Anda di halaman 1dari 14

KATA PEGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah tentang Good Mannersini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Etika Bisnis. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan
demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Surabaya, 04 Maret 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PEGANTAR...............................................................................................1
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................3
1.1. Latar Belakang..............................................................................................3
1.2. Rumusan Masalah.........................................................................................3
1.3. Tujuan Penulisan...........................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................5
2.1. Definisi Good Manners (Etika Berperilaku yang Baik) dalam Bisnis..........5
2.2. Dasar dari Good Manners dalam Berbisnis...................................................7
2.3. Prinsip Good Manners yang Baik Ketika Berada di Dunia Bisnis................8
2.4. Pentingnya Good Manners dalam bisnis.......................................................9
2.5. Pembentuk Nilai Etika.................................................................................10
2.6. Pengaplikasian Good Manners dalam kegiatan bisnis................................11
BAB III PENUTUP..............................................................................................13
3.1. Kesimpulan..................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................14

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 2


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Keberhasilan bisnis saat ini, tidak hanya ditentukan oleh kepintaran
maupun keintelegensi seseorang maupun kelompok, namun juga ditentukan oleh
Good Manners dalam berbisnis. Good Manners dapat diartikan sebagai etika
berperilaku yang baik atau juga bisa disebut sopan santun.

Di dalam dunia bisnis yang sudah semakin mengglobal ini juga diperlukan
sopan santun, hal ini karena dalam menjalin kerjasama bisnis akan dihadapkan
pada klien-klien yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Apabila sikap kita
dalam menjalin kerjasama bisnis tidak memiliki etika atau tidak sopan dan tidak
menghargai para klien, maka bisa saja klien tersebut tidak mau bekerjasama lagi
dengan bisnis kita karena mereka merasa bahwa mereka tidak dihargai. Namun
sebaliknya, apabila sikap kita dalam menjalin kerjasama dengan klien
menggunakan etika yang baik atau disebut juga sopan santun dalam berbisnis
maka klien tersebut merasa dihargai dan tidak kecewa akan pelayanan kita dan
klien akan mencoba untuk menjalin kerjasama kembali dan percaya bahwa kita
adalah partner kerjasama yang baik dalam bisnis.

Maka dari itu etika berperilaku dalam berbisnis atau good manners dalam
berbisnis diperlukan karena salah satu kunci keberhasilan dalam berbisnis atau
menjalin kerjasama dalam bisnis.

1.2. Rumusan Masalah


1. Definisi good manners
2. Dasar dari good manners
3. Pentingnya good manners
4. Pembentukan nilai etika
5. Pengaplikasian good manners dalam kegiatan bisnis

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 3


1.3. Tujuan Penulisan
1. Bagi Pembaca
Memberikan penjelasan tentang pentingnya dan good manners
pengaplikasiannya dalam bisnis.
2. Bagi Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai good
manners.

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 4


BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Good Manners (Etika Berperilaku yang Baik) dalam Bisnis.
1. Etika bisnis menurut Dirgantoro dalam Hermawati (2007) adalah
standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan dalam
pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisinis yang etik.
2. Secara teoritis, pengertian etika dapat dibedakan menjadi dua yaitu
(Keraf, 1998): (1) Etika berasal dari kata “Yunani” yang dalam bentuk
jamaknya “La Etba” berarti adat istiadat atau kebiasaan; (2)
Etikadimengerti sebagai filsafat moral atau ilmu yang membahas dan
mengkaji nilai dan norma yangdiberikan oleh moralitas dan etika
dalam pengertian pertama diatas. Etika bisnis merupakan cara
untukmelakukan kegiatan bisnis, yang mencakup keseluruhan aspek
yang berkaitan dengan individu,perusahaan dan juga masyarakat.
3. Dalam penelitian Lina Juliana Haurissa dan Maria Praptiningsi
mendefinisikan bahwa etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan
mengenai moral yang benar dan salah, yang berkonsentrasi pada
standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan
perilaku bisnis (Velasques, 2005).
4. Dalam penelitian mendefinisikan bahwa etika bisnis merupakan studi
standar moral dan bagaimana standar itu ditetapkan ke dalam sistem
dan organisasi yang digunakan oleh masyarakat modern untuk
memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa yang diterapkan
kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi. Studi ini tidak
hanya mencakup analisa norma moral dan nilai moral, namun juga
berusaha mengaplikasikan kesimpulan-kesimpulan analisis tersebut ke
beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas, dan usaha-usaha yang
kita sebut bisnis (Velasquez, 2005 dalam Gugyh Susandy dan Deden
Ramdhan, 2015)

