Anda di halaman 1dari 6

Tugas Pelabuhan

I. PENDAHULUAN

Pelabuhan Malili terletak di sebuah kecamatan yang merupakan ibu kota kabupaten Luwu
Timur , Sulawesi selatan, Indonesia. Kurang lebih terletak sejauh 565 Km dari kota Makassar.
Pelabuhan ini terletak di pedalaman teluk Bone tepatnya di dekat muara sungai Lampia. Dari
letaknya yang jauh dari lalu lintas pelayaran internasional, dapat di ketahui bahwa pelabuhan
ini menjadi bagian dari sistem transportasi wilayah (tatrawil). Namun meskipun pelabuhan ini
melayani transportasi skala wilayah , pelabuhan ini memiliki peranan yang sangat penting.
Salah satu peranan utamanya adalah sebagai penunjang perekonomian masyarakat sekitar ,
terutama dalam sektor perikanan dan kelautan. Dalam makalah ini penulis akan membahas
tentang potensi yang dimiliki oleh pelabuhan Malili dalam menunjang perekonomian rakyat
terutama dalam sektor perikanan dan kelautan

Page5

RIZKI JULIAWAN L2A 006 118

jumlah produksi tahun 2007 sebesar 6.672. b.987. 2. Data Potensi 2007/2008:  Panjang garis pantai : 118 km  Luas perairan otonomi : 48. Komoditas Rumput Laut di Laut (Euchema Cottonii ) .250 kg/Ha RIZKI JULIAWAN L2A 006 118 .42 Ha.85 Ha. banyak dikelolah oleh Rumah Tangga Perikan (RTP) di wilayah Burau dan Angkona. Jumlah produksi tahun 2007 mencapai 3. hutan Mangrove 8. Kualitas rumput laut yang dikelolah dengan pola konvensional oleh 383 RTP nelayan Luwu Timur.26 Ha yang dikelola oleh sekitar 3703 Rumah Tangga Perikanan (RTP).050 km2  Luas tambak : 9.887 pada tahun 2006 dan 3.75 Ha.80 ton dengan produktifitas rata- rata 691.597. Rumput laut Euchema cottonii.4 Ha  Jumlah RTP : 3703 RTP  Kawasan Terumbu Karang  Wisata Bahari 2. Wotu.987.007. Tahun 2007 telah diketahi produktifitas dari komuditi ini hádala 8. POTENSI KELAUTAN DAN PERIKANAN 1.923 ton sehingga terdapat peningkatan produktifitas rata-rata dari 2. Komoditas Bandeng dikelolah oleh 1979 RTP yang tersebar di empat wilayah kecamatan pesisir yaitu Kecamatan Burau. Luas Daerah Penangkapan. memiliki nilai yang tinggi dibandingkan rumput laut yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan.480 Kg/Ha pada tahun 2007.897.672.096 Ha  Luas hutan mangrove : 8.911.Tugas Pelabuhan A. Kecamatan Burau.75 Ha  Budidaya udang : 2.95 Kg/Ha atau mengalami peningkatan produksi sekitar 10 % .321 Ha (Data citra). serta memiliki potensi kawasan budidaya perikanan seluas 11.20 Ha  Budidaya bandeng : 5.295.291. Komoditas Rumput Laut Tambak (Gracillaria. yang di plot di laut sekitar pantai Burau dan Angkona. Potensi Sektor Budidaya a.050 Km2. Komoditi unggulan ini telah dikembangkan oleh masyarakat Page5 melalui teknis pendampingan pada 105 unit. Wotu. Angkona dan Malili merupakan 4 kecamatan pesisir dengan panjang garis pantai ±118 Km dan luas laut otonomi 48. Potensi Wilayah Setelah tahun 2003 terjadi pemekaran wilayah yang menyebabkan perubahan data kewilayahan dari 8 kecamatan menjadi 11 kecamatan dan 99 desa.85 Ha  Budidaya Rumput  Laut cottonii : 105 Unit  Budidaya Air Tawar : 1.597. Kabupaten Luwu Timur memiliki areal budidaya tambak rumput laut seluas 1. c. Komoditas Bandeng .80 Ha  Budidaya rumput laut : 1. Angkona dan Malili dengan luas areal budidaya 5. sp) .

