Anda di halaman 1dari 8

FISIOLOGI PENDENGARAN (penentuan tinggi nada dan penentuan keras

suara)
Oleh : Pitnariah

Pendengaran seperti halnya indera somatic lain merupakan indera mekanoresptor karena telinga
memberikan respon terhadap getaran mekanik gelombang suara yang terdapat di udara. Bab ini
menjelaskan dan menerangkan mekanisme telinga menerima gelombang suara diskriminasi
frekuensinya dan akhirnya penghantaran informasi pendengaran ke susunan saraf pusat.

a. Membrane timpani dan system osikular

Membrane tempani dinamakan gendang telinga dan system osikular, yang menghantarkan suara
melalui telinga tengah membrane timpani berbentuk kerucut dengan permukaan yang cekung
menghadap ke bawah mengarah ke saluran pendengaran yang melekat patda begian tengah-
tengah membrane timpani adalah tangkai malekus pada ujung lain, malleus terkat erat denga
inkus oleh ligamentum sebingga bila maleus bergerak incus bergerak serentak dengannya. Ujung
lain inkus selanjutnya bersendi dengan batang stapes dan permukaan lebar stapes terletak pada
labirin membranosa pada lubang foramen ovale tempat gelombang suara dihantarkan ketelinga
dalam yang dinamai kokhlea.

Tulang-tulang telinga tengah tergantung oleh gamentum-ligamentum sedemikian rupa sehingga


gabungan maleus dan inkus bekerja sebagai satu ungkit yang mempunyai titik tumpu kira-kira
pada perbatasan membrane timpani. Kaput mali yang besar yang dari tangki terletak pada sisi
yang berlawanan dari titik tumpu hamper tepat mengimbangi ujung pengungkit lain sehingga
perubahan posisi tubuh tidak akan menamah atau mengurangi tegangan membrane timpani.

Tangki maleus terus menerus tertarik ke dalam oleh ligamentum dan oleh M. tensor timpani,
yang mempertahankan membrane timpani berada dalam tegangan. Hal ini memungkinkan
getaran sura pada bagian membrane timpani manapun dihantarkan ke maleus yang tidak akan
terjadi bila membrane lemas.

Pencocokan impedans oleh system osikular. Amplitude pergerakan perrmukaan lebar stapes pada
tiap getaran suara hanya tiga perempat besr amplitude tangkai maleus. Oleh karena itu, system
pengungkit osilular tidak memperbesar pergerakan seperti yang sering diduga tetapi sebagai
gantinya system meningkatkan gaya pergerakan sekitar 1,3 kali juga luas permukaan membrane
timpani sekitar 55 mm2 sedangkan luas permukaan stapes sekitar 3,2 mm2 selisih 17 kali
dikalikan rasio 1,3 kali dari system pengungkit memungkinkan semua energy gelombang suara
yang mengenani membrane timpani dikerahkan pada permukaan lebaer stapes yang kecil,
menyebabkan tekanan pada cairan kolea kira-kira22 kali besar tekanan yang ditimbulkan oleh
gelomang suara yang mengenai membrane timpani. Karena cairan mempunyai inersia yang lebih
besar daripada udara. Mudah di mengrerti bahwa peningkatan jumlah tekanan dibutuhkan untuk
menimulkan geraran pada cairan oleh karena itu membrane timpani dan system osikular
membreikan cpncocokan impedans (impedance matching) antara gelombang suara dalam udara
dan getaran suara dalam cairan koklea.
Pelemahan suara oleh kontraksi M stapendius dan M. tensor timpani. Bila suara yang keras
dihantarkan melalui system osikular ke susunan saraf pusat terjadi suatu refleks setelah masa
laten hanya 40 mil detik yang menyebakan kontruksi.

b. Koklea

Kokhlea merupakan suatu system tabung-tabung bergelung, dengan bersebelahan yang


bergelung skala vestibule dan skala media, dan skala timpani. Skala vestibule. Membrane
basilaris dan resonansi pada koklea. Membrane basilaris mengandung sekitar20.000 serabut
basilaris atau lebih yang menonjol dari tengah tulang koklea, modiolus. Dan kearah dinding luar
serabut-serabut ini merupakan struktur yangkaku elastic menyerupai buluh yang bebas pad ujung
distalnya kecuali yang terikat pada membrane basilaris. Karena seraut ini kaku dan bebas pada
salah saru ujungnya ia tidak dapat bergetar menyerupai buluh-buluh harminika.

