Anda di halaman 1dari 19

KETERAMPILAN DASAR ILMU – ILMU SOSIAL

(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Konsep Dasar IPS)

Disusun Oleh:

SHOFINATUZ ZAHROH
RIZKA TRI LESTARI

UNIVERSITAS DOKTOR NUGROHO


2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah. Puji syukur milik Allah SWT. Hanya karena izin-Nya


kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa kami
panjatkan salawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.
beserta keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh insan yang dikehendaki-Nya.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata
kuliah Konsep Dasar IPS yang kami beri judul Keterampilan-keterampilan
Dasar Ilmu Sosial.
Dalam makalah ini kami menguraikan mengenai pengertian konsep, prinsip,
generalisasi, teori maupun fakta – fakta yang bersumber dari masyarakat dapat
dibahas lebih mendalam.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami mendapatkan bantuan serta
bimbingan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika kami
mengucapkan terima kasih kepada.
1. H. Nasihun., M.pd.I. selaku dosen mata kuliah Konsep Dasar IPS.
2. Orang tua kami yang banyak memberikan semangat dan bantuan, baik moral
maupun spiritual.
3. Semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Karena
itu kami mengharapkan adanya saran dan kritik yang bersifat membangun demi
perbaikan makalah mendatang. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat
dan memenuhi harapan berbagai pihak. Amin.

Gresik, 28 Oktober 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii


DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .............................................................................. 2
D. Metode Pemecahan Masalah ............................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3
A. Hakikat Ilmu Sosial ......................................................................... 3
B. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Sosial................................... 3
1. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Geografi ....................... 3
2. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Sejarah ......................... 6
3. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Ekonomi ....................... 7
4. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Antropologi ................ 11
5. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Sosiologi .................... 12
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 15
A. Kesimpulan ................................................................................... 15
B. Saran ..............................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 16

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Ilmu – ilmu sosial (Social Sciences) dapat diartikan sebagai bagian
ilmu pengetahuan mengenai manusia dengan konteks sosialnya atau sebagai
anggota masyarakat. Manusia sebagai makhluk biologis, dalam pertumbuhan
hidupnya memerlukan kebutuhan jasmaniah. Kebutuhan yang tidak dapat
ditinggalkan sejak ia lahir, seperti makan, minum, perlindugnan terhadap
cuaca buruk. Manusia adalah makhluk pencipta dan pengabdi hukum.
Dari uraian di atas, terungkaplah hakikat kehidupan manusia sebagai
suatu dinamika. dinamika itu mengungkapkan bahwa manusia bukan
makhluk biologis semata – mata, melainkan juga makhluk sosial – budaya –
ekonomi – politik – hukum – psikologik dan seterusnya. Aspek –aspek itu
terdiri dari interaksi sosial, budaya, kebutuhan materi, kehidupan, norma dan
peraturan, sikap dan reaksi kejiwaan, geografi dan sebagainya. Aspek – aspek
inilah yang menghasilkan ilmu pengetahuan seperti sosiologi, Antropologi,
ilmu ekonomi, ilmu pendidikan, ilmu hukum, psikologi sosial, geografi, dan
sebagainya (Nursid Sumaatmadja, 1980 : 33).
Sebagian kita maklumi bersama, ilmu – ilmu pengetahuan tersebut di
atas bahwa ini berkembang menjadi disiplin ilmu sesuai dengan
perkembangan dan dinamika masyarakat. Ilmu harus benar – benar ilmiah
mengumpulkan konsep–konsep dan hukum – hukum umum, mengembangkan
ruang lingkup pengetahuan. Di dalamnya dikembangkan saling hubungan
antarkonsep, membentuk generalisasi dan teori – teori yang dikembangkan
melalui observasi
dan eksperimen yang tekun dan terus menerus diuji melalui observasi dan
eksperimen kembali (riset).
Setiap disiplin ilmu memiliki strukturnya masing – masing, ia
memberikan batas atau ruang lingkup bagi suatu disiplin ilmu dan
membedakannya dari cabang ilmu lain. Dari tiap – tiap disiplin ilmu social
tersebut. Dengan mengetahui dan menguasai pengetahuan dan ilmu – ilmu

1
2

social, bahasan/topik – topik IPS baik berupa konsep, prinsip, generalisasi,


teori maupun fakta – fakta yang bersumber dari masyarakat dapat dibahas
lebih mendalam. Untuk itulah dalam makalah ini kami membahas tentang
keterampilan-keterampilan dasar dari setiap disiplin ilmu sosial dalam
melaksanakan tugas sebagai guru, khusus guru IPS di Sekolah Dasar.

