Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

BAHAN PERKERASAN JALAN


Pemeriksaan J - 05
Titik Nyala dan Titik Bakar Dengan Cleveland Open Cup
(PA – 0303 – 76)
(AASHTO T – 48 – 81)
(ASTM D – 92 – 78)

KELOMPOK III :

Stephen Christianto 121070008


Rama Krisna Janitra 121070007
Rahmat Pane 121070003
Rusli 121070010
Dian Andika Noviera 121070005

Waktu Praktikum : 29 Desember 2008 – 5 Januari 2009


Asisten Praktikum : Adrian Salman
Tanggal disetujui :
Nilai :
Paraf :

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan


Jurusan Teknik Sipil
Institut Teknologi Indonesia
TITIK NYALA DAN TITIK BAKAR ASPAL

I. Teori
Titik nyala dan titik bakar adalah salah satu pemeriksaan dari uji coba aspal
sebagai penentuan batas ijin dalam hot design untuk batas suhu campuran.Titik
nyala adalah suhu pada saat terlihat nyala atau percikan api pertama kali pada
aspal dan Titik bakar adalah suhu pada saat aspal terbakar konstan atau terlihat
nyala sekurang-kurangnya 5 detik pada suatu titik di atas permukaan aspal.

II. Prosedur

II.1 Tujuan Praktikum

Percobaan ini menggunakan aspal yang dipanaskan dalam Cleveland Open Cup
hingga terlihat percikan api diatas permukaan benda uji, dengan maksud
mengecek suhu saat terlihat nyala pada suatu titik dalam benda uji untuk yang
pertama kali dan saat benda uji mulai terbakar.

II.2 Peralatan dan benda uji


a) Termometer
b) Cleveland Open Cup
c) Pelat pemanas yang terdiri dari logam untuk melekatkan
cleveland dan bagian atas dilapisi seluruhnya oleh asbes setebal 0.6 cm
d) Kompor gas
e) Alat Nyala penguji
f) Penahan angin
g) Aspal yang dipanaskan sampai cukup cair diisikan ke dalam
cawan cleveland
II.3 Cara Melakukan
a) Letakan cawan di atas pelat pemanas dan aturlah sumber
pemanas sehingga terletak di bawah titik tengah cawan.
b) Letakan nyala penguji dengan poros jarak 7,5 cm dari titik
tengah cawan.
c) Tempatkan termometer tegak lurus di dalam benda uji dengan
jarak 6,4 mm di atas dasar cawan dan terletak pada satu garis yang
menghubungkan titik tengah cawan dan titik poros nyala penguji.
Kemudian aturlah sehingga poros termometer terletak pada jarak ¼
diameter cawan tepi.
d) Tempatkan penahan angin di depan nyala penguji agar angin
tidak mempengaruhi saat proses pemanasan aspal.
e) Nyalakan sumber pemanas dan aturlah pemanas sehingga
kenaikan suhu menjadi (15 ± 1)° C per menit sampai benda uji mencapai
suhu 56° C di bawah titik nyala perkiraan.
f) Kemudian aturlah kecepatan pemanasan 5° C permenit
sampai 28° C di bawah titik nyala perkiraan.
g) Nyalakan nyala penguji dan aturlah agar diameter nyala
penguji tersebut menjadi 3,2 sampai 4,8 mm.
h) Putarlah nyala penguji sehingga melalui permukaan cawan
(dari tepi ke tepi cawan).
i) Catat suhu setiap 5 menit.
j) Lakukan kegiatan di atas sampai terlihat
titik nyala singkat pada suatu titik di atas permukaan benda uji. Bacalah
suhu pada termometer dan catat.
k) Bacalah suhu pada termometer dan catat
saat telihat aspal terbakar secara konstan pada suatu titik (titik bakar).
III. Analisa

