Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

Problem Solving and Decision Making

“CRITICAL THINGKING”

DOSEN PENGAMPU

FEBRINIWATI RIFDI, S.S, M. BIOMED

NAMA : ICE TRISNAWATI


NIM : 1915302024

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN


UNIVERSITAS FORT DE KOCK BUKITTINGGI
2020
QUESTION 1.
PERAN BIDAN DALAM BERPIKIR KRITIS

Seorang profesi bidan, sangat penting untuk mempertajam proses berpikir kritis untuk
mengantisipasi diagnosa dan masalah potensial sehingga tercapainya asuhan yang berkualitas dan tepat
sasaran. Penyebab kematian ibu cukup kompleks, dapat digolongkan atas penyebab langsung (faktor-
faktor reproduksi, komplikasi obstetric) dan tidak langsung (3 terlambat, pengetahuan, sosio-ekonomi).
Salah satu bagian 3 terlambat yaitu terlambat mendapatkan pertolongan yang juga bisa disebabkan oleh
penolong atau tenaga kesehatan. Perlu adanya tindakan awal yang bersifat preventif agar meminimalkan
kasus tersebut, salah satunya adalah membiasakan diri bagi seorang bidan atau tenaga kesehatan untuk
berpikir kritis, rasional terhadap setiap tindakan yang dilakukan, setiap melakukan manajemen asuhan
kebidanan.
Tenaga bidan perlu mengenal tiga kunci utama untuk dapat berpikir kritis, yaitu RED (recognize
assumptions, evaluate arguments, dan draw conclusions) karena menjadi bahan dalam meningkatkan
kemampuan berpikir kritis, Kemampuan lain yang harus dikembangkan oleh bidan ialah kemampuan
refleksi diri untuk mengenal kelemahan dan keunggulan diri dalam memberikan asuhan. Kemampuan self-
awareness, berpikir terbuka (open-mindedness), berperilaku disiplin, dan bersedia mempertimbangkan
relevansi dari tindakan yang diberikan merupakan komponen yang dibutuhkan dalam pengembangan
profesi bidan.
Pilar seorang bidan yang terdapat pada kerangka kerja menurut ICM (2015) adalah pengetahuan,
keahlian dalam melaksanakan pelayanan asuhan kepada bayi baru lahir, wanita, keluarga sepanjang
kehidupannya. Pengetahuan yang ada bisa menjadi pondasi untuk melakukan suatu keahlian jika
dilakukan sesuai tujuan dan setiap bertindak harus diiringi dengan berpikir kritis dengan menjawab setiap
pertanyaan “mengapa” dan “kenapa” saat bertindak. Oleh karena itu data pasien menjadi dasar informasi
untuk dmenegakkan dignosa yang akan mempengaruhi pola piker bidan untuk berencana, melaksanakan
dan evaluasi.

