Anda di halaman 1dari 8

PERAN INFORMATIKA KEPERAWATAN DALAM

MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN


KEBUTUHAN AKAN PENDIDIKAN YANG TEPAT

DISUSUN OLEH :

RUMINTA SIRAIT

197046016

roemintasirait@gmail.com

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2019
PERAN INFORMATIKA KEPERAWATAN UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
DALAM KEPEMIMPINAN KEPERAWATAN

Ruminta Sirait
197046016
roemintasirait@gmail.com

Abstrak
Latar Belakang : Keperawatan Informatika sebagai aplikasi TI dalam tugas
keperawatan termasuk pendidikan, manajemen & praktik pada tahun 1985. Integrasi
ilmu informasi, ilmu komputer dan ilmu keperawatan untuk mendukung praktik
keperawatan dan manajemen pengetahuan adalah definisi yang ditawarkan pada tahun
1989 oleh Graves dan Corcoran. Definisi dan kompetensi informatika keperawatan
menunjukkan pentingnya bidang ini. Ini menunjukkan perawat terintegrasi ke dalam
bidang IT secara otomatis
Tujuan: Mendeskripsikan penggunan dan hambatan teknologi pada pasien dalam
peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.
Metode Metode yang digunakan dalam penulisan kajian ini adalah literatur review.
Jurnal dan artikel yang berkaitan dengan judul penelitian diambil dari 14 jurnal dengan
10 jurnal Indonesia dan 4 jurnal luar sebagai pembanding. Literatur didapat melalui
Google Pubmed dan Proquest dengan kata kunci pencarian technology Nursing dan
tekhnologi dalam keperawatan.
Hasil: Promosi Perawatan Kesehatan. Keuntungan dari penerapan teknologi informasi
dalam semua aspek keperawatan, termasuk bidang klinis, manajemen, pendidikan dan
penelitian dan pengaruhnya terhadap kesehatan telah ditinjau. Kebutuhan waktu kerja
yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa keterlambatan dalam pekerjaan
keperawatan dan mengurangi kualitas pelayanan kesehatan. Evaluasi intervensi
informatika kesehatan konsumen yang inovatif membuktikan bahwa pasien dan perawat
puas dengan penggunaan perangkat elektronik dan komunikasi dan perawatan di rumah
Pembahasan: Berdasarkan penyusunan rencana strategis sistem informasi, rumah sakit
harus mengembangkan sistem informasi yang dapat menunjang pelayanan menjadi
lebih efektif dan efisien.
Penutup: Kajian ini memberi kesimpulan bahwa penting bagi perawat untuk
menerapkan sistem tehnologi dalam memberikan asuhan keperawatan dan dalam
merawat pasien.
.
Kata Kunci: Perawat, Tehnologi, Keperawatan.
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Sejarah, definisi dan kompetensi informatika keperawatan menunjukkan
pentingnya bidang ini. Ini menunjukkan perawat terintegrasi ke dalam bidang IT secara
otomatis. Jadi mereka harus dapat mengatasinya dengan sukses untuk meningkatkan
kualitas hasil perawatan.
Perawat telah bekerja di bidang informatika hampir empat dekade, istilah
"keperawatan informatika" telah dianggap sebagai spesialisasi dalam sumber daya
keperawatan sejak 1984 (Guenther & Peters, 2006). Banyak aspek seperti pemulihan
data, etika, perawatan pasien, sistem pendukung keputusan, interaksi manusia-
komputer, sistem informasi, informatika pencitraan, ilmu komputer, ilmu informasi,
keamanan, catatan pasien elektronik, sistem cerdas, e-learning dan telenursing telah
ditambahkan ke lapangan. Integrasi ilmu informasi, ilmu komputer dan ilmu
keperawatan untuk mendukung praktik keperawatan dan manajemen pengetahuan
adalah definisi yang ditawarkan pada tahun 1989 oleh Graves dan Corcoran . American
Nurses Association (ANA) menerbitkan tujuan dan standarnya pada tahun 1994-1995
dan mempresentasikan Informatika Keperawatan sebagai spesialisasi yang
mengintegrasikan ilmu keperawatan, komputer dan ilmu informasi untuk menyediakan
manajemen komunikasi data, pengetahuan dan pekerjaan keperawatan pada tahun 2001.
Sekarang sebagian besar keperawatan profesional percaya bahwa itu didefinisikan