III.1 Analisa Percobaan


Aspal dalam percobaan ini di panaskan dengan suhu tertentu hingga terlihat nyala api
singkat (Titik Nyala) dan nyala api lebih dari 5 detik (Titik Bakar). Dalam percobaan
ini aspal di panaskan dalam cleveland open cup (Cawan kuningan). Aspal yang
sebelumnya dicairkan terlebih dahulu dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu
dengan alat pemanas. Selama proses pemanasan, aspal diukur secara terus menerus
dengan termometer dan pengecekan dilakukan setiap 5 menit sampai terlihat titik
nyala dan titik bakar. Aspal ikut dipanaskan dengan nyala penguji yang diputar
melalui permukaan cawan secara terus menerus. Perhatikan terus proses pemanasan
benda uji hingga terlihat titik nyala dan titik bakar. Suhu saat titik nyala dan titik
bakar terlihat dicatat untuk selanjutnya digunakan dalam pengecekan dengan syarat
yang telah ditentukan
III.2 Analisa Data
Dari percobaan pengukuran suhu pemanasan aspal setiap 5 menit didapat titik nyala
saat menit ke 10 detik ke 20 dengan temperatur 285°C dan titik bakar saat menit ke 15
detik ke 42 dengan temperatur 340°C

III.2.1 Tabel dan Grafik Data


menit 5 10 15
Temperatur°C 139 270 330

Titik nyala dan Titik bakar

350
340
330
320
310
300
290
280
270
260
250
240
230
220
temperatur (C)

210
200
190
180
170
160
150
140
130
120
110
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
0 5 10 15 20 25 30
time (minute)
III.3 Analisa Hasil
Grafik yang digambarkan menjelaskan kenaikan suhu benda uji berupa aspal terus
naik dengan kecepatan konstan hingga terlihat titk nyala pada suhu 285°C. Setelah
terlihat titik nyala, aspal cenderung tidak mengalami kenaikan suhu terlalu cepat
hingga terlihat titik bakar pada suhu 340°C. Dari percobaan di dapatkan titik nyala
dengan suhu 285 °C (545 °F) dan titik bakar dengan suhu 340 °C (644 °F) dan sudah
memenuhi syarat yang diberikan untuk percobaan titik nyala dengan suhu : 175 °F s/d
550 °F dan untuk percobaan titik bakar dengan suhu lebih dari 550 °F. Suhu saat
terlihat percik api disuatu titik di atas permukaan aspal (titik nyala) 285°C dan saat
terlihat percik api disuatu titik lebih dari 5 detik (titk bakar) menjelaskan saat
pencampuran atau hot design agar suhu pencampuran aspal dengan agregat tidak
melewati batas titik nyala dan titik bakar yang didapat saat percobaan karena jika
dibiarkan melebihi batas titik nyala, aspal akan mengalami penurunan berat minyak
sehingga turut mempengaruhi penetrasi aspal.

III.4 Analisa Kesalahan


Walau hasil yang di dapat memenuhi syarat yang di berikan, Masih terdapat kesalahan
dalam proses praktikum namun tidak terlalu berdampak dengan hasil yang di dapat
atau tidak terbaca perbedaan yang cukup besar.

Secara garis besar penyebab kesalahan yang mungkin terjadi dalam percobaan adalah
dikarenakan :

o Kekurang telitian praktikan dalam membaca temperatur saat proses


pemanasan, saat proses pengaturan temperatur pemanasan benda uji, saat
membaca temperatur ketika didapat titik nyala dan titik bakar sehingga nilai
yang di dapat masih kurang akurat.
o Grafik di buat dengan tingkat ketelitian kecil karena skala yang digunakan
masih terlalu besar, seperti pembacaan temperatur setiap 5 menit yang
seharusnya pmbacaan dilakukan setiap 5 detik sehingga nilai yang di dapat
masih kurang akurat.

IV. Kesimpulan
Percobaan mencari titik nyala dan titik bakar ini bertujuan mencari suhu saat terlihat
nyala dan saat mulai terbakar agar mendapat batas ijin suhu dalam pencampuran
pembuatan aspal atau Hot design.

Kesimpulan yang didapat dari percobaan ini adalah :

o Dalam percobaan di dapat titik nyala sebesar 285 °C (545 °F) dan titik bakar
340 °C (644 °F).

o Temperatur saat hot design yang dianjurkan haruslah lebih kecil dari
temperatur saat terlihat titik nyala yaitu 285°C

o Titik nyala dan titik bakar yang di dapat sudah memenuhi syarat toleransi
percobaan titik nyala dan titik bakar, dengan syarat titik nyala
( 175 °F s/d 550 °F) dan syarat titik bakar (lebih dari 550 °F).