paling kecil namun
jumlahnya sangat besar dan dierkiran luas permukaannya mencapai
600 m².

C. Peredaran Darah
1. Peredaran Darah Kecil
Peredaran kecil adalah peredaran yang di mulai dari jantung
menuju paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung. Darah yang kaya
karbon dioksida dari jaringan tubuh menuju serambi kanan kemudian

10
ke bilik kanan. Kemudian bilik kanan memompa darah ke paru – paru
melalui arteri paru – paru, sedangkan oksigen dari paru – paru masuk
ke darah. Kemudian, darah yang kaya oksigen mengalir kembali ke
jantung melalui vena paru – paru dan masuk ke serambi kiri jantung.
Perhatikan skema di bawah ini peredaran darah kecil,

Jantung  Paru – paru  Jantung


(Bilik kanan) (Serambi kiri)

2. Peredaran Darah Besar


Peredaran darah besar ialah peredaran darah dari bilik kiri jantung
keseluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung. Bilik
kiri jantung berkontraksi memompa darah kaya oksigen. Darah
tersebut keluar dari jantung melalui aorta kemudian ke seluruh tubuh,
kecuali ke paru – paru. Pertukaran terjadi pada saat darah sampai di
kapiler organ. Setelah mengalir melewati kapiler, darah menjadi kaya
karbon dioksida. Darah tersebut di angkut oleh vena cava masuk ke
serambi kanan. Berikut ini skema peredaran darah besar,

Jantung  Seluruh tubuh  Jantung


(Bilik kiri) (Serambi kanan)

D. Penggolongan Darah
Orang pertama kali menggolangkan darah menurut system
ABO (baca: a, b, dan nol) adalah karl Landsteiner (Austria, 1868 – 1947).
Darah dapat di golongkan ke dalam 4 golongan besar yaitu golongan darah
A, B, AB, dan 0 (nol).
Penggolongan darah tersebut berdasarkan kandungan
aglutinogen dan aglutinim di dalam darah. Aglutinogen adalah protein di
dalam sel darah merah yang dapat di gumpalkan oleh aglutinim. Ada dua
macam aglutinogen, yaitu aglutinogen A, aglutinogen B.

11
Aglutinium adalah protein di dalam plasma darah yang dapat
menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin merupakan zat anti bodi. Ada dua
macam agglutinin, yaitu aglutinin α dan aglutinin . aglutinin β disebut jug
sebagai serum anti B atau penggumpal aglutinogen B. Penggolongan darah
system ABO berdasarkan ada atau tidaknya aglutinogen dan aglutinin
tertera pada tabel

NO. Golongan Aglutinogen Aglutinin


Darah
1 A A Β
2 B B Α
3 AB A dan B Tidak Ada
4 0 Tidak Ada αd nβ

1) Golong n d r h A meng ndung glutinogen A d n glutinogen β.


2) Golong n d r h B meng ndung glutinogen B d n glutinogen α.
3) Golongan darah AB mengandung aglutinogen A dan B, tetapi tidak
meng ndung glutinogen α d n β.
4) Golongan darah 0 tidak mengandung aglutinogen A dan B, tetapi
meng ndung glutinogen α d n β.

E. Transfusi Darah
Orang yang banyak kehilangan darah, misalnya karena kecelakaan
atau sedang menjalani operasi, memerlukan tambahan darah melalui
transfuse darah. Sebelum transfuse darah, harus di ketahui terlebih dahulu
goongan darahnya. Dengan demikian dapat di ketahui golongan darah
apakah yang cocok untuk di transfusikan kepada orang tersebut. Orang
yang mendonorkan darahnya di sebut donor, sedangkan orang yang
menerima darah di sebut resipien. Darah resipien akan menolak darah
donor apabila golongan darah donor tidak sesuai dengan golongan darah
resipien. Penolakan di tandai dengan terjadinya penggunmpalan darah.

12
Golongan darah 0 di katakan sebagai golongan darah universal,
karena dapat di transfusikan ke semua golongan darah. Sebaliknya,
golongan darah AB di katakan sebagai resipien universal, karena dapat
menerima semua golongan darah. Namun harus di sadari, bahwa transfusi
darah yang baik adalah transfuse darah sejenis. Artinya golongan darah A
untuk golongna darah A, golongan darah B untuk golongan darah B, dan
seterusnya. Hanya jika terpaksa, golongan darah 0 dapat dapat di berikan
ke semua golongan darah, dan golongan darah AB dapat menerima dari
semua golongan darah.

F. KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN


DARAH
Kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah antara lain:
1. Anemia (kurang darah), dikarenakan kurangya kadar Hb atau
kurangnya jumlah eritrosit dalam darah.
2. Varises adalah pelebaran pembuluh darah di betis.
3. Hemoroid (ambeien), adalah pelebaran pembuluh darah di sekitar
dubur (anus).
4. Arteriosklerosis, adalah pengerasan pembuluh nadi karena timbunan
atau endapan kapur.
5. Atherosklerosis, ialah pengerasan pembuluh nadi karena endapan
lemak.
6. Embolus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang
bergerak.
7. Trombus, ialah tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak
bergerak.
8. Hemofilia, yaitu kelainan darah sukar membeku karena faktor
hereditas atau keturunan.
9. Leukimia (kanker darah), ialah bertambahnya leukosit secara tak
terkendali.
10. Penyakit kuning pada bayi (eritroblastosis fetalis), adalah rusaknya
eritrosit bayi atau janin akibat aglutinasi dari antibodi ibu, apabila ibu

13
bergolongan darah Rh- dan embiro Rh+. Penyakit ini terjadi pada
kandungan kedua, jika kandungan pertama embiro juga bergolongan
darah Rh+.
11. Penyakit jantung koroner (PJK), yaitu penyempitan arterikoronaria
yang mengangkut O2 ke jantung.
12. Talasemia, merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk
hemoglobin yang bersifat menurun.

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas darah,
pembiluh darah, jantung sebagai pusat peredaran, pembuluh-pembuluh
darah (arteri,kapiler) dan darah itu sendiri. Dan darah manusia terdiri dari
plasma darah dan sel-sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah
putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). Didalam sel darah merah
terdapat pigmen protein pengikat oksigen dan karbondioksida, yaitu
hemoglobin. Sel darah putih terdiri dari leukosit gronulosit (Netrofil,
eosinofil, basofil) dan leukosit agranulosit (monosit, limfosit).
Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalamnya terdapat
antibody (kekebalan).
Ada dua jenis sistem peredaran darah:
1. Peredaran darah panjang/besar/sitemik adalah peredaran darah yang
mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikal) kiri jantung
lalu diedarkan keseluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan
karbondioksida dijaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida
dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal adalah peredaran darah yang
mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali lagi
kejantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan
ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah
tersebut bertukar dengan darah yang kaya oksigen yang selanjutnya
akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

15
DAFTAR PUSTAKA

Istamar Syamsuri, dkk. 2004. Sains Biologi SMP. Ciracas Jakarta:Erlangga.


D.A Pratiwi. 2006. Biologi untuk SMA kelas XI. Ciracas Jakarta:Erlangga.
Amien, Moh. 2009. Biologi SMA. Jakarta:Bailmu.

16

Anda mungkin juga menyukai