Anda di halaman 1dari 22

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. FILSAFAT KEPENDIDIKAN

PRODI. PENDIDIKAN FISIKA

SKOR NILAI :

FILSAFAT PENDIDIKAN : MANUSIA, FILSAFAT, DAN PENDIDIKAN

. Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.Ed. ( 2014).

NAMA MAHASISWA : Fidyya Amalia Safitri

NIM : 4193121001

DOSEN PENGAMPU : Laurensia Masri Perangin

Angin , S.Pd., M.Pd

MATA KULIAH : Filsafat Pendidikan

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI
MEDAN
OKTOBER 2019
CRITICAL BOOK REVIEW

FILSAFAT PENDIDIKAN : MANUSIA, FILSAFAT, DAN PENDIDIKAN

DISUSUSN OLEH :

NAMA : FIDYYA AMALIA SAFITRI

NIM : 4193121001

KELAS : PENDIDIAN FISIKA D 2019

DOSEN PENGAMPU : LAURENSIA MASRI P.,S.Pd.,M.Pd.

MATA KULIAH : FILSAFAT PENDIDIKAN

PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-
Nya, saya dapat menyelesaikan makalah Critical Book Report Perkembangan Peserta didik.
Saya menyampaikan rasa terimakasih kepada Ibu Laurensia Masri P. S.Pd.,M.Pd., sebagai
dosen mata kuliah Filsafat Pendidikan telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk
menyelesaikan makalah ini.

Harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan tentang tugas Critical
Book Review, bagi para pembaca agar mengetahui kelebihan dan kekurangan buku Filsafat
Pendidikan : Manusia, Filsafat, Dan Pengetahuan.

Saya menyadari bahwa dalam penulisan critical book review ini masih banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan di dalamnya. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca supaya dapat menjadi lebih baik lagi, demikian critical book review ini saya
buat, jika ada kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf.

Medan, 20 Oktober 2019

Fidyya Amalia Safitri

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1

LATAR BELAKANG......................................................................................................... 1

TUJUAN.............................................................................................................................. 1

MANFAAT......................................................................................................................... 1

IDENTITAS BUKU............................................................................................................ 2

BAB II RINGKASAN ISI BUKU..................................................................................... 4

BAB I................................................................................................................................... 4

BAB II................................................................................................................................. 7

BAB III................................................................................................................................ 8

BAB IV................................................................................................................................ 9

BAB V................................................................................................................................. 10

BAB VI................................................................................................................................ 11

BAB VII.............................................................................................................................. 11

BAB III................................................................................................................................ 13

PEMBAHASAN.................................................................................................................. 13

3.1 KELEBIHAN BUKU................................................................................................. 15

3.2 KELEMAHAN BUKU............................................................................................... 16

BAB IV................................................................................................................................ 17

PENUTUP........................................................................................................................... 17

4.1 KESIMPULAN............................................................................................................. 17

4.2 REKOMENDASI.......................................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Filsafat membahas segala sesuatu yang bersifat abstrak ataupun nyata meliputi Tuhan,
manusia dan alam semesta. Manusia merupakan makhluk yang dikaruniai akal budi untuk
berfikir dan bertindak. Dengan akal budi tersebut manusia terus mencari tahu apa dan
bagaimana usaha yang dilakukan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, salah satunya
adalah dengan jalur memperoleh pendidikan. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan
tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan.
Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik
baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan
dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan
universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis,
harmonis, dan dinamis guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan.
Filsafat yang dijadikan pandangan hidup oleh manusia merupakan asas pedoman yang
melandasi semua aspek kehidupan, termasuk aspek pendidikan. Filsafat pendidikan yang
dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa. Sedangkan
pendidikan harus mewarisi nilai-nilai filsafat. Filsafat pendidikan adalah aktivitas pemikiran
yang teratur, selaras, dan terpadu yang berisi nilai-nilai pengalaman manusia.

1.2. TUJUAN
1. Menganalisis isi dari buku yang dapat dijadikan seebagai bahan kajian untuk
Critical Book Report
2. Mendeskripsikan kekurangan dan kelebihan dari buku Filsafat pendidikan
3. Mengembangkan potensi peseta didik agar menjadi manusia yang mampu berpikir
dan mengembangkan potensi diri.
1.3. MANFAAT
a. Bagi Penulis :
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah filsafat pendidikan
2. Melatih kemampuan penulis dalam mengkritisi suatu buku.
3. Menumbuhkan pola pikir kreatif  dalam membandingkan buku yang satu
dengan yang lain.