B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini kami membatasi permasalahan, yang bertujuan
agar pengkajiannya lebih terarah dan tepat sasaran. Adapun rumusan
masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Jelaskan bagaimana konsep dasar ilmu-ilmu sosial?
2. Apa saja keterampilan-keterampilan dasar ilmu-ilmu sosial yang harus
dikuasai oleh guru IPS di Sekolah Dasar?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana1pengertian atau konsep dasar dari ilmu-
ilmu sosial.
2. Untuk mengetahui apa saja keterampilan-keterampilan dasar ilmu-ilmu
sosial yang harus dikuasai oleh guru IPS di Sekolah Dasar.

D. Metode Pemecahan Masalah


Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dalam pemecahan
masalah kami menitikberatkan kepada studi kepustakaan dengan mencari
buku sumber yang relevan dengan pembahasan masalah. Selain itu, kami
juga mencari data yang menunjang dari media komunikasi elektronik yakni
internet. Kemudian kami mengolah data dengan cara memilih data yang
sesuai dan mendekati kebenaran.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakikat Ilmu Sosial


Ilmu-ilmu sosial adalah terjemahan dari sosial sciences. Disiplin
ilmu sosial berarti semua disiplin akademik yang berkaitan dengan manusia
dalam kontek sosial. Selain mengkaji perilaku manusia, disiplin ilmu-ilmu
sosial memandang situasi peristiwa umat manusia dari perspektif yang agak
berbeda dan unik. Karena ada perbedaan persepsi-persepsi maka metodologi
dan teknik penelitian pun berbeda. Setiap disiplin ilmu sosial memiliki
konsep-konsep, generalisasi dan teori yang dapat memberikan kontribusi
dalam penyusunan desain maupun dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar social studies.
Setiap disiplin ilmu memiliki struktur. Menurut Jarome S. Braner, struktur
ilmu menyangkut saling berhubungan antara ide – ide dasar dari disiplin
ilmu yang bersangkutan. Ia memiliki dua dimensi, yaitu :
1. Dimensi konseptual, meliputi konsep –konsep tertentu, prinsip – prinsip,
generalisasi, pengertian dan ide –ide yang mendasari disiplin ilmu yang
bersangkutan.
2. Dimensi metodelogis, meliputi pengorganisasian, metode penelitian,
pendekatan yang ditentukan oleh disiplin ilmu yang bersangkutan.

B. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Sosial


1. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Geografi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan
fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan atau
kewilayahan dalam konteks keruangan. Konsep geografi yang
diketengahkan di atas secara jelas menegaskan bahwa yang menjadi
objek studi geografi adalah geosfer, yaitu permukaan bumi yang
hakikatnya merupakan bagian dari bumi yang terdiri atas:
Atmosfer (lapisan udara), lithosfer (lapisan batuan, kulit bumi),
hidrosfer (lapisan air, perairan) dan biosfer (lapisan kehidupan).

3
4

Dengan demikian dapat diketengahkan bahwa pengajaran


geografi hakikatnya adalah pengajaran tentang aspek – aspek keruangan
permukaan bumi yang merupakan keseluruhan gejala alam dan
kehidupan umat manusia dengan varias kewilayahannya. Sebagai ruang
lingkup pengajaran geografi sama dengan ruang lingkup ilmu geografi
itu sendiri, yaitu meliputi:
1. Alam lingkungan yang menjadi sumber daya bagi kehidupan
manusia.
2. Penyebaran umat manusia dengan variable kehidupannya.
3. Interkasi keruangan umat manusia dengan alam lingkungannya
yang memberikan variasi terhadap ciri khas tempat – tempat di
permukaan bumi.
4. Kesatuan regional yang merupakan perpaduan anatara darat,
perairan, dan udara di atasnya, Dari hakikatnya dan ruang lingkup
pengjaran geografi yang telah dikemukakan diatas, menjadi jelas di
mana materi geografi adalah kehidupan manusia di masyarakat,
alam lingkungan dengan segala sumber dayanya.
Berdasarkan sumber lain disebutkan bahwa dalam geografi, konsep-
konsep yang sering digunakan adalah:
1. Lokasi, menentukan lokasi atau menemukan suatu tempat di
permukaan bumi ini memerlukan keterkaitan dengan tempat-tempat
yang diketahui.
2. Posisi (kedudukan), saat ini ditentukan oleh garis latitude dan
longitude.
3. Tempat (site), merujuk pada lokasi pada suatu tempat yang pasti
dengan suatu gambaran atau sumber-sumber daya setempat.
4. Distribusi (pembagian), berarti dimana orang–orang hidup diatas
bumi.
5. Arrangement (perancangan), merujuk pada bagaimana benda-benda
ditempatkan di tempat orang-orang hidup.
5

