Anda di halaman 1dari 55

METODE PENGUJIAN POMPA UKUR BBM

Irwan Setiawan, MT.


Metode Pengujian Pompa Ukur BBM

1. Metode Volumetrik
2. Metode Penimbangan
PENGUJIAN POMPA UKUR BBM
DIAGRAM PENGUJIAN POMPA UKUR BBM
Referensi
• Undang-undang No. 2 tahun 1981 tentang Metrologi
Legal (UUML)
• PP No. 2 tahun 1985 tentang wajib tera/ tera ulang
• SK Menperindag No. 61/MPP/KP/2/98 tentang
Penyelenggaraan Kemetrologian.
• SK Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No.
29/DJPDN/KP/XII/98 tentang Rincian UTTP.
• Keputusan Dirjendagri No. 134/SPK/KEP/10/2015
tentang Syarat Teknis Meter Bahan Bakar Minyak dan
Pompa Ukur Elpiji.
• Rekomendasi OIML No. 117 -1 dan 117 -2 tentang
Measuring Systems for Liquids Other than Water
PRINSIP PENGUJIAN

Material / Uji performa


Persiapan Fungsi Unjuk Kerja
Visual Sistem-ukur Elektronik

- Fasilitas - Akurasi - panas kering


- Umum - Eksternal Penunjukan - Akurasi Penjatah - dingin
- Peralatan - Internal - Penyetel - Gas eliminator - panas teredam
Pengenol - Laju Alir Maks - vibrasi (sinusoidal)
- Alat Hitung - Anti drain - perubahan catu daya
Harga; Vol. - reduksi daya sesaat
- Nozzle - bursts( letupan )
- Interlock - pengosongan
muatan
- elektrostatis
- Elektro Magnetic
Compatibility (EMC)
- gangguan pd alat yg
memakai tegangan
dc.
Pemeriksaan
1. Pemeriksaan Administratif
Tera:
• Nomor Izin tipe dan Label tipe (impor)
• Nomor Izin tanda pabrik dan merek
tanda pabrik (dalam negeri)
Tera Ulang:
• Meter BBM yang akan ditera ulang
harus sudah ditera sebelumnya dan
lemping tanda tera tidak terpisah
dari meter.
Keselamatan Kerja

1) Memakai baju kerja pengaman dari bahan anti static


(bahan katun 100%)
2) Memakai sepatu pengaman (safety shoes)
3) Memakai topi pengama (safety foot wear)
4) Pastikan ada tabung pemadam api yang masih bekerja
dengan baik dan diletakkan di tempat yang mudah
dijangkau.
5) Pastikan tidak ada sumber pengapian yang potensial.
6) Tempatkan tanda “POMPA SEDANG DITERA” pada
tempat yang mudah dilihat.
7) Tempatkan alat pengaman untuk menghalangi
orang/kendaraan masuk ke pompa yang sedang diuji.
Perlengkapan Pengujian

1. BUS dengan kapasitas min 10L. Ukuran harus sesuai untuk


penyerahan lebih besar dari 3 (tiga) kali kuantitas
minimum yang diukur (Vmin) dari pompa ukur. Untuk
pompa ukur lebih besar dari 60 L/menit menggunakan BUS
yang setara dengan volume untuk penyerahan setidaknya 1
menit pada laju alir maksimum dan minimum.
2. Bejana ukur kapasitas kecil yang diverifikasi pada interval
yang relevan untuk keperluan pengujian.
3. Sertifikat bejana ukur standar dan peralatan/perlengkapan
uji harus tersedia dan dijadikan acuan.
4. Landasan dan penyipat datar.
5. Stop watch
6. Cerapan pengujian Pompa Ukur BBM.
Movie
Pemeriksaan Visual

