Anda di halaman 1dari 4

 PPT 1

LATAR BELAKANG VAN OPHUIJSEN

Charles Adrian Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Van
Ophuisen menjadi inspektur pendidikan (dasar) bagi penduduk pribumi Sumatera dan daerah
sekitarnya  di tahun 1890-an. Selain itu juga menjadi professor bahasa melayu di Universitas
Leiden, Belanda

 PPT 2
SEJARAH LAHIR EJAAN

Awal dari lahirnya ejaan ini adalah pemerintah yang menugaskan Van Ophuijsen untuk
merancang sistem ejaan dasar yang sangat baik dan ilmiah untuk digunakan dalam pengajaran.
Tugas itu ia terima pada tahun 1896. Pengerjaan ejaan sampai kurang lebih 5 tahun yang selesai
pada tahun 1901.

Orang-orang Indonesia dulu memakai bahasa melayu, yang lebih suka menggunakan aksara
arab atau bahasa melayunya huruf jawi

Orang-orang belanda tidak bisa membacanya maka dari itu mereka membuat konsep yang sama
dengan penulisan Belanda

 PPT 3
PENETAPAN

Ejaan Van Ophuijsen ditetapkan pada tahun 1901

Ejaan van ophuijsen/ De Spelling van Ophuijsen terlahir dalam bentuk sebuah daftar kata yang
diawali dengan uraian singkat tentang suatu aturan-aturan ejaan, yaitu Kitab Logat Melajoe

PENYUSUNAN

Kitab Logat Melajoe di buat oleh Ch.A Van Ophuijsen yang dibantu oleh:

 Engku Nawawi,
 Soetan Ma’moer
 Moehammad Thaib Soetan Ibrahim
PENERBITAN KE 2

Tahun 1910 C.A Van Ophuijsen menyempurnakan ejaannya yang kemudian menerbitkan
buku ke2. Buku ini berjudul “Maleische Spraakkunst” kemudian diterjemahkan oleh T.W Kamil
menjadi Tata Bahasa Melayu. Yang kemudian menjadi pedoman penggunaan bahasa melayu di
Hindia Belanda.

Ejaan ini berlaku di Indonesia hanya sampai tahun 1947 tepatnya tanggal 17 Maret. Kemudian
diganti oleh Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi pada 17 Maret 1947.

 PPT 5 & 6

Faktor yang melatari pemerintah kolonial Belanda memilih bahasa Melayu dapat ditelusuri dari
tulisan Ch. A. van Ophuijsen, profesor bahasa berkebangsaan Belanda. Di dalam bukunya
Maleische Spraakkunst (terbit pertama 1910 dan dicetak ulang 1915), diterjemahkan oleh T.W.
Kamil menjadi Tata Bahasa Melayu (1983), dijelaskan, antara lain, menjelaskan hal-hal berikut;

1. Bahasa Melayu adalah bahasa orang yang menamakan dirinya orang Melayu dan yang
merupakan penduduk asli sebagian Semenanjung Melayu, Kepulauan Riau-Lingga, serta pantai
timur Sumatera.

2. Orang Melayu termasuk bangsa pelaut dan pedagang sehingga bahasanya berpengaruh di
sejumlah besar pemukiman Melayu di pantai, berbagai pulau di Kepulauan Hindia Timur
(Kepulauan Indonesia, HAM), antara lain Kalimantan.

3. Semua orang asing, baik orang Eropa maupun orang Timur, hampir hanya menggunakan
bahasa Melayu dalam pergaulan antara mereka dan dalam pergaulan dengan penduduk
seluruh Kepulauan Hindia Timur.

4. Berbagai suku bangsa di antara penduduk kepulauan itu menggunakannya sebagai bahasa
pergaulan antara mereka.

5. Kalangan raja pribumi memakai bahasa Melayu dalam urusan surat-menyuratnya dengan
pemerintah (Pemerintah Hindia-Belanda, HAM) dan antara sesamanya.

6. Semua surat-menyurat antara pegawai negeri Eropa dan pribumi pun dilangsungkan dalam
bahasa itu.

7. Penyebaran bahasa Melayu telah terjadi selama berabad-abad sehingga dapat disebut
bahasa internasional, yang terutama dipakai di dalam bidang diplomasi oleh raja yang
memelihara hubungan dengan raja lain.