1
b. Bagi Pembaca :
1. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai filsafat pendidikan dan
aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari
2. Menumbuhkan cara pandang yang positif dan pola pikir yang luas bagi pembaca

1.4. IDENTITAS BUKU


a. BUKU UTAMA

Judul buku : Filsafat Pendidikan: Manusia, Filsafat, Dan


Pendidikan

No. ISBN : 978 – 979 – 769 – 372 - 5

Penulis : Prof. Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. H. Abdullah Idi,


M.Ed.

Penerbit : Rajawali Pers

Thn.Terbit : 2014

Tebal Buku : 260 Halaman

Kota : Depok

b. BUKU PEMBANDING I

Judul buku : Filsafat Pendidikan

No. ISBN : 978 – 602 – 1186 – 52 - 7

Penulis : Muhammad Anwar

Penerbit : Kencana

Thn.Terbit : 2015

2
Tebal Buku : 176 Halaman

Kota : Depok

C. BUKU PEMBANDING II

Judul buku : Filsafat Pendidikan ( The Choice Is Yours )

No. ISBN : 978 – 602 – 71540 – 8 - 7

Penulis : Dr. Muhammad Kristiawan, M,Pd.

Penerbit : Valia Pustaka

Thn.Terbit : 2016

Tebal Buku : 273 Halaman

Kota : Yogyakarta

3
BAB II

RINGKASAN BUKU

BAB I. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN

A. Filsafat
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani.Kata ini bersal dari kata philosophia yang berarti
cinta pengetahuan. Terdiri dari kata philos yang berarti cinta, senang dan suka, sertakata
sophia berarti pengetahuan, hikmah, dan kebijaksanaan.Dalam pengertian yang lebih luas,
Harold Titus mengemukakan pengertianfilsafat sebagai berikut :
1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan danalam yang
biasanya diterima secara kritis.
2. Filsafat ialah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikapyang
sangat kita junjung tinggi.
3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.
4. Filsafat ialah analisis logis dari bahasan dan penjelasan tentang arti konsep.
5. Filsafat ialah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat perhatian
manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat.
Di zaman yunani, filsafat bukan merupakan suatu disiplin teoritis dan spesial, akantetapi
suatu cara hidup yang konkret, suatu pandangan hidup yang total tentang manusiadan alam
yang menyinari seluruh kehidupan seseorang. Selanjutnya dengan kehidupanatau
perkembangan peradaban manusia dan problema kehidupan yang dihadapinya, pengertian
yang bersifat teoritis seperti yang dilahirkan filsafat yunani itu kehilangankemampuannya
untuk memberi jawaban yang layak tentang kebenaran.

B. Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan juga bisa didefinisikan sebagai kaidah filosofis dalam
bidang pendidikan yang menggambarkan aspek - aspek pelaksanaan falsafah umum dan
menitik beratkan pada pelaksaaan prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar dari
filsafat umum dalam upaya memecahkan persoalan-persoalan pendidikan secara
praktis.Dalam pandangan John Dewey, pendidikan adalah sebagai proses
pembentukankemampuan dasar yang fundamental, yang menyangkut daya pikir (intelektual)
maupundaya rasa (emosi) manusia. Dengan demikian, dari uraian diatas akan dapan ditarik
kesimpulan yang logis yaitu bahwasannya

4
filsafat pendidikan sebagai ilmu pengetahuan normatif dalam bidang pendidikan merumuskan
kaidah - kaidah, norma-norma dan ukuran tingkah laku perbuatan yang sebenarnya
dilaksanakan oleh manusia dalam hidup dan kehidupannya.Oleh karna itu,
apabiladihubungkan dengan persoalan pendidikan secara luas, dapat disimpulkan bahwa
filsafatmerupakan arah dan pedoman atau pijakan dasar bagi tercapainya pelaksanaan dan
tujuan pendidikan.Dalam hubungan antara filsafat ( umum) dan filsafat pendidikan,
filsafat pendidikan memiliki beberapa batasan.
 Pertama, filsafat pendidikan merupakan pelaksana pandangan filsafat dan
kaidahfilsafat dalam bidang pengalaman kemanusiaan yang disebut pendidikan.
 Kedua, mempelajari filsafat pendidikan karena adanya kepercayaan bahwa kajianitu
sangat penting dalam mengembangkan pandangan terhadap proses pendidikandalam
upaya memperbaiki keadaan pendidikan.
 Ketiga, filsafat pendidikan memiliki prinsip-prinsip , kepercayaan, konsep, andaian
yang terpadu satu sama lainnya.

