Anda di halaman 1dari 16

http://www.4shared.com/document/KH3KNdHZ/3_Modul_Maple.

html
BAB I. PENGENALAN MAPLE
     

Maple merupakan software dikembangkan oleh Waterloo Maple Inc untuk


menyelesaikan masalah matematika. Maple berjalan pada sistem operasi keluarga
Windows dan cukup mudah untuk digunakan. Perintah-perintah seperti cut, copy,  dan
paste bisa menggunakan hotkey seperti di Windows. Sebelum masuk ke perintah-
perintah yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah, khususnya untuk Kalkulus
I, terlebih dahulu kita harus memahami lingkungan Maple. Saat pertama kali
menjalankan, Maple akan langsung membuka jendela perintah (command window) dan
di sebelah kiri ada tanda [>, pertanda Maple siap menerima perintah. 

1.1 Aturan Dasar


Setiap akhir baris perintah harus diakhiri dengan tanda titik koma (;) dan untuk eksekusi
perintah digunakan tombol Enter. 

1.2. Maple bersifat sensitif


Arti dari sensitif adalah Maple membedakan perintah yang ditulis dengan huruf besar
dan perintah yang ditulis dengan huruf kecil, secara khusus perbedaan ini hanya ada di
huruf pertama perintah. Secara umum, perintah yang diawali dengan huruf besar
digunakan untuk mendefinisikan atau membentuk permasalahan matematika sedangkan
perintah yang diawali  dengan huruf kecil digunakan untuk mencari atau menghitung
nilai operasi yang kita inginkan.

Contoh:
perintah Diff( ) digunakan untuk membentuk turunan suatu fungsi.
perintah diff( ) digunakan untuk mencari turunan suatu fungsi.
Penerapan di Maple untuk , akan dicari turunan dari
[> Diff(x^2,x);    diawali huruf besar, membentuk turunan dari , output

1
Maple sbb: 
[> diff(x^2,x);    diawali huruf kecil, mencari turunan dari , output Maple sbb: 
 
1.3. Dalam satu baris perintah bisa dimuat lebih dari satu perintah.

Contoh:
[> Int(x^3+1,x);
[> value(%);
[> Diff(2*x^2,x);
[> value(%);
Daripada menuliskan tiga perintah dalam tiga baris yang berbeda, akan sangat efisien
kalau dituliskan dalam satu baris saja.
[> Int(x^3+1,x); value(%); Diff(2*x^2,x); value(%);
Output dari Maple akan dituliskan berurutan dari atas ke bawah sesuai urutan perintah. 
 
 
 

2
BAB II. DASAR MAPLE

      Dalam Maple setiap perintah akan berbentuk perintah( ); perintah di sini


menyesuaikan perintah yang digunakan. Di dalam kurung berisi permasalahan
matematika, dan parameter yang diperlukan.

2.1. Aturan Dasar Operasi Matematika dalam Maple


Bentuk a disajikan sebagai perkalian a dengan , bentuk disajikan sebagai a dikali x
pangkat n.
penulisan  biasa penulisan Maple
penjumlahan + +
pengurangan - -
perkalian x *
pembagian : atau / /
pangkat                                axn a*x^n
trigonometri sin x sin(x)
(sin x)n (sin(x))^n
invers fs. trig. arc sin x   atau arcsin(x)
hyperbolic sinh x sinh(x)
cosech x csch(x)
pi                                                                           pi     (untuk symbol)
pi                                                                           Pi     (untuk bilangan)
akar pangkat dua                                                sqrt(x)
nilai mutlak  |x| abs(x)
tak hingga infinity
pemberian nilai x=a x := a
logaritma log x log(x)
ln x ln(x)
log10 x log10(x)
log[b] x log[b](x)
exponential, e exp(x) 

3
Perintah log(x) sama dengan perintah ln(x). Sedangkan log10(x) adalah logaritma basis
sepuluh, yaitu yang umum kita gunakan jika kita menuliskan log x. Jadi hati-hati
mengingat perintah ini. log[b](x) adalah logaritma basis b adalah sebarang bilangan
dengan b>0 dan x>0. 
Ingat, pemberian nilai suatu variabel dalam Maple digunakan tanda titik dua sama
dengan ( := ), bukan tanda sama dengan ( = ). 
Perintah restart; digunakan untuk membersihkan memori yang dikelola oleh Maple.
Setelah kita menjalankan perintah restart; maka semua penghitungan (computasi)
sebelumnya akan dihapus. 