1. Tanggal pengujian
2. Tipe pengujian: tera atau tera ulang
3. Nama pemilik/pengguna
4. Alamat pemilik/pengguna
5. Nama kontak di tempat pengujian
6. Nama dagang/merek
7. Alamat dimana pompa ukur dipasang
8. Pabrikan
9. Model
10. Nomor pompa ukur
11. Nomor seri pompa ukur
12. Nomor Izin Tipe/Izin Tanda Pabrik
13. Produk bahan bakar pompa ukur yang disetujui untuk
diserahkan
14. Laju alir maksimum dan minimum
Pemeriksaan Karakteristik Instrumen (1)

1. Apakah PU BBM ini dilengkapi dengan IT/ITP?


2. Apakah PU BBM ini digunakan dengan benar?
3. Apakah semua deskripsi yang wajib jelas terpasang pada pelat
data dan terpasang tetap pada PU BBM?
4. Apakah Pompa Ukur BBM dalam kondisi lengkap dan bersih?
5. Apakah semua panel eksternal dalam kondisi terlindungi?
6. Apakah PU BBM terpasang tetap pada pondasinya?
7. Apakah tutup penunjukan rusak?
Pemeriksaan Karakteristik Instrumen (2)

8. Apakah gelas penglihat berisi spinner atau bola plastik, bersih


serta penuh produk?
9. Apakah penunjukan volume, harga satuan, dan harga total
sesuai dengan selang yang dipilih?
10. Apakah semua penunjukan kelihatan dengan jelas pada siang
dan malam hari?
11. Apakah selang dalam kondisi baik, misalnya tidak lecet, retak,
atau pembungkus selangnya tidak usang?
12. Apakah masing-masing nozzle menghentikan aliran cairan
ketika dikembalikan ke tempat penyimpanannya?
13. Apakah ada kebocoran?
14. Untuk penunjukan kontinyu: apakah pergerakan roda penunjuk
harga mengikuti pergerakan tuas internal penyetel harga?
Pemeriksaan Eksternal

1. Pompa ukur BBM harus terpasang dengan kokoh pada


pondasinya dan panel dalam keadaan terjamin
keamanannya,
2. Pompa ukur BBM memiliki data yang lengkap tentang
merek, type dan nomor seri,
3. Jendela penutup tidak pecah atau rusak,
4. Gelas penglihat dalam keadaan bersih, berisi bola
plastic dan terisi penuh dengan cairan pada saat
dioperasikan,
5. Slang dalam kondisi baik, tidak pecah dan terkelupas.
Pemeriksaan Internal
• Periksa kebocoran gas/cairan pada badan ukur, pemisah
udara, saringan (filter) serta system pemipaan,
• Transducer dan komponen-komponen lainnya dipasang sesuai
dengan izin tanda pabrik yang telah disetujui meliputi :
• Pompa isap/tekan, saringan, pemisah udara, badan ukur, sight glass,
slang, nozzle, alat hitung, pembangkit pulsa (elektronik), kerapihan
pengkabelan (wiring).
• Tanda tera dibubuhkan sesuai dengan peraturan yang berlaku
(untuk tera ulang).

Movie
PROSEDUR PENGUJIAN POMPA UKUR BBM
Pengujian Fungsi

• Prosedur ini dilaksanakan untuk memeriksa


bahwa sistem pengukuran dapat beroperasi
dengan baik sebelum dilaksanakan
pengujian unjuk kerja meliputi :
1. Fasilitas
2. Penyetelan Nol
3. Alat Hitung
4. Harga
5. Nozzle
6. Interlock
Pemeriksaan Fasilitas untuk
Alat Penunjukan Elektronik

Fasilitas pengecekan bagi alat penunjuk elektronik harus


memberikan pengujian secara visual terhadap keseluruhan
tampilan yang harus memenuhi deskripsi sebagai berikut
(OIML R 117, Clause 4.3.4.2):
• Menampilkan semua elemen (“eight test”);
• Menghilangkan semua elemen (“blank test”);
• Menampilkan nol (“zero test”)
Untuk dapat mengamati tampilan, setiap urutan langkah
diatas agar dilakukan paling tidak selama 0,75 second.
Penyetelan Nol
1. Mekanisme reset mekanik
Untuk alat penunjukan mekanis, penunjukan volume sisa
setelah kembali ke nol tidak boleh lebih dari setengah deviasi
volume minimum yang ditentukan (Emin). Demikian juga
penunjukan harga sisa setelah kembali ke nol tidak boleh
lebih dari setengah deviasi harga minimum yang ditentukan
(H) dimana H = Emin x harga satuan.
2. Mekanisme reset elektronik
Untuk alat penunjukan elektronik, penunjukan volume/harga
setelah kembali ke nol harus benar nol.
Lanjutan ……