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 5


5. Pengertian Etika dari jurnal yang diambil dengam judul “MODEL
PENERAPAN ETIKA TEKNOLOGI INFORMASI PADA
ORGANISASI ( PERUSAHAAN ) “ Etika(ethics) adalah sekumpulan
kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk
ke dalam seseorang atau masyarakat. Etika lebih berkaitan dengan
sumber / pendorong yang menyebabkan terjadinya tinghkah
laku/perbuiatan ketimbang dengan tingkah laku itu sendiri. Dengan
begitu etika dapat merujuk pada pwerihal yang paling abstrak sampai
yang paling konkret dari serangkaian proses terciptanya tingkah laku
manusia. Dalam arti yang lebih khusus, etika adalah tingkah laku
filosofi.
6. Dalam penelitian Cece Suryana mendefinisikan bahwa etika bisnis
adalah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan
bisnis. Moralitas berarti aspek baik atau buruk, terpuji atau tercela dan
karenanya diperbolehkan atau tidak, dari perilaku manusia. Moralitas
selalu berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia dan kegiatan
ekonomis merupakan suatu bidang perilaku manusia yang penting.
(Bertens, 2000:5)
7. Menurut Agoes (1996) dalam Murtanto dan Marini (2003:794) setiap
profesi yang memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat harus
mempunyai kode etik yang merupakan seperangkat prinsip-prinsip
moral dan mengatur tentang perilaku profesional. Kode etik berkaitan
dengan prinsip etika tertentu yang berlaku untuk suatu profesi, terdapat
empat prinsip di dalam etika profesi (Keraf 1998 dalam Murtanto dan
Marini 2003:794) yaitu (1) Prinsip tanggung jawab; (2) Prinsip
keadilan; (3) Prinsip otonomi; dan (4) Prinsip integritas moral.
8. Menurut wahyu dan ostaria (2006) cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas. Etika mencakup analisis dan penerapan
konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab. Etika
adalah ilmu yang berkenaan tentang hak dan kewajiban moral.

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 6


9. Menurut Erry Riana Hardjapamekas, sebagaimana dikutip Paripurna P.
Sugarda, 24 menyebutkan bahwa etika bisnis adalah proses dan upaya
untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah di tempat kerja,
dan melakukan hal-hal yang benar berkenaan dengan produk dan
pelayanan perusahaan, serta dalam hubungannya dengan pihak-pihak
(pribadi dan kelompok) yang memiliki kepentingan atau tuntutan
terhadap perusahaan (stakeholders).
10. Etika adalah norma perilaku yang mengatur hubungan antara akuntan
publik dengan kliennya, antara akuntan publik dengan rekan
sejawatnya, dan antara profesi dengan masyarakat. Etika dalam hal ini
merupakan pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan untuk
melaksanakan tugas dalam kehidupan sehari-hari.

2.2. Dasar dari Good Manners dalam Berbisnis


Dasar dari Good Manners adalah “Mempertimbangkan perasaan dan
harga diri orang lain”, maksudnya adalah sebelum kita memutuskan keputusan
dalam bisnis kita harus memikirkan pengaruhnya bagi umum/masyarakat, diri
sendiri, dan orang lain.

a) Kepentingan umum/ masyarakat


Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat,
bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan
sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh
kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada
tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus
menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak
memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat
ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu
mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab
terhadap masyarakat sekitarnya.
b) Kepentingan diri sendiri

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 7


Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing
oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi. Bukan berarti
etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi
informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan
kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya
yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
c) Kepentingan organisasi
Bentuk salah satu etika dalam berbisnis adalah tanggung jawab sosial
perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu
konsep bahwa organisasi, khususnya perusahaan memiliki suatu
tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham,
komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan 

2.3. Prinsip Good Manners yang Baik Ketika Berada di Dunia Bisnis
1. Kejujuran ketika berkomunikasi dan bersikap
Kejujuran menjadi poin penting dalam menjalankan usaha sekaligus
membangun kepercayaan. Dalam berbisnis, anda wajib bersikap jujur
dalam segala hal. Mulai dari memberikan informasi dan menganalis
kekurangan perusahaan.
2. Integritas
Seseorang yang memimpin perusahaan memiliki kepercayaan dari orang
lain karena memiliki integritas. Integritas dapat diartikan sebagai
konsistensi antara pemikiran, perkataan, dan perbuatan.
3. Memenuhi janji serta komitmen yang telah dibuat
Seorang pebisnis dapat dipercaya karena mampu memeuhi semua janji
serta komitmennya yang pernah dibuat. Dalam bisnis, seseorang tidak
boleh begitu saja membuat janji, tetapi saat diucapkan anda dapat
langsung memenuhinya dengan baik.
4. Loyalitas
Loyalitas merupakan hal yang penting dalam berbisnis. Hal ini agar
bisnis yang Anda jalani dapat berjalan dengan baik tanpa adanya konflik.

