Anda di halaman 1dari 77

KONSULTAN ( MK ) MANAJEMEN KONTRUKSI

PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PEMKAB


KOTA WARINGIN TIMUR

A. PENDAHULUAN

A.2 LATAR BELAKANG


Migrasi penduduk yang sangat cepat telah menimbulkan dampak di daerah
perkotaan, salah satunya adalah tumbuhnya permukiman kumuh ( slum) dan
permukiman kumuh di lahan ilegal ( squatter settlements). Permukiman
kumuh dan ilegal tersebut membawa implikasi berbagai bentuk masalah sosial,
seperti : minimnya penyediaan prasarana dan sarana lingkungan, munculnya
kriminalitas di daerah perkotaan, menurunnya tingkat kesehatan masyarakat,
dan lain-lain.

Kebutuhan akan rumah di perkotaan meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan


data kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat sampai 31
desember 2019 telah dibangun 1,25 Juta Unit ,yang terdiri dari 945.161 rumah
MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) dan 312.691 non MBR.Dengan
rincian sebagai berikut : Tahun 2015 : 699.770 unit,tahun 2016 : 805.169 unit,
tahun 2017 : 904.758 unit, tahun 2019 : 1.257.852 unit.
Sedangkan Backlog Rumah di tahun 2015 adalah 7,6 juta ditahun 2015
sehingga pemerintah mencanang program sejuta rumah pertahunnya.Akibat
laju pertambahan penduduk yang cepat menyebabkan masyarakat kekurangan
akan ketersediaan rumah yang menyebabkan backlog rumah semakin
bertambah.Sedangkan penduduk Indonesia per 30 juni 2020 adalah
268.583.016 jiwa yang berakibat baglog rumah semakin tinggi dan juga akibat
pandemi covid 19 mengakibatkan daya beli rumah menurun sehingga backlog
rumah di tahun 2020 mencapai 11.04 juta unit.
Untuk mengatasi Backlog rumah tersebut diawal tahun rencana 2020
pemerintah dalam hal ini kemeterian pekerjaan umum dan perumahan rakyat
merencanakan membangun 260 ribu unit.

1
Visi pembangunan perumahan dan permukiman menekankan “papan” sebagai
kebutuhan dasar. Penekanan ini mengandung arti bahwa setiap orang atau
keluarga Indonesia berhak menempati rumah yang layak dan terjangkau di
dalam lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan guna
mewujudkan masyarakat yang berjati diri, mandiri dan produktif. Sedangkan
dalam mengemban misi penyelenggaraan perumahan, kemampuan
pemerintah sangat terbatas, disamping itu iklim pembangunan perumahan
saat ini belum cukup mendukung percepatan pemenuhannya. Oleh sebab itu
perlu menggali sumber daya dan potensi masyarakat dalam penyelenggaraan
perumahan bagi rakyat Indonesia.

Paradigma pembangunan saat ini sangat menjaga stabilitas lingkungan, baik


sosial maupun alami sebagai habitat manusia. Lebih jauh lagi telah dipahami
bahwa penyediaan perumahan dan permukiman sudah tidak dapat lagi dengan
membuka lahan baru (lahan produktif pertanian) di pinggiran kota – urban
sprawl. Dengan demikian penyediaan perumahan dan permukiman di
perkotaan harus menghemat lahan dan memanfaatkan aset-aset kota yang
sudah ada secara optimal. Program-program peremajaan kembali lingkungan
perumahan dan permukiman (housing renewal) dan infill housing di kawasan
pusat kota merupakan salah satu solusi yang banyak dipilih di beberapa kota
metropolitan di dunia.

Gagasan pembangunan perumahan sederhana secara vertikal, rumah susun


sederhana, belum banyak diminati masyarakat umum. Kondisi ekonomi dan
sosial di Indonesia belum memungkinkan untuk meningkatkan laju
pembangunan perumahan, khususnya rumah susun. Selain itu budaya hidup
secara horizontal yang masih kuat, mengakibatkan masih banyak penduduk
yang enggan menempati rumah susun, karena dianggap tidak sesuai dengan
pola dan disiplin hidup mereka. Namun demikian bentuk perumahan vertikal
masih dipandang sebagai pemecahan yang relevan dalam menangani masalah
perumahan di kota-kota besar. Upaya-upaya dilakukan agar sebagian rakyat
Indonesia dapat menempati rumah yang layak dan terjangkau, diantaranya
melalui penyelenggaraan Rumah Susun .

2
A.2 MAKSUD DAN TUJUAN

KAK ( TOR ) KONSULTAN MK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN


PEMKAB KOTA WARINGIN TIMUR dimaksudkan sebagai pedoman
Manajerial dan pengawasan untuk pekerjaan pembangunan rumah susun dan
pendukungnya yang nantinya akan diserah terimakan kepada lembaga atau
pemerintah daerah setempat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Sehingga
bertujuan menjadi control manajerial serta pengawasan pada pembangunan
rumah susun dan pendukungnya agar sesuai rencana dan tepat waktu serta
sesuai mutu.

A.3 SASARAN

Sasaran dari KONSULTAN MK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PEMKAB


KOTA WARINGIN TIMUR ini adalah :
1. Terarahnya pelaksanaan program pembangunan Rumah susun dan
pendukungnya.
2. Terlaksananya pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan
pembangunan rumah susun sejak tahap persiapan,tahap
perencanaan,tahap pelaksanaan hingga kesiapan pemanfaatan.
3. Terkendalikannya proses pelaksanaan kontruksi rumah susun dan
pengadaan meubeleir,tepat waktu,dalam batas biaya yang tersedia
serta diselenggarakan secara tertib.
4. Terdokumentasikan dan terinformasikan hasil pelaksanaan kegiatan
mulai dari kegiatan saat konstruksi dan sampai pada tahap pasca
konstruksi, pengadaan meubeleir, pengiriman serta istalasi
meubeleir,serta kesiapan pemanfaatannya.
5. Tersusunnya laporan hasil pelaksanaan kegiatan mulai dari
persiapan ,perencanaan, pelaksanaan kontruksi selesai, dan siap untuk
dimanfaatkan serta dikelola.

3
A.4 NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

DODI KURNIADI, ST.


NIP. 19830209 200912 1 001
Pejabat Pembuat Komitmen Rumah susun dan Rumah khusus ,Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,Satuan kerja non vertikal tertentu
penyediaan perumahan provinsi Kalimantan tengah.

A.5 PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat kegiatan Konsultan MK pembangunan Rumah Susun ini


adalah Kementerian PUPR khususnya SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi
Kalimantan Tengah sebagai pelaksana, penyedia jasa pembangunan rumah
susun dan pengadaan meubelair rumah susun.

A.6 LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG


SERTA ALIH PENGETAHUAN.

a. Lingkup Tugas
Manajemen konstruksi Pembangunan Rusunawa yang berlokasi di daerah
Kabupaten kota waringin timur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah
Daerah setempat, dengan spesifikasi umum sebagai berikut:
 luas bangunan: + 3000 m2
 Pembangunan 1 tower
 jumlah lantai bangunan maksimum 3 (Tiga) lantai
 lantai dasar bangunan diperuntukkan untuk Fasilitas Ekonomi
 jumlah unit rumah susun: 46 unit. Dengan luas 36,44 m2 per unit.
 Dilengkapi meubeleir

b. Lingkup Pekerjaan
Kegiatan Manajemen Konstruksi meliputi pengendalian waktu, biaya,
pencapaian sasaran fisik (kuantitas dan kualitas), dan tertib administrasi
di dalam pembangunan bangunan Rumah susun, mulai dari tahap
persiapan/ perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan konstruksi
hingga tahap pelaporan dan persiapan pemanfaatan.
Kegiatan Manajemen Konstruksi terdiri atas:

4
a. menyusun laporan dan berita acara dalam rangka kemajuan
pekerjaan dan pembayaran angsuran pekerjaan perencanaan.
b. mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi
perencanaan, menyusun laporan hasil rapat koordinasi, dan
membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.

Tahapanan dalam Pelaksanaan manajemen kontruksi :


1. Tahap Pengawasan Pelaksanaan pekerjaan
a. mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik
yang disusun oleh pemborong, yang meliputi program-program
pencapaian sasaran konstruksi, penyediaan dan penggunaan
tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan, bahan bangunan,
informasi, dana, program Quality Assurance/Quality Control,
dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
b. mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang
meliputi program pengendalian sumber daya, pengendalian
biaya, pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik
(kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi, pengendalian
perubahan pekerjaan, pengendalian tertib administrasi,
pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja,
c. melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis
dan manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan
tindakan turun tangan, serta melakukan koreksi teknis bila
terjadi penyimpangan.
d. melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan konstruksi fisik.
e. melakukan kegiatan pengawasan yang terdiri atas:
i. memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan
pekerjaan di lapangan.
ii. mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode
pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya
pekerjaan konstruksi.
iii. mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi
kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian volume/ realisasi
fisik.

5
iv. mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan
konstruksi.
v. menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala,
membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan
pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan,
laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan
konstruksi yang dibuat oleh pemborong.
vi. menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan
untuk pembayaran angsuran, pemeliharaan pekerjaan, dan
serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi.
vii. meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop
drawings) yang diajukan oleh kontraktor.
viii. meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan
di lapangan (As Built Drawings) sebelum serah terima I.
ix. menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima I,
dan mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan.
x. membantu pengelola proyek dalam menyusun Dokumen
Pendaftaran.
xi. membantu pengelola proyek mengurus sampai
mendapatkan IPB (Izin Penggunaan Bangunan) dari
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota setempat, dalam hal
terdapat ketentuan dalam Peraturan Daerah setempat.

2. Tahap Pelaporan dan Persiapan Pemanfaatan


a. Pembuatan Laporan Pendahuluan
b. Pembuatan Laporan mingguan
c. Pembuatan Laporan Bulanan
d. Pembuatan Laporan Akhir dan Ringkasan Eksekutif
e. Laporan Administrasi Konsultan MK
f. bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk
pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung untuk
persiapan pemanfaatan
g. Melakukan running test bersama pihak terkait

6
c. Lokasi Kegiatan
Kegiatan Konsultan Manajemen Kontruksi berada di Kabupaten
KotaWaringin Timur,provinsi Kalimantan Tengah

A.7 TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN KONSTRUKSI

A. Konsultan Manajemen Konstruksi bertanggung jawab secara profesional


atas jasa manajemen konstruksi yang dilakukan sesuai ketentuan
Undang-undang No. 18 tentang Jasa Konstruksi dan peraturan
pelaksanaannya, serta kode tata laku profesi yang berlaku
B. Secara umum tanggungjawab konsultan Manajemen Konstruksi adalah
menjaga proyek agar memiliki :
1. Ketepatan waktu pembangunan proyek sesuai batas waktu
berlakunya anggaran/waktu yang telah ditetapkan.
2. Ketepatan biaya sesuai batasan anggaran yang tersedia/ditetapkan.
3. Ketepatan kualitas dan kuantitas sesuai standar/peraturan yang
berlaku sehingga proyek mencapai hasil dan daya guna yang
seoptimal mungkin, serta memenuhi syarat teknis yang dapat
dipertanggungjawabkan.
4. Tertib administrasi pembangunan, dari aspek perizinan, pelaporan,
dan dokumentasi.

A.8 HASIL YANG DIHARAPKAN (KELUARAN)


Konsultan Manajemen Konstruksi diminta menghasilkan keluaran yang lengkap
sesuai kebutuhan proyek. Kelancaran proyek yang berhubungan dengan
Manajemen Konstruksi sepenuhnya menjadi tanggungjawab Konsultan
Manajemen Konstruksi. Selain hal tersebut hasil yang diharapkan dari
pelaksanaan pembangunan Rusun adalah :

1. Terarahnya pelaksanaan program pembangunan rumah susun dan


pendukungnya

7
2. Terlaksananya pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan
pembangunan rumah susun sejak tahap persiapan, tahap perencanaan,
tahap pelaksanaan hingga kesiapan pemanfaatan.
3. Terkendalikannya proses pelaksanaan konstruksi rumah susun dan
pengadaan meubelair secara berkualitas, tepat waktu, dalam batas biaya
yang tersedia, serta diselenggarakan secara tertib.
4. Terdokumentasikan dan terinformasikan hasil pelaksanaan kegiatan mulai
dari kegiatan saat konstruksi dan sampai pada tahap pasca konstruksi,
Pengadaan meubelair, pengiriman serta instalasi meubelair serta kesiapan
pemanfaatannya.
5. Tersusunnya laporan hasil pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan,
perencanaan, pelaksanaan konstruksi sampai pada pelaksanaan
konstruksi selesai dan siap untuk dimanfaatkan serta dikelola.
6. Tersedianya Time Schedule lengkap dengan Curva “S” sebagai pedoman
dalam menilai kemajuan pelaksanaan proyek, time schedulle dibuat
dengan menggunakan komputer sehingga jalur kritis dalam pelaksanaan
pembangunan dapat terlihat.
7. Konsultan MK diwajibkan memberikan Standar Prosedur Pengawasan
Pelaksanaan Fisik di lapangan kepada Kepala Satuan Kerja pada tahapan
persiapan pelaksanaan pembangunan atau pada saat sebelum
melakukan pengawasan pekerjaan di lapangan ( intergrated site
supervision).
8. Terawasinya pelaksanaan pembangunan Rusun yang dilaksanakan oleh
Kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan laju pencapaian prestasi
pekerjaan sesuai jadwal pelaksanaan proyek.
9. Terawasinya pelaksanaan pembangunan Rusunawa beserta hasil kerjanya
dan terkendalinya waktu pelaksanaan proyek sesuai jadwal dan biaya
pembangunan sebagaimana tertera dalam kontrak.