Proses Penunjukan Pada Layar :


• Pindahkan nozzle penyerahan dari posisinya,
Pastikan bahwa uji tampilan dijalankan :
• Semua elemen“888888” ditampilkan (eight test)
• Semua elemen hilang, (blank test)
• Menampilkan nol “0” ( zero test)
• Proses pergantian tersebut ditentukan waktunya
menggunakan stopwatch
• Kembalikan nozzle dengan hati-hati ke posisi semula,
pada saat ini harus tidak ada penyerahan dan
penunjukan nol.
• Catat hasilnya .
Penghitung Harga
Fungsi:
Untuk penunjuk harga digital atau mekanik, harga yang
ditunjukkan harus sama dengan harga yang dihitung dari volume
dan harga satuan

Prosedur:
• Pastikan pompa ukur BBM menunjuk nol.
• Lakukan penyerahan dengan volume yang sesuai ke dalam
bejana ukur standar atau penampung lainnya.
• Hitung jumlah harga dari harga satuan dan volume yang
ditunjukkan.
• Bandingkan harga yang dihitung dengan harga yang ditunjukkan.
Pemeriksaan Nozzle cut-off

• Ketika selang dipasang dengan nozzle


cut-off otomatis, nozzle harus menutup
secara otomatis ketika port sensor pada
nozzle bersentuhan dengan cairan atau
buih.
• Pengujian ini dapat dilakukan selama
pengujian akurasi atau antidrain.

Movie
Lanjutan ……………
Langkah-langkah pengujian:
a) Lakukan penyerahan pada laju alir operasional.
b) Lakukan kontak antara port sensing dari nozzle
dengan cairan atau buih.
c) Pastikan nozzle cut-off mati.
d) Ulangi langkah a s.d. c sebanyak 2 kali.
e) Tentukan apakah pompa ukur lolos atau gagal.
f) Catat hasilnya pada laporan pengujian.
Pengujian interlock

Pengertian :
• Penggunaan alat penunjuk yang sama untuk
penunjukan beberapa sistem pengukuran (alat
penunjuk yang umum) dibenarkan dengan syarat
salah satu dari dua sistem pengukuran tersebut tidak
dapat digunakan secara bersamaan
• Pengujian ini hanya dilakukan jika pompa ukur bbm
menggunakan 1 buah alat hitung untuk keperluan
sistem ukur lebih dari satu (nozzle dan badan ukurnya
lebih dari satu)

Movie
PU bbm menggunakan interlock dan tidak
Lanjutan …………….
Prosedur untuk pompa ukur multi-produk dengan
penunjukan yang digunakan secara bersama

Pelaksanaan pengujian :
• Untuk pompa ukur BBM multi-produk, pilih satu slang dan
pindahkan/angkat nosel dari posisinya.
• Kembalikan penunjukan harga dan volume untuk slang
yang dipilih ke nol, tampilan harga satuan untuk jenis BBM
yang dipilih, hanya tampilan harga satuan untuk slang yang
dipilih yang ditunjukkan dan semua tampilan
• Pastikan bahwa slang lainnya tidak berfungsi, dilakukan
dengan cara mengangkat nozzle lainnya dari tempatnya.
Lanjutan ………..