C. Bahasan Filsafat dan Filsafat Pendidikan


Filsafat adalah studi secara kritis mengenai masalah-masalah yang timbul
dalamkehidupan manusia dan merupakan alat dalam mencari jalan ke luar yang terbaiuk
agardapat mengatasi semua permasalahan hidup dan kehidupan yang dihadapi.Secara makro,
apa yang menajadi objek pemikiran filsafat, yaitu permasalahankehidupan manusia, alam
semesta dan alam sekitarnya, juga merupakan objek pemikiranfilsafat pendidikan. Namun
secara mikro, ruang lingkup filsafat pendidikan meliputi :
1. Merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan.
2. Merumuskan sifat hakikat manusia, sebagai subjek dan objek pendidikan.
3. Merumuskan secara tegas hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama,
dankebudayaan.
4. Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, dan teori pendidikan.
5. Merumuskan hubungan antara filsafat negara (ideologi) , filsafat pendidikan ,
dan politik pendidikan (sistem pendidikan)
6. Merumuskan sistem nilai norma atau isi moral pendidikan yang merupakan
tujuan pendidikan.
Menurut Will Durant, ruang lingkup studi filsafat itu ada lima :
A. Logika
B. Estetika

5
C. Etika
D. Politik
E. Metafisika
Menurut Imam Barnadib, dalam pengembangan konsep - konsep pendidikan dapat
digunakan sebagai dasar hasil - hasil yang diperoleh dari cabang - cabang diatas.
Jadi penting dalam peyelenggaraan pendidikan perlu mengetahui bagaimana pandangan
dunia terhadap pendidikan yang diperlukan masyarakat pada masanya.Sebagaimana filsafat
umum, filsafat pendidikan juga memiliki beberapa sumber, ada yang tampak jelas dan tidak
jelas.
1. Manusia
2. Sekolah
3. Lingkungan
Filsafat mengkaji permasalahan yang menyangkut nilai yang ditentukan untuk dijadikan
pandangan hidup manusia. Dengan demikian, filsafat mempunyai ruang lingkup yang lebih
luas, menjurus, total dan komprehensif.

D. Hubungan Filsafat dengan Filsafat Pendidikan


Filsafat yang dijadikan pandangan hidup oleh suatu masyarakat atau bangsa merupakan
asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa, termasuk aspek
pendidikan. Filsafat pendidikan yang dikembangkan harus berdasarkanfilsafat yang dianut
oleh suatu bangsa.
Dari uraian diatas, diperoleh hubungan fungsional antara filsafat dan teori pendidikan
berikut :
1. Filsafat, dalam arti filosofis merupakan satu cara pendekatan yang dipakai dalam
memecahkan problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikan oleh para
ahli.
2. Filsafat, berfungsi memberi arah bagi teori pendidikan yang telah ada menurut aliran
filsafat tertentu yang memiliki relevansi dengan kehidupan yang nyata.

E. Hubungan Filsafat Pendidikan dengan Fakultas Tarbiyah


Filsafat tidak sekedar kegiatan reflektif dan kegiatan akal budi, tetapi  juga merupakan
perenungan lebih lanjut dari kegiatan rasional secara umum. Filsafat merupakan pandangan
hidup menentukan arah dan tujuan proses pendidikan, karena itu filsafat dan pendidikan
mempunyai hubungan yang sangat erat. Kedudukan filsafat dalam pendidikan merupakan

6
pondasi yang tidak dapat diganti oleh mata kuliah dasar lainnya. Filsafat merupakan sumber
nilai dan norma hidup yang menentukan warna dan martabat hidup manusia.

BAB II. LATAR BELAKANG MUNCULNYA FILSAFAT PENDIDIKAN

Filsafat diakui sebagai ilmu pengetahuan yang mampu menajwab segala


pertanyaan dan permasalahan. Mulai dari masalah – masalah yang berhubungan
denganalam semesta hingga masalah manusia dengan segala problematika dan
kehidupannya.Menurut jhon dewey, seorang filsuf Amerika, filsafat merupakan teori
umum danlandasan dari semua pemikiran mengenai pendidikan. Tugas filsafat adalah
mengajukan pertanyaan  –  pertanyaan yang menyelidik faktor  – faktor realitas dan
pengalaman yangbanyak terdapat dalam lapangan pendidikana).

