Anda di halaman 1dari 20

RESUME MATERI KELAS XI MATEMATIKA

BAB 1
JUMLAH DAN SELISIH DUA SUDUT

1.1 Jumlah dan Selisih Dua Sudut


Rumus jumlah dan selisih dua sudut yaitu :
a. sin ( α + β ) = sin α cos β + cos α sin β
b. sin ( α - β ) = sin α cos β - cos α sin β
c. cos ( α + β ) = cos α cos β - sin α sin β
d. cos ( α - β ) = cos α cos β + sin α sin β
tan α + tan β
e. tan (α + β ) =
1−tan α tan β
tan α −tan β
f. tan (α - β ) =
1+ tan α tan β

1.2 Sudut Rangkap


Rumus untuk sudut rangkap atau ganda :
a. sin 2α = 2 sinα cosα
b. cos 2α = cos 2 α −sin 2 α
c. cos 2α = 1 – 2 sin2 α
d. cos 2α = 2 cos2 α −1
2 tan α
e. tan 2α =
1−tan 2 α

Rumus jumlah dan selisih dua sudut dapat diturunkan menjadi rumus perkalian sinus dan
cosinus :
a. sin ( α + β ) + sin ( α - β ) = 2 sinα cosβ
b. sin ( α + β ) - sin ( α - β ) = 2 cosα sinβ
c. cos ( α + β ) + cos ( α - β ) = 2 cosα cosβ
d. cos ( α + β ) - cos ( α - β ) = -2 sinα sinβ

contoh :
5 3
cosα= , sin β= ,
Diketahui α dan β adalah sudut lancip dengan 12 dan 5 Hitunglah

sin(α +β ) dan cos( α+β )

Jawab

Menurut rumus sinus jumlah diperoleh sin(α + β )=sin α cos β+cos α sin β

5
cosα= ,
Karena 12 maka sin 2 α=1−cos2 α

5 2 1
atau
sin α=±√ 1−cos 2 α=± 1−
√ ( )
12
= √ 119
12 , Demikian pula, karena
3
sin β= ,
5

3 2 4
maka
2
cos β=± √1−sin β=± 1−
5 √

5 () , sehingga :

sin(α + β )=sin α cos β+cos α sin β

⇔sin( α + β )= (121 √ 119)( 45 )+(125 )( 35 )=151 √119 + 14


Dengan cara yang sama diperoleh

cos( α+β )=cos α cos β−sin α cos β , sehingga :

cos( α+ β )=cosα cos β−sin α sin β

⇔cos (α + β )= ( 125 )( 54 )−(121 √ 119)( 35 )= 13 −1201 √ 119


BAB 2
MATRIKS
2.1 Konsep Matriks
Matriks merupakan kumpulan bilangan yang disusun secara khusus berbentuk persegi
panjang atau persegi dalam bentuk baris dan kolom serta ditempatkan diantara tanda kurung
siku [ ] atau tanda kurung biasa ( )
Bilangan atau angka-angka dalam kurung dinamakan elemen atau komponen matriks.
Elemen- elemen mendatar dinamakan baris dan elemen-elemen vertikal dinamakan kolom
atau lajur.
Ordo matriks adalah elemen matriks yang dinyatakan dengan banyaknya baris (m)
dan banyaknya kolom (n). Amxn berarti matriks berordo m × n. Matriks dengan ordo 2 × 2

mengandung pengertian 2 baris dan 2 kolom, misalnya matriks A = ( 34 26 )


Ada beberapa jenis matriks, diantaranya :
a. Matriks nol, yaitu matriks berordo m×n yang setiap elemennya nol

Contoh : (00 00)


b. Matriks baris, yaitu matriks berordo 1 × n
Contoh : ( 3 4 5 6 ) dan ( 0 2 3 6 0 )
c. Matriks kolom atau lajur, yaitu matriks berordo m × 1
a
Contoh :
[]
b
d. Matriks persegi atau matriks bujur sangkar adalah matriks berordo m × n, dengan nilai
m=n

Contoh : (20 13)


e. Matriks diagonal, yaitu matriks bujur sangkar berordo n, dengan semua elemen di luar
diagonal utamanya bernilai nol
Contoh : ( 40 01 )
f. Matriks identitas atau matriks satuan, yaitu matriks diagonal dengan ordo n, dan
semua elemen pada diagonal utamanya bernilai satu. Matriks identitas disimbolkan
dengan huruf “ I “

Contoh : I 2X2 = (10 01)


Transpose dari matriks A adalah suatu matriks yang diperoleh dengan cara menukar
setiap elemen baris matriks A menjadi elemen kolom dan menukar setiap elemen kolom
matriks A menjadi elemen baris. Transpose suatu matriks A ditulis dengan lambang At atau
AT

Contoh : A = (52 13) maka A = (51 23)


T

Dua matriks A dan B dikatakan sama, ditulis dengan A = B jika matriks A dan B
mempunyai ordo yang sama dan semua elemen yang seletak bernilai sama. Elemen yang
seletak adalah elemen yang terletak pada baris dan kolom yang sama.

