Anda di halaman 1dari 6

Kelompok II

ZooMaTa (Zoom Materi Etika)


1. FAREL ANUGRAH 6. GABY GIOVANNI
2. ENGGAR SUSANTI 7. RANDY ZAM
3. NIKITA SURYA DHARMA 8. BUDI SETIAWAN
4. YULIA DARSIH 9. NOVIA ELDESI
5. DINA DWI MULIA 10.SASFITRIANI
KASUS
Fenomena merokok saat ini kian merebah baik Pertanyaan:
di rumah, kantor, sekolah dan di lingkungan
masing-masing serta di tempat-tempat umum Bagaimana kasus ini dapat dijelaskan dalam
lainnya. Terjadi pada ibu-ibu baik ibu rumah konteks etika publik?
tangga, pegawai swasta maupun PNS. Banyak
terlihat anak SD, SMP, SMA atau mahasiswa/
mahasiswi. Bahkan ada seorang bapak
merokok sambil menggendong anak balitanya
atau sambil menerangkan sesuatu kepada
anaknya yang duduk di bangku SD atau bahkan
mengajari anaknya merokok.
1. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang
dampak buruk merokok bagi kesehatan diri
sendiri dan orang di sekitar
2. Rokok yang di jual bebas di pasaran.
Hendaknya ada aturan khusus dimana
hanya orang dari kalangan umur tertentu
Penyebab yang dapat membeli rokok
3. Tidak adanya ruangan khusus bagi para
terjadinya perokok

kasus 4. Tidak sinkronnya antara peraturan yang ada


dengan implementasi
Maksudnya pemerintah
di lapangan.
seakan-akan
setengah-setengah dalam menangani
masalah rokok ini. Disisi lain PP telah
diterbitkan namun kenyataannya baik pria
wanita bahkan anak kecil bisa bebas
merokok tanpa ada kelanjutannya
Etika publik menekankan pada aspek
nilai dan norma, serta prinsip moral,
Analisis kasus sehingga etika publik membentuk
dari dimensi integritas pelayanan publik. Jika di
kualitas dalam lingkup ruang publik seseorang
pelayanan bebas merokok sesuka hatinya tanpa
memperhatikan orang di sekitar tentu
publik ini mengurangi kualitas pelayanan
publik di instansi tersebut
Merokok di tempat umum
1. Melanggar norma agama karena sudah ada fatwa mui yang menyatakan
merokok itu haram
2. Melanggar sila pancasila kedua kemanusiaan yang adil dan beradap, karena
jika merokok di tempat umum kita sudah merugikan kan orang yang ada di
sekitar kita
3. Pelanggaran terhadap PP No 19 tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi
Kesehatan. PP ini mengatur tentang adanya Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yaitu
tempat-tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang
secara spesifik dijadikan tempat PBM, arena kegiatan anak, tempat ibadah
dan angkutan umum.
Pihak yang Bertanggung Jawab
❑Masyarakat
Diarahkan pada peningkatan dan pendayagunaan kemampuan yang ada untuk
melarang perokok merokok di area KTR
❑Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah melakukan pembinaan pada tahap pelaksanaan, khususnya
dalam mewujudkan KTR dan berbagai kegiatan penyuluhan untuk menurunkan
jumlah perokok.
❑Instansi yang bertanggung jawab dalam pembinaan seperti Dinas Kesehatan,
Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, dll.