2.2. Memanggil Menu Help.


Untuk memanggil menu Help, kita bisa gunakan pada bagian menu, yaitu bagian paling
atas dan paling kanan. Atau cara yang lebih cepat, kita bisa juga memanggil Help
langsung dari jendela perintah. Caranya ketikkan tanda tanya " ? " diikuti bagian yang
ingin kita tanyakan.

Contoh :
> ? diff
Perintah di atas meminta Maple menunjukkan menu Help untuk diferensial (turunan).
Untuk perintah memanggil Help, kita tidak perlu menambahkan tanda titik koma " ; " di
akhir perintah.
> ? plot
Perintah di atas untuk memanggil Help untuk plot.
Jika kita tidak menambahkan bagian yang ingin kita tanyakan, artinya kita hanya
mengetikkan tanda tanya, maka Maple akan membukakan Help untuk deskripsi syntak,
tipe data, dan function yang ada di Maple.
> ? 
 

4
BAB III. MAPLE UNTUL KALKULUS I 

3.1. Fungsi Komposisi


Syntak yang digunakan adalah (f@g)(x); .
f , g  : sebarang fungsi
x : variable

Contoh:
[> f:=x^2+5; 
[> g:=2*x^3+2*x; 
[> (f@g)(x); 
Perhatikan, hati-hati membedakan tanda perkalian x dengan variabel x. 

3.2. Menggambar Grafik Fungsi.


3.2.1. Satu fungsi dalam satu sumbu koordinat XOY.
Syntak yang digunakan adalah plot(  f(x) ,  x = a..b ,  y = c..d , color = warna , style=
style);
f(x) : fungsi yang akan dibuat grafiknya.
x     : variabel
a..b : range sumbu X
c..d : range sumbu Y   *
color : warna grafik, dalam bahasa inggris *
style : style grafik, ada 3 macam, point (titik), line (garis), dan patch ( ). *
Bagian yang bertanda star ( * ) bersifat opsional, jadi boleh tidak ditambahkan. Bahkan
adanya penambahan perintah range Y bisa mengakibatkan Maple tidak mengenali
perintah tersebut. Inilah kelemahan Maple. Kelemahan Maple adalah tidak stabil dan
manajemen memorinya kurang bagus, sehingga terkadang menghasilkan hasil komputasi
yang salah atau bahkan tidak mampu menyelesaikannya.

Contoh:
1. Gambarlah grafik fungsi untuk pada interval [-2,3]
> plot(x^3+2,x=-2..3); 

5
> plot(x^3+2,x=-2..3,y=-8..30,color=blue,style=point); 
 
3.2.2. Lebih dari satu fungsi dalam satu sumbu koordinat XOY.
Syntak yang digunakan adalah plot(  [f 1(x), f2(x), ... ] ,  x = a..b ,  y = c..d , color =
[warna1,warna2, ... ] , style=[ style1, style2, ... ] );
f1(x), f2(x), ...  : fungsi pertama, fungsi kedua, dst...

Contoh:
1. Butlah grafik fungsi untuk , dan pada interval [-1,3]. Warna fungsi pertama adalah
biru dengan style garis, warna fungsi ke dua merah dengan style titik, dan fungsi ke tiga
berwarna hijau dengan style patch.
> f1(x):=x^2-3; f2(x):=2*x+3; f3(x):=x^3+1; 
  
> plot([f1(x),f2(x),f3(x)],x=-
1..3,color=[blue,red,green],style=[line,point,patch]); 

3.3. Limit.
Syntak yang digunakan adalah Limit(  f(x) , x=a , arah ); dan limit(  f(x) , x=a , arah );
f  : formula yang akan dicari limitnya
x : variabel
a : titik limit, infinity untuk dan -infinity untuk
arah : arah limit, left (kiri), right (kanan), real, dan complex. Bersifat opsional
(pilihan), jadi boleh tidak dituliskan pada baris perintah.