A. Perkembangan pemikiran filsafat spritualisme kuno


Filsafat pendidikan mulai berkembang dan berubah fungsi, dari sebagai induk
ilmupengetahuan menjadi semacam pendekatan dan perekat kembali berbagai macamilmu
pengetahuan yang berkembang pesat dan terpisah dnegan lainnya. Jadi intinya filsafat
berkembang sesuai perkembangan zaman , antara lain:
1) Timur jauh
2) Timur tengah
3) Romawi dan yunani

B. Pemikiran filsafat pendidikan menurut Socrates


Prinsip dasar pemikiran menurut Socrates adalah metode dialektis.metode ini digunakan
sebagai dasar teknis pendidikan yang direncanakan untuk mendorong seorang belajar berfikir
secara cermat, untuk menguji coba diri sendiri untuk memperbaiki pengetahuannya. Dengan
metode ini, Socrates menunjukkan bahwa jawaban  –  jawaban terbaik atas pertanyaan  –
pertanyaan moral adalah cita  – cita yang diajarkan oleh para pendiri  – pendiri agama, cita  –
cita yang melekat pada ketuhanan, cinta pada umat manusia, keadilan, kebenaran,
pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan, hormatterhadap kebenaran, sikap yang tak
berlebihan, kebaikan hati, kerendahan hati, toleransi,kejujuran dan segala kebajikan –
kebajikan lama

C. Pemikiran filsafat pendidika menurut Plato


Menurut plato, pendidikan itu sangat perlu , baik bagi dirinya selaku individu maupun
sebagai warga negara. Negara wajib memberikan pendidikan kepada setiap warga negaranya.

7
Namun demikian, setiap peserta didik harus diberi kebebasan untukmengikuti ilmu
sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing –  masing sesuai dengan jenjang
usianya, sehingga pendidikan itu sendiri akan memberikan dampak danperubahan bagi
kehidupan pribadi bangsa dan negara. Menurutnya tujuan pendidikanadalah untuk
menemukan kemampuan – kemampuan ilmiah setiap individu dan melatihnya sehingga ia
menjadi seorangh warga negara yang baik, masyarakat yang harmonis, yang melaksanakan
tugasnya dengan efisien sebagai seorang anggota masyarakat.. Dalam menanamkan program
pendidikan itu, pemerintah harusmengadakan motivasi, semangat loyalitas, kebersamaan dan
kesatuan cinta akankebaikan dan keadilan.

D. Pemikiran filsafta pendidikan menurut Aristoteles


Menurut Aristoteles, agar orang dapat hidup baik maka ia harus mendapatpendidikan. Ia
juga menganggap bahwa pembentukan pada tingkat pendidikan dasar itupenting . pada
tingkat pendidikan usia muda itu, perlu ditanamkan kesadaran aturan – aturan moral. Untuk
memperoleh pengetahuan, manusia harus melebihi dari binatang – binatang lain dalam
befikir, harus mengamati dan secara hati – hati mengenalisis struktur – struktur,
fungsi – fungsi organisme itu dan segala yang ada dalam alam.

BAB III. ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN MODERN DITINJAU DARI


ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI

A. Pengertian Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi


Ontologi berarti ilmu hakikat yang menyelidiki alam nyata bagiaman keadaan
yangsebenarnya, apakah hakikat dibalik lam nyata ini. ontologi menyelidiki hakikat dari
segalasesuatu dari alam nyata yang sangat terbatas bagi pancaindra kita.Epistemologi adalah
pengetahuan yang berusaha menjawab pertanyaan – pertanyaan seperti apakah pengetahuan,
car manusia memperoleh dan menangkappengetahuan dan jenis – jenis pengetahuan.
Menurut epistemologi, setiap pengetahuanmanusia merupakan hasil dari pemeriksaan dan
penyelidikan benda hingga akhirnyadiketahuai manusiaAksiologi menyangkut nilai – niai
yang berupa pernyataan apakah baik atau bagus iti.Dalam definisi lain, aksiologi adalah suatu
pendidikan yang menguji danmengintegrasikan semua nilai tersebut dalam kehidupan
manusia. Untuk selanjutnya,nilai – nilai tersebut ditanamkan dalam kehidupan anak

B. Aliran –  aliran filsafat pendidikan modern.

8
 Aliran progresivisme, mengakui dan berusah mengembangkan asas
progresivismedalam semua realitas kehidupan, agar manusai bisa survive dalam
menghadapihidup.
 Aliran esensialisme, aliran pendidikan yang berdasarkan pada nilai  – nilai
kebudayaan yang ada sejak awal peradaban umat manusia
 Aliran perenialisme, memandang pendidikan sebagi jalan kembali atau
prosesmengembalikan keadaan sekarang.
 Aliran rekonstruksionalisme, aliran yang berusaha merombak tata susunan
lamadengan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bersifat modern