Penjang serabut basilaris secara progresif bertambahdari basis koklea ke hlikotrema, dari kira-
kira pada 0,04 mm. pada basis sampai 0,5 mm. pada helikoterna, peningkatan panjang 12 kali.
Garis tengah serabut, sebaliknya berkurang dari basis ke helikotrena, sehingga secarakeseluruhan
kekakunnya rurun lebih dari 100 kali. Seagai akibatnya serabut yang kaku pendek dekat basis
koklea mempunyai kecenderungan bergetar pada frekuensi tinggi. Sedangkan serabut-serabutnya
yang panjang lentur dekat helikotrema mempunyuai kecenderungan bergetar pada frekuensi
rendah

c. Fungsi organ corti

Organ corti. Merupakan organ reseptor yang menimbulkan impuls saraf akibt getaran membrane
bersilaris. Organ corti adalah dua jenis sel rambut saru baris sel rambut dalam jumlahnya sekitar
3500 dan tiga empat baris sel rambut luar jumlah sekitar 20.000. Dasar dan tempat sel-sel rambut
dijepit oleh jaringan ujung-ujung N. koklearis. Ini membentuk ganglion spiralis corti yang
terletak pada modiolus koklea. Ganglion spiralis selanjutnya mengirimkan akson-akson ke N.
koklearis dan kemudian ke susunan saraf pusat setinggi medulla oblonganta atas. Hubungan
organ corti dengan ganglion spinalis dan dengan nervus koklearis.

d. Penentuan nada fitch princip letak

Dari pembicaraan sebelumnua dalam baba ini telah nyata bahwa suara dengan tinggi nada yang
rendah. Menyeabkan pengaktifan maksimum membrane basilis dengak apeks koklea, suara
dengna tinggi nada yang tinggi mengaktifkan membrane basilaris dekat basis koklea, dan
frekuensi menengah mengaktifkan memberana di antara kedua nilai yang eksterm terseut
selanjutnya terdapat susunan ruang serabut dari koklea ke nuklai koklearis dalam batang otak
serabut dari masing-masing area membrane basilaris berakhir pada area yang sesuai dalam nuklai
koklearis. Akan kita lihat kemudian bahwa susunan ruang ini tetap ada sepanjang jalan ke batang
otak sampai korteks serebri. Isyarat yang dicatat dari traktus sudirorious dalam batang otak dan
dalam daerah reseptif pendengaran korteks serebri menunjukan bahwa neuron-neuron diaktifkan
oleh tinggi nada tertentu. Oleh karena itu cara yang digunakan oleh system saraf untuk
mendeteksi berbagai tinggi nada adalah penentuan letak sepanjang membrane basilaris yang
paling terangsang. Ini dinamakan prinsip letak untuk penentuan tinggi nada

e. Penentuan keras suara

Keras suara ditentukan oleh amplitudo getaran membrane basilaris dan sel-sel rambut.
Peningkatan amlitudo geraran merangsang ujung saraf lebih cepat dan juga menyebabkan makin
banyak sel-sel rambut pada pinggir bagian membrane basilaris yang bergetar muali terangsang,
jadi menyebabkan sumasi rang bagi impuls yaitu penghantaran melalui banyak serabut saraf
bukan melalui beberapa serabut saraf.

Sensasi perubahan suara yang diinterperstasikan kira-kira sebanding dengan akar pangkat tiga
intensitas bunyi sebenarnya. Untuk menyatakan ini dengan jalan lain telinga dapat membedakan
perubahan intensitas suara dari suara bisikan yang terlemah sampai suara yang paling keras
energy suaranya kira-kira sekitar satu triliun kali. Namun, telinga telinga menginterprestasikan
perbedaan benda dalam tingkat suara ini sebagai mendekati perubahan 10.00 kali cepat. Jadi,
sekala intesitas sangat ditekan oleh mekanisme persepsi suara system pendengaran hal ini jelas
memungikinkan seseorang menginterprestasikan berbagai intesitas melebihi batas yang sangat
luas batas-batasnya akan jauh lebih luas bila tidak dilakukan penekanan pada skala ini.

Dalam desibl. Karena perubahan intensitas suara yang sangat luas yang dapat dideteksi dan
dibedakan oleh telinga intensitas suara biasanya dinyatakan sebagai logaritma intensitas
sebenarnya peningkatan 10 kali energy suara dinamakan 1 bel, dan satu persepuluh dinamakan 1
deisbel. Satu deisbel menggambarkan peningkatan intensitas sebenarnya sebesar1,26 kali.