Contoh:
1. Carilah limit kiri dari untuk
[> Limit(1/x,x=0,left) = limit(1/x,x=0,left); 
2. Carilah limit dari untuk
[> f(t):=(2*t^3+2*t+7)/(5*t^3+3*t^2+t); 
[> Limit(f(t),t=infinity) = limit(f(t),t=infinity); 

6
3.4. Fungsi Kontinu.
3.4.1. Uji kontinuitas.
Untuk mengetahui apakah suatu fungsi kontinu atau tidak, Maple menyediakan fasilitas
iscont. Ada 3 macam, yaitu:
iscont( f(x), x=a..b);     tidak ditentukan jenis intervalnya
iscont( f(x), x=a..b,’open’);    untuk interval terbuka (a,b)
iscont( f(x), x=a..b,’closed’);   untuk interval tertutup (a,b)
Output dari Maple adalah ‘true’ jika kontinu, dan ‘false’ jika tidak kontinu.

Contoh:
[> iscont( 1/x, x=1..2 ); 
[> iscont( 1/x, x=-1..1 ); 
[> iscont( 1/x, x=0..1 ); 
[> iscont( 1/x, x=0..1, 'closed' ); 
[> iscont( 1/(x+a), x=0..1); 
Output ‘Fail’ menunjukkan bahwa uji kontinuitas tidak bisa dijalankan karena fungsi
yang diberikan tidak ‘fixed’ atau tidak diberikan secara pasti. Dalam contoh di atas, nilai
a tidak diberikan, sedangkan nilai a menentukan hasilnya, kontinu atau tidak. 

3.4.2. Mencari titik-titik diskontinu.


Jika ternyata uji kontinuitas menghasilkan jawaban ‘False’, tentu bagian yang menarik
adalah untuk mengetahui dimana titik-titik diskontinunya. Syntak yang digunakan
adalah discont( f, x );.

Contoh:
[> discont(1/x,x); 
[> discont((x+1)/(1-x^2),x); 
 
3.5. Turunan
3.5.1 Turunan Eksplisit
Syntak yang digunakan adalah Diff (  f(x) , x ); digunakan untuk membentuk turunan
dari f(x) terhadap x.

7
Disini, turunan tergantung fungsinya, jika fungsinya adalah fungsi x maka turunannya
juga terhadap x, demikian pula jika fungsinya adalah fungsi t maka turunannya juga
terhadap t.

Contoh:
Akan dicari turunan dari dan
[> Diff(3*x^2+2*x,x);       membentuk turunan 
[> diff(3*x^2+2*x,x);   mencari tutrunannya 
[> Diff(sqrt(u^2+1),u); 
[> diff(sqrt(u^2+1),u); 
Jika salah memasukkan parameter maka hasilnya juga akan salah. Contoh:
[> Diff(x^2,t); 
[> diff(x^2,t); 
akan dianggap sebagai konstanta, sehingga turunannya adalah 0. 

3.5.2. Turunan Implisit.


Syntak yang digunakan adalah implicitdiff(  f, y , x ); .
f  : fungsi implisit
y, x  : variabel
Perintah diatas digunakan untuk mencari , sehingga urutan penulisan adalah y dahulu,
baru kemudian x.
Jika akan dicari , tentu saja urutan penulisan harus dibalik, sehingga menjadi
implicitdiff(  f,  x , y ); .
Perhatikan, dalam hal ini tidak ada perintah Implicitdiff (diawali dengan huruf besar).