BAB IV. HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

A. Pandangan filsafat tentang hakikat manusia


Ilmu yang mempelajari tentang hakikat manusia disebut antropologi filsafat., dalamhal
ini ada 4 aliran yang akan dibahas,yaitu ;
1. Aliran serba zat, mengatakan bahwa yang sungguh – sungguh ada itu hanyalahzat
atau materi dan manusia adalah unsur dari alam, maka manusia adalah zatatau materi
2. Aliran serba roh, berpendapat bahwa segala sesuatu hakikatnya yang didunia
iniadalah roh. Sementara zat adalah manifestasi dari roh.
3. Aliran dualisme, menganggap bahwa manusia itu pada hakikatnya terdiri dari
duasubstansi, yaitu jasmani dan rohani. Kedua substansi ini
masing – masingmerupakan unsur asal, yang adanya tidak bergantung satu sama lain.
4. Aliran eksistensialisme, berpandangan bahwa hakikat manusia merupakaneksistensi
dari manusia. Hakikat mamusia adalah apa yang menguasai manusiasecara
menyeluruh

B. Sistem nilai dalam kehidupan manusia


Manusia merupakan makhluk hidup sosial dan juga mkhluk budaya. Sebagai
makhluksosial, tentunya manusai hidup bersama dalam interaksi dan interdependensi
dengansesamanya. Oleh karena itu, manusia tidaklah mungkin dapat memenuhi
kebutuhannyatanpa adanya bantuan orang lain. Dari pendpat itu dapat disimpulkan bahwa
nilai akanselalu muncul apabila manusia mengadakan hubungan sosial atau
bermasayarakatdengan manusia lain.
C. Pandangan filsafat tentang pendidikan

9
Filsafat pendidikan menjadikan manusia berkembang dan mempunyai pandangnahidup
yang meneyeluruh dan sistematis. Pandangan itu kemudian dituangkan dalamsistem
pendidikan, untuk mengarahkan tujuan pendidikan. Dan filsafat pendidikanmerupakan tata
pola pikir terhadap permasalahan dibidang pendidikan dan pengajaranyang senantiasa
mempunyai hubungan dengan cabang – cabang ilmu pendidikan yanglain yang diperlukan
oleh pendidik atau guru sebagai pengajar dalam bidang studitertentu.

BAB V. FILSAFAT PENDIDIKAN PANCASILA

A. Pancasila sebagai pandang hidup bangsa


Dikatakan pancasila sebagai pandangna hidup bangsa karena menurut noor
syam,nilai – nilai dasar dan sosio budaya indonesia hidup dan berkembang sejak
awalperadabannya, yang meliputi:
1. Kesadaran ketuhanan dan kesadaran keagamaan secara sederhana
2. Kesadaran kekeluargaan
3. Kesadaran musyawarah mufakat dalam menetapkan kehendak bersama
4. Kesadaran gotong royong, tolong – menolong
5. Kesadaran tenggang rasa

B. Pancasila sebagai filsafat pendidikan nasional


Pendidikan nasioanal dijiwai dan didasari oleh sistem filsafta pendidikan yaitupancasila.
Hal ini tercermin dalam yujuan pendidikan nasional yang termuat dalam UUNo. 2. Tahun
1989 tentang sistem pendidikan nasional, yakni pendidikan nasionalbertujuan untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa danberbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani,kepribadian yang mantap dan mandiri serta
bertanggung jawabn kemasyarakatan.

C. Hubungan pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan


Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang merupakan fungsi utamanya dan darisegi
materinya digali pandangan hidup dan kepribadian bangsa. Pancasila adalah dasar negara
bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dannegara
indonesia tidak hanya sebagai dasar negara, juga pdangan hidup bangsa, dan
ilmupengetahuan di indonesi. Fungsi pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat
pendidikan maka dapat kita jabarkan bahwa pancasila adalah pandangan hidup bangsayang
menjiwai sila – silanya dalam kehidupan sehari – hari.

10
BAB VI. FILSAFAT PENDIDIKAN PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. Filsafat pendidikan dan kepribadian


Dari sudut pandnag individu, pendidikan merupakan usaha untuk membimbing dan
menghubungkan potensi individu. Sementara dari sudut pandang masyarakat, pendidikan
merupakan usaha pewarisan nilai – nilai budaya dari genarasi tua kepada genarasi muda,agar
nilai – nilai budaya tersebut tetap terpelihara. Pendidikan mencakup duakepentingan utama,
yaitu pengembangan potensi individu dan pewarisan nilai – nilai budaya. Dengan kata lain
sistem pendidikan bagaimanapun sederhananya mengandungkarakteristik tentang jati diri
atau pandnagan hidup masyarakat atau bangsa yangmambuatnya.