8
B. PENGALAMAN PERUSAHAAN
B.1 Gambaran umum perusahaan

Pada kesempatan yang baik ini perkenankanlah kami untuk memperkenalkan


Perusahaan kami PT. SAT WINDU UTAMA yang bergerak dibidang Usaha
Jasa Konsultansi, menawarkan layanan jasa kreatif dengan berorientasi
kepada kebutuhan Instansi dan Perusahaan Anda. Paduan antara kreatifitas,
pengalaman dan profesionalisme yang kami kembangkan di PT. SAT
WINDU UTAMA secara konsepsional dan efesien, sengaja disiapkan untuk
menghadapi tantangan yang mampu memberikan solusi tepat bagi berbagai
keperluan Instansi/ Perusahaan yang Bapak/ Ibu pimpin, untuk memperoleh
pelayanan dan hasil kerja yang berkualitas. Karena kami selalu meletakkan
kualitas produk, ketepatan waktu dan penepatan harga yang wajar dan
kompetitif diatas segalanya. Untuk mengoptimalkan hal tersebut diatas, kami
memiliki tim kerja yang handal dan tangguh, serta didukung oleh peralatan
kerja yang lengkap dan memadai. Atas dasar itu pula, kami terus berupaya
mengembangkan kinerja serta sikap profesionalisme dengan tetap
berorientasi pada bisnis yang menguntungkan serta menjanjikan terhadap
klien/pemakai.
Kami berharap kiranya kami dapat berperan dalam setiap kesempatan yang
ada terutama didalam memberikan kontribusi positif dalam segala bentuk
kemitraan dan kerjasama, sehingga pada akhirnya kita dapat membentuk
sebuah synergi positif yang saling menguntungkan dan memberi manfaat.

B.2 Pemilikan dan Kedudukan Hukum

1. Nama Perusahaan : PT. SAT WINDU UTAMA

2. Alamat Kantor : Wisma GKBI Lt 39 Suite 3901 Room 41

Jl. Jend Sudirman no 28 ,Bendungan Hilir

Jakarta Pusat

3. Alamat Studio : Jl. Bendungan Asahan IV no 14

Bendungan Hilir,Jakarta Pusat

9
4. Nomor Telepon : 021 – 5734291
Fax. (021) 5734291
E-mail : swu_jkt@yahoo.com

5. Akte Pendirian : Notaris Ny. Yetty Taher, SH.

No.44 Tanggal 14 Maret 1984

6. Akte Perubahan Terakhir : Notaris Yulkhaizar Panuh,SH

No.11 Tanggal 21 Januari 2019

7. Pengesahan Kehakiman :

8. Sertikat Badan Usaha : Konstruksi :

 Perencanaan rekayasa

No : 1-3173-02-008-1-09-009021

Diterbitkan : 17 Desember 2018

Berlaku : 16 Desember 2021

Kualifikasi : Kelas Menengah (M)

 Perencanaan Penataan Ruang

No : 1-3173-02-008-1-09-009021

Diterbitkan : 17 Desember 2018

Berlaku : 16 Desember 2021

Kualifikasi : Kelas Menengah (M)

 Pengawasan Penataan Ruang

No : 2-3173-02-008-1-09-009021

Diterbitkan : 17 Desember 2018

Berlaku : 16 Desember 2021

10
Kualifikasi : Kelas Menengah (M)

 Jasa Konsultasi Lainnya

No : 4-3173-02-008-1-09-009021

Diterbitkan : 17 Desember 2018

Berlaku : 16 Desember 2021

Kualifikasi : Kelas Menengah (M)

Non Konstruksi :

 Pengembangan Pertanian dan


Pedesaan

No : 1.01.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Transportasi

No : 1.02.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Telematika

No : 1.03.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

olongan : Kelas Menengah (M)

11
 Perindustrian dan Perdagangan

No : 1.05.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Keuangan

No : 1.07.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Pendidikan

No : 1.08.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Jasa Konsultasi Manajemen

No : 1.MS.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Jasa Khusus

No : 1.SC.20201-18-0576

12
Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Jasa Studi,penelitian dan bantuan


teknik

No : 1.SI.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Jasa Survey

No : 1.SS.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

 Jasa Konsultasi Industri Pariwisata

No : 4.02.20201-18-0576

Diterbitkan : 27 September 2018

Berlaku : 27 September 2020

Golongan : Kelas Menengah (M)

9.Tanda Daftar Perusahaan :

10.Nomor Pokok Wajib Pajak : 01.366.262.2-077.000


Tanggal

13
11.Ijin Usaha Jasa Konsultan : IUJK Perencanaan Konstruksi

No.
4/C.31.7/31.71.07.1002.07.002.k.a.

!4 Januari 2020

IUJK Pengawasan konstruksi

No. b/2-1.785.56/e/2020

tanggal

IUJK Konsultan Konstruksi

No

Tanggal

12.Surat Ijin Usaha Perdagangan : No. 022/24.3CV.1/31.71/-


1.824.27/2019
tanggal 1 november 2020

13.Bank :

No.

14.Inkindo : No. 2257/P/0720.DKI


tanggal 31 Desember 2019

15. No Induk Berusaha (NIB ) : 9120117100616

16. Surat Pengukuhan PKP : No.


Tanggal

B.3 Susunan Pemilik Modal dan Pengurus Perusahaan

Susunan pemilik modal dan pengurus PT. SAT WINDU UTAMA adalah
pimpinan perusahaan dipegang oleh Direktur Utama, Direktur sedangkan
pengawasan terhadap jalannya perusahaan dipercayakan kepada Dewan

14
Komisaris. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, adalah sebagai
berikut

SUSUNAN PEMILIK MODAL

No Nama No. KTP Alamat Saham


. 10 rb

1. Ir. Aulia Jaloeis,MS 3275080802590010 Jl.Anggur G-12 Komp Depkes II 8400


Bekasi

2. Adi Kurniawan, S.Sos 3174041910810013 Jl.Waringin IV No 5 Utan 160


Kayu,Matraman Jakarta Timur

3. Dra. Auladaningsih 3275085304630018 Jl.Anggur G-12 Komp Depkes II 1440


Malik Bekasi

SUSUNAN PENGURUS PERUSAHAAN

No. Nama No. KTP Jabatan Dalam Usaha

3. Dra. Auladaningsih Malik 3275085304630018 Komisaris

No. Nama No. KTP Jabatan Dalam Usaha

1. Ir. Aulia Jaloeis,MS 3275080802590010 Direktur Utama

2. Adi Kurniawan, S.Sos 3174041910810013 Direktur

15
B. Bidang Layanan Jasa

PT. SAT WINDU UTAMA sebagai perusahaan jasa yang bergerak dibidang
pelayanan jasa konsultansi, mampu memberikan pelayanan jasa konsultansi
bidang-bidang sebagai berikut :

1. PERENCANAAN REKAYASA
 Jasa Nasehat dan Rekayasa Teknik
 Jasa Desain Rekayasa untuk Konstruksi Pondasi Serta Struktur
Bangunan
 Jasa Desai Rekayasa Untuk Pekerjaan Teknik Sipil Air
 Jasa Desain Rekayasa Untuk Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
 Jasa Desain Rekayasa Untuk Pekerjaan Mekanikal Dan Elektrikal Dalam
Bangunan
2. PERENCANAAN PENATAAN RUANG
 Jasa Perencanaan dan Perancangan Perkotaan
 Jasa Perencanaan Wilayah
 Jasa Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Bangunan Dan
Lansekap
 Jasa Pengembangan Penataan Ruang
3. PEMGAWASAN DAN PENATAAN RUANG
 Jasa Pengawasan dan Pengendali Penataan Ruang
4. KONSULTASI LAINNYA
 Jasa Konsultasi Lingkungan
 Jasa Manajemen Proyek terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil dan
Transportasi
 Jasa Manajemen Proyek terkait Konstruksi Bangunan
 Jasa Manajemen Proyek Terkait Konstruksi Pekerjaan Teknik Sipil
Keairan
5. JASA KONSULTASI NON KONSTRUKSI
 Prasarana Sosial dan Pengembangan /Partisipasi Masyarakat
 Kehutanan
 Perikanan dan Kelautan
 Pengembangan Pertamian dan Perdesaan Lainnya
6. TRANSPORTASI

16
 Pengembangan Sarana Transportasi
 Legalisasi/Peraturan Bidang Transportasi
 Usaha Jasa Angkutan
 Transportasi Lainnya
7. TELEMATIKA
 Telekomunikasi Darat
 Telekomunikasi Satelit
 Perangkat Keras
 Konten
 Aplikasi/Perangkat Lunak
 Telematika Lainnya
8. PERINDUSTRIAN DAN PERDAGAAN
 Perindustrian
 Hasil Hasil Industri Pola Perdagangan dan Pemasaran
 Agroindustri
 Perindustrian dan Perdagangan lainnya
9. KEUANGAN
 Manajemen Lembaga Keuangan Non Bank
 Pembelanjaan Sektor Pemerintah
 Manajemen Investasi dan Portofolio
 Pengawasan dan Regulasi Sektor Keuangan
 Keuangan Lainnya
10. PENDIDIKAN
 Sistem dan Evaluasi Pendidikan
 Organisasi/ Administrasi Sekolah
 Pengembangan Kurikulum dan Metodologi Pendidikan
 Bahan Media dan Teknologi Pendidikan
 Pendidikan Lainnya
11. JASA KONSULTANSI MANAJEMEN
 Perencanaan Sistem Akuntansi
 Pelatihan dan Pengembangan SDM
 Konsultasi Manajemen Nasional
 Konsultasi Hukum Bisnis
12. JASA KHUSUS
 Jasa Teknologi dan Sistem Informasi
 Jasa penilaian /appraisal/valuer

17
 Jasa Inspeksi Teknik

13. JASA STUDI PENELITIAN DAN BANTUAN TEKNIK


 Studi Makro
 Studi Kelayakan dan Studi Mikro Lainnya
 Studi Perencanaan Umum
 Jasa Penelitian
 Jasa Bantuan Teknik
 Jasa Penelitian Dan Pengembangan Minyak dan Gas Bumi
14. JASA SURVEY
 Survey Teristris
 Survey Hidrografi / Batimetri
 Sistem Informasi Geografis
 Survey Geologi dan Geofisika
 Survey Pertanian
 Survey Geologi dan Geofisika (non seismic)
15. JASA KONSULTANSI INDUSTRI PARIWISATA
 Usaha Jasa Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pertemuan,Perjalanan,insentif,konfrensi,pameran (MICE)
16. JASA KONSULTANSI MANAJEMEN
 Perencanaan Sistem Akuntansi
 Pelatihan dan Pengembangan SDM
 Konsultasi Manajemen Nasional
 Konsultasi Hukum Bisnis