Contoh:
1. Carilah dan    dari fungsi implicit xy2 + xy = 10.
[> F:=x*y^2+x*y=10; (membentuk fungsi implisit) 
[> implicitdiff(F,y,x); (mencari ) 
[> implicitdiff(F,x,y); (mencari ) 
2. Carilah turunan implisit dari fungsi implicit  y + cos( xy2) + 3x = 4.
[> g:=y+cos(x*y^2)+3*x=4; (membentuk fungsi implisit 

8
[> implicitdiff(g,y,x); (mencari ) 
[> implicitdiff(g,x,y); (mencari ) 
3. Carilah dari fungsi implisit
[> H:=y^2/x^3-1=y^(3/2); 
[> implicitdiff(H,y,x); 

3.6 Nilai Ekstrim


3.6.1. Nilai Maksimum Fungsi
Sintak: maximize(expr, syarat);

Contoh:
1. Carilah nilai maksimum fungsi y = 3x3 – 2x2 – 3 pada interval [0,5].
[> maximize(3*x^3-2*x^2-3, x=0..5); 
Jika ingin diketahui lokasi titik maksimum, maka pada baris perintah tambahkan
perintah ‘location’.
[> maximize(3*x^3-2*x^2-3, x=0..5, location); 
Jadi, titik maksimum fungsi y = 3x3 – 2x2 – 3 pada interval [0,5] adalah (x,y)=(5,322). 

3.6.2. Nilai Minimum Fungsi


Sintak minimize(expr, syarat);

Contoh:
Carilah nilai mimimum dan titik minimum fungsi y = x2 + cos x, pada interval [0,3]
[> minimize(x^2 + cos(x), x=0..3); 
[> minimize(x^2 + cos(x), x=0..3,location); 
 
Untuk syarat kadang bisa dihilangkan.
Contoh :
[> minimize(x^2-14,location); 
[> maximize(x^4+x^3-x-5,location); 

9
Sehingga akan dilakukan penghitungan pada interval (-∞,∞). 
 
 
 BAB IV. BEKERJA DENGAN PAKET 

Tema utama Kalkulus I adalah mengenai turunan dan penerapannya. Pada bab ini kan
dibahas mengenai gradien garis, garis singgung, dan titik potong kurva.
Maple sudah menyediakan bayak paket (packages) yang bisa digunakan untuk
membantu komputasi kita, karena dialamnya sudah disediakan function atau perintah
yang bisa langsung digunakan. Satu paket yang ditujukan untuk kalkulus adalah paket
student. Secara umum, untuk memanggil paket, digunakan perintah
with(nama_paket);. 
> with(student); 
 
4.1. Gradien garis.
Untuk mencari gradient atau kemiringan suatu garis, Maple menyediakan perintah
dengan syntax slope( persm , y, x);
persm : persamaan
y, x  : variabel
Urutan y dan x menentukan bagaimana fungsi tersebut dilihat.
slope( persm ,  y , x );   y = f(x)
slope( persm , x ,  y );  x = g(y)

Contoh:
Diberikan persaman fungsi 2y + 4 = x – 3.
[> slope(2*y+4 = x-3, x, y); 
[> slope(2*y+4 = x-3, y, x); 
 
4.2. Garis Singgung.
Untuk melihat garis singgung suatu kurva pada suatu titik, digunakan perintah
showtangent (f(x), x = a);.
10
f(x) : fungsi
x : variabel
a : titik singgung

Contoh:
[> showtangent(x^2,x=2); 
 
[> showtangent(x^3+x+7,x=6); 
 
4.3. Titik Potong Kurva.
Syntak :
intercept(persm);
intercept(persm1, persm2, {x, y});
persm : persamaan
persm1, persm2 : persamaan1, persamaan2
x,y : variabel
Jika digunakan perintah yang pertama, secara default Maple akan menghitung titik
potong pada sumbu Y, artinya dengan memasukkan nilai x=0.

Contoh:
[> intercept(y=x^2-4); 
Hasil di atas akan sama dengan hasil berikut ini.
[> intercept(y=x^2-4,x=0); 
Namun jika sekarang variabel y yang diberi nilai, maka hasilnya adalah sebagai berikut.
[> intercept(y=x^2-4,y=0); 
Jika x = 3, outpunya adalah
[> intercept(y=x^2-4,x=3); 
atau sama saja dicari nilai y saat x = 3.
Perintah yang ke dua digunakan untuk mencari titik potong dua kurva.