Sedangkan keterampilan guru, khususnya guru geografi berkenaan


dengan kegiatan belajar-mengajar topik/bahasan geografi.
1. Metode Pembelajaran
Sesuai dengan hakekat dan ruang lingkup bahasa geografi, maka
pengajarn geografi dapat dilaksanakan di dalam kelas dan diluar
kelas. Banyak metode pembelajaran yang dapat dilakukan di dalam
kelas, seperti metode ceramah, -ceramah bervariasi, tanya jawab,
diskusi, role playing, sosiodrama, kerja kelompok, dan sebagainya.
sedangkan metode pembelajaran yang dilakukan diluar kelas,
seperti metode tugas belajar, dan metode karyawisata.
2. Penggunaan Sumber Belajar
Sebagaimana yang sudah dikemukakan di atas, bahwa sumber
belajar geografi dapat berupa fenomena / gejala – gejala yang ada di
sekitar / lingkungan (baik di lingkungan alam, maupun lingkungan
manusia), kemudian dari buku – buku, majalah, surat kabar, dan
media elektronika lainnya yang berhubungan degnan materi/topik
bahasan geografi. Pada umumnya guru – guru hanya menggunakan
buku sumber sebagai sumber belajar, padahal buku sumber hanya
salah satu dari sumber belajar yang dapat dilakukan guru.
3. Penggunaan media/alat pembelajaran
Bagaimanapun kondisi dan situasinya, penerapan
metodepembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, tidak dapat
dilepaskan dari penggunaan media pengajaran yang sesuai dengan
teknik – teknik mengajar serta tujuan instruksional yang ingin
dicapai.
4. Menciptakan suasana belajar yang kondusif
Menciptakan suasana belajar yang dapat merangsang / memotivasi
kegiatan belajar aktif, sehingga keterlibatan siswa dalam prose
belajar – mengajar akan menghasilkan penccapaian belajar yang
penuh makna (meaningful learning). Di sini diperlukan kemampuan
guru untuk menciptakan suasana belajar yang tidak mencekam,
6

tidak perlu kaku dan juga tidak perlu yang terlalu bebas yang
menimbulkan suasana belajar malah tidak terkendali.

2. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Sejarah


Sejarah adalah gambaran masa lampau tentang manusia sebagai
makhluk social dan lingkungan hidupnya, yang disusun secara
sistematis dan logis yang meliputi urutan fakta – fakta pada masa
lampau, dengan tafsiran dan penjelasan yang memberikan pengertian
dan kepahamana tentang apa yang telah berlaku. Berikut ini tentang apa
yang dimaskud dengan fungsi dan peran sejarah? Sesuai dengan ruang
lingkup bidang studinya tugas ilmu sejarah adalah menyelidiki dan
mengkaji segala peristiwa dan proses perubahan yang terjadi dalam
masyarakat manusia dengan segala aspeknya, rangkaian sebab dan
akibatnya, fungsi dan peran – serta arti atau makna dalam kehidupan
manusia.
Selain mengumpulkan fakta – fakta mengenai peristiwa –
peristiwa dan fenomena – fenomena dalam masyarakat manusia pada
masa yang lalu, juga dapat memperhitungkan kemungkinan –
kemungkinan, kecendrungan – kecendrungan pada masa yang akan
datang. Sedangkan tujuan ilmu sejarah adalah untuk memahami masa
lampau dan memelihara pengetahuan tentang masa lampau tersebut.
Sejarah sebagai ilmu memiliki ciri-ciri:
a. Empiris
Berasal dari bahasa yunani ‘empeiria’ artinya pengalaman. Sejarah
sangat bergantung oada pengalaman manusia yang di rekam dalam
dokumen.
b. Obyek
Sejarah memiliki obyek tersendiri yang sangat khusus dan tidak
dimiliki  oleh ilmu lain yaitu waktu dalm kehidupan manusia.
c. Teori
Ilmu sejarah emiliki ilmu yang di sebut dengan filsafat sejarah
kritis.meski sama-sama  berupa pengetahuan tentang waktu, sejarah
7