18
B.5 STRUKTUR ORGANISASI

DIREKTUR
KOMISARIS
UTAMA

DIREKTUR ADMINISTRASI
DATA

KEPALA KEPALA
TEKNIK OPERASIONAL

PERENCANAAN PERNCANAAN PENGAWASAN DAN KONSULTASI JASA


RAKAYASA TATA RUANG PENATAAN TATA RUANG LAINNYA KONSULTASI
NON
KONTRUKSI

19
B.6 PENGALAMAN PEKERJAAN 10 TAHUN TERAKHIR SESUAI BIDANGNYA

Instansi Tanggal Selesai Nomor


Tahun Pekerjaan Lokasi Alamat Nilai Kontrak
Pemberi Tugas Kontrak Kontrak Kontrak
PPK Rumah Jl. Pattimura
Jasa Konsultansi
Sumatera Swadaya Wil.I No. 20, HK.02.03/4007
Konsultan Manajemen 06 Maret 06 Januari Rp
2019 dan Satker Penyediaan Kebayoran 65/ppk-
BSPS Tahun 2019 2019 2020 4.769.462.500,00
Kalimantan Rumah Swadaya, Baru - Jakarta swadaya1/133
Wilayah I
Kementerian PUPR Selatan
Jasa Konsultansi Pejabat Pembuat
Jl. Pattimura
Pengendalian Komitmen
Jakarta, No. 20, HK.02.03/SPK/
Pelaksanaan Dana Direktorat Rumah 12 Maret 12 Desember Rp
2019 Palembang, Kebayoran PPK-
Alokasi Khusus (DAK) Swadaya, Satker 2019 2019 1.785.795.000,00
Semarang Baru - Jakarta RW/512/2019
Bidang Perumahan Direktorat Rumah
Selatan
Tahun 2019 Swadaya
Penyusunan Dokumen
Jl. Drs.H.Aziz
Rencana
Haily,MA, Kel. 05/PPK-
Pembangunan dan Kabupaten BAPELITBANG
Bukit 30 Desember Rp PW/IV/BAPELI
2018 Pengembangan Lima Puluh Kab. Lima Puluh 30-Apr-18
Limau,Sarimala 2018 310.266.000,00 TBANG-
Perumahan dan Kota Kota
k Kab.Lima LK/2018
kawasan permukiman
Puluh Kota
(RP3KP)
Pengendalian Jl. Pattimura
Satker Direktorat No:
Pelaksaan Dana Jakarta, No. 20,
Rumah 21 Maret 21 Desember Rp HK.02.03/SPK/
2018 Alokasi Khusus (DAK) Palembang, Kebayoran
SwadayaKementeri 2018 2018 1.839.425.500,00 PPK-
Bidang Perumahan Semarang Baru - Jakarta
an PUPR RW/582/2018
Tahun 2018 Selatan
Kementerian PUPR
Direktorat Jl.Kapten
Provinsi HK.01.02/KMP/
Konsultan Manajemen Penyediaan A.Rivai Irma 26 Maret 21 Desember Rp
2018 Sumatera PP.SS/SWD/20
Provinsi Perumahan SNVT Nasution No.10 2018 2018 1.235.000.000,00
Selatan 18/243
Penyediaan Palembang
Perumahan Prov.
Pejabat Pembuat
Pengendalian Komitmen
Jl.Pattimura
Pelaksanaan Dana Jakarta, Direktorat Rumah HK.02.03/SPK/
No.20, Keb. 23 Januari Rp
2017 Alokasi Khusus (DAK) Palembang, Swadaya, Satker 18-Nop-17 PPK-
Baru, Jakarta 2017 1.401.889.500,00
Sub Bidang Perumahan Semarang Direktorat Rumah DRS/075/2017
Selatan
2017 Swadaya,
Kementerian PUPR
Satker
Konsultan Manajemen
Pengembangan
Konstruksi
Danau Toba, Kawasan
Pembangunan Jl. Cipaku V 08 Mei Rp HK.02.03/PKPS
2017 Sumatera Permukiman 08 Mei 2019
Kawasan Pariwisata No.1 2017 1.730.047.000,00 -N/336/V/2017
Utara Strategis, Dirjen
Danau Toba, Provinsi
Cipta Karya,
Sumatera Utara
Kemeterian PUPR
Masukan Teknis
Penyusunan Pedoman
Satker Sekretariat
Penanganan
Dirjen Penyediaan Jl. Pattimura 20 Januari Rp 191/SPK/PK1/S
2016 Pengaduan Masyarakat Jakarta 18-Nop-16
Perumahan, No.20 2016 673.134.000,00 DPP/1/2016
Bidang Perumahan dan
Kementerian PUPR
kawasan Permukiman
(SDPP16-06)
Satker Pengem. Jl. Patimura
Konsultan Manajemen
Sumatera Rmh Swadaya No. 20
Wilayah Sumatera 29 Mei 28 Desember Rp 004/SP/PPK-
2015 Bagian Ditjen Penyediaan Kebayoran
Bagian Selatan BSPS 2015 2015 3.170.207.150,00 PBS/V/2015
Selatan Perumahan Baru Jakarta
Tahun 2015 (P.I-02)
Kemenpupera Selatan
PekerjaanJasa Kemenkupera Jl. Patimura
Konsultasi Perumusan Ditjen Penyediaan No. 20
Seluruh 27 Mei Rp 013/SP/PPK-
2015 Kebijakan Penetapan Perum. Satker Kebayoran 26-Nop-15
Indonesia 2015 672.980.000,00 PTS/V/2015
Harga Satuan BSPS Pengem.Rumah Baru Jakarta
(P.I-12) Sawadaya Selatan
KU.08.08/PK-
Konsultan Manajemen Nusa PRKWILI/SATK
15 Juli 31 Desember Rp
2015 Pusat (KMPRUSUS15- Tenggara Kemen PU Pera   ER-
2015 2015 3.563.500.000,00
01) Timur PRK/KMPRUS
USWILI-01/13
Konsultan Manajemen Satker Jl. Raden 19 Maret 31 Desember Rp 006/SPK/PPK-
2014 Prov. Jambi
Tenaga Pendamping Pemberdayaan Patah I/1, 2014 2014 844.118.000,00 PRS.2/III/2014

20
Masyarakat (KM-TPM) Perumahan
Bantuan Stimulan Swadaya, Deputi Kebayoran
Perumahan Swadaya Bid. Perumahan Baru, Jakarta
(BSPS) Tahung 2014 Swadaya, Selatan
Provinsi Jambi Kemenpera
Konsultan Perencana
Ged. H,
(Pengawasan Berkala) Universitas
Kemendikbud, Kampus 277
Lanjutan Pembangunan Negeri 27 Februari Rp
2012 Universitas Negeri Sekaran- 30-Nop-12 AN/UN37.5.6/T
Gedung Pendidikan Semarang, 2013 112.112.000,00
Semarang Gunungpati, U/2012
Tahap IV Universitas Jawa Tengah
Semarang
Negeri Semarang
Manajemen Konstruksi
(MK) Pembangunan Jl. Cipaku V
Satker PKPPS
Rumah Susun No.1, Keb. 10 Oktober Rp KU.08.08/PPPS
2012 Pekanbaru Ditjen. Cipta Karya 06 Juni 2013
Sederhana Sewa Baru, Jakarta 2012 295.267.500,00 -III/635/X/2012
Kemen. PU
(Rusunawa) Lokasi Selatan
Pekanbaru
Manajemen Konstruksi
(MK) Pembangunan Jl. Cipaku V
Satker PKPS,
Rumah Susun No.1, Keb. Rp KU.08.08/PKPS
2011 Banda Aceh Ditjen. Cipta Karya, 08-Sep-11 08 Mei 2012
Sederhana Sewa Baru, Jakarta 321.733.500,00 -II/444/IX/2011
Kemen. PU
(Rusunawa) Lokasi Selatan
Banda Aceh
Jl. Raden
Satker KU.08.08/SPK/
Kajian Patah I/1,
Pengembangan 13 Juni 13 Desember Rp PK-
2011 Penyelenggaraan Jakarta Kebayoran
Perumahan Formal, 2011 2011 586.655.000,00 P2F/DF/PL/VI/2
Rumah Umum baru - Jakarta
Kemenpera 011/26
Selatan 12110
Ged. H,
Universitas
Perencanaan Gedung Kemendikbud, Kampus 168
Negeri 25 Juli 20 Maret Rp
2011 Pendidikan Tahap II Universitas Negeri Sekaran- M/UN37.5.6/TU
Semarang, 2011 2012 2.898.525.000,00
Univ. Negeri Semarang Semarang Gunungpati, /2011
Jawa Tengah
Semarang
Kajian Model
Pengembangan Indramayu,
Satker Pengelolaan Jl. Raden
Perumahan Kawasan Batam, 17 Mei Rp 0001.25/SP/PP
2010 Kawasan, Patah I/1, 16-Nop-10
Khusus Berbasis Banjarmasin 2010 379.500.000,00 K.PK/V/2010
Kemenpera Jakarta Selatan
Komunitas (Paket PKK- dan Sby
1)
Manajemen Konstruksi
(MK) Pembangunan Satker Lakbangkim, Jl. Penjernihan
KU.08.08/Lakba
Rumah Susun Ditjen. Cipta Karya, I/19A, 23 Juni 04 Desember Rp
2010 Kupang ngkim-PPK-
Sederhana Sewa Dep. Pekerjaan Pejompongan, 2010 2010 234.960.000,00
II/252/VI/2010
(Rusunawa) Lokasi Umum Jakarta Pusat
Kupang
Manajemen Konstruksi
(MK) Pembangunan Satker Lakbangkim, Jl. Penjernihan
KU.08.08/Lakba
Rumah Susun Ditjen. Cipta Karya, I/19A, 01 Juli 26 Januari Rp
2010 Tangerang ngkim-PPK-
Sederhana Sewa Dep. Pekerjaan Pejompongan, 2010 2011 357.720.000,00
II/283/VII/2010
(Rusunawa) Lokasi Umum Jakarta Pusat
Tangerang
Kemitraan Jl. Raden
Satker KU.08.08/SPK/
Penyelenggaraan Patah I/1,
Pengembangan 18 Mei Rp PK-
2010 Perumahan dan Jakarta Kebayoran 18-Nop-10
Perumahan Formal, 2010 379.000.000,00 P2F/DF/PL/V/2
Permukiman di Baru, Jakarta
Kemenpera 010/42
Kawasan Perkotaan Selatan
Manajemen Konstruksi
(MK) Pembangunan Kementerian
KU.08.08/Lakba
Rumah Susun Pekerjaan Umum Rp
2008 Padang   28-Nop-08 25 Juni 2009 ngkim/540/XI/2
sederhana Sewa dan Perumahan 357.230.500,00
008
(RUSUNAWA) Lokasi Rakyat
Padang
Manajemen Konstruksi
Kementerian
(MK) Pembangunan KU.08.08/Lakba
Pekerjaan Umum Rp
2008 Rumah Sederhana Probolinggo   28-Nop-08 25 Juni 2009 ngkim/551.1/XI/
dan Perumahan 307.175.000,00
Sewa (Rusunawa) 2008
Rakyat
Lokasi Probolinggo

21
C. TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Berdasarkan pemahaman terhadap TOR seperti diatas dapat kami berikan


tanggapan yang merupakan kesimpulan dalam didalam proses pelaksanaan
pekerjaan konsultan MK Pembangunan Rusun Pemkab kota Waringin Timur.

C.1 Tugas dan Tanggung Jawab

Pemberi Tugas (Pemerintah Republik Indonesia c.q Kementerian Pekerjaan Umum


dan Perumahan Rakyat c.q Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan c.q Satuan
Kerja Non Vertikal Tertentu Penyedian Perumahan provinsi Kalimantan Tengah )
memberikan tugas dan tanggung jawab kepada Konsultan Manajemen
Konstruksi/Pengawas untuk mengawasi secara rinci pelaksanaan pembangunan
Rumah Susun yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana sehingga akan diperoleh
suatu hasil kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknis maupun
administrative yang telah ditetapkan dan hasil secara optimal.

Untuk hal tersebut diatas, maka Konsultan manajemen konstruksi/Pengawas


memiliki arti : bahwa Konsultan Manajemen konstruksi / Pengawas atas seijin
Pemberi Tugas dapat bertindak untuk dan atas nama Pemberi Tugas untuk
menegur dan mengarahkan Kontraktor agar didapat hasil yang optimal, sedangkan
arti lain adalah, setiap tindakan Konsultan Manajemen Konstruksi Pengawas harus
dilaporkan kepada Pemberi Tugas untuk setiap kejadian yang dihadapi dilapangan.

C.2 Aspek Koordinasi

Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas berkewajiban untuk dapat


mengkoordinasikan berbagai pelaku kegiatan pelaksanaan pembangunan dalam
proyek yang tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur yang telah dibuat
oleh Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas.

22
C.3 Aspek Teknis

Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas diharapkan dapat memberikan


masukan-masukan dalam rangka mencari solusi terbaik dalam hal teknis
pelaksanaan bagi penyelesaian pekerjaan;

C.4 Aspek Administratif

Konsultan Pengawas diharapkan dapat menentukan Prosedur Administrasi Proyek


yang sesuai keterlibatan dari semua unsur terkait dalam kegiatan proyek.

C.3 Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari pekerjaan jasa konsultansi manajemen konstruksi /


Pengawasan teknis pelaksanaan pembangunan Rumah Susun adalah :
1. Terarahnya pelaksanaan program pembangunan Rumah susun dan
pendukungnya.
2. Terlaksananya pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan
pembangunan rumah susun sejak tahap persiapan,tahap
perencanaan,tahap pelaksanaan hingga kesiapan pemanfaatan.
3. Terkendalikannya proses pelaksanaan kontruksi rumah susun dan
pengadaan meubeleir,tepat waktu,dalam batas biaya yang tersedia
serta diselenggarakan secara tertib.
4. Terdokumentasikan dan terinformasikan hasil pelaksanaan kegiatan
mulai dari kegiatan saat konstruksi dan sampai pada tahap pasca
konstruksi, pengadaan meubeleir, pengiriman serta istalasi
meubeleir,serta kesiapan pemanfaatannya.
5. Tersusunnya laporan hasil pelaksanaan kegiatan mulai dari
persiapan ,perencanaan, pelaksanaan kontruksi selesai, dan siap untuk
dimanfaatkan serta dikelola.

