Anda di halaman 1dari 5

Pedagogik(1), Drs . Uyoh Sadulloh, M.

Pd 1

KONSEP DASAR PEDAGOGIK (1)


Oleh : Drs. Uyoh Sadulloh, M.Pd

Lapangan pendidikan merupakan wilayah yang sangat luas. Ruang lingkupnya mencakup
seluruh pengalaman dan pemiiran manusia tentang pendidikan. Setiap orang pernah mendengar
tentang perkataan pendidikan, dan setiap orang waktu kecilnya pernah mengalami pendidikan,
atau setiap orang, guru, telah melaksanakan pendidikan. Namunt tidak setiap orang mengerti
dalam arti yang sebenarnya apa pendidikan itu, dan tidak setiap orang mengalami pendidikan
ataupun menjalankan pendidikan sebagaimana mestinya. Karena itu untuk memahami seluk
beluk pendidikan perlu kita mempelajari ilmu pendidikan.

Pedagogik merupakan ilmu yang membahas pendidikan, yaitu ilmu pendidikan anak. Jadi
pedagogik mencoba menjelaskan tentang seluk beluk pendidikan anak, pedagogik merupakan
teori pendidikan anak. Pedagogik sebagai ilmu sangat dibutuhkan oleh guru, khususnya guru
Taman Kanak-Kanak dan Guru Sekolah Dasar karena mereka akan berhadapan dengan anak
yang belum dewasa. Tugas guru bukan hanya mengajar untuk menyampaikan, atau
mentransformasikkan pengetahuan kepada para anak di sekolah, melainkan guru mengemban
tugas untuk mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terpadu. Guru mengembangkan
sikap mental anak, mengembangkan hati nurani atau kata hati anak, sehingga ia (anak) akan
sensitif terhadap masalah-masalah kemanusiaan, harkat derajat manusia, menghargai sesama
manusia. Begitu juga guru harus mengembangkan keterampilan anak, keterampilan hidup di
masyarakat sehingga ia mampu untuk menghadapi segala permasalahan hidupnya.

A. Pengertian Pedagogik
Seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik di sekolah, perlu memiliki
seperangkat ilmu tentang bagaimana ia harus mendidik anak. Guru bukan hanya sekedar
terampil dalam menyampaikan bahan ajar, namun disamping itu ia juga harus mampu
mengembangkan pribadi anak, mengembangkan watak anak, dan mengembangkan serta
mempertajam hati nurani anak. Pedagogik merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana
Rumah Ilmu Indonesia |www.rezaervani.com – http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
Pedagogik(1), Drs . Uyoh Sadulloh, M.Pd 2

membimbing anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan dengan anak didik, apa tugas
pendidik dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan mendidik anak.

Dalam bagian ini akan dibagai pengertian pedagogik, pendidikan dalam arti khusus dan arti
luas. Pendidikan mengandung tiga aspek, yaitu mendidik, mengajar dan melatih, dan di
bawah ini akan diuraikan perbedaan antara ketiga aspek tersebut, yaitu perbedaan antara
mendidik, mengajar dan melatih.

1. Pendidikan dalam arti khusus


Pedagogik merupakan kajian pendidikan. Secara etimologi berasal dari kata
Yunani “paedos”, yang berarti anak laki-laki dan “agogos” artinya mengantar,
membimbing. Jadi pedagogik secara harfiah berarti pembantu anak laki-laki pada jaman
Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian
secara kiasan, pedagogik ialah seorang ahli, yang membimbing anak ke arah tujuan hidup
tertentu. Menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda) pedagogik adalah ilmu yang
mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan tertentu, yaitu supaya kelak ia
“mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya”. Jadi pedagogik adalah Ilmu
Pendidikan Anak

Langveld (1980) membedakan istilah “pedagogik” dengan istilah “pedagogi”.


Pedagogik diartikan dengan ilmu pendidikan, lebih menitik beratkan kepada pemikiran,
perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak ,
mendidik anak. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan
kepada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak. Pedagogik
merupakan suatu teori yang secara teliti, kritis dan objektif mengembangkan konsep-
konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta
hakekat proses pendidikan.

Rumah Ilmu Indonesia |www.rezaervani.com – http://groups.yahoo.com/group/rezaervani


Pedagogik(1), Drs . Uyoh Sadulloh, M.Pd 3

Dalam bahasa Inggris istilah pendidikan digunakan kata “education”, biasanya


istilah tersebut dihubungkan dengan pendidikan di sekolah, dengan alasan, bahwa di
sekolah tempatnya anak dididik oleh para ahli yang khusus mengalami pendidikan dan
latihan sebagai profesi. Kata education berhubungan dengan kata Latin “educere” yang
berarti “mengeluarkan suatu kemampuan” (e = Keluar, ducere = yang memimpin), jadi
berarti membimbing untuk mengeluarkan suatu kemampuan yang tersimpan dalam diri
anak. Kata “educere” kita temukan dalam kata konduktor, yaitu seseorang yang
“memimpin kereta api dalam perjalanan (kondektur)”. Dalam ilmu listrik, konduktor
ialah bahan (biasanya logam) yang dapat “membawa aliran listrik.