8. Bahasa Melayu itu menonjol karena sederhana susunannya dan sedap bunyinya, tak ada
bunyinya yang sulit diucapkan oleh orang asing.
9. Bahasa Melayu dapat menjalankan peranannya sebagai bahasa internasional karena syarat
kemantapannya telah dipenuhi dengan baik, yang menjadi salah satu cirinya yang terpenting.

 PPT 7

FUNGSI

Ejaan ini digunakan untuk menulis kata-kata melayu sesuai model yang dipahami orang belanda.

Sebelum ejaan van ophuijsen disusun, para penulis pada umumnya mempunyai aturannya
sendiri-sendiri dalam menuliskan konsonan, vokal, kata, kalimat, dan tanda baca. Oleh karena
itu, sistem ejaan yang digunakan pada waktu itu sangat beragam. Terbitnya ejaan van ophuijsen
sedikit banyak mengurangi kekacauan ejaan yang terjadi pada masa itu.

ATURAN-ATURAN EJAAN VAN OPHUIJSEN

Aturan-aturan EJAAN VAN OPHUIJSEN, di antaranya adalah

1. Kata koe (akoe), kau, se, ke, dan di ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.


Contoh: koelihat, kaudengar, seorang, keroemah, dibawa.
2. Kata poen- selamanya dihubungkan dengan kata sebelumnya. Contoh:
 Adapoen radja itoe hendak berangkat.
 Sekalipoen tiada lagi berbunji.
3. Ke- dan se- merupakan awalan, bukan ka- dan sa-. Contoh: ketiga, sebenarnya.
4. Ejaan van ophuijsen ini juga membahas awalan ter-, ber-, dan per- yang jika dirangkaikan
dengan kata dasar berawalan huruf r maka akan luluh. Contoh: beroemah, terasa, peran.
5. Akhiran –i akan diberi tanda apabila bertemu dengan kata yang berakhiran huruf a.
Contoh: menamaï.

 PPT 8

Ini merupakan pedoman resmi ejaan pertama yang diterbitkan pada tahun 1901. Fyi, bahasa
Indonesia waktu itu masih disebut sebagai bahasa Melayu. Bisa ditebak dari namanya,
ejaan ini disusun oleh orang Belanda bernama Charles A. van Ophuijsen dan dibantu oleh
Engku Nawawi Gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.

Gimana sih ciri-ciri ejaan yang benar menurut Mbah van Ophuijsen

Ciri - ciri Ejaan van Ophuijsen


Huruf / gabungan huruf / diftong/
Contoh Penggunaan dalam Kata
diakritik
j jang ; sajang
oe kamoe ; oemoer
dj Djoejoer ; satoe
tj tjoetjoe ; tjantik
nj njanji ; Njonja
ch chawatir ; coesoes
sj Sjharir ; sjarat
Tanda diakritik (') ma'mur ; ra'yat ; Jum'at ; ma'af
Angka "2" untuk tanda Pengulangan poera2 ; koera2

Contoh penggunaan tanda baca Ejaan van Ophuijsen dalam kalimat dibawah :

“Makin banjak orang mempergoenakan telegram, karena tahoe diharga waktoe, apalagi
kaoem saudagar. Meskipoen tahoe diharga waktoe itoe. tapi beloem tahoe berhemat
diongkos telegram. Maoe tahoe djalannja ?

Pakailah code (Iihatlah karangan tentang ,, Kawat” dialmanak ini). Boeat bahasa Be-
landa. Inggeris dll. bahasa Eropah soedah banjak dikarang dan diterbitkan orang boekoe
code. Dalam bahasa Melajoepoen soedah ada poela satoe doea. jang terlebih lengkap
dan moedah memakainja jaitoe Java-Code keloearan Balai Poes taka. Harganja
tjoema ,f 3.—, sedang ongkos jang dapat toean hematkan nanti tiada terkira-kira.”
Ejaan Van Ophuijsen

Refrensi

https://news.detik.com/berita/d-4764290/mengungkap-keistimewaan-bahasa-melayu-dari-
kolonial-belanda-hingga-merdeka/4

https://www.dbnl.org/tekst/_jaa003191701_01/_jaa003191701_01_0014.php