Anda di halaman 1dari 5

2.

Retail Inventory Method/Metode Harga Eceran (Khusus Perusahaan Dagang)


Metode ini biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang menjual barang
dengan harga eceran seperti toko pengecer, departemen store, atau pedagang-
pedagang eceran lainnya.
Dengan metode ini berlaku ketentuan untuk setiap barang yang dibeli sebelum dijual,
harga barang dinaikan sebesar % tertentu dari harga belinya, sehingga pada saat
setiap penilaian terdapat dua harga yaitu harga beli (cost) dan harga jual (retail).

Langka-langkah perhitungan penilaian Retail Inventory Method:


1. Tentukan besarnya barang siap jual/Cost Of Goods Available For Sales
baik cost maupun retail.
2. Hitung besarnya % harga beli terhadap harga jual eceran (% cost to
retail).
3. Hitung penjualan bersih sebenarnya.
4. Hitung besarnya taksiran persediaan akhir berdasarkan harga jual eceran
(estimated ending inventory at retail)
5. Hitung besarnya taksiran nilai persediaan akhir berdasarkan harga beli
(estimated ending inventory at cost)

Ilustrasi dari kelima langkah tersebut sbb. :

Cost Price Retail Price


Beginning Merchandise Inv Rp. 15.000 Rp. 21.000
Purchase Of MI Rp. 146.500 Rp. 290.800
Transportation in Rp. 3.000 Rp. –
Purchases Discount Rp. (7.500) Rp. –
Purchases Return and Allowance Rp. (9.200) Rp. (13.600)

1. Cost Of Goods Available For Sales Rp.147.800 Rp. 298.200

2. % Cost to Retail :
147.800
--------- x 100% = 49.56 %
298.200

3. Hitung penjualan bersih sebenarnya, misalnya:

Sales Rp. 265.800


Sales Discount (Rp. 11.400)
Sales Return And All (Rp. 9.700)
Net Sales Rp. 244.700
4. Estimated Ending Inventory At Retail Rp. 53.500
5. Estimated Ending Inventory at Cost : 49.56 % x Rp. 53.500 = Rp. 26.514,6

1
1. Laba kotor dari penjualan (gross profit on sales)
Metode ini digunakan dalam kondisi khusus, yaitu untuk menaksir besarnya
taksiran kerugian dari persediaan barang yang kena musibah dalam suatu gudang
perusahaan misalnya kebakaran, kecurian dll.
Dasar perhitungan nilai persediaan diperoleh dari % laba kotor dari periode
yang lalu. Presentasi laba ini berasal dari laporan selama satu tahun atau beberapa
tahun diambil % laba kotor rata-rata.

Langkah-langkah perhitungan gross profit on sales :


1. Cari cost of goods available for sales
2. Cari Net sales
3. Cari cost of goods sold
4. Cari estimated ending inventory

Contoh :
Beginning Merchandise Inv Rp. 200.000
Purchase Of MI Rp. 650.000
Transportation in Rp. 8.000
Purchases Return and Allowance Rp. 10.000
Sales Rp. 900.000
Sales return Rp. 7.000
Taksiran laba kotor 25% dari cost (CGS)

Diminta :
Taksir nilai persediaan barang dagangan pada tanggal 30 Juni dengan metode laba
kotor

Jawab :
Beginning Inventory inventory Rp. 200.000
Purchase Rp. 650.000
Purchase return and all Rp. 10.000
Rp. 640.000
Transportation in Rp. 8.000
Net purchase Rp. 648.000
Cost of goods available for sale Rp. 848.000

Sales Rp. 900.000


Sales Return and all Rp. 7.000
Net sales Rp. 893.000

Cost of goods Sold :


100/125 x 893.000 Rp. 714.400
Estimated Ending Inventory Rp. 133.600

2
Gross profit = Rp. 893.000 – Rp. 714.400 = Rp. 178.600

Bukti Gross profit = 25%, yaitu = (GP / CGS)


178.600 / 714.400 x 100% = 25%

Estimated Ending Inventory Rp. 133.600


Misalnya :
Goods in transit (cost) Rp. 20.000
Undamaged inventory of fire
(barang yang dapat di selamatkan) Rp. 13.600
Rp. 33.600
Estimated Loss of Inventory Rp.100.000

4. COMWIL (Cost or market whichever is lower = Metode yang lebih rendah


antara harga pokok dan harga pasar) atau LCM (Lower of Cost or Market
Method)

Jika biaya penggantian item persediaan lebih rendah daripada biaya pembelian
awal maka metode mana yang lebih rendah antara harga pokok atau harga pasar yang
digunakan untuk menilai persediaan.
Harga pasar yang digunakan dalam LCM adalah biaya untuk mengganti barang
dagangan pada tanggal persediaan. Nilai pasar ini didasarkan pada kuantitas yang
biasanya dibeli dari sumber pemasok. Penerapan metode LCM, biaya dan biaya
penggantian dapat ditentukan dari salah satu dari 3 cara berikut :
1. Setiap item dalam persediaan
2. Kategori utama persediaan
3. Persediaan secara keseluruhan

Contoh :
Lower of cost or market method
Commodity Cost Market Individual Major Total
Item Categories Inventory
Television Sets :
- C 60.000 55.000 55.000
onsoler 45.000 52.000 45.000
- Portable 105.000 107.000 105.000
Total
Video
Equipment : 48.000 45.000 45.000
- R 15.000 14.000 14.000
ecorder 63.000 59.000 59.000
- M
ovies

3
Total
Total Inventory 168.000 166.000 159.000 164.000 166.000

Apabila metode LCM diterapkan kepada :


1. Masing-masing jenis persediaan, maka nilai persediaan yang dicantumkan dalam
neraca pada akhir periode adalah sebesar Rp. 159.000.
2. Kelompok persediaan, maka nilai persediaan dicantumkan dalam neraca pada
akhir periode adalah sebesar Rp. 164.000.
3. Keseluruhan periode, maka nilai persediaan dicantumkan dalam neraca pada
akhir periode adalah sebesar Rp. 166.000.

Catatan :
Dalam praktek yang ditentukan biasanya adalah biaya dan biaya penggantian setiap
item.

5. Relatif Sale Method


Masalah khusus akan timbul bila dari beberapa barang yang harganya disatukan,
yaitu guana menetapkan beberapa harga pokok dari masing-masing barang berbeda
tersebut. Pembagian biaya bersama dapat diambil dengan cara terbaik, yaitu
mengkaitkannya dengan taksiran nilai pernjualan relatif.

Contoh :
Dibeli sebuah gedung berikut tanahnya dengan total harga Rp. 600.000.000, harga jual
relatif :
Gedung Rp. 260.000.000
Tanah Rp. 390.000.000
Total Rp. 650.000.000
Diminta : Hitung nilai gedung dan nilai tanah

Nilai gedung = (260.000.000 : 650.000.0000) x 600.000.000 = 240.000.000


Nilai tanah = (390.000.000 : 650.000.0000) x 600.000.000 = 360.000.000

Jurnal : Building 240.000.000


Land 360.000.000
Cash 600.000.000

4
5