23
C.5 LINGKUP PEKERJAAN MK

LINGKUP PEKERJAAN MK

Tahap Konstruksi

Persiapan Pelaksanaan Pelaksanaan Pasca - Pelaksanaan

Data proyek yang ada :  Final Opname/Test


 Dokumen Kontrak  As-built Drawing
 Gambar Desain  Operation and
Revie Pelaksanaan Evalu
 Jadual maintenance
 Data Teknis w asi procedure
Lainnya  Pengurusan ijn
Perbaikan penggunaan
bangunan
Revisi

Tahap Pasca Konstruksi :


 Uji Coca (test run operational)

C.6 Kegiatan Tahap Konstruksi

1.Kegiatan Konstruksi Pada Tahap Persiapan Pelaksanaan


a. Mengkaji Ulang Data dan Informasi
Data dan informasi yang diperoleh baik berupa data sekunder
maupun informasi dari peninjauan lapangan, akan dikaji ulang
secara internal terlebih dahulu oleh konsulan hasil kajian ini akan
menjadi bahan konsultan Untuk pre-construction meeting (PCM).
Materi utama yang dikaji konsultan Kegiatan Konstruksi pada tahap
ini antara lain meliputi :

24
 Ketersediaan lahan untuk peralatan konstruksi dan penimbunan
bahan konstruksi.
 Aksesibiltas kendaraan berat
 Metoda pelaksanaan dengan mempertimbangkan faktor
lingkungan
 Jadual pelaksanaan
 Volume dan biaya konstruksi
 Rencana layout peralatan konstruksi
 Rencana layout penimbunan bahan/material konstruksi (material
stock piling).

b. Ikut dalam Pre-Construction Meeting


Pre-construction meeting merupakan pertemuan resmi pertama
yang dilakukan sebelum tahap konstruksi dimulai, pertemuan ini
mungkin saja dilakukan lebih dari satu kali, sampai diperolehnya
kesepakatan untuk melaksanakan pekerjaan.
Pre-construction meeting ini dipimpin oleh Project Manager /
Pemberi kerja yang dihadiri oleh konsultan Perencanaan
Konstruksi, konsultan perencana, konsultan pengawas dan
kontraktor.
Hasil kesepakatan dalam pre-construction meeting ini akan
menjadi masukkan untuk melakukan revisi terhadap rencana kerja
kontraktor.
c. Revisi Rencana Kerja
Berdasarkan kesepakatan hasil dari pre-construction meeting,
kontraktor akan melakukan revisi rencana kerja, dalam proses
revisi ini konsultan Perencanaan Konstruksi akan memberikan
masukkan kepada kontraktor.
Keluaran dari revisi rencana kerja dapat meliputi :
 Perubahan jadwal konstruksi
 Perubahan shop drawing
 Perubahan metoda konstruksi
 Perubahan mata pekerjaan
 Perubahan volume dan biaya
 Perubahan layout peralatan konstruksi

25
 Perubahan layout lokasi penimbunan bahan/material konstruksi
 Dll.
Revisi rencana kerja dapat berakibat kepada perubahan kontrak
kerja, baik berupa pekerjaan tambah-kurang (adendum) atau
penggantian mata pekerjaan (contract change order / CCO).

2. Kegiatan Konstruksi Pada Tahap Pelaksanaan


a. mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi fisik
yang disusun oleh pemborong, yang meliputi program-program
pencapaian sasaran konstruksi, penyediaan dan penggunaan
tenaga kerja, peralatan dan perlengkapan, bahan bangunan,
informasi, dana, program Quality Assurance/Quality Control,
dan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
b. mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik, yang
meliputi program pengendalian sumber daya, pengendalian
biaya, pengendalian waktu, pengendalian sasaran fisik
(kuantitas dan kualitas) hasil konstruksi, pengendalian
perubahan pekerjaan, pengendalian tertib administrasi,
pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja,
c. melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis
dan manajerial yang timbul, usulan koreksi program dan
tindakan turun tangan, serta melakukan koreksi teknis bila
terjadi penyimpangan.
d. melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam
pelaksanaan konstruksi fisik.
e. Bersama Kontraktor Mengawasi test commisioning
3.Kegiatan Konstruksi Pada Tahap Pasca Pelaksanaan
a. Pembuatan Laporan Pendahuluan
b. Pembuatan Laporan mingguan
c. Pembuatan Laporan Bulanan
d. Pembuatan Laporan Akhir dan Ringkasan Eksekutif
e. Laporan Administrasi Konsultan MK
f. bersama dengan Konsultan Perencana menyusun petunjuk
pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung untuk
persiapan pemanfaatan
g. Melakukan running test bersama pihak terkait

26
D. APRESIASI INOVASI

D.1 Latar Belakang

Keterbatasan lahan di kota-kota besar, tuntutan akan pengadaan perumahan


rakyat, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi acuan dasar
pemerintah untuk membangun Rumah Susun yang dilengkapi fasilitas umum dan
sosial.
UU No. 16/1985 tentang Rumah susun menyebutkan bahwa “Rumah susun adalah
bangunan bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan, yang terbagi dalam
bagian-bagian yang disusun secara fungsional dalam arah horizontal maupun
vertical dan merupakan satuan-satuan yang dapat dimiliki dan digunakan secara
terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian bersama,
benda bersama, dan tanah bersama”.
UU No. 4/1992 mengatakan “lingkungan pemukiman adalah kawasan perumahan
dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana
dan sarana lingkungan yang terstruktur”

Mengacu pada peraturan yang diatas, maka pembangunan Rumah Susun


merupakan salah satu alternatif pemecahan permasalahan keterbatasan lahan
serta pengadaan perumahan dan pemukiman terutama di kota-kota besar.

Sebagai upaya perencanaan penyelenggaraan pemukiman tersebut maka akan


memerlukan ruang di dalam kota dalam suatu kawasan dan lingkungan
pemukiman. Dan upaya pemanfaatan ruang dalam kaitannya dengan pemenuhan
akan kebutuhan hunian dalam lingkungan pemukiman tersebut akan mencangkup
perencanaan dan perancangan penataan lingkungan, tapak dan pengkaplingan,
agar tercapai kwalitas lingkungan pemukiman yang layak huni, aman, nyaman,
sehat, dan menarik.

Pasal 5 UU No.16/1985 Rumah Susun menentukan bahwa “Rumah susun


dibangun sesuai dengan tingkat keperluan dan kemampuan masyarakat, terutama
bagi yang berpenghasilan rendah, dan pembangunan Rumah Susun dapat

27
diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, Koperasi, dan Swasta yang bergerak dalam
bidang itu, serta swadaya masyarakat.”
Rumah Susun yang pembangunan dan pengelolaannya mengacu pada UU No.
16/1985 dan PP No. 4/1988 menetapkan bahwa Rumah Susun terdiri atas dua
bagian yaitu Rumah Susun yang dibeli (dimiliki) dan disewa (rumah susun sewa).

Perencanaan pembangunan Rumah Susun sewa diarahkan bagi masyarakat kecil


di daerah kota-kota besar yang menghadapi masalah kebutuhan akan pemukiman
yang terjangkau dan layak huni.

D.2 Hukum Rumah Susun

Landasan hukum pemahaman konsultan terhadap subtansi pekerjaan ini adalah


sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan


permukiman

4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;

5. Peraturan Pemerintah No.4/1998 tentang Penyelenggaraan Rumah Susun;

6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 60/PRT/M/1992 Tahun 1992


tentang Persyaratan Teknis Pembangunan Rumah Susun;

7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor


01/PRT/M/2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rumah
Susun;

8. Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor


21/SE/M/2019 tentang Standar Susunan Tenaga Ahli Untuk Pengawasan
Pekerjaan Konstruksi Melalui Penyedia Jasa

9. SK Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 897 Th 2017


Tentang Renumerasi

28
D.3 Pemahaman Terhadap Konsep Perancangan Dan Perencanaan
Rumah Susun

Secara garis besar pekerjaan Penyusunan Perencanaan Konsep model - model


Rumah Susun Sederhana Sewa merupakan serangkaian kegiatan yang mencakup
antara lain "Kegiatan Perencanaan Blok Hunian", "Kegiatan Perencanaan Tapak",
dan "Kegiatan Penyusunan Desain".
Landasan hukum pemahaman konsultan terhadap subtansi pekerjaan ini adalah
Undang - Undang No. 4 Tahun 1992 tentanga Penataan Ruang, Undang - Undang
No. 16 Tahun 1985, dan Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1988 tentang Rumah
Susun. Disamping itu, dalam penyusunan perencanaan tersebut, selain didasarkan
pada pertimbangan terhadap permasalahan dan potensi pembangunan perumahan
dan permukiman dikawasan studi, antara lain juga merupakan penjabaran dari
berbagai program pembagunan perumahan dan permukiman, khususnya
pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dikawasan studi
tersebut.

D. Pengertian Umum

Sebagai bagian integral dari penataan ruang, serta perencanaan penataan


lingkungan dan kawasan, maka dalam rangka melaksanakan pekerjaan ini perlu
juga memahami sejumlah pengertian. Ada beberapa pengertian umum yang dapat
digunakan untuk memahami pekerjaan penyusunan perencanaan tata lingkungan
permukiman, dan perencanaan konsep model - model rumah susun sederhana
sewa, antara lain sebagai berikut :

Ruang Adalah wadah secara keseluruhan yang meliputi ruang


daratan, ruang lautan, dan ruang udara sebagai satu -
kesatuan wilayah, berlangsungnya interaksi sistem sosial
(yang meliputi manusia dengan seluruh kegiatan sosial,

29
ekonomi dan budaya) dengan ekosistemnya (sumber
daya alam dan sumber daya buatan).

Tata ruang Adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang


baik direncanakan maupun tidak direncanakan.

Penataan Ruang Adalah proses perencanaan ruang, pemanfaatan ruang,


dan pengendalian pemanfaatan ruang yang
pelaksanaannya bertujuan unutk mewujudkan
pemanfaatan ruang yang berkualitas, sesuai dengan
potensi, permasalahan serta ketentuan yang berlaku
diwilayah tertentu.

Pemanfaatan ruang Adalah rangkaian program kegiatan pelaksanaannya


pembangunan yang memanfaatkan ruang menurut
jangka waktu yang ditetapkan didalam rencana tata
ruang. Pemanfaatan ruang juga merupakan bentuk
hubungan antar berbagai aspek sumber daya manusia,
ekonomi, teknologi, informasi, administrasi, pertahan
keamanan, fungsi lindung, budidaya, dan estetika
lingkungan, dimensi ruang dan waktu dilihat dalam
kesatuan secara utuh, menyeluruh, serta berkualitas
membentuk tata ruang.

Wilayah Yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek


administratif disebut wilayah pemerintahan.
Kawasan Yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek
fungsional disebut kawasan.

Rumah Adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal


atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.

Perumahan Kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan


temapat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi
dengan prasarana dan sarana lingkungan.

30
Permukiman Adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan
lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun
pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat
tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang
mendukung perikehidupan dan penghidupan.

Rumah Susun Adalah bangunan bertingkat yang dibangun dalam suatu


lingkungan, yang terbagi dalam bagian - bagian yang
distrukturkan secara fungsional dalam arah horisontal
maupun vertikal dan merupakan satuan - satuan yang
masing - masing dapat dimiliki dan digunakan secara
terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi
dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah
bersama.

Satuan Rumah Susun Adalah rumah susun yang bertujuan peruntukan


utamanya digunakan secara terpisah sebagai tempat
hunian, yang merupakan sarana penghubung ke jalan
umum.

E. PENDEKATAN DAN METODOLOGI

E.1 Latar Belakang

Untuk menunjang agar sistim, prosedur dan mekanisme kerja yang telah dibuat
dapat berjalan dengan lancar, transparent serta dapat dipertanggung jawabkan,
maka perlu kiranya dibuat standar keluaran berupa Form-form kerja yang akan
digunakan dalam setiap komunikasi dan interaksi yang terjadi dilapangan serta
menjadi bagian penting dari dokumen kegiatan proyek yang tersusun dengan baik
dan memudahkan instansi berwenang dalam pemeriksaan lanjutan.

E.2 Faktor Pengorganisasian Proyek

31
Didalam penyusunan struktur Organisasi Proyek manajemen konstruksi /
Pengawasan nantinya didasar dari beberapa faktor antara lain :
1. Terjalinnya komunikasi dan kerjasama positif antara pihak terkait (pelaku
kegiatan pelaksanaan pembangunan Rumah Susun ;
2. Terjalinnya koordinasi dan konsultansi serta didapatkan jalan keluar yang baik
secara dini untuk mengatasi setiap permasalahan yang timbul;
3. Menjamin pelaksanaan dan pengawasan serta koordinasi pekerjaan secara
optimal.