2.2 Operasi Matriks


a. Penjumlahan Matriks

( ac db) + ( eg hf ) = ( a+e
c+ g
b+f
d +h )
b. Pengurangan Matriks

( ac db) - ( eg hf ) = ( a−e
c−g
b−f
d −h )
c. Perkalian Suatu Skalar dengan Matriks

k( ac db) = ( kk ..ac k.b


k .d )
d. Perkalian Dua Matriks

( pr qs ) × (mk nl ) = ( pkrk ++qm


sm
pl +qn
rl+ sn )
2.3 Determinan dan Invers Matriks
Setiap matriks persegi selalu dapat dikaitkan dengan suatu skalar atau bilangan yang disebut
dengan determinan. Determinan dari suatu matriks persegi A dinotasikan dengan : det A atau
A⃒
⃒ .
Apabila matriks A berordo 2, yaitu A = ( ac db) maka determinan dari matriks A didefinisikan
sebagai : ⃒
A⃒= ( ac db) = ad - bc
a b c
( )
Adapun untuk matriks berordo 3x3, misal B = d e f maka determinan matriks B
g h i
didefiniskan sebagai :
a b c a b

[ ]
B⃒= d e f d e = (aei + bfg + cdh) – (ceg + afh + bdi)
g h i g h

Matriks A disebut invers dari matriks B, jika


A × B = B × A = I, dengan I adalah matriks identitas

Invers dari matriks A ditulis A−1, sedangkan invers dari matriks B ditulis B−1 . Pada
umumnya, perkalian matriks tidak bersifat komutatif, tetapi ada yang bersifat komutatif.

Jika matriks A = ( ac db ) dengan ad – bc ≠ 0, maka invers matriks A yang ditulis dengan A −1

adalah sebagai berikut :

1 d −b 1 d −b
A−1 = (
ad−bc −c a
= )
det A −c a ( )
Penyelesaian persamaan matriks AX = B adalah X = A−1 B
Penyelesaian persamaan matriks XA = B adalah X = BA−1

Contoh :

1. Tentukan determinan dan invers dari matriks A = (−14 32 ) !


Jawab : det A = 4.2 – 3.-1
= 8 –(- 3)
= 11
1 2 −3
A−1 = (
det A 1 4 )
1 2 −3
= (
11 −1 4 )
2 −3
=
11
1
11
( ) 11
4
11

2. Jika matriks A = (−15 10 ) dan matriks B = ( 34 −3


2 )
hitunglah A × B !

A×B= (−15 10 ) × ( 34 −3
2 )
5.3+ 1.4 5.−3+1.2
= (−1.3+ 0.4 −1.−3+0.2 )
15+ 4 −15+ 2
= (−3+ 0 3+ 0 )
19 −13
= (−3 3 )
BAB 3
VEKTOR
3.1 Pengertian Vektor
Vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Secara geometri, suatu vektor
disajikan dengan ruas garis berarah. Panjang ruas garis berarah menyatakan panjang atau
besar vektor, sedangkan arah panah menunjukkan arah vektor.
Titik Ujung

Titik pangkal atau


titik asal

Panjang vektor a⃗ , yaitu : a⃒= √ x 21+x 22


⃒⃗
Vektor satuan dari vektor a⃗ adalah vektor yang arahnya searah dengan vektor a⃗ dan
panjangnya satu satuan.