sebagai integrasi teknologi informasi dan semua aspek keperawatan seperti keperawatan
klinis, manajemen, penelitian atau pendidikan (Guenther & Peters, 2006).
Kompetensi spesialis informatika keperawatan ditentukan melalui
mempelajari tiga kategori termasuk keterampilan komputer, pengetahuan informatika
dan keterampilan informatika. Ini menyelidiki empat tingkat praktik keperawatan:
perawat mulai, perawat berpengalaman, spesialis informatika, dan inovator informatika.
Salah satu contoh dari sistem informasi tehnologi ini adalah Self efficacy
perawat penting dalam penggunaan sistem informasi keperawatan karena dapat
menentukan keberhasilan penggunaan, meningkatkan kualitas dokumentasi
keperawatan dan kualitas pelayanan keperawatan dalam penggunaan sistem informasi
keperawatan (SIMPRO). Tingginya tuntutan terhadap pelayanan keperawatan yang
prima, Perawat juga dituntut untuk mahir menggunakan sistem teknplogi agar
informasi-informasi tentnag layanan update setiap saat. Selain mempercepat dan
memperingan pekerjaan perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, juga dapat
lebih menghemat penggunaan waktu, kertas, tenaga dan lainnya.
Kompetensi pengetahuan informatika terpilih adalah pengakuan akan
penggunaan atau pentingnya data keperawatan untuk meningkatkan praktik, dan
pengakuan terhadap fakta bahwa komputer hanya dapat memfasilitasi asuhan
keperawatan dan bahwa ada fungsi manusia yang tidak dapat dilakukan oleh komputer,
perumusan etika keputusan dalam komputasi, pengakuan nilai keterlibatan dokter dalam
desain, pemilihan, implementasi, dan evaluasi sistem dalam perawatan kesehatan,
deskripsi sistem manual saat ini, definisi dampak manajemen informasi
terkomputerisasi pada peran perawat dan penentuan keterbatasan dan keandalan sistem
pemantauan pasien terkomputerisasi.
2. Tujuan
Mendeskripsikan penggunan dan hambatan teknologi pada pasien dalam
peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.
3. Hasil
Studi ini menyebutkan hal-hal berikut sebagai elemen kunci dari implementasi
informatika keperawatan:
3.1 Promosi Perawatan Kesehatan
Keuntungan dari penerapan teknologi informasi dalam semua aspek
keperawatan, termasuk bidang klinis, manajemen, pendidikan dan penelitian dan
pengaruhnya terhadap kesehatan telah ditinjau. Manajer dapat meningkatkan efisiensi
dan kinerja melalui sistem informasi dan teknologi baru.
3.2 Sistem Lanjutan
Meski menggunakan sistem pendukung keputusan dapat menyebabkan
perawatan yang lebih aman, itu dapat mengganggu berpikir kritis. Kebutuhan waktu
kerja yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa keterlambatan dalam pekerjaan
keperawatan dan mengurangi kualitas pelayanan kesehatan (Norton, 2006).
3.3 Internet dan Jaringan
Kursus Keperawatan Informatika berbasis internet pertama kali ditawarkan
oleh Duck University pada tahun 1997. Keuntungan yang diwakili didefinisikan dengan
jelas dan hasil pembelajaran yang terukur dan masalah dunia nyata diperkenalkan
sebagai komponen utama dari strategi pengajaran. Ada beberapa kelemahan seperti
masalah perangkat keras dan lunak, kekurangan keterampilan prasyarat, kesulitan
pemecahan masalah, dan kecepatan akses internet yang rendah dan manajemen waktu
yang buruk untuk menguasai materi (Goodwin, 1997. Aspek-aspek lain dari potensi
praktik keperawatan pada dekade baru adalah menawarkan layanan dari jarak jauh
melalui telemedicine atau telenursing. Tele-perawat dapat menyediakan berbagai
layanan seperti pendidikan, pemantauan pasien dan konseling melalui fasilitas Internet.
Ini dapat menutupi kekurangan perawat dan permintaan global untuk perawat (Darvish
& Salsali, 2010).
4. Metode
Metode yang digunakan dalam penulisan kajian ini adalah literatur review.
Jurnal dan artikel yang berkaitan dengan judul penelitian diambil dari 14 jurnal dengan
10 jurnal Indonesia dan 4 jurnal luar sebagai pembanding. Literatur didapat melalui