E.3 Sistem dan Mekanisme Kerja

Untuk menjamin efektifitas dan efisiensi kerja Konsultan Manajemen konstruksi /


Pengawas sehingga sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan,
maka Konsultan memiliki Sistim dan Mekanisme Kerja yang diterapkan dalam forum
pengawasan meliputi :
A). Rapat Koordinasi
Rapat Koordinasi merupakan salah satu bagian penting dari forum komunikasi
antara seluruh pihak yaitu, Pemilik Proyek, Konsultan Perencana, Konsultan
Pengawasan, dan Kontraktor yang diadakan secara berkala yang meliputi, antara
lain :

1. Standart Operating Prosedure (SOP)


Ditetapkan untuk menunjang pengelolaan Proyek dari tahap Perencanaan,
Pra Konstruksi sampai berakhirnya masa Pemeliharaan.
Prosedur ini menggambarkan proses kerja yang perlu dilaksanakan pada
setiap tahapan proyek, dan pihak-pihak yang bertanggung jawab didalam
proses kerja tersebut.
2. Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi dilaksanakan secara periodic pada waktu-waktu tertentu
yang bertujuan untuk tetap berada pada koridor ketentuan saat pelaksanaan
berjalan dan menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul saat
pelaksanaan berjalan.
Ditinjau dari permasalahan dan jenisnya, maka rapat koordinasi dibedakan
menjadi 2 (dua) jenis rapat yaitu :

32
a. Rapat Koordinasi Rutin (Mingguan dan Bulanan);
Diadakan priodik setiap minggu dan atau setiap bulannya, membahas
prestasi kerja Kontraktor, serta memberikan solusi/penyelesaian
permasalahan yang timbul.
Rapat ini dipimpin oleh Konsultan Pengawas dan dihadiri oleh semua
pihak terkait pada pelaksanaan kegiatan konstruksi.
b. Rapat Koordinasi Khusus;
Diadakan apabila timbul permasalahan yang bersifat khusus dan tidak
dapat diselesaikan dalam rapat koordinasi mingguan/bulanan.
Rapat koordinasi ini diadakan oleh Pemberi Tugas atas inisiatif Pemberi
Tugas atau atas usulan dari pihak-pihak yang tekait dalam pelaksanaan
pembangunan.

E.4 Sistem Pelaporan

Adalah bentuk penyampaian informasi secara formal pencapaian kemajuan


pekerjaan dan perkembangan pelaksanaan kegiatan pembangunan kepada Pemilik
Proyek yang merupakan salah satu produk dari tugas Konsultan Pengawas.
Hal-hal yang mencakup dalam sistim pelaporan antara lain :
1. Laporan Prestasi Kerja Mingguan;
2. Laporan Prestasi Kerja Bulanan;
3. Pekerjaan yang dilaksanakan pada periode saat ini;
4. Permasalahan yang timbul;
5. Perubahan-perubahan ketentuan teknis pelaksanan (apabila diharuskan);
6. Kesimpulan;
7. Lampiran;
- Foto Proyek;
- Notulen Rapat Koordinasi Mingguan;
- Bobot Kemajuan Pekerjaan;
- Time Schedule yang menunjukkan adanya deviasi antara rencana dan
pelaksanaan;
- Laporan Harian Pengawas;
- Form-form isian mekanisme kerja.

33
E.5 Lampiran

1. Struktur Organisasi Proyek;


2. Mekanisme Administrasi Proyek;
3. Mekanisme Kerja Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas;
4. Mekanisme Penagihan;
5. Mekanisme Pekerjaan Tambah Kurang.

34
E.6 Kegiatan Perencanaan Konstruksi Pada Tahap Konstruksi

Kegiatan Perencanaan Konstruksi pada tahap konstruksi pada prinsipnya adalah


melakukan pengawasan berkala yang meliputi seperti yang dijelaskan pada
gambar berikut :

1.struktur Organisasi Proyek

Reference :
Dokumen kontrak
Drawing
Spesifikasi
Standar, code, peraturan
yang berlaku

Pengawasan Berkala

Sebelum pekerjaan dimulai :


Kesiapan lapangan
Pemeriksaan bahan / material
Pemeriksaan dokumen request kontraktor

Saat pekerjaan berlangsung :


Tahap Konstruksi
Kontrol kualitas bahan / material
dan kuantitas bahan / material
Kontrol metoda pelaksanaan
Kontrol kemajuan pekerjaan

Setelah pekerjaan selesai :

Pengukuran (measurement) pekerjaan


terpasangl
Testing comisioning / pengujian pekerjaan
terpasang
Usulan perbaikan pekerjaan

Pasca Konstruksi

35
2. Mekanisme Administrasi Proyek

a) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Tanah

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi cuaca 1. Check staking out lokasi dan luas lahan 1. Pengukuran dimensi galian baik volume dan
galian bentuk galian (volume and shape) sesuai shop
drawing.
2. Check kondisi tinggi muka air tanah 2. Kontrol metoda konstruksi 2. Uji lapangan kepadatan tanah dasar basement
(plate bearing test dan sand cone test)
3. Check hasil pengujian material yang akan 3. Kontrol produktivitas peralatan dan 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
digunakan, yaitu material stabilisasi tanah / kemajuan pekerjaan (work progress)
soil grouting.
4. Check Request Document – Kontraktor : 4. Uji lapangan (field test) material / bahan 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
konstruksi diajukan kontraktor
 Gambar kerja / shop drawing 5. Kontrol arus angkutan pembuang tanah
 Metoda kerja 6. Kontrol pengunaan peralatan K3 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Volume pekerjaan galian 7. Kontrol dimensi (volume dan bentuk) galian kemajuan pekerjaan.
 Jadual kerja 8. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
meliputi :
 Kesiapan peralatan meliputi : Excavator,  Jenis, jumlah dan jam pemakaian
Loader, Dozer, Dump Truck, Water peralatan dan angkutan berat
Pump, dll.
 Kesiapan material / bahan dilapangan  Kondisi Cuaca
 Kesiapan tenaga manusia  Jumlah sumber daya manusia yang
bekerja
 Kesiapan K3  Volume dan kualitas material yang
digunakan
 Arus angkutan buangan tanah  Jam kerja
5. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek  Hal-hal khusus / kejadian khusus

36
b) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Struktur Pondasi

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi cuaca 1. Check staking out lokasi pondasi 1. Pengukuran jumlah dan ketepatan lokasi
2. Check kondisi tinggi muka air tanah dan 2. Kontrol metoda konstruksi pondasi yang dipasang
kedalaman tanah keras.
3. Check hasil pengujian bahan/material yang 3. Kontrol produktivitas peralatan dan 2. Uji lapangan kapasitas pondasi (Loading Test),
akan digunakan, cast in place atau tiang kemajuan pekerjaan (work progress) static loading atau vertical test (ASTM D 1143-
pancang. 81), jika menggunakan pondasi tiang pancang
4. Check Request Document – Kontraktor : 4. Uji lapangan tiang pancang (hammer test, 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
flexure strengh test-simple beam with third
point loading)
 Jadual kerja 5. Kontrol arus kendaraan pengangkut tiang 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
pancang diajukan kontraktor
 Gambar kerja / shop drawing 6. Kontrol jumlah, kedalaman, ketepatan
(presisi) dan kapasitas pondasi yang
dipancang.
 Metoda kerja 7. Kontrol penggunaan K3 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Volume pekerjaan struktur pondasi 8. Pencatatan kegiatan harian (daily report), kemajuan pekerjaan.
meliputi :
 Kesiapan peralatan meliputi : Pile  Jenis, jumlah dan jam pemakaian
driver / hammer, truck trailer, water peralatan dan angkutan berat
pump, dll
 Kesiapan material / bahan dilapangan  Kondisi Cuaca
 Kesiapan tenaga manusia  Jumlah sumber daya manusia yang
bekerja
 Kesiapan K3  Jumlah dan kualitas pondasi yang
dipasang
 Arus angkutan pengangkut tiang, truck  Jam kerja
trailer
5. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek  Hal-hal khusus / kejadian khusus

37
c) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Struktur Bangunan Atas
Pekerjaan utama dari pekerjaan struktur bangunan atas adalah pekerjaan beton / concrete works pada struktur kolom, struktur balok , dan pelat beton.

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi cuaca 1. Check pemasangan bekisting dan perancah 1. Pengukuran volume, dimensi dan presisi
(form work) pekerjaan beton yang telah terpasang.
2. Check kondisi kesiapan lapangan 2. Check sertifikat bahan dan material yang
sampai di lapangan terhadap kualitas dan
volume.
3. Check bahan/material yang akan digunakan 3. Uji lapangan dan pengambilan sampel, 2. Uji lapangan terhadap pekerjaan yang telah
: meliputi : terpasang :
 Design mix dan Trial mix beton,  Making and curing concrete test  Surface texture of concrete (voids test of
 quality of water, specimens, concrete)
 kuat tekan beton (compressive strength  Slump test and Air Content Test,  Testing drilled cores of concrete
test) ASTM C 39, BS 1881.  Bend test for bars for Concrete  Water retention of concrete
 Aggregate concrete SII 0052 – 80, ASTM C Reinforcement,  Schmidt Rebound Hammer test (ASTM-
33, ASTM C 330.  Bleeding of Concrete, C805 dan B.S. 4408)
 uji tulangan baja, SII 0136-84, SII 0784-83,  Water retention by Concrete Curing  Crack meter
SII 1315-85, SII 1462 – 85, SII 1463-85, Materials
ASTM / JASS 5  Kuat tekan beton (compressive
 sampling freshly mixed concrete ASTM C strength test)
172  Weight per cubic meter of concrete
 slump test,  Kontrol kuat tekan beton untuk
 Weight per cubic meter of concrete, pelepasan Form work
 Making and curing concrete test specimens
3. Check Request Document – Kontraktor : 4. Kontrol metoda konstruksi 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Jadual Kerja 5. Kontrol produktivitas peralatan dan 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
kemajuan pekerjaan (work progress) diajukan kontraktor terhadap volume, dimensi
dan kualitas pekerjaan.

38
Manajemen Konstruksi terhadap pekerjaan struktur beton bangunan atas (lanjutan)

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
4. Check Request Document Contractor 6. Kontrol volume, dimensi dan ketepatan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
(lanjutan) : (presisi) pekerjaan beton (concrete works) kemajuan pekerjaan.
baik pada kolom, balok, pelat dan shear
wall.
 Gambar Kerja / Shop Drawing 7. Kontrol arus kendaraan pengangkut
bahan / material
 Check metoda konstruksi 8. Kontrol penggunaan K3
 Volume pekerjaan struktur basement 9. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
meliputi :
 Kesiapan peralatan meliputi : Tower &  Jenis, jumlah dan jam pemakaian
crane, ready mix truck, concrete peralatan dan angkutan berat
spreader truck, water tank truck, pompa
air, concrete vibrator, bekisting dan
perancah (form work)
 Kesiapan material / bahan dilapangan  Kondisi Cuaca
 Kesiapan tenaga manusia  Jumlah sumber daya manusia yang
bekerja
 Kesiapan K3  Volume dan spesifikasi bahan /
material yang sampai di lapangan.
 Arus angkutan pengangkut  Jam kerja
material/bahan, Ready Mix Truck,
Concrete Spreader truck, dll.
1. Check Kondisi Aktivitas Sekitar Proyek

39
d) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Plumbing (plumbing works)

d. 1 Fire Fighting Work

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check sertifikat bahan dan material yang 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
sampai di lapangan terhadap dimensi, lokasi peralatan yang dipasang.
spesifikasi dan quantity (manufacturer
certificates).
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, jumlah, jenis 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen spesifikasi dan lokasi pemasangan harus dengan dihadiri oleh otoritas pemadam
kontrak, meliputi : sesuai dengan gambar. kebakaran setempat.
 Bahan / material Indoor - out door fire 3. Kontrol pemasangan pipa, meliputi :  Prosedur pengujian harus mengikuti
hydrant :  Kedalaman pipa dibawah tanah peraturan dari otoritas pemadam
 Valves, check diameter dan material  Kemiringan pipa kebakaran setempat.
 Hoses, check diameter dan material  Interval penyangga pipa  Sebelum concealing dan penutupan tanah
 Nozzle, check material  Pemberian tanda pada pipa pada pipa, pipa harus diuji terhadap :
 Joint (identification mark)  Uji tekan air (water pressure test)
 Fire hydrant box, check dimensi, tebal 4. Kontrol pemasangan anti korosi dan  Fire hydrant harus diuji terhadap :
dan material pengecatan pada pipa, valve dan  Uji tekan air (water pressure test)
 Pipa dan joint, check material ; penyangga pipa, terutama terhadap jumlah  Water discharge test
umumnya pipa baja hitam (black steel pelapisan.  Hasil pengujian harus mendapat
pipe) 5. Kontrol produktivitas dan kemajuan persetujuan dari otoritas pemadam
 Sealing, check material pekerjaan (work progress). kebakaran setempat.
 Anti korosi, check jenis material dan 3. Mengajukan penggantian material jika ada
ketebalan kerusakan.
 Pipe support, check diameter 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Painting, check spesifikasi diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
 Fire extinguishers, check : dan kualitas pekerjaan.
 Berat, berat powder, jangkauan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
tembakan. kemajuan pekerjaan .