( xy ) maka vektor satuan dari a⃗ dapat dirumuskan :


Jika vektor a⃗ =
1

⃗a 1 x
√x +x ( y )
1
e⃗ = = 2 ket : e⃗ = vektor satuan dari a⃗
2
⃒ ⃗a ⃒ 1 2 1

3.2 Operasi Hitung Vektor


Misalkan vektor hasil penjumlahan dari vektor a⃗ dan −
⃗ b adalah vektor c⃗ maka dapat
ditulis :
a⃗ + (−
⃗ b) = c⃗ atau c⃗ = a⃗ - b⃗

Misalkan c⃗ adalah vektor hasil pengurangan vektor a⃗ dan b⃗ maka panjang vektor adalah :⃒
c⃗
2
⃒ c⃗ ⃒= √ ( x −x
2 1 )+¿ ¿

Secara umum, misalkan a⃗ adalah sebuah vektor dan k adalah bilangan real, perkalian vektor a⃗
dengan bilangan real k adalah c⃗ = k⃗a . Panjang vektor c⃗ adalah ⃒
k⃒kali panjang vektor a⃗ dan
arahnya adalah :
a. sama dengan arah vektor a⃗ jika k ˃ 0 ;
b. berlawanan dengan arah vektor a⃗ jika k ˂ 0 ;
c. arahnya tak tentu jika k = 0
Dalam bentuk vektor kolom, aturan perkalian vektor dengan bilangan real berlaku sebagai
berikut :
x1 kx 1
a. Jika k adalah bilangan real dan a⃗ = ()
x2
di dimensi dua maka c⃗ = ( )
kx 2
x1 kx 1
b. Jika k adalah bilangan real dan a⃗ = x 2 di dimensi tiga maka c⃗ = k x 2
x3 kx 3
Jika a⃗ , b⃗ dan c⃗ adalah vektor-vektor di dimensi dua ( R2) atau dimensi tiga ( R3) dan k serta m
bilangan real tak nol maka berlaku sifat-sifat sebagai berikut :
1) a⃗ + b⃗ = b⃗ + a⃗
2) (⃗a + b⃗ ) + c⃗ = a⃗ +( b⃗ + c⃗ )
3) a⃗ + 0⃗ = 0⃗ + a⃗ = a⃗
4) a⃗ + (-⃗a ) = 0⃗
5) k(m⃗a ) = (km)⃗a
6) k(⃗a + b⃗ ) = k(⃗a ) + k(b⃗ )
7) (k + m)⃗a = k(⃗a ) + m(⃗a )
8) 1⃗a = a⃗

z
Vektor Posisi

Vektor posisi titik P adalah vektor OP


yaitu vektor yang berpangkal di titik O (0 , 0 , P (x , y , z)

0) dan berujung di titik P (x , y , z), bila ditulis O y

x
x

OP =
()
y
z .Modulus / besar vektor posisi

OP adalah :  OP  =

√ x2+ y 2+z 2
Kesamaan Vektor
B Q
Dua vektor di ruang dimensi 3 dikatakan sama jika
mempunyai besar dan arah yang sama.
A P AB  PQ

Vektor Negatif
Vektor di ruang 3 yang besarnya sama dengan vektor a
B Q
tetapi arahnya berlawanan disebut vektor negatif a , yang
dituliskan dengan : - a.
A P AB  - PQ
a1 −a 1

Jika vektor a =
()
a2
a3
maka : - a =
( )
−a 2
−a3

Vektor Nol
Vektor nol adalah vektor yang besar/panjangnya nol dan arahnya tak tentu (berupa titik).
0

Vektor nol dilambangkan dengan O (0 , 0 , 0) atau O =


()
0
0

Vektor Satuan
Vektor satuan adalah vektor yang mempunyai panjang 1 satuan.
Vektor satuan dari vektor a = vektor a tersebut dibagi dengan besar vektor a sendiri, yang

a
dituliskan dengan : e = |a|
Contoh :
2

Tentukan vektor satuan dari vektor a =


() 4
√5
Penyelesaian :
2

()
5
4
5

a = √ 22+4 2+( √5 )2=√ 25=5 Jadi vektor satuan vektor a : e =


√5
5

Perkalian Vektor dengan Skalar


a1 m .a 1

Hasil kali vektor a =


() a2
a3
dengan suatu skalar m adalah : m . a =
( )
m .a 2
m . a3

Hasil kali vektor a = a1i + a2j + a3k dengan skalar m adalah : m . a = m.a1i +
m.a2j + m.a3k