QUESTION 2.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Berbagai faktor yang bisa menyebabkan perbedaan dalam mengukur berpikir kritis antara hasil
seseorang yang satu dengan yang lainnya menurut American Society of Registered Nurses (2007) adalah
dijelaskan berpikir kritis dalam keperawatan sangat dipengaruhi oleh karakter psikologis, fisiologis, serta
dapat dipengaruhi oleh lingkungan internal maupun eksternal seperti usia, tingkat kepercayaan,
keterampilan, stress, dan kelelahan, serta rekan kerja. Sedangkan hasil penelitian lainnya dikatakan
bahwa kemampuan berpikir kritis perawat dalam melaksanakan proses keperawatan tidak dipengaruhi
oleh karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pengalaman kerja serta status
perkawinan (Sumartini, 2010). Sedangkan dijelaskan oleh lainnya bahwa factor salah satunya yang bisa
menurunkan kemampuan berpikir kritis seseorang adalah terjebak dalam rutinitas, dan juga cara tersering
yang membuat terjebak dalam rutinitas adalah membiasakan kita menggunakan model kebiasaan
berlebihan (Rubenfeld & Scheffer, 2007).
Faktor-faktor lainnya yang dapat juga mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir kritis
adalah kondisi fisik seseorang, keyakinan diri/ motivasi, merasa kecemasan, kebiasaan atau rutinitas yang
dikerjakan, perkembangan intelektual, konsistensi atau ketetapan, perasaan atau emosi, dan pengalaman
yang biasa rutin dilakukan sewaktu bekerja (Rubenfeld & Scheffer, 2007; Maryam, Setiawati, & Ekasari,
2007). Berbagai faktor tersebut dapat berkontribusi memberikan pengaruhnya terhadap kemampuan
berpikir kritis perawat disaat melaksanakan asuhan kebidanan dan juga dapat mempengaruhi
kemampuan berpikir kritis bidan menurun disaat menghadapi pasien. Namun ini juga tergantung dari
metode yang digunakan dalam mengukur kemampuan berpikir kritis bidan disaat melaksanakan asuhan
kebidanan.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Berpikir Kritis Kemampuan kritis setiap orang berbeda-beda,
hal ini didasarkan olehbanyaknya faktor yang mempengaruhi berpikir kritis setiap individu. Menurut
Rubenfeld & Scheffer (1999 dalam Maryam, Setiawati, Ekasari,2008) ada 8 faktor yaitu :
 Kondisi fisikKondisi fisik mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikirkritis.
Ketika seseorang dalam kondisi sakit, sedangkan ia dihadapkan pada kondisi yang
menuntut pemikiran matang untuk memecahkan suatu masalah, tentu kondisi
seperti ini sangat mempengaruhi pikirannya sehingga seseorang tidak dapat
berkonsentrasi dan berpikir cepat.b.Keyakinan diri/motivasiLewin (1935 dalam
Maryam, Setiawati & Ekasari, 2008)mengatakan motivasi sebagai pergerakan
positif atau negatifmenuju pencapaian tujuan.
 Motivasi merupakan upaya untukmenimbulkan rangsangan, dorongan ataupun
pembangkit tenagauntuk melaksanakan sesuatu tujuan yang telah ditetapkannya.
 Kecemasan
Kecemasan dapat mempengaruhi kualitas pemikiran seseorang.Jika terjadi
ketegangan, hipotalamus dirangsang dan mengirimkan impuls untuk menggiatkan
mekanisme simpatis-adrenal medularis yang mempersiapkan tubuh untuk bertindak.
Menurut Rubenfeld &Scheffer (2006) mengatakan kecemasan dapat menurunkan
kemampuan berpikir kritis seseorang.
 Kebiasaan dan rutinitas
Salah satu faktor yang dapat menurunkan kemampuan berpikirkritis adalah terjebak
dalam rutinitas. Rubenfeld & Scheffer (2006)mengatakan kebiasaan dan rutinitas yang
tidak baik dapatmenghambat penggunaan penyelidikan dan ide baru.
 Perkembangan intelektual Perkembangan intelektual berkenaan dengan kecerdasan
seseorang untuk merespons dan menyelesaikan suatu persoalan, menghubungkan atau
menyatukan satu haldengan yang lain, dan dapat merespondengan baik terhadap
stimulus.
 Konsistensi
Faktor yang mempengaruhi konsistensi adalah makanan, minuman,suhu ruangan,
cahaya, pakaian, tingkat energi, kekurangan tidur,penyakit dan waktu yang dapat
menyebabkan daya berpikirmenjadi naik turun.
 Perasaan
Perasaan atau emosi biasanya diidentifikasikan dalam satu kata yaitu : sedih, lega,
senang, frustasi, bingung, marah, danseterusnya. Seseorang harus mampu
mengenali dan menyadaribagaimana perasaan dapat mempengaruhi pemikirannya
dan mampu untuk memodifikasi keadaan sekitar yang memberikan kontribusi kepada
perasaan.
 Pengalaman
Pengalaman merupakan hal utama untuk berpindah dari seorang pemula menjadi
seorang ahli
QUESTION 3.
ALAT UKUR BERFIKIR KRITIS