Prosedur untuk beberapa slang/meter yang menggunakan unit


pompa yang sama

Pelaksanaanya :
• Pilih slang/badan ukur meter.
• Sementara unit pompa sedang berfungsi, lakukan satu
penyerahan dari slang/meter yang menggunakan unit pompa
yang sama tsb.
• Pastikan bahwa tidak mungkin untuk melakukan suatu
penyerahan pada slang/meter lainnya, dengan cara
mengangkat nozzle lainnya dari tempatnya .
Pengujian Akurasi
Langkah-langkah pengujian:
1. Siapkan bejana ukur.
2. Lakukan penyerahan pada laju alir maksimum yang dapat
dicapai. Catat volume yang ditunjukkan oleh Pompa Ukur BBM
(VFD) dan volume yang ditunjukkan oleh bejana ukur (VREF).
3. Hitung dan catat kesalahan relatif (EFD)
EFD = ((VFD – VREF)/VREF) x 100
4. Ulangi langkah (2) s.d. (3) dua kali.
5. Lakukan penyerahan pada laju alir operasional dan laju alir
minimum masing-masing sebanyak 3 kali.
Pengujian Akurasi
Langkah-langkah pengujian:
6. Catat volume yang ditunjukkan oleh pompa ukur (VFD) dan
volume yang ditunjukkan oleh bejana ukur (VREF).
7. Hitung dan catat kesalahan relatif (EFD).
8. Tentukan apakah semua hasil masih berada dalam kesalahan
maksimum yang diizinkan. Jika tidak, analisa hasilnya dan
periksa apakah meter dapat dijustir sehingga hasilnya masih
masuk dalam kesalahan maksimum yang diizinkan.
9. Jika justir telah dilakukan, alirkan kuantitas bahan bakar dan
ulangi langkah (2) s.d. (7).
10. Catat hasilnya pada laporan pengujian
Pengujian Akurasi dari Penjatah
Langkah-langkah pengujian:
a) Siapkan Bejana ukur
b) Masukkan dan catat nilai penjatah volume/harga
menggunakan fasilitas penjatah. Nilai penjatah yang
diserahkan harus mendekati kuantitas bejana ukur yang
digunakan.
c) Lakukan penyerahan pada laju alir maksimum yang
dapat dicapai sampai penyerahan berhenti. Catat
volume yang ditunjukkan oleh pompa ukur (VFD) dan
volume yang ditunjukkan oleh bejana ukur (VREF).
Pengujian Akurasi dari Penjatah
Langkah-langkah pengujian:
d) Hitung dan catat kesalahan relatif (EFD)
EFD = ((VFD – VREF)/VREF) x 100
e) Tentukan apakah hasil berada dalam kesalahan
maksimum yang diizinkan.
f) Catat hasilnya pada laporan pengujian.
Pengujian Ketidaktetapan
• Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan besarnya
ketidaktetapan /kemampuan alat ukur untuk melakukan
pengukuran yang sama (repeatability measurement).
• Berdasarkan hasil pengujian kesalahan penunjukan, hitung
ketidaktetapan pompa ukur BBM, dimana ketidaktetapan adalah
selisih terbesar dari dua kesalahan penunjukan yang berurutan
pada kondisi yang sama.
Contoh:
• Ketidaktetapan = kesalahan penunjukan pada pengujian
ke-1 dikurangi kesalahan penunjukan pada pengujian ke-2
atau kesalahan penunjukan pada pengujian ke-2 dikurangi
kesalahan penunjukan pada pengujian ke-3, diambil nilai
yang terbesar.
Pengujian Eliminasi gas
1. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan alat
pemisah udara memisahkan udara yang terbawa aliran.
2. Perbedaan maksimum yang diijinkan (MPD) antara pengujian
tanpa udara/gas dan pengujian dengan memasukkan udara/gas
tidak boleh melebihi MPE yang diberikan

MPD = 0.5% MPD = 1.0%


Viskositas  mPa.s Viskositas  mPa.s
(misalnya bensin) (misalnya kerosene)

3. Pengujian ini hanya dilakukan jika alat eliminasi gas diwajibkan


dipasang sesuai dengan sertifikat persetujuan.
4. Untuk pompa ukur BBM yang menggunakan Submersible
Turbine Pump (STP) tidak perlu dipasang alat eliminasi gas.
Pengujian Eliminasi gas