B. Filsafat pendidikan dan sumber daya manusia


Dari sudut pandang potensi yang dimiliki , manusia dinamakan dengan berbagai
sebutan. Dilihat dari potensi inteleknya, manusia disebut homo intelectus. Manusia juga
disebut homo fiber, karena manusia memiliki kemampuan untuk membuat beragam barang
atau peralatan. Kemudian manusia pun disebut homo saccins atau homo sacialeabima karena
manusia adalah makhluk bermasyarakat. Di lain pihak, manusia jugamemiliki kemampuan
merasai, mengerti, membedakan, kearifan, kebijaksaan, danpengetahuan.

BAB VII. PENDIDIKAN NASIONAL DAN PEMBINAAN KARAKTER

A. Urgensi pendidikan karakter


Pembangunan karakter generasi muda di Indonesia ini diharapkan dapat menjadiidentitas
anak bangsa ditengah area globalisasi dan akulturasi budaya dunia, serta dapatmendorong
kemandirian dalam upaya peningkatan kemampuan daya saing genarasimuda
IndonesiaProses perkembangan moral bangsa, disamping dipengaruhi moral atau nilai – nilai
islam, juga oleh moral atau nilai – nilai yang tumbuh dan berkembang dari pengembangan
budaya kaum mendasar dalam suatu diskusi tentang memelihara keutuhan pengembangan
karakter bangsa . Hatta mengatakan berbagai sisi kehidupan manusia selama ini luput
daripembangunan karakter, jiwa, dan raga manusia. Sering kali perhatian generasi muda
terfokus pada pembangunan ekonomi dan orientasi fisik – material.

B. Proses pendidikan karakter


Dalam proses pembentukan dan menanamkan nilai – nilai kebajikan pada anak
didikannya sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan keluarga pada anaknya.

11
Antara peran keluarga dan pengembangan karakter pribadi anak didik tidak
dapatdipisahkan. Jika, anak – anak tumbuh dari keluarga yang lebih fokus terhadap
perkembangan anak, akan menumbuhkan pribadi anak berkarakter yang berdampak positif
terhadap kemajuan bangsa
Maju mundurnya bangsa lebih ditentukan kualitas karakter individu dalam suatu
bangsa. Sementara itu, institusi pendidikan memiliki peranan startegis dalam menciptakan
iklim akademik yang diharapkan mampu membentuk karakter anak didiksebagai generasi
masa depan bangsa yang dapat beradaptasi dan mengaplikasikan ilmu dan pengalaman dalam
masyarakat yang senantiasa dinamis.

12
BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Pembahasan Isi Buku

Buku utama karangan Prof. Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.Ed.


terdiri dari 7 bab, buku pembanding 1 karangan dari Muhammad Anwar terdiri dari 8 bab,
dan buku pembanding 2 karangan Dr. Muhammad Kristiawan, M,Pd. terdiri dari 7 bab.

Bab 1 : Pada buku utama bab 1 menjelaskan mengenai defenisi dari filsafat dan ruang
lingkup filsafat pendidikan meliputi pengertian dari filsafat, pengertian dari filsafat
pendidikan, bahasan filsafat dan filsafat pendidikan serta hubungan filsafat dan
filsafat pendidikan. Pada buku pembanding satu bab ini menjelaskan mengenai
pengertian dan kedudukan filsafat dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia
melipu pengertian filsafat menurut para ahli seperti plato, al – kindi, Ibnu Sina,
Immanuel Kant, dan lainnya serta menerangkan mengenai kedudukan filsafat itu
sendiri. Pada buku pembanding 2 menjelaskan mengenai apa itu filsafat serta
definisinya, apa itu filsafat pendidikan, apa yang menjadi persoalan dalam filsafat
pendidikan, bagaimana cara berpikir kefilsafatan dan apa saja yang menjadi cabang
ilmu filsafat.
Bab 2 : pada buku utama, bab 2 menjelaskan mengenai latar belakang munculnya filsafat
pendidikan meliputi asal usul filsafat pada zaman kuno dan pemikiran pemikiran
mengenai filsafat berdasarkan para ahli seperti Scrotes, Plato dan Aristoteles. Pada
buku pembanding 1 bab ini menjelaskan mengenai pengertian pendidikan dan
filsafat pendidikan serta bperannya meliputi pengertian filsafat pendidikan secara
umum dan tradisional serta menggunakan pendekatan yang kritis kemudian
membahas peranan filsafat pendidikan menurut beberapa aliran, seperti empirisme,
nativisme dan naturalism. Pada buku pembanding 2 bab ini menjelaskan mengenai
dasar – dasar pengetahuan seperti nalar dan logika.