Untuk pengembangan budidaya kepiting tersedia lahan tambak seluas 29 Ha dengan potensi 1 Ton/Ha. kembang. Selain itu di Kabupaten Luwu Timur juga terdapat tiga danau alami yang sangat indah. cucut.60 Kg/Ha atau mengalami peningkatan produksi hingga 13%. Komuditi udang ini dikelolah oleh sekitar 545 RTP di 4 Kecamatan pesisir di Kabupaten Luwu Timur .295. d. Danau Mahalona (25 km2) dan Danau Towuti (585 km2). padahal 2 (dua) dari 3 (tiga) danau tersebut yaitu Mahalona dan Towuti sangat potensial untuk usaha budidaya perikanan air tawar. layang.70 km2). f. sementara kegiatan budidaya perikanan relatif belum dilakukan.42 Ha. Komoditas Air Tawar. kerapu. Komoditas Udang . teri. bawal. Untuk komoditi kepiting bakau (Scilla Serrata) yang merupakan komoditas unggulan yang perlu dikembangkan. dengan total produksi tahun 2007 mencapai 351 ton. dengan produktifitas rata-rata 229. Ketiga danau tersebut adalah Danau Matano ( dengan luas 245. Luwu Timur tahun 2007 sekitar 22. tenggiri. Data Tahu 2007 menunjukkan : Jumlah Nelayan 893 RTP a. tuna.25 Ton.60 ton. Hutan mangrove ini merupakan daerah asuhan bagi perkembangbiakan kepiting bakau dan merupakan areal penangkapan dan pengembangan bibit. Pengembangan komoditi tersebut dalam bentuk sawah mina padi. dengan total produksi tahun 2007 mencapai 528. Komoditas Kepiting Bakau. kakap.60 Ton. Luas lahan areal budidaya air tawar 1. kepiting. Kegiatan Penangkapan Ikan Umumnya dilakukan SecaraTradisonal . kolam air tawar. Komoditas ini dapat dikembangkan pada areal hutan Magrove seluas 8. baronang dan jenis ikan lainnya yang setiap musim dapat menghasilkan produksi sekitar 3. budidaya di danau. Danau Matano terletak di Kecamatan Nuha sedangkan Danau Mahalona dan Towuti terletak di Kecamatan Towuti.096 Ha. Budidaya air tawar di kembangkan di 11 kecamatan di Kabupaten di Luwu Timur. e.672. Pengembangan komuditi Udang juga merupakan sektor yang potensial di Luwu Timur dengan luas areal produksi 2.Tugas Pelabuhan sehingga dari 105 unit yang dikelolah mampu menghasilkan produksi sampai dengan 866. Potensi Sektor Perikanan Laut Komoditas yang dihasilkan dari aktifitas penangkapan antara lain cakalang.80 Ha. Gambaran produksi dan penangkapan Kepiting di Kab.200 ton sehingga dalam satu tahunnya produksi perikanan tangkap dapat mencapai sekitar 6000 sampai 7000 ton. Armada : Page5 oPerahu tanpa motor : 117 unit o Perahu bermotor : 775 unit RIZKI JULIAWAN L2A 006 118 . sungai dan rawa. Pemanfaatan danau (perairan umum) tersebut untuk kegiatan perikanan oleh masyarakat masih terbatas pada usaha penangkapan secara tradisional. 2.