1. Hitung dan catat kesalahan rata-rata (EAV) dari 3 kali


penyerahan pada laju alir maksimum yang dapat
dicapai selama pengujian akurasi.
2. Siapkan bejana ukur.
3. Jika disegel, pindahkan segel dari katup pengujian.
4. Lakukan penyerahan pada laju alir maksimum yang
dapat dicapai. Selama pengujian buka perlahan
katup pengujian gas/udara sehinga aliran berkurang
atau berhenti.
Pengujian Eliminasi gas

5. Tutup katup pengujian, dan selesaikan penyerahan.


6. Catat volume yang ditunjukkan oleh pompa ukur BBM (VFD)
dan volume yang ditunjukkan oleh bejana ukur (VREF).
7. Hitung dan catat kesalahan relatif (EFD)
EFD = ((VFD – VREF)/VREF) x 100
8. Tentukan perbedaan kesalahan (ED) untuk alat eliminasi gas.
ED = EAV – EFD
9. Tentukan apakah ED berada dalam BKD.
10. Catat hasilnya pada laporan pengujian.
Diagram Pengujian Eliminasi Gas
Pengujian Pengembangan Slang (Anti-drain)
• Untuk slang secara penuh dalam suatu sistem
pengukuran yang dilengkapi dengan penggulung
slang (hose reel), penambahan volume bagian
dalam yang disebabkan oleh perubahan
kedudukan slang yang digulung saat tidak
bertekanan dengan kedudukan slang yang tidak
digulung saat bertekanan tanpa cairan tidak boleh
melebihi dua kali penyimpangan volume minimum.
• Jika sistem pengukuran tersebut tidak dilengkapi
dengan penggulung slang, penambahan volume
internal tidak boleh melebihi penyimpangan
volume minimum
Movie
Lanjutan ……..

Vmin Emin Emin


Tanpa hose reel Dengan hose reel

2L 20 mL 40 mL

5L 50 mL 100 mL

• Pengujian ini untuk mengetahui kemampuan slang


akibat tekanan pompa.
• Prosedur ini merupakan gabungan dari anti-drain
test dan hose dilation test.
Prosedur (Tanpa hose reel)
1. Kondisikan bejana ukur standar.
2. Reset pompa ukur BBM ke nol.
3. Basahi dan keringkan gelas ukur.
4. Mulai penyerahan agar slang terisi tekanan.
5. Hentikan penyerahan segera dengan mencelupkan nozel ke
dalam cairan yang diserahkan atau dengan melepaskan
pengunci nozel.
6. Hentikan motor pompa tanpa mengangkat nosel.
7. Buka nozel dan biarkan tekanan dalam slang berkurang melalui
pengeringan, pada gelas ukur.
8. Tutup nosel apabila aliran berhenti, atau setelah 30 second,
mana yang lebih dulu terjadi dan angkat nozel.
9. Catat hasilnya dalam cerapan pengujiaan.
Prosedur (dengan hose reel)
1. Bebaskan secara penuh slang dari penggulungnya.
2. Kondisikan bejana ukur standar.
3. Reset pompa ukur BBM ke nol.
4. Basahi dan keringkan bejana ukur standar yang kecil (misalnya, gelas
ukur berskala).
5. Mulai penyerahan agar slang terisi tekanan.
6. Hentikan penyerahan segera dengan mencelupkan nozel ke dalam cairan
yang diserahkan atau dengan melepaskan pengunci nosel.
7. Hentikan motor pompa tanpa mengangkat nozel.
8. Gulung kembali slang kedalam penggulungnya.
9. Buka nozel dan biarkan tekanan dalam slang berkurang melalui
pengeringan, pada gelas ukur.
10. Tutup nozel apabila aliran berhenti, atau setelah 30 second, mana yang
lebih dulu terjadi dan angkat nozel.
11. Catat hasilnya dalam cerapan pengujiaan.
Batas Kesalahan yang Diijinkan (BKD)