berbeda dengan mitos. Dalam sejarah waktu harus di jelaskan


secara mendetail. Sejarah juga memiliki teori yang berisi kumpulan
kaidah-kaidah pokok suatu ilmu.
d. Metode
Metode yang di gunakan adalah metode pengamatan. Jika suatu
pengamatan tidak di dukung oleh bukti yang jelas maka hasil
pengamatan itu di tolak.

Tahap penelitian sejarah. Ada Lima tahap penelitian sejarah yaitu :


1) Pemilihan topic : pemilihan topic harus mencakup 5W+1H.
2) Heuristik : tahap pencarian sumber sejarah baik sumber lisan, tulisan
atau benda.
3) Verifikasi : tahap mengkritisi sumber yang sudah di dapatkan. Dan
nantinya akan di dapatkan fakta sejarah.
4) Interpretasi : tahap menafsirkan fakta-fakta sejarah yang sudah di
dapatkan melalui analisis dan sintesis.
5)  Historigrafi : tahap penulisan kembali suatu peristiwa sejarah
sebagai suatu bentuk catatan sejarah.

Sejarah merekam sejumlah aspek kejadian, baik aspek social,


budaya, geografi, ekanomi dan politik. Inilah yang menyebabkan
sejarah dikatakan sebagai pondasi dari ilmu sosial. Sebagai akibatnya,
maka konsep utama dalam sejarah adalah waktu dan kejadian.

3. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Ekonomi


Banyak para sarjana yang telah mendefnisikannya, apa ilmu
ekonomi itu. Diantara definisi yang satu dengan definisi yang lain
kadang – kadang berbeda. albert L. Myers, ia mengemukakan bahwa
ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempersoalkan kebutuhan dan
pemuasaan kebutuhan manusia. Kemudian Prof. DR, J. L. Mey
berpendapat bahwa ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang
memperlajari usaha manusia ke arah kemakmuran. Sedangkan Brown,
8

G.D mengemukakan bahwa ekonomi adalah suatu studi mengenai cara


bagaimana manusia memenuhi kebutuhan materinya melalui pranata –
pranata. Mereka memanfaatkan sumber daya alam, modal dan tenaga
kerja yang terbatas. Dari definisi diatas, walaupun kata – katanya ada
perbedaan, akan tetapi intinya adalah sama yaitu disatu pihak
mengemukakakn tentang adanya kejarangan / kelangkaan akan barang –
barang dan jasanya. Kebutuhan manusia akan jumlahnya tidak terbatas.
Dilain pihak barang – barang dan jasa – jasa sebagai alat pemuas
kebutuhan, walaupun jenisnya sangat beragam akan tetapi secara
relative adanya terbatas. Di samping terbatas, suatu barang kadang –
kadang mempunyai penggunaan yang relative, artinya suatu barang
dapat dipergunakan untuk memenuhi bermacam – macam kebutuhan.
Contoh, sekaleng minyak tanah selain dapat digunakan mengisi kompor
untuk memasak, juga dapat dipergunakan untuk mengisi lampu untuk
keperluan penerangan. Oleh karena itu manusia harus memilih salah
satu dianatara dua atau beberapa alternative pengguanaannya yaitu
alternative yang mempunyai daya guna yang paling besar.
Tindakan memilih seperti ini yang dikemukakan itu yang
disebut tindakan ekonomi. Agar pilihan kita merupakan pilihan yang
paling menguntungkan, maka dalam melakukan tindakan ekonomi itu
kita harus menggunakan prinsip – prinsip ekonomi. Secara umu, prinsip
–prinsip ekonomi dapat dikatakan bahwa dengan pengorbanan tertentu
seseorang brusaha untuk memperoleh hasil yang sebesar – besarnya atau
dengan pengorbanan yang sekecil – kecilnya untuk seseorang berusaha
untuk mencapai hal tertentu.
Untuk selanjutnya kita akan melihat penerapan ketermapilan
dasar IPS dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk ini kita melihat dari
beberapa aspek, seperti keterampilan mental, keterampilan personal dan
ketermapilan social.
1. Keterampilan Mental
Ada yang menjelaskan bahwa mental itu meliputi system nilai atau
pandangan hidup dan sikap (value system and attitude). Sistem nilai
9