Macam-Macam Alat Ukur Kemampuan Berpikir KritisKemampuan berpikir kritis dapat diukur dengan
menggunakan beberapa alat ukur yang telah ditetapkan atau baku. Ada beberapa alat ukur yang
telah dipublikasikan untuk memudahkan seseorang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis
orang lain, alat untuk mengukur kemampuan berpikir kritis ini berupa kuesioner,beberapa alat
ukur yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis menurut Warren (2011)antara
lain :
 Critical Thinking Test yang telah dipublikasikan pada tahun 1989
 Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal yang telah dipublikasikan pada tahun 1980 oleh
Goodwin Watson and Edward Maynard Glaserc.
 The California Critical Thinking Skills Test(CCTST)yang dipublikasikan pada tahun 1990oleh
Peter Facioned.
 The Cornell Critical Thinking Test Level X(untuk tingkat siswa yang berumur 4-14 tahun)
yang dipublikasikan oleh Robert H. Ennis andJason Milman pada tahun 2005
 The Cornell Critical Thinking Test Level Z(untuk tingkat mahasiswa dan umum) yang
dipublikasikan oleh Robert H. Ennis and Jason Milman pada tahun 2005
 The California Critical Thinking Disposition Inventory yang dipublikasikan oleh Peter
Facione and N. C. Facione pada tahun 1992
 Tasks in Critical Thinking yang dipublikasikan olehEducationalTesting servicepada tahun1993
 ICAT Critical Thinking Essay Examinationyang dipublikasikan oleh The International Center
For The Assessment of Thinking pada tahun1996
 James Madison Test Of Critical Thinkingyang dipublikasikan olehTheCritical Thinking
Companypada tahun 2004
 Dan yang terakhir adalah Critical Thinking Disposition Self Rating-Formyang dikembangkan
oleh Peter A.Facioneyang dipublikasikan pada tahun 2011. Alat ukur ini terdiri dari 20 item
pertanyaan yang terdiri dari 10 pertanyaan positif dan 10 pertanyaan negatif.

Menurut Ennis (1985) dalam Goal for A Critical Thinking Curiculum, terdapat lima tahap berpikir dengan
masing-masing indikatornya sebagai berikut :
 Memberikan penjelasan sederhana, meliputi : (1)
a. memfokuskan pertanyaan,
b. menganalisis pernyataan,
c. bertanya dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasan
 Membangun keterampilan dasar, meliputi :
a. mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya/ tidak, dan
b. mengamati dan mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi
 Menyimpulkan, meliputi :
a. mendeduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi,
b. menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi,
c. membuat dan menentukan nilai pertimbangan
 Memberikan penjelasan lanjut, meliputi :
a. mendefinisikan istilah dan pertimbangan dalam tiga dimensi, dan
b. mengidentifikasi asumsi
 Mengatur strategi dan taktik, meliputi :
a. menentukan tindakan,
b. berinteraksi dengan orang lain

QUESTION 4

KASUS
 Saat ini pukul 12.00 . seorang wanita umur 18 tahun saat ini tengah hamil anak kedua setelah
sebelumnya 6 bulan yang lalu keguguran, usia kandungan saat ini 4 bulan, saat ia tengah terbaring
di sebuah ranjang dirumahnya karena dikarenakan abortus iminen. Ia baru saja control ke
puskesmas X dan disarankan tidur saja tanpa melakukan semua aktivitasnya di Kasur, ia hanya
ditemani oleh sang kakak perempuannya, hal ini terjadi karena desakan ekonomi karena sang
suami harus mencari uang untuk memenuhi biaya hidup mereka. Sang suami merupakan seorang
nelayan.
 2 Jam berikutnya darah bertambah banyak, si wanita merasa perutnya melilit sangat sakit, hingga
ia meminta bantuan kakaknya untuk memberitahu bidan desa mereka mengenai kondisi ini.
 45 menit berikutnya bidan Y dating dengan membawa peralatan medis, memeriksa kondisi tanda-
tanda vital dan kondisi umum pasien. Terlihat pasien tampak pucat, lemah dan seringkali merintih
kesakitan. Segera sang bidan menyiapkan pertolongan pertama 1) pasang oksigen 2liter/i, pasang
infus RL 8 jam/ml. dan melakukan pemantauan perdarahan pasien menggunakan 2) bengkok (
Nierbeken) , selanjutnya sang bidan meraba tinggi fundus pasien yang seharusnya bila 4 bulan
setinggi 3) pertengahan antara sympisis dengan pusat, alangkah terkejutnya bidan karena dia
merasa tinggi fundus lebih rendah dari yang seharusnya dia temui.
 Bidan segera menyiapkan peralatan untuk merujuk, sesampainya di puskesmas untuk menilai
kondisi perdarahan pasien maka dilakukan pemeriksaan Hb, didapatkan Hb pasien 8gr%. Menurut
saudara apa penyebab langsung pasien ini perdarahan 4) janin tidak berkembang dengan baik
bisa disebabkan infeksi virus dan bakteri selama kehamilan dan kondisi Rahim yang abnormal,
leher Rahim yang lemah, pertumbuhan plasenta abnormal dan apa penyebab tidak langsung
terjadinya perdarahan pada pasien ini 5) status gizi ibu 6) psikologis ibu dimana sang suami tidak
ada bersamanya disaat dia sakit