• Kesalahan penunjukan pompa ukur BBM:


≤ ± 0,5 %
• Ketidaktetapan:
≤ ± 0,1 %

(Besarnya penyerahan minimum diambil 2 Liter)


untuk kecepatan alir ≤ 60 L/min
Cerapan
Cerapan
PENYETELAN / PENJUSTIRAN
Penyetelan / penjustiran
Penjustiran dilakukan terhadap pompa
ukur BBM yang kesalahan penunjukan
volumenya melebihi batas kesalahan
yang diperkenankan ( BKD )

alat justir
Perangkat justir adalah perangkat
yang terintegrasi pada meter dan
dapat disetel, yang berfungsi untuk
menyetel meter agar mengurangi
kesalahan penunjukan sehingga
mendekati nol.
Pembubuhan Tanda Tera
1. Cap tanda tera pada lemping :
Tanda daerah (D4), tanda pegawai berhak (H4) dan tanda sah (SL4) pada
lemping dari logam berbentuk persegi panjang dan diikatkan pada badan
pompa ukur BBM sebelah dalam dengan dibubuhi segel tanda jaminan
(plombir).
2. Badan Hitung :
Tanda sah (SP6) “…” dari tahun yang bersangkutan, dibubuhkan
sedemikian rupa sehingga mudah terlihat dengan jelas dari luar badan
pompa ukur BBM.
3. Alat Justir :
Tanda sah (SP6) “…” dari tahun yang bersangkutan bertolakbelakang
dengan tanda pegawai berhak (HP) yang melaksanakan pengujian/
peneraan.
4. Badan Ukur Piston :
Tanda jaminan (JP8) pada semua tutup
5. Pembangkit Pulsa /Transducer :
Tanda jaminan (JP8)
Lanjutan …………

6. Penghubung antara badan ukur dengan badan hitung :


Tanda Jaminan (JP8)
7. Totalisator :
Tanda jaminan (JP8)
8. Setiap bagian dari pompa ukur BBM yang memungkinkan
dapat dilakukan perubahan yang mengakibatkan ketidak-
benaran penunjukannya harus disegel dengan tanda jaminan
(JP8) atau tanda jaminan (J) yang sesuai ukurannya.
9. Jika terdapat password, maka password dan parameter
alirnya pada badan hitung pompa ukur BBM harus
diamankan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dilakukan
perubahan.
jenis TANDA TERA

(berisi angka arab

14 yang menunjukkan
kode Unit
Metrologi)

Tanda Sah Tanda Batal Tanda Daerah


Ukuran : 6 mm, 4 mm dan 2 mm Ukuran : 6 mm, 4 mm, dan 2 mm Ukuran : a b
8 mm 6 mm
4 mm 3 mm

(berisi huruf
inisial nama
Pegawai Yang
Berhak)

Tanda Pegawai Yang berhak Tanda Jaminan


Ukuran : 8 mm, 5 mm dan 4 mm Ukuran : 8 mm, 5 mm, 4 mm dan 2
mm
54
Latihan Pengisian cerapan PU BBM
Pada peneraan pompa ukur BBM diperoleh parameter dan hasil
pengukuran sebagai berikut:
1. Totalisator:
– Nilai awal : 30222 liter, nilai akhir : 30402 liter.
2. Pembacaan pada Bus,
– kecepatan lambat: 19999ml, 20001ml, 20004ml.
– kecepatan sedang: 20002,5 ml, 20003ml, 20005 ml.
– kecepatan cepat: 20007ml, 20005ml, 20006,5 ml.
3. Pada display volume Pompa ukur BBM selalu menunjukkan
20000ml baik muka maupun belakang.
4. Peneraan ini menggunakan BUS 20 liter.
5. Masukkan data-data hasil pengukuran tersebut ke lampiran
cerapan PU BBM! Dan lengkapi kolom-kolom perhitungannya !
6. Apakah memenuhi BKD?
Terima kasih

56

Anda mungkin juga menyukai