40
Fire Fighting Work (lanjutan)

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Kontrol penggunaan K3
 Gambar kerja 7. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Jadwal kerja meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
sesuai dengan gambar kerja yang dipasang.
 Kesiapan peralatan Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan material / bahan manusia yang bekerja
 Kesiapan tenaga kerja Jam Kerja
 Kesiapan K3

41
d.2 Manajemen Konstruksi Pemasangan Sistem Supply Air Bersih

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material (pipa dan 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
asesorisnya) yang sampai di lapangan lokasi peralatan yang dipasang.
terhadap dimensi, spesifikasi, kuantitas ,
dan manufacture certificates sesuai dengan
yang dipersyaratkan dalam kontrak.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Pipa dan asesorisnya, kapasitas , power consumption, over-current
kontrak, meliputi :  Posisi pipa dan koneksinya dengan relay, dll.
Pipa peralatan lainnya, 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Jenis pipa, steel pipe, PVC pipe  Gradient pipa, 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Diameter, tebal dan kekuatan pipa  Pipa utama harus memiliki flange diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
(hidrostatik) joints pada jarak yang cukup, dan kualitas pekerjaan.
Fitting Pipa  Penggunaan anti korosi 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 Jenis fitting  Lokasi dan cara pemasangan valve kemajuan pekerjaan .
 Diameter, tebal dan kekuatan (sluice valve dan check valve)
Joint  Pemasangan Automatic control meliputi :
 Jenis joint ; flanged joints, welding Control panel, Power supply system,
joints, screw threaded joints Detectors, Manual push button, Alarm
 spesifikasi dan kekuatan joint bell, Wiring, Fixtures.
Valve 3. Kontol jumlah, jenis, spesifikasi dan lokasi
 Sluice valve, check diameter, presure peralatan yang terpasang.
resistance, dan material 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
 Check valve, periksa diameter, presure pekerjaan (work progress).
resistance, dan material 5. Kontrol penggunaan K3
Hangers and support pipe tools
Fixtures connection
Water meter, termasuk fitting dan gate
valve
Automatic control, meliputi :
 Control panel, Power supply system,
Detectors, Manual push button, Alarm
bell, Wiring, Fixtures.

42
Manajemen Konstruksi Pemasangan Sistem Supply Air Bersih (lanjutan)

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Gambar kerja meliputi :
Jadwal kerja Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai yang dipasang.
dengan gambar kerja Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan peralatan manusia yang bekerja
Kesiapan material / bahan Jam Kerja
Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

43
d.3 Manajemen Konstruksi Pemasangan Drainase, Sewage dan Vent Piping

Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, lokasi peralatan yang dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Lokasi pemasangan pipa, fitting, valve kapasitas, kelancaran aliran (Water Test) ,
kontrak, meliputi : dan penyangga pipa. test tekanan udara (AIR TEST).
Pipa, check terhadap kelas , dimensi dan  Gradien pipa 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
kekuatan pipa, umumnya menggunakan  Interval penyangga pipa 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
hard PVC.  Untuk pipa drainase diluar bangunan (out diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
Fitting pipa, check dimensi dan spesifikasi door) check kedalaman pipa terhadap dan kualitas pekerjaan.
Valve, check dimensi dan kemampuan muka tanah. 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
tekanan.  Pemotongan pipa PVC harus tegak lurus. kemajuan pekerjaan .
Drainage fitting, check jenis dan spesifikai  Pipa harus terjaga dari kotoran
Penyangga pipa, check jenis dan spesifikai 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi dan lokasi
pemasangan.
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 5. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Gambar kerja meliputi :
Jadwal kerja  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai yang dipasang.
dengan gambar kerja  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan peralatan manusia yang bekerja
Kesiapan material / bahan  Jam Kerja
Kesiapan tenaga kerja
Kesiapan K3

44
e) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Elektrikal
e.1. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Supply System
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap kualitas , kuantitas dan lokasi peralatan yang dipasang.
manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, 2. Uji coba peralatan yang dipasang
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Ijin pemasangan dari PLN atau Telkom 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
kontrak, meliputi :  Conduit meliputi : 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Steel conduit dan asesoris (copling,  Lokasi pemasangan conduit baik yang diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
bend, bushing, lock nuts, saddle, box terdapat di dinding atau lantai. dan kualitas pekerjaan.
covers, terminal caps, fitting, insulating  Pemasangan penyangga (support) 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
bushing, dll) check terhadap spesifikasi dan pengencangannya (fasten). kemajuan pekerjaan .
yang disyaratkan.  Pemasangan bends
 Hard polyvinyl conduit dan asesoris,  Flexible connection
check terhadap spesifikasi yang  Telephone dan sistem signal
disyaratkan.  Locknut and bushing
 Flexible conduit dan asesoris check  Boxes (Pull boxes, joint boxes,
terhadap spesifikasi yang disyaratkan. terminal boxes)
 Wire dan cable, check terhadap  PVC conduits
spesifikasi yang disyaratkan.  Wire, cable dan Tape meliputi ,
Conductor, kode warna, insulation,
connector, terminal, insulation tape, Low
voltage cable.
 Out door wiring :
 Kedalaman kabel bawah tanah
 Pemasangan manhole

45
e.1. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Supply System (lanjutan)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
3. Check Request Document – Kontraktor : 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi dan lokasi
 Gambar kerja pemasangan.
 Jadwal kerja 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, pekerjaan (work progress).
sesuai dengan gambar kerja 5. Kontrol penggunaan K3
 Kesiapan peralatan 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Kesiapan material / bahan meliputi :
 Kesiapan tenaga kerja  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
 Kesiapan K3 yang dipasang.
 Jumlah dan kualifikasi sumber daya
manusia yang bekerja
 Jam Kerja

46
e.2. Manajemen Konstruksi Pemasangan Power House Equipment
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, lokasi peralatan yang telah dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Pemasangan diesel generator set, kapasitas, dan keamanan.
kontrak, meliputi :  Transformer set 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
Transformer set, check terhadap ; power  Fuel system 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
rating, voltage rating, impedance, dan  High voltage system diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
frekuensi  Kabel dan kualitas pekerjaan.
Diesel Generator set, check terhadap :  Kabel antara power house dan bangunan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
 power rating, voltage rating,  Main distribution panel kemajuan pekerjaan .
 tipe mesin speed (rpm), cooling system, 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi equipment
fuel type, yang dipasang dan lokasi pemasangan.
 panel (meter dan power control circuit, 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
indikator lamp, automatic transfer, pekerjaan (work progress).
indicator) 5. Kontrol penggunaan K3
 Storage tank
 Battery and automatic battery charger
High voltage system, check terhadap
voltage, arus, isolasi, frekuensi
Kabel ; high voltage, low voltage
Main Distribution panel, check terhadap ;
kapasitas voltase, circuit breaker
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
dengan gambar kerja yang dipasang.
Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
Kesiapan K3  Jam Kerja

47
e.3 Manajemen Konstruksi Pemasangan Power Distribution System
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, lokasi peralatan yang telah dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Kabel, kapasitas, dan keamanan :
kontrak, meliputi :  panel  Insulation resitance dari cabel dan wire
Switchgear  clamp  Performance test
Panels, check terhadap  hanger 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Tipe, voltase dan phase, busbar dan  grounding box 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
connection, cable, cover. 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi equipment diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
Circuit breaker, check interupting rating yang dipasang dan lokasi pemasangan. dan kualitas pekerjaan.
Kabel ; tipe konduktor, ukuran, voltase, dan 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
insulation. pekerjaan (work progress). kemajuan pekerjaan .
Cable tray (rack) 5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi alat
dengan gambar kerja yang dipasang.
Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
Kesiapan K3  Jam Kerja

48
e.4. Manajemen Konstruksi Pemasangan Fire Alarm System
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, jenis, spesifikasi dan
lapangan terhadap dimensi, kualitas, lokasi peralatan yang telah dipasang.
kuantitas dan manufacture certificates.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Uji coba peralatan yang dipasang terhadap
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Fire Alarm Control Panel (FACP) kapasitas, dan performance, meliputi :
kontrak, meliputi :  Anunciator Panel  Uji kabel
Pipa indoor dan pipa flexible :  Power Supply System  Uji conecction / wiring
 Check diameter, tebal dan kuat tekan  Detector, heat, smoke dan gas  Zone Testing
Kabel, check :  Terminal Boxes  Test FACP dan Annunciator
 Jenis kabel, clamp, hanger  Wiring  Test Battery
Heat Detector, check jenis fixed temperatur  Manual Push Button 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
atau rate of rise temperatur  Grounding of Equipment 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
Smoke Detector, Gas Detector, check tipe. 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi equipment diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
Manual push button yang dipasang dan lokasi pemasangan. dan kualitas pekerjaan.
Alarm bell, check tipe, dimensi, voltase dan 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
sound pressure level. pekerjaan (work progress). kemajuan pekerjaan .
Fire Alarm Control Panel (FACP), check : 5. Kontrol penggunaan K3
 Tipe, Voltase, Battery, Telepon
connection, Switches, Alarm lamps.
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
dengan gambar kerja alat yang dipasang.
Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
Kesiapan K3  Jam Kerja

49
f) Manajemen Konstruksi Pekerjaan Arsitektur (architectural works)
f.1. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pasangan Batu (Masonry Work)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, dimensi, jenis, spesifikasi
lapangan terhadap kualitas, bentuk dan lokasi pekerjaan yang telah dilaksanakan.
(texture), dan volume.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Proporsi mortar cement  Bentuk (Shape)
kontrak, meliputi :  Kerataan pasangan batu (brick pitching)  Presisi
Check spesifikasi material ; batu, semen,  Sambungan diantara batu, jenis material  Kekuatan
pasir, kapur dan air. pengisi, tebal dan kerataan. 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
Check campuran , antara lain : 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Stone dan Brick Masonry material yang dipasang dan lokasi diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
 Trasraam pemasangan. dan kualitas pekerjaan.
 Plain masonry 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
pekerjaan (work progress). kemajuan pekerjaan .
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, sesuai  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
dengan gambar kerja pekerjaan yang dipasang.
Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
Kesiapan K3  Jam Kerja

50
f.2. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pemasangan Ubin Lantai (Tile Work)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, dimensi, jenis, spesifikasi
lapangan, pekerjaan ini dilakukan setelah lapangan terhadap kualitas, dimensi, dan lokasi pekerjaan yang telah dilaksanakan.
pekerjaan plumbing dan elektrikal selesai bentuk (texture), dan volume.
dipasang dan di uji coba.
2. Check bahan/material yang 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
akan digunakan sesuai dengan spesifikasi  Jarak antar ubin (joint width)  Bentuk (Shape)
dalam dokumen kontrak, meliputi :  Kerataan pasangan ubin (tile pitching)  Presisi
 Warna ubin dan texture  Campuran mortar (mortar mixes).  Kekuatan pasangan
 Jenis ubin, keramik atau granit 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Dimensi ubin material yang dipasang dan lokasi 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Ketebalan Ubin pemasangan. diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan dan kualitas pekerjaan.
pekerjaan (work progress). 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
5. Kontrol penggunaan K3 kemajuan pekerjaan .
3. Check Request Document – 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
Kontraktor : meliputi :
 Gambar kerja dan jadwal kerja  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang, pekerjaan yang dipasang.
sesuai dengan gambar kerja  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan peralatan dan material / bahan manusia yang bekerja
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja  Jam Kerja
 Kesiapan K3  Hal-hal khusus lainya

51
f.3. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pemasangan Pintu dan jendela ( Doors and Windows Work)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan, pekerjaan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume, dimensi, jenis, spesifikasi
ini dilakukan setelah pekerjaan pemasangan lapangan terhadap kualitas, dimensi, dan lokasi pekerjaan yang telah dilaksanakan.
ubin selesai bentuk (texture), dan volume.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Celah antara pintu/jendela dengan kosen  Bentuk (Shape)
kontrak, meliputi : (clearance)  Presisi
 Warna kayu dan texture  Arah bukaan pintu / jendela  Kekuatan pasangan
 Jenis kayu  Kerataan pintu / jendela 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Dimensi pintu dan jendela 3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Ketebalan kayu untuk pintu dan jendela material yang dipasang dan lokasi diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
 Kualitas engsel pemasangan. dan kualitas pekerjaan.
 Kualitas kunci berikut rumahnya. 4. Kontrol produktivitas dan kemajuan 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
pekerjaan (work progress). kemajuan pekerjaan .
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
sesuai dengan gambar kerja pekerjaan yang dipasang.
 Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
 Kesiapan K3  Jam Kerja
 Hal-hal khusus lainya

52
f.4. Manajemen Konstruksi Pekerjaan Pengecatan (Painting Work)
Sebelum pekerjaan dimulai Pada saat pekerjaan berlangsung Setelah pekerjaan selesai
1. Check kondisi kesiapan lapangan, pekerjaan 1. Check bahan dan material yang sampai di 1. Pengukuran volume dan lokasi pekerjaan yang
ini dilakukan setelah pekerjaan seluruh lapangan terhadap kualitas, jenis, warna telah dilaksanakan.
pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan kuantitas.
2. Check bahan/material yang akan digunakan 2. Kontrol cara pemasangan, meliputi : 2. Pemeriksaan performance hasil pekerjaan :
sesuai dengan spesifikasi dalam dokumen  Permukaan yang akan dicat harus bersih,  Kerataan permukaan
kontrak, meliputi : rata, dan tidak ada keretakan  Warna cat
 Warna cat  Takaran pencairan cat 3. Mengajukan perbaikan pekerjaan (jika ada)
 Jenis cat  Liter per m2 volume cat yang digunakan 4. Memverifikasi kemajuan pekerjaan yang
 Takaran pencairan cat  Kesesuaian warna diajukan kontraktor terhadap volume, jenis
3. Kontrol jumlah, jenis, spesifikasi bahan / dan kualitas pekerjaan.
material yang dipasang dan lokasi 5. Menyusun dan menyetujui berita acara
pemasangan. kemajuan pekerjaan .
4. Kontrol produktivitas dan kemajuan
pekerjaan (work progress).
5. Kontrol penggunaan K3
3. Check Request Document – Kontraktor : 6. Pencatatan kegiatan harian (daily report),
 Gambar kerja dan jadwal kerja meliputi :
 Lokasi, Jumlah yang akan dipasang,  Jumlah, jenis, spesifikasi, dan lokasi
sesuai dengan gambar kerja pekerjaan yang dipasang.
 Kesiapan peralatan dan material / bahan  Jumlah dan kualifikasi sumber daya
 Kesiapan Kesiapan tenaga kerja manusia yang bekerja
 Kesiapan K3  Jam Kerja
 Hal-hal khusus lainya

53
3. Mekanisme Kerja Konsultan Manajemen Konstruksi / Pengawas;
Pembangunan Rumah Susun

DATA HARIAN /
BULANAN DATA MINGGUAN DATA

LAPORAN
MINGGUAN
LAPORAN
- Jenis Pekerjaan Kumulatif Kumulatif BULANAN
- Volume Pekerjaan
- Jml. Tenaga Kerja
- Jumlah Alat
- Material on Site
- Cuaca

MEMO-MEMO
INSTRUKSI
RAPAT
MINGGUAN
MASALAH, RAPAT KOORDINASI
FAKTA, (BULANAN)
PEMECAHAN

JADWAL TETAP
MASA PELAKSANAAN

Keterangan Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

LAPORAN HARIAN
LAPORAN MINGGUAN

LAPORAN BULANAN Minggu ke 1


RAPAT BULANAN Minggu ke 1

Catatan :

Laporan Mingguan maupun Laporan Bulanan di rencanakan untuk diserahkan kepada Pemimpin
Proyek pada hari Senin.