Alasan lain menggunakan system deisbel dalam menyatakan perubahan kekerasan suara adalah
bahwa dalam batas intensitas suara yang bias untuk komunikasi telinga dapat terdeteksi
perubahan intensitas suara kira-kira 1 deisel.

f. Batas frekuensi pendengaran

Frekuensi suara yang dapat didengar oleh seorang muda sebelum proses penemuan terjadi pada
telinga umumnya dinyatakan antara 30 dan 20.000 sikluasi per detik akan tatapi, batas suara
sangat tergantung pada intensitas. Bila intensitas hanya -60 desiber. Batas suara adalah 500
sampai 5.000 siklus per detik tetapi, bila intensitas suara adalah -20 desibel batas frekuensi
sekitar 70 sampai 15.000 siklus per detik dan hanya dengan suara yang kuat dapat di capai batas
lengkap 30 sampai 20.000 siklus perdetik pada orang tua batas frekuensi turun dari 50 dampai
8.000 siklus per detik atau kurang.

g. Mekanisme pusat pendengaran

Diperlihatkan bahwa seraut dari gang spiralis organ coroti masuk ke nuclei koklesris yang
terletak pada bagian atas medulla oblongata pad atempat ini semua serabut bersinapsis kemudian
seagian isyarat dihantar ke atas ke gang otak sisi yang sama terletak pada bagian atas medulla.
Sebagian isyarat dihantar ke atas ke batang otak sisi yang berlawanan dan dihantarkan ke atas
melalui rangkaian neuron di dalam nucleus olivaris superior. Koloekulus inferior dan nucleus
genikulatum meiale akhirnya berakhir di dalam korteks pendengaran yang terletak di dalam girus
superior lobus temporalis.

Beberapa tempat penting harus dicatat dalam hubunganya dengan lintasan pendengaran pertama
implus dari masing-masing telinga dihantarkan melalui lintasan pendengaran kedua batang sisi
hanya dengan sedikit lebih banyak penghantaran pada lintasan kontralateral.

Kedua banyak serabut kolateral dari traktus audiorius erjalan langsung ke dalam system
retikularis batang otak sehingga bunyi dapat mengaktifkan keseluruhan otak. Ketiga orientasi
ruang derajat tinggi dipertahankan dalam serabut traktus yang berasal dari koklea yang semuanya
menuju korteks ternyata terdapat tiga representasi ruang frekuensi suara pada kolikulus inferior,

h. Fungsi korteks serebri pada pendengaran

Proyaksi lintasan pendengaran korteks serebi yang menunjukan bahwa korteks pendengaran
terletak reutama pada daerah sepratemporal girus tempralis superior. Tetapi juga meluas
melewati batas lateral lobus temporalis jauh melewati korteks insula dann malahan sampai ke
bagian paling lateral lobus parietalis

Tempat presepsi frekuensi suara pada korteks pendengaran priner. Tempat pendengaran tertentu
korteks priner dikenal beberapa frekuensi tinggi dan bagian-bagian lain terhadap frekuensi tinggi
sedangkan bagian anterolateral terhadap frekuensi rendah. Deduga lokalisasi. Frekuensi yang
sama terdapat pada korteks manusia tetepi hal ini belum dibuktikan.

i. Diskriminasi arah asal suara

Mekanisme saraf untuk deteksi arah suara. Destruksi korteks. pendengaran pada kedua sisi otak
baik pada manusia atau pada mamalia yang lebih rendah menyebabkan kehilangan sebagian
besar kemampuannya mendeteksi arah asal suara. Namun, mekanisme untuk deteksi ini
berlangsung mulai pada nuklei superior walaupun memerlukan semua lintasan saraf dari nuklai
ini ke korteks untuk interpretasi isyarat mekanisme ini diduga sebagai berikut :

Bila suara masuk satu telinga segera sebelum ia masuk telinga lainnya isyarat dari telinga
pertama menghambat neuron-neuron pada nukleus olivaris superior ipsilateral dan penghanbatan
ini berlangsung selama kurang dari saru milidetik, oleh karena itu beberapa saat setelah suara
mencapai telinga pertama lintasan untuk isyarat eksitasi dari telinga sisi yang lain berada dalam
keadaan terhambat. Selanjutnya neuron-neuron tertentu dari nuclei olivaris superior medialis
mempunyai waktu penghambatan yang lebih lama daripada neuron lainnya oleh karena itu bila
isyarat suara dari telinga yang lain masuk ke nuklaus olivaris superior yang dihambat isyarat
tidak dapat mendaki lintasan pendengaran melalui beberapa neuron tetepi tedak melalui neuron
lainnya. Dan neuron tertentu tempat isyarat lewat ditentukan oleh selisih waktu suara antara
kedua telinga.

j. Ketulian

Tuli biasanya dibagi dalam dua jenis. Pertama yang sisebabkan oleh gangguan koklea atau saraf
pendengaran, yang biasanya dimasukkan dalam tuli saraf dan kedua yang disebabkan oleh
gangguan mekanisme telinga tengah untuk menghantarkan suara ke koklea, yang biasanya
dinamakan tuli hantaran sebenarnya bila koklea atau saraf pendengaran diruasaktotal orang tuli
total akan tetapi bila koklea dan saraf masih utuh tetapi system osikular rusak atau mengalami
ankilosis kaku karena fibrosis atau kalasifikasi gelombang suara tetap dapat dihantarkan
kekoklea dengan cara konduksi tulang seperti penghantaran bunyi dari ujung garputala yang
ergetar, yang ditempelkan langsung pada tengkorak.