Contoh :
5 3 x5 15

Jika vektor h =
()
2
4 , maka : 3 . h =
( ) ()
3 x2
3x4 =
6
12

Jika vektor u = 2i + j – 3k , maka : 4 . u = 4.2i + 4.j – 4.3k = 8i + 4j – 12k


Penjumlahan Vektor dalam ruang

a1 b1

Jika dua vektor a =


()
a2
a3
dan vektor b =
()
b2
b3
adalah vektor-
vektor tidak nol, maka :

a1 b1

a+b =
() ()
a2
a3
+
b2
b3

a 1 +b1

a+b=
( )
a 2 +b2
a3 +b3

Jika vektor a = a1i + a2j + a3k dan vektor b = b1i + b2j + b3k , maka :
a + b = (a1+b1)i + (a2+b2)j + (a3+b3)k
Contoh :
Hitunglah jumlah dari dua buah vektor berikut !
2 −1

a. a =
( )
−3
5 dan b =
( )
4
−2

b. a = 2i + j – 4k dan b = 3i + 5j + k
2+(−1 ) 1

Penyelesaian : a. a+b =
( ) ()
−3+4
5+(−2) =
1
3
b. a+b = (2+3)i +(1+5)j + (-4+1)k
= 5i + 6j – 3k
Selisih Dua Vektor pada Ruang
a1 b1 a1

Jika dua vektor a =


() a2
a3
dan vektor b =
()
b2
b3
maka : a - b =
()
a2
a3
-

b1 a 1−b 1

()
b2
b3
=
( ) a 2−b 2
a3 −b 3

Jika vektor a = a1i + a2j + a3k dan vektor b = b1i + b2j + b3k ,
maka : a - b = (a1 - b1)i + (a2 - b2)j +
(a3 - b3)k
Contoh :
Hitunglah selisih dari dua vektor berikut :
8 3

1.a =
()
6
7 dan b =
()
1
4 2. a = 8i + 6j + 9k dan b = 3i + 5j +2k
Penyelesaian :
8−3 5

1. a - b =
( ) ()
6−1
7−4 =
5
3 2. a - b = (8-3)i + (6-5)j + (9-2)k = 5i + j
+ 7k

Perkalian Skalar Dua Vektor


Perkalian skalar dari dua vektor a = a1i + a2j + a3k dan vektor b = b1i + b2j + b3k ditulis
dengan : a . b (dibaca a dot b).
Jika sudut antara vektor a dan vektor b diketahui sama dengan  ( 0   
180 ), maka :
a . b = a.b. cos 

Jika sudut antara vektor a dan vektor b tidak diketahui, maka :

a . b = a1.b1 + a2.b2 + a3.b3


Contoh :
Diketahui vektor a = 2i + 3j + 6k dan b = i + 2j + 2k , maka perkalian skalar vektor a dan
vektor b adalah :
a . b = a1.b1 + a2.b2 + a3.b3
a . b = 2.1 + 3.2 + 6.2
a . b = 2 + 6 + 12 = 20

Jika diketahui a = 6 dan b = 5 dan sudut antara vektor a dan vektor b adalah 60
maka perkaliannya adalah :
a . b = a.b. cos 
a . b = 6 . 5 . cos 60
a . b = 30 . ½ = 15
Sudut Antara Dua Vektor
Dari rumus perkalian skalar dua vektor a . b = a.b. cos  maka besar sudut antara
vektor a dan vektor b dapat ditentukan, yaitu :
a.b
cos  = |a|.|b| =

a 1 .b 1 +a2 . b 2 +a3 . b 3
√a 12 + a22 + a32 . √ b1 2+b 22 + b32
Contoh :
1 1

Jika vektor a =
()0
0 dan vektor b =
()
1
0 , maka sudut antara vektor a dan vektor b
adalah …
Penyelesaian :
a 1 .b 1 +a2 . b 2 +a3 . b 3
a.b
cos  = |a|.|b| = √a 12 + a22 + a32 . √ b1 2+b 22 + b32
1 .1+0 . 1+0 .0 1 1 √2 1
cos  =
2 2 2
√1 + 0 +0 . √ 1 +1 + 0 2 2 2
= √2 = √2 x √2 = 2
√2
1
cos  = 2
√2
1
 = arc. cos 2
√2
 = 45

Perkalian Vektor dari Dua Vektor


Perkalian vektor dari dua vektor a dan b ditulis dengan a x b (dibaca a cross b) dirumuskan
dengan : a x b = ( a.b.sin  ) . s
dimana :  = besar sudut antara vektor a dan vektor b ( 0    180 )
s = vektor satuan yang tegak lurus bidang

s bxa
axb -s
b
b
a
a

Bila diketahui vektor a = a1i + a2j + a3k dan vektor b = b1i + b2j + b3k maka :
i j k
| 1 a2 a3 |
a
axb = b1 b2 b3