Bab 3 : Pada buku utama, bab 3 menjelaskan mengenai aliran filsafat modern ditinjau dari
ontology, epistemology, dan aksiologi meliputi pengertiannya, dan pembagian
alirannya seperti progresivisme, esensialisme, parenialisme dan
rekonstruksonalisme. Pada buku pembanding 2 bab ini menjelaskan mengenai
masalah pokok filsafat dan pendidikan meliputi objek dan sudut pandang filsafat,

13
sikap manusia terhadap filsafat, dan masalah esensial filsafat dengan pendidikan.
Pada buku pembanding 2 bab ini menjelaskan mengenai hakikat manusia dan
hakikat pendidikan meliputi hubungan manusia dengan pendidikan, apa itu hakikat
manusia dan hakikat pendidikan dan apa hbungannya.

Bab 4 : Pada buku utama, bab 4 menjelaskan tentang hubungan filsafat, manusia dan
pendidikan meliputi pandangan filsafat tentang hakikat menusia yang terdiri dari 4
aliran, yaitu zat, roh , dualism dan eksistensialisme, serta menjelaskan mengenai
sistem nilai dalan kehidupan manusia dan pandangan filsafat tentang pendidikan.
Pada buku pembanding 1 bab ini menjelaskan mengenai proses hidup sebagai dasar
filsafat pendidikan yang meliputi proses pendidikan bersama perkembangan proses
kehidupan, dan proses hidup manusia dan filsafat pendidikan. Pada buku
pembanding 2 bab ini menjelaskan mengenai sejarah filsafat pendidikan sebelum
abad 20 yang meliputi awal munculnya, bagaimana filsafat sebelum abad 20,
bagaimana mazhab – mazhabnya dan implikasi pendidikan sebelum abad 20.

Bab 5 : pada buku utama, bab 5 menjelaskan mengenai filsafat pendidikan pancasaila
yang meliputi pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, pncasila sebagai filsafat
pendidikan nasional dan hubungan pancasila dengan pendidikan ditinjau dari
filsafat pendidikan. Pada buku pembanding 1 bab ini menjelaskan mengenai tujuan
hidup dan tujuan pendidikan meliputi manusia dan tujuan hidupnya, tujuan
pendidikan, dan cara menentukan kualifikasinya. Pada buku pembanding 2 bab ini
menjelaskan mengenai ontology, epistemology, dan aksiologi yang meliputi setiap
pengertiannya.

Bab 6 : Pada buku utama, bab 6 menjelaskan mengenai filsafat pendidikan dan
peningkatan sumber daya alam yang meliputi filsafat pendidikan dan kepribadian
dan filsafat pendidikan dan sumber daya alam. Pada buku pembanding 1 bab ini
menjelaskan mengenai fungsi pendidikan dalam kehidupan manusia sebagai
makhluk biologis yang meliputi fungsi pendidikan dalam hidup manusia, peranan
lembaga pendidikan sebagi pembangun pengetahuan mausia dan menjelaskan
bahwa pendidikan adalah suatu keharusan dalam hidup manusia. Pada buku
pembanding 2 menjelaskan mengenai masyarakat madani meliputi apa itu
masyarakat madani dan proses munculnya, ciri ciri, dan konsep hidup masyrakat
madani.

14
Bab 7 : Pada buku utama, bab ini menjelaskan mengenai pendidikan nasional dan
pembinaan karakter meliputi urgensi pendidikan karakter, dan proses pendidikan
karekter. Pada buku pembandig 1 bab ini menjelaskan mengenai demokrasi
pendidikan yang meliputi pengertian demokrasi pendidikan, prinsip – prinsipnya,
dan proses demokrai pendidikan di Indonesia. Pada buku pembanding 2 bab ini
menjelaskna mengenai aliran - aliran filsafat dan pengemukanya meliputi
nativisme ( Arthur Schopenhauer ), empirisme ( David Hume, George Berkeley,
John Locke ), Realisme ( Aristoteles, Johan Amos, Comenius, Francis Bacon, dll ),
idealisme ( Plato, Elea dan Hegel, Al – Ghazali, dll ), Materialisme ( Demokritos,
Ludwig Feurbach ), Pragmatisme, Eksistensialisme, Perenialisme, Esensialisme,
Progresivisme, Rekonstrusionisme, Positivisme, Rasiuonalisme, Sosialisme,
Konunisme, Kapitalisme, Postmostmodernisme, naturalism, individualism,
Konstruktivisme, Humanisme, Neoliberalisme, dan Nihilisme.

Bab 8 : Pada buku pembanding 1, bab ini menjelaskan mengenai aliran filsafat dan ciri –
cirinya meliputi aliran progresivisme, esensialisme, perennialisme, dan
rekonstruksionalisme.