Wotu).tuna. c. yaitu 2 lokasi di Kec. kondisi hutan mangrove di Kab.kerapu. Kondisi yg bagus di depan Muara S. Wotu didapatkan pula beragam jenis pohon mangrove selain yang tersebut diatas yaitu Bruguiera gymnoriza dan Xylocarpus sp. Cymodocea serrulata dan Halodule uninervis. bagang apung purse seine dan rawai dasar. pancing. Syringodium isoetifolium. Ekosistem Padang Lamun Keberadaan lamun di Luwu Timur umumnya berada jauh dari garis pantai (daerah yang selalu tergenang).teri dan belanak oDemersal : cucut. Thalassia hemprichii. Page5 c. Wotu (Timur S. Salualla dan depan S. Lampia). Angkona dan Malili dengan jenis dan ketebalan yang bervariasi yang umumnya menyisir disepanjang sungai ke arah muara. Ekosistem Mangrove Hutan Mangrove merupakan tipe hutan yang khas tumbuh di sepanjang pantai atau Muara sungai. Lakawali dan depan Muara S.cakalang dan tenggiri oPelagis kecil : layang. Alat tangkap terdiri dari : jaring insang. 2 lokasi di kecamatan Angkona (Pantai. Ekosistem Mangrove ini juga ditemukan di kec. Burau adalah Avicenna marina. Malili (depan muara S. Menurut hasil analisis oleh Tim Tata Ruang Pesisir dan Laut Luwu Timur. minor. H.kembung. Langkara) dan 1 lokasi di kec. sehingga formasi mangrove yang luas dapat menjamin ketersediaan benih dari anak ikan. Langkara (79%). pertumbuhannya dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Ekosistem Terumbu Karang RIZKI JULIAWAN L2A 006 118 . pukat tarik/pukat pantai. Hasil analisa citra satelit menunjukkkan bahwa luas hutan sepanjang pesisir Kabupaten Luwu Timur adalah 8672.bawal dan baronang 3.4 hektar.kakap. Acrostichum speciosum dan Acanthus ilicifolius yang berarti hampir semua jenis yang ditemukan di kabupaten Luwu Timur bisa ditemukan di Kec. oPelagis besar : tongkol. Halophila ovalis. Jenis-jenis mangrove yang terdapat di Kec. Luwu Timur masih cukup bagus dengan kerapatan dan keanekaragaman jenis yang tergolong tinggi dan tutupan tajuk dan akar pohon yang sangat padat. ditemukan hanya pada 5 lokasi. Hasil survei didapatkan ada sekitar 7 tujuh spesies yaitu : Enhalus acoroides. Sonneratia alba. Jenis Ikan yang tertangkap. sementara di kec. Wotu yaitu daerah Salualla sehingga sangat potensial untuk dijadikan sebagai daerah konservasi Mangrove Kab. Sonneratia caseolaris dan Rhizhopora apiculata.Tugas Pelabuhan o Kapal Motor : 76 unit b. udang dan mollusca yang selanjutnya akan menjadi ikan dan udang yang besar yang siap ditangkap oleh nelayan di lepas pantai. Adapun peranan ekologis hutan mangrove adalah sebagai tempat besar anak-anak ikan. Potensi Ekosistem a.. b. Nypa fruticans. Sebaran lamun di daerah ini sangat terbatas. udang dan molusca (kerang-kerangan). Sementara itu kondisi lamun bervariasi dari kondisi rusak sampai sangat bagus (alami) dengan penutupan 18 – 79%. Wotu (57%) dan Sangat Bagus di P. Luwu Timur.