Untuk vektor satuan i , j , k berlaku : i x j = -j x i = k


i x k = -k x i = -j
j x k = -k x j = i
ixi=jxj=kxk=0
Contoh :
Diketahui vektor a = 2i – j + 3k dan vektor b = 3i – 2j + k.
Tentukanlah : a. a x b b. b x a c.  a x b 
Penyelesaian :
i j k
|2 −1 3 |
a. a x b = 3 −2 1

|−1 3 |.i−|2 3 |. j+|2 −1 |.k


= −2 1 3 1 3 −2
= (-1 – (-6)).i – (2 – 9).j + (-4 – (-3)).k = 5i + 7j - k

i j k
|3 −2 1|
b. b x a = 2 −1 3
−2 1 3 1 3 −2
| |.i−| |. j+| |.k
= −1 3 2 3 2 −1
= (-6 – (-1)).i – (9 – 2).j + (-3 – (-4)).k
= -5i – 7j + k
c.  a x b  = √ 52+7 2+(−1)2
= √ 25+49+1=√75=5 √ 3

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa : ax b  bx a

BAB 4
PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT
PERSAMAAN KUADRAT
Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan yang berbentuk : ax 2 + bx + c = 0, dengan a, b, c
∈ R dan a ≠ 0
Cara-cara menyelesaikan persamaan kuadrat:
1. Memfaktorkan
Contoh soal:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat di bawah ini dengan pemfaktoran;
2
a. x −8 x +15=0
2
b. x +6 x=0
60
x+3=
c. x−1
Penyelesaian:
2
a. x −8 x +15 =0

( x−3)( x−5 ) =0

( x−3) = 0 atau ( x−5) =0


x = 3 atau x =5
Jadi, HP = {3, 5}

2
b. x +6 x =0

x (x +6 ) =0

x =0 atau ( x+6) =0
x = −6

Jadi, HP = { −6 , 0}
60
x+3=
c. x−1 kalikan kedua ruas dengan ( x−1)
⇔ ( x−1)( x +3)=60
2
⇔ x +2 x−63=0
⇔ ( x−7 )(x +9 )=0
⇔ ( x−7 ) =0 atau ( x+9) =0
x =7 atau x = −9

Jadi, HP = { −9 , 7}
2. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna
Contoh Soal:
2
Selesaikan persamaan 2 x + 8 x+1=0 dengan melengkapkan kuadrat.
Penyelesaian:
2
2 x + 8 x+1=0
2
⇔ 2 x +8 x=−1
⇔ 2( x 2 +4 x )=−1
1
⇔ x 2 +4 x=− 2
1
⇔ x 2 +4 x+( 2)2 =( 2 )2− 2 tiap ruas ditambah dengan (
1
2 b)2
7
⇔ ( x+2 )2 = 2
7
⇔ x+ 2=± √ 2

Jadi,
7 7
x=−2+ √ 2 atau
x=−2− √ 2

3. Menggunakan Rumus abc


Rumus untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat atau sering disebut dengan
Rumus abc adalah:

−b±√ b2 −4 ac
x 1,2=
2a

Contoh soal:
2
Gunakan rumus untuk menentukan akar-akar persamaan x −8 x +15=0
Penyelesaian:
2
x −8 x +15=0
Maka,
a=1
b=–8
c = 15
Substitusi nilai a, b, c ke rumus abc
Sehingga,

−(−8)±√(−8 )2−4 (1 )(15)


x 1,2=
2(1 )
8± √ 64−60
x 1,2=
2
8+2 8−2
x 1= x 2=
2 atau 2
x 1=5 atau
x 2=3

Jumlah dan Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat


Akar-akar persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0, berhubungan erat dengan koefisien-koefisien
a, b, dan c.
Rumus akar-akar persamaan kuadrat:

−b± √ b 2−4 ac
x=
2a

Misalkan akar-akar persamaan tersebut adalah


x 1 dan x 2 , maka :

−b+ √ b 2−4 ac −b−√ b2 −4 ac


x 1= x 2=
2a dan 2a
b
x 1 +x 2=−
Sehingga jumlah akar-akar: a
c
x 1. x 2=
Dan hasil kali akar-akar: a

Contoh soal:

Jika
x 1 dan x 2 akar-akar persamaan kuadrat x 2 +5 x+ 6=0 . Tentukan nilai:

a. x 21 + x 22

b. ( x1 −x 2 )2

1 1
+
c.
x 1 x2
x1 x2
+
d. x 2 x1

Penyelesaian:
2
x +5 x+ 6=0
a=1
b=5
c=6
maka,
b c
x 1 +x 2 − x 1. x 2 = a
= a dan
5 6

= 1 = 1
= –5 =6
Sehingga,
2 2 2
a. x 1+ x2 = ( x1 + x 2 ) −2 x1 x 2

= (–5)2 −2. 6
= 25 – 12
= 13

b. ( x1 −x 2 )2 = x 21 + x 22 −2x 1 x 2

= 13 – 12
=1

1 1 x 1 +x 2
+
c.
x 1 x2 = x1 . x 2

−5
= 6
2 2
x1 x2 x1+ x 2
+
d. x 2 x1 = x1 . x 2

13
= 6

Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat


2
Fungsi kuadrat memiliki bentuk umum y=ax +bx+c . Dari bentuk aljabar tersebut
dapat diilustrasikan sebagi bentuk lintasan lengkung atau parabola dengan karakteristik sebagai
berikut.
Jika,
1. a > 0, maka parabola terbuka ke atas
2. a < 0, maka parabola terbuka ke bawah
3. D < 0, maka parabola tidak memotong maupun menyinggung sumbu X
4. D = 0, maka parabola menyinggung sumbu X
5. D > 0, maka parabola memotong sumbu X di dua titik

Menggambar Grafik Fungsi Kuadrat


Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat

y=ax 2 +bx+c adalah sebagai berikut


a. Menentukan titik potong dengan sumbu X, diperoleh jika y = 0
b. Menentukan titik potong dengan sumbu Y, diperoleh jika x = 0
b
x=−
c. Menentukan persamaan sumbu simetri 2a
D
y=
d. Menentukan nilai ekstrim grafik −4 a

e. Koordinat titik balik


(− 2ba ,− 4Da )
Contoh soal:
2
Buatlah sketsa grafik fungsi kuadrat y=x +4 x
Penyelesaian:
a. Titik potong dengan sumbu X, jika y = 0
2
x +4 x =0

x(x+4 ) =0
x = 0 atau (x + 4) =0
x = –4
Jadi memotong sumbu X di titik (0, 0) dan (–4, 0)
Y
b. Titik potong dengan sumbu Y, jika x = 0
maka, y = 02 + 4.0
= 0 Jadi memotong sumbu Y di titik (0, 0)
-4 -2 0 X
−4
x= =−2
c. Persamaan sumbu simetri 2. 1
Jadi persamaan sumbu simetrinya x = –2
-4
d. Nilai Ekstrim/nilai stasioner, untuk x = –2
y = (–2)2 + 4(–2) x = -2
= –4
e. Koordinat titik balik:
(–2, –4)
Dalam penerapannya nilai maksimum dan minimum fungsi kuadrat dapat dinyatakan
dengan kata-kata yang berlainan.
a. kata-kata terjauh, terbesar, tertinggi, terpanjang, terluas, dan lain sebaginya dapat
dihubungkan dengan pengertian nilai maksimum fungsi kuadrat.
b. Kata-kata terdekat, terkecil, terendah, terpendek, tersempit, dan lain sebagainya dapat
dihubungkan dengan pengertian nilai minimum fungsi kuadrat.
Contoh soal :
1. Tentukan luas terbesar dari suatu persegi panjang jika keliling persegi panjang diketahui 60
cm
2. Sebuah roket ditembakkan ke atas. Setelah t detik peluru mencapai ketinggian yang
dirumuskan dengan h(t) = 40t – 5t 2 dalam meter. Tentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai tinggi maksimum dan berapa tinggi maksimum yang dicapai?
Penyelesaian:
1. Misal : panjang= x cm
lebar = y cm
keliling = 2(x + y) cm
maka, 2(x + y) = 60
x+y = 30
y = (30 – x) cm
Misal luas persegi panjang L(x) = x . y cm
= x (30 – x)
= 30x – x2
D −900
Luas bernilai maksimum = −4a = −4 = 225 cm2
Jadi luas terbesar persegi panjang adalah 225 cm 2
2. h(t) = 40t – 5t2
Waktu saat mencapai tinggi maksimum
−b
t = 2a
−40
= −10
= 4 detik
Tinggi maksimum pada saat t = 4 detik
h(t) = 40(4) – 5(4)2
= 160 – 80
= 80 meter