Google Pubmed dan Proquest dengan kata kunci pencarian technology Nursing dan
tekhnologi dalam keperawatan.
5. Pembahasan
Berdasarkan penyusunan rencana strategis sistem informasi, rumah sakit harus
mengembangkan sistem informasi yang dapat menunjang pelayanan menjadi lebih
efektif dan efisien. Namun fungsi manajemen tidak boleh diabaikan dan rumah sakit
juga memerlukan sistem informasi untuk menunjang kerja manajemen, sehingga dapat
membantu manajemen dalam pengambilan keputusan dan proses bisnis organisasi.
Respon kerepotan, susah dan malas yang di-ungkapkan oleh perawat pada penelitian ini
hampir sama dengan respon yang diungkapkan oleh partisipan dalam hasil penelitian
yang dilakukan oleh Morrison, Andreou, Joseph dan Little (2010) yang mengungkapkan
kesusahan, kebosanan, dan stress dalam menggunakan tek-nologi informasi tersebut
karena terlalu banyak dan kompleksnya tampilan pada program.
Beberapa literatur menyatakan bahwa perasaan pengguna terhadap manfaat yang
diperoleh dari sistem adalah suatu hal yang positif. Perasaan setelah menggunaan
SIMPRO yang diungkapkan perawat ini menurut peneliti adalah bentuk penerimaan yang
positif terhadap peng-gunaan SIMPRO. Hal ini dapat disebabkan oleh karena perawat
telah merasakan manfaat atau keuntungan dari penggunaan SIMPRO tersebut, yaitu
dapat membantu memudahkan pekerjaan mereka.
6. Penutup
Kajian ini memberi kesimpulan bahwa penting bagi perawat untuk menerapkan
sistem tehnologi dalam memberikan asuhan keperawatan dan dalam merawat pasien.
Sistem ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi perawata dalam
melaksanakan tugas-tugasnya, baik dalam pemberian asuhan keperawatan dan bagian
administrasi.
Refrensi
Bikmoradi Ali, 2016. Artikel. Impact of Tele-nursing on adherence to treatment plan in
discharged patients after coronary artery bypass graft surgery: A quasi-
experimental study in Iran
Crane S, Comer RS, Arenson AD, Draucker C. 2019. Journal. Using REDCap to
Facilitate Web-Based Therapeutic Intervention Research
Darvish Asieh, 2014. Article .The Role of Nursing Informatics on Promoting Quality of
Health Care and the Need for Appropriate Education. Glob J Health Sci. 2014
Farida Nuraini, 2016. Jurnal. Rancang Bangun Sistem Informasi Diagnosa
Keperawatan Aktual Pada Penderita Diabetes Melitus
Hakam F., Eko Nugroho, Andreasta Meliala. 2017. Jurnal. Analisis Sistem Dan
Teknologi Informasi Sebagai Acauan Dalam Perancangan Rencana Strategis
Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi (RENSTRA SI/TI) Di Rumah Sakit
Islam Yogyakarta PDHI
Indari, 2015. PENGARUH APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK BERBASIS TEKNOLOGI TERHADAP
PENGETAHUAN TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEPERAWATAN DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR
MALANG.
Istifada R., Sukihananto, Muh.Asnoer Laagu. 2017. Jurnal. Pemanfaatan teknologi
TELEHEALTH pada perawat di layanan Homecare
Kurniawati Neneng, 2015. Pemanfaatan-Sistem-Informasi-Pdas-Dalam-Dunia-
Keperawatan
Nursalam , 2016. Manajeman Keperawatan (Prinsip komunikasi Manajer
keperawatan). Jakarta selatan:salemba Medika.
Phillips S, Barroso J, Acierno R, Kelechi T. 2019. Journal. The Symptoms Self-
Management Center (SSMC): Methods for developing and implementing
technology-enhanced self-management interventions for pain and fatigue
Sari Candra Dewi, 2011. Jurnal. Pengembangan Dokumentasi Keperawatan Berbasis
Teknologi Informasi

Sartika Dewi, 2014. Jurnal. Self Efficacy Perawat Dalam Penggunaan Sistem Informasi
Keperawatan Di Rsia Bunda Jakarta: Studi Fenomenologi
https://www.kompasiana.com/riorahmawati/551b0198813311ee7e9de300/teknologi-
informasi-kesehatan-pada-tatanan-pelayanan-kesehatan-dan-jejaringan?page=al
https://www.kompasiana.com/atant/teknologi-informasi-keperawatan-berbasis-wireless-
oleh-ratanto_551a065c813311d07c9de0f7