3.2. Kelebihan Buku


Ketiga buku yang diambil sama sama menerangkan mengenai filsafat pendidikan dan
memiliki judul yang sama, bahkan materi yang tdikutip dan isinya juga sekitar 75 % sama,
namun jika dilihat lebih spesifik masing masing buku memiliki titik kelebihannya masing
masing, yaitu :
1. Dari aspek tampilan
Buku pembanding 1 tampilannya lebih kecil dan memudahkan pembaca membawanya,
sedangkan buku utama dan pembanding berukuran seperti buku pada umumnya dan lebih
tebal.
2. Dari tata letak dan tulisan
Dari tata letak dan tulisan masing masing buku sudah bagus dan ukuran tulisan tidak
terlalu kecil, sebingga tidak membuat pembaca pusing dan rumitr membacanya.
3. Dari aspek isi buku
Pada buku utama karya Dr. H. Jalaluddin dan Prof. Dr. H. Abdullah Idi, M.Ed. tidak
hanya mengacu pada filsafat pendidikan semata namun juga menerangkan pancasila sebagai
filsafat pendidikan nasional, dan menjelaskan mengenai perkembangan karakter dalam
pendidikan. Maka pembahasan yang diambil lebih luas dan tidak sebatas pengertian filasafat

15
pendidikan dan aliran alirannya, namun mengkaitkannya dengan ideology Indonesia yaitu
pancasila.
Pada buku pembanding 1 pembahasannya lebih ringkas dan juga menjelaskan
mengenai hidup manusia dan dikaitkan dengna pendidikan, buku ini menjelaskan juga
mengenai tujuan hidup manusia dan tujuan dari pendidikan itu sendiri, menerangkan pula
mengenai demokrasi pendidikan tidak hanya secara umum namun juga menurut pandangan
islam
Pada buku pembanding 3 menjelaskan dengan sangant lengkap pengertian filsafat
pendidikan menurut para ahli dan menjelaskan mengenai 23 aliran – aliran filsafat yang pada
umumnya dijelaskan pada buku utama dan pembanding 1 hanya sekitar 6 aliran filsafat.
4. Dari aspek tata bahasa
Dari aspek tata bahasa buku yang lebih mudah dipahami adalah buku pembanding 1
karena pembahasan yang lebih ringkas dari segala aspek.

3.3. Kelemhan buku


Kelemahan buku utama yaitu buku yang tebal dan sedikit tidak ekonomis untuk buku
pegangan adalah salah satu kelemahan buku utama, dari segi pembahasan agar ditambah
untuk aliran - aliran filsafat dan pendekatannya.

Kelemahan buku pembanding 1 adalah menjelaskan tentang filsafat pendidikan terlalu


banyak menjelaskan tentang pendapat para ahli tentang filsafat pendidikan, jadi banyak
pendapat yang kurang dimengerti terlebih bagi orang awam atau yang baru belajar filsafat
pendidikan, selain itu juga ada beberapa kata yang salah diketik.

Kelemahan buku pembanding 2 yaitu pembahasan yang terlalu banyak dan rumit
dipahami adalah kekurangan dari buku tersebut.

16
BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Filsafat merupakan ilmu tertua yang menjadi induk ilmu pengetahuan lain. Filsafat
berasal dari bahasa Yunani, yaitu Philos yang berarti cinta dan Sopia yang berate
kebijaksanaan, jadi filsafat memiliki arti yaitu cinta kebijaksanaan atau belajar. Filsafat
dipandang sebagai induk ilmu pengetahuan, karena pada mulanya sebagian ilmu yang
berkembang adalah berasal dari filsafat. Filsafat menjawab persoalan tentang kehidupan
antara lain yang mengenai manusia, ketuhanan, ekonomi, sosial, pengetahuan dan
pendidikan.Untuk ketiga buku memberikan penjelasan filsafat pendidikan yang sesuai dengan
materi. Kedudukan filsafat pendidikan dalam pendidikan adalah sebagai fondasi pendidikan
dan filsafat pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu sistem
pendidikan, karena filsafat merupakan pemberi arah dan pedoman dasar bagi usaha-usaha
perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan.
Filsafat memiliki beberapa aliran, yaitu progresivisme, esensialisme, perennialisme,
rekonstruksionalisme dan masih banyak lainnya.

4.2. Rekomendasi
Sebagai buku penuntun direkomendasikan buku utama, karena isi lebih lengkap
walaupun ukuran yang sedikit besar namun pembahasan menjajnjikan untuk pembaca.

17
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Muhammad. 2015. Filsafat Pendidikan. Depok : Kencana.
Jalaluddin & Abdullah Idi. 2014. Filsafat Pendidikan : Manusia, Filsafat, dan Pendidikan.
Depok : Rajawali pers.
Kristiawan, Muhammad. 2016. Filsafat Pendidikan.Yogyakarta : Valia Pustaka.

18