54
5. MEKANISME PEKERJAAN TAMBAH - KURANG
Pembangunan Rumah Susun

KEPALA SATUAN MEMO LAPORAN KONSULTAN


KERJA INSTRUKSI ` HARIAN MK

CHANGE ORDER
(C.O)

Permohonan KONTRAKTOR
Pekerjaan PELAKSANA
Tambah - Kurang

PEMIMPIN PROYEK
KONSULTAN PENGAWAS NEGOSIASI

BERITA ACARA
KONSULTAN PEKERJAAN
MK/PENGAWAS TAMBAH - KURANG

ADDENDUM
PEMIMPIN
KONTRAK
PROYEK

TAGIHAN

PEMBAYARAN
Setelah Pek. 100%
(serah terima I)

55
E.7 Kegiatan Konsultan Perencana Konstruksi Pada Tahap Pasca Konstruksi

Kegiatan Konsultan Perencana Konstruksi pada tahapan ini secara garis besar
meliputi :

1. Melakukan pemeriksaan akhir pekerjaan (final opname)


2. Melakukan pengujian operasional (operational running test)
3. Memeriksa as built drawing yang dibuat oleh kontraktor
4. Bersama konsultan perencana menyusun petunjuk penggunaan dan
pemeliharaan bangunan.
5. Membantu pengelola proyek melakukan serah terima pekerjaan dan
menyusun berita acara serah terima pekerjaan.
6. Membantu pengelola proyek menyusun kelengkapan dokumen bangunan,
meliputi :

A. DOKUMEN PEMBANGUNAN

Setiap bangunan gedung negara harus memiliki dokumen pembangunan


yang terdiri atas: Dokumen Perencanaan, Izin Mendirikan Bangunan,
Dokumen Pelelangan, Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi, dan As Built
Drawings, hasil uji coba/test run operational, dan Sertifikat Penjaminan
atas Kegagalan bangunan sesuai ketentuan yang berlaku.

B. DOKUMEN PENDAFTARAN

Setiap bangunan gedung negara harus memiliki dokumen pendaftaran


untuk pencatatan dan penetapan HDNO meliputi:

1. Fotokopi Dokumen Pembiayaan/DIP (otorisasi pembiayaan);


2. Fotokopi sertifikat atau bukti kepemilikan/hak atas tanah;
3. Konstrak kerja konstruksi pelaksanaan;
4. Berita Acara Serah Terima I dan II;

56
5. As built drawing (gambar sesuai yang dilaksanakan) disertai gambar
leger;
6. Fotokopi Surat Izin Mendiri Bangunan (IMB), dan Surat Izin
Penggunaan Bangunan (IPB) dalam hal Peraturan Daerah
Kabupaten/Kota yang bersangkutan mengharuskan adanya IPB.

57
Gambar : kegiatan pada Tahap Pasca – Konstruksi

Konstruksi Fisik Selesai


100 %

Perbaikan
Dihadiri oleh :
Test Run Operational :  PT. PLN
 Electrical System  Dinas Pemadam Kebakaran
 Plumbing System  Pemerintah Kota /
 Fire Fighting System Kabupaten
 Pengelola Proyek
Perbaikan  Kontraktor
 Konsultan Perencanaan
Konstruksi
 Konsultan Perencana

Dihadiri oleh :
Pemeriksaan Akhir I  Pengelola Proyek
 Kontraktor
 Konsultan Perencanaan
Konstruksi
 Konsultan Perencana

 Berita Acara Penyerahan


Perbaikan Pertama
 Pembuatan As Built
Drawing
 Penyusunan Kelengkapan
Dokumen Bangunan

Masa Pemeliharaan

Dihadiri oleh :
 Pengelola Proyek
Pemeriksaan Akhir II  Kontraktor
 Konsultan Perencanaan
Konstruksi
 Konsultan Perencana
 Berita Acara Penyerahan
Kedua
 Dokumen bangunan telah
lengkap

58
F. RENCANA KERJA

F.1 Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Bidang Konsultan


Manajemen Konstruksi
Keterangan tugas, tanggung jawab, dan wewenang Konsultan Manajemen
Kontruksi:
1.  Team Leader
Tugas dan tanggung jawab:
a.  Pimpinan pada proyek tersebut yang ditugaskan untuk melaksanakan
hubungan dan tanggung jawab teknis dan operasional kepada pemberi
tugas mengenai pekerjaan ini, dan melaksanakan fungsinya  sebagai
penanggung jawab proyek.
b.   Bertanggung jawab penuh atas pengendalian kegiatan timnya pada setiap
tahapan kerja.
c.   Menyusun organisasi konsultan manajemen konstruksi.
d.   Menyiapkan program kerja konsultan manajemen konstruksi.
e.   Bekerja secara penuh selama pelaksanaan kegiatan fisik.
f.   Melakukan komunikasi aktif dalam tanggung jawab operasional kepada
pemberi tugas dan anggota tim lainnya.

2.   Ahli Arsitektur


Tugas dan tanggung jawab:
a.  Membantu team leader sebagai koordinator bidang.
b.  Memberikan dukungan terhadap team leader guna mengevaluasi dan
memberikan rekomendasi proses–proses pelaksanaan pekerjaan (mulai
dari tahap persiapan pekerjaan sampai pada tahap pemeliharaan
bangunan)
c.    Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang
digunakan.
d.   Memberikan rekomendasi atas usulan material bahan.
e.   Melakukan kontrol kualitas pengendalian mutu.

3. Inspector Engineer (IE)


Tugas dan tanggung jawab:
a.   Melakukan tugas rutin terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanan
proyek.
b.  Mempelajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan pekerjaan
struktur dan melakukan koordinasi dengan pihak konsultan perencana.
c.  Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur
dalam pelaksanaan proyek.

59
d.  Memberikan arahan kepada Konsultan Perencana dan Kontraktor dari segi
disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan
memberikan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan.
e.   Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang
digunakan dll.

4. Ahli Mekanikal dan Elektrikal


Tugas dan tanggung jawab:
a.  Mempelajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan pekerjaan
elektrikal sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak konsultan
perencana.
b.  Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur
dalam pelaksanaan proyek.
c.  Membantu Team Leader sebagai koordinator bidang.
d.   Memberikan arahan kepada Konsultan Perencana dan Kontraktor dari segi
disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan
memberikan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan.
e.   Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan memberikan
masukan terhadap hasil inspeksi lapangan terutama untuk hal yang
berkait dengan segi elektrikal bangunan
f.   Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang
digunakan dll.

F.2 Pembagian Tugas Fungsional dan Struktural

Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, tugas Manajemen Konstruksi terhadap


Pembangunan RUSUNA secara fungsional terbagi atas :
1. Manajemen Konstruksi pekerjaan struktur , prasarana dasar dan
arsitektur.
2. Manajemen Konstruksi pekerjaan mekanikal dan elektrikal dan utilitas
gedung

Pembagian tugas secara fungsional didasarkan atas tipe pekerjaan seperti


diuraikan diatas, sesuai dengan tugas-tugas tersebut, komposisi tenaga ahli
konsultan Manajemen Konstruksi yang akan dimobilisasi untuk pekerjaan ini
adalah :

60
1. Ahli Teknik Sipil, bertanggung jawab terhadap pekerjaan struktur,
prasarana dasar dan arsitektur.
2. Ahli Mekanikal dan Elektrikal, bertanggung jawab terhadap pekerjaan
mekanikal dan elektrikal.

F.3 Pembagian Tugas Berdasarkan Lokasi/Zona Pekerjaan

Tujuan dari pembagian tugas berdasarkan area/zona pekerjaan adalah untuk


mengestimasi kebutuhan jumlah tenaga ahli Manajemen Konstruksi.

Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, Tenaga Ahli Profesional jumlahnya telah
ditentukan yaitu masing – masing :

1. Ketua Tim / Penanggungjawab : 1 orang


2. Ahli Inspector Engineer (IE) : 1 orang
3. Ahli Arsitektur : 1 orang
4. Ahli Mekanikal dan Elektrikal : 1 orang

Masing – masing tenaga ahli sesuai dengan fungsinya akan bertanggungjawab


terhadap seluruh area/wilayah cakupan pekerjaan,

Untuk Tenaga Pengawas Lapangan konsultan merencanakan pembagian area


tugas dengan pendekatan sebagai berikut :
a. Pengawas lapangan Pekerjaan Sipil
Pengawas lapangan pekerjaan Sipil akan dibagi berdasarkan fungsi dari
keahliannya sebaia pengawasa pekerjaan struktur.
b. Pengawas Lapangan Pekerjaan Arsitektur
Pengawas lapangan pekerjaan Arsitektur akan dibagi berdasarkan fungsi dari
keahliannya sebagai pengawas pekerjaan arsitektur.

F.4 Organisasi dan Jadual Rencana Kerja

Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi

61
Berdasarkan pembagian tugas personil konsultan Manajemen Konstruksi seperti
yang telah dijelaskan diatas, rencana struktur organisasi konsultan Manajemen
Konstruksi adalah sebagai berikut :

Struktur Organisasi Konsultan Manajemen Konstruksi

Ketua Tim / Tim Leader


(1)

Inspector Engineer Arsitektur (1) Ahli Mekanikal Elektrikal (1)


(IE)/ (1)

F.5 Jadwal Kegiatan dan Penugasan Personil Konsultan Manajemen


Konstruksi

Jadwal rencana kegiatan pada masing – masing tahapan tersebut dapat dilihat pada
gambar 5.4.

Berdasarkan pembagian tugas personil konsultan Manajemen Konstruksi seperti


yang telah dijelaskan diatas dan perkiraan jadual konstruksi pembangunan gedung,
jadual penugasan konsultan Manajemen Konstruksi dapat dilihat pada gambar 5.5
berikut.

62
H. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI


KONSULTAN MANAJEMEN KONSTUKSI RUMAH SUSUN PEMKAB KOTAWRINGIN TIMUR

NO. URAIAN PEKERJAAN BULAN


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Ketua Tim/ Team Leader/ Supervision Engineer (SE)


2 Inspector Engineer (IE)
3 Pengawas Arsitektur
4 Pengawas Mekanikal dan Elektrikal

63
F.6 ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan pengawasan akan dilaksanakan oleh sebuah team kerja,


yang terdiri dari beberapa personal dengan berbagai disiplin keahlian yang
menguasai bidang masing-masing sesuai dengan kualifikasi fungsi dan tanggung
jawab yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengawasan.

Adapun jenis keahlian masing-masing personil yang terlibat dalam pelaksanaan


pekerjaan MK/pengawasan Rumah Susun disesuaikan dengan kebutuhan yang
digariskan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Untuk dapat memberikan hasil yang maksimal dalam pengawasan teknis yang
mencakup antara lain :

a. Membuat time schedule lengkap dengan Curva ‘’S“ sebagai Pedoman dalam
menilai Pekerjaan Proyek.
b. Mengawasi Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Rumah Susun
Sederhana Sewa dan yang dilaksanakan oleh Kontraktor dari sebagai kualitas dan
lanjutan pencapaian prestasi pekerjaan.
c. Mengawasi Pekerjaan Serta Produknya, dan mengendalikan waktu pelaksanaan
agar Pembangunan Rumah Susun Sederhana selesai sesuai Jadwal yang telah
ditetapkan.
d. Mengisi Buku Harian Lapangan ( BHL) tentang kemajuan Pekerjaan setiap
harinya beserta hambatan-hambatan yang timbul.
e. Membuat dan menyampaikan Laporan Mingguan Kepada Pemimpin Proyek
tentang Kemajuan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun .
f. Membuat dan menyampaikan Laporan Bulanan kepada Pemimpin Proyek tentang
Kemajuan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun.
g. Mengusulkan rencana perubahan-perubahan serta Penyesuaian–penyesuaian
Pekerjaan dilapangan kepada Pimpinan Proyek untuk Persoalan persoalan yang
terjadi selama Pelaksanaan Pembangunan Rumah Susun. Terhadap Perubahan
Pekerjaan Tersebut dibuat Pekerjaan Gambar perubahan ( as built drawing )
sebanyak 5 (lima) set format A4.