adalah konsepsi yang abstrak yang dianut oleh sebagian besar


masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang
penting dan apa yang sepele, apa yang berharga dan apa yang kurang
berharga, dan sebagainya. Misalnya orang – orang dalam suatu
masyarakat memandang atau menilai bahwa hidup berkumpul di tempat
kelahiran bersama dengan seluruh keluarga dan kerabat adalah lebih
baik dari pada merantau seorang diri. Tetapi ada juga yang orang –
orang dalam suatu masyarakat memandang atau menilai bahwa justru
kemauan dan keberanian merantau adlaah lebih baik dan harus dimiliki
oleh setiap pemuda dari pada kesenangan hidup menetap di tempat
kelahiran sampai ia meninggal dunia.

2. Keterampilan Personal
Manusia lahri ke permukaan bumi sebagai satu kesatuan biologic atau
sebagai individu yang belum mendapat pengaruh lingkungan di
sekitarnya. Secara biologic manusia terus berkembang dan mendpat
pengaruh dari lingkungan di sekitarnya. Kalau individu itu telah
mendapat pengaruh lingkungannya, maka ia disebut person atau suatu
pribadi. Person atau suatu pribadi adalah manusia yang telah menjadi
anggota masyarakat atau telah menjadi anggota di masyarakat Manusia
sebagai individu memiliki potensi – potensi yang dapat berkembang
melalui proses pendidikan. Proses pendidikan terjadi pada lingkungan
keluarga maupun lingkungan masyarakat. Akibat dari proses
pendidikan disertai penanaman nilai – nilai / norma – norma social
budaya maka terjadi person atau pribadi yang memiliki kepribadian
(personality). Mengenai kepribadian (personality).

3. Keterampilan Sosial
Masyarakat yang merupakn kelompok manusia yang tinggal pad
wilayah tertentu yang ikat oleh norma / system yang dimiliknya selalu
mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi pada setiap masyarakat
tidak sama. Ada masyarkat yang berubah sangat lambat, tetapi ada
10

masyarakat yang berubah dengan cepat. Perubahan social dipengaruhi


oleh berbagai factor. Pertumbuhan demografi, akan mendorong
pertumbuhan dan perkembangan aspek kehidupan manusia lainnya.
Pertumbuhan dan pertambhan penduduk, akan mendorong pertumbuhan
kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia yang tidak dapat ditinggalkan
yaitu kebutuhan ekonominya.

Konsep – konsep yang paling dasar dalam ilmu ekonomi yaitu :


1. Kelangkaan (scarcity)
Kelangkaan berarti bahwa suatu pilihan harus dibuat dalam
pengalokasian sumber–sumberdaya tertetu, apakah uang, waktu
atau minyak bumi, yang ingin digunakan masyarakat sesuai
keinginannya, sehingga masyarakat harus membuat pilihan.
Contohnya : Kelangkaan minyak bumi atau Bahan bakar
Minyak(BBM) sejak kurun waktu 3 tahun yang lalu mulai
mengalami penurunan produksi karena sulitnya atau berkurangnya
sumber daya alam yang mengakibatkan kelangkaan minyak bumi,
Selain itu juga semakin banyaknya kebutuhan akan minyak bumi
adalah salah satu faktor yang menyebabkan semakin sulitnya untuk
memperoleh minyak bumi tersebut.
2. Spesialisasi (specialization)
Spesialisasi merujuk pada pembuatan pilihan yang sepenuhnya atau
seutuhnya hanya pada satu macam tugas.
Contoh : misalnya dalam suatu perusahaan pembuatan makanan,
Beni bekerja hanya membersihkan kotoran makanan, Gung Ani
hanya memotong makanan, dan Eka hanya membungkus makanan.
Tiap–tiap pekerja sudah secara spesialisasi atau secara khusus
hanya mengerjakan satu tugas khususnya.
3. Saling Ketergantungan (interdependence)
Saling Ketergantungan menggambarkan adanya
ketergantungan/keterkaitan antara seseoranga dengan orang
11