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 8


Keloyalan dapat ditunjukan dengan bekerja keras sesuai dengan visi misi
perusahaan serta mampu membedakan urusan kantor dengan masalah
pribadi. Loyalitas juga dapat terlihat dari keseriusan Anda
mengembangkan bisnis yang dijalani.

2.4. Pentingnya Good Manners dalam bisnis


a) Membantu untuk memenangkan persaingan
Perusahaan yang memegang teguh etika dalam berbisnis dan perilaku
yang baik dalam menjalankan usahanya akan menciptakan konsumen
yang loyal. Loyalitas ini timbul karena adanya kepercayaan dari
konsumen bahwa perusahaan tidak melakukan kecurangan atau hal-hal
negatif yang dapat merugikan konsumen. Dengan begitu perusahaan
akan mendapatkan citra yang baik dari para konsumen. Dengan adanya
citra yang baik dari konsumen maka perusahaan tersebut akan dikenal
dan produknya akan mengalami peningkatan penjualan.
b) Membantu meningkatkan goodwill dari pihak lain.
Dalam melakukan kerjasama bisnis perusahaan menggunakan etika
berperilaku yang baik dalam pada pihak lain seperti saling percaya
anar golongan pengusaha dan konsisten dengan aturan main bersama
maka perusahaan bisa saja mendapatkan penghargaan berupa goodwill
dari pihak lain yang diajak kerjasama atas perstasi dan etika
perusahaan dalam menjalankan bisnis.
c) Memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama yang baik dengan
pihak lain.
Dengan menciptakan kondisi bisnis mendukung dan menumbuhkan
sikap saling percaya antara golongan pengusaha baik pengusaha yang
kuat maupun yang lemah agar perusahaan dapat meningkatkan
hubungan kerja dengan berbagai pihak kerjasama baik pengusaha
lemah maupun pengusaha kuat dan juga mampu berkembang bersama
dengan harapan untuk berkembang dan mapan.
d) Mempromosikan bisnis.

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 9


Apabila perusahaan selalu menggunakan etika berperilaku yang baik
dalam menjalankan bisnis seperti berlaku jujur dalam setiap perjanjian
atau transaksi yang terjadi dengan pelanggan maupun stakeholder,
bertanggungjawab atas segala tindakan pemasaran yang telah
dilakukan, tidak menipu konsumen dalam kegiatan pemasarannya, dan
terbuka atas produk yang ditawarkan maka promosi yang dilakukan
perusahaan untuk menawarkan produk dan jasa akan mudah dan cepat
dikenali oleh masyarakat dengan harapan kenaikan tingkat
pemasarannya.
e) Apabila kita senantiasa respect dan consenderate dengan pihak lain,
kemungkinannya adalah bahwa mereka akan memperlakukan diri kita
secara sama (the golden rule).
Dengan kita memperlakukan pihak lain dalam melakukan kerjasama
dengan baik seperti tidak curang dalam menjalankan kerjasama,
terbuka dalam kerjasama bisnis, dan tidak melanggar perjanjian-
perjanjian yang telah ditetapkan, maka pihak lain juga memperlakukan
kita dengan demikian pula dan saling menghargai dalam melakukan
kerjasama.