Balai Benih Ikan (BBI) : 1 Unit . Teluk Labutabuta. o Rendahnya Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) o Belum tersedianya tenaga-tenaga khusus penyuluh perikanan di lapangan. sebagai lokasi wisata dan masih banyak fungsi lainnya.Prasarana yang Telah Dibangun/Diadakan (2007) .Tugas Pelabuhan Terumbu karang merupakan kumpulan organisme karang pembentuk terumbu (karang hermatipik) yang bersimbiosis dengan zoozantella dan sedikit algae berkapur serta organisme lain yang menghasilkan kalsium karbonat.Nuha.Gedung Pabrik Es kapasitas 10 ton/hari : 1 unit . Pengadaan perahu dan alat tangkap : 10 unit .UPR : 10 Unit Kedai Pesisir : 1 Unit . Prasarana yang Sedang Operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) : 3 Unit . Page5 • Melakukan Sosialisasi dan optimalisasi alih teknologi di bidang perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Perebubu. D. Karang Mabonta di Mabonta Kec. spawning ground) berbagai biota laut. 1. Burau dan P. Bulu Poloe. • Meningkatkan kualitas SDM melalui penyuluhan dan pelatihan RIZKI JULIAWAN L2A 006 118 . Mabonta. dan jalan-jalan penghubung antar Kecamatan dan Desa yang sebagian besar telah diaspal. dan Pasi Maeja-Eja di Kec.KJA Kerapu Tikus : 1 unit C. SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG TRANSPORTASI Untuk menunjang kegiatan Agribisnis di bidang Perikanan. Burau meliputi daerah Tanjung Ujung Suso. Potensi Wisata Keberadaan beberapa ekosistem laut yang cukup potensial di Kabupaten Luwu Luwu Timur memungkinkan terbentuknya daerah-daerah yang memiliki potensi wisata laut seperti Pantai Lemo. Pelabuhan Laut Malili (sementara dibangun). habitat (nursery ground. Luwu Timur tersebar dibeberapa lokasi yaitu di daerah Kec. Malili. Ujung Tanah. PEMECAHAN MASALAH • Optimalisasi pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan melalui peningkatan sosialisasi potensi dan peluang investasi (data base) sektor Kelautan dan Perikananan • Penyediaan sarana dan prasarana penunjang dalam usaha peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta pendistribusian ke wilayah pemasaran • Meningkatkan pemberdayaan nelayan dan pembudidaya ikan melalui Pembinaan dan Pengembangan Kelembagaan perikanan.Pengadaan Pengolah Rumput Laut : 1 unit .Penggelondongan Skala RT : 28 Unit .Gudang Rumput Laut : 1 unit. Distribusi karang di Kab. Fungsi ekologis dari terumbu karang yaitu sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak dan arus kuat. P. Wotu serta. Kabupaten Luwu Timur memiliki fasilitas transportasi yang memadai antara lain: fasilitas Bandar udara yang terletak di Soroako Kec. feeding ground. Fasilitas Jalan Raya ( Jalan Propinsi/Trans Sulawesi). Bulu Poloe di Lampia B. o Minimnya media dan informasi teknologi perikanan bagi pembudidaya. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI o Belum optimalnya pengelolaan dan Pemanfaatan sumberdaya Kelautan dan Perikanan o Kurangnya Sarana dan Prasarana Penunjang Usaha Pemanfaatan sumber daya Kelautan dan Perikanan o Rendahnya Tingkat Pendapatan Nelayan dan pembudidaya ikan laut. Parasalu di Kec.

sp & Euchema cottonii Faktor pendukung : • Potensi lahan cukup luas dan memenuhi skala ekonomis • Kandungan hara dan nutrien perairan sesuai kegiatan budidaya • Teknologi mudah dilakukan oleh petani • Permintaan pasar baik dalam maupun luar negeri cukup besar. • Menyerap tenaga kerja • Tidak membutuhkan modal besar 2. KERAPU dengan Sistem KJA Faktor Pendukung : • Kesesuaian parameter kualitas perairan • Penerapan teknologi telah berhasil dilakukan oleh pembudidaya • Ada kepastian pasar ekspor • Relevan dengan pengembangan konservasi Page5 RIZKI JULIAWAN L2A 006 118 .Tugas Pelabuhan KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN LUWU TIMUR 1. RUMPUT LAUT Gracillaria.