Dalam bahasa Belanda kita temukan untuk pendidikan akta “opvoeden” (op = ke
atas, voeden = memberi makan) disini memberi makan diambil kiasannya, yaitu memberi
makanan rohani untuk meningkatkan kecakapan dan derajat seorang anak. Dalam bahasa
Jerman untuk mendidik dipakai kata “orziehen” (or = keatas, ziehen = menarik) jadi
“orziehen” yang berarti “menarik keatas” menggambarkan secara kiasan, bahwa
mendidik itu meningkatkan (menarik keatas) kecakapan dan derajat seseorang.

Dalam arti khusus, Langeveld mengemukakan bahwa pendidikan adalah


bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk
mencapai kedewasaannya.

Ahmadi dan Uhbiyati (1991) mengemukakan beberapa definisi pendidikan


sebagai berikut :

a. Menurut Prof. Hoogeveld, mendidik adalah membantu anak supaya anak itu
kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri.
b. Menurut Prof. S. Brojonegoro, mendidik berarti memberi tuntutan kepada
manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan, sampai
tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani.

Rumah Ilmu Indonesia |www.rezaervani.com – http://groups.yahoo.com/group/rezaervani


Pedagogik(1), Drs . Uyoh Sadulloh, M.Pd 4

c. Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik adalah menuntun segala kekuatan


kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai
anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya.

Jadi pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa
dalam membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Setelah
anak menjadi dewasa dengan segala cirinya, maka pendidikan dianggap selesai.
Pendidikan dalam arti khusus ini menggambarkan upaya pendidikan yang terpusat dalam
lingkungan keluarga, dalam arti tanggung jawab keluarga. Hal tersebut lebih jelas
dikemukakan oleh Drijarkara (Ahmadi, Uhbiyati, 1991) bahwa

a. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah – ibu –


anak, dimana terjadi pemanusiaan anak. Dia berproses untuk memanusiakan
sendiri sebagai manusia purnawan.
b. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah – ibu –
anak, dimana terjadi pembudayaan anak. Dia berproses untuk akhirnya
membudaya sendiri sebagai manusia purnawan
c. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah – ibu –
anak, dimana terjadi pelaksanaan nilai-nilai, dengan mana dia berproses untuk
akhirnya bisa melaksanakan sendiri sebagai manusia purnawan.

Menurut Drijarkara, pendidikan secara prinsip adalah berlangsung dalam


lingkungan keluarga. Pendidikan merupakan tanggung jawab orang tua, yaitu ayah dan
ibu yang merupakan figur sentral dalam pendidikan. Ayah dan Ibu bertanggung jawab
untuk membantu memanusiakan, membudayakan, dan menanamkan nilai-nilai terhadap
anak-anaknya. Bimbingan dan bantuan ayah dan ibu tersebut akan berakhir apabila sang
anak menjadi dewasa, menjadi manusia sempurna atau manusia purnawan (dewasa)

Rumah Ilmu Indonesia |www.rezaervani.com – http://groups.yahoo.com/group/rezaervani


Pedagogik(1), Drs . Uyoh Sadulloh, M.Pd 5

Dari uraian diatas, pedagogik pembahasannya terbatas pada anak, jadi yang
menjadi objek kajian pedagogik adalah pergaulan pendidikan antara orang dewasa
dengan anak yang belum dewasa, menurut Langeveld disebut “situasi pendidikan”. Jadi
proses pendidikan menurut pedagogik berlangsung sejak anak lahir sampai anak
mencapai dewasa (pengertian dewasa akan dijelaskan pada bagian pembahasan tujuan
pendidikan). Pendidik dalam hal ini bisa orang tua dan/atau guru yang fungsinya sebagai
pengganti orang tua, membimbing anak yang belum dewasa mengantarkannya untuk
dapat hidup mandiri, agar anak dapat menjadi dirinya sendiri.

Kumpulan Artikel Lain :


http://artikel.rezaervani.com
Ruang Konsultasi Edukasi Terpadu :
http://konsultasi.rezaervani.com
Agenda dan Acara
http://seminar.rezaervani.com

www.rezaervani.com

komunitas :
http://groups.yahoo.com/group/rezaervani
Rumah Ilmu Indonesia |www.rezaervani.com – http://groups.yahoo.com/group/rezaervani