2.5. Pembentuk Nilai Etika


Menurut Mamduh (2003:74) etika individu dipengaruhi atau dibentuk
oleh beberapa hal :
1. Keluarga
Keluarga merupakan tempat tumbuhnya seorang individu, karena keluarga
mempunyai pengaruh penting dalam pembentukan etika seorang individu.
Individu akan berperilaku mencontoh perilaku orang tuanya atau keluarga
dekat, atau berperilaku seperti yang disuruh oleh orang tuanya.
2. Pengaruh Faktor Situasional
Situasi akan menentukan etika individu. Sebagai contoh, jika seseorang
mencuri barang kali mempunyai alasan karena ia membutuhkan uang tersebut
karena anakanya sakit. Meskipun nampaknya jalan yang diambil merupakan

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 10


jalan pintas, tetapi situasi semacam itu membantu memahami kenapa
seseorang dapat melakukan tindakan yang tidak etis.
3. Nilai, Moral, dan Agama.
Seseorang yang memprioritaskan sukses pribadi dan pencapaian
tujuankeuangan tentunya mempunyai perilaku yang lain dibandingkan
merekayang memprioritaskan untuk menolong orang lain. Keputusan dan
perilakumanajer seringkali dipengaruhi oleh kepercayaanya.
4. Pengalaman Hidup
Selama hidupnya, manusia mengalami banyak pengalaman baik
maupun yang jelek. Pengalaman tersebut merupakan proses yang normal
dalam kehidupan seseorang. Pengalaman tersebut akan membentuk etika
seseorang. Sebagai contoh, seseorang yang mencuri kemudian tidak
tertangkap barang kali akan terdorong mencuri kembali di masa
mendatang. Sebaliknya, jika ia tertangkap dan dihukum, dapat
membuatnya jera untuk melakukan pencurian lagi.
5. Pengaruh Teman
Teman sebaya terutama akan berpengaruh terhadap pembentukan etika
seseorang. Contoh yang paling baik adalah masa anak-anak. Jika seorang
anak berteman dengan anak yang nakal, maka ada kecenderungan anak
tersebut tertular nakal. Demikian juga dengan teman pernainan pada waktu
seorang individu menginjak remaja. Jika lingkungan mempunyai standar
etika yang tinggi, seorang individu akan cenderung mempunyai etika yang
tinggi juga.

2.6. Pengaplikasian Good Manners dalam kegiatan bisnis.


1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan
dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun
sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak
pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak
perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 11


kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah
dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak
mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor
telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi
bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak
pengembang.
2. Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat
SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar
Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini
diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah
diterima, mereka harus membayarnya. Kemudian pihak sekolah
memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut
digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai
oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini
Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti etika berperilaku
dalam mematuhi peraturan transparasi.

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 12


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Secara keseluruhan good manners dalam berbisnis adalah suatu etika
berperilaku yang baik dalam lingkungan bisnis atau juga dapat disebut meiliki
sopan santun dalam berbisnis. Dalam melakukan kegiatan bisnis, seperti
kerjasama bisnis dengan pihak lain dan menawarkan prduk atau jasa pada
pmasyarakat kita tidak boleh hanya memikirkan tentang bagaimana cara
mendapatkan keuntungan yang besar untuk diri sendiri tetapi kita juga harus
memikirkan bagaimana pengaruh keputusan bisnis kita bagi pihak lain yang
bekerjasama dengan kita dan selain itu juga bagaimana pengaruh tindakan
pemasaran kita pada masyarakat apakah berdampak baik atau sebailknya.
Maka dari itu diperlukan etika berperilaku yang baik dalam berbisnis seperti
bertanggung jawab dalam menjalankan bisnis, jujur dan transparan dengan
pihak lain, tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan pihak lain.

Good manners atau etika berperilaku yang dalam kegitan bisnis dapat
membantu kita unruk memenagkan persaingan, membantu meningkatkan
goodwill dari pihak lain, memelihara dan meningkatkan hubungan kerjasama
yang baik dengan pihak lain, membantu dalam mempromosikan bisnis agar
cepat dikenal, dan Apabila kita senantiasa respect dan consenderate dengan
pihak lain, kemungkinannya adalah bahwa mereka akan memperlakukan diri
kita secara sama (the golden rule).

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 13


DAFTAR PUSTAKA

Drs. Danang Sunyoto, S. S. M. &. W. H. P. S. S. M., 2014. Etika Bisnis. Jakarta:


Caps Publishing.

Buku modul etika bisnis STIE Perbanas Surabaya

Jurnal Winda: Lucyanda, J. dan Endro, G. (2012). Faktor-Faktor Yang


Memengaruhi Perilaku Etis Mahasiswa Akuntansi Universitas Bakrie. Vol. 2 No.

http://bkpak.org/GOOD-MANNERS-RESPECTFUL-ETHIC-76.html

http://www.academia.edu/10025610/JURNAL_ETIKA_BISNIS

GOOD MANNERS / ETIKA BISNIS 14

Anda mungkin juga menyukai