Contoh:
1. Carilah titik potong kurva y = sin x  dan  y = cos x

11
[> intercept(y=sin(x),y=cos(x),{x,y}); 
2. Carilah titik potong kurva antara y = x3 + x dengan y = x
[> intercept(y=x^3,y=x,{x,y}); 
 
Hati-hati menggunakan perintah yang termasuk dalam paket. Beberapa perintah yang
termuat dalam paket bisa digunakan tanpa memanggil paketnya terlebih dahulu, namun
beberapa perintah yang lain mengharuskan untuk memanggil paketnya terlebih dahulu.
Untuk perintah slope, showtangent, dan intercept, paket student harus sudah dipanggil
sebelumnya. Pemanggilan paket cukup dilakukan satu kali, pada Maple versi 7 selama
belum restart maka paketnya akan selalu siap. Jika kita melakukan restart maka harus
dilakukan pemanggilan paket lagi. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

12
BAB V. LEBIH JAUH DENGAN MAPLE

5.1 Metode Pemecahan Masalah.


Akan dicari turunan dari , terhadap x. Permasalahan ini jika diselesaikan dalam Maple
bisa kita tuliskan sebagai berikut. 
[> Diff((a*x+b)/sqrt(a*x^2+b*x+c),x); 
Perintah diatas adalah untuk mendefinisikan permasalahan. Kemudian kita cari
penyelesaiannya.
[> diff((a*x+b)/sqrt(a*x^2+b*x+c),x); 
 
Pada bagian f(x) kita harus menuliskan formula yang begitu panjang. Dengan semakin
panjangnya formula maka kita harus lebih teliti menuliskan formula agar permasalahan
yang dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Dengan demikian memperbesar
kemungkinan bagi kita untuk melakukan kesalahan mendefinisikan permasalahan.
Salah satu cara yang ampuh untuk memperkecil kesalahan ini adalah dengan memecah
permasalahan, yaitu kita mendefinisikan satu permasalahan menjadi beberapa tahap
identifikasi.

Tahap 1. Pembentukan f(x), (ingat.. gunakan tanda := )


[> f(x):=(a*x+b)/sqrt(a*x^2+b*x+c); 
Tahap 2. Pendefinisian permasalahan. Karena kita sudah membentuk f(x), maka untuk
selanjutnya kita tinggal memanggil namanya saja.
[> Diff(f(x),x); 
Tahap 3. Menyelesaikan masalah.
[> diff(f(x),x); 
Dalam hal ini, f(x) hanyalah sebuah variabel yang tentu saja namanya bisa kita ganti
menurut keinginan kita, misalnya diganti dengan y, atau g(t) jika fungsinya didalam t. 

5.2. Menyatukan Permasalahan dengan Penyelesaian.


Sebelumnya kita selalu mendefinisikan permasalahan, setelah itu baru kita cari
penyelesaiannya dalam baris perintah yang berbeda. Tentunya kita ingin agar hasil

13
komputasi di Maple mirip seperti pekerjaan manual kita. Misalnya suatu permasalahan
kemudian kita ingin di sebelah kanan adalah langsung penyelesaiannya dengan diawali
tanda sama dengan ( = ). Hal ini bisa kita lakukan di Maple, yaitu setelah kita
definisikan permasalahan, berikutnya tanpa harus ganti baris perintah, langsung kita
tuliskan perintah untuk mencari hasilnya dengan dipisahkan dengan tanda sama dengan
( = ).

Contoh:
Akan dicari turunan dari . Untuk definisi, kita gunakan Diff dan untuk mencari
turunnanya kita gunakan diff.
[> Diff(2*x^4+3*x+7,x) = diff(2*x^4+3*x+7,x); 
Mengapa tidak kita gunakan tanda titik dua sama dengan ? Ingat, tanda titik dua sama
dengan digunakan untuk memberi nilai suatu variabel, jadi sebelah kiri adalah sebuah
variabel. Sedangkan pada bagian ini, sebelah kiri adalah sebuah operasi Maple juga. Jadi
ada dua buah operasi Maple, sehingga tidak boleh kita gunakan tanda titik dua sama
dengan ( := ).

14
MODUL PRAKTIKUM 

MAPLE
KALKULUS   I  

 
 
 
 
 

 
oleh:
AD. Pambudi 
 

Program Studi Pendidikan Matematika


Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sebelas Maret


Surakarta

15
16

Anda mungkin juga menyukai