lainnya. Seseorang tidak dapat menghasilkan semua hal yang


dibutuhkan dan ia tergantung pada jasa orang lain.
Contoh: Misalnya anda tidak mungkin bisa memenuhi semua
kebutuhan anda. Baju, sepatu, buku, alat tulis, makanan, juga
pelayanan jasa yang anda butuhkan sehari–hari tentu anda tidak
dapat memenuhi sendiri. Sehingga anda akan tergantung pada
barang–barang dan jasa yang disediakan oleh orang lain.
4. Pasar (market)
Konsep pasar berarti ada perimbangan antara kebutuhan
terhadap barang dan jasa yang telah dihasilkan atau disediakan.
Contoh: dalam suatu pasar jika kebutuhan terhadap suatu
barang atau jasa tersebut banyak makan barang dan jasa akan
disediakan untuk memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan
oleh masyarakat, sehingga antara kebutuhan dan persediaan
antara barang dan jasa menjadi seimbang.
5. Kebijaksanaan Umum (public policy)
Konsep kebijaksanaan umum adalah suatu pola membuat
keputusan yang menentukan apa yang akan dan tidak akan
diproduksi atau dilakukan.
Contoh: Bila dalam suatu perusahaan memproduksi suatu
barang yang akan diperjual belikan, namun ternyata barang
tersebut tidak layak untuk digunakan, maka akan
dikeluarkanny kebijaksanaan umum untuk tidak mengizinkan
produk tersebut diedarkan.

4. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Antropologi


Antropologi adalah semua hal tentang manusia, dan tidak hanya
terpaku pada sebagian kelompok orang tetapi mencakup semua
manusia, bukan hanya dari satu aspek melainkan dari segala aspek.
Secara etimologi, antropologi berasal dari dua kata, yaitu Antrop dan
Logos. Antrop berarti manusia, sedangkan Logos berarti kajian, diskusi,
atau ilmu. Ilmu pengetahuan antropologi mengkaji manusia dalam
12

bermasyarakat, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun


masyarakat itu sendiri. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam
suatu masyarakat suku bangsa, kebudyaan, dan perilakunya.
Macam-macam Jenis Cabang Ilmu Antropologi
1. Antropologi fisik

a. Paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang asal-usul


manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil

b. Somatologi, yaitu ilmu yang mempelajari keberagaman ras


manusia dengan cirri-ciri fisik.

2. Antropologi budaya

a. Prehistori, yaitu ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran


dan perkembangan budaya manusia mengenai tulisan

b. Etnolinguistik antrologi, yaitu ilmu yang mempelajari suku-


suku bangsa yang ada di dunia

c. Etnologi, yaitu ilmu yang mempelajari asas kebudayaan


manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa yang ada
di dunia

d. Etnopsikologi, yaitu yang mempelajari kepribadian bangsa seta


peranan individu kepada bangsa dalam proses perubahan
adapt-istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada
konsep psikologi.

5. Konsep Dasar dan Keterampilan Ilmu Sosiologi


Sosiologi menurut Bapak Selo Soemarjan dan bapak Soelaiman
Soemantri adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial (baca
pengertian struktur sosial) (yaitu keseluruhan jalinan antara unsur unsur
sosial yang pokok seperti kaidah kaidah sosial, lembaga lembaga sosial,
kelompok kelompok sosial dan lapisan sosial dan proses proses sosial
(yang berupa pengaruh timbal balik antara berbagai kehidupan bersama
seperti kehidupan ekonomi dan kehidupan politik, kehidupan hukum
13