64
h. Memeriksa Dan menanda tangani Berita Acara Bobot Pekerjaan yang diajukan
oleh Kontraktor.
i. Menyelenggarakan Rapat-rapat Koordinasi teknis dilapangan secara Berkala dan
atau insidentil sesuai kebutuhan.
j. Mencatat setiap Penyimpangan penyimpangan yang terjadi dilapangan kedalam
Buku Harian Lapangan.
k. Menyusun daftar kekurangan dan cacat cacat Pekerjaan selamam pemeliharaan.

Maka kami mengusulkan sebuah team yang akan mampu memberikan layanan yang
baik dalam bidang teknis maupun menajemen konstruksi/pengawasan .

F.7 LAPORAN

Jenis pelaporan yang akan dihasilkan berupa :


1. Laporan Pendahuluan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari
kalender sejak tanggal dimulainya pelaksanaan konstruksi, sebanyak 5
(lima) buku laporan, termasuk 1 (satu) asli, dan akan dibahas bersama
Tim Teknis
2. Laporan Mingguan
Memuat hasil rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan, masalah yang
dihadapi, penyimpangan yang terjadi, tindakan koreksi dan/atau
penyesuaian yang dilakukan, evaluasi dan kesimpulan kegiatan
manajemen konstruksi setiap bulannya, sebanyak 5 (lima) buku,
termasuk 1 (satu) asli selama 52 minggu.
3. Laporan Bulanan
Memuat hasil rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan, masalah yang
dihadapi, penyimpangan yang terjadi, tindakan koreksi dan/atau
penyesuaian yang dilakukan, evaluasi dan kesimpulan kegiatan
manajemen konstruksi setiap bulannya, sebanyak 5 (lima) buku,
termasuk 1 (satu) asli, selama 12 bulan

4. Laporan Akhir dan Ringkasan Eksekutif

65
Laporan Akhir beserta Ringkasan Eksekutif diserahkan selambat-
lambatnya 360 (Tiga Ratus Enam Puluh) hari sejak masa penugasan.
Laporan ini merupakan progres pelaksanaan, indikasi keberhasilan dan
kendala serta hambatan yang di temui di lapangan sebagai masukan
Pemberi Tugas. Laporan diserahkan dalam bentuk hard copy 5 (lima)
buku

5. Seluruh soft copy Laporan dan Foto kegiatan dimasukkan ke


dalam Hardisk minimal 1 TB (Terabytes)

Selain laporan-laporan yang diserahkan pada setiap akhir tahapan pengawasan.


Konsultan MK Membuat Laporan Tersendiri untuk laporan administrasi konsultan
MK , berupa:
a - Laporan Kegiatan

b - Laporan Pembayaran Personil

c - Laporan Pembayaran Sewa kantor dan alat


d

F.8 FASILITAS PENDUKUNG

Fasilitas yang akan disediakan untuk Tim Pelaksana Pekerjaan Manajemen


Kontruksi (MK) Pembangunan Rumah Susun Lokasi Kotawaringin Timur
adalah:

1. Kantor
Perkiraan kebutuhan alat operasional kantor termasuk kebutuhan untuk
kegiatan operasi setiap hari yang telah dijadwalkan dalam usulan biaya
seperti untuk administrasi, pencetakan, telekomunikasi dll :
 Operasional Kantor
 Komputer+Printer
 Furniture
 Telepon

66
2. Transportasi
Kebutuhan transportasi dalam rangka asistensi, diskusi dan pengumpulan
data di tingkat pusat serta kebutuhan transportasi selama pelaksanaan
survei lapangan, bagi tim akan disediakan kendaraan dengan cara sewa
di masing-masing wilayah pada waktu survei ataupun rapat.

3. Fasilitas Pendukung Untuk Kegiatan Alih Pengetahuan


Untuk menyebarluaskan manfaat studi ini, maka dalam pekerjaan ini
penyedia jasa menyediakan fasilitas pendukugn dalam rangka
menyelenggarakan pembahasan-pembahasan yang intensif dengan para
stakeholders atau regulator yang meliputi
 Pengadaan in-focus untuk presentasi
 CD pelaporan kemajuan

G. PENUTUP

1. Setelah KAK ini diterima, maka konsultan hendaknya memeriksa semua


bahan masukan yang telah diterima dan mencari bahan masukan (input)
yang diperlukan dalam penyelesaian pekerjaan ini.
2. Berdasarkan bahan – bahan tersebut agar konsultan segera menyusun
program kerja dan dibahas bersama dengan Satker/Pemimpin kegiatan
dan/atau Tim Teknis yang telah ditentukan.

67
LAMPIRAN DOKUMEN PROPOSAL TEKNIS
MANAJEMEN KONSTRUKSI / PENGAWASAN

LAPORAN HARIAN CUACA

                                                        
Kontraktor   PT. ….............................................. Hari ke :  
                                                         
       
Hari/Tgl     Proyek :  
                                  Pembangunan Rumah Susun  
      Sederhana Sewa Lokasi…..  
Lokasi   ……………………………………..    
                                                         
     
                                                         
No Uraian Pekerjaan Volume CUACA
                                  Waktu Cerah Mendung Hujan
                                                         
                                                         
                                                         
                                                         
                                                         
                                                         
                                   
                                  CATATAN :  
                                   
                                                         
                                                         
No Tenaga Kerja Orang Alat Bh./Unit Material Volume
             
             
             
                                                         

                                                         
Mengetahui/Menyetujui Diperiksa/disetujui Dibuat oleh,
Direksi Konsultan Pengawas Kontraktor,
…………………………. PT. ….......................... PT. ….................................
   
   
(….........................................) (…........................................) (….......................................)
  Site Manager Site Manager
                                                         

REKAPITULASI LAPORAN PRESTASI PEKERJAAN BULANAN

68
Proyek : Kontraktor :
Lokasi : No. SPK :
Tgl. SPK :
No. Kontrak :
Tgl. Kontrak :

Kemajuan Pekerjaan
Bobot
No. URAIAN PEKERJAAN Bobot Rencana s/d Tahap Pada s/d Tahap
Tahap
(%) (%) Terdahulu ini
Ini
(%) (%) (%)

Total

Dibuat tanggal :

Mengetahui/Menyetujui Diperiksa/Disetujui Dibuat Oleh :


Direksi Pengawas Pelaksana
……………………………

(…......................................) (…........................................) (…........................

69
                       
LAPORAN KEMAJUAN PRESTASI BULANAN
                       
   
Proyek : Kontraktor :  
Lokasi : No. SPK :  
  Tgl. SPK :  
  No. Kontrak :  
  Tgl. Kontrak :  
   
   
              Kemajuan Pekerjaan    
        Nilai        
No. URAIAN PEKERJAAN Volume Sat Bobot Volume Volume Volume Prestasi Bobot
    Pekerjaan Pek (%) s/d Tahap pada s/d Tahap Pekerjaan Prestasi
Tahap
          Terdahulu ini ini (%) (%)
                       
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                       
                   
  Total                
                       
   
                       
Dibuat tanggal :   Dibuat Oleh :
     
                       
Diperiksa & Disetujui  
                   
     
  Direksi Konsultan Pengawas   Kontraktor Pelaksana
  ……………………………….    
     
     
     
  (….............................................) (….............................................)   (….............................................)
                       

70
                       
LAPORAN KEMAJUAN PRESTASI MINGGUAN
                       
   
Proyek : Kontraktor :  
Lokasi : No. SPK :  
  Tgl. SPK :  
No.
  Kontrak :  
Tgl.
  Kontrak :  
   
   
              Kemajuan Pekerjaan    
        Nilai        
No. URAIAN Volume Sat Bobot Volume Volume Volume Prestasi Bobot
  PEKERJAAN Pekerjaan Pek (%) s/d Tahap pada s/d Tahap Pekerjaan Prestasi
          Terdahulu Tahap ini ini (%) (%)
                       
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
                       
                   
  Total                  
                       
   
                       
Dibuat tanggal :   Dibuat Oleh :
     
                       
Diperiksa & Disetujui  
                   
     
  Direksi Konsultan Pengawas   Kontraktor Pelaksana
  …………………………….    
     
     
     
  (….............................................) (….............................................)   (….............................................)
                       

71
PEMERIKSAAN PEKERJAAN

                             
Kontraktor PT. …........................................................ Tanggal :  
                             
       
Hari/Tgl   ………………………………………… Proyek :  
                Pembangunan Rumah Susun  
      Sederhana Sewa Lokasi…..  
Lokasi   ………………………………………………………….  
      ………………………………………………………….              
     
                      Perbaikan
Hasil
No. Uraian Referensi Pemeriksaan Tanggal Paraf
                             
           
           
           
           
           
           
           
           
           
           
           
                             

                             
Mengetahui/Menyetujui Diperiksa/disetujui Dibuat oleh,
Direksi Konsultan Pengawas Kontraktor,
……………………….. PT. ….......................... PT. ….........................................
   
   
   
   
(…...............................) (…..............................) (…..................................)
Site Manager Site Manager
                             

72
                                     
Kontraktor PT. ….....   Tanggal :  
                                     
       
Hari/Tgl   ………………………………… Proyek :  
                    Pembangunan Rumah Susun  
      Sederhana Sewa Lokasi…..  
Lokasi   …………………………………  
      …………………………………                  
   
                                     
No Uraian Pekerjaan Catatan Petugas Waktu
                Kontraktor Pengawas Tanggal Jam
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
             
                                     

                                     
Mengetahui/Menyetujui Diperiksa/disetujui Dibuat oleh,
Direksi Konsultan Pengawas Kontraktor,
……………………. PT. ….......................... PT. …................................
   
   
   
   
(…..............................) (…......................................) (….....................................)
Site Manager Site Manager
                                     

73
FORM KOMUNIKASI

                               
Proyek :   FORM Kepada Yth,
    KOMUNIKASI . .  
Hari
Tgl. :     . .  
                               
   
    = Untuk Informasi   = Mohon Penjelasan  
    = Untuk Perhatian   = Untuk Dilanjutkan  
Untuk
    = Dilaksanakan = . .  
                               
     
    TANGGAPAN :  
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
                               
  Tembusan Yth,   Dibuat Oleh : Tanggapan Oleh :
       
       
       
(…....................................) (…....................................) (…................................)
                             

74
LAPORAN MINGGUAN

                                   
Periode
Kontraktor   PT. …............................................. :  
                                   
       
Hari/Tgl   ……………………………………… Proyek :  
                  Pembangunan Rumah Susun Sederhana
      Sewa lokasi………  
Lokasi   ………………………………………  
      ………………………………………                  
                                   
    Volume Volume Volume              
No. Jenis Keahlian   Minggu 1 2 3 4 5 6 7
          Total Lalu Rencana              
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                       
                                   

                                   
Mengetahui/Menyetujui Diperiksa / Disetujui Dibuat oleh  
Direksi Konsultan Pengawas Pelaksana  
………………………….. PT. ………………………………… PT. ……………………….
   
   
(….................................) ( ………………………………… ) ( ………………………..)
   
                                   

75
REKAPITULASI MATERIAL BULANAN

PROYEK :
LOKASI :
BULAN :
PERIODE :

          PENGADAAN MATERIAL   PEMAKAIAN            


NAMA S/D S/D S/D
No. BAHAN SAT BULAN BULAN BULAN S/D BULAN BULAN BULAN SISA KETERANGAN
          LALU INI INI LALU INI INI    
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                     
                             
                         
PERIODE PROYEK : RAPAT LAPANGAN KE :   TANGGAL :   halaman
                                      ( )
       
Dibuat oleh      
Kontraktor Pelaksana :   jml halaman
      ( )
       
                                       

76
REKAPITULASI TENAGA KERJA DAN ALAT BULANAN
PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA LOKASI……..

               
TENAGA KERJA
   
    Hari Kerja I Orang     Hari Kerja I Orang
No. Uraian Bulan Ini Bulan Depan   URAIAN Bulan Ini Bulan Depan
               
               
               
               
               
   
Hari Kerja I Orang Bulan ini Atau Rata-rata : ….......... Orang /Hari
Hari Kerja I Orang Bulan Depan Atau Rata-rata : ….......... Orang /Hari
               
               
PERALATAN
   
               
No. Jenis Alat Kapasitas Jumlah   Jenis Alat Kapasitas Jumlah
               
               
               
               
       
PERIODE PROYEK : RAPAT LAPANGAN KE :   halaman
    TANGGAL :   ( )
               
       
Dibuat Oleh : Diketahui/Disetujui oleh Konsultan Pengawas : jumlah
Kontraktor Pelaksana   halaman
       
       
(….........................) (…..................................)    
               

77

Anda mungkin juga menyukai