DAFTAR PUSTAKA

Arthur C. Guyton, Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit ed 3, Jakarta : EGC, 1990

Anatomi Fisiologi Sistem Pendengaran dan Keseimbangan

Posted by elfa79 on September 13, 2008


1. AURIKEL = DAUN TELINGA

• Terdiri dari tulang rawan dan kulit

• Terdapat konkha, tragus, antitragus, helix, antihelix dan lobulus

• Fungsi utama aurikel adalah untuk menangkap gelombang suara dan


mengarahkannya ke dalam MAE

2. MEATUS AUDITORIUS EKSTERNAL = LIANG TELINGA LUAR

• Panjang + 2, 5 cm, berbentuk huruf S

• 1/3 bagian luar terdiri dari tulang rawan, banyak terdapat kelenjar minyak dan
kel. Serumen

• 2/3 bagian sisanya terdiri dari tulang ( temporal ) dan sedikit kelenjar serumen.

• Rambut halus dan serumen berfungsi untuk mencegah serangga kecil masuk.

• MAE ini juga berfungsi sebagai buffer terhadap perubahan kelembaban dan
temperatur yang dapat mengganggu elastisitas membran tympani

3. MEMBRANA TYMPANI

• Terdiri dari jaringan fibrosa elastis

• Bentuk bundar dan cekung dari luar

• Terdapat bagian yang disebut pars flaksida, pars tensa dan umbo. Reflek cahaya ke
arah kiri jam tujuh dan jam lima ke kanan

• Dibagi 4 kwadran ; atas depan, atas belakang, bawah depan dan bawah belakang

• Berfungsi menerima getaran suara dan meneruskannya pada tulang pendengaran

4. TULANG TULANG PENDENGARAN

• Terdiri dari Maleus, Incus dan Stapes

• Merupaka tulang terkecil pada tubuh manusia.

• Berfungsi menurunkan amplitudo getaran yang diterima dari membran tympani


dan meneruskannya ke jendela oval
5. CAVUM TYMPANI

• Merupakan ruangan yang berhubungan dengan tulang Mastoid, sehingga bila


terjadi infeksi pada telinga tengah dapat menjalar menjadi mastoiditis

6. TUBA EUSTACHIUS

• Bermula dari ruang tympani ke arah bawah sampai nasofaring

• Struktur mukosanya merupakan kelanjutan dari mukosa nasofaring

• Tuba dapat tertutup pada kondisi peningkatan tekanan secara mendadak.

• Tuba ini terbuka saat menelan dan bersin

• Berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan udara di luar tubuh dengan di


dalam telinga tengah

7. KOKLEA

• Skala vestibuli yang berhubungan dengan vestibular berisi perilymph.

• Skala tympani yang berakhir pada jendela bulat, berisi perilymph

• Skala media / duktus koklearis yang berisi endolymph

• Dasar skala vestibuli disebut membran basalis, dimana terdapat organ corti dan
sel rambut sebagai organ pendengaran

8. KANALIS SEMISIRKULARIS

• Terdiri dari 3 duktus semiserkular, masing-masing berujung pada ampula.

• Pada ampula terdapat sel rambut, krista dan kupula

• Berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh dalam hal rotasi

9. VESTIBULA

• Terdiri dari sakulus dan utrikel yang mengandung makula

• Berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh dalam hal posisi.


MEKANISME PENDENGARAN

• Getaran suara ditangkap oleh aurikel yang diteruskan keliang telinga sehingga
menggetarkan membran tympani.

• Getaran diteruskan ke tulang tulang pendengaran, stapes akhirnya menggerakkan


foramen oval yang juga menggerakkan perilymph dalm skala vestibuli. Dilanjutkan
melalui membran vestibuler yang mendorong endolymph dan membran basal ke
arah bawah, perilymph dalam skala tympani akan bergerak sehingga mendorong
foramen rotundum ke arah luar.

• Skala media yang menjadi cembung mendesak endolymph dan mendorong


membran basal dan menggerakkan perilymph pada skala tympani.

Pada saat istirahat,ujung sel rambut berkelok kelok dan dengan berubahnya membran
basal, ujung sel rambut menjadi lurus. Rangsangan fisik tadi diubah oleh adanya
perbedaan ion kalium dan natrium menjadi aliran listrik yang diteruskan ke nervus VIII
yang diteruskan ke lobus temporal untuk dianalisis