dan kehidupan agama, dan lain sebagainya, termasuk di dalamnya


adalah perubahan perubahan sosial (Soerjono Soekamto, Sosiologi :
Suatu Pengantar, 1986).
Para ahli sosiologi menaruh perhatian pada perilaku dan
lembaga serta interaksi antar individu dan kelompok/asosiasi dalam
masyarkat.Konsep-konsep utama dalam sosilogi mencakup kelompok,
lembaga, peran, norma, nilai, sosialisasi, dan masyarakat.
Konsep kelompok menunjukan pada sejumlah orang yang
hidup bersama dalam mencapai satu tujuan. Konsep lembaga atau
pranata. Menurut Soerjono Soekanto lembaga atau pranata adalah
himpunan dari norma-norma dari segala tindakan yang berkisar pada
suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi pranata
sosial pada dasarnya bermula dari adanya kebutuhan-kebutuhan
manusia yang perlu dipenuhi, yang pemenuhannya memerlukan
keteraturan.
Konsep norma, menurut Robert MZ Lawang norma adalah
patokan prilaku dalam suatu kelompok tertentu. Sementara itu nilai
adalah apa yang dianggap penting atau berharga bagi individu atau
kelompok. Menurut Lawang nilai adalah gambaran mengenai apa yang
diinginkan yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi prilaku
sosial dari orang yang memiliki nilai itu.
Sosiologi memberikan sumbangan kepada ilmu pengetahuan
sosial berupa pemahaman tentang bagaimana lembaga-lembaga sosial
berkembang dan bagaimana orang-orang berinteraksi didalamnya.

Metode Sosiologi sebagai berikut yaitu,


1) Metode kualitatif
Metode yang mengutamakan cara kerja dengan mendeskripsikan
hasil penelitian berdasarkan penilaian terhadap data yang
diperoleh. 
14

2) Metode Kuantitatif
Metode yang mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka
atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, tabel, atau uji
statistik.

Ciri-Ciri Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan


1) Sosiologi bersifat empiris
Berdasarkan pada observasi dan akal sehat serta tidak
spekulatif. 
2) Sosiologi bersifat teoretis 
Selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi. 
3) Sosiologi bersifat kumulatif 
Teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah
ada, lalu ditelaah, diperluas, dan diperbaiki. 
4) Sosiologi bersifat nonetis 
Tidak mempersoalkan baik/buruk suatu fakta tertentu, tetapi
hanya menjelaskan fakta tersebut
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ilmu Pengetahuan Sosial memprogramkan pendidikan dengan
konsep terpilih dari ilmu-ilmu sosial untuk membina warga negara yang
baik. Dalam kehidupan sehari-hari IPS memberikan pedoman tata cara
untuk berinteraksis antar individu maupun kelompok dengan baik.
Hubungan antara fakta, konsep, dan generalisasi sangatlah erat,
fakta merupakan segala sesuatu yang dapat dihayati/dipahami yang
kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan, sedangkan konsep
merupakan susunan fakta-fakta secara sistematik yang berkaitan antar
fakta didalamnya. Dan generalisasi merupakan pernyataan tentang
hubungan antar konsep yang mengandung fakta-fakta di
dalamnya.Sehingga antar fakta, konsep, dan generalisasi merupakan
suatu kepaduan yang utuh dalam penyusunannya.
Dalam setiap disiplin ilmu sosial akan terdapat konsep-konsep
yang terkandung didalmnya. Ada beberapa konsep yang terdapat dalam
ilmu sosial, yaitu: konsep dasar ilmu sejarah, konsep dasar geografi,
konsep dasar ilmu ekonomi, konsep dasar sosiologi, konsep dasar
antropologi dan konsep psikologi sosial.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan kepada
para pembaca khususnya kepada mahasiswa yang mengambil jurusan
PGSD untuk dapat meningkatkan pemahamannya mengenai
keterampilan dasar ilmu sosial guna terwujudnya pelaksanaan proses
pembelajaran yang baik khususnya pembelajaran IPS di Sekolah Dasar.
Kami pun menyadari makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan, oleh sebab itu kami menyarankan kepada para pembaca
untuk tetap terus menggali sumber-sumber yang menunjang terhadap
pembahasan makalah ini untuk perbaikan yang akan datang.

15
DAFTAR PUSTAKA

Sumaatmadja, Nursid. 2008. Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka

http://beta-pgsd.blogspot.com/2014/12/konsepkonsep-dasar-ilmu-sosial.html

http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-sosiologi-menurut-para-

ahli.html

http://jogohera.blogspot.com/2015/05/daftar-pengertian-ilmu-ekonomi-

menurut.html

http://febi-rizal.blogspot.co.id/2012/03/konsep-dasar-sejarah.html

16

